Minggu, 02 Agustus 2009

Benar yang Hakiki

(11) Tafsir Tematis Kontemporer

BENAR YANG HAKIKI
Pengantar
Setiap terjadi pertengkaran yang paling kecil kakak beradik sekandung bahkan sampai Perang Dunia kedua tahun 1941-1945, pasti masing-masing pihak mengaku dirinya benar sedangkan pihak lawannya yang salah. Pada waktu perebutan suatu tahta kekuasaan pada suatu waktu ada satu kelompok membentuk barisan pembela kebenaran dengan janji bahwa siapa yang meninggal diyakinkan akan masuk sorga, sayang setelah 3 bulan kemudian tidak ada kabar beritanya lagi perkembangan pembela kebenaran itu.
Demikian juga waktu menghujankan bom-bom napalem ke Afghanistan dan Irak yang silam, lalu presiden George Bush mengaku benar sendiri walaupun dunia internasional dan masyarakat Amerika warganya sendiri menyatakan Bush telah berbuat salah. Israil menyerbu Libanon membunuh 610 orang semua orang sipil, wanita dan anak-anak itu mengaku benarnya sendiri. Pertanyaannya: Manakah yang benar dari semua peristiwa pergulatan benar dan salah di dunia ini?
Untuk mencari kebenaran yang hakiki maka kita tembus melalui cahaya Al-Quran berikut:
I. S.5 Al-Baqarah 146-147
الَّذِينَ ءَاتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْرِفُونَهُ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَاءَهُمْ وَإِنَّ فَرِيقًا مِنْهُمْ لَيَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ(146)الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ(147)وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ أَيْنَ مَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ(148)(البقرة)
II. Artinya:
“Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu. Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”(S.2 Al-Baqarah 147-148).
III.Tema&sari tilawah
1. Tiap agama Samawi meyakini pedoman tertinggi ialah Kitab Suci.
2. Kaum Yahudi dan Nasrani sangat mendambakan akan datangnya Muhammad seorang nabi yang dijanjikan.
3. Sebagian dari mereka menyembunyikan kebenaran padahal mereka mengerti.
4. Yang benar itu datang dari Allah tidak dapat diragukan sama sekali
5. Tiap kelompok mempunyai arah kiblatnya maka mereka harus berlomba kepada kebaikan
6. Dzat Yang Maha Kuasa akan mengumpulkan seluruh umat manusia.
IV,Pertanyaan&analisa jawaban
1. Apa yang disebut benar, mana yang dinilai salah? Yang disebut benar itu ialah cocoknya pernyataan dengan yang diucapkan, cocok selama-lamanya.
2.Bagaimana cara mencari kebenaran menurut alur pikiran kaum diluar agama Samawi? Membahas kebenaran dengan mereka yang beragama bukan agama Samawi ialah melalui ilmu logika.
3.Bagaimana jalan mencari kebenaran yang hakiki itu? Mencari kebenaran yang hakiki ialah melalui kitab suci, ilmu dari Allah.
V.Pendalaman dan penelitian
S A T U
1. Apa yang disebut benar, mana yang dinilai salah? Yang disebut benar itu ialah cocoknya pernyataan dengan yang diucapkan, cocok selama-lamanya.
2.Bagaimana cara mencari kebenaran menurut alur pikiran kaum diluar agama Samawi? Membahas kebenaran dengan mereka yang beragama bukan agama Samawi ialah melalui ilmu logika.
3.Bagaimana jalan mencari kebenaran yang hakiki itu? Mencari kebenaran yang hakiki ialah melalui kitab suci, ilmu dari Allah.

Perbedaan yang benar dari yang salah
Yang disebut benar itu ialah: kecocokan pernyataan dengan fakta yang dinyatakan, ucapan cocok dengan yang diucapkan, antara teori sesuai dengan praktik, antara pikiran cocok dengan realitas, maka teori ini dinamakan teori korespondensi. Kemudian yang benar itu ialah kecocokan antara benar yang baru dengan benar yang sudah ada sebelumnya. Misalnya 1+1=2 ini benar pertama, maka 2+2=4 benar kedua harus cocok dengan benar yang pertama. Sebaliknya jika tidak ada kesesuaian antara pernyataan dengan fakta yang dinyatakan, antara benar yang lama dengan pernyataan yang baru maka namanya ialah salah atau tidak benar. Kemudian kebenaran kedua tidak cocok dengan kebenaran pertama maka namanya salah. Contohnya 1+1=2 tetapi 3=1 atau 1=3 ini logikanya tidak cocok dinamakan salah atau tidak benar.
Sebagai perbandingan dapat diperhatikan contohnya di dalam Al-Quran S.20 Thaha 69 pertandingan antara mukjizat Nabi Musa melawan sihir dari tukang sihir Fir'aun, yaitu:
وَأَلْقِ مَا فِي يَمِينِكَ تَلْقَفْ مَا صَنَعُوا إِنَّمَا صَنَعُوا كَيْدُ سَاحِرٍ وَلَا يُفْلِحُ السَّاحِرُ حَيْثُ أَتَى(69)فَأُلْقِيَ السَّحَرَةُ سُجَّدًا قَالُوا ءَامَنَّا بِرَبِّ هَارُونَ وَمُوسَى(70)(طه)
Artinya: “Dan lemparkanlah apa yang ada di tangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat. Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang. Lalu tukang-tukang sihir itu tersungkur dengan bersujud, seraya berkata: “Kami telah percaya kepada Tuhan Harun dan Musa”(S.20 Thaha 69-70).
Ayat di atas ini mengandung makna bahwa Nabi Musa mempunyai mukjizat yang benar, bahwa tongkat Nabi Musa itu bisa menjadi ular sungguh luar biasa. Tukang sihir Fir’aun membuat ular palsu yang disulap dari tongkat. Menurut tepri Ilmu Sihir jika ular hasil sihir itu dipegang maka dia akan kembali menjadi kayu atau akar bahar lagi. Tetapi di dalam pertandingan adu ular ini maka ular-ular palsu buatan tukang sihir Fir’aun itu ditelan oleh ular dari tongkat mukjizat Nabi Musa. Para tukang sihir itu menjadi taajub luar biasa sebab ular sihirnya itu biasanya kembali menjadi kayu atau tongkat kembali, tetapi ternyata ular sulapan mereka ini ditelan mentah-mentah oleh ular mukjizat Nabi Musa dan tidak ada bekasnya sama sekali. Artinya ular buatan tukang sihir itu salah dan mukjizat Nabi Musa kebenarannya jauh sangat tinggi tidak dapat ditandingi oleh sihir buatan setan melalui tukang-tukang sihir Fir’aun.
B A B D U A
Mencari kebenaran lewat logika
1. Apa yang disebut benar, mana yang dinilai salah? Yang disebut benar itu ialah cocoknya pernyataan dengan yang diucapkan, cocok selama-lamanya.
2.Bagaimana cara mencari kebenaran menurut alur pikiran kaum diluar agama Samawi? Membahas kebenaran dengan mereka yang beragama bukan agama Samawi ialah melalui ilmu logika.
3.Bagaimana jalan mencari kebenaran yang hakiki itu? Mencari kebenaran yang hakiki ialah melalui kitab suci, ilmu dari Allah.

Jika diteliti dengan cermat ternyata yang disebut benar itu bertingkat-tingkat, yaitu, benar tingkat rendah, tingkat menengah dan tingkat tingi. Yang paling bawah kebenarannya dikalahkan oleh yang lebih tinggi, yang tinggi tidak dapat dikalahkan oleh yang bawah, yang paling tinggi tidak mungkin dapat dikalahkan oleh yang ada di bawahnya.
Lebih dalam lagi kebenaran harus diteliti melalui tiga dimensi:
1) Faktor jumlah saksi.
Dilihat dari peringkat jumlah kwantitas subyek (saksi) yang mengakui suatu kebenaran, maka suatu kebenaran yang hanya diakui oleh satu orang akan dikalahkan oleh kebenaran yang diakui oleh dua orang, yang diakui benarnya oleh satu pihak dikalahkan oleh kebenaran yang diakui oleh dua pihak, dan yang diakui oleh dua-tiga pihak dikalahkan oleh kebenaran yang diakui oleh semua pihak
2) Faktor tempat
Kebenaran yang diakui di satu tempat dikalahkan oleh kebenaran yang diakui oleh seluruh tempat, kebenaran lokal dikalahkan oleh kebenaran yang diakui oleh kalangan yang lebih luas, yang regional dikalahkan oleh yang nasional, yang nasional dikalahkan oleh kebenaran yang diakui secara internasional seluruh jagad.
3) Faktor waktu
Dari sisi waktu, maka kebenaran yang diakui benarnya hanya sebentar akan dikalahkan oleh kebenaran yang diakui oleh manusia dalam waktu yang lebih lama, yang diakui orang hanya satu hari akan dikalahkan oleh kebenaran yang berlaku satu bulan, dikalahkan oleh pengkuan kebenaran yang berlakunya satu tahun, atau satu abad, semua itu dikalahkan oleh kebenaran yang diakui benarnya selama satu jaman bahkan kebenaran yang diakui selama-lamanya akan mengalahkan kebenaran yang hanya diakui benarnya hanya satu bagian waktu, yang abadi-universal mengalahkan kebenaran yang hanya sementara dan yang terakhir mengalahkan kebenaran yang lama.
Di samping factor jumlah, tempat dan waktu maka kebenaran juga sangat ditentukan oleh sumber ilmu dalam menemukan kebenaran, yaitu:
@ Faktor Sumber Kebenaran
Dari sisi sumber ilmu kebenaran dibagi menjadi 4 tingkat, yaitu:
i). Pengetahuan (knowledge), ialah suatu ilmu yang diperoleh hanya melalui alat indra melulu. Maka kebenran yang hanya bersumber dari panca indra, kebenarannya sangat tergantung kepada kesehatan alat indra dan tata kerja alat indra dengan otak. Jika alat indra itu sakit maka kebenarannya dikalahkan oleh kebenaran yang diperoleh melalui alat indra yang sehat. Pengetahuan yang diperoleh dari alat indra melalui indra yang bekerja sama dengan otak tertib dan normal akan mengalahkan kebenaran pengetahuan yang diperoleh dari alat indra yang tidak bekerja sama dengan otak secara normal atau terputus-putus. Misalnya otak yang sedang melamun atau sedang linglung sebab mabuk berat maka pernyataannya akan dikalahkan oleh pengetahuan yang diperoleh melalui alat indra yang otaknya sehat dan normal bekerja dengan lurus.
ii).Ilmu (Sience) atau teori ialah pengetahuan yang diperoleh dari alat indra yang sehat dan bekerja dengan lurus lalu dikembangkan melalui metodologi penelitian ilmiah yang dites-diujikan terhadap hampir seluruh bahan dan lahan. Dari dasar ini maka ilmu yang dihasilkan dari pengetahuan yang dikembangkan dengan sangat hati-hati, teliti dan akurat-maksimal serta pengembangannya dilaksanakan dengan metodologi penelitian ilmiah, maka kebenarannya akan mengalahkan ilmu yang diperoleh secara acak-acakan, amburadul dan sembrono.
Para dosen pakar spesialis ahli masing-masing cabang disiplin ilmu dari semua perguruan tinggi atau universitas setiap kali selalu melakukan ujian terhadap skripsi, tesis atau disertasi hasil penelitian mahasiswa S-1, S-2 sampai S-3 untuk mencari kebenaran yang terakhir.
iii).Filsafat, yaitu suatu teori hasil dari pengetahuan yang dikembangkan secara metodologis ilmiah maksimal dan diteruskan dengan berpikir sedalam-dalamnya, teratur, sistematis, bebas, radikal, universal. Kebenaran tingkat filsafat mengalahkan teori (sience). Demikian juga filsafat hasil pemikiran yang kurang maksimal kurang tertib, tidak teratur, tidak melalui , sistematika yang lurus, kurang bebas, tidak sempurna maka hasilnya akan dikalahkan oleh filsafat yang dilakukan dengan maksimal sempurna 100% sepenuhnya.
iv).Wahyu, oleh karena manusia itu adalah makhluk yang tidak sempurna, sehingga pengetahuan, teori dan filsafat hasil akal manusia itu tidak sempurna, kebenaran semua tingkat pengetahuan-indrawi, teori ilmiah dan filsafat akal manusia ini tidak lepas dari sifat akal manusia yang spekulatif-untung-untungan, hipotetis benar sementara. Maka pengetahuan, ilmu dan filsafat semua dikalahkan oleh wahyu sebagai ilmu Tuhan yang Maha Sempurna, kekal-abadi selama-lamanya, sebagian dari padanya berwujud wahyu yang diberikan kepada para nabi dan rasul.
@ .Benar antara hipotetis-spekulatif dan benar yang hakiki
1.Ontologis - tidak terkalahkan
Anselm (1109M) seorang teolog ahli filsafat Italia, menyatakan bahwa Tuhan itu adalah suatu wujud yang tidak mungkin dikalahkan dalam segala seginya. Dalam hal ini kebenaran dalam segala seginya dari Ilmu Tuhan tidak dapat dikalahkan tidak dapat disalahkan tidak dapat dicari salahnya. Maka sesuatu yang tidak dapat dikalahkan itulah satu-satunya yang disebut Tuhan.
Al-Quran menyatakan bahwa yang tidak terkalahkan itu tidak dua tidak tiga tidak lebih dari satu, yaitu dalam S.42 Asy-syura 11, S.112 Al-Ikhlash 1-4, S.57 Al-hadid 3, S.21 Al-Anbiya` 22, S.6 Al-an’am 102-103.
فَاطِرُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَمِنَ الْأَنْعَامِ أَزْوَاجًا يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ(الشوري11)
Artinya: “(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat”(S.42 Asy-Syura 11)
فَاعْبُدُوهُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ()لَا تُدْرِكُهُ الْأَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْأَبْصَارَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ (الانعام 102-103)
Artinya: “(Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu. Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui”(S.6 Al-An’am 102-103).
2 Kosmologis asal segala sebab
Thomas Aquinas (1274M), seorang teolog dan ahli filsafat Katholik mengemukakan teori Hukum Kausalitas bahwa apa saja yang ada di alam ini pasti disebabkan oleh sebab sebelumnya. Misalnya cucu dari anak, anak dari bapak, bapak dari kakek, kakek dari Mbah Buyut, dari Canggah, dari Wareng dan orang-orang sebelumnya dan seterusnya dari manusia pertama, manusia pertama dari tanah, tanah dari bumi, bumi dari titik singularitas zat mutlak. zat mutlak dari mana? Akhirya sebab dan akibat ini sampailah kepada sebab pertama yang tidak ada sebab sebelumnya. zat mutlak ada yang membuat yaitu Tuhan dan sebelum Tuhan tidak ada sebab. Maka suatu wujud yang tidak ada sebab sebelumnya itulah yang disebut Tuhan.
Tuhan dalam Islam dinamakan Allah sebab tidak ada sesuatu apapun juga sebelum Allah, bukan Brahma, Wisnu, Syiwa, bukan Budha Gautama, bukan Kong Hu Chu, bukan Amaterasu (tuhannya bangsa Jepang) bukan Tritunggal, bukan Trimurti, bukan tuhan-tuhan dengan nama-nama di luar Islam, bukan Yesus,.
Arius (336M) dari Aleksandria lulusan Seminari Antioki, tokoh Kristen dia menolak ketuhanan Yesus dan dia yakin bahwa Yesus adalah makhluk. Dalam konsili Nicaea tahun 325M Arius menentang keras Bishop Athanasius (373M) yang mengajarkan bahwa Yesus itu Anak Tuhan (Son of God) begitu Yesus lahir itulah Tuhan sendiri yang datang katanya (Lihat Encarta ® 2006. ©
Allah itu Tuhan yang Maha Esa Mutlak, absolut Maha, suci dari sifat-sifat yang dibuat oleh manusia musyrik. Allah berfirman dalam Al-Quran:
بَدِيعُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ أَنَّى يَكُونُ لَهُ وَلَدٌ وَلَمْ تَكُنْ لَهُ صَاحِبَةٌ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ(101)ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ فَاعْبُدُوهُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ (الانعام 101-102)
Artinya: “Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu. (Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu”(S.6 Al-An’am 101-102).
Ar-Raghib pakar Ilmu Tafsir menerangkan bahwa Allah itu dalam menciptakan makhluk tidak memakai alat tidak dengan bahan sebelumnya serta tidak ada contoh bahkan tidak terkait waktu dan tempat. Ayat-ayat berikut dapat memperjelas masalah ini lebih lanjut, yaitu: Al-Quran S.79 An-Nazi’at 27-30 dan S.41 Fushshilat 9-11, S.40 Ghafir 62,S.13 Ar-Ra’du 16;S.39 Az-Zumar 4, S.35 Fathir 3.
3 Teleologis serba perencanaan yang sangat teliti
Dengan membaca uraian di bawah ini para pembaca dimohon merenungkan apa dan bagaimana hakikat yang benar itu.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Hubble 1929 bahwa umur alam semesta ini sudah berlangsung selama 18 milyar tahun dan alam semesta berjalan di atas sejarahnya selalu menepati angka-angka ukurannya yang tepat luar biasa, kecepatan waktu dan tempat kedudukan pada setiap detiknya, mulai jalannya elektron di dalam setiap atom sampai galaksi terbesar Andromeda di angkasa luar, misalnya matahari tiap tanggal 21 Maret pasti tiba di titik Aries, satu kali putaran memakan waktu 364,2425 hari kemudian dibagi 1 tahun menjadi 12 bulan dan seterusnya menjadi bulan, hari, jam, menit, detik. Konon bintang berekor di langit itu satu kali putaran lamanya 360 tahun menurut ukuran waktu matahri. Oleh karena tepatnya waktu yang ditempuh masing-masing benda langit itu maka peristiwa gerhana dapat dihitung dan sangat tepat terjadi betul-betul. Misalnya gerhana matahari total yang terjadi di Indonesia tahun 1983 yang lalu itu disaksikan oleh kira-kira 500.000 wisatawan asing yang berdatangan ke Indonesia saat gerhana matahari total tanggal 11 Juni 1983 itu.
W.R. Matthews menyatakan bahwa melihat keteraturan dan aturan yang sistematis, tertib dan jalannya yang sangat tepat dari suatu titik abstrak ke titik-titik berikutnya sebagai proses jalannya lalu lintas alam semesta kehidupan seluruh makhluk yang dapat disebut sebagai Hukum Alam atau Sunnatullah, maka Matthews yakin pasti ada Dzat yang merencanakan dan mengawasi jalannya Hukum Alam ini, maka Matthews mengemukakan teori bahwa yang merencanakan, menciptakan dan mengawasinya adalah Tuhan.

# Asal-usul alam semesta
Usaha untuk mencari kebenaran yang hakiki sayogyanya kita merenungkan bagaimana asal usul alam semesta berikut ini, yaitu:
Ada tahap-tahap penciptaan alam semesta, yaitu:
Tahap pertama: Dispekulasikan awalnya ada Satu Kosmos, yaitu paduan dalam ukuran NOL ,materi, waktu, energi bersatu didalamnya, keadaan ini adalah hampir tidak ada ( sayup-sayup antara ada dan tidak ada). Menurut buku Al-Quran&Iptek-tulisan Baiquni (1994:40) penulis ini mengarahkan teori Big Bang yang terkenal itu kepada Al-Quran S.21 Al-Anbiya` 30, S.51 Adz-Dzariyat 47, S.4 Fushshilat 53, S.10 Yunus 101, S.88 Al-Ghasyiyah 17-18 S.3 Ali ‘Imran 190-191,S.54 Al-Qmar 49,S.41 Fushshilat 11-12,Hud7:
أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ (30)(الانبياء)
Artinya: “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman? (S.21 Al-Anbiya` 30).
Buku Baiquni itu mencatat pernyataan para fisikawan disana terdapat 2 poin pernyataan, yaitu:
1).Kira-kira 15 atau 25 milyar tahun yang lalu semesta alam, energi, materi, ruang dan waktu semua keluar dari SATU TITIK singularitas yang menyimpan daya potensi yang luar biasa besarnya.
2) Sebelum peristiwa ini terjadi, maka: (a) Tidak ada energi; (b) Tidak ada materi; (c) Tidak ada ruang; (d) Tidak ada waktu.
Baiquni menambahkan bahwa proses ledakan dan kemudian mendingin itu terjadi dalam waktu yang Maha Cepat, yaitu sepuluh pangkat minus 34 detik, akibatnya energi berubah menjadi materi. {Kecepatan waktu = 10 pangkat minus 34 Detik}.
Pernytaan ini harus kita ditambah no.3, yaitu:
3) Sebelum peristiwa itu, maka tidak ada apa-apa kecuali Tuhan Allah dan salah satu dari 20 sifat Allah itu ialah Qidam artinya lebih dahulu sebelum ada seluruh makhluq. Allah berfirman:
إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي (14)(طه)
Artinya: “Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang haq) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah salat untuk mengingat Aku”(S.20 Thaha 14).
لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (2) هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ (3)(الحديد)
Artinya: “Kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Lahir dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu”(S.57 Al-Hadid 2-3).
كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ () وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ (الرحمن 26-27)
Artinya:” Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan”(S.55 Ar-Rahman 26-27).
Tahap kedua: Buku Akhirat Tidak Kekal (1904:56) mencatat bahwa sesaat setelah ledakan hebat Big Bang itu, maka suhu yang sangat panas tak terhingga tadi setinggi 10 pangkat 10 derajat Kalvin, yaitu panasnya pusat matahari, setingkat dengan panasnya bom-Hidrogen, tidak ada materi yang mampu bertahan terhadap suhu panas ukuran ini. Lalu 100 detik kemudian turun menjadi 10 pangkat 9 atau satu milyar derajat selanjutnya terciptalah helium, hidrogen seterusnya jutaan tahun sesudah itu terbentuklah jenis-jenis unsur alam semesta, ruang bertambah besar dan waktu bertambah maju. Terbentuklah bintang, gugusan bintang, matahari, bumi yang terbentuk dari serpihan pecahan akibat dari dentuman hebat dari Big Bang.
# Buku Bintang&Planet (1985:12) mencatat bahwa kebanyakan ilmuwan cenderung membenarkan umur alam semesta ini sekitar 18-25 milyar tahun sejak dentuman hebat Big Bang. Sekian milyar tahun sesudah itu terciptalah bintang dan planet alam semesta kemudian tumbuh makhluk hidup di permukaan planet bumi sehingga mulailah sejarah kehidupan umat manusia berlangsung. Dari penelitiannya tahun 1929M Huble terkesan bahwa semesta alam ini ternyata berkembang terus, bagaikan balon kanak-kanak yang ditiup keras, maka bola langit kita itu makin besar dengan kecepatan menggelembung ialah 10 sampai 100 ribu Km perdetik. Untuk ini kita teringat Al-Quran S.79 An-Nazi’at 28, S.88 Al-Ghasyiyah 18 dan S.79 An-Nazi’at 47.
أَأَنْتُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَمِ السَّمَاءُ بَنَاهَا () رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوَّاهَا (النازعات 27-28)
Artinya: “Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit? Allah telah membangunnya, Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya”(S.79 –27, 28).
وَإِلَى السَّمَاءِ كَيْفَ رُفِعَتْ (الغاشية18)
Artinya: “Dan langit, bagaimana ia ditinggikan?(S.88 Al-Ghasyiyah18)
وَالسَّمَاءَ بَنَيْنَاهَا بِأَيْدٍ وَإِنَّا لَمُوسِعُونَ (الذاريات47)
Artinya: “Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya”(S.51 Adz-Dzariyat 47).
Arti "meninggikan" jika yang ditinggikan itu ialah langit maka perlu kita perjelas bahwa yang dinamakan tinggi itu ialah sesuatu yang di atas. Ditinggikan artinya digerakkan lebih ke atas lebih tinggi, lebih tinggi lagi. Jika kita berada di Indonesia "ditinggikan" artinya jauh di atas kita, orang Amerika tinggi artinya ialah apa yang di atas mereka, orang Hawai tinggi artinya ialah apa yang diatas mereka, orang Maroko "ditinggikan" artinya digerakkan ke-atas jauh tinggi di atasnya, demikian orang yang di kutub Utara, atau di kutub Selatan "ditinggikan" artinya jauh tinggi di atas mereka. Jika semua dijumlah maka arti "ditinggikan" ialah sama dengan diperluas atau diperbesar sesuai dengan ayat ke-3 diatas, yaitu Al-Quran S.51 Adz-Dzariyat 47 sehingga persis seperti balon atau bola mainan kanak-kanak yang ditiup keras, makin besar makin besar sekali.
# Buku Sidaratul Muntaha (2004:48) mencatat bahwa besarnya bola alam semesta sekarang ini dispekulasikan besar lingkarannya ada 30 milyar tahun sinar artinya kira-kira 30 milyar kali 60 kali 60 kali 24 kali 30 kali 12 kali 300 ribu kilometer. Maha Ruangan ini ditempati oleh trilyunan matahari, planet, bintang, supernova, black hole, galaksi, nebula. Bintang-bintang itu besarnya ada yang 10 kali,100 kali sampai 1500 kali besarnya matahari. Yang paling dekat dengan bumi jaraknya 8 tahun perjalanan cahaya (sama dengan jalannya cahaya dari Banyuwangi ke Jakarta 300 kali bolak-balik dalam satu detik). Jarak bintang yang terdekat dengan bumi=75 trilyun kilometer
# Ilmuwan Jepang menemukan bintang yang jaraknya =10 milyar tahun sinar jauhnya dari bumi. Sinar yang mendatangi bintang yang terdekat dengan bumi memerlukan waktu 428 tahun. Angka-angka sedikit berbeda sangat tergantung kepada keahlian dan keberhasilan dalam penelitian masing-masing mereka.
Tiap 100 milyar bintang akan membentuk suatu gakasi dan setiap 100 galaksi membentuk persatuan galaksi (Superkluster). Galaksi kita ialah galaksi Bimasakti bersebelahan dengan Galaksi Andromeda. Galaksi Missier 81 adalah 12juta tahun sinar jauhnya dari kita, ini dapat ditangkap oleh teleskop Spitzer milik Nasa tanggal 25 Agustus 2003 waktu yang lalu.. Dari teleskop yang paling canggih (Spitzer) disimpulkan bahwa alam semesta ini bergerak menjauh artinya balon alam semesta ini menggelembung membesar terus seperti penelitian Huble di atas.
# Penghuni langit
Beberapa bintang dan planet beserta angka-angka takdir Tuhan tercatat sebagaimana terdaftar dalam perbandingan berikut:
Angka perbandingan benda-benda langit
Jarak,garis-tengah, kepadatan,jarak ke matahari,putaran pada sumbunya
Bintang Planet Jauhdari-ma tahari Km Diameter
Kilometer Padat
Air=1 Mengitari
Matahari Sekali berputar
Bintang --------------- 1.392.000Km 1,4 ------------ 15,38 hari
Bulan --------------- 3.476Km 3,34 ------------ 27, 32hari
Merkuri 56jutaKm 4.850Km 5,4 58hari 59, hari
Venus 108 juta 12.140Km 5,2 224hari 244hari
Bumi 150jutaKm 12.756Km 5,52 365,25hari 23jam56m
Mars 228jutaKm 62.790Km 3,9 687hari 24jam37m
Jupiter 778jutaKm 142000Km 1,34 11,9hari 9jam50m
Saturnus 1.427jutaKm 120.200Km 0,70 29,5tahun 10jam14m
Uranus 2.870jutaK 49.000Km 1,58 84tahun 10jam49m
Neptuns 4.497jutaK 50.200Km 2,3 164,8th 15jam48m
Pluto 5.900jutaK 6.400Km ------ 247,7th 153jam
*) Keith Wicks”Bintang&Planet,1985,h.18.
Dapat dicatat di sini bahwa masing-masing benda angkasa yaitu planet dan bintang-bintang itu semua berjalan mengikuti relnya masing-masing dengan ukuran kecepatannya sendiri-sendiri, tidak pernah terlambat tidak pernah jalannya terlalu cepat melebihi ukurannya dan tidak pernah salah dalam menempati rel posisinya sendiri-sendiri. Proses itu sudah berjalan kira-kira antara 18-25 milyar tahun. Dapat diyakini bahwa ketaatan, disiplin yang sangat ketat sekali ini merupakan cara bertasbih makhluk benda angkasa kepada Allah, yaitu: sikap berhati-hati yang maksimal mentaati kepada aturan Hukum Allah, dengan tekun tidak pernah berubah, tidak terlambat tidak melanggar ukuran. Maka perbuatan memegang teguh aturan Hukum Alam atau Sunnatullah tersebut selama 18-25 milyar tahun lamanya itulah merupakan perwujudan mereka mengucapkan TASBIH kepada Allah yang Maha Suci sebagaimana disebut dalam Al-Quran terurai di bawah.
Majalah Tempo 11-6-1983 menulis bahwa berdasarkan tasbih benda-benda angkasa itulah maka para ahli astronomi berhasil menyusun angka-angka terjadinya gerhana matahari dan bulan untuk jangka waktu ribuan tahun, terbutki tepat sekali cocok luar biasa, yaitu:
(1) Thomas Oppolzer (1880) astronom Ustria berhasil menyusun daftar gerhana 8000 gerhana matahari, 5200 gerhana bulan yang terjadi antara tahun 1207SM sampai tahun 2162M;
(2) KH Zainal Abidin Dekan Fakultas Syari’ah Unisba Bandung mencatat bahwa akan terjadi gerhana 29 gerhana matahari dan gerhana bulan 41 pada setiap 6584,223 hari;
(3) Drs. HM Barmawi alm. Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Surabaya berhasil menghitung Ijtima` dan Tinggi Hilal tanggal satu Ramadlan mulai 2H (24 Pebruari 624M) sampai tahun 31 H (1 September 642M) dan 19 Oktober 1971 sampai 8 Januari 2000M (Lih.buku Menuju Kesatuan Hari Raya 1995, h.49).
Tercatat dalam buku itu tanggal Satu Ramadhan 2H jatuh pada Hari Jum'at Wage tanggal 24 Pebruari 624M Ijtima' jam 11.o3 Tinggi Bulan o2 drajat o1 menit, sedangkan Tanggal satu Ramadhan th 6H jatuh pada hari Selasa Pahing=12 Januari 628M Ijtima' jam 14.54 menit, Tinggi Bulan =oo drajat 37menit, sekitar setengah derajat (Lih. Menuju Kesatuan Hari Raya, H.Muammal Hamidi\y Ed. 1995:49). Para ulama menyatakan bahwa cara Tasbih benda-benda langit dan seluruh makhluk itu ialah dengan cara mentaati sangat ketat sekali angka ukuran kecepatan, rel-jalan dan jurusannya, reaksi perubahan dalam Ilmu Kimia, Botani, Biologi, Astronomi, Kosmologi dan semua Hukum Alam (Sunnatullah) yang sudah berlangsung selama 18-25 miliyar tahun.
Allah sendiri menegaskan bahwa benda-benda langit itu mengucapkan tasbih kepada Allah dengan caranya masing-masing :
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُسَبِّحُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالطَّيْرُ صَافَّاتٍ كُلٌّ قَدْ عَلِمَ صَلَاتَهُ وَتَسْبِيحَهُ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِمَا يَفْعَلُونَ (النور 41)
Artinya: “Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan”(s.24 An-Nur 41)
تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَوَاتُ السَّبْعُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَكِنْ لَا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا (الاسراء 44)
Artinya: “Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun”(S.17 Al-Isra` 44)
e) Teori filsafat
Filsafat Anselm (1033-1109M) seorang teolog ahli filsafat Italia, menyatakan bahwa sesuatu yang tidak dapat dikalahkan itulah satu-satunya yang dinamakan Tuhan.
Al-Quran menyatakan bahwa yang tidak terkalahkan itu tidak dua tidak tiga tidak trinitas, bukan trimurti, tidak lebih dari satu, yaitu Allah yang Maha Esa Mutlak sebagaimana disebut di dalam S.42 Asy-Syura 11, S.112 Al-Ikhlash 1-4, S.57 Al-Hadid 3, S.21 Al-Anbiya` 22, S.6 Al-An’am 102-103 berikut:
فَاطِرُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَمِنَ الْأَنْعَامِ أَزْوَاجًا يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ(الشوري11)
Artinya: “(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat”(S.42 Asy-Syura 11)
فَاعْبُدُوهُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ()لَا تُدْرِكُهُ الْأَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْأَبْصَارَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ (الانعام 102-103)
Artinya: “(Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu. Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui”(S.6 Al-An’am 102-103).
@ WR Mattews menyatakan bahwa sekitar 18-25 milar tahun isi semesta alam mulai yang paling kecil electron dalam atom sampai yang terbesar galaksi Andromeda seluruhnya total mentaati gerak, berobah tempat dan sifatnya menurut angka-angka ukuran yang sudah ditentukan tidak terlambat tidak terlalu cepat, tidak mogok tidak ngawur, maka sungguh benar-benar semua ini ada yang merencanakan, yang menciptakan, yang memelihara, yang mengawasi, yang mengarahkan segala-galanya sehingga tidak lain tidak bukan itulah Tuhan yang Maha Kuasa.
Cara untuk mencari Hakikat Kebenaran, ialah dengan merenungkan bagaimana gerak dan berobahnya penghuni jagad raya itu maka di sini diuraikan kondisi dan sifat-sifat matahari maupun bumi yang dirasa dapat memberi gambaran proses berubah dan geraknya bintang atau planet yang lain, yaitu sebagai berikut:
(1) Matahari
Buku Bintang&Planet (1985:20) mencatat bahwa garis tengah matahari 1.392.000 km. Permukaan bumi yang disoroti matahari jika bumi tidak berputar, maka bumi dalam waktu 100 jam akan terbakar, seluruh air dipermukaan bumi akan mendidih sehingga 100 jam kemudian seluruh kehidupan akan mati. Sebaliknya jika bumi tidak berputar tidak disinari matahari, maka dalam 100 jam permukaannya akan menjadi beku lalu 100 jam kemudian terbungkus salju-es sehingga semua kehidupan berhenti. Mari kita renungkan firman Allah berikut:
قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ اللَّيْلَ سَرْمَدًا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ إِلَهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِضِيَاءٍ أَفَلَا تَسْمَعُونَ () قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ النَّهَارَ سَرْمَدًا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ إِلَهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِلَيْلٍ تَسْكُنُونَ فِيهِ أَفَلَا تُبْصِرُونَ (القصص71-72)
Artinya: “Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Maka apakah kamu tidak mendengar? Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirahat padanya? Maka apakah kamu tidak memperhatikan?" (S.28 Al-Qashash 71-72).(Lihat pula S.81 At-Tawir 1).
(2) Bumi
Garis-tengah bumi=12.756 km, keliling ekuator bumi 40.000 km. Jarak bumi dengan matahari=150 juta kilometer. Miringnya bumi 23,5 derajat berputar dalam dirinya sendiri dengan kecepatan 1600 km per-jam
Seperti terurai di atas jika bumi tidak berputar, tidak bergerak, maka permukaan bumi yang disoroti matahari dalam waktu 100 jam saja, maka seluruh air dipermukaan bumi akan mendidih sehingga 100 jam kemudian seluruh kehidupan akan mati. Sebaliknya jika bumi tidak mendapat sinar matahari, maka dalam 100 jam permukaannya akan menjadi beku jika ditambah 100 jam lagi, maka bumi seolah-olah terbungkus es sebab kedinginan karena tidak mendapat panasnya matahari kemudian semua kehidupan berhenti (Lih.Al-Quran s28a71-72).Allah berfirman dalam Al-Quran berikut :
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ () الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا مَا تَرَى فِي خَلْقِ الرَّحْمَنِ مِنْ تَفَاوُتٍ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَى مِنْ فُطُورٍ (الملك2-3)
Artinya: “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?(S.67 Al-Mulku 3).
Gunung, berfungsi sebagai suatu balance-penyeimbang, jangan sampai jalannya bumi terguncang-guncang. Allah berfirman dalam Al-Quran sebagai berikuit:
خَلَقَ السَّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا وَأَلْقَى فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِكُمْ وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ كَرِيمٍ (لقمانض10)
Artinya: “Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik”(S.31 Luqman 10)
Hujan diturunkan dengan ukuran dalam angka-angka tertentu. Hujan itu mengangkut berjuta-juta ton air, dikirim ke daerah-daerah yang sudah dperhitungkan oleh Allah dengan sangat teliti dan rinci. Air hujan turun ke bumi dengan kecepatan 8 Km-perjam dan dihambat oleh angin atmosfer, 23% oksigen, 76% nitrogen, gas-gas lain 1%. Dan setelah kehidupan berlangsung sekitar 550 juta tahun maka erciptalah makhluk hewan dan tumbuh-tumbuhan.
Kira-kira 10.000 tahun yang lalu Allah menciptakan manusia pertama. Ribuan tahun yang akan datang bumi hancur, termasuk penghuni bumi mirip dengan binasanya dinosaurus 150-200 juta tahun silam. Bumi mengalami recovery=perbaikan kondisinya 2-3 milyar tahun dan bumi hidup kembali, maka manusia dibangkitkan lagi dari alam kubur dan mulailah proses akhirat. Manusia dihidupkan kembali selama 15 milyar tahun dalam alam akhirat. Kemudian terjadilah kiamat kubra lenyap seluruh alam semesta selama-lamanya.
# Menghitung waktu oleh akal manusia
Mencari hakikat kebenaran sebaiknya kita mengamati manusia menghitung waktu. Mulai jaman purba manusia menghitung waktu didasarkan atas jalannya benda-benda langit, dengan mengamati jalannya matahari dan bulan.
Untuk menghitung bulan dan tahun manusia menggunakan perjalanan matahari dan rembulan, kemudian untuk menghitung jam untuk satu hari didasarkan atas perjalanan matahari saja. Semua ini memang jelas untuk satu hari manusia langsung melihat matahari di ufuk timur atau di puncak kulminasi atas atau saat matahri berada di ufuk barat untuk tenggelam menghilang dari pemandangan. Sedangkan untuk menghitung waktu satu bulan dan satu tahun maka di sana terdapat dua macam pendapat. Dua macam landasan pemikiran itu ialah: dasar perhitungan waktu ditetapkan berasaskan jalannya matahari (Asy-Syamsu) dan satu lagi berdasarkan jalannya rembulan atau Al-Qamar
1. Kalender Lunar-Qamariyah-hitungan Rembulan
a-Bangsa yang pertama kali membuat kalender ialah bangsa Mesir 4240 tahun Ssbelum Masehi.
b-Disusul oleh bangsa Babilonia 2100 SM. tidak lama sesudah bangsa Mesir
c-Lalu bangsa Semit bangsa-bangsa di Timur Tengah, b.Arab, b.Israel.
d-Kemudian disusul lagi oleh bangsa Romawi, jaman Pompilius 673 SM
Semua bangsa-bangsa ini menghitung kalender mereka berdasarkan hitungan bulan Qamariyah, satu bulan berumur 29hari 12jam 44menit 2,89detik; Satu tahun umurnya 354 hari 8 jam 8 menit 34,6 detik.
e. Umar ibnul Khaththab tahun 17 H menetapkan tahun Hijtiyah dimulai hijrah Nabi Saw dari Makkah ke Madinah sebagai tahun pertama Hijriyah dengan perhitungan sebagaimana angka yang sudah berlaku sebelumnya, yaitu jaman Jahiliyah beberatus tahun sebelum kebangkitan Nabi Muhammad Saw menjadi Rasul-Utusan Allah dengan perhitungan jalannya rembulan kalender Qaariyah..
f. Sultan Agung Mataram mengganti kalender Jawa dari sistem Solar atau Syamsiyah menjadi sistem Lunar atau Qamariyah th.1633M menjadi tahun 1013H dan menetapkan angka-angkanya berdasarkan sistem kalender Jawa satu bulan 354 hari ditambah 3 hari setiap 8 tahun (satu windu) satu windu = 28365 hari.
2. Kalender Solar-Syamsiyah-hitungan Matahari
~Julius Caesar Romawi (46 SM) mengganti kalender sebelumnya sistem Lunar Qamariyah hitungan berdasarkan jalannya Rembulan dibuang diganti dengan sistem Solar-Syamsiyah berdasarkan hitngan jalannya Matahari. Maka tanggal satu dihitung mulai jam 24.oo tengah malam. Satu tahun=365,2425 hari atau 365 hari 5 jam 48 menit 46detik, selisih dari sistem Solar dari Lunar=10 hari 21 jam 40 menit 11,32detik.
~Ajisoko membuat kalender Jawa dengan sistem Solar-Syamsiyah-perhitungan Matahari dimulai tahun78 Masehi. Kemudian diubah oleh Sultan Agung Mataram th.1633M=1013H mengikuti perhitungan jalannya Rembulan system Lunar atau Qamariyah..
~Bangsa Yunani mengubah permulaaan bulan dari titik Aries bln.Maret menjadi ketika matahari di Khatulistiwak Januari (satu tahun sampai Desember).
~Paus Gregorius mengubah tanggal 5 Oktober 1582 menjadi tanggal 15 Oktober 1582, karena orang lama keliru menghitung, sebab menurut Julian Kalender satu tahun 365 hari sedangkan menurut Gregorius satu tahun =365 hari 5 jam 49 menit 16 detik, maka setiap 400 tahun = 146.097 hari 26 menit 40 detik angka yang tertinggal = 3 hari. Berdasarkan angka-angka ini maka tangga 5 Oktober diundur atau ditambah 10 hari menjadi tanggal=15 Oktober 1582.
~Angka tanggalan Greorius ini diakui oleh Bangsa Belanda th,1583M, Swedia 1753M, Jepang 1873M,Cina 1912M dan Turki 1927M (Lih.Empeh Wong Kam Fu dalam Primbon Almanak 1910-2011M,h.5).
Hasil pemikiran akal dan sifat-sifatnya dapat diperhatikan sbb:
(1)Pemikiran akal itu Hipotetis-spekulatif suka berganti-ganti :
~Julius Caesar Romawi (46SM) mengganti kalender sistem Lunar- Qamariyah hitungan Rembulan dibuang diganti dengan sistem Solar-Syamsiyah-hitungan Matahari. Tanggal satu dihitung mulai jam 24.oo. Satu tahun 365,2425h= 365h5jam48m46d, selisih dari sistem Solar dari Lunar=10h21j40m11,32d.
~Ajisoko membuat kalender Jowo dengan sistem Solar-Syamsiyah-perhitungan Matahari dimulai tahun78 Masehi. Kemudian diubah oleh Sultan Agung Mataram th.1633 M=1013 H dari sistem Syamsiyah menjadi sistem Qamariyah dengan membuat nama-nama bulan hari serta tahun dengan istilah-istilah Jowo.
~Bangsa Yunani mengubah permulaan bulan dari titik Aries bulan Maret diubah menjadi ketika matahari di Khatulistiwak Januari sampai Desember.
~Sejak th.716 SM ,jaman Huma Pompilius (673 SM) kalender Yustinian manusia menghitung kalender berdasarkan jalannya Rembulan (Qamariyah=Lunar).
~Tahun 46 SM, Yulius Caesar mengganti kalender sistem Lunar diubah menjadi sistem Solar atau berdasarkan jalannya matahari.
(2)Dianggap benar selama ribuan tahun ternyata keliru
a) Paus Gregorius mengubah tanggal 5 Oktober 1582 menjadi tanggal 15 Oktober 1582, sebab orang lama keliru menghitung, sebab dari angka 365,2425 hari maka ada 0,0025 hari tiap tahun belum dihitung, sehingga setiap 400 tahun tanggalan harus ditambah 3 hari.
Angka tanggalan Greorius ini tidak langsung diikuti bangsa-bangsa di dunia, mereka mengakui kalender Gregorius secara bervariasi ada yang percaya ada yang tidak mengakui kebenarannya, misalnya Bangsa Belanda mengakui benar pendapat Gregorius ini th.1583 M, Swedia 1753 M, Jepang 1873 M,Cina 1912 M dan Turki 1927 M.
b) Keith Wicks dalam bukunya Bintang&Planet (1985:9) mencatat bahwa ahli astronmi jaman Yunani purba berpendapat bahwa bumi itu datar. Sekitar tahun 300 SM filosuf Yunani Arestoteles (384-322 SM) menyatakan bahwa bumi itu lengkung, melihat gerhana bulan bentuknya lengkung maka orang banyak berpendapat bumi itu bulat berbentuk bola.
c) Di jaman purba ahli pikir Yunani menyatakan bahwa bumi itu menjadi pusat alam semesta, maka matahari, bulan, bintang dan planet-planet berputar mengelilingi bumi. Kira-kira 100 SM filsuf Yunani Ptolomeus mengatakan bahwa planet-planet mempunyai lintasan garis edar kecil (Episikel), lingkaran kecil ini bergerak mengarungi lingkaran besar(Deferen) semua mengelilingi bumi. Teori Ptolomeus ini dianggap benar berlangsung 14 000 tahun lamanya.
Tahun 1543 M Nicolaus Copernicus mendeklarasikan pendapanya bahwa matahari adalah pusat tata surya alam semesta sekaligus mendapat tantangan berat gereja. Tahun 1609 M Kepler mendukung Copernicus menyatakan bahwa planet-planet itu beredar mengelilingi matahari dalam lintasan yang berbentuk elip bukan lingkaran bulat dan setiap mendekati matahari lebih cepat geraknya. Disusul lagi oleh Galilei Galileo (1642 M) membuat teropong dan dia menemukan bintik pada matahari, fase Venus, gunung dan lembah di bulan. Dan Jupiter mendukung teori Copernicus itu.
d) Empeh Wong Kam Fu dalam Primbon Almanak 1910-2011 (tth:5) mencatat bahwa tahun kalender Masehi diubah beberapa kali karena adanya kelebihan angka, yaitu perhitungan lama satu tahun=365,25 mestinya 365,2425 hari sehingga dalam waktu 129 tahun kelebihan itu berjumlah menjadi satu hari. Oleh karena itu Paus Gregorius XIII (1582M) mengadakan menetapkan bahwa satu tahun itu=365 hari 5 jam 49 menit 16 detik. Dengan dasar ini maka dalam waktu 400 tahun=146.097 hari 26 menit 40 detik, sedangkan menurut penetapan Julianche Kalender sebelumnya 400 tahun =146.100 hari, selisih kelebihan 3 hari. Berdasarkan angka-angka ini maka Gregorius menetapkan bahwa tanggal 5Oktober 1582 diubah dan diganti dengan tanggal 15 Oktober 1582. Tanggalan Gregorius ini tidak segera diterima oleh masyarakat dunia ada negara yang menerima tanggal ini beberapa puluh tahun sesudah Gregorius meninggal dan ada yang menerimanya setelah ratusan tahun bahkan Turki baru menggunakan tanggalan Gregorius ini tahun 1927 M kira-kira 340 tahun sepeninggal Gregorius.
Dari uraian tentang terciptanay alam semesta sapai penetuan waktu tanggal bulan dan tahun di atas maka yang dinamakan BENAR YANG HAKIKI itu sangat ditentukan oleh jaman, tempat dan jumlah subyek yang mengakui benar tidaknya pernyataan.
@ Usaha mengubah tanggal-kalender
Abu Malik dari bangsa Arab jaman Jahiliyah memberitakan bahwa kaum msuyrikin membuat rekayasa mengundurkan bulan suci Muharram sehingga bulan tersebut jatuh di bulan Shafar, dengan demikiam maka mereka menganggap halal apa yang sebenarnya haram. Maka turunlah Al-Quran S. 9 At-Taubat 37, yaitu:
Artinya: “Sesungguhnya mengundur-undurkan bulan haram itu adalah menambah kekafiran, disesatkan orang-orang yang kafir dengan mengundur-undurkan itu, mereka menghalalkannya pada suatu tahun dan mengharamkannya pada tahun yang lain, agar mereka dapat mensesuaikan dengan bilangan yang Allah mengharamkannya maka mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah. (Syaitan) menjadikan mereka memandang baik perbuatan mereka yang buruk itu. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir”(S.9 At-Taubat 37(Lih.Ath-Thabari 1954:10 \ 132).
Adat kebiasaan menghormati bulan-bulan suci Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab yang sudah berlaku sejak jaman Jahiliyah sekitar tahun-tahun 400-500 M atau 300 sebelum hijrah Nabi Saw. dan oleh Islam adat ini dilestarikan terus berlakunya.
Al-Qurthubi (1967:8 \ 138) mencatat bahwa yang mula-mula membuat bid’ah mengundurkan bulan Muharram ke bulan Shafar ini ialah Banu Malik ibnu Kinanah, Nu’aim ibnu Tsa’labah, ‘Amru ibnu Luhay, Junadah ibnu ‘Auf, Hudziaifah ibnu ‘Ubaid.
@ Ahmad Ibrahim asy-Syarif dalam kitabnya Makkatu wal Madinatu fil Jahiliyyati wa ‘Ahdir Rasul (tth:197) mengutip catatan Murujudz-Dzahab susunan Al-Mas’udi (tth.2 \ 205) bahwa bid’ah mereka ini dibikin pada 70th sebelum kebangkitan N.Muhammad menjadi Nabi, sekitar tahun 540 Masehi.
@ Kebenaran beberapa kali diubah-ubah.
Empeh Wong Kam Fu (tth:5) mencatat bahwa tahun kalender Masehi pernah beberapa kali diubah. Jaman Huma Pompilius (716-673SM) kalender kuno menggunakan sistem lunar (Kalender Qamariyah). Yulius Caesar tahun 46 Masehi mengubah kelender kuno diubah menurut sistem solar (Kalender Syamsiyah) dengan angka dasar satu tahun=365,25 hari. sebab ada kelebihan angka perhitungan.
@ Seperti terurai di atas Paus Gregorus xiii mengubah dasar perhitungan kalender Matahari bahwa matahari tiap tanggal 21 Maret sampai 21 Maret=365 hari 5jam 48 enit 46 detik. Jika diubah menjadi hari=365,242199041 hari. Setelah diperhitungkan dengan seksama, maka Gregorius menetapkan bahwa hari Jum’at tg.5 Oktober 1582 harus diubah menjadi tanggal 15 Oktober 1582.
@ Memindahkan kalender Muharram ke bulan Shafar merupakan usaha menghalalkan larangan–haram yang dikutuk oleh Allah. Sedangkan niat bersih mengubah tg.5 Oktober ke-tgl.15 Oktober 1582 merupakan usaha mengubah yang salah menjadi benar adalah suatu langkah yang terpuji.
Hanya saja secara filosofis semua bangsa mempunyai angka-angka kalender yang diakui benar sendiri-sendiri, bangsa Mesir kuno 4240SM, Babilonia Lama 2600SM, bangsa Semit dan umat Islam, maka dasar kalendernya ialah Lunar kalender Qamariyah mengikuti ukuran kecepatan jalannya rembulan. Dan kalender Solar atau Syamsiyah sekarang merebut pendapat umum dan digunakan oleh hukum internasional.
Sultan Agung Mataram menetapkan tahun Jawa dengan hitungan kalender Qamariyah satu bulan 354 hari +3 hari setiap 8 tahun, satu windu=28365hari.
@ Hepotetis spekulatif
Semua hasil akal manusia ternyata memang hipotetis-spekulatif.
~ Hipotetis maksudnya ialah bahwa yang dianggap benar itu hanya berlaku selama belum ada koreksi yang mengubah atau membatalkannya. Padahal setiap waktu seluruh perguruan tinggi dan universitas menyelenggarakan ujian skripsi, tesis dan disertasi yang isinya ialah mengoreksi atau membatalkan pendapat atau teori lama.
~ Spekulatif maksudnya sesuatu dianggap benar jika untung ya lumayan, celakanya jika baru berjalan sebentar sudah dianggap salah alias tidak benar. Oleh karena itulah benar yang hakiki yang ideal itu ialah benar menurut Ilmu Allah, yang salah ialah yang dinilai salah oleh Allah, sebab Allah itu Maha Benar, Mutlak Absolut Maha.
T I G A
Benar yang hakiki
Masalah ke-3: Bagaimana jalan mencari kebenaran yang hakiki itu? Mencari kebenaran yang hakiki ialah melalui kitab suci, ilmu dari Allah.
@ Teori evolusi
Jika teori evolusi dapat diterima, seluruh keadaan ini berawal dan berasal dari kondisi yang paling sederhana, meningkat terus makin lama makin bertambah baik dan makin teratur, makin lama makin lengkap, makin sempurna. Maka dari itu kebenaran yang lama akan dikalahkan oleh kebenaran yang datang belakangan (tetapi yang lurus yang memenuhi persyaratan skala prioritas kebenaran yang universal.
Khusus dalam Ilmu Ushul Fiqh Islam, maka suatu pernyataan penetapan hukum yang sudah lewat dapat dihapus oleh penetapan hukum yang datang lebih akhir. Hukum yang lebih dahulu dinamakan Mansukh (terhapus), penetapan hukum yang belakangan dinamakan Nasikh (yang menghapus). Akan sangat tidak logis-tidak masuk akal suatu penetapan hukum yang awal menghapus penetapan hukum yang datang belakangan, cara ini berlawanan dengan teori evolusi alias mengajak mundur, dari modern ke jaman primitip, dari pintar menjadi bodoh, dari yang benar berpindah kepada yang tidak benar.
Akan tetapi harus dibedakan teori evolusi ini dengan Teori Koherensi. Teori kohenrensi ialah bahwa kebenaran yang baru harus didasarkan atas kebenaran yang sudah pasti sebelumnya, yang hakiki tidak dapat dihapus oleh teori evolusi yang penelitiannya serba sedehana, primitif atau tidak canggih, tidak modern, tidak ilmiah, sehingga hasilnya tidak benar sebab kurang lengkap, kurang sempurna dan belum tuntas.
@ Peringkat sumber
Sebagai umat yang beriman percaya kepada Al-Khaliq artinya Tuhan Pencipta dan manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan. Tuhan itu Maha Sempurna Mutlak Maha sedangkan "makhluk" itu serba kurang sempurna, manusia itu tempat salah dan lupa. Dan diantara makhluk ciptaan Allah itu ialah makhluk manusia, kemudian diantara manusia itu ada manusia yang dipilih oleh Tuhan untuk dijadikan perantara antara Tuhan dengan makhluk untuk menerima ilmu Tuhan, perantara itu dari Tuhan dengan makhluk ialah para nabi dan rasul. Dalam agama Islam nabi dan rasul itu ada 25 orang. Nabi Muhammad Saw. adalah nabi dan rasul terakhir yang dipilih oleh Tuhan untuk menerima ilmu Allah yaitu wahyu yang kemudian dihimpun menjadi kitab suci Al-Quran.
Nabi dan rasul memang benar-benar berada di bawah tuntunan dan pengawasan langsung dari Allah, jika dia tidak tahu akan diberi tahu oleh Allah, jika dia keliru diluruskan oleh Allah, jika dia bertanya akan dijawab oleh Allah. Maka dari itu nabi dan rasul adalah Ma’sum artinya suci dari dosa, jauh dari kekeliruan jika dia keliru maka oleh Allah diluruskan dan diarahkan kepada yang benar.
Khusus untuk Nabi Muhammad Saw. seluruh ucapan, perbuatan dan gerak gerik maupun sikap Nabi Saw. ini disebut hadis atau sunnah.
Diteliti dari peringkat kebenaran, maka kebenaran dari Allah mengalahkan kebenaran yang sumbernya dari makhluk manusia. Rasul sebagai manusia yang ditunjuk oleh Allah, yang mendapat wahyu dari Allah, yang secara ketat dijaga oleh Allah dari kekeliruan, maka kebenarannya mengalahkan akal manusia yang tidak diberi wahyu, yang tidak dibimbing oleh Allah yang tidak dijaga oleh Allah dari kekeliruannya. Dan secara sederhana, maka peringkat kebenaran ditinjau dari sisi sumbernya adalah sebagai berikut:
i. Kebenaran wahyu Al-Quran tidak dapat dikalahkan oleh dalil dari manapun juga.
ii. Kebenaran hadis Nabi dibawah tingkat wahyu di atas ijtihad akal manusia biasa.
iii. Kebenaran hasil ijtihad akal manusia biasa dikalahkan oleh wahyu dan hadis.
Dengan istilah lain dapat dikatakan bahwa kebenaran Allah mengalahkan Nabi Muhamad Saw dan manusia biasa, sedangkan kebenaran Nabi Saw mengalahkan pendapat akal manusia biasa dan sebaliknya manusia biasa tidak bisa mengalahkan Hadis Nabi Muhammad Saw dan tidak mungkin mengalahkan Al-Quran wahyu dari Allah.
Kondisi Khusus Al-Quran dan Hadis
(1) Al-Quran
Perlu kita ingat bahwa oleh karena Al-Quran merupakan suatu himpunan firman Allah dengan berbagai macam variasi istilah, redaksi, jalinan kalimat yang membuka kemungkinan beragamnya makna yang dapat dipilih dan ditetapkan sebagai maksud yang dikehendaki oleh Allah. Oleh karena itu harus disusun rumusan skala prioritas ayat atau nash yang mana mempunyai nilai kepastian hukum yang paling kuat bertingkat-tingkat kebawah sampai yang paling lemah nilai ketetapan hukum kebenaranya.
Muhammad Abu Zahrah dalam kitabnya Ushul Fiqh (tth:90) merumuskan skala prioritas ini sebagai berikut:
Jika kita menjumpai beberapa kata atau kalimat dalam Al-Quran kemudian timbul pemikiran di dalam otak kita perasaan ada perbedaan bahkan seolah-olah bertentangan antara suatu kalimat dan kata-kata tersebut yang satu dengan ayat yang lain, maka harus diambil dan dimenangkan dalil yang isinya sangat jelas, tegas, terang sekali, mengalahkan yang kalimat yang samar-samar, remang-remang, gelap-gulita dengan tertib urutannya sebagai berikut:
i. Al-Muhkam ialah dalil yang terlalu jelas, karena hanya mempunyai satu arti saja, yang sangat jelas, tegas sekali dan tidak dapat diartikan lain.
ii. Al-Mufassar ialah dalil yang sangat jelas karena ada dalil lain yang menafsirkan makna dalil pertama itu.
iii.An-Nash, dalil yang jelas karena ada klausul yang mengarahkan arti dalil yang pertama tadi menjadi lebih jelas.
iv. Azh-Zhahir, dalil yang jelas biasa tidak mempunyai pendukung yang menjelaskan artinya.
v. Al-Khafiyyu, dalil yang tidak jelas.
vi. Al-Musykil, dalil yang tidak jelas sebab mengandung arti lebih dari satu dan sangat sulit untuk menetapkan arti yang sebenarnya.
vii. Al-Mujmal, dalil yang tidak jelas sebab terlalu luas terlalu umum.
viii Al-Mutasyabih, suatu pernyataan yang tidak mungkin dapat dimengerti artinya atau terlalu sulit sekali mencari arti yang dimakudkan.
Dalil yang bersifat Muhkam tidak dapat dikalahkan oleh dalil dari peringkat dibawahnya dan sebaliknya yang Mutasyabih tidak mungkin mengalahkan peringkat-peringkat yang diatasnya. Senada dengan kebenaran seperti peringkat wahyu, mengalahkan filsafat, mengalahkan teori ilmu, mengalahkan pengetahuan indrawi. Kebenaran indrawi paling lemah dikalahkan oleh teori ilmu, filasafat dan wahyu. Wahyu tidak dapat dikalahkan oleh peringkat di bawahnya.
(2) Hadis
Hadis merupakan ucapan, perbuatan dan keadaan Nabi Muhammad Saw. Namun pencatatan hadis memerlukan penelitian yang jeli dan teliti untuk menetapkan kedudukan dan peringkat kebenarannya melalui Ilmu Hadis. Ilmu Hadis sudah disusun oleh para ulama hasil dari penelitian yang jeli dan teliti secara maksimal tidak kalah dari Ilmu Metodologi Penelitian Ilmiah yang disusun oleh para pakar ahli metodologi sekarang.
Dari penelitian para ulama hadis itu maka dapat dirumuskan peringkat kebenaran seluruh materi hadis dari hadis yang paling tinggi bertingkat-tingkat sampai yang paling lemah bahkan dusta dan rekayasa buatan musuh-musuh Islam. Tertib urutan kebenaran yang tertinggi sampai yang paling rendah adalah sebagai berikut:
A. Ditinjau dari jumlah banyak dan sedikitnya sumber awal (sumber primer), maka Hadis yang jumlah sumber pertamanya paling banyak mengalahkan yang sumber pertamanya hanya sedikit, yaitu:
i.Mutawatir, yaitu hadis yang sangat meyakinkan kebenarannya, karena sangat banyaknya jumlah sumber pertama bahkan sampai akhir, maupun semua unsur persyaratan kebenaran terpenuhi dengan sempurna.
ii.Masyhur, suatu hadis yang nilai kebenarannya satu tingkat di bawah Mutawatir karena jumlah sumber awal (sumber primer)nya kurang sedikit dari sumber primer dari hadis yang Mutawatir.
iii.Mustafidh, suatu hadis yang jumlah sumber awalnya berjumlah tiga orang atau lebih tetapi di bawah Masyhur
iv.’Aziz, suatu hadis yang sumber awalnya dua orang.
v.Gharib. hadis yang sumber awalnya hanya satu orang saja.
Maka jumlah sumber awal atau saksi yang paling besar (Mutawatir) mengalahkan hadis yang jumlah sumber awal dan saksinya kurang banyak. Dan jumlah sumber awal atau saksi yang hanya satu (Gharib) tidak mungkin mengalahkan hadis yang jumlah sumber dan saksinya lebih banyak lebih-lebih sumber yang terlalu banyak (Mutawatir).
B. Ditinjau penelitiannya dari sisi kwalitas-nilai kepribadian orang-orang pembawa dan penyebar hadis dari awal sampai akhir, maka hadis yang paling shahih mengalahkan yang kurang shahih, dha’if atau lemah dan dusta, dengan peringkat sebagai berikut::
i.Shahih, ialah hadis yang memenuhi syarat-syarat kebenaran.
ii.Hasan, hadis yang sedikit kurang memenuhi syarat-syarat kebenaran hadis shahih.
iii. Dha’if , hadis yang tidak memenuhi syarat kebenaran hadis Shahih dan Hasan.
C. Penelitian dari segi subyek siapa orang pokok yang diberitakan di dalam hadis itu. Maka Hadis Nabi Saw. mengalahkan hadis dari sahabat dan tabi’in lebih-lebih tabiit-tabi'in atau manusia manapun juga. Riwayat dari orang biasa tidak bisa mengalahkan hadis sahabat dan hadis Nabi Saw jelasnya sebagai berikut:
i.Hadis Marfu’, yaitu hadis yang disandarkan kepada Nabi Saw sebagai orang pokok yang diriwayatkan..
ii. Hadi Mauquf, hadis yang disandarkan kepada sahabat sebagai pokok yang diberitakan.
iii Hadis Maqthu’, hadis yang disandarkan kepada tabi’in sebagai orang pokok yang diberitakan.
Hadis Marfu’ mengalahkan yang Mauquf dan Maqthu’ dan yang Mauquf mengalahkan hadis Maqthu’. Dapat dicatat disini tentang hadis Marfu' bahwa Nabi Saw. itu dijamin oleh Allah suci dari dosa dan salah sedangkan hadis Mauquf bahwa para sahabat itu dibimbing dan diawasi dengan ketat sekali oleh Nabi Saw. Maka semua orang kecuali Nabi Saw dan sahabat maka manusia biasa tidak suci dan tidak dijamin kebenarannya oleh Allah maupun oleh Nabi Saw.
D. Ditinjau dari segi sejarah dan tenggang waktu terjadinya hadis, maka hadis yang timbul atau terjadi belakangan yang terakhir mengalahkan yang terdahulu;
i.Nasikh, yaitu hadis yang datang lebih akhir yang menghapus hukum dalam hadis yang datang lebih awal.
ii.Mansukh, hadis yang datang lebih awal yang dihapus hukumnya oleh hadis yang lebih akhir.
@ Ibnu H}ajar dalam Kitabnya Nuz-hatun Nazhar menyatakan ada 10 sifat yang menyebabkan suatu hadis ditetapkan sebagai hadis Dha’i>>>>f, yaitu jika perawinya terkena sifat-sifat berikut:
1). Dusta.2) Tertuduh dusta. 3).Banyak keliru. 4) Lengah terhadap hafalannya. 5) Berwatak fasiq. 6) Keliru faham, 7) Berbeda dengan perawi yang lebih kuat. 8) Perawinya tidak diketahui identitas dirinya.9) Bid’ah dalam I’tiqa>>>d;10) Hafalannya lemah.
E..Maqbul ialah hadis yang wajib diamalkan; Lawannya ialah Mardud yaitu tidak boleh diamalkan, sebab tidak memenuhi syarat Maqbul. Syarat Maqbul ialah orang-orangnya: jujur, cukup meyakinkan, tidak ada perlawanan.
F. Mahfuzh atau Ma'ruf ialah hadis-hadis Shahih lebih kuat mengalahkan hadis shahih yang kurang kuat, karena isinya tidak sama dengan yang Mahfuzh atau Ma'ruf (atau Rajih=menang). Ma'ruf lawannya Munkar.
G. Syadz, satu hadis shahih tetapi isinya berbeda dengan hadis shahih yang lebih banyak dan lebih kuat (Marjuh=kalah kuat).
H. Ilmu Tarjih
Salah satu cabang Ilmu Hadis ialah Ilmu Tarjih, yaitu suatu sistem dan metode untuk mempertandingkan kebenaran suatu hadis dengan hadis lain, adu nilai kekuatam kebenaran suatu hadis melawan hadis yang lain. Yang diadu bukan hanya kebenaran dan kepribadian tiap-tiap orang pembawa berita hadis secara sosiologis (Sanad) saja tetapi mencakup isi kandungan makna (Matan) hadis secara logika akal. Variabel yang dipertandingkan baik Sanad maupun Matan tersebut menurut kitab Al-Mustashfa karangan Al-Ghazali (1971:524) ditetapkan ada 42 variabel, menurut kitab Al-Mahshul karangan Ar-Razi (1979:2\552) ada 100 macam segi bahkan menurut kitab Al-Ihkam tulisan Al-‘Amidi ditetapkan ada 176 macam variabel, kitab Irsyadul Fuhul-Asy-Syaukani (1937:276) menetapkan 153 segi yang dipertandingkan kekuatan kebenarannya.
Contoh variabel itu misalnya: Nilai kemuliaan pribadi seseorang maka siapa yang disepakati ketinggian moralnya dimenangkan mengalahkan orang yang nilai moralnya diperselisihkan, akibatnya siapa yang disepakati nilai pribadinya sangat terhormat nilai kebenaran hadisnya dimenangkan lebih akurat dan mengalahkan orang yang diperselisihhkan ketinggian akhlaknya.
Ilmu Hadis dan Ilmu Tarjih itu tidak mungkin dikarang sekarang, sebab menyangkut sejarah hidup nama-nama, tanggal lahir, tanggal wafat, nilai akhlak, nama guru, nama murid semua orang yang ikut memberitakan hadis dari jaman permulaan Islam ribuan tahun yang lalu sampai jaman hadis ditulis para ulama peneliti hadis.
Ilmu Tarjih dan Ilmu Hadis ini tidak mungkin diterapkan terhadap Kitab Bibel, sebab di dunia sekarang ini tidak dapat diketemukan lagi data dan fakta sejarah riwayat hidup sumber pertama (sumber primer, responden dan orang-orang yang mengemukakan berita isi Kitab Bibel itu dengan seluruh orang yang memberi kepada penerima ajaran isi Kitab Bibel itu dari semua nabi dari Nabi Adam sampai Nabi Isa, dari guru kepada murid, dari murid kepada muridnya lagi, generasi demi generasi, dari abad ke abad dari jaman ke jaman. Bahkan metode Ilmu Tarjih dan Ilmu Hadis itu tidak mungkin dapat diterapkan terhadap Bibel sebab Bibel itu sudah diterjemah dari bahasa Ibrani Purba ke Ibrani Baru, ke Bahasa Yunani, ke bahasa Latin sampai ke bahasa Belanda, ke bahasa Jawa, Madura, Sunda dan bahasa seluruh dunia.
Disebabkan karena naskah Bibel yang diterjemahkan semua terjemah seluruh bahasa itu tidak dilampirkan yang memang aslinya sudah hilang, menurut sepakat semua ahli sejarah sedunia, maka Ilmu Hadis dan Ilu Tarjih tidak dapat diterapkan kepada Alkitab atau Bibel semua apapun bahasanya. Sebaiknya Ilmu Hermeneutika yang diciptakan oleh pakat Teologo Nasrani tidak mungkin diterapkan kepada Kitab Suci Al-Quranul Karim sebab Hermeneutika itu merupakan ilmu untuk mencari kebenaran tidak melalui kitab suci tetapi melalui pengarang-pengarang kitab Bibel. Sedangkan Al-Quran itu pengarangnya ialah Allah, sehingga makhluk manusia tidak mungkin meneliti Allah Maha Pencipta (Al-Khaliq) melalui Ilmu Hermeneutika. Dan Malaikat Jibril, Nabi Muhammad dan para penulis Al-Quran bukan pengarang Al-Quran.
Dari seluruh bahasan di atas sekarang dapat disusun peringkat kebenaran itu seabagai berikut:

A. Menurut sumbernya, maka kebenaran bertingkat dari yang tertinggi sampai paling rendah:
I. Allah
II. Nabi Muhammad Saw.
III. Sahabat .Nabi Muhama Saw.
IV Ijtihad akal manusia selain Nabi Muhammad Saw.
B. Menurut kitab maka kebenaran itu bertingkat sebagai berikut:
I. Al-Quran wahyu dari Allah
II. Hadis Nabi Muhammad Saw
III. Kitab hasil ijtihad para ulama mujtahidin yang subernya Al-Quran dan hadis.
IV. Hasil penelitian para pakar yang berpegang teguh kepada Ilmu Metodologi Penelitian Ilmiah yang sudah diuji oleh ahli spesialis cabang disiplin ilmu yang ditekuninya.
C. Peringkat kebenaran penafsiran atas Al-Quran menurut Ilmu Tafsir atau 'Ulumul Quran
I. Al-Muhkam
II. Al-Mufassar
III. An-Nash
IV. Azh-Zhahir
V. Al-Khafiyyu
VI.Al-Musykil
V. Al-Mujmal
VI.Al-Mutasyabih
D. Peringkat Kebenaran Nilai Hadis menurut Ilmu Tarjih
I. Mutawatir
II. Masyhur
III.Mustafidh
IV. 'Aziz
V. Gharib
E. Peringkat Kebenaran Nilai Hadis menurut Ilmu Riwayah
I. Shahih
II.Hasan
III.Dha'if
IV.Maudhu'
F. Peringkat Kebenaran Nilai Hadis menurut Ilmu Dirayah
I. An-Nasikh menghapus kepada Al-Mansukh
II. Al-Maqbul mengalahkan kepada Al-Mardud
III. Al-Ma'ruf mengalahkan Asy-Syadz
IV. Al-Mutlaq mengalahkan Al-Muqayyad
V. At-Takhshish mengalahkan Al-'Am
G. Peringkat Kebenaran Hasil Pemikiran Akal Manusia:
I. Yang Universal mengalahkan yang Nisbi-Relatif,
II. Yang diakui benar semua pihak, semua tempat seluruh jaman mengalahkan yang diakui benar terbatas:
(1) Subyek-orang, yang diakui benar semua mengalahkan yang sebagian, satu milyard, sejuta, seribu, seratus, sepuluh, SATU orang.
(2) Local-tempat, yang diakui benar internasional mengalahkan yang nasional,regional, local, Negara, propinsi, kabupaten, kecamatan, desa, Rukun Warga(RT), Rukun Tetangga (RT), dosowismo, satu rumah.
(3) Waktu, yang diakui benar seluruh jaman mengalahkan yang sebentar, seabad, sewindu, setahun, sebulan, seminggu, sehari, satu jam, satu menit, satu detik.
1. Yang diakui seluruh pihak mengalahkan yang diakui satu pihak
2. Yang diakui secara internasional mengalahkan yang nasional, regional yang local.
3. Yang diakui abadi seluruh jaman mengalahkan yang diakui hanya sebentar
III. Yang diakui benar oleh dua unsur mengalahkan yang benar diakui oleh satu unsur (Salah satu dari subyek, local, waktu) Secara singkat maka yang dipandang benar oleh Allah tidak bias dikalahkan oleh makluk apapun juga.
. )الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ(147)
" Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu"(S.2 Al-Baqarah 147).

---===ooo0ooo===---







































Sssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssss
yang Mutawatir sampai Gharib, dari Shahih sampai Dla’if, Nasikh-Mansukh, Marfu’-Mauquf-Maqthu’, Maqbul-Mardud. Ilmu Tarjih, yaitu suatu sistem dan metode untuk mempertandingkan kebenaran antar dalil-dalil yang dipegang oleh masing-masing pihak guna diadu nilai kekuatan kebenaran suatu dalil melawan dalil yang lain. Menurut Al-Ghazali dalam kitab Al-Mustashfa ada 42 variabel, menurut Ar-Razi dalam Al-Mahshul ada 100 macam variabel dan menurut Al-‘Amidi ada 176 macam variabel, Asy-Syaukani dalam Irsyadul Fuhul ada 152 variabel yang diadu untuk bertarung dalil yang satu melawan dalil yang lain.
Asy-Syaukani memerinci segi-segi yang dipertandingkan tersebut, yaitu:
Dari segi sanad bobot yang dipertandingkan 42 segi
Dalam segi matan atau redaksi nilai yang diadu kekuatannya 28 segi
Segi hukum atau madlul-nya kekuatan yang diadu sejumlah 9 segi
Segi faktor luar materi yang dipertandingkan 10 macam ciri
Dalam bidang Qiyas unsur-unsur yang dipertandingkan masing-masing ada 7 bagian:
(a) ‘Segi ‘Illat-nya ada 14 macam; (b) Segi dalil yang menunjukkan adanya ‘Illat dipertandingkan 2 macam; (c) Segi yang menunjuk lebih kuatnya sifat ‘Illat 9 segi; (d) dilihat dari segi hukum aslinyaada 7 macam segi; (e) Jalan untuk pengambilan hukum 6 cara; (f) Segi yang lain ada 6 cara; Penelitian melalui cabang atau bagiannya ada 4 macam.
Tarjih atau pertandingan atas jelasnya pengertian seperti yang berlaku pada nash ayat-ayat Al-Quran di atas ada 8 macam tingkat dari yang terlalu jelas, paling jelas, jelas sekali, jelas, tidak jelas, samar-samar, sulit dimengerti,sama sekali tidak bisa dimasuki akal manusia.
Contoh hadis yang dipertandingkan itu dipilih dalil yang lebih menukik dapat menjawab masalah dan permasalahan yang hidup didalam masyarakat atau rowi itu mengalami sendiri terlibat dalam peristiwa tersebut misalnya ialah hadis berikut:
6902 عَنْ عَبْدِاللَّهِ قَالَ كُنْتُ أَمْشِي مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَرْثٍ بِالْمَدِينَةِ وَهُوَ مُتَّكِئٌ عَلَى عَسِيبٍ فَمَرَّ بِقَوْمٍ مِنَ الْيَهُودِ فَقَالَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ سَلُوهُ عَنِ الرُّوحِ وَقَالَ بَعْضُهُمْ لَا تَسْأَلُوهُ عَنِ الرُّوحِ فَسَأَلُوهُ فَقَامَ مُتَوَكِّئًا عَلَى الْعَسِيبِ وَأَنَا خَلْفَهُ فَظَنَنْتُ أَنَّهُ يُوحَى إِلَيْهِ فَقَالَ ( وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا ) فَقَالَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ قَدْ قُلْنَا لَكُمْ لَا تَسْأَلُوهُ (رواهالبخاري ومسلم 5002)
Artinya: “Dari Ibnu Mas’ud dia berkata: “Aku bersama-sama Rasulullah Saw. padfa suatu kebun di Madinah waktu itu beliau bersandar pada suatu tonggak. Tiba-tiba lewatlah orang Yahudi, lalu yang seorang berbisik kepada rekannya: “Tanyakanlah kepada Muhammad itu tentang roh” Rekannya mencegah bertanya soal roh. Namun dia bertanya juga. Kemudian beliau bersandar pada suatu tonggak, sedang aku di belakang belaiu, maka aku menduga belaiu mendapat wahyu selanjutnya beliau membaca ayat 85 S.17 Al-Isra`: ” Mereka bertanya soal roh, jawablah bahwa roh itu urusan Tuhanku, kalian tidak diberi ilmu itu kecuali hanya sedikit” Lalu rekannya tadi mengulang pembicaraannya”Aku sudah berkata: Janganlah bertanya soal itu” (HR. Bukhari no.69-2 dan Muslim no.5002).
sssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssss
(3) Kemusykilan antara wahyu dengan akal.
Konon harian Jawa Pos memberitakan bahwa hari Selasa 20 September 2006 sekitar jam 11.oo Wib tanggul lumpur setinggi 6 m ambrol, maka banjir lumpur menyerang desa-desa Renokenongo, Jatirejo, Siring. Segingga rakyat marah dan menutup jalan raya Surabaya-Malang. Pimpinan Badan Metereologi Geofisika sebelum itu menyatakan bahwa banjir lumpur panas itu sudah berjalan menurut Hukum Alam=Sunnatullah. Tetapi para ulama menyatakan bahwa banjir lumpur panas, Sunami Aceh, Gempa Jogja-Jabar sebabnya ialah akibat ulah manusia karena maksiat dan durhaka kepada Allah seperti halnya azab Allah kepada Kaum’Ad, Kaum Tsamud, Fir’aun atau Qarun jaman purba yang tercatat dalam Al-Quran S.7 Al-A’raf 64, 72, 78, 84,91 itu. Lalu bagaimana analisa kita terhadap kemusykilan yang terjadi antara AKAL dengan Wahyu seperti ini???
@ Ta’wil, makna yang tersembunyi
Disarikan dari kitab Al-Burhan (Az-Zarkasyi 1988:2\162) maka yang disebut Ta’wil terhadap Al-Quran adalah suatu metode pendekatan kepada Al-Quran dengan mengambil makna dari Al-Quran yang tersirat bukan yang tersurat didasarkan atas dalil yang sangat kuat.
M.M.Syarif dalam History of Muslim Philosophy (1963:1\346) mengutip pendapat Ibnu Rusyd, bahwa yang berhak melakukan Ta`wil hanyalah kaum filosuf bukan ulama fiqh dan hasil Ta’wil mereka boleh diberikan hanya kepada kaum filosuf tidak boleh diberikan kepada orang awam, lagi pula nash yang di-Ta`wil memang bagian yang boleh di-Ta’wil.
Sadar ataupun tidak disadari secara sosiologis dan filosufis sebenarnya manusia itu dalam hatinya mengakui adanya sesuatu kekuatan yang di atas kekuatan manusia. Dari masyarakat yang paling primitif sampai filosuf yang botak semua mengakui adanya Tuhan, kemudian dari pengakuan itu manusia berusaha untuk melakukan hubungan dengan Tuhan itu dinamakan agama.
@ Bedanya agama langit dari agama budaya
Secara sederhana dan bersahaja semua manusia percaya kepada kekuatan di atas kekuatan manusia, lalu mereka melakukan hubungan dengan kekuatan yang dipercaya itu menurut kekuatan akal masing-masing. Ahli pikir yang maju merenung dengan sedalam-dalamnya sehingga menemukan adanya kekuatan yang luar biasa itu dan manamakannya tuhan, ilmu ini disebut teologi. Teologi ialah suatu faham ketuhanan yang tumbuh berangkatnya berpangkal melulu dari alam indrawi saja, mereka mengakui adanya Tuhan Sang Pencipta dan Pengatur alam.

@ Theisme dan theologi
Theisme ialah suatu aliran yang berpendapat bahwa kekuatan yang menggerakkan alam ini ialah Tuhan. Tuhan inilah yang menggerakkan dan memelihara alam dengan sangat teratur. Sayang sekali para ahli pikir Theisme ini berhenti hanya pada pengakuan adanya Tuhan. Bahkan pengakuan itupun tidak jelas dan tidak seragam bagaimana sifat-sifat sesuatu yang mereka duga sebagai Tuhan itu, sehingga keterangannya saling berbeda menurut pikiran mereka masing-masing, misalnya menurut teori Herakleitos Tuhan itu seperti Logos, menurut teori dari Empedokles Tuhan itu sumber Cinta, menurut teori dari Anaxagoras Tuhan itu seperti Nus dan menurut Plato Tuhan itu Idea Tertinggi serta menurut teori Plato Tuhan itu Prima Causa sebab pertama dan menurut teori dari Aristoteles berbeda lagi sehingga tidak ada kesamaannya siapa dan bagaimana sifat Tuhan itu.
Theologi ialah ilmu yang membahas adanya Tuhan berdasarkan akal melulu. Theologi mengakui adanya Tuhan, tetapi pikiran ini tidak mampu meneruskan pemikirannya dan berhenti sampai disitu, sehingga Theologi ini tidak mengandung ajaran ibadah dan hukum agama, paling banter aliran ini hanya berspekulasi tentang adanya teori tentang etika yang juga saling berbeda rincian maupun globalnya.
Maka ara ulama membagi agama menjadi dua macam, yaitu agama Samawi dan agama Ardhi (atau agama Budaya). Agama Langit maksudnya ialah bahwa agama itu dari Tuhan, sedangkan agama Ardhi atau agama Budaya bahwa agama itu hasil pemikiran akal manusia. Tanda-tanda agama langit yang membedakannya dari agama”Budaya” ada 6, yaitu:

Agama Samawi Agama Budaya
1 Disiarkan oleh nabi-rasul utusan Allah Tidak mempunyai nabi atau rasul
2 Berpedoman kitab suci dari Allah Tidak mempunyai kitab dari Allah
3 Sistem kehidupan mengikuti aturan Allah Sistem kehidupan diatur oleh akal

4 Manusia tidak dapat mengubah agama Agama ditetapkan oleh manusia
5 Agama tidak luntur karena kritik akal Agama berubah sebab kritik akal
6 Konsep agama serba monoteistis Konsep agama bersifat politeistis

Agama langit mempunyai 6 ciri, yaitu:
i. Disiarkan oleh nabi atau rasul utusan Tuhan (S.2 Al-Baqarah 151)
ii. Mempunyai kitab suci yang dibawa oleh nabi atau rasul utusan Tuhan (S.42 Asy- Syura 17);
iii. Sistem kehidupan takluk dan mengarah kepada sistem dalam agama(S.17 Al-Isra` 81)
iv. Mentalitas penganutnya tidak dapat mengubah agama, tetapi agama mengubah mentalitas penganut itu(S.23 Al-Mu`minun 71);.
v Kebenaran prinsip agama tidak luntur oleh kritik akal karena ajaran agama tersebut tidak bertentangan dengan akal(S2 Al-Baqarah 147);
vi, Konsep agama serba monoteis, serba esa (S.112 Al-Ikhlash 1-4).
Agama Islam adalah suatu agama langit, dengan nabinya Muhammad dan kitab sucinya ialah Al-Quran. Sedangkan Agama Nasrani menurut pandangan Islam berasal dari agama langit, tetapi dalam perkembangannya agama Nasrani ini mengalami erosi longsoran lahan agama budaya. Nabi Isa diangkat menjadi Tuhan Anak, Kitab Injil menampung rembesan teori dari akalluar wahyu.
Kebenaran Islam yang tidak dapat dikalahkan oleh agama lain ialah sifat ESA Allah, kitab suci Al-Quran dengan bahasa Arabnya adalah abadi hidup terus, naskahnya tidak ada satu hurufpun yang hilang dan tidak ada perubahan sama sekali, Al-Quran berisi ajaran dunia akhirat, Al-Quran diperkuat dengan hadis, serta jaminan kebebasan berpikir yang menjamin keabadian agama Islam.
@ Beda nya Allah dari berhala tuhan buatan manusia
Allah dalam ajaran Islam mempunyai 20 sifat wajib dan 99 nama yang baik (Al-Asma`ul Husna).
Sifat wajib yang 20 bagi Allah ialah:
1)Wujud-2) Qidam—3)Baqa`-4) Mukhalafatuhu lil Hawaditsi-Qiyamuhu bi Nafsihi-5)Wahdaniyat-6)Qudrat-{14.Qadiran}-7)Iradat-{15.Muridan}- 8) ‘Ilmu- {16.’Aliman}. 9) Hayat –{17. Hayyan}. 10)-Sama’ [18. Sami’an]-11) Bashar – [19. Bashiran]-12) Kalam [20. Mutakalliman].
@Al-Asma`ul Husna
Nama-nama Allah Al-Asma`ul Husna disebut-sebut Allah dalam Al-Quran berikut:
قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَنَ أَيًّا مَا تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلًا(110)(الاسراء)
Artinya: “
“Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai Al -Asmaaul Husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu (s.17 Al-Isra`110)
اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى (طه8 )
“Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Dia mempunyai Al-Aasmaaul husna (nama-nama yang baik”(S.20 Thaha 8).
Ringkasan dari 99 nama Al-Asmaul Husna adalah sebagai berikut:
هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ(22)هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ(23)هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ(24)(الحشر)
Artinya: “Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”(S.59 Al-Hasyr 22-24). Secara lengkap 99 nama Al-Asma`ul Husna tercatat dalam hadis Turmudzi no. 3429 dan Ibnu Majah no.3851.
Adapun berhala atau tuhan buatan manusia, tidak mempunyai sifat seperti Allah dalam agama Tauhid. Jika seandainya berhala tadi mempunyai sifat yang mirip dengan sifat Allah, maka dia hanya mempunyai dua-tiga sifat, misalnya”pencipta, pemelihara, perusak” jumlahnya tidak dapat mengalahkan 20 sifat Allah, lebih-lebih nama-nama yang 99 itu, maka tuhannya orang musyrik atau agama berhala tidak mungkin menyamai 99 nama seperti Al-Assmaul Husna Allah dalam agama Islam.



Muhammad Abu Zahrah, seorang pakar hukum Islam merumuskan skala prioritas ini dalam kitab Ushul Fiqhnya sebagai berikut:
Dalil yang isinya sangat jelas, tegas sekali, mengalahkan dalil yang samar-samar, remang-remang, sulit sekali ditetapkan makna mana yang dimaksud dengan tertib urutannya sebagai berikut:
i.Muhkam, yaitu nash yang paling jelas, tegas sekali, tidak bisa diartikan lain.
“(Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah, Yang bersemayam di atas `Arsy”(S.42 a11)
“…dan tidak (pula) mengawini isteri-isterinya selama-lamanya” (S. 33 Al-Ahzab 53)
ii.Mufassar, nash yang jelas karena sudah ada tafsirannya.
Artinya: “Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera”(S.24 An-Nur 2)
Arinya: “Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama” (S.15 Al-Hijr 30)_
iii.Nash, yaitu yang jelasnya karena ada klausul yang memperjelas maknanya.
Artinya: “Katakanlah: "Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir … "(S.6 Al-An’am 145).
Artinya: “… sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat ..”
Artinya: “Diwajibkan atas kamu, apabila seorang di antara kamu kedatangan (tanda-tanda) maut, jika ia meninggalkan harta yang banyak, berwasiat untuk ibu-bapa dan karib kerabatnya secara ma`ruf, (ini adalah) kewajiban atas orang-orang yang bertakwa.
iv.Zhahir, yang jelas di bawah pertama, kedua dan ketiga di atas.
Artinya; “…padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…”(S.Al-Baqarah 275).
Artinya: “….maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat…”(s.4 An-Nisa` 3).
v.Khafiyyu, yang tidak maknanya, maksudnya tersembunyi, misalnya pengertian mencuri: Bagaimana mencopet,mencuri kain kafan di dalam kubur?.
Artinya: “Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”(s.5 Al-maidah 38).
vi. Musykil, tidak jelasnya sebab ada dua arti yang sama kuat, tidak bisa dipilih, misalnya lafal Quru` =suci atau haid?.
Artinya: “Wanita-wanita yang ditalak hendaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru` “(S.2 Al-Baqarah 228). Mujmal, tidak jelasnya karena terlalu umum, misalnya .
vii.. Al-Mujmal
Al-Mujmal yaitu suatu lafal yang maknanya sangat luas mencakup apa saja, sehingga dia memerlukan penjelasan dan rincian yang menunjukkan kepada arti bagiannya yang lebih kecil. Misalnya nash yang berisi perintah shalat, zakat, puasa atau haji, maka perintah ini memerlukan penjelasan tentang bagaimana cara melaksanakan shalat, angka-angka tentang zakat, waktu-waktu untu melaksanakan puasa dan amalan ibadah haji serta waktu atau tempat ibadah ini dilksanakan.
Ad viii. Al-Mutasya>bih Al-Mutasya>bih yaitu suatu lafal yang arti maksudnya tersembunyi sangat rahasia, sulit sekali untuk menelusuri maksud yang dikehendaki oleh lafal itu. Walaupun demikian Ar-Ra>ghib memberikan suatu kemungkinan seorang ulama mampu menggali maksud tersebut. misalnya: Wajah Allah, singgasana Alalh berikut:.
(8) كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجْهَهُ لَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ(88)(القصص)
Artinya: “..Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. BagiNyalah segala penentuan, dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan”(S.28Al-Qashash8). ( الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى(5)(طه)
Artinya: “(Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah, Yang bersemayam di atas `Arsy.” (S.20 Thaha 5).

Sssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssss
Ad 1. Al-Muh}kam
Al-Muh}kam ialah suatu nash yang mempunyai satu-satunya arti yang mudah difaham, jelas sekali, sangat tegas dan tidak bisa diartikan lain.
Contoh (1)
وَلَا أَنْ تَنْكِحُوا أَزْوَاجَهُ مِنْ بَعْدِهِ أَبَدًا (الاحزاب 53)
Artinya: “ …dan tidak (pula) mengawini isteri-isterinya selama-lamanya sesudah ia wafat” (S.33 Al-Ahzab 53).
Contoh(2)
وَلَا تَقْبَلُوا لَهُمْ شَهَادَةً أَبَدًا (النور 4)
Artinya: “dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya”(S.24 An-Nu>r 4). Di dalam dua ayat ini ditegaskan dengan Abadan= Selama-lamanya.
2170 عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ َالْجِهَادُ مَاضٍ مُنْذُ بَعَثَنِي اللَّهُ إِلَى أَنْ يُقَاتِلَ آخِرُ أُمَّتِي الدَّجَّالَ لَا يُبْطِلُهُ جَوْرُ جَائِرٍ وَلَا عَدْلُ عَادِلٍ وَالْإِيمَانُ بِالْأَقْدَارِ (رواه-ابوداود) *
Artinya: “ Dari Anas ibnu Ma>lik bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “ Jihad itu berlaku terus sejak Allah mengutus aku sampai umatku yang terakhir berperang melawan Dajjal, tidak bisa dibatalkan oleh dosanya pelaku dosa dan adilnya seorang yang paling adil serta iman kepada takdir” (HR.Abu> Dawu>d )11 Disini disebutkan: “Sampai umatku yang terakhir”.
Ad 2. Al-Mufassar
Al-Mufassar ialah suatu nash yang menunjuk makna langsung dari jalinan kata-katanya tanpa Ta’wi>l atau Tafsi>r walaupun bisa terkena nasakh. Al-Mufassar bisa berwujud angka yang rinci atau jumlah menyeluruh, misalnya angka 100 atu 80 berikut atupun dengan bunyi kata-kata “seluruhnya”.
Contoh (1)
الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ (النور 2)
Artinya: “Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera”(S.24 An-Nu>r 2)
Contoh (2)
فَاجْلِدُوهُمْ ثَمَانِينَ جَلْدَةً (النور 4)
Artinya: “… maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera” (S.24 An-Nu>r 4)
Contoh (3)
فَسَجَدَ الْمَلَائِكَةُ كُلُّهُمْ أَجْمَعُونَ (الحجر30)
Artinya: “Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama”(S.15 Al-H}ijr 30). Pada contoh no.1 disebut dengan angka 100 dan dan no.2 disebut dengan angka 80 sedangkan no.3 disebut dengan istilah Ajma’u>n artinya semuanya.
Al-Mufassar bisa terjadi dalam bentuk kedua, yaitu: Tafsi>r asy-syar’i, seperti nash yang berbentuk Mujmal, yaitu perintah shalat, zakat atu puasa, maka semua ini telah diTafsi>rkan melalui nash atau hadis yang memerincinya yang didasarkan atas ayat berikut:
وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ (النحل44)
Artinya: “Dan Kami turunkan kepadamu Al Qur'an, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan”(S.16 An-Nah}l 44).
Ad 3. An-Na>sh
An-Na>sh ialah suatu lafal yang memberi makna secara langsung yang timbul dari bentuk dan jalinan kata-katanya, namun dimungkinkan adanya Ta’wi>l dan Nasakh terhadap lafal ini. Secara umum An-Na>sh itu lawan dari Ijma` dan Qiyas, secara khusus Nash itu dalil yang bukan Muh}kam, tidak Mufassar dan tidak pula Zha>hir .
Contoh (1)
فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ (النساء 3)
Artinya: “...maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat”(S.4 An-Nisa>`3)
Kalimat ini langsung memberi arti dibolehkannya seorang laki-laki kawin sampai empat orang isteri, difaham dari adanya bunyi ayat yang menyusul, bahwa jika kamu tidak mampu berbuat adil maka satu orang saja, yaitu:
فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلَّا تَعُولُوا(النساء 3)
Artinya: “Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya” (S.4 An-Nisa>` 3)
Contoh (2)
وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا(البقرة 275)
Artinya: “ Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba”(S.2 Al-Baqarah 275).
Bunyi ini memberi arti yang jelas langsung secara sekilas dan jelas bahwa jual-beli itu hukumnya berbeda dari hukum riba, jual beli itu halal riba itu haram, ketentuan ini menentang pendapat orang yang menyamakan riba itu sama dengan jual beli seperti bunyi lafal berikut:
ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا( البقرة 275).= “…padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba(S.2 Al-Baqarah 275).
Contoh (3) dan (4)
Al-Qura>n S.24 An-Nu>r 2 yang menetapkan wajibnya hukuman jilid.
(4) S.5 Al-Ma>idah 38 memberi arti wajibnya hukuman potong tangan atas pencuri.
Ad 4. Azh-Zha>hir
Azh-Zha>hir ialah suatu lafal yang sekilas memberi arti langsung dari kata-kata itu sendiri, tanpa adanya klausul dari luar yang menambah atau memperjelas dan tidak perlu melihat pernyataan di luarnya. Sementara itu lafal Zha>hir memberi kemungkinan adanya Ta’wi>l dan Tafsi>r.
Contoh
وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا(البقرة 275)
Artinya: “Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba”(S.2 Al-Baqarah 275).
Bunyi kalimat itu langsung memberi arti halalnya jual-beli dan haramnya riba. Para sahabat sepakat untuk mengamalkan lafal menurut zhahirnya lafal.
Muh}ammad Sala>m Madku>r dalam catatan kaki kitab Ushul-Fiqhnya 12 mencatat bagaimana membedakan dua persoalan Nash dengan Zha>hir ini sebagai berikut: Agar lebih jelas kita lihat contoh, yaitu jika seseorang berkata:
رايت فلانا حين جاءني القوم =”Aku melihat seseorang saat kaum itu datang padaku”
Pernyataan atau klausul “Saat kaum itu datang” merupakan ciri-ciri An-Na>sh. Dan pernyataan:”Aku melihat seseorang” tanpa adanya klausul tambahan kalimat: “Saat kaum itu datang” maka lafal ini dinamakan Azh-Zha>hir.
Ad 5. Al-Khafiyyu
Al-Khafiyyu merupakan lawan istilah Zha>hir, yaitu suatu dalil yang di dalamnya terdapat arti yang kabur dan tidak jelas dari sebagian sisinya.
Contoh
وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوا أَيْدِيَهُمَا (الماءدة 38)= Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (S.5 Al-Ma>idah 38).
Ayat ini akan menjadi tidak jelas jika dihadapkan kepada lafal An-Nabba>sy (النباش) (= Pencopet ) atau An-Na>sysya>l (النشال) artinya mencuri kain kafan dari mayat yang ada didalam kubur. Apakah pencopet atau pencuri kain kafan ini hukumannya sama dengan pencuri? Inilah letak pangkal ketidak jelasan itu.
6. Al-Musykil
Al-Musykilu adalah lawan dari istilah Nash, yaitu lafal yang tidak jelas artinya disebabkan karena bunyi lafal itu sendiri dan mempunyai makna lebih dari satu, sehingga memerlukan klausul penjelasan arti mana yang dikehendakinya.
Lafal Musykil itu tidak jelas artinya, karena ada dua sebab, yaitu:
- Tidak jelasnya itu karena makna lafal itu Musytarak yaitu satu lafal mempunyai dua arti yang seimbang sama kuatnya.
Contoh
وَالْمُطَلَّقَاتُ يَتَرَبَّصْنَ بِأَنْفُسِهِنَّ ثَلَاثَةَ قُرُوءٍ (البقرة 228)
Artinya: “Wanita-wanita yang ditalak hendaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru`”(S.2 Al-Baqarah 228)
Lafal Quru>`in ( قُرُوءٍ ) jamak dari Al-Qar`u, mempunyai dua arti yang sama kuatnya
bahwa dia itu artinya “Suci” sekaligus juga berarti “Haid” . Kemudian untuk menetapkan arti yang mendekati kebenaran harus dicari dalil lain. Imam Syafi’imemilih arti suci, sedangkan Imam Hanafi menunjuk arti haid untuk lafal Al-Qar`u ini.
- Faktor tidak jelasnya lafal Musykil itu disebabkan karena dijumpainya nash lain yang difahami seakan-akan ada pertentangan antar keduanya.
Contoh
(مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ (النساء79)
“Apa saja ni`mat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri”(S.4 An-Nisa’>` 79).
Ayat ini menjadi Musykil jika difaham melalui ayat berikut:
وَإِنْ تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَقُولُوا هَذِهِ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَقُولُوا هَذِهِ مِنْ عِنْدِكَ قُلْ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ(النساء 78)
Artinya: “ …dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muh}ammad)". Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi Allah".(S.4 An-Nisa>` 78)
قُلْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ أَتَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ (الاعراف 28)
Artinya: “Katakanlah: "Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji." Mengapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?”(S. 7 Al-A’ra>f 28)
وَإِذَا أَرَدْنَا أَنْ نُهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُوا فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيرًا (الاسراء16)
Artinya: “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menta`ati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya”(S.16 Al-Isra>` 16)
AbdulWahha>b Khalla>f dalam kitabnya ‘Ilmu Ushu>lul Fiqh13 memberikan petunjuk dan syarat bagaimana memecahkan serta mengatasi kesulitan masalah yang Musykil, yaitu bahwa usaha untuk mencari makna yang mendekati kebenaran dari isi ayat itu ialah dengan IJTIHAD oleh mujtahid melalui penelusuran dalil dan klausul yang dapat memperjelas makna ayat-ayat itu. Jika dipandang perlu dapat dilakukan pemahaman melalui dalil lain, Qa>‘idah Syar’iyyah atau H}ikmatut – Tasyri>’
Ad 7 . Al-Mujmal
Al-Mujmal yaitu suatu lafal yang maknanya sangat luas mencakup apa saja, sehingga dia memerlukan penjelasan dan rincian yang menunjukkan kepada arti bagiannya yang lebih kecil. Misalnya nash yang berisi perintah shalat, zakat, puasa atau haji, maka perintah ini memerlukan penjelasan tentang bagaimana cara melaksanakan shalat, angka-angka tentang zakat, waktu-waktu untu melaksanakan puasa dan amalan ibadah haji serta waktu atau tempat ibadah ini dilksanakan.
Ad 8. Al-Mutasya>bih
Al-Mutasya>bih yaitu suatu lafal yang arti maksudnya tersembunyi sangat rahasia, sulit sekali untuk menelusuri maksud yang dikehendaki oleh lafal itu. Walaupun demikian Ar-Ra>ghib memberikan suatu kemungkinan seorang ulama mampu menggali maksud tersebut.
NATIJAH
1. Hasil ijtihad akal dapat diterima kebenarannya selama masih diakui benar oleh seluruh umat manusia, segala tempat dan semua jaman kapanpun juga.
Hadis kebenarannya tidak dapat dikalahkan ialah yang diakui benar oleh jumlah ulama yang paling besar, tidak dimansukh berlaku selama-lamanya, bertingkat dan berkurang bobotnya jika syarat-syaratnya berkurang.
Al-Quran secara umum bobot kebenarannya paling tinggi, secara rinci bobot kebenaran yang tertinggi mengalahkan semua yang dibawahnya dari yang Muhkam, Mufassar, Nash, Zhahir, Khafiy, Musykil, Mujmaldan Mutasyabih.Maka yang terakhir atau yang terbawah tidak mungkin mengalahkan bobot kebenaran tingkat yang di atasnya.
(((((((((((((((((((o0o)))))))))))))))))))))



- s
(11) Tafsir Maudhu'ii Kontemporer

BENAR YANG HAKIKI
Pengantar
Setiap terjadi pertengkaran yang paling kecil kakak beradik sekandung bahkan sampai Perang Dunia kedua tahun 1941-1945, pasti masing-masing pihak mengaku dirinya benar sedangkan pihak lawannya yang salah. Pada waktu perebutan suatu tahta kekuasaan beberapa waktu yang lalu suatu kelompok membentuk barisan pembela kebenaran dengan janji bahwa siapa yang meninggal diyakinkan akan masuk sorga, sayang setelah 3 bulan kemudian tidak ada kabar beritanya lagi perkembangan pembela kebenaran itu.
Demikian juga waktu menghujankan bom-bom napalem ke Afghanistan, Irak, lalu presiden George Bush mengaku benar sendiri walaupun dunia internasional dan masyarakat Amerika warganya sendiri menyatakan Bush telah berbuat salah. Israil menyerbu Libanon membunuh 610 orang semua orang sipil dan hampir semua wanita dan anak-anak semua mengaku benarnya sendiri. Pertanyaannya: Manakah yang benar dari semua peristiwa pergulatan benar dan salah di dunia ini?
Untuk mencari kebenaran yang hakiki kita tembus melalui jendela cahaya Al-Quran berikut:
I. S.5 Al-Baqarah 146-147
الَّذِينَ ءَاتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْرِفُونَهُ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَاءَهُمْ وَإِنَّ فَرِيقًا مِنْهُمْ لَيَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ(146)الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ(147)وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ أَيْنَ مَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ(148)(البقرة)
II. Artinya:
“Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu. Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”(S.2 Al-Baqarah 147-148).
III.Tema&sari tilawah
1. Tiap agama Samawi meyakini pedoman tertinggi ialah Kitab Suci.
2. Kaum Yahudi dan Nasrani sangat mendambakan akan datangnya Muhammad seorang nabi yang dijanjikan.
3. Sebagian dari mereka menyembunyikan kebenaran padahal mereka mengerti.
4. Yang benar itu datang dari Allah tidak dapat diragukan sama sekali
5. Tiap kelompok mempunyai arah kiblatnya maka mereka harus berlomba
6. Dzat Yang Maha Kuasa akan mengumpulkan seluruh umat manusia.
hngnIV,Pertanyaan&analisa jawaban
1. Apa yang disebut benar, mana yang dinilai salah? Yang disebut benar itu ialah cocoknya pernyataan dengan yang diucapkan, cocok selama-lamanya.
2.Bagaimana cara mencari kebenaran menurut alur pikiran kaum diluar agama Samawi? Membahas kebenaran dengan mereka yang beragama bukan agama Samawi ialah melalui ilmu logika.
3. Bagaimana jalan mencari kebenaran yang hakiki itu? Mencari kebenaran yang hakiki ialah melalui kitab suci, ilmu dari Allah.
V.Pendalaman dan penelitian
S A T U
Yang benar bedanya dari yang salah
1. Apa yang disebut benar, mana yang dinilai salah? Yang disebut benar itu ialah cocoknya pernyataan dengan yang diucapkan, cocok selama-lamanya.
2.Bagaimana cara mencari kebenaran menurut alur pikiran kaum diluar agama Samawi? Membahas kebenaran dengan mereka yang beragama bukan agama Samawi ialah melalui ilmu logika.
3.Bagaimana jalan mencari kebenaran yang hakiki itu? Mencari kebenaran yang hakiki ialah melalui kitab suci, ilmu dari Allah.

Yang disebut benar itu ialah: Kecocokan pernyataan dengan fakta yang dinyatakan, ucapan cocok dengan yang diucapkan, antara teori sesuai dengan praktik, antara pikiran cocok dengan realitas, maka teori ini dinamakan teori korespondensi. Kemudian yang benar itu ialah kecocokan antara benar yang baru dengan benar yang sudah ada sebelumnya. Misalnya 1+1=2 ini benar pertama, maka 2+2=4 benar kedua harus cocok dengan benar yang pertama. Sebaliknya jika tidak ada kesesuaian antara pernyataan dengan fakta yang dinyatakan, antara benar yang lama dengan pernyataan yang baru maka namanya ialah salah atau tidak benar. Kemudian kebenaran kedua tidak cocok dengan kebenaran pertama ini namanya salah. Contohnya 1+1=2 kemudian 3=1 atau 1=3 ini logikanya tidak cocok dinamakan salah atau tidak benar.
Sebagai perbandingan dapat diperhatikan contohnya di dalam Al-Quran S.20 Thaha 69 pertandingan antara mukjizat Nabi Musa melawan sihir dari tukang sihir Fir'aun, yaitu:
وَأَلْقِ مَا فِي يَمِينِكَ تَلْقَفْ مَا صَنَعُوا إِنَّمَا صَنَعُوا كَيْدُ سَاحِرٍ وَلَا يُفْلِحُ السَّاحِرُ حَيْثُ أَتَى(69)فَأُلْقِيَ السَّحَرَةُ سُجَّدًا قَالُوا ءَامَنَّا بِرَبِّ هَارُونَ وَمُوسَى(70)(طه)
Artinya: “Dan lemparkanlah apa yang ada di tangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat. Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang. Lalu tukang-tukang sihir itu tersungkur dengan bersujud, seraya berkata: “Kami telah percaya kepada Tuhan Harun dan Musa”(S.20 Thaha 69-70).
Ayat di atas ini mengandung makna bahwa Nabi Musa mempunyai mukjizat yang benar, bahwa tongkat Nabi Musa itu bisa menjadi ular sungguh luar biasa. Tukang sihir Fir’aun membuat ular palsu yang disulap dari tongkat,menurut Ilmu Sihir jika ular hasil sihir itu dipegang akan kembali menjadi kayu atau akar bahar lagi. Tetapi di dalam pertandingan adu ular ini maka ular-ular palsu buatan tukang sihir Fir’aun itu ditelan oleh ular dari tongkat mukjizat Nabi Musa. Para tukang sihir itu menjadi taajub luar biasa sebab ular sihirnya itu biasanya kembali menjadi kayu atau tongkat kembali, tetapi ternyata ditelan mentah-mentah oleh ular mukjizat Nabi Musa tidak ada bekasnya sama sekali. Artinya ular buatan tukang sihir itu salah dan mukjizat Nabi Musa kebenarannya jauh sangat tinggi tidak dapat ditandingi oleh sihir buatan setan melalui tukang-tukang sihir Fir’aun.
B A B D U A
Cencari kebenaran lewat logika
1. Apa yang disebut benar, mana yang dinilai salah? Yang disebut benar itu ialah cocoknya pernyataan dengan yang diucapkan, cocok selama-lamanya.
2.Bagaimana cara mencari kebenaran menurut alur pikiran kaum diluar agama Samawi? Membahas kebenaran dengan mereka yang beragama bukan agama Samawi ialah melalui ilmu logika.
3.Bagaimana jalan mencari kebenaran yang hakiki itu? Mencari kebenaran yang hakiki ialah melalui kitab suci, ilmu dari Allah.


Jika diteliti dengan cermat ternyata yang disebut benar itu bertingkat-tingkat, yaitu, benar tingkat rendah, tingkat menengah dan tingkat tingi. Yang paling bawah kebenarannya dikalahkan oleh yang lebih tinggi, yang tinggi tidak dapat dikalahkan oleh yang bawah, yang paling tinggi tidak mungkin dapat dikalahkan oleh yang ada di bawahnya.
Lebih dalam lagi kebenaran harus diteliti melalui tiga dimensi:
1) Faktor jumlah saksi.
Dilihat dari peringkat jumlah kwantitas subyek (saksi) yang mengakui kebenaran tersebut, maka suatu kebenaran yang hanya diakui oleh satu orang akan dikalahkan oleh kebenaran yang diakui oleh dua orang, yang diakui benarnya oleh satu pihak dikalahkan oleh kebenaran yang diakui oleh dua pihak, dan yang diakui oleh dua-tiga pihak dikalahkan oleh kebenaran yang diakui oleh semua pihak
2) Faktor tempat
Kebenaran yang diakui di satu tempat dikalahkan oleh kebenaran yang diakui oleh seluruh tempat, kebenaran lokal dikalahkan oleh kebenaran yang diakui oleh kalangan yang lebih luas, yang regional dikalahkan oleh yang nasional, yang nasional dikalahkan oleh kebenaran yang diakui secara internasional seluruh jagad.
3) Faktor waktu
Dari sisi waktu, maka kebenaran yang diakui benarnya hanya sebentar akan dikalahkan oleh kebenaran yang diakui oleh manusia dalam waktu yang lebih lama, yang hanya satu hari akan dikalahkan oleh kebenaran yang berlaku satu bulan, dikalahkan yang berlakunya satu tahun, atau satu abad, semua itu dikalahkan oleh kebenaran yang diakui benarnya selama satu jaman bahkan kebenaran yang diakui selama-lamanya akan mengalahkan kebenaran yang hanya diakui benarnya hanya satu bagian waktu, yang abadi mengalahkan yang hanya sementara dan yang terakhir mengalahkan kebenaran yang lama.
Di samping factor jumlah, tempat dan waktu maka kebenaran juga sangat ditentukan oleh sumber ilmu dalam menemukan kebenaran, yaitu:
@ Faktor Sumber Ilmu
Dari sisi sumber ilmu kebenaran dibagi menjadi 4 tingkat, yaitu:
i). Pengetahuan (knowledge), ialah suatu ilmu yang diperoleh hanya melalui alat indra melulu. Maka kebenran yang hanya bersumber dari panca indra, kebenarannya sangat tergantung kepada kesehatan alat indra dan tata kerja alat indra dengan otak. Jika alat indra itu sakit maka kebenarannya dikalahkan oleh kebenaran yang diperoleh melalui alat indra yang sehat. Pengetahuan yang diperoleh dari alat indra melalui indra yang bekerja sama dengan otak tertib dan normal akan mengalahkan kebenaran pengetahuan yang diperoleh dari alat indra yang tidak bekerja sama dengan otak secara normal atau terputus-putus. Misalnya otak yang sedang melamun atau sedang linglung sebab mabuk berat maka dia akan dikalahkan oleh pengetahuan yang diperoleh melalui alat indra yang otaknya sehat dan normal bekerja dengan lurus.
ii).Ilmu (Sience) atau teori ialah pengetahuan yang diperoleh dari alat indra yang sehat dan bekerja dengan lurus lalu dikembangkan melalui metodologi penelitian ilmiah yang dites-diujikan terhadap hampir seluruh bahan dan lahan. Dari dasar ini maka ilmu yang dihasilkan dari pengetahuan yang dikembangkan dengan sangat hati-hati, teliti dan akurat-maksimal serta pengembangannya dilaksanakan dengan metodologi penelitian ilmiah, maka kebenarannya akan mengalahkan ilmu yang diperoleh secara acak-acakan, amburadul dan sembrono. Suatu teori hasil dari penelitian melalui metodologi penelitian ilmiah yang dilaksanakan dengan maksimal sangat ketat maka kebenarannya akan mengalahkan teori hasil dari penelitian yang kurang maksimal sembrono. Para dosen pakar spesialis ahli masing-masing cabang disiplin ilmu dari semua perguruan tinggi atau universitas setiap kali selalu melakukan ujian terhadap skripsi, tesis atau disertasi hasil penelitian mahasiswa S-1, S-2 sampai S-3 untuk mencari kebenaran yang terakhir.
iii).Filsafat, yaitu suatu teori hasil dari pengetahuan yang dikembangkan secara metodologis ilmiah maksimal dan diteruskan dengan berpikir sedalam-dalamnya, teratur, sistematis, bebas, radikal, universal. Kebenaran tingkat filsafat mengalahkan teori (sience). Demikian juga filsafat hasil pemikiran yang kurang maksimal kurang tertib, tidak teratur, tidak melalui , sistematika yang lurus, kurang bebas, tidak sempurna maka hasilnya akan dikalahkan oleh filsafat yang dilakukan dengan maksimal sempurna 100% sepenuhnya.
iv).Wahyu, oleh karena manusia itu adalah makhluk yang tidak sempurna, sehingga pengetahuan, teori dan filsafat hasil akal manusia itu tidak sempurna, kebenaran semua tingkat pengetahuan-indrawi, teori ilmiah dan filsafat akal manusia ini tidak lepas dari sifat akal manusia yang spekulatif-untung-untungan, hipotetis benar sementara. Maka pengetahuan, ilmu dan filsafat semua dikalahkan oleh wahyu sebagai ilmu Tuhan yang Maha Sempurna, kekal-abadi selama-lamanya, sebagian dari padanya berwujud wahyu yang diberikan kepada para nabi dan rasul.
@ .Benar antara hipotetis-spekulatif dan benar yang hakiki
1.Ontologis - tidak terkalahkan
Anselm (1109M) seorang teolog ahli filsafat Italia, menyatakan bahwa Tuhan itu adalah suatu wujud yang tidak mungkin dikalahkan dalam segala seginya. Dalam hal ini kebenaran dalam segala seginya dari Ilmu Tuhan tidak dapat dikalahkan tidak dapat disalahkan tidak dapat dicari salahnya. Maka sesuatu yang tidak dapat dikalahkan itulah satu-satunya yang disebut Tuhan.
Al-Quran menyatakan bahwa yang tidak terkalahkan itu tidak dua tidak tiga tidak lebih dari satu, yaitu dalam S.42 Asy-syura 11, S.112 Al-Ikhlash 1-4, S.57 Al-hadid 3, S.21 Al-Anbiya` 22, S.6 Al-an’am 102-103.
فَاطِرُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَمِنَ الْأَنْعَامِ أَزْوَاجًا يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ(الشوري11)
Artinya: “(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat”(S.42 Asy-Syura 11)
فَاعْبُدُوهُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ()لَا تُدْرِكُهُ الْأَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْأَبْصَارَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ (الانعام 102-103)
Artinya: “(Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu. Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui”(S.6 Al-An’am 102-103).
2 Kosmologis asal segala sebab
Thomas Aquinas (1274M), seorang teolog dan ahli filsafat Katholik mengemukakan teori Hukum Kausalitas bahwa apa saja yang ada di alam ini pasti disebabkan oleh sebab sebelumnya. Misalnya cucu dari anak, anak dari bapak, bapak dari kakek, kakek dari Mbah Buyut, dari Canggah, dari wareng dan orang-orang sebelumnya dan seterusnya dari manusia pertama, manusia pertama dari tanah, tanah dari bumi, bumi dari titik singularitas zat Mutlak. zat mutlak dari mana? Akhirya sebab dan akibat ini sampailah kepada sebab pertama yang tidak ada sebab sebelumnya. zat mutlak ada yang membuat yaitu Tuhan dan sebelum Tuhan tidak ada sebab. Maka suatu wujud yang tidak ada sebab sebelumnya itulah yang disebut Tuhan.
Tuhan dalam Islam dinamakan Allah sebab tidak ada sesuatu apapun juga sebelum Allah, maka Allah itu adalah Maha Esa, bukan Brahma, Wisnu, Syiwa, bukan Budha Gautama, bukan Kong Hu Chu, bukan Amaterasu (tuhannya bangsa Jepang) bukan Tritunggal, bukan Trimurti, bukan tuhan-tuhan dengan nama-nama di luar Islam, bukan Yesus,.
Arius (336M) dari Aleksandria lulusan Sminari Antioki, tokoh Kristen dia menolak ketuhanan Yesus dan dia yakin bahwa Yesus adalah makhluk. Dalam konsili Nicaea tahun 325M Arius menentang keras Bishop Athanasius (373M) yang mengajarkan bahwa Yesus itu Anak Tuhan (Son of God) begitu Yesus lahir itulah Tuhan sendiri yang datang katanya (Lihat Encarta ® 2006. ©
Allah itu Tuhan yang Maha Esa Mutlak, absolut Maha, suci dari sifat-sifat yang dibuat oleh orang musyrik. Allah berfirman dalam Al-Quran:
بَدِيعُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ أَنَّى يَكُونُ لَهُ وَلَدٌ وَلَمْ تَكُنْ لَهُ صَاحِبَةٌ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ(101)ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ فَاعْبُدُوهُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ (الانعام 101-102)
Artinya: “Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu. (Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu”(S.6 Al-An’am 101-102).
Ar-Raghib pakar Ilmu Tafsir menerangkan bahwa Allah itu dalam menciptakan makhluk tidak memakai alat tidak dengan bahan sebelumnya serta tidak ada contoh bahkan tidak terkait waktu dan tempat. Ayat-ayat berikut dapat memperjelas masalah ini lebih lanjut, yaitu: Al-Quran S.79 An-Nazi’at 27-30 dan S.41 Fushshilat 9-11, S.40 Ghafir 62,S.13 Ar-Ra’du 16;S.39 Az-Zumar 4, S.35 Fathir 3.
3 Teleologis serba perencanaan yang sangat teliti
Dengan membaca uraian di bawah ini para pembaca dimohon merenungkan apa dan bagaimana hakikat yang benar itu.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Hubble 1929 bahwa umur alam semesta ini sudah berlangsung selama 18 milyar tahun dan alam semesta berjalan di atas sejarahnya selalu menepati angka-angka ukurannya yang tepat luar biasa, kecepatan waktu dan tempat kedudukan pada setiap detiknya, mulai jalannya elektron di dalam setiap atom sampai gaksi terbesar Andromeda di angkasa luar, misalnya matahari tiap tanggal 21 Maret pasti tiba di titik Aries, satu kali putaran memakan waktu 364,2425 hari kemudian dibagi menjadi 1 tahun, 12 bulan dan seterusnya menjadi bulan, hari, jam, menit, detik. Konon bintang berekor di langit itu satu kali putaran lamanya 360 tahun menurut ukuran waktu matahri. Oleh karena tepatnya waktu yang ditempuh masing-masing benda langit itu maka peristiwa gerhana dapat dihitung dan sangat tepat terjadi betul-betul. Misalnya gerhana matahari total yang terjadi di Indonesia tahun 1983 yang lalu itu disaksikan oleh kira-kira 500.000 wisatawan asing yang berdatangan ke Indonesia saat gerhana matahari total tanggal 11 Juni 1983 itu.
W.R. Matthews menyatakan bahwa melihat keteraturan dan aturan yang sistematis, tertib dan jalannya yang sangat tepat dari suatu titik abstrak ke titik-titik berikutnya sebagai proses jalannya lalu lintas alam semesta kehidupan seluruh makhluk yang dapat disebut sebagai Hukum Alam atau Sunnatullah, maka Matthews yakin pasti ada Dzat yang merencanakan dan mengawasi jalannya Hukum Alam ini, maka Matthews mengemukakan teori bahwa yang merencanakan, menciptakan dan mengawasinya adalah Tuhan.
# Asal-usul alam semesta
Usaha untuk mencari kebenaran yang hakiki sayogyanya kita merenungkan bagaimana asal usul alam semesta berikut ini, yaitu:
Ada tahap-tahap penciptaan alam semesta, yaitu:
Tahap pertama: Dispekulasikan awalnya ada Satu Kosmos, yaitu paduan dalam ukuran NOL ,materi, waktu, energi bersatu didalamnya, keadaan ini adalah hampir tidak ada ( sayup-sayup antara ada dan tidak ada). Menurut buku Al-Quran&Iptek-tulisan Baiquni (1994:40) penulis ini mengarahkan teori Big Bang yang terkenal itu kepada Al-Quran S.21 Al-Anbiya` 30, S.51 Adz-Dzariyat 47, S.4 Fushshilat 53, S.10 Yunus 101, S.88 Al-Ghasyiyah 17-18 S.3 Ali ‘Imran 190-191,S.54 Al-Qmar 49,S.41 Fushshilat 11-12,Hud7:
أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ (30)(الانبياء)
Artinya: “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman? (S.21 Al-Anbiya` 30).
Buku Baiquni itu mencatat pernyataan para fisikawan disana terdapat 2 poin pernyataan, yaitu:
1).Kira-kira 15 atau 25 milyar tahun yang lalu semesta alam, energi, materi, ruang dan waktu semua keluar dari SATU TITIK singularitas yang menyimpan daya potensi yang luar biasa besarnya.
2) Sebelum peristiwa ini terjadi, maka: (a) Tidak ada energi; (b) Tidak ada materi; (c) Tidak ada ruang; (d) Tidak ada waktu.
Baiquni menambahkan bahwa proses ledakan dan kemudian mendingin itu terjadi dalam waktu yang Maha Cepat, yaitu sepuluh pangkat minus 34 detik, akibatnya energi berubah menjadi materi. {Kecepatan waktu = 10 pangkat minus 34 Detik}.
Pernytaan ini harus kita ditambah no.3, yaitu:
3) Sebelum peristiwa itu, maka tidak ada apa-apa kecuali Tuhan Allah dan salah satu dari 20 sifat Allah itu ialah Qidam artinya lebih dahulu sebelum ada seluruh makhluq. Allah berfirman:
إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي (14)(طه)
Artinya: “Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang haq) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah salat untuk mengingat Aku”(S.20 Thaha 14).
لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (2) هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ (3)(الحديد)
Artinya: “Kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Lahir dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu”(S.57 Al-Hadid 2-3).
كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ () وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ (الرحمن 26-27)
Artinya:” Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan”(S.55 Ar-Rahman 26-27).
Tahap kedua: Buku Akhirat Tidak Kekal (1904:56) mencatat bahwa sesaat setelah ledakan hebat Big Bang itu, maka suhu yang sangat panas tak terhingga tadi setinggi 10 pangkat 10 derajat Kalvin, yaitu panasnya pusat matahari, setingkat dengan panasnya bom-Hidrogen, tidak ada materi yang mampu bertahan terhadap suhu panas ukuran ini. Lalu 100 detik kemudian turun menjadi 10 pangkat 9 atau satu milyar derajat selanjutnya terciptalah helium, hidrogen seterusnya jutaan tahun sesudah itu terbentuklah jenis-jenis unsur alam semesta, ruang bertambah besar dan waktu bertambah maju. Terbentuklah bintang, gugusan bintang, matahari, bumi yang terbentuk dari serpihan pecahan akibat dari dentuman hebat dari Big Bang.
# Buku Bintang&Planet (1985:12) mencatat bahwa kebanyakan ilmuwan cenderung membenarkan umur alam semesta ini sekitar 18-25 milyar tahun sejak dentuman hebat Big Bang. Sekian miyar tahun sesudah itu terciptalah bintang dan planet alam semesta kemudian tumbuh makhluk hidup di permukaan planet bumi sehingga mulailah sejarah kehidupan umat manusia berlangsung. Dari penelitiannya tahun 1929M Huble terkesan bahwa semesta alam ini ternyata berkembang terus, bagaikan balon kanak-kanak yang ditiup keras, maka bola langit kita itu makin besar dengan kecepatan menggelembung ialah 10 sampai 100 ribu Km perdetik. Untuk ini kita teringat Al-Quran S.79 An-Nazi’at 28, S.88 Al-Ghasyiyah 18 dan S.79 An-Nazi’at 47.
أَأَنْتُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَمِ السَّمَاءُ بَنَاهَا () رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوَّاهَا (النازعات 27-28)
Artinya: “Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit? Allah telah membangunnya, Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya”(S.79 –27, 28).
وَإِلَى السَّمَاءِ كَيْفَ رُفِعَتْ (الغاشية18)
Artinya: “Dan langit, bagaimana ia ditinggikan?(S.88 Al-Ghasyiyah18)
وَالسَّمَاءَ بَنَيْنَاهَا بِأَيْدٍ وَإِنَّا لَمُوسِعُونَ (الذاريات47)
Artinya: “Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya”(S.51 Adz-Dzariyat 47).
Arti "meninggikan" jika yang ditinggikan itu ialah langit maka perlu kita perjelas bahwa yang dinamakan tinggi itu ialah sesuatu yang di atas. Ditinggikan artinya digerakkan lebih ke atas lebih tinggi, lebih tinggi lagi. Jika kita berada di Indonesia ditinggikan artinya jauh di atas kita, orang Amerika tinggi artinya ialah apa yang di atas mereka, orang Hawai tinggi artinya ialah apa yang diatas mereka, orang Maroko ditinggikan artinya digerakkan ke-atas jauh tinggi di atasnya, demikian orang yang di kutub Utara, atau di kutub Selatan ditinggikan artinya jauh tinggi di atas mereka. Jika semua dijumlah maka arti ditinggikan ialah sama dengan diperluas atau diperbesar sesuai dengan ayat ke-3 diatas, yaitu Al-Quran S.51 Adz-Dzariyat 47 sehingga persis seperti balon atau bola mainan kanak-kanak yang ditiup keras, makin besar makin besar sekali.
# Buku Sidaratul Mutaha (2004:48) mencatat bahwa besarnya bola alam semesta sekarang ini dispekulasikan besar lingkarannya 30 milyar tahun sinar artinya kira-kira 30 milyar kali 60 kali 60 kali 24 kali 30 kali 12 kali 300 ribu kilometer. Maha Ruangan ini ditempati oleh trilyunan matahari, planet, bintang, supernova, black hole, galaksi, nebula. Bintang-bintang itu besarnya ada yang 10 kali,100 kali, 1500 kali besarnya matahari. Yang paling dekat dengan bumi jaraknya 8 tahun perjalanan cahaya (sama dengan jalannya cahaya dari Banyuwangi ke Jakarta 300 kali bolak-balik dalam satu detik). Jarak bintang yang terdekat dengan bumi=75 trilyun kilometer
# Ilmuwan Jepang menemukan bintang yang jaraknya =10 milyar tahun sinar jauhnya dari bumi. Sinar yang mendatangi bintang yang terdekat dengan bumi memerlukan waktu 428 tahun. Angka-angka sedikit berbeda sangat tergantung kepada keahlian dan keberhasilan dalam penelitian masing-masing mereka.
Tiap 100 milyar bintang akan membentuk suatu gakasi dan setiap 100 galaksi membentuk persatuan galaksi (Superkluster). Galaksi kita ialah galaksi Bimasakti bersebelahan dengan Galaksi Andromeda. Galaksi Missier 81 adalah 12juta tahun sinar jauhnya dari kita, ini dapat ditangkap oleh teleskop Spitzer milik Nasa tanggal 25 Agustus 2003 waktu yang lalu.. Dari teleskop yang paling canggih (Spitzer) disimpulkan bahwa alam semesta ini bergerak menjauh artinya balon alam semesta ini menggelembung membesar terus seperti penelitian Huble di atas.
# Penghuni langit
Beberapa bintang dan planet beserta angka-angka takdir Tuhan tercatat sebagaimana terdaftar dalam perbandingan berikut:
Angka perbandingan benda-benda langit
Jarak,garis-tengah, kepadatan,jarak ke matahari,putaran pada sumbunya
Bintang Planet Jauhdari-ma tahari Km Diameter
Kilometer Padat
Air=1 Mengitari
Matahari Sekali berputar
Bintang --------------- 1.392.000Km 1,4 ------------ 15,38 hari
Bulan --------------- 3.476Km 3,34 ------------ 27, 32hari
Merkuri 56jutaKm 4.850Km 5,4 58hari 59, hari
Venus 108 juta 12.140Km 5,2 224hari 244hari
Bumi 150jutaKm 12.756Km 5,52 365,25hari 23jam56m
Mars 228jutaKm 62.790Km 3,9 687hari 24jam37m
Jupiter 778jutaKm 142000Km 1,34 11,9hari 9jam50m
Saturnus 1.427jutaKm 120.200Km 0,70 29,5tahun 10jam14m
Uranus 2.870jutaK 49.000Km 1,58 84tahun 10jam49m
Neptuns 4.497jutaK 50.200Km 2,3 164,8th 15jam48m
Pluto 5.900jutaK 6.400Km ------ 247,7th 153jam
*) Keith Wicks”Bintang&Planet,1985,h.18.
Dapat dicatat di sini bahwa masing-masing benda angkasa yaitu planet dan bintang-bintang itu semua berjalan mengikuti relnya masing-masing dengan ukuran kecepatannya sendiri-sendiri, tidak pernah terlambat tidak pernah jalannya terlalu cepat melebihi ukurannya dan tidak pernah salah dalam menempati posisinya sendiri-sendiri. Proses itu sudah berjalan kira-kira antara 18-25 milyar tahun. Dapat diyakini bahwa ketaatan, disiplin yang sangat ketat sekali ini merupakan cara bertasbih makhluk benda angkasa kepada Allah, yaitu: sikap berhati-hati yang maksimal mentaati kepada aturan Hukum Allah, dengan tekun tidak pernah berubah, tidak terlambat tidak melanggar ukuran. Maka perbuatan memegang teguh aturan Hukum Alam atau Sunnatullah tersebut selama 18-25 milyar tahun lamanya itulah merupakan perwujudan mereka mengucapkan TASBIH kepada Allah yang Maha Suci sebagaimana disebut dalam Al-Quran terurai di bawah.
Majalah Tempo 11-6-1983 menulis bahwa berdasarkan tasbih benda-benda angkasa itulah maka para ahli astronomi berhasil menyusun angka-angka terjadinya gerhana matahari dan bulan untuk jangka waktu ribuan tahun, terbutki tepat sekali cocok luar biasa, yaitu:
(1) Thomas Oppolzer (1880) astronom Ustria berhasil menyusun daftar gerhana 8000 gerhana matahari, 5200 gerhana bulan yang terjadi antara tahun 1207SM sampai tahun 2162M;
(2) KH Zainal Abidin Dekan Fakultas Syari’ah Unisba Bandung mencatat bahwa akan terjadi gerhana 29 gerhana matahari dan gerhana bulan 41 pada setiap 6584,223 hari;
(3) Drs. HM Barmawi alm. Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Surabaya berhasil menghitung Ijtima` dan Tinggi Hilal tanggal satu Ramadlan mulai 2H (24 Pebruari 624M) sampai tahun 31 H (1 September 642M) dan 19 Oktober 1971 sampai 8 Januari 2000M (Lih.buku Menuju Kesatuan Hari Raya 1995, h.49).
Tercatat dalam buku itu tanggal Satu Ramadhan 2H jatuh pada Hari Jum'at Wage tanggal 24 Pebruari 624M Ijtima' jam 11.o3 Tinggi Bulan o2 drajat o1 menit, sedangkan Tanggal satu Ramadhan th 6H jatuh pada hari Selasa Pahing=12 Januari 628M Ijtima' jam 14.54 menit, Tinggi Bulan =oo drajat 37menit, sekitar setengah derajat (Lih. Menuju Kesatuan Hari Raya, H.Muammal Hamidi\y Ed. 1995:49). Para ulama menyatakan bahwa cara Tasbih benda-benda langit dan seluruh makhluk itu ialah dengan cara mentaati sangat ketat sekali angka ukuran kecepatan, rel-jalan dan jurusannya, reaksi perubahan dalam Ilmu Kimia, Botani, Biologi, Astronomi, Kosmologi dan semua Hukum Alam (Sunnatullah) yang sudah berlangsung selama 18-25 miliyar tahun.
Allah sendiri menegaskan bahwa benda-benda langit itu mengucapkan tasbih kepada Allah dengan caranya masing-masing :
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُسَبِّحُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالطَّيْرُ صَافَّاتٍ كُلٌّ قَدْ عَلِمَ صَلَاتَهُ وَتَسْبِيحَهُ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِمَا يَفْعَلُونَ (النور 41)
Artinya: “Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan”(s.24 An-Nur 41)
تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَوَاتُ السَّبْعُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَكِنْ لَا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا (الاسراء 44)
Artinya: “Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun”(S.17 Al-Isra` 44)
e) Teori filsafat
Filsafat Anselm (1033-1109M) seorang teolog ahli filsafat Italia, menyatakan bahwa sesuatu yang tidak dapat dikalahkan itulah satu-satunya yang dinamakan Tuhan.
Al-Quran menyatakan bahwa yang tidak terkalahkan itu tidak dua tidak tiga tidak trinitas, bukan trimurti, tidak lebih dari satu, yaitu Allah yang Maha Esa Mutlak sebagaimana disebut di dalam S.42 Asy-Syura 11, S.112 Al-Ikhlash 1-4, S.57 Al-Hadid 3, S.21 Al-Anbiya` 22, S.6 Al-An’am 102-103 berikut:
فَاطِرُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَمِنَ الْأَنْعَامِ أَزْوَاجًا يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ(الشوري11)
Artinya: “(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat”(S.42 Asy-Syura 11)
فَاعْبُدُوهُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ()لَا تُدْرِكُهُ الْأَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْأَبْصَارَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ (الانعام 102-103)
Artinya: “(Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu. Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui”(S.6 Al-An’am 102-103).
@ WR Mattews menyatakan bahwa sekitar 18-25 milar tahun isi semesta alam mulai yang paling kecil electron dalam atom sampai yang terbesar galaksi Andromeda seluruhnya total mentaati gerak, berobah tempat dan sifatnya menurut angka-angka ukuran yang sudah ditentukan tidak terlambat tidak terlalu cepat, tidak mogok tidak ngawur, maka sungguh benar-benar semua ini ada yang merencanakan, yang menciptakan, yang memelihara, yang mengawasi, yang mengarahkan segala-galanya sehingga tidak lain tidak bukan itulah Tuhan yang Maha Kuasa.
Usaha untuk mencari Hakikat Kebenaran, maka kita renungkan bagaimana gerak dan berobahnya penghuni jagad raya itu maka di sini diuraikan kondisi dan sifat-sifat matahari maupun bumi yang dirasa dapat memberi gambaran proses berubah dan geraknya bintang atau planet yang lain, yaitu sebagai berikut:
(1) Matahari
Buku Bintang&Planet (1985:20) mencatat bahwa garis tengah matahari 1.392.000 km reaksi alami matahari kita ini sudah berlangsung sejak 5 milyar tahun yang silam,. Permukaan bumi yang disoroti matahari jika bumi tidak berputar, maka bumi dalam waktu 100 jam akan terbakar, seluruh air dipermukaan bumi akan mendidih sehingga 100 jam kemudian seluruh kehidupan akan mati. Sebaliknya jika bumi tidak berputar, maka dalam 100 jam permukaannya akan menjadi beku lalu 100 jam kemudian terbungkus salju-es sehingga semua kehidupan berhenti. Mari kita renungkan firman Allah berikut:
قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ اللَّيْلَ سَرْمَدًا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ إِلَهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِضِيَاءٍ أَفَلَا تَسْمَعُونَ () قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ النَّهَارَ سَرْمَدًا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ إِلَهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِلَيْلٍ تَسْكُنُونَ فِيهِ أَفَلَا تُبْصِرُونَ (القصص71-72)
Artinya: “Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Maka apakah kamu tidak mendengar? Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirahat padanya? Maka apakah kamu tidak memperhatikan?" (S.28 Al-Qashash 71-72).(Lihat pula S.81 At-Tawir 1).
(2) Bumi
Garis-tengah bumi=12.756 km, keliling ekuator bumi 40.000 km. Jarak bumi dengan matahari=150 juta kilometer. Miringnya bumi 23,5 derajat berputar dalam dirinya sendiri dengan kecepatan 1600 km per-jam
Seperti terurai di atas jika bumi tidak berputar, tidak bergerak, maka permukaan bumi yang disoroti matahari dalam waktu 100 jam saja, maka seluruh air dipermukaan bumi akan mendidih sehingga 100 jam kemudian seluruh kehidupan akan mati. Sebaliknya jika bumi tidak berputar, maka dalam 100 jam permukaannya akan menjadi beku jika ditambah 100 jam lagi, maka bumi seolah-olah terbungkus es sebab kedinginan karena tidak mendapat panasnya matahari kemudian semua kehidupan berhenti (Lih.Al-Quran s28a71-72).Allah berfirman dalam Al-Quran berikut :
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ () الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا مَا تَرَى فِي خَلْقِ الرَّحْمَنِ مِنْ تَفَاوُتٍ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَى مِنْ فُطُورٍ (الملك2-3)
Artinya: “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?(S.67 Al-Mulku 3).
Gunung, berfungsi sebagai suatu balance-penyeimbang, jangan sampai jalannya bumi terguncang-guncang. Allah berfirman dalam Al-Quran sebagai berikuit:
خَلَقَ السَّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا وَأَلْقَى فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِكُمْ وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ كَرِيمٍ (لقمانض10)
Artinya: “Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik”(S.31 Luqman 10)
Hujan diturunkan dengan ukuran dalam angka-angka tertentu. Hujan itu mengangkut berjuta-juta ton air, dikirim ke daerah-daerah yang sudah dperhitungkan oleh Allah dengan sangat teliti dan rinci. Air hujan turun ke bumi dengan kecepatan 8 Km-perjam dan dihambat oleh angin atmosfer, 23% oksigen, 76% nitrogen, gas-gas lain 1%. Dan setelah kehidupan berlangsung sekitar 550 juta tahun maka erciptalah makhluk hewan dan tumbuh-tumbuhan.
Kira-kira 10.000 tahun yang lalu Allah menciptakan manusia pertama. Ribuan tahun yang akan datang bumi hancur, termasuk penghuni bumi mirip dengan binasanya dinosaurus 150-200 juta tahun silam. Bumi mengalami recovery=perbaikan kondisinya 2-3 milyaqr tahun dan bumi hidup kembali, maka manusia dibangkitkan lagi dari alam kubur--dan mulailah proses akhirat. Manusia dihidupkan kembali selama 15 milyar tahun dalam alam akhirat. Kemudian terjadilah kiamat kubra lenyap seluruh alam semesta selama-lamanya.
# Menghitung waktu oleh akal manusia
Mencari hakikat kebenaran sebaiknya kita mengamati manusia menghitung waktu. Mulai jaman purba manusia menghitung waktu didasarkan atas jalannya benda-benda langit, dengan mengamati jalannya matahari dan bulan.
Untuk menghitung bulan dan tahun manusia menggunakan perjalanan matahari dan rembulan, kemudian untuk menghitung jam untuk satu hari didasarkan atas perjalanan matahari saja. Semua ini memang jelas untuk satu hari manusia langsung melihat matahari di ufuk timur atau di puncak kulminasi atas atau saat matahri berada di ufuk barat untuk tenggelam menghilang dari pemandangan. Sedangkan untuk menghitung waktu satu bulan dan satu tahun maka di sana terdapat dua macam pendapat. Dua macam landasan pemikiran itu ialah: dasar perhitungan waktu ditetapkan berasaskan jalannya matahari dan satu lagi berdasarkan jalannya rembulan atau Al-Qamar
1. Kalender Lunar-Qamariyah-hitungan Rembulan
a-Bangsa yang pertama kali membuat kalender ialah bangsa Mesir 4240 tahun SM
b-Disusul oleh bangsa Babilonia 2100 SM. tidak lama sesudah bangsa Mesir
c-Lalu bangsa Semit bangsa-bangsa di Timur Tengah, b.Arab, b.Yahudi.
d-Kemudian disusul lagi oleh bangsa Romawi, jaman Pompilius 673 SM
Semua bangsa-bangsa ini menghitung kalender mereka berdasarkan hitungan bulan Qamariyah, satu bulan berumur 29hari 12jam 44menit 2,89detik; Satu tahun umurnya 354 hari 8 jam 8 menit 34,6 detik.
e. Umar ibnul Khaththab tahun 17 H menetapkan tahun Hijtiyah dimulai hijrah Nabi Saw dari Makkah ke Madinah sebagai tahun pertama Hijriyah dengan perhitungan sebagaimana angka yang sudah berlaku sebelumnya, yaitu jaman Jahiliyah beberatus tahun sebelum kebangkitan Nabi Muhammad Saw menjadi Rasul-Utusan Allah dengan perhitungan jalannya rembulan.
f. Sultan Agung Mataram mengganti kalender Jawa dari sistem Solar atau Syamsiyah menjadi sistem Lunar atau Qamariyah th.1633M menjadi tahun 1013H dan menetapkan angka-angkanya berdasarkan sistem kalender Jawa satu bulan 354 hari ditambah 3 hari setiap 8 tahun (satu windu) satu windu = 28365 hari.
2. Kalender Solar-Syamsiyah-hitungan Matahari
~Julius Caesar Romawi (46 SM) mengganti kalender sebelumnya sistem Lunar Qamariyah hitungan berdasarkan jalannya Rembulan dibuang diganti dengan sistem Solar-Syamsiyah berdasarkan –hitngan jalannya Matahari. Tanggal satu dihitung mulai jam 24.oo tengah malam. Satu tahun=365,2425 hari atau 365 hari 5 jam 48 menit 46detik, selisih dari sistem Solar dari Lunar=10 hari 21 jam 40 menit 11,32detik.
~Ajisoko membuat kalender Jawa dengan sistem Solar-Syamsiyah-perhitungan Matahari dimulai tahun78 Masehi. Kemudian diubah oleh Sultan Agung Mataram th.1633M=1103H mengikuti perhitungan jalannya Rembulan system Lunar atau Qamariyah..
~Bangsa Yunani mengubah permulaaan bulan dari titik Aries bln.Maret menjadi ketika matahari di Khatulistiwak Januari sampai Desember.
~Paus Gregorius mengubah tanggal 5 Oktober 1582 menjadi tanggal 15 Oktober 1582, sebab orang lama keliru menghitung, sebab menurut Julian Kalender satu tahun 346.100 hari sedangkan menurut Gregorius satu tahun =365 hari 5 jam 49 menit 16 detik, maka setiap 400 tahun = 146.097 hari 26 menit 40 detik angka yang tertinggal = 3 hari. Berdasarkan angka-angka ini maka tangga 5 Oktober diundur atau ditambah 10 hari menjadi tanggal=15 Oktober 1582.
~Angka tanggalan Greorius ini dikuti oleh Bangsa Belanda th,1583M, Swedia 1753M, Jepang 1873M,Cina 1912M dan Turki 1927M (Lih.Empeh Wong Kam Fu dalam Primbon Almanak 1910-2011M,h.5).
Hasil pemikiran akal dan sifat-sifatnya dapat diperhatikan sbb:
(1)Pemikiran akal itu Hipotetis-spekulatif suka berganti-ganti dan
~Julius Caesar Romawi (46SM) mengganti kalender sistem Lunar- Qamariyah hitungan Rembulan dibuang diganti dengan sistem Solar-Syamsiyah-hitungan Matahari. Tanggal satu dihitung mulai jam 24.oo. Satu tahun 365,2425h= 365h5jam48m46d, selisih dari sistem Solar dari Lunar=10h21j40m11,32d.
~Ajisoko membuat kalender Jowo dengan sistem Solar-Syamsiyah-perhitungan Matahari dimulai tahun78 Masehi. Kemudian diubah oleh Sultan Agung Mataram th.1633 M=1013 H dari sistem Syamsiyah menjadi sistem Qamariyah dengan membuat nama-nama bulan hari serta tahun dengan istilah-istilah Jowo.
~Bangsa Yunani mengubah permulaan bulan dari titik Aries bulan Maret diubah menjadi ketika matahari di Khatulistiwak Januari sampai Desember.
~Sejak th.716 SM ,jaman Huma Pompilius (673 SM) kalender Yustinian manusia menghitung kalender berdasarkan jalannya Rembulan (Qamariyah=Lunar).
~Tahun 46 SM, Yulius Caesar mengganti kalender sistem Lunar diubah menjadi sistem Solar atau berdasarkan jalannya matahari.
(2)Dianggap benar selama ribuan tahun ternyata keliru
a) Paus Gregorius mengubah tanggal 5 Oktober 1582 menjadi tanggal 15 Oktober 1582, sebab orang lama keliru menghitung, sebab ada 0,0025h tiap tahun belum dihitung, sehingga setiap 400 tahun tanggalan harus ditambah 3 hari.
Angka tanggalan Greorius ini tidak langsung diikuti bangsa-bangsa di dunia, mereka mengakui kalender Gregorius secara bervariasi ada yang percaya ada yang tidak mengakui kebenarannya, misalnya Bangsa Belanda mengakui benar usul Gregorius ini th.1583 M, Swedia 1753 M, Jepang 1873 M,Cina 1912 M dan Turki 1927 M.
b) Keith Wicks dalam bukunya Bintang&Planet (1985:9) mencatat bahwa ahli astronmi jaman Yunani purba berpendapat bahwa bumi itu datar. Sekitar tahun 300 SM filosuf Yunani Arestoteles (384-322 SM) menyatakan bahwa bumi itu lengkung, maka diduga gerhana bulan bentuknya lengkung maka orang banyak berpendapat bumi itu bulat berbentuk bola.
c) Di jaman purba ahli pikir Yunani menyatakan bahwa bumi itu menjadi pusat alam semesta, maka matahari, bulan, bintang dan planet-planet berputar mengelilingi bumi. Kira-kira 100 SM filsuf Yunani Ptolomeus mengatakan bahwa planet-planet mempunyai lintasan garis edar kecil (Episikel), lingkaran kecil ini bergerak mengarungi lingkaran besar(Deferen) semua mengelilingi bumi. Teori Ptolomeus ini dianggap benar berlangsung 14 000 tahun lamanya.
Tahun 1543 M Nicolaus Copernicus mendeklarasikan pendapanya bahwa matahari adalah pusat tata surya alam semesta sekaligus mendapat tantangan berat gereja. Tahun 1609 M Kepler mendukung Copernicus menyatakan bahwa planet-planet itu beredar mengelilingi matahari dalam lintasan yang berbentuk elip bukan lingkaran bulat dan setiap mendekati matahari lebih cepat geraknya. Disusul lagi oleh Galilei Galileo (1642 M) membuat teropong dan dia menemukan bintik pada matahari, fase Venus, gunung dan lembah di bulan. Dan Jupiter yang mendukung teori Copernicus itu.
d) Empeh Wong Kam Fu dalam Primbon Almanak 1910-2011 (tth:5) mencatat bahwa tahun kalender Masehi diubah beberapa kali karena adanya kelebihan angka, yaitu perhitungan lama satu tahun=365,25 hari sehingga dalam waktu 129 tahun kelebihan itu berjumlah menjadi satu hari. Oleh karena itu Paus Gregorius XIII (1582M) mengadakan menetapkan bahwa satu tahun itu=365 hari 5 jam 49 menit 16 detik. Dengan dasar ini maka dalam waktu 400 tahun=146.097 hari 26 menit 40detik, sedangkan menurut penetapan Julianche Kalender sebelumnya 400 tahun =146.100 hari, selisih kelebihan 3 hari. Berdasarkan angka-angka ini maka Gregorius menetapkan bahwa tanggal 5Oktober 1582 diubah dan diganti dengan tanggal 15 Oktober 1582. Tanggalan Gregorius ini tidak segera diterima oleh masyarakat dunia ada negara yang menerima tanggal ini beberapa puluh tahun sesudah Gregorius meninggal dan ada yang menerimanya setelah ratusan tahun bahkan Turki baru menggunakan tanggalan Gregorius ini tahun 1924 M kira-kira 340 tahun sepeninggal Gregorius.
Jadi benar yang hakiki sangat ditentukan oleh jaman, tempat dan jumlah subyek yang mengakui benar tidaknya pernyataan.
@ Usaha mengubah tanggal-kalender
Abu Malik dari bangsa Arab jaman Jahiliyah memberitakan bahwa kaum msuyrikin membuat rekayasa mengudurkan bulan suci Muharram sehingga bulan tersebut jatuh di bulan Shafar, dengan demikiam maka mereka menganggap halal apa yang sebenarnya haram. Maka turunlah Al-Quran S. 9 At-Taubat 37, yaitu:
Artinya: “Sesungguhnya mengundur-undurkan bulan haram itu adalah menambah kekafiran, disesatkan orang-orang yang kafir dengan mengundur-undurkan itu, mereka menghalalkannya pada suatu tahun dan mengharamkannya pada tahun yang lain, agar mereka dapat mensesuaikan dengan bilangan yang Allah mengharamkannya maka mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah. (Syaitan) menjadikan mereka memandang baik perbuatan mereka yang buruk itu. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir”(S.9 At-Taubat 37(Lih.Ath-Thabari 1954:10 \ 132).
Adat kebiasaan menghormati bulan-bulan suci Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab yang sudah berlaku sejak jaman Jahiliyah sekitar tahun-tahun 400-500 M atau 300 sebelum hijrah Nabi Saw. dan oleh Islam adat ini dilestarikan terus berlakunya.
Al-Qurthubi (1967:8 \ 138) mencatat bahwa yang mula-mula membuat bid’ah mengundurkan bulan Muharram ke bulan Shafar ini ialah Banu Malik ibnu Kinanah, Nu’aim ibnu Tsa’labah, ‘Amru ibnu Luhay, Junadah ibnu ‘Auf, Hudziaifah ibnu ‘Ubaid.
@ Ahmad Ibrahim asy-Syarif dalam kitabnya Makkatu wal Madinatu fil Jahiliyyati wa ‘Ahdir Rasul (tth:197) mengutip catatan Murujudz-Dzahab susunan Al-Mas’udi (tth.2 \ 205) bahwa bid’ah mereka ini dibikin pada 70th sebelum kebangkitan N.Muhammad menjadi Nabi, sekitar tahun 540 Masehi.
@ Kebenaran beberapa kali diubah-ubah.
Empeh Wong Kam Fu (tth:5) mencatat bahwa tahun kalender Masehi pernah beberapa kali diubah. Jaman Huma Pompilius (716-673SM) kalender kuno menggunakan sistem lunar (Kalender Qamariyah). Yulius Caesar tahun 46 Masehi mengubah kelender kuno diubah menurut sistem solar (Kalender Syamsiyah) dengan angka dasar satu tahun=365,25 hari. sebab ada kelebihan angka perhitungan. Perhitungan lama satu tahun Matahari=365,25 hari.
@ Seperti terurai di atas Paus Gregorus xiii mengubah dasar perhitungan kalender Matahari bahwa matahari tiap tanggal 21 Maret sampai 21 Maret=365 hari 5jam 48 enit 46 detik. Jika diubah menjadi hari=365,242199041 hari. Setelah diperhitungkan dengan seksama, maka Gregorius menetapkan bahwa hari Jum’at tg.5 Oktober 1582 harus diubah menjadi tanggal 15 Oktober 1582.
@ Memindahkan kalender Muharram ke bulan Shafar merupakan usaha menghalalkan larangan–haram yang dikutuk oleh Allah. Sedangkan mengubah tg.5 Oktober ke-tgl.15 Oktober 1582 merupakan usaha mengubah yang salah menjadi benar adalah suatu langkah tindakan yang terpuji.
Hanya saja secara filosofis semua bangsa mempunyai angka-angka kalender yang diakui benar sendiri-sendiri, bangsa Mesir kuno 4240SM, Babilonia Lama (2600SM), bangsa Semit dan umat Islam, maka dasar kalendernya ialah Lunar kalender Qamariyah mengikuti ukuran kecepatan jalannya rembulan. Dan kalender Solar atau Syamsiyah sekarang merebut pendapat umum dan digunakan oleh hukum internasional.
Sultan Agung Mataram menetapkan tahun Jawa dengan hitungan kalender Qamariyah satu bulan 354 hari +3 hari setiap 8 tahun, satu windu=28365hari.
@ Hepotetis spekulatif
Semua hasil akal manusia ternyata memang hipotetis-spekulatif.
~ Hipotetis maksudnya ialah bahwa yang dianggap benar itu hanya berlaku selama belum ada koreksi yang mengubah atau membatalkannya. Padahal setiap waktu seluruh perguruan tinggi dan universitas menyelenggarakan ujian skripsi, tesis dan disertasi yang isinya ialah mengoreksi atau membatalkan pendapat atau teori lama.
~ Spekulatif maksudnya sesuatu dianggap benar jika untung ya lumayan, celakanya jika baru berjalan sebentar sudah dianggap salah alias tidak benar. Oleh karena itulah benar yang hakiki yang ideal itu ialah benar menurut Ilmu Allah, yang salah ialah yang dinilai salah oleh Allah, sebab Allah itu Maha Benar, Maha Mutlak Absolut.
T I G A
Benar yang hakiki
1. Apa yang disebut benar, mana yang dinilai salah? Yang disebut benar itu ialah cocoknya pernyataan dengan yang diucapkan, cocok selama-lamanya.
2.Bagaimana cara mencari kebenaran menurut alur pikiran kaum diluar agama Samawi? Membahas kebenaran dengan mereka yang beragama bukan agama Samawi ialah melalui ilmu logika.
3.Bagaimana jalan mencari kebenaran yang hakiki itu? Mencari kebenaran yang hakiki ialah melalui kitab suci, ilmu dari Allah.

@ Teori evolusi
Berdasarkan teori evolusi, bahwa seluruh keadaan ini berawal dan berasal dari kondisi yang paling sederhana, meningkat terus makin lama makin bertambah baik dan makin teratur, makin maju, makin lengkap, makin sempurna. Maka dari itu kebenaran yang lama akan dikalahkan oleh kebenaran yang datang belakangan yang memenuhi persyaratan skala prioritas kebenaran yang universal.
Khusus dalam Ilmu Ushul Fiqh Islam, maka suatu pernyataan penetapan hukum yang sudah lewat dapat dihapus oleh penetapan hukum yang datang lebih akhir. Hukum yang lebih dahulu dinamakan Mansukh (terhapus), penetapan hukum yang belakangan dinamakan Nasikh (yang menghapus). Akan sangat tidak logis-tidak masuk akal suatu penetapan hukum yang awal menghapus penetapan hukum yang datang belakangan, cara ini berlawanan dengan teori evolusi alias mengajak mundur, dari modern ke jaman primitip, dari pintar menjadi bodoh, dari yang benar berpindah kepada yang tidak benar.
Akan tetapi harus dibedakan teori evolusi ini dengan Teori Koherensi. Teori kohenrensi ialah bahwa kebenaran yang baru harus didasarkan atas kebenaran yang sudah pasti sebelumnya, yang hakiki tidak dapat dihapus oleh teori evolusi yang penelitiannya serba sedehana, primitif atau tidak canggih, tidak modern, tidak ilmiah, sehingga hasilnya tidak benar sebab kurang lengkap, kurang sempurna dan belum tuntas.
@ Peringkat sumber
Sebagai umat yang beriman percaya kepada Al-Khaliq artinya Tuhan Pencipta dan manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan. Tuhan itu Maha Sembpurna-serba Mutlak Maha sedangkan "makhluk" itu serba kurang sempurna, manusia itu tempat salah dan lupa. Dan diantara makhluk ciptaan Allah itu ialah makhluk manusia, kemudian diantara manusia itu ada manusia yang dipilih oleh Tuhan untuk dijadikan perantara amtara Tuhan dengan makhluk untuk menerima ilmu Tuhan, perantara itu ialah para nabi dan rasul. Dalam agama Islam nabi dan rasul itu ada 25 orang. Nabi Muhammad Saw. adalah nabi dan rasul terakhir yang dipilih oleh Tuhan untuk menerima ilmu Allah yaitu wahyu yang kemudian dihimpun menjadi kitab suci Al-Quran.
Nabi dan rasul memang benar-benar berada di bawah tuntunan dan pengawasan langsung dari Allah,jika dia tidak tahu akan diberi tahu oleh Allah, jika dia keliru diluruskan oleh Allah, jika dia bertanya akan dijawab oleh Allah. Maka dari itu nabi dan rasul adalah Ma’sum artinya suci dari dosa, semua kekeliruannya diluruskan dan diarahkan kepada yang benar oleh Allah.
Khusus untuk Nabi Muhammad Saw. seluruh ucapan, perbuatan dan gerak gerik maupun sikap Nabi Saw. ini disebut hadis atau sunnah.
Diteliti dari peringkat kebenaran, maka kebenaran dari Allah mengalahkan kebenaran yang sumbernya dari makhluk manusia, manusia yang ditunjuk oleh Allah, yang mendapat wahyu dari Allah, yang secara ketat dijaga oleh Allah dari kekeliruan, maka kebenarannya mengalahkan akal manusia yang tidak diberi wahyu, yang tidak dibimbing oleh Allah yang tidak dijaga oleh Allah dari kekeliruannya. Dan secara sederhana, maka peringkat kebenaran ditinjau dari sisi sumbernya adalah sebagai berikut:
i. Kebenaran wahyu Al-Quran tidak dapat dikalahkan oleh dalil dari manapun juga.
ii. Kebenaran hadis dibawah tingkat wahyu di atas ijtihad akal
iii.Kebenaran hasil ijtihad akal dikalahkan oleh wahyu dan hadis.
Dengan istilah lain dapat dikatakan bahwa kebenaran Allah mengalahkan Nabi dan manusia biasa, sedangkan kebenaran Nabi mengalahkan manusia biasa dan manusia tidak bisa mengalahkan nabi dan tidak mungkin mengalahkan Allah.
@ Iptek, Ilmu Pengetahuan&Teknologi
Jika teori Darwin dapat diterima dan dapat diterapkan kepada kebudayaan, maka kebenaran terakhir mengalahkan kebenaran yang lama. Misalnya teori tentang bumi sebagai pusat tata surya diakui benarnya selama beribu-ribu tahun, tetapi dikalahkan oleh teori Copernicus atau Galileo (1582M). Yang benar ialah bahwa matahari merupakan pusat tata surya, sesuai dengan teori kedua pakar ini.
Kebenaran ijtihad atau teori akal manusia itu kebenarannya bersifat relatif tidak mutlak sedangkan yang benar secara mutlak ialah ilmu Allah yang Maha Sempurna. Kebenaran hasil pemikiran akal manusia dapat diterima sementara sebagai benar dengan peringkat dan skala prioritas sebagai berikut:
i~Yang universal mengalahkan yang lokal, sebentar, individual
ii~Yang Filosofis mengalahkan yang teoritis-ilmiah dan pengetahuan yang indrawi
iii~Yang diakui benar secara luas internasional mengalahkan yang nasional, regional dan lokal yang sempit
iv~Yang diakui dan berlaku lama mengalahkan yang diakui orang dalam waktu yang hanya sebentar.
(1) Al-Quran
Perlu diperhatikan bahwa oleh karena Al-Quran merupakan suatu himpunan firman Allah dengan berbagai macam variasi istilah, redaksi, jalinan kalimat yang membuka kemungkinan beragamnya makna yang dapat dipilih dan ditetapkan sebagai maksud yang dikehendaki oleh Allah. Oleh karena itu harus disusun rumusan skala prioritas ayat atau nash yang mana mempunyai nilai kepastian hukum yang sangat kuat bertingkat-tingkat kebawah sampai yang paling lemah nilai ketetapan hukum kebenaranya.
Muhammad Abu Zahrah (tth:90) merumuskan skala prioritas ini dalam kitab Ushul Fiqhnya sebagai berikut:
Jika kita menjumpai beberapa kata atau kalimat kemudian timbul pemikiran di dalam otak kita perasaan ada perbedaan bahkan seolah-olah bertentangan antara suatu kalimat dan kata-kata tersebut yang satu dengan ayat yang lain, maka harus diambil dan dimenangkan dalil yang isinya sangat jelas, tegas, terang sekali, mengalahkan yang kalimat atau samar-samar, remang-remang, gelap-gulita dengan tertib urutannya sebagai berikut:
i. Muhkam ialah dalil yang terlalu jelas, karena hanya mempunyai satu arti saja, yang sangat jelas, tegas sekali dan tidak dapat diartikan lain.
ii. Mufassar ialah dalil yang sangat jelas karena ada dalil lain yang menafsirkan makna dalil pertama itu.
iii.Nash, dalil yang jelas karena ada klausul yang mengarahkan arti dalil yang pertama tadi menjadi lebih jelas.
iv. Zhahir, dalil yang jelas biasa tidak mempunyai pendukung yang menjelaskan artinya.
v. Khafiyyu, dalil yang tidak jelas.
vi. Musykil, dalil yang tidak jelas sebab mengandung arti lebih dari satu dan sangat sulit untuk menetapkan arti yang sebenarnya.
vii. Mujmal, dalil yang tidak jelas sebab terlalu luas terlalu umum.
Viii Mutasyabih, suatu pernyataan yang tidak mungkin dapat dimengerti artinya atau terlalu sulit sekali mencari arti yang dimakudkan.
Dalil yang bersifat Muhkam tidak dapat dikalahkan oleh dalil dari peringkat dibawahnya dan sebaliknya yang Mutasyabih tidak mungkin mengalahkan peringkat-peringkat yang diatasnya. Senada dengan kebenaran seperti peringkat wahyu, mengalahkan filsafat, mengalahkan teori ilmu, mengalahkan pengetahuan indrawi. Kebenaran indrawi paling lemah dikalahkan oleh teori ilmu, filasafat dan wahyu. Wahyu tidak dapat dikalahkan oleh peringkat di bawahnya.
(2) Hadis
Hadis merupakan ucapan, perbuatan dan keadaan Nabi Muhammad Saw. Namun pencatatan hadis memerlukan penelitian yang jeli dan teliti untuk menetapkan kedudukan dan peringkat kebenarannya melalui Ilmu Hadis. Ilmu Hadis sudah disusun oleh para ulama hasil dari penelitian yang jeli dan teliti secara maksimal tidak kalah dari Ilmu Metodologi Penelitian Ilmiah yang disusun oleh para pakar ahli metodologi sekarang.
Dari penelitian para ulama hadis itu maka dapat dirumuskan peringkat kebenaran seluruh materi hadis dari hadis yang paling tinggi bertingkat-tingkat sampai yang paling lemah bahkan dusta dan rekayasa buatan musuh-musuh Islam. Tertib urutan kebenaran yang tertinggi sampai yang paling rendah adalah sebagai berikut:
a). Ditinjau dari jumlah banyak dan sedikitnya sumber pertama (sumber primer), maka yang jumlah sumber pertamanya paling banyak mengalahkan yang sumber pertamanya hanya sedikit, yaitu:
i.Mutawatir, yaitu hadis yang sangat meyakinkan kebenarannya, karena sangat banyaknya jumlah sumber pertama bahkan sampai akhir, maupun semua unsur persyaratan kebenaran terpenuhi dengan sempurna.
ii.Masyhur, suatu hadis yang nilai kebenarannya satu tingkat di bawah Mutawatir karena jumlah awal (sumber primer)nya kurang sedikit sumber primer dari hadis yang mutawatir.
iii.Mustafidh, suatu hadis yang jumlah sumber awalnya berjumlah tiga orang..
iv.’Aziz, suatu hadis yang sumber awalnya dua orang.
v.Gharib. hadis yang sumber awalnya hanya satu orang saja.
Maka jumlah sumber atau saksi yang paling besar (Mutawatir) mengalahkan hadis yang jumlah sumber dan saksinya kurang banyak. Dan jumlah sumber atau saksi hanya satu (Gharib) tidak mungkin mengalahkan hadis yang jumlah sumber dan saksinya lebih banyak lebih-lebih sumber yang terlalu banyak (Mutawatir).
b) Ditinjau penelitiannya dari sisi kwalitas-nilai kepribadian orang-orang pembawa dan penyebar hadis dari awal sampai akhir, maka hadis yang paling shahih mengalahkan yang kurang shahih, dha’if atau lemah dan dusta, dengan peringkat sebagai berikut::
i.Shahih, ialah hadis yang memenuhi syarat-syarat kebenaran.
ii.Hasan, hadis yang sedikit kurang memenuhi syarat-syarat kebenaran hadis shahih.
iii. Dha’if , hadis yang tidak memenuhi syarat kebenaran.
c) Penelitian dari segi subyek siapa orang pokok yang diberitakan di dalam hadis itu. Maka Hadis Nabi Saw. mengalahkan hadis dari sahabat dan tabi’in lebih-lebih tabiit-tabi'in atau manusia manapun juga. Riwayat dari orang biasa tidak bisa mengalahkan hadis sahabat dan hadis Nabi Saw jelasnya sebagai berikut:
i.Hadis Marfu’, yaitu hadis yang disandarkan kepada Nabi Saw sebagai orang pokok yang diriwayatkan..
ii. Hadi Mauquf, hadis yang disandarkan kepada sahabat sebagai pokok yang diberitakan.
iii Hadis Maqthu’, hadis yang disandarkan kepada tabi’in sebagai orang pokok yang diberitakan.
Hadis Marfu’ mengalahkan yang Mauquf dan Maqthu’ dan yang Mauquf mengalahkan hadis Maqthu’.Dapat dicatat bahwa hadis Marfu' bahwa Nabi Saw. dijamin suci dari dosa dan salah sedangkan hadis Mauquf bahwa para sahabat itu dibimbing da diawasi dengan ketat sekali oleh Nabi Saw. Maka semua orang kecali Nabi Saw dan sahabat tidak suci dan tidak dijamin kebenarannya.
d) Ditinjau dari segi sejarah dan tenggang waktu terjadinya hadis, maka hadis yang timbul atau terjadi belakangan yang terakhir mengalahkan yang terdahulu;
i.Nasikh, yaitu hadis yang datang lebih akhir yang menghapus hukum dalam hadis yang datang lebih awal.
ii.Mansukh, hadis yang datang lebih awal yang dihapus hukumnya oleh hadis yang lebih akhir.
Salah satu cabang Ilmu Hadis ialah Ilmu Tarjih, yaitu suatu sistem dan metode untuk mempertandingkan kebenaran suatu hadis dengan hadis lain, adu nilai kekuatam kebenaran suatu hadis melawan hadis yang lain. Yang diadu bukan hanya kebenaran dan kepribadian tiap-tiap orang pembawa berita hadis secara sosiologis (Sanad) saja tetapi mencakup isi kandungan makna (Matan) hadis secara logika akal. Segi-segi yang dipertandingkan baik Sanad maupun Matan tersebut menurut kitab Al-Mustashfa karangan Al-Ghazali (1971:524) menetapkan ada 42 variabel, menurut kitab Al-Mahshul karangan Ar-Razi (1979:2\552) ada 100 macam segi bahkan menurut kitab Al-Ihkam tulisaqn Al-‘Amidi menetapka ada 176 macam variabel, kitab Irsyadul Fuhul-Asy-Syaukani (1937:276) menetapkan 153 segi yang dipertandingkan kekuatan kebenarannya.
Contoh variabel itu misalnya: Nilai kemuliaan pribadi seseorang maka siapa yang disepakati ketinggian moralnya dimenangkan mengalahkan orang yang nilai moralnya diperselisihkan, akibatnya siapa yang disepakati nilai pribadinya sangat terhormat nilai kebenaran hadisnya dimenangkan lebih akurat dan mengalahkan orang yang diperselisihhkan ketinggian.
Ilmu Hadis dan Ilmu Tarjih itu tidak mungkin dikarang sekarang, sebab menyangkut sejarah hidup nama-nama, tanggal lahir, tanggal wafat, nilai akhlak, nama guru, nama murid semua orang yang ikut memberitakan hadis di jaman permulaan Islam ribuan tahun yang lalu.
Ilmu Tarjih dan Ilmu Hadis ini tidak mungkin diterapkan terhadap Kitab Bibel, sebab di dunia sekarang ini tidak dapat diketemukan lagi data dan fakta sejarah riwayat hidup sumber, responden dan orang-orang yang mengemukakan berita isi Kitab Bibel itu dengan seluruh orang yang memberi kepada penerima isi Kitab Bibel itu dari semua nabi dari Nabi Adam sampai Nabi Isa, dari guru kepada murid, dari murid kepada muridnya lagi, generasi demi generasi, dari abad ke abad dari jaman ke jaman. Bahkan metode Ilmu Tarjih dan Ilmu Hadis itu tidak mungkin dapat diterapkan terhadap Bibel sebab Bibel itu sudah diterjemah dari bahasa Ibrani Purba ke Ibrani Baru, ke Bahasa Yunani, ke bahasa Latin sampai ke Belanda, ke bahasa Jawa, Madura, Sunda dan bahasa seluruh dunia karena naskah yang diterjemahkan itu tidak dilampirkan sebab memang aslinya sudah hilang, ini disepakati oleh ahli sejarah sedunia.
Sssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssss
sssssssssssNash yang Muhkam tidak dapat dikalahkan oleh peringkat dibawahnya dan sebaliknya yang Mutasyabih tidak mungkin mengalahkan peringkat-peringkat yang diatasnya.
Berkaitan dengan masalah hadis, maka seluruh materi hadis dapat dirumuskan peringkatnya dari yang paling tinggi kebenarannya bertingkat-tingkat sampai yang paling lemah, dari yang Mutawatir sampai Gharib, dari Shahih sampai Dla’if, Nasikh-Mansukh, Marfu’-Mauquf-Maqthu’, Maqbul-Mardud. Ilmu Tarjih, yaitu suatu sistem dan metode untuk mempertandingkan kebenaran antar dalil-dalil yang dipegang oleh masing-masing pihak guna diadu nilai kekuatan kebenaran suatu dalil melawan dalil yang lain. Menurut Al-Ghazali dalam kitab Al-Mustashfa ada 42 variabel, menurut Ar-Razi dalam Al-Mahshul ada 100 macam variabel dan menurut Al-‘Amidi ada 176 macam variabel, Asy-Syaukani dalam Irsyadul Fuhul ada 152 variabel yang diadu untuk bertarung dalil yang satu melawan dalil yang lain.
Asy-Syaukani memerinci segi-segi yang dipertandingkan tersebut, yaitu:
Dari segi sanad bobot yang dipertandingkan 42 segi
Dalam segi matan atau redaksi nilai yang diadu kekuatannya 28 segi
Segi hukum atau madlul-nya kekuatan yang diadu sejumlah 9 segi
Segi faktor luar materi yang dipertandingkan 10 macam ciri
Dalam bidang Qiyas unsur-unsur yang dipertandingkan masing-masing ada 7 bagian:
(a) ‘Segi ‘Illat-nya ada 14 macam; (b) Segi dalil yang menunjukkan adanya ‘Illat dipertandingkan 2 macam; (c) Segi yang menunjuk lebih kuatnya sifat ‘Illat 9 segi; (d) dilihat dari segi hukum aslinyaada 7 macam segi; (e) Jalan untuk pengambilan hukum 6 cara; (f) Segi yang lain ada 6 cara; Penelitian melalui cabang atau bagiannya ada 4 macam.
Tarjih atau pertandingan atas jelasnya pengertian seperti yang berlaku pada nash ayat-ayat Al-Quran di atas ada 8 macam tingkat dari yang terlalu jelas, paling jelas, jelas sekali, jelas, tidak jelas, samar-samar, sulit dimengerti,sama sekali tidak bisa dimasuki akal manusia.
Contoh hadis yang dipertandingkan itu dipilih dalil yang lebih menukik dapat menjawab masalah dan permasalahan yang hidup didalam masyarakat atau rowi itu mengalami sendiri terlibat dalam peristiwa tersebut misalnya ialah hadis berikut:
6902 عَنْ عَبْدِاللَّهِ قَالَ كُنْتُ أَمْشِي مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَرْثٍ بِالْمَدِينَةِ وَهُوَ مُتَّكِئٌ عَلَى عَسِيبٍ فَمَرَّ بِقَوْمٍ مِنَ الْيَهُودِ فَقَالَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ سَلُوهُ عَنِ الرُّوحِ وَقَالَ بَعْضُهُمْ لَا تَسْأَلُوهُ عَنِ الرُّوحِ فَسَأَلُوهُ فَقَامَ مُتَوَكِّئًا عَلَى الْعَسِيبِ وَأَنَا خَلْفَهُ فَظَنَنْتُ أَنَّهُ يُوحَى إِلَيْهِ فَقَالَ ( وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا ) فَقَالَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ قَدْ قُلْنَا لَكُمْ لَا تَسْأَلُوهُ (رواهالبخاري ومسلم 5002)
Artinya: “Dari Ibnu Mas’ud dia berkata: “Aku bersama-sama Rasulullah Saw. padfa suatu kebun di Madinah waktu itu beliau bersandar pada suatu tonggak. Tiba-tiba lewatlah orang Yahudi, lalu yang seorang berbisik kepada rekannya: “Tanyakanlah kepada Muhammad itu tentang roh” Rekannya mencegah bertanya soal roh. Namun dia bertanya juga. Kemudian beliau bersandar pada suatu tonggak, sedang aku di belakang belaiu, maka aku menduga belaiu mendapat wahyu selanjutnya beliau membaca ayat 85 S.17 Al-Isra`: ” Mereka bertanya soal roh, jawablah bahwa roh itu urusan Tuhanku, kalian tidak diberi ilmu itu kecuali hanya sedikit” Lalu rekannya tadi mengulang pembicaraannya”Aku sudah berkata: Janganlah bertanya soal itu” (HR. Bukhari no.69-2 dan Muslim no.5002).
sssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssss




(3) Kemusykilan antara wahyu dengan akal.
Konon watawan memberitakan bahwa hari Selasa 19 September 2006 penanggung jawab negara dan akibat lumpur panas Lapindo sidang di Gerahadi Surabaya, pagi harinya sekitar jam 11.oo Wib tanggul lumpur setinggi 6 m ambrol-ambles banjir lumpur menyerang desa-desa Renokenongo, Jatirejo, Siring. Segera rakyat marah dan menutup jalan raya Surabaya-Malang. Pimpinan Badan Metereologi Geofisika sebelum itu menyatakan bahwa banjir lumpur panas itu sudah berjalan menurut Hukum Alam=Sunnatullah. Tetapi para ulama menyatakan bahwa banjir lumpur panas, Sunami Aceh, Gempa Jogja-Jabar sebabnya ialah akibat ulah manusia karena maksiat dan durhaka kepada Allah seperti halnya azab Allah kepada Kaum’Ad, Kaum Tsamud, Fir’aun atau Qarun jaman purba yang tercatat dalam Al-Quran S.7 Al-A’raf 64, 72, 78, 84,91 itu. Lalu bagaimana analisa kita terhadap kemusykilan yang terjadi antara AKAL dengan Wahyu seperti ini???
@ Ta’wil, makna yang tersembunyi
Disarikan dari kitab Al-Burhan (Az-Zarkasyi 1988:2\162) maka yang disebut Ta’wil terhadap Al-Quran adalah suatu metode pendekatan kepada Al-Quran dengan mengambil makna dari Al-Quran yang tersirat bukan yang tersurat didasarkan atas dalil yang sangat kuat.
M.M.Syarif dalam History of Muslim Philosophy (1963:1\346) mengutip pendapat Ibnu Rusyd, bahwa yang berhak melakukan Ta`wil hanyalah kaum filosuf bukan ulama fiqh dan hasil Ta’wil mereka boleh diberikan hanya kepada kaum filosuf tidak boleh diberikan kepada orang awam, lagi pula nash yang di-Ta`wil memang bagian yang boleh di-Ta’wil.
Sadar ataupun tidak disadari secara sosiologis dan filosufis sebenarnya manusia itu dalam hatinya mengakui adanya sesuatu kekuatan yang di atas kekuatan manusia. Dari masyarakat yang paling primitif sampai filosuf yang botak semua mengakui adanya Tuhan, kemudian dari pengakuan itu manusia berusaha untuk melakukan hubungan dengan Tuhan itu. Maka cara melakukan hubungan Tuhan dengan manusia dapat direnungkan melalui apa yang dinamakan agama.
@ Bedanya agama langit dari agama budaya
Secara sederhana dan bersahaja semua manusia percaya kepada kekuatan di atas kekuatan manusia, lalu mereka melakukan hubungan dengan kekuatan yang dipercaya itu menurut kekuatan akal masing-masing. Ahli pikir yang maju merenung dengan sedalam-dalamnya sehingga menemukan adanya kekuatan yang luar biasa dan manamakannya tuhan, ilmu ini disebut teologi. Teologi ialah suatu faham ketuhanan yang tumbuh berangkatnya berpangkal melulu dari alam indrawi saja, mereka mengakui adanya Sang Pencipta dan Pengatur alam.


@ Theisme dan theologi
Theisme ialah suatu aliran yang berpendapat bahwa kekuatan yang menggerakkan alam ini ialah Tuhan. Tuhan inilah yang menggerakkan dan memelihara alam dengan sangat teratur. Sayang sekali para ahli pikir Theisme ini berhenti hanya pada pengakuan adanya Tuhan. Bahkan pengakuan itupun tidak jelas dan tidak seragam bagaimana sifat-sifat sesuatu yang mereka duga sebagai Tuhan itu, sehingga keterangannya saling berbeda menurut pikiran mereka masing-masing, misalnya sifat Tuhan seperti Logos teori Herakleitos, Cinta teori dari Empedokles, Nus teori dari Anaxagoras dan Idea Tertinggi dari Plato serta Prima Causa teori dari Aristoteles tidak ada kesamaannya siapa dan bagaimana sifat Tuhan itu.
Theologi ialah ilmu yang memikirkan adanya Tuhan berdasarkan akal melulu. Ilmu Theologi mengakui adanya Tuhan, tetapi pemikir ini tidak mampu meneruskan pemikirannya dan berhenti sampai disitu, sehingga Theologi ini tidak mengandung ajaran ibadah dan hukum agama, paling banter aliran ini hanya berspekulasi tentang adanya teori tentang etika yang juga saling berbeda rincian maupun global-umunya.
Para ulama membagi agama menjadi dua macam, yaitu agama Samawi dan agama Ardhi (atau agama Budaya). Agama Langit maksudnya ialah bahwa agama itu dari Tuhan, sedangkan agama Ardhi atau agama Budaya adalah agama hasil pemikiran akal manusia. Tanda-tanda agama langit yang membedakannya dari agama”Budaya” ada 6, yaitu:

Agama Samawi Agama Budaya
1 Disiarkan oleh nabi-rasul utusan Allah Tidak mempunyai nabi atau rasul
2 Berpedoman kitab suci dari Allah Tidak mempunyai kitab dari Allah
3 Sistem kehidupan mengikuti aturan Allah Sistem kehidupan diatur oleh akal

4 Manusia tidak dapat mengubah agama Agama ditetapkan oleh manusia
5 Agama tidak luntur karena kritik akal Agama berubah sebab kritik akal
6 Konsep agama serba monoteistis Konsep agama bersifat politeistis

Agama langit mempunyai 6 ciri, yaitu:
i. Disiarkan oleh nabi atau rasul utusan Tuhan (S.2 Al-Baqarah 151)
ii. Mempunyai kitab suci yang dibawa oleh nabi atau rasul utusan Tuhan (S.42 Asy- Syura 17);
iii. Sistem kehidupan takluk dan mengarah kepada sistem dalam agama(S.17 Al-Isra` 81)
iv. Mentalitas penganutnya tidak dapat mengubah agama, tetapi agama mengubah mentalitas penganut itu(S.23 Al-Mu`minun 71);.
v Kebenaran prinsip agama tidak luntur oleh kritik akal karena ajaran agama tersebut tidak bertentangan dengan akal(S2 Al-Baqarah 147);
vi, Konsep agama serba monoteis, serba esa (S.112 Al-Ikhlash 1-4).
Agama Islam adalah suatu agama langit, dengan nabinya Muhammad dan kitab sucinya ialah Al-Quran. Sedangkan Agama Nasrani menurut pandangan Islam berasal dari agama langit, tetapi dalam perkembangannya agama Nasrani ini mengalami erosi longsoran lahan agama budaya. Nabi Isa diangkat menjadi Tuhan Anak, Kitab Injil menampung rembesan teori dari akalluar wahyu.
Kebenaran Islam yang tidak dapat dikalahkan oleh agama lain ialah sifat ESA Allah, kitab suci Al-Quran dengan bahasa Arabnya adalah abadi hidup terus, naskahnya tidak ada satu hurufpun yang hilang dan tidak ada perubahan sama sekali, Al-Quran berisi ajaran dunia akhirat, Al-Quran diperkuat dengan hadis, serta jaminan kebebasan berpikir yang menjamin keabadian agama Islam.

@ Beda nya Allah dari berhala tuhan buatan manusia
Allah mempunyai 20 sifat wajib dan 99 nama yang baik (Al-Asma`ul Husna).
Sifat wajib yang 20 bagi Allah ialah:
1)Wujud-2) Qidam—3)Baqa`-4) Mukhalafatuhu lil Hawaditsi-Qiyamuhu bi Nafsihi-5)Wahdaniyat-6)Qudrat-{14.Qadiran}-7)Iradat-{15.Muridan}- 8) ‘Ilmu- {16.’Aliman}. 9) Hayat –{17. Hayyan}. 10)-Sama’ [18. Sami’an]-11) Bashar – [19. Bashiran]-12) Kalam [20. Mutakalliman].
@Al-Asma`ul Husna
Nama-nama Allah Al-Asma`ul Husna disebut-sebut Allah dalam Al-Quran berikut:
قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَنَ أَيًّا مَا تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلًا(110)(الاسراء)
Artinya: “
“Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai Al -Asmaaul Husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu (s.17 Al-Isra`110)
اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى (طه8 )
“Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Dia mempunyai Al-Aasmaaul husna (nama-nama yang baik”(S.20 Thaha 8).
Ringkasan dari 99 nama Al-Asmaul Husna adalah sebagai berikut:
هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ(22)هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ(23)هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ(24)(الحشر)
Artinya: “Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”(S.59 Al-Hasyr 22-24). Secara lengkap 99 nama Al-Asma`ul Husna tercatat dalam hadis Turmudzi no. 3429 dan Ibnu Majah no.3851.
Adapun berhala atau tuhan buatan manusia, tidak mempunyai sifat seperti Allah dalam agama Tauhid. Jika seandainya berhala tadi mempunyai sifat yang mirip dengan sifat Allah, maka dia hanya mempunyai salah satu sifat, misalnya”pencipta, pemelihara, perusak” jumlahnya tidak dapat mengalahkan 20 sifat Allah, lebih-lebih nama-nama yang 99 itu, maka tuhannya orang musyrik atau agama berhala tidak mungkin menyamai Al-Assmaul Husna Allah.

Muhammad Abu Zahrah, seorang pakar hukum Islam merumuskan skala prioritas ini dalam kitab Ushul Fiqhnya sebagai berikut:
Dalil yang isinya sangat jelas, tegas sekali, mengalahkan dalil yang samar-samar, remang-remang, sulit sekali ditetapkan makna mana yang dimaksud dengan tertib urutannya sebagai berikut:
i.Muhkam, yaitu nash yang paling jelas, tegas sekali, tidak bisa diartikan lain.
“(Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah, Yang bersemayam di atas `Arsy”(S.42 a11)
“…dan tidak (pula) mengawini isteri-isterinya selama-lamanya” (S. 33 Al-Ahzab 53)
ii.Mufassar, nash yang jelas karena sudah ada tafsirannya.
Artinya: “Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera”(S.24 An-Nur 2)
Arinya: “Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama” (S.15 Al-Hijr 30)_
iii.Nash, yaitu yang jelasnya karena ada klausul yang memperjelas maknanya.
Artinya: “Katakanlah: "Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir … "(S.6 Al-An’am 145).
Artinya: “… sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat ..”
Artinya: “Diwajibkan atas kamu, apabila seorang di antara kamu kedatangan (tanda-tanda) maut, jika ia meninggalkan harta yang banyak, berwasiat untuk ibu-bapa dan karib kerabatnya secara ma`ruf, (ini adalah) kewajiban atas orang-orang yang bertakwa.
iv.Zhahir, yang jelas di bawah pertama, kedua dan ketiga di atas.
Artinya; “…padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…”(S.Al-Baqarah 275).
Artinya: “….maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat…”(s.4 An-Nisa` 3).
v.Khafiyyu, yang tidak maknanya, maksudnya tersembunyi, misalnya pengertian mencuri: Bagaimana mencopet,mencuri kain kafan di dalam kubur?.
Artinya: “Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”(s.5 Al-maidah 38).
vi. Musykil, tidak jelasnya sebab ada dua arti yang sama kuat, tidak bisa dipilih, misalnya lafal Quru` =suci atau haid?.
Artinya: “Wanita-wanita yang ditalak hendaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru` “(S.2 Al-Baqarah 228). Mujmal, tidak jelasnya karena terlalu umum, misalnya .
vii.. Al-Mujmal
Al-Mujmal yaitu suatu lafal yang maknanya sangat luas mencakup apa saja, sehingga dia memerlukan penjelasan dan rincian yang menunjukkan kepada arti bagiannya yang lebih kecil. Misalnya nash yang berisi perintah shalat, zakat, puasa atau haji, maka perintah ini memerlukan penjelasan tentang bagaimana cara melaksanakan shalat, angka-angka tentang zakat, waktu-waktu untu melaksanakan puasa dan amalan ibadah haji serta waktu atau tempat ibadah ini dilksanakan.
Ad viii. Al-Mutasya>bih Al-Mutasya>bih yaitu suatu lafal yang arti maksudnya tersembunyi sangat rahasia, sulit sekali untuk menelusuri maksud yang dikehendaki oleh lafal itu. Walaupun demikian Ar-Ra>ghib memberikan suatu kemungkinan seorang ulama mampu menggali maksud tersebut. misalnya: Wajah Allah, singgasana Alalh berikut:.
(8) كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجْهَهُ لَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ(88)(القصص)
Artinya: “..Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. BagiNyalah segala penentuan, dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan”(S.28Al-Qashash8). ( الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى(5)(طه)
Artinya: “(Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah, Yang bersemayam di atas `Arsy.” (S.20 Thaha 5).

Sssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssss
Ad 1. Al-Muh}kam
Al-Muh}kam ialah suatu nash yang mempunyai satu-satunya arti yang mudah difaham, jelas sekali, sangat tegas dan tidak bisa diartikan lain.
Contoh (1)
وَلَا أَنْ تَنْكِحُوا أَزْوَاجَهُ مِنْ بَعْدِهِ أَبَدًا (الاحزاب 53)
Artinya: “ …dan tidak (pula) mengawini isteri-isterinya selama-lamanya sesudah ia wafat” (S.33 Al-Ahzab 53).
Contoh(2)
وَلَا تَقْبَلُوا لَهُمْ شَهَادَةً أَبَدًا (النور 4)
Artinya: “dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya”(S.24 An-Nu>r 4). Di dalam dua ayat ini ditegaskan dengan Abadan= Selama-lamanya.
2170 عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ َالْجِهَادُ مَاضٍ مُنْذُ بَعَثَنِي اللَّهُ إِلَى أَنْ يُقَاتِلَ آخِرُ أُمَّتِي الدَّجَّالَ لَا يُبْطِلُهُ جَوْرُ جَائِرٍ وَلَا عَدْلُ عَادِلٍ وَالْإِيمَانُ بِالْأَقْدَارِ (رواه-ابوداود) *
Artinya: “ Dari Anas ibnu Ma>lik bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “ Jihad itu berlaku terus sejak Allah mengutus aku sampai umatku yang terakhir berperang melawan Dajjal, tidak bisa dibatalkan oleh dosanya pelaku dosa dan adilnya seorang yang paling adil serta iman kepada takdir” (HR.Abu> Dawu>d )11 Disini disebutkan: “Sampai umatku yang terakhir”.
Ad 2. Al-Mufassar
Al-Mufassar ialah suatu nash yang menunjuk makna langsung dari jalinan kata-katanya tanpa Ta’wi>l atau Tafsi>r walaupun bisa terkena nasakh. Al-Mufassar bisa berwujud angka yang rinci atau jumlah menyeluruh, misalnya angka 100 atu 80 berikut atupun dengan bunyi kata-kata “seluruhnya”.
Contoh (1)
الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ (النور 2)
Artinya: “Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera”(S.24 An-Nu>r 2)
Contoh (2)
فَاجْلِدُوهُمْ ثَمَانِينَ جَلْدَةً (النور 4)
Artinya: “… maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera” (S.24 An-Nu>r 4)
Contoh (3)
فَسَجَدَ الْمَلَائِكَةُ كُلُّهُمْ أَجْمَعُونَ (الحجر30)
Artinya: “Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama”(S.15 Al-H}ijr 30). Pada contoh no.1 disebut dengan angka 100 dan dan no.2 disebut dengan angka 80 sedangkan no.3 disebut dengan istilah Ajma’u>n artinya semuanya.
Al-Mufassar bisa terjadi dalam bentuk kedua, yaitu: Tafsi>r asy-syar’i, seperti nash yang berbentuk Mujmal, yaitu perintah shalat, zakat atu puasa, maka semua ini telah diTafsi>rkan melalui nash atau hadis yang memerincinya yang didasarkan atas ayat berikut:
وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ (النحل44)
Artinya: “Dan Kami turunkan kepadamu Al Qur'an, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan”(S.16 An-Nah}l 44).
Ad 3. An-Na>sh
An-Na>sh ialah suatu lafal yang memberi makna secara langsung yang timbul dari bentuk dan jalinan kata-katanya, namun dimungkinkan adanya Ta’wi>l dan Nasakh terhadap lafal ini. Secara umum An-Na>sh itu lawan dari Ijma` dan Qiyas, secara khusus Nash itu dalil yang bukan Muh}kam, tidak Mufassar dan tidak pula Zha>hir .
Contoh (1)
فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ (النساء 3)
Artinya: “...maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat”(S.4 An-Nisa>`3)
Kalimat ini langsung memberi arti dibolehkannya seorang laki-laki kawin sampai empat orang isteri, difaham dari adanya bunyi ayat yang menyusul, bahwa jika kamu tidak mampu berbuat adil maka satu orang saja, yaitu:
فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلَّا تَعُولُوا(النساء 3)
Artinya: “Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya” (S.4 An-Nisa>` 3)
Contoh (2)
وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا(البقرة 275)
Artinya: “ Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba”(S.2 Al-Baqarah 275).
Bunyi ini memberi arti yang jelas langsung secara sekilas dan jelas bahwa jual-beli itu hukumnya berbeda dari hukum riba, jual beli itu halal riba itu haram, ketentuan ini menentang pendapat orang yang menyamakan riba itu sama dengan jual beli seperti bunyi lafal berikut:
ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا( البقرة 275).= “…padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba(S.2 Al-Baqarah 275).
Contoh (3) dan (4)
Al-Qura>n S.24 An-Nu>r 2 yang menetapkan wajibnya hukuman jilid.
(4) S.5 Al-Ma>idah 38 memberi arti wajibnya hukuman potong tangan atas pencuri.
Ad 4. Azh-Zha>hir
Azh-Zha>hir ialah suatu lafal yang sekilas memberi arti langsung dari kata-kata itu sendiri, tanpa adanya klausul dari luar yang menambah atau memperjelas dan tidak perlu melihat pernyataan di luarnya. Sementara itu lafal Zha>hir memberi kemungkinan adanya Ta’wi>l dan Tafsi>r.
Contoh
وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا(البقرة 275)
Artinya: “Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba”(S.2 Al-Baqarah 275).
Bunyi kalimat itu langsung memberi arti halalnya jual-beli dan haramnya riba. Para sahabat sepakat untuk mengamalkan lafal menurut zhahirnya lafal.
Muh}ammad Sala>m Madku>r dalam catatan kaki kitab Ushul-Fiqhnya 12 mencatat bagaimana membedakan dua persoalan Nash dengan Zha>hir ini sebagai berikut: Agar lebih jelas kita lihat contoh, yaitu jika seseorang berkata:
رايت فلانا حين جاءني القوم =”Aku melihat seseorang saat kaum itu datang padaku”
Pernyataan atau klausul “Saat kaum itu datang” merupakan ciri-ciri An-Na>sh. Dan pernyataan:”Aku melihat seseorang” tanpa adanya klausul tambahan kalimat: “Saat kaum itu datang” maka lafal ini dinamakan Azh-Zha>hir.
Ad 5. Al-Khafiyyu
Al-Khafiyyu merupakan lawan istilah Zha>hir, yaitu suatu dalil yang di dalamnya terdapat arti yang kabur dan tidak jelas dari sebagian sisinya.
Contoh
وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوا أَيْدِيَهُمَا (الماءدة 38)= Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (S.5 Al-Ma>idah 38).
Ayat ini akan menjadi tidak jelas jika dihadapkan kepada lafal An-Nabba>sy (النباش) (= Pencopet ) atau An-Na>sysya>l (النشال) artinya mencuri kain kafan dari mayat yang ada didalam kubur. Apakah pencopet atau pencuri kain kafan ini hukumannya sama dengan pencuri? Inilah letak pangkal ketidak jelasan itu.
6. Al-Musykil
Al-Musykilu adalah lawan dari istilah Nash, yaitu lafal yang tidak jelas artinya disebabkan karena bunyi lafal itu sendiri dan mempunyai makna lebih dari satu, sehingga memerlukan klausul penjelasan arti mana yang dikehendakinya.
Lafal Musykil itu tidak jelas artinya, karena ada dua sebab, yaitu:
- Tidak jelasnya itu karena makna lafal itu Musytarak yaitu satu lafal mempunyai dua arti yang seimbang sama kuatnya.
Contoh
وَالْمُطَلَّقَاتُ يَتَرَبَّصْنَ بِأَنْفُسِهِنَّ ثَلَاثَةَ قُرُوءٍ (البقرة 228)
Artinya: “Wanita-wanita yang ditalak hendaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru`”(S.2 Al-Baqarah 228)
Lafal Quru>`in ( قُرُوءٍ ) jamak dari Al-Qar`u, mempunyai dua arti yang sama kuatnya
bahwa dia itu artinya “Suci” sekaligus juga berarti “Haid” . Kemudian untuk menetapkan arti yang mendekati kebenaran harus dicari dalil lain. Imam Syafi’imemilih arti suci, sedangkan Imam Hanafi menunjuk arti haid untuk lafal Al-Qar`u ini.
- Faktor tidak jelasnya lafal Musykil itu disebabkan karena dijumpainya nash lain yang difahami seakan-akan ada pertentangan antar keduanya.
Contoh
(مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ (النساء79)
“Apa saja ni`mat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri”(S.4 An-Nisa’>` 79).
Ayat ini menjadi Musykil jika difaham melalui ayat berikut:
وَإِنْ تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَقُولُوا هَذِهِ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَقُولُوا هَذِهِ مِنْ عِنْدِكَ قُلْ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ(النساء 78)
Artinya: “ …dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muh}ammad)". Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi Allah".(S.4 An-Nisa>` 78)
قُلْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ أَتَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ (الاعراف 28)
Artinya: “Katakanlah: "Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji." Mengapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?”(S. 7 Al-A’ra>f 28)
وَإِذَا أَرَدْنَا أَنْ نُهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُوا فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيرًا (الاسراء16)
Artinya: “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menta`ati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya”(S.16 Al-Isra>` 16)
AbdulWahha>b Khalla>f dalam kitabnya ‘Ilmu Ushu>lul Fiqh13 memberikan petunjuk dan syarat bagaimana memecahkan serta mengatasi kesulitan masalah yang Musykil, yaitu bahwa usaha untuk mencari makna yang mendekati kebenaran dari isi ayat itu ialah dengan IJTIHAD oleh mujtahid melalui penelusuran dalil dan klausul yang dapat memperjelas makna ayat-ayat itu. Jika dipandang perlu dapat dilakukan pemahaman melalui dalil lain, Qa>‘idah Syar’iyyah atau H}ikmatut – Tasyri>’
Ad 7 . Al-Mujmal
Al-Mujmal yaitu suatu lafal yang maknanya sangat luas mencakup apa saja, sehingga dia memerlukan penjelasan dan rincian yang menunjukkan kepada arti bagiannya yang lebih kecil. Misalnya nash yang berisi perintah shalat, zakat, puasa atau haji, maka perintah ini memerlukan penjelasan tentang bagaimana cara melaksanakan shalat, angka-angka tentang zakat, waktu-waktu untu melaksanakan puasa dan amalan ibadah haji serta waktu atau tempat ibadah ini dilksanakan.
Ad 8. Al-Mutasya>bih
Al-Mutasya>bih yaitu suatu lafal yang arti maksudnya tersembunyi sangat rahasia, sulit sekali untuk menelusuri maksud yang dikehendaki oleh lafal itu. Walaupun demikian Ar-Ra>ghib memberikan suatu kemungkinan seorang ulama mampu menggali maksud tersebut.
NATIJAH
1. Hasil ijtihad akal dapat diterima kebenarannya selama masih diakui benar oleh seluruh umat manusia, segala tempat dan semua jaman kapanpun juga.
2.Hadis kebenarannya tidak dapat dikalahkan ialah yang diakui benar oleh jumlah ulama yang paling besar, tidak dimansukh berlaku selama-lamanya, bertingkat dan berkurang bobotnya jika syarat-syaratnya berkurang.
3, Al-Quran secara umum bobot kebenarannya paling tinggi, secara rinci bobot kebenaran yang tertinggi mengalahkan semua yang dibawahnya dari yang Muhkam, Mufassar, Nash, Zhahir, Khafiy, Musykil, Mujmaldan Mutasyabih.Maka yang terakhir atau yang terbawah tidak mungkin mengalahkan bobot kebenaran tingkat yang di atasnya.
…………………….…………-=o0o=-………………………….………
(*) Hubungi kami di : http://imam-muchlas.blogspot.com
ketik kirim kepada: h.imam.muchlas @gmail.com

0 komentar:

Poskan Komentar

Pengunjung Ke-

Ada kesalahan di dalam gadget ini

About Me

Template by KangNoval & Abdul Munir | blog Blogger Templates