Senin, 03 Agustus 2009

Tahta Kekuasaan

Tafsir Tematis Kontemporer

Tahta Kekuasaan
I. S.3 Ali 'Imran 26

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ(26)(ال عمران 26)
II. Artinya:
"Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu"(S.3 Ali 'Imran 26).
@ Latar Belakang Turunnya Ayat
Dari Qatadah, katanya, "Orang- orang mengatakan kepada kami bahwa Rasulullah saw. memohon kepada Tuhan agar menundukkan kerajaan Romawi dan Persi ke dalam kekuasaan umatnya, maka Allah pun menurunkan wahyu Al-Quran S.3 Ali Imran 26 "Katakanlah! Wahai Tuhan yang memiliki kerajaan……… dan seterusnya sampai akhir ayat itu(HR Ibnu Abi Hatim)
III. Tema dan sari tilawah
1.Tiap manusia menyimpan nafsu kuasa dan nafsu yang lain.
2.Allah itu yang memiliki kunci kekuasaan dan kerajaan.
3.Allah itu pengendali kekuasaan, memberi atau mencabut tahta kekuasaan
4.Allah itu pemberi kemuliaan kepada seseorang ataupun menurunkan seseorang ke lembah kehinaan.
5.Allah itu Maha Kuasa pemegang kunci kebaikan segala-galanya.
IV.Masalah dan analisa jawaban
1.Selain nafsu tahta lalu nafsu apa saja dimiliki oleh manusia itu? Para pakar Ilmu Jiwa menyatakan bahwa tiap manusia itu mempunyai nafsu harta, tahta, wanita dan agama.
2.Bagaimana hukum mengejar harta, tahta dan wanita itu? Semua manusia harus memenuhi semua nafsu dan mengejar harta, tahta, wanita sebagai kebutuhan hidup di dunia yang tidak mungkin dilengahkan.
3.Bagaimana seharusnya tujuan dalam mengejar harta, tahta dan wanita itu? Hartat, tahta dan wanita itu merupakan bekal hidup di dunia dan menjadi alat mencari pahala akhirat sehingga agama harus menjadi pengendali yang mengarahkan semua ikhtiar itu mengarah jalan ke surga.agama harus menjadi penglima dalam mengendalikan semua nafsu harta, tahta dan wanita dalam memenuhi kebutuhan hidup di dunia ini.
V. Pendalaman dan penelitian
BAB SATU
Dunia dan akhirat
Masalah ke-1: Selain nafsu tahta, nafsu apa saja dimiliki oleh manusia itu ? Jawaban: Para pakar Ilmu Jiwa menyatakan bahwa tiap manusia itu mempunyai nafsu harta, tahta, wanita dan agama.
Bagi kita umat yang beriman sudah tentu percaya kepada adanya hari akhir atau hari kiamat dan jalan ke akhirat tidak ada jalan kecuali harus melalui hidup di dunia ini. Maka di dunia ini tidak mungkin lain kecuali perlu makan minum, memenuhi kebutuhan sandang, pangan, papan bahkan hidup ini wajib berusaha menggapai hidup yang lebih senang, lebih baik lagi lebih bahagia. Untuk ini diperlukan kecukupan kebutuhan hidup di dunia .
Untuk melangsungkan kehidupan di dunia dan untuk dapat hidup yang lebih baik lebih sempurna maka manusia perlu memenuhi kebutuhan hidup yang diperlukannya.
~ Menurut Ralph Piddington pakar sosilogi bahwa kebutuhan hidup manusia secara universal semua umat manusia memerlukannya yang dikenal dengan nama Human needs itu maka ada 3 kategori, yaitu:
1. Kebutuhan Primer, yaitu kebutuhan yang sama antara makhluk manusia dengan makhluk hewan, yaitu makan minum, istirahat, berkeluarga, daya tahan menghadapi lawan maupun penyakit.
2. Sekunder, yaitu kebutuhan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, mencari kehormatan, kebanggaan atas kelompoknya, mencari kehidupan yang lebih baik.
3. Integratip, yaitu kebutuhan akan kepuasan hati, menikmati rasa seni, tempat yang aman dan tertib, hidup yang lebih sempurna dan mengaduh kepada Tuhan menurut agama yang dipercayainya.
~ Menurut Abraham Maslow (1954:15) kebutuhan hidup yang universal itu ada 5 macam, yaitu:
1) Kebutuhan pokok jasmani makan minum istirahat; 2) Kebutuhan kepada keamanan; 3) Kebutuhan hidup bermasyarakat; 4) Kebutuhan akan penghargaan dan kehormatan; 5) Kebutuhan akan hidup yang lebih sempurna.
~ Menurut pakar Hukum Islam, setiap manusia itu memerlukan 5 macam hak perlindungan, yaitu:
(1).Terjaminnya kelangsungan syari’at Tuhan, yaitu kebutuhan hidup yang berjiwa agama.
(2).Terjaminnya hak untuk hidup dan keselamatan jiwanya.
(3).Terjaminnya hak untuk memiliki harta kekayaan.
(4).Terjaminnya hak mengembangkan kecerdasan akal yang sehat.
(5).Terjaminnya hak untuk berkeluarga dan berketurunan.
~ Dalam pelaksanaannya manusia mencari bahan kebutuhan hidup itu sangat dipengaruhi bahkan dikendalikan oleh nafsu-nafsu (instink). Antara kebutuhan hidup dengan nafsu, dapat dibayangkan, bahwa kebutuhan hidup itu barangnya sedangkan nafsu-nafsu itu motor penggerak usaha mencari barang-barang kebutuhan hidup itu. Tergantung kepada nafsu masing-masing manusia barang yang mana yang didahulukan dan diunggulkan dengan melengahkan atau mengalahkan kebutuhan akan barang yang lain. Tetapi kebutuhan hidup dengan nafsu ini keduanya jumbuh menjadi satu, yaitu sebagaimana yang dinyatakan oleh para ulama Sufi, dengan istilah nafsu-nafsu: (1) Harta. (2) Tahta. (3) Wanita. (4) Agama, sama dengan teori pakar Ilmu Jiwa Wimmersma Greidanus dengan nama Egocentros, Polemos, Eros dan Religios.
Al-Quran mencatat soal nafsu-nafsu itu di beberapa ayat, yaitu:
i Instink Egosentros atau Nafsu Harta
Nafsu yang mendesak manusia untuk mencari harta disebutkan dalam Al-Quran pada ayat-ayat berikut:
وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ(1)الَّذِي جَمَعَ مَالًا وَعَدَّدَهُ(2)يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَهُ(3)(الهمزة 1-3)
Artinya: "Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya, dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya"(S.104 Al-Humazah 1-3).
وَإِنَّهُ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيدٌ(العاديات 8)
Artinya: "dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta"(S.100 Al-'Adiyat 8).
إِنَّ قَارُونَ كَانَ مِنْ قَوْمِ مُوسَى فَبَغَى عَلَيْهِمْ وَءَاتَيْنَاهُ مِنَ الْكُنُوزِ مَا إِنَّ مَفَاتِحَهُ لَتَنُوءُ بِالْعُصْبَةِ أُولِي الْقُوَّةِ إِذْ قَالَ لَهُ قَوْمُهُ لَا تَفْرَحْ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْفَرِحِينَ(القصص76)
Artinya: "Sesungguhnya Karun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: "Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri"(S.28 Al-Qashash 76).
ii.Instink Polemos atau Nafsu Kekuasaan
. Instink Polemos yang mendesak manusia untuk memenuhi Nafsu Kuasa atau mencari atau mempertahankan kekuasaan termaktub dalam AlQuran dicontohkan dalam kisah Raja Fir'aun karena nafsu kuasanya terlalu dimanjakan bahkan dia mengaku menjadi tuhan dengan segala kekuasaannya, Namrud Raja Babilonia menampakkan kesombongan dirinya sebagai penguasa

yang keterlaluan memerintahkan bawahannya untuk membakar Nabi Ibrahim dibakar hidup-hidup, kedua kisah ini termaktub dalam Al-Quran berikut:
فَكَذَّبَ وَعَصَى(21)ثُمَّ أَدْبَرَ يَسْعَى(22)فَحَشَرَ فَنَادَى(23)فَقَالَ أَنَا رَبُّكُمُ الْأَعْلَى(24) النازعات 21-24)
Artinya: "Tetapi Fir'aun mendustakan dan mendurhakai. Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa). Maka dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya. (Seraya) berkata: "Akulah tuhanmu yang paling tinggi"(S.79 An-Nazi'at 21-24).
وَقَالَ فِرْعَوْنُ يَاأَيُّهَا الْمَلَأُ مَا عَلِمْتُ لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرِي فَأَوْقِدْ لِي يَاهَامَانُ عَلَى الطِّينِ فَاجْعَلْ لِي صَرْحًا لَعَلِّي أَطَّلِعُ إِلَى إِلَهِ مُوسَى وَإِنِّي لَأَظُنُّهُ مِنَ الْكَاذِبِينَ( القصص 38)
Artinya: "Dan berkata Fir`aun: "Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah hai Haman untukku tanah liat, kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta"(S,28 Al-Qashash 38).
أُفٍّ لَكُمْ وَلِمَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَفَلَا تَعْقِلُونَ(67)قَالُوا حَرِّقُوهُ وَانْصُرُوا ءَالِهَتَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ فَاعِلِينَ(68)( الانبياء 67-68)
Artinya: "Ah (celakalah) kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah. Maka apakah kamu tidak memahami? Mereka berkata: "Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak"(S.21 Al-Anbiya' 67-68).
iii. Instink Eros atau Nafsu Birahi
Instink Eros atau nafsu yang mendorong manusia untuk memenuhi Nafsu Birahi disebut dalam Al-Quran pada ayat berikut
زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ( ال عمران 14)
Artinya: "Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)"(S.3 Ali 'Imran 14).
وَمِنْ ءَايَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ( الروم 21)
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir"(S.30 Ar-Rum 21.
هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا فَلَمَّا تَغَشَّاهَا حَمَلَتْ حَمْلًا خَفِيفًا فَمَرَّتْ بِهِ فَلَمَّا أَثْقَلَتْ دَعَوَا اللَّهَ رَبَّهُمَا لَئِنْ ءَاتَيْتَنَا صَالِحًا لَنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَ ( الا عراف 189)
Artinya: " Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, isterinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami isteri) bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya berkata: "Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang sempurna, tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur"(S.7 Al-A'raf 189).
اللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَحْمِلُ كُلُّ أُنْثَى وَمَا تَغِيضُ الْأَرْحَامُ وَمَا تَزْدَادُ وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِمِقْدَارٍ( الرعد8)
Artinya: " Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan, dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang bertambah. Dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya"(S.13 Ar-Ra'du 8).
Lebih jauh lagi dapat diperhatian dalam Al-Quran ayat-ayat berikut s26a166; s16a72; s75a36-39.
iv. Instink Religios atau Nafsu Agama
Semua manusia pasti mempunyai instink religios atau nafsu untuk mencari dan menyembah kepada kekuatan gaib yang paling tinggi yang dapat difaham sebagai nafsu agama. Dan sebagian ulama membagi nafsu agama menjadi beberapa tingkat, Radhiyah, Mardhiyah, Kamilah, Muthmainnah atau nama-nama yang lain lagi. Di dalam Al-Quran tercatat ayat-ayat yang menyebut nafsu keagamaan ini dalam beberapa ayat, yaitu:
وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي ءَادَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى شَهِدْنَا أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غَافِلِينَ( الاعراف 172)
Artinya: "Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)"(S.7 Al-A'raf 172).
فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ (الروم 30)
Artinya: "Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui"(S.30 Ar-Rum 30)
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ ( الذاريات 56)
Artinya: "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"(S.51 Adz-Dzariyat 56)
وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا(7)فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا(8)قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا(9)وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا(الشمس 10)
Artinya: "dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya"(S.91 Asy-Syamsi 7-10).
يَاأَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ (فاطر 15)
Artinya: "Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dia-lah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji"(S.35 Fathir 15).
وَإِذَا غَشِيَهُمْ مَوْجٌ كَالظُّلَلِ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ فَلَمَّا نَجَّاهُمْ إِلَى الْبَرِّ فَمِنْهُمْ مُقْتَصِدٌ وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا كُلُّ خَتَّارٍ كَفُورٍ( لقمان 32)
Artinya: "Dan apabila mereka dilamun ombak yang besar seperti gunung, mereka menyeru Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai di daratan, lalu sebagian mereka tetap menempuh jalan yang lurus. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami selain orang-orang yang tidak setia lagi ingkar"(S.31 Luqman 32).
وَإِذَا غَشِيَهُمْ مَوْجٌ كَالظُّلَلِ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ فَلَمَّا نَجَّاهُمْ إِلَى الْبَرِّ فَمِنْهُمْ مُقْتَصِدٌ وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا كُلُّ خَتَّارٍ كَفُورٍ( يونس 32)
Artinya: "Dan apabila mereka dilamun ombak yang besar seperti gunung, mereka menyeru Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai di daratan, lalu sebagian mereka tetap menempuh jalan yang lurus. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami selain orang-orang yang tidak setia lagi ingkar"(S.10 Yunus 32).
هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا فَلَمَّا تَغَشَّاهَا حَمَلَتْ حَمْلًا خَفِيفًا فَمَرَّتْ بِهِ فَلَمَّا أَثْقَلَتْ دَعَوَا اللَّهَ رَبَّهُمَا لَئِنْ ءَاتَيْتَنَا صَالِحًا لَنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَ(الاعراف189)
Artinya: "Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, isterinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami isteri) bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya berkata: "Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang sempurna, tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur"(S.7 Al-A'raf 189).
Semua nafsu harus dipenuhi secara seimbang dan serasai tidak boleh memanjakan salah satu nafsu mengabaikan nafsu yang lain, bahkan nafsu Muthmainnah atau unstink Religios juga tidak boleh terlalu dilebihkan dengan meninggalkan instink-nafsu yang lainnya. Rasulullah Saw pada suatu waktu melarang para sahabat mengistimewakan instink religios atau nafsu Muthmainnah ini, tercatat dalam hadis berikut:
أَنَّ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ جَاءَ ثَلَاثَةُ رَهْطٍ إِلَى بُيُوتِ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْأَلُونَ عَنْ عِبَادَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا أُخْبِرُوا كَأَنَّهُمْ تَقَالُّوهَا فَقَالُوا وَأَيْنَ نَحْنُ مِنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ قَالَ أَحَدُهُمْ أَمَّا أَنَا فَإِنِّي أُصَلِّي اللَّيْلَ أَبَدًا وَقَالَ آخَرُ أَنَا أَصُومُ الدَّهْرَ وَلَا أُفْطِرُ وَقَالَ آخَرُ أَنَا أَعْتَزِلُ النِّسَاءَ فَلَا أَتَزَوَّجُ أَبَدًا فَجَاءَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَيْهِمْ فَقَالَ أَنْتُمْ الَّذِينَ قُلْتُمْ كَذَا وَكَذَا أَمَا وَاللَّهِ إِنِّي لَأَخْشَاكُمْ لِلَّهِ وَأَتْقَاكُمْ لَهُ لَكِنِّي أَصُومُ وَأُفْطِرُ وَأُصَلِّي وَأَرْقُدُ وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي(رواه البخاري 4675 ومسلم 2487)
Artinya: "Bahwa Anas bin Malik mengatakan: "Ada tiga orang menghadap kepada isteri-isteri Nabi Saw.menanyakan bagaimana ibadah Nabi Saw. Setelah diberitahu maka mereka sangat menyesal hati, lalu mereka mengatakan bagaimana kami-kami ini dibanding dengan ibadah Nabi Saw yang sudah diampuni dosanya yang sudah lewat dan yang akan datang. Maka yang satu berkata: "Aku akan shalat malam terus menerus selama-amanya" Yang satu berkata: "Aku akan berpuasa tahunan tidak akan lowong puasa" Yang satu lagi berkata: "Aku akan menjauhi wanita maka aku tidak akan kawin selama-lamanya". Kemudian Rasulullah Saw datang kepada mereka lalu bertanya: "Apakah kalian ini yang telah berkata macam-macam itu!!! Demi Allah aku ini adalah orang yang paling takut kepada Allah diantara kalian dan akulah orang paling takwa kepada Allah di antara kalian. Tetapi aku ini berpuasa namun juga tidak terus berpuasa dan akupun shalat tetapi aku juga tidur, akupun juga mengawini wanita. Oleh karena itu barang siapa tidak suka kepada sunnahku maka dia bukan umatku"(HR Bukhari no.4675 dan Muslim no.2487).
Sebuah hadis Ibnu 'Umar yang cukup terkenal dicatat oleh Ibnul 'Arabi dalam kitab Ahkamul Quran (6h263) menyerukan kepada kita semua untuk bekerja keras mengejar kekayaan dunia sebesar-besarnya dan dalam detik-detik itu juga sekaligus mencari pahala akhirat semaksimal mungkin seolah-olah malaikatul maut cepat segera datang mencabut nyawa yaitu sebagai berikut:
قَالَ ابْنُ عُمَرَ : اُحْرُثْ لِدُنْيَاك كَأَنَّك تَعِيشُ أَبَدًا ، وَاعْمَلْ لِآخِرَتِك كَأَنَّك تَمُوتُ غَدًا (رواه القرطبي 13ص314وابن العربي6ص263) .
Artinya: "Ibnu 'Umar mengatakan: "Tanamlah(modal) untuk mencari keduniaan kalian seakan-akan kalian akan hidup selama-lamanya dan beramallah kalian seolah-olah akan mati besuk pagi"(HR Al-Qurthubi 13h314 dan Ibnul 'Arabi 6h263); Al-Qurthubi mengaitkan hadis ini dengan Al-Quran s2a205, s28a77, s42a20 dan s43a32.
Para pakar Ilmu Jiwa dan pakar Ilmu Kedokteran menyatakan bahwa orang yang terlalu memanjakan salah satu dari nafsu-nafsu tersebut akan tertimpa dampak penyakit jasmani maupun rohani, bahkan jika yang memanjakannya itu dilakukan oleh sejumlah masyarakat dengan memuja dan mengunggulkan salah satu nafsu saja maka watak ini akan menimbulkan pengaruh negatif yang sangat besar yang dapat mengakibatkan derita masyarakat luas karenanya. Dengan catatan sebagai berikut:
~ Wimmersma Greidanus pakar Ilmu Jiwa menyatakan bahwa Instink atau nafsu-nafsu itu ada 4 macam, 1) Egosentros, 2) Polemos; 3) Eros; 4) Religios. Dalam Ilmu Tasawuf sering dinamakan dengan nafsu Harta, Tahta, Wanita dan Agama.
Keempat nafsu ini jika dianalisa dari 5 sudut tinjauan, dilihat dari segi: Umur, Hobi, Kebudayaan, Kesenian dan Penyakit akibat memanjakan salah satu nafsu itu, dapat dibuat diagram sebagai berikut:
Nafsu-nafsu atau Instink
Nafsu –nafsu Umur HobiKesukaan Kebudayaan Kesenian Penyakit
1 Egosentros
Serba aku
Moto duwiten
Serba uang 0-6th
Makan apa saja
Makan enak-enak
Menumpuk harta
Menumpuk modal Kapitalisme
Impeialisme
Kolonialisme
Atheisme
Materialisme
Komunisme
Positifisme
Serba Indrawi
Keduniaan
Realistis
Ekspressionis
Surrealistis
Serba aku
Asosial
Sakit perut
Tamak-loba
Serakah-rakus
Malas
Maksiat-
Mursal
Durhaka


2 Polemos
Nafsu-Kuasa
Nafsu Tahta
Perebutan Kursi
6-13 th Suka berkelahi
Suka melawan
Suka brontak
Suka mengolok-olok
Suka protes Militerisme
Diktatorisme
Persaingan
Rebutan Kursi
Dominasi perang
Politik Kotor
Judi-Taruhan Musik keras
Rock & Roll
Film Perang
Tari Perang Darah Tinggi
Kamker
Jantung
Gula
Dengki-dendam
Kejam-Benci
Cemburu keras
3








-
4 Eros
Nafsu Wanita
Nafsu Birahi
Nafsu Seks





-------------------------
Religios
Instink Agama
Nafsu Mtmainnah 13-20 th







---------
20 th
s/d tua Suka berhias
Suka bersolek
Lomba kecantikan
Ganti-ganti pacar
Suka kawin Cerai
Pamer Aurat
Buka-bukaan


--------------------------
Kesucian
Zuhud
Taqwa
Amal soleh
Pahala Akhirat
Jihad fi Sabililah
Taqarrub kpd Allah
Free Sex
Seks Bebas
Serba cabul
Pornografi
Porno aksi
Seksologi
Pelacuran
Obat kuat
KampanyeKondom
-----------------------
Agamis-Religius
Kebenaran
Keadilan
Kasih-sayang
Universalistis
HAM Prostitusi
Pornografi
Pornoaksi
Pelacuran
Homoseks
Poliandri
Erotistis
Serba Zina
Alat2Zina
-----------------
IbadahSentris
Metafisisme
'Uzlah
Bertapa
Sufistis
Sosialistis TBC- Batuk Basah
Sakit jiwa
Gila
Penyakit Kotor
Penyakit kulit
HIV-AID
Penjilat
Menghamba

---------------------------------
Agama yang benar
tidak ada negatifnya





Keterangan
i. Nafsu Egosentros (Nafsu Harta), ialah desakan jiwa untuk mementingkan diri sendiri, ciri-cirinya terbayang seperti anak umur 0-6 tahun, hobinya suka makan, makan enak-enak, makan banyak-banyak, makan apa saja. Jika Nafsu Harta ini dimanjakan oleh suatu kelompok masyarakat maka akan menimbulkan budaya Kapitalisme, Materialisme, Motoduwiten, Komunisme, Atheisme anti Tuhan dan dalam kesenian timbul aliran yang cenderung kepada seni yang hanya difahami oleh pemilik sendiri, misalnya Realisme ataupun seni semacam itu. Mereka yang tergila-gila memanjakan nafsu Harta ini dapat mengakibatkan macam-macam penyakit seperti penyakit perut, tamak, ,loba, rakus, pelit, kikir.
ii. Nafsu Polemos (Nafsu Tahta), yaitu nafsu yang mendesak seseorang untuk mencari tahta kekuasaan dan kebanggaan serta gila hormat, ciri-cirinya tergambar seperti anak umur 6-13 tahun, hobinya suka berkelahi, protes, brontak, rebutan kursi, mengolok-olok, adu mulut. Jika jumlah pelakunya cukup banyak akan menimbulkan aliran faham militerisme, watak tangan besi- diktator, perang besar, mendirikan perusahaan dan pabrik senjata maupun peralatan perang, dalam seni yang disenangi ialah musik keras yang memekakkan telinga, semacam Rock&roll. Tetapi penyakit yang siap menyerang ialah penyakit darah tinggi, kanker dan sejenisnya.
iii Nafsu Eros (Nafsu Birahi) yang lebih terkenal dengan nama Nafsu Wanita, ciri-cirinya tergambar pada diri anak muda umur 13-20, hobinya suka bersolek, berhias, ganti-ganti pasangan, kawin cerai, seks bebas. Jika jumlah pelakunya demikian banyak maka akan menimbulkan budaya pornografi, kampanye kondom, pameran aurat wanita, pemilihan Ratu Kecantikan Internasional, Sedangkan seni yang menguasainya ialah pameran aurat wanita, erotis-show, lomba kecantikan, film cabul, drama porno, free sex- serba porno. Adapun penyakit yang siap mengancam ialah penyakit AID-HIV, penyakit kotor, Rojosingo, penyakit kulit.
iv. Nafsu Religios (Nafsu Agama)atau nafsu Muthmainnah. Instink ini mudah timbul pada orang yang menginjak usia 20 tahun ke atas yang dipicu oleh berbagai macam kesulitan dan pemikiran atau pandangan jauh ke depan, pemikiran filsafat, hobinya beramal soleh, zuhud, kesucian, keabadian, kedamaian. Dalam bidang budaya akan menimbulkan seni budaya yang agamis religius, jika agama menjadi kendali ke tiga nafsu lainnya, maka tidak ada penyakit yang menyerangnya Insya Allah..
Catatan
Para pakar dan para ulama tidak persis sama membagi nafsu-nafsu atau instik ini karena perbedaan sudut pandang: Pembagian oleh pakar Ilmu Jiwa sebagaimana terurai di atas menekankan pada daya yang mendorong manusia untuk bergerak dan berusaha mengejar kebutuhan hidupnya. Para pakar membagi nafsu manusia menjadi 4 macam yaitu: Nafsu-nafsu Harta, Tahta, Wanita dan Agama. Sedangkan para ulama membaginya menurut bunyi lafal Nafsu dalam Al-Quran ada 3 macam yaitu: Nafsu-nafsu Lawwamah, Ammarah dan Muthmainnah. Kemudian sebagian ulama membagi Nafsu Agama menjadi Radhiyah, Mardhiyah, Kamilah dan Muthmainnah,
Dalam Kitab Madarijus Salikin (1973:3/247) Ibnul Qayyim menyatakan bahwa roh itu merupakan kekuatan atas badan jasmani sehingga sangat terikat dengan letaknya kekuatan itu, jika letaknya dalam akal namanya kalbu oleh karena itu tidak ada nama yang disebut nafsu-nafsu itu kecuali sifat dari roh.
*Tafsir Al-Alusi (9h167) dalam membahas Al-Quran s12a53 mencatat bahwa jiwa itu mempunyai syahwat beberapa macam, maka dengan riyadhah dan mujahadah maka seseorang akan terjaga dan naik dari mengunggulkan nafsu Lawwamah meningkat ke tingkat Radhiyah sampai Muthmainnah.

BAB DUA
Bekal Hari Esok
Masalah ke-2.Bagaimana hukum memenuhi nafsu-nafsu dan mengejar harta, tahta dan wanita itu? Jawab sementara: Semua manusia sudah seharusnya memenuhi semua nafsu dan mengejar harta, tahta, wanita tetapi nafsu agama harus menjadi kendali terhadap semua nafsu-nafsu kehidupan di dunia.
Para pakar Ilmu Jiwa mengatakan bahwa setiap manusia itu mempunyai Instink Polemos ekstrimnya ialah gila hormat, merebut kekuasaan, merebut kursi, merebut tahta dan snggasana, minimal minta dihargai, lebih rendah lagi minta haknya sebagai manusia (HAM).
Rasulullah Saw telah memberi petunjuk kepada kita orang yang beriman bahkan beliau melarang kita semua ini untuk meminta jabatan, minta diangkat menjadi ketua, meminta dipilih menjadi kepala daerah, minta dipilih menjadi anggota wakil rakyat dan tahta kekuasaan lainnya.
Adapun orang yang dipilih dan diminta oleh orang banyak untuk menduduki kursi (atasan) yang TIDAK BERDASARKAN KARENA PERMINTAAN DARI DIRINYA maka Allah akan memberi rahmat pertolongan kepada orang yang dikehendaki oleh orang banyak ini. Sebaliknya orang yang berkampanye meminta orang supaya memilih dirinya, maka Allah tidak suka memberi rahmat pertolongan kepada orang dalam hatinya tersembunyi ingin mengunggulkan dirinya. Rasulullah Saw bersabda dalam hadis berikut:
عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَسْأَلْ الْإِمَارَةَ فَإِنَّكَ إِنْ أُعْطِيتَهَا مِنْ غَيْرِ مَسْأَلَةٍ أُعِنْتَ عَلَيْهَا وَإِنْ أُعْطِيتَهَا عَنْ مَسْأَلَةٍ وُكِلْتَ إِلَيْهَا (رواه البخاري 6227 ومسلم 3120)
Artinya: "Dari 'Abdurrahman bin Samrah bahwa Rasulullah Saw besabda: "Janganlah anda meminta menjadi Amir, sungguh anda jika diberi jabatan tidak karena permintaan maka anda pasti ditolong untuk itu dan jika anda diberi jabatan karena permintaan (anda) maka anda yang menanggung (sendiri) kewajiban itu"(HR Bukhari no.6132 dan Muslim no.3120).
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّكُمْ سَتَحْرِصُونَ عَلَى الْإِمَارَةِ وَسَتَكُونُ نَدَامَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَنِعْمَ الْمُرْضِعَةُ وَبِئْسَتْ الْفَاطِمَةُ (رواه البخاري 6615)
Artinya: "Dari Abu Hurairah bahwa Nabi Saw bersabda: "Sungguh kalian itu akan sangat ingin menduduki tahta kekuasaan padahal kalian akan menyesal kelak di hari kiamat. Maka awalnya sangat enak tetapi belakangan menderita "(HR Bukhari no.6615)
# Shahih Bukhari terbitan Daru Ibni Katsir(1987:6/2613) menjelaskan bahwa orang yang meminta dipilih ini setelah menjabat memang awalnya sangat enak, uang melimpah, kursi yang empuk, jabatan yang megah, rasanya sangat nikmat tetapi belakangan akan menyesal sebab tidak dapat mengemban amanat memenuhi janji-janji yang diucapkan kepada mereka yang disuruh memilih dia. Di halaman lain (23h370) kitab ini menyatakan bahwa dakwah (kampanye) yang bersih itu tidak mencari kehormatan dan jabatan keduniaan.
Itulah orang yang tidak memenuhi syarat untuk menduduki jabatan yang dia minta itu. Tidak memenuhi syarat sebab bodoh (Misalnya ijazah palsu), lemah, penakut, sakit, cacat, khianat, fasik, munafik. Rasulullah Saw menolak permohonan Abu Dzar untuk diangkat menjadi penanggung jawab amanat Allah tercatat dalam hadis berikut:
َِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَا تَسْتَعْمِلُنِي قَالَ فَضَرَبَ بِيَدِهِ عَلَى مَنْكِبِي ثُمَّ قَالَ يَا أَبَا ذَرٍّ إِنَّكَ ضَعِيفٌ وَإِنَّهَا أَمَانَةُ وَإِنَّهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ خِزْيٌ وَنَدَامَةٌ إِلَّا مَنْ أَخَذَهَا بِحَقِّهَا وَأَدَّى الَّذِي عَلَيْهِ فِيهَا (رواه مسلم 3404)
Artinya: "Dari Abu Dzarrin dia berkata: "Aku memohon kepada Rasulullah Saw: "Ya Rasul alangkah baiknya jika Rasul mengangkat aku menjadi pegawai" Rasul Saw menepuk pundakku lalu bersabda: "Wahai Abu Dzarrin sungguh anda ini lemah dan jabatan itu amanat serta rendah(nilainya) dan penuh sesal di hari Kiamat kecuali bagi orang berhak(memenuhi syarat) dan menepati kewajiban yang ditugaskan atas dia"(HR Muslim no.3404).
Semua orang yang terlibat dalam perbuatan yang tidak benar akan mendapat semprotan dan percikan dosa kesalahan itu seperti yang dijelaskan oleh hadis Rasul Saw berikut:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ (ابن مسعود)قَالَ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آكِلَ الرِّبَا وَمُؤْكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ ( رواه ابن الجارود ج 2 / ص 204 ومسلم 2994)
Artinya: "Dari Jabir bin 'Abdullah dia berkata: "Rasulullah Saw melaknat pemakan riba dan yang menyuruh makan riba, para saksi dan para penulis riba itu"(HR Ibnul Jarud juz 2 ha204- Muslim no.2994).
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْخَمْرِ عَشْرَةً عَاصِرَهَا وَمُعْتَصِرَهَا وَشَارِبَهَا وَحَامِلَهَا وَالْمَحْمُولَةُ إِلَيْهِ وَسَاقِيَهَا وَبَائِعَهَا وَآكِلَ ثَمَنِهَا وَالْمُشْتَرِي لَهَا وَالْمُشْتَرَاةُ لَهُ (رواه الترمذي 1216 وابن ماجه 3372)
Artinya: "Dari Anas bin Malik dia berkata: "Rasulullah Saw melaknat 10 pihak dalam masalah khamr: 1) Yang memeras. 2)Yang menyuruh memeras. 3) Yang meminum. 4) Yang membawakan. 5) Yang menyuruh membawa. 6) Yang menuangkan; 7) Yang membeli. 8)Yang menjual.9)Yang memakan uang dari padanya. 10) Yang menyuruh menjual minuman keras itu"(HR Turmudzi no.1216 dan Ibnu Majah no. 3372)
@ Mencari bekal
Dunia dengan akhirat itu dapat dibayangkan sebagai sebab akibat atau seperti tanaman dengan buah, siapa menanam akan mengetam tetapi apa yang ditanam jika menanam padi akan mengetam padi, siapa menanam jagung akan mengetam jagung, siapa menanam Sambiloto akan mengetam daun yang pahitnya luar biasa itu. Yang harus diingat ialah bahwa jika seseorang menanam jeruk keprok kelak akan mengetam jeruk keprok jika pohon jeruk ini buahnya dipetik setelah tiba musimnya buahnya sudah tua sudah masak maka sang petani penanam jeruk akan panen jeruk yang sangat manis. Tetapi jika jeruk dipetik sebelum waktunya maka buah jeruk ini rasanya benar-benar sangat kecut sekali, demikian juga jika jeruk itu tidak dipelihara dengan baik bahkan dimakan benalu, maka buahnya akan menjadi pahit sekali. Allah menggambarkan keadaan ini di dalam Al-Quran: s34a16
فَأَعْرَضُوا فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ وَبَدَّلْنَاهُمْ بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَيْ أُكُلٍ خَمْطٍ وَأَثْلٍ وَشَيْءٍ مِنْ سِدْرٍ قَلِيلٍ (سبأ 16)
Artinya: "Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr"(S.34 Saba` 16).
Dengan perbuatan yang melawan aturan bahkan melawan hukum Allah maka seorang petani akan memetik buah tanamannya itu buah yang sangat pahit. Oleh karena itu menanam tanaman itupun harus mentaati aturan ilmu pertanian ditambah dengan aturan Hukum Allah. Barang siapa menanam tanaman lalu memetik buah sebelum waktu dan belum masak akan mendapat rasa buahnya jauh di luar aturan buahnya bias berganti bentuk maupun berganti rasa yang sangat tidak enak. Jadi berbuat perbuatan yang buruk atau menanam hanya diniati untuk mencari buahnya di dunia saja, maka diakhirat tidak akan mengetam panenenan sebab sudah di petik ketika di dunia bahkan mungkin akan memetik buah yang sangat pahit sekali, tidak akan mendapat buah yang manis bahkan tidak akan .menikmati buah yang berwujud pahala di akhirat.
* Tafsir Al-Baidhawi (5h152) dalam membahas Al-Quran s42a20 mencatat bahwa pahala itu sama dengan buah tanaman sebab dunia itu lahan tanaman akhirat, siapa yang niatnya mencari nikmat keduiaan saja maka di akhirat dia tidak akan mendapat pahala buah dari tanamannya untuk akhirat. Allah berfirman sbb:

مَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الْآخِرَةِ نَزِدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ وَمَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ نَصِيبٍ (الشوري 20)
Artinya: " Barangsiapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat"(S.42 Asy-Syura 20)
Tafsir Fi Zhilalil Quran (3h9) dalam membahas Al-Quran s45a29-32 mencatat bahwa dunia itu lahan tanaman untuk menanam tanaman akhirat sedang jihad itu suatu perjuangan untuk dapat hidup yang lebih baik lagi di dunia, menghilangkan keburukan dan semua yang negatif dari musuh Allah, jihad itu memerangi setan/berhala. Jihad itu berjuang menegakkan kebenaran dan keadilan untuk seluruh umat dengan mengharap pahala dari Allah.
Maka dari itu kita semua hidup di dunia ini harus menanam tanaman akhirat menurut petunjuk Allah dengan mengabdi kepada Allah dan membuat karya jasa berupa amal soleh yang akan menghasilkan buah pahala akhirat. Bahkan kita harus menabung pahala akhirat itu sebanyak mungkin, sehingga di akhirat kita akan menikmati tabungan pahala yang kita tabung di dunia ini.
* Ar-Razi dalam tafsirnya (11h54) dalam membahas Al-Quran s21a83-84 mencatat kisah Nabi Ayub bahwa manusia hidup wajib bersabar sebab dunia itu lahan tanaman akhirat ingatlah kepada kisah Nabi Ayu berikut:
~ Nabi Ayub mendapat rahmat kekayaan yang sangat banyak dan banyak-anak; Nabi Ayub sangat halus perasaannya, penuh kasih dan sayang kepada anak yatim, kepada fakir miskin. Dalam dakwahnya Nabi Ayub mendapat 3 orang yang beriman. Tetapi Iblis tidak rela mengetahui kekuatan iman dan kesabaran N.Ayub itu maka Iblis berusaha keras untuk menggoda. Kebetulan bersamaan dengan godaan Iblis itu Nabi Ayub menderita ujian sakit selama 7 tahun satu bulan, tidak sembuh-sembuh. Bahkan deritanya itu sudah menghabiskan tenaga pikiran sampai semua harta kekayaannya habis sehingga keluarganya tega hati meninggalkan Nabi Ayub sendirian. Dari godaan Iblis ini maka Ayub menyatakan:
"Segala puji bagi Allah ketika aku diberi nikmat dan ketika nikmat itu dicabu dari aku, aku tanpa busana apa-apa sama sekali ketika aku dilahirkan oleh ibuku dan aku tanpa busana saat aku kembal ke tanah,aku tanpa busana waktu aku kembali kepada Alla"h.
Bahkan Nabi Ayub siap menerima ujian ini walaupun sampai 80 tahun sama lamanya dengan 80 tahun menerima nikmat Allah. Demikian catatan Ath-Thabari dalam kitab tafsirnya Jami'ul Bayan (18h503).
Setelah harta Nabi Ayub habis maka Iblis menggoda anak-isteri N.Ayub sehingga berhasil mereka semua menjauhinya, terakhir N.Ayub berdo'a termaktub dalam Al-Quran berikut:
وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَى رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ(83)فَاسْتَجَبْنَا لَهُ فَكَشَفْنَا مَا بِهِ مِنْ ضُرٍّ وَءَاتَيْنَاهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَذِكْرَى لِلْعَابِدِينَ( الانبياء 83-84)
Artinya: "dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: "(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang. Maka Kami(Allah) memperkenankan do'anya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah"(S.21 Al-Anbiya` 83-84).

BAB TIGA
Agama itu Pengendali Nafsu Harta,Tahta dan Wanita
Masalah ke-3:Bagaimana seharusnya usaha mengejar harta, tahta dan wanita itu? Nafsu atau instink agama harus dijadikan penglima dalam usaha menuhi nafsu-nafsu mencari harta, tahta dan memenuhi nafsu birahi.
Allah sendiri sudah menegaskan bahwa kita disuruh mencari pahala akhirat melalui nikmat yang ada di dunia ini, yaitu:
وَابْتَغِ فِيمَا ءَاتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ ( القصص 77)
Artinya: "Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni`matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan"(S.28 Al-Qashash 77).
Tafsir Ibnu Katsir (6h253)dalam membahas Al-Quran s28a77 ini mencatat supaya kita semua mencari pahala akhirat dengan cara mentaati hukum Allah dalam mengejar kenikmatan dunia itu.
* Tafsir Ar-Razi (12h110) dalam membahas Al-Quran s28a77 tersebut menyatakan bahwa kita harus mencari pahala surga melalui pengelolaan program hidup yang mendorong diri masuk surga, misalnya menyerahkan infak untuk mentaati hukum Allah. Tafsir Ad-Durrul Mantsur (8h15) dalam membahas Qs28a77 di atas mencatat ketentuan senada.
Dengan pedoman pesan dan kesan para ulama di atas maka dipersilahkan kepada kaum muslimin dan mu'minin untuk mencari pahala melalui nikmat anugerah Allah, yaitu:
1. Mencari harta sebanyak mungkin untuk infaq Jihad fi Sabilillah, dan perjuangan Islam dalam arti luas.
2. Mencari TAHTA KEKUASAAN untuk mengentas kemiskinan
atau peningkatan taraf hidup umat.
3. Nikah untuk menciptakan anak bangsa menjadi mujahid-mujtahid fi Sabilillah, pejuang Islam tentara Allah melawan tentara syaitan.
Ad- 1.Mencari harta kekayaan untuk beramal
Kitab Khulashah Nurul Yaqin (2h89) mencatat bahwa pada waktu Nabi Sw memberi komando Perang Tabuk tahun ke-9 H dan memberikan perintah siap maju perang sekaligus menghimpun dana Perang Sabil, maka seketika itu juga tergabung 30.000 personil pasukan Islam dan terkumpul dana perang, yaitu:
~ 'Usman bin 'Affan menyerahkan 10 000 dinar 300 ekor onta 500 ekor kuda (10 000 dinar=500nishab emas=500X93,6gram= 46,8 Kg emas).
~ Abu Bakar menyerahkan seluruh kekayaannnya (4000 dirham =20 nishab perak (93,6gram emasX20=1,872Kg emas)
~ 'Umar menyerahkan separoh hartanya
~'Abdurrahman bin 'Auf menyerahkan 100 kwital kurma
~Thalhah dan Al-'Abbas masing-masing menyerahkan banyak sekali hartanya
~ 'Ashim bin 'Addi menyerahkan 70 kwintal kurma
~Kaum wanita menyerahkan perhiasan yang dimilikinya.
Demikian contoh yang sangat ideal bagaimana orang yang beriman berpikir dan berniat mencari harta kekayaan dunia.
Ad 2 Mencari TAHTA untuk beramal soleh
'Abdullah bin 'Umar dalam riwayat Al-Qurthubi dan Ibnul Arabi menyatakan sebagai berikut
قَالَ ابْنُ عُمَرَ : اُحْرُثْ لِدُنْيَاك كَأَنَّك تَعِيشُ أَبَدًا ، وَاعْمَلْ لِآخِرَتِك كَأَنَّك تَمُوتُ غَدًا (رواه القرطبي 13ص314وابن العربي6ص263) .
Artinya: "Ibnu 'Umar mengatakan: "Tanamlah(modal) untuk mencari keduniaan kalian seakan-akan kalian akan hidup selama-lamanya dan beramallah kalian untuk pahala akhirat kalian seolah-olah akan mati besuk pagi"(HR Al-Qurthubi 13h314 dan Ibnul 'Arabi 6h263(Al-Qurthubi mengaitkan hadis ini dengan Al-Quran s2a205, s28a77, s42a20 dan s43a32).
Jika pernyataan Ibnu 'Umar di atas ini dapat dijadikan pokok pegangan maka praktik pelaksaannya dapat kita terapkan melalui NIAT saja, yaitu bahwa ketika kita sedang dalam kesibukan yang luar biasa mencari materi kenikmatan dunia maka dalam detik yang sama kita berniat untuk mencari pahala akhirat.
Sebagai contoh misalnya ialah:
MS adalah seorang pegawai Depag yang di tahun 1960 menjabat pimpinan bagian di KUAP Nuteng Singaraja maka sekitar tahun 1980 dia menduduki jabatan kepala Bagian Kepegawaian DEPAG yang membawahi urusan pegawai Depag seluruh Indonesia. Dalam salah satu kesempatan beliau mengatakan bahwa beliau hampir setiap hari harus membubuhkan tanda tangan 2000 tanda tangan. Jika satu tanda tangan itu berisi pengangkatan pegawai, kenaikan pangkat atau kepindahan, maka setiap satu SK beliau akan memberikan kegembiraan kepada satu orang ditambah 3-4 orang anak dan isteri dirumahnya, ditambah lagi dia membuat syukuran dengan mengundang 6-10 orang untuk menyantap slametan-kenduren. Jika 1000 tanda tangan dari 2000 tanda tangan itu merupakan surat keputusan kenaikan pangkat atau pengangkatan menjadi PNS atau kenaikan jabatan dari bawahan menjadi atasan, maka dia akan memberikan kegembiraan kepada 1000 sampai 15000 orang setiap hari. Suatu kegembiraan hampir tidak mungkin dapat dihitung diganti dengan uang. Jika semua itu diniati beramal soleh mencari pahala akhirat maka pahala memberi kegembiraan setiap hari kepada 1000-15000 orang lalu oleh Allah dibalas dilipatkan 10 sampai 700 kali lipat sama dengan 10.500 000 pahala (sepuluh juta lima ratus ribu pahala). ALLAHU AKBAR luar biasa besarnya pahala seorang pejabat jika berniat untuk beramal soleh sekaligus mendapat kenaikan jabatan secara structural di kantor dia bekerja.
Gambaran ini berlaku atas semua TAHTA dalam semua bidang semua lahan untuk beramal soleh. Dan seluruh gerak gerik orang yang beriman yang diniati untuk mengabdi kepada Allah namanya Sabilillah dengan pahala dari Allah yang berlipat 10 sampai 700 kali lipat.
Sebaliknya jika seseorang yang menjabat urusan orang banyak yang sangat penting misalnya pembuatan KTP atau surat kelakuan baik, surat keterangan, rekomendasi dari seseorang yang sedang menduduki TAHTA KEKUASAAN atau yang seperti itu lalu pejabat ini menuntut persekot uang sogok percepatan penyelesaian dan ulah perbuatan lain yang sangat menjengkelkan orang banyak maka do'a dari orang yang dizalimi akan dipercepat kabulnya oleh Allah disamping itu dosanya juga akan berlipat kali jumlah berapa orang yang dibikin jengkel olehnya. Inilah contoh siapa yang bekerja keras untuk mencari uang untuk kekayaan dunia sama sekali tidak ada niat untuk beramal soleh mencari pahala akhirat.
Dari sudut lain dapat direnungkan bahwa melalui agama Allah menghendaki yang baik dan benar jalan ke surga, sedangkan syaitan itu menghendaki keburukan dan jalan ke neraka. Dalam hal ini Allah berfirman dalam Al-Quran :
أُولَئِكَ يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِإِذْنِهِ وَيُبَيِّنُ ءَايَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ( البقرة 221)
Artinya: "Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran"(S.2 Al-Baqarah 221).
وَجَعَلْنَاهُمْ أَئِمَّةً يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا يُنْصَرُونَ( القصص 41)
Artinya: " Dan Kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin yang menyeru (manusia) ke neraka dan pada hari kiamat mereka tidak akan ditolong"(S.28 Al-Qashash 41)
Al-Jashshash dalam tafsirnya (1h85) mencatat bahwa imam yang paling mulia ialah para nabi, khalifah empat, ulama yang alim, para qadhi yang adil, tokoh yang diridhoi Allah dan imam shalat. Maka orang zalim tidak pantas menjadi imam. Untuk ini Allah berfirman dalam Al-Quran:
قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا قَالَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِي الظَّالِمِينَ( البقرة 124)
Artinya: " Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia". Ibrahim berkata: "(Dan saya mohon juga) dari keturunanku". Allah berfirman: "Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang zalim"(S.2 Al-Baqarah 124)
Tahta Kekuasaan atau kursi politik adalah pemegang kunci managemen lembaga manapun juga baik sipil atau militer suatu jabatan yang bertugas memikul amanat Allah yaitu mengajak warga yang ada di bawah kekuasaannya menuju ke surga, dengan menjalankan roda kepemimpinannya sesuai dengan hukum Allah, semua putusan yang diridhoi Allah.
@ Kitab At-Tasyri'ul Jina`ii (1h51) dalam membahas Al-Quran s4a59 mengaitkannya dengan hadis terkait lalu difokuskan ke pidato Abu Bakar waktu dilantik menjadi khalifah. Firman Allah:
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَطِيعُواْ اللّهَ وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً} [النساء: 59]
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, ta`atilah Allah dan ta`atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya"(S.4 An-Nisa` 59).
Rasulullah Saw bersabda dalam sebuah hadis:
عَنْ عَلِيٍّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا طَاعَةَ فِي مَعْصِيَةِ اللَّهِ إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِي الْمَعْرُوفِ (رواه مسلم)
Artinya:"Dari 'Ali bahwa Rasulullah Saw besabda: "Tidak ada ketaatan untuk maksiat kepada Allah tidak lain ketaatan itu kecuali dalam hal yang ma'ruf' (HR Muslim no.3424).
Ketika dilantik menjadi khalifah maka Abu Bakar berpidato sbb:
أَيُّهَا النَّاسُ، قَدْ وُلِّيْتُ عَلَيْكُمْ وَلَسْتُ بِخَيْرِكُمْ، إِنْ أَحْسَنْتُ فََأَعِيْنُوْنِيْ وَإِنْ أَسَأْتُ فَقَوِّمُوْنِيْ، أَطِيْعُوْنِيْ مَا أَطَعْتُ الله َوَرَسُوْلَهُ فَإِنْ عَصَيْتُ فَلَا تُطِيْعُوْنِيْ(التشريع الجنائ ج1ص51)
Artinya: "Wahai saudara sekalian umat, benar-benar aku sudah dilantik menjadi pimpinan kalian semua dan aku bukan orang yang lebih baik di atas kalian, jika aku berbuat baik maka bantulah aku dan jika aku berbuat jelek maka luruskanlah aku. Taatilah aku selama aku taat kepada Allah dan Rasulullah, maka jika aku durhaka janganlah kalian mentaati aku"(At-Tasyri'ul Jinai Juz 1:51).
@ Kitab Qawa'idut Tahdits (1h351) mencatat bahwa sudah menjadi ijmak ulama sungguh berdasarkan Al-Quran dan hadis maka Allah mewajibkan atas umat beriman untuk taat kepada Allah dan Rasulullah Saw dan siapa yang tidak taat kepada Allah dan Rasul Saw tidak boleh ditaati. Pidato Abu Bakat ini dicatat oleh para ulama dalam berbagai macam kitab.
Sebaliknya syaitan melalui bala tentaranya berwujud manusia yang menjadi musuh-musuh Allah sangat giat mengajak orang sebanyak-banyaknya untuk masuk ke neraka jahanam. Mereka yang menjadi team sukses untuk menilih, pendukung dan pemenangan salah satu calon pejabat yang akan menduduki kursi TAHTA KEKUASAAN tetapi tidak berpegang teguh kepada hidayah Allah dan Rasulullah Saw nyaris terjebak ke dalam perangkap syaitan musuh Allah. Musuh Allah ini menyusup ke tengah- tengah jamaah kaum muslimin, mereka memakai baju kebiasaan kaum muslimin, yaitu melakukan dakwah tetapi tidak menggunakan tuntunan Allah dan Rasul Saw.
Hal ini sudah diramalkan oleh Rasulullah Saw tercatat dalam riwayat hadis berikut:
3338 حَدَّثَنَا أَبُو إِدْرِيسَ الْخَوْلَانِيُّ أَنَّهُ سَمِعَ حُذَيْفَةَ بْنَ الْيَمَانِ يَقُولُ كَانَ النَّاسُ يَسْأَلُونَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْخَيْرِ وَكُنْتُ أَسْأَلُهُ عَنِ الشَّرِّ مَخَافَةَ أَنْ يُدْرِكَنِي(1) فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا كُنَّا فِي جَاهِلِيَّةٍ وَشَرٍّ فَجَاءَنَا اللَّهُ بِهَذَا الْخَيْرِ فَهَلْ بَعْدَ هَذَا الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ+ قَالَ نَعَمْ (2)قُلْتُ وَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الشَّرِّ مِنْ خَيْرٍ + قَالَ نَعَمْ وَفِيهِ دَخَنٌ (3) قُلْتُ وَمَا دَخَنُهُ+ قَالَ قَوْمٌ يَهْدُونَ بِغَيْرِ هَدْيِي تَعْرِفُ مِنْهُمْ وَتُنْكِرُ(4) قُلْتُ فَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ + قَالَ نَعَمْ دُعَاةٌ إِلَى أَبْوَابِ جَهَنَّمَ مَنْ أَجَابَهُمْ إِلَيْهَا قَذَفُوهُ فِيهَا (5) قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ صِفْهُمْ لَنَا+ فَقَالَ هُمْ مِنْ جِلْدَتِنَا وَيَتَكَلَّمُونَ بِأَلْسِنَتِنَا (6) قُلْتُ فَمَا تَأْمُرُنِي إِنْ أَدْرَكَنِي ذَلِكَ +قَالَ تَلْزَمُ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِينَ وَإِمَامَهُمْ(7) قُلْتُ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُمْ جَمَاعَةٌ وَلَا إِمَامٌ+قَالَ فَاعْتَزِلْ تِلْكَ الْفِرَقَ كُلَّهَا وَلَوْ أَنْ تَعَضَّ بِأَصْلِ شَجَرَةٍ حَتَّى يُدْرِكَكَ الْمَوْتُ وَأَنْتَ عَلَى ذَلِكَ (رواه البخاري ومسلم 3434)*
Artinya: “Abu Idris al Khaulani berkata bahwa dia mendengar Hudzaifah ibnul Yaman mengatakan bahwa orang-orang bertanya kepada Rasulullah Saw. Masalah yang baik-baik sedang aku bertanya soal yang jelek-jelek, aku kawatir jangan-jangan akan menimpa aku.
(1)-Maka aku bertanya: “Ya Rasulullah dahulu kita mengalami jaman Jahiliyah dan jaman yang tidak enak, kemudian Islam datang dengan membawa kebaikan. Apakah sesudah jaman yang baik itu akan ada jaman yang jelek?”+Beliau menjawab: “Betul”
(2)Aku bertanya: “Lalu sesudah jaman yang jelek itu nanti ada lagi jaman yang baik lagi?”+Beliau menjawab: “Ya betul, tetapi didisitu ada kemelut”


(3)-Aku bertanya: “Apa kemelutnya ya Rasulullah?”+Beliau menjawab: “Kemelutnya ialah adanya kaum yang menyebarkan ajaran yang tidak menurut sunnahku, ada yang menerima ada yang menolaknya.
(4)-Aku bertanya: “Apakah sesudah jaman yang baik itu akan ada lagi jaman yang jelek?”+ Beliau menjawab: “Betul, yaitu munculnya provokator-provokator yang mengajak orang banyak untuk masuk ke neraka Jahanam, siapa yang mau kesana akan dilemparkan ke neraka Jahanam”
(5)-Aku bertanya: “Bagaimanakah tanda-tandanya provokator-profokator tersebut ya Rasulullah!!!”+ Beliau menjawab: “Mereka itu kulitnya sama dengan kulit kita, ucapan kata-katanya sama dengan ucapan kita.
(6)-Aku bertanya: “Bagaimanakah pesan Tuan jika peristiwa itu menimpa kami”+Beliau menjawab: “Tekunilah Jamaah Muslimin dan pemimpin Islam”
(7)-Aku bertanya: “Bagaimanakah ikhtiar kita jika seandainya tidak ada Jamaah Muslimin dan tidak ada Imam?”+Beliau menjawab: “Tinggalkanlah seluruh kelompok tersebut walaupun kalian hanya tinggal berpegang kayu pohon, sampai titik darah penghabisan, pegang terus kayu itu”(HR Bukhari no.3338 dan Muslim no.3434).
Mengenai masalah orang-orang yang menjadi bala tentara syaitan yang mencari korbannya untuk disesatkan ke dalam neraka jahanam, maka Allah berfirman dalam Al-Quran berikut:
وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ ءَامَنُوا قَالُوا ءَامَنَّا وَإِذَا خَلَوْا إِلَى شَيَاطِينِهِمْ قَالُوا إِنَّا مَعَكُمْ إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِئُونَ(البقرة 14)
Artinya: " Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: "Kami telah beriman." Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan:
"Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok"(S.2 Al-Baqarah 14)
* Tafsir Ibnu Katsir (8h315) dalam membahas Al-Quran S.28 Al-Qashash 38 mencatat bahwa Fir'aun merupakan satu contoh kasus manusia yang menduduki TAHTA KEKUASAAN yang sangat sombong bahkan mengaku diri menjadi Tuhan.
Teracatat dalam Al-Quran bahwa untuk mengamankan tahta kekuasaannya tidak tanggung-tanggung Fir'aun memerintahkan bala tentaranya untuk menyembelih bayi-bayi yang diduga akan menjadi musuh kekuasaannya, Ini tercatat dalam Al-Quran S.2 Al-Baqarah 49 dan S.14 Ibrahim 6; Fir'aun ini merupakan kasus yang dituju oleh Al-Quran s28a41 yang mencari bolo atau anggota untuk masuk neraka jahanam. Allah berfirman dalam Al-Quran:
Artinya: " Dan Kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin yang menyeru (manusia) ke neraka dan pada hari kiamat mereka tidak akan ditolong"(S.28 Al-Qashash 41).
Maka kita orang yang beriman haram kawin dengan orang yang akan mengajak kita masuk neraka. Allah berfirman:

Ad 3 Menikah untuk menumbuhkan pemimpin umat
Nafsu eros atau nafsu birahi diniatkan untuk membangun anak bangsa yang yang menjadi Mujahid fi Sabilillah menegakkan Kalimatullahi hiyal 'Ulya. Allah berfirman:
وَمِنْ ءَايَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ (الروم 21)
Artinya: "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir"(S.30 Ar-Rum 21).
عَنْ بَهْزِ بْنِ حَكِيمٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَبَرُّ قَالَ أُمَّكَ ثُمَّ أُمَّكَ ثُمَّ أُمَّكَ ثُمَّ أَبَاكَ ثُمَّ الْأَقْرَبَ فَالْأَقْرَبَ (رواه الترمذي 1819 وابو داود 4473) وَحَدِيثِ { الْجَنَّةُ تَحْتَ أَقْدَامِ الْأُمَّهَاتِ } ( نيل الأوطار - (ج 10 / ص 224.
Artinya "Dari Bahz bin Hakim dari ayahnya dari kakeknya bahwa dia bertanya: "Ya Rasulullah kepada siapakah aku harus berbakti? Rasulullah Saw bersabda: "Ibumu" Dia bertanya: "Lalu siapa? Beliau menjawab: "Ibumu" Dia bertanya lagi: " Kemudian siapa? Belaiu bersabda: "Ibumu". Dia bertanya terus: "Selanjutnya siapa? Beliau menyatakan: "Ayahmu, seterusnya yang lebih dekat, yang lebih dekat"(HR Turmudzi no.1819 Abu Dawud no.4473). Nailul Authar mengaitkan dengan hadis: "Surga itu di bawah telapak kaki ibu-ibu"(Nailul Authar Juz 2h224).
Ibnul Manzhur memperjelas makna dari surga dibawah telapak kaki ibu itu maksudnya ialah bahwa ibu itu yang mengarahkan anak naik ke surga.
Ath-Thabari dalam tafsirnya (4h371) dalam membahas Al-Quran s2a221 di bawah ini mencatat bahwa Allah itu mengajak orang beriman menuju ke surga dan orang musyrik itu mengajak ke neraka; Ath-Thabari juga mengutip hadis yang menyuruh kita memilih mereka yang agamanya kuat, haram nikah dengan orang kafir. Yaitu sebagai berikut:
وَلَا تَنْكِحُوا الْمُشْرِكَاتِ حَتَّى يُؤْمِنَّ وَلَأَمَةٌ مُؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكَةٍ وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ وَلَا تُنْكِحُوا الْمُشْرِكِينَ حَتَّى يُؤْمِنُوا وَلَعَبْدٌ مُؤْمِنٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكٍ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ أُولَئِكَ يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِإِذْنِهِ وَيُبَيِّنُ ءَايَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ ( البقرة 221)
Artinya: "Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mu'min lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mu'min) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mu'min lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran"(S.2 Al-Baqarah 221)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ(رواه البخاري 4700 ومسلم 2661)
Artinya: "Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi Saw bersabda: "Wanita itu dikawin karena 4 perkara, karena hartanya, karena nasabnya, karena kecantikannya dan karena agamanya maka pilihlah yang mempunyai (kelebihan)agamanya, kalian akan bahagia"(HR Bukhari no.4700 dan Muslim no.2661).
* Tafsir Adhwaul Bayan (5h430) dalam membahas Al-Quran S.24 An-Nur 3 menyatakan bahwa pezina itu sukanya kawin dengan pezina lalu mengaitkannya dengan Al-Quran S.25 Al-Furqan 68 maka dari itu orang beriman haram menikah dengan orang musyrik jadilah pilihlah yang agamanya kuat yang tercatat dalam hadis Bukhari no.4700 dan Muslim no.2661 di atas ini.
Jadi orang yang beriman harus mencari sarana prasarana hidup di dunia ini, hidup yang lebih baik mengejar harta, tahta dan wanita atau nafsu birahi dengan niat taqarrub kepada Allah dengan beramal soleh dan Jihad fi Sabilillah.
…………………….…………-=o0o=-………………………….………
(*) Hubungi kami di : http://imam-muchlas.blogspot.com
ketik kirim kepada: h.imam.muchlas @gmail.com

0 komentar:

Poskan Komentar

Pengunjung Ke-

Ada kesalahan di dalam gadget ini

About Me

Template by KangNoval & Abdul Munir | blog Blogger Templates