Jumat, 20 Maret 2015

.FANA` DAN BAQA` (Tidak ada apa-apa kecuali Allah)



الرَّحْمَنُ(1)عَلَّم الْقُرْءَانَ(2)خَلَقَ الْإِنْسَانَ(3)عَلَّمَهُ الْبَيَانَ(4)الشَّمْسُ-وَالْقَمَرُ بِحُسْبَانٍ(5)وَالنَّجْمُ وَالشَّجَرُ يَسْجُدَانِ(6)وَالسَّمَاءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ الْمِيزَانَ (7)أ لَّا تَطْغَوْا فِي الْمِيزَانِ(8)وَأَقِيمُوا الْوَزْنَ بِالْقِسْطِ وَلَا تُخْسِرُوا الْمِيزَانَ(9) وَالْأَرْضَ وَضَعَهَا لِلْأَنَامِ(10)فِيهَا فَاكِهَةٌ وَالنَّخْلُ ذَاتُ الْأَكْمَامِ (11)وَالْحَبُّ ذُو الْعَصْفِ وَالرَّيْحَانُ(12)فَبِأَيِّ ءَالَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ (13) خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ كَالْفَخَّارِ(14)وَخَلَقَ الْجَانَّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ (15) فَبِأَيِّ ءَالَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ (16) رَبُّ الْمَشْرِقَيْنِ وَرَبُّ الْمَغْرِبَيْنِ (17)فَبِأَيِّ ءَالَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ (18) مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ(19)بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَا يَبْغِيَانِ(20)فَبِأَيِّ ءَالَاءِرَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ(21)يَخْرُجُ مِنْهُمَا اللُّؤْلُؤُ وَالْمَرْجَانُ (22)فَبِأَيِّ ءَالَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ (23) وَلَهُ الْجَوَارِ الْمُنْشَآتُ فِي الْبَحْرِ كَالْأَعْلَامِ (24)فَبِأَيِّ ءَالَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ (25) كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ (26)وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ(27 ) (الرحمن 1-27)
Artinya:
             (1)(Tuhan) Yang Maha Pemurah,(2) Yang telah mengajarkan Al Qur'an.(3) Dia menciptakan manusia,(4) Mengajarnya pandai berbicara.(5) Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan.(6) Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya.(7) Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan).(8) Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu.(9) Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.(10) Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk (Nya).(11) di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang.(12) Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya.(13) Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(14) Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar,(15) dan Dia menciptakan jin dari nyala api.(16) Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(17) Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya.(18) Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(19) Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu,(20) antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.(21) Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(22) Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.(23) Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(24) Dan kepunyaan-Nya lah bahtera-bahtera yang tinggi layarnya di lautan laksana gunung-gunung.(25) Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(26) Semua yang ada di bumi itu akan binasa.(27)Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaa” (S 55 Ar-Rahman  1-27)
Tema dan sari tilawah
1. Allah telah memberi kepada manusia nikmat yang banyak sekali.
2. Sebagian dari nikmat Allah itu ialah: Petunjuk hidup dari Allah  dalam Al-Quran, terciptanya jagad raya, langit dengan system astronominya, bumi dan lautan dengan kekayaan alamnya; terciptanya  manusias dari  tanah, terciptanya jin dari   api.
3. Tetapi manusia suka mengingkari nikmat  yang banyak itu, mereka tidak mau bersyukur..
4. Padahal  semua yang ada itu akan lenyap yang tinggal hanya Allah yang Mutlak Maha.
Masalah dan analisa jawaban
@ Masalah ke-1: Apa sebab manusia tidak suka bersyukur, bahkan mengingkari anugerah nikmat Allah yang demikian banyak  itu? Jawaban hipotetis: Manusia tidak suka bersyukur kepada Allah sebab mereka lebih mengunggulkan hawa nafsunya.
@ Masalah ke-2: Bagaimana manusia mananggapi  firman Allah bahwa  bumi dengan semua materi itu  akan lenyap tinggal Allah yang Maha Abadi? Jawaban hipotetis: Para ahli pikir membuat teori sesuai dengan cabang disiplin ilmunya, sedang ahli sufi  membuat teori  Fana`-Baqa` dengan kaitannya.
@ Bagaimana pandangan kita  terhadap teori  para ahli pikir dan ulama ahli Ilmu Tasawuf itu. Jawaban hipotetis: Hasil penelitian para ahli pikir yang benar dapat  memperdalam iman kita; Istilah-istilah  Ahli Tasawuf  khususnya Fana` & Baqa`, Ittihad dan Hulul dapat membahayakan iman orang awam.
Pendalaman dan penelitian
BAB   SATU
Mensyukuri nikmat
@ Masalah ke-1: Apa sebab manusia tidak suka bersyukur, bahkan mengingkari anugerah nikmat Allah yang demikian banyak  itu? Jawaban hipotetis: Manusia tidak suka bersyukur kepada Allah sebab mereka lebih mengunggulkan hawa nafsunya.
       Masalah kufurnya manusia tidak mau bersyukur kepada nikmat Allah perlu kita kaitkan dengan perkembangan mental manusia,  melalui 3 persoalan: 1) Asal awal jiwa. 2) Instink atau nafsu-nafsu. 3) Pengaruh negatip kepada jiwa.
Kesatu: Asal Jiwa manusia
#  Asal awal jiwa manusia
  John Lock seorang pakar ilmu jiwa mengajukan Teori Tabularasa bahwa jiwa manusia  itu persis seperti kertas putih, sehingga  orang sekitarnya  dapat menulis  apa saja   di sana maka  tulisan atau gambar tersebut akan menentukan  bagaimana jadinya jiwa itu.
# Pakar Ilmu jiwa yang lain mengajukan teori konvergensi bahwa Jiwa itu terbentuk oleh bakat asli bersama dengan faktor luar, akan menentukan sifat jiwa manusia itu.
@ Al-Quran mencatat bahwa: Setiap manusia itu dilahirkan dalam fitrah yang suci, tetapi karena pengaruh luar terutama potensi orang yang paling  dekat-lah yang sangat menentukan jiwanya sesuai dengan firman Allah S s30a30;s91a8-10,s66a6 dan hadis  shahih Bukhari no.1272.
Kedua:  Instink atau nafsu-nafsu
    Dalam menciptakan makhluk manusia,  Allah telah membekalinya dengan  instink atau nafsu-nafsu Menurut Wimmersma Greidanus seorang ahli ilmu jiwa menyatakan  bahwa   instink itu ada 4 macam, yaitu: Egosentros, Polemos, Eros dan Religios. Teori ini banyak persesuaiannya dengan Al-Quran atau hadis:
i. Instink  Egosentros atau Nafsu Harta
   Nafsu yang mendesak manusia untuk mencari harta.
ii.Instink Polemos  atau Nafsu Kekuasaan
    Instink yang mendesak manusia untuk mengejar jabatan kekuasaan  atau mempertahankan tahta kekuasaan.
iii.Instink Eros atau Nafsu Birahi
    Instink Eros atau nafsu ialah naluri  yang mendorong manusia untuk memenuhi Nafsu Birahi.
iv.Instink Religios atau Nafsu Agama
Bahwa memua manusia pasti mempunyai instink religios atau naluri  untuk mencari dan menyembah kepada Tuhan.
    Semua nafsu harus dipenuhi seimbang dan serasi tidak boleh berat sebelah, bahkan naluri keagamaan sekalipun tidak boleh diunggulkan terlalu sebagaimana diperingatkan oleh Nabi Saw yang tercatat dalam hadis Bukhari no.4675 dan Muslim n o.2487.
         Sebuah hadis Ibnu 'Umar  yang cukup terkenal dicatat oleh Ibnul 'Arabi dalam kitab Ahkamul Quran (6h263) menyerukan kepada kita semua untuk bekerja keras mengejar kekayaan dunia sebesar-besarnya dan dalam detik-detik itu juga sekaligus mencari pahala akhirat semaksimal (HR Al-Qurthubi 13h314 dan Ibnul 'Arabi 6h263); Al-Qurthubi mengaitkan hadis ini dengan Al-Quran s2a205, s28a77, s42a20 dan s43a32.
        Para pakar Ilmu Jiwa  dan pakar Ilmu Kedokteran menyatakan bahwa orang yang terlalu memanjakan salah satu dari nafsu-nafsu tersebut akan tertimpa  dampak penyakit  jasmani maupun rohani, bahkan jika dilakukan oleh orang banyak akan menimbulkan pengaruh  negatif yang sangat besar yang dapat mengakibatkan  penderitaan masyarakat luas.
Ketiga:   Tiga Godaan
      Dalam mengarungi  lahan kehidupan, manusia akan mendapat ujian dan godaan hidup, yaitu:1)Godaan setan.2)Godaan kenikmatan dunia.3) Godaan hawa nafsu:
Ad 1. Godaan setan
          Makna yang lebih dalam mengenai semua godaan itu adalah ujian, sehingga siapa yang dapat mengatasi godaan  tersebut sehingga dapat lolos artinya ialah  lulus dari suatu ujian, maka dia naik derajatnya, makin berat godaannya  jika lulus maka naik klas, derajatnya naik lebih tinggi lagi.
         Allah sudah memberi peringatan dalam Al-Quran agar manusia tidak mengikuti  ajakan setan:Al-Quran S.2Al-Baqarah 170, S 2 Al-Baqarah 208-209 dan masih banyak lagi.
Ad 2- Godaan Dunia
      Dalam hidup di dunia, tidak boleh tidak seseorang harus memenuhi kebutuhan hidup yang berupa sarana prasarana untuk hidup, secara sederhana dapat dikatakan  kebutuhan hidup itu ialah  sandang, pangan dan papan.
      Para ahli sosiologi-antropologi telah mengadakan penelitian mengenai kebutuhan hidup manusia di dunia  secara universal siapa saja dimanapun juga kapanpun jamannya, yaitu:
(a)   Ralph Piddington dalam bukunya “An Introduction to Social Anthropology” (1950:221) mencatat bahwa  kebutuhan manusia secara universal (Human Needs) sebagai berikut:
i.   Kebutuhan primer;  Kebutuhan primer ialah kebutuhan yang sama antara manusia dengan makhluk hewan, yaitu:1)Makan, minum, bernafas;2) Kesehatan, kebersihan, istirahat, ketahanan diri dari serangan penyakit atau cuaca. 3)Pemenuhan hawa nafsu seks atau nafsu birahi dan keinginan kepada anak keturunan.
ii. Kebutuhan sekunder
    Kebutuhan sekunder atau kebutuhan sosial terdiri dari:
(1)Pengembangan akal-pikiran, kecakapan, kecerdasan, kebudayaan. (2)Gerakan kegiatan bersama, berkomunikasi dengan sesame, kebanggaan kelompok sosial.(3)Kepuasan akan pemilikan atas harta kekayaan
4)Terselenggaranya ketertiban sosial, hukum dan adat
iii.   Kebutuhan integratip-Kebutuhan integratip ini sangat berkaitan dengan soal perasaan moral, kepercayaan dan kesempurnaan hidup:
(1)Kegiatan ritual keagamaan (Magico religious system);
(2)Kebutuhan akan hiburan, permainan dan kepuasan dalam bidang seni serta keindahan.
  (b) Abu Zahrah dalam kitabnya Ushul Fiqh (1958:291) mencatat apa yang disebut dengan “Maslahah yang hakiki” yang merupakan teori ahli hukum Islam mengenai kebutuhan hidup manusia secara universal, menurut teori ini ialah:
1)  Kebutuhan terjaminnya syariat Tuhan.
2)  Kebutuhan terjaminnya hak kelangsungan hidup jiwa.
3)  Kebutuhan terjaminnya hak pemilikan atas harta kekayaan.
4)  Kebutuhan terjaminnya perkembangan akal yang sehat.
5)  Kebutuhan terjaminnya hak kawin, beranak, berketurunan.
    Allah sudah memperingatkan manusia supaya menjaga diri mencari kebutuhan hidupnya itu dengan wajar, tidak melanggar aturan, jenis dan cara memperolehnya menurut hukum,yaitu dalam Al-Quran: S 45 Al-jatsiyah 35 ;S 6 Al-An’am 70, S6 Al-An’am 130 dan yang lain.
Ad 3.   Godaan Hawa nafsu
           Godaan hawa nafsu ialah dorongan hati untuk mengejar terpenuhinya kebutuhan hidup lebih dari ukurannya atau  dengan  cara yang tidak wajar. Allah telah memperingatkan hal ini dalam Al-Quran:S 4 An-Nisa 135, S 38 Shad 26 dan masih banyak lagi.
       Dapat dicatat disini bahwa instink-instink itu ada bahayanya:
(1)Instink Egosentros itu seperti naluri anak umur 3th semua diaku sebagai miliknya jika watak egosentros ini orangnya sudah besar maka dia menjadi Moto duwiten-materialistis, bahayanya ialah sakit perut;
(2)Instink Polemos atau nafsu mencari tahta itu dapat digambarkan seperti anak umur 6 sampai 13 tahun, kesukaannya ialah berkelahi, melawan, protes dan  merebut milik orang  lain. Jika orang berjiwa polemos itu orang dewasa  dan jumlahnya banyak maka mereka akan membentuk alur berpikir yang seragam, yaitu  suka berperang, merebut kekuasaan, menindas pihak lawan yang dalam waktu tertentu akan terbentuk  faham aliran filsafat diktatorisme; bahayanya ialah sifat diktator, sakit darah tinggi, kanker;
(3)Instink Eros itu seperti anak gadis 13-19 sukanya bersolek jika orangnya orang-orang berlebih maka sukanya lomba kecantikan, suka kawin cerai, free sex, pornografi-pornoaksi  dan bahayanya ialah penyebaran virus HIV, gonorgoe, penyakit kotor atau Rojosingo.
    Sungguh  manusia itu aslinya  adalah berjiwa agama, tetapi karena dikalahkan oleh pengaruh luar atau tergoda oleh setan  dan  gemerlapnya dunia serta hawa nafsu, maka manusia dapat menjadi kufur, tidak mau mengabdi kepada Allah dan tidak mau besyukur atas nikmat Allah  yang terlalu banyak itu.
          Adapun cara bersyukur ialah: 
(1) Merenungkan arti syukur dan nikmat yang diterima.
(2)Memuji kepada yang memberi nikmat(yaitu Allah) dengan setulus-tulusnya.
(3)Menunaikan  tegen prestasi & membalas budi, mengganti pemberian yang telah diterima dengan yang lebih afdol.
(4)Menunaikan amanat yang tersimpan di dalam nikmat pemberian yang diterimanya.
(5)Memilih taat kepada Allah dari pada yang lain.
(6)Menjaga diri dan anggota badan supaya tetap dalam batas-batas kebajikan & Ridho Allah.
(7)Menjaga diri dan menjauhi larangan Allah.
@  Nabi Dawud bersyukur dengan shalat, dan puasa tercatat  dalam Al-Quran  S14 Ibrahim7 dan hadis Nabi Saw berikut:
أَنَّ عَبْدَاللَّهِ بْنَ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ رَضِي اللَّهم عَنْهمَا أَخْبَرَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهُ أَحَبُّ الصَّلَاةِ إِلَى اللَّهِ صَلَاةُ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَام وَأَحَبُّ الصِّيَامِ إِلَى اللَّهِ صِيَامُ دَاوُدَ وَكَانَ يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ وَيَقُومُ ثُلُثَهُ وَيَنَامُ سُدُسَهُ وَيَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا (رواه البخاري 1063ومسلم 1962)*
@  Nabi Sulaiman meyakini bahwa  nikmat itu adalah ujian
     Tercatat di dalam Al-Quran Qas27a19 dan 40 berikut:
    “maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: "Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh"(S27 An-Naml 19 dan 40).
……………………………………………………………………………………………………………….
                                                        BAB   DUA
Teori Filosufis & Teori Ulama Sufi
--Masalah ke-2: Bagaimana manusia mananggapi  firman Allah bahwa  bumi dengan semua materi akan lenyap tinggal Allah yang abadi? Jawaban hipotetis: Para ahli pikir membuat teori sesuai dengan bidangnya, sedang ahli sufi  membuat teori  Fana`-Baqa` dengan masalah yang terkait.
I. Renungan Filosufis Fisikawan
(1) .Ontologis - tidak terkalahkan
         # Anselm (1033-1109M) seorang teolog ahli filsafat Italia, menyatakan bahwa Tuhan itu adalah suatu wujud yang tidak mungkin ada  sesuatu yang menandingi tidak ada sesuatu yang dapat mengalahkan Tuhan dalam segala hal. Pendapat ini sesuai dengan Al-Quran bahwa Tuhan itu hanya satu-Maha Esa tercatat  dalam S.42 Asy-syura 11:
                Artinya: “(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat”(S.42 Asy-Syura 11) (Lihat pula ,  S.112 Al-Ikhlash 1-4, S.57 Al-hadid 3, S.21 Al-Anbiya` 22, S.6 Al-an’am 102-103)..
(2) Kosmologis asal segala sebab.
    # Thomas Aquinas (1274M), seorang teolog dan ahli filsafat Italia mengemukakan  teori Hukum Kausalitas bahwa apa saja yang ada di alam ini pasti disebabkan oleh sebab sebelumnya. Tetapi akhirya  sebab dan akibat ini sampailah  kepada sebab pertama yang tidak ada sebab sebelumnya. Maka   suatu wujud yang tidak ada sebab sebelumnya itulah  yang disebut Tuhan.
  Teori ini sesuai dengan ajaran Islam bahwa  tidak ada sesuatu apapun juga sebelum Allah, maka Allah  itu adalah Maha Esa, bukan tiga, bukan Tritunggal, bukan Trimurti, bukan tuhan-tuhan dengan nama-nama di luar Islam, bukan Yesus, bukan Brahma, Wisnu, Syiwa, bukan Budha Gautama, sebab Allah dalam Islam itu mempunyai sifat Maha Esa Mutlak, absolut Maha Suci dari sifat-sifat yang mirip dengan makhluk. Firman Allah:
       Artinya: “Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu. (Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu”(S.6 Al-An’am 101-102).
         Ar-Raghib pakar Ilmu Tafsir menerangkan bahwa Allah dalam menciptakan makhluk itu  tidak memakai alat tidak dengan bahan sebelumnya serta tidak ada contoh bahkan tidak  terkait waktu dan tempat. Ayat-ayat berikut dapat memperjelas masalah ini lebih lanjut, yaitu: S.79 An-Nazi’at 27-30 dan S.41 Fushshilat 9-11, S.40 Ghafir 62,S.13 Ar-Ra’du 16;S.39 Az-Zumar 4, S.35 Fathir 3.
 (3) Teleologis serba perencanaan yang sangat teliti
        Menurut penelitian para ahli pikir salah satunya oleh Hubble tahun 1920  menyatakan bahwa umur alam semesta ini sudah berjalan selama 18 milyar tahun dan  alam semesta berjalan di atas sejarahnya selalu menepati angka-angka ukurannya yang  tepat  luar biasa.
           Majalah Tempo (15xi11vi1983h24) mencatat pernyataan Prof.DR.Jay Paschoff Direktur Observatorium Hopkin Amerika Serikat menyatakan bahwa dengan peralatan yang canggih dan rumus matematika yang jelimet sekarang ini para ilmuwan mampu meramalkan akan terjadinya gerhana,tahun, bulan, hari, jam sampai menit bahkan detiknya sekali, sehingga        Prof.Paschoff pakar spesialis ilmu astronomi  kagum sangat mendalam atas ketepatan bukti terjadi betul-betul gerhana itu persis sama dengan angka-angka perhitungan Ahli  hisab-rukyah sebelumnya. Tercatat bahwa orang di jaman purba dapat meramalkan terjadinya  gerhana:
a) Kira-kira 4200 tahun sebelum Masehi bangsa Mesir dan  bangsa Babilonia 2500 Sebelum Masehi sudah dapat meramalkan akan terjadinya gerhana.
b) Thomas Oppolzer seorang astronom Ustria pernah menghitung bahwa antara tahun 1207SM sampai   tahun 2162 M kelak akan terjadi 8000 gerhana matahari dan 5200 gerhana bulan,lengkap dengan  sifat, tempat dan hari bulannya.
c) KH Zainal Abidin Dekan Fakultas Syari’ah Universitas Islam Bandung mencatat bahwa setiap 6584,223 hari akan terjadi 70 gerhana,41 gerhana matahari 29kali gerhana bulan.
    Kecepatan waktu dan tempat kedudukan pada setiap detiknya, mulai jalannya elektron di dalam atom sampai galaksi terbesar Andromeda dan seluruh makhluk di angkasa luar semuanya tepat menetapi angka-angka jalan-bergeraknya, kecepatan, tempat keduduka, rel-aluran larinya yang sudah ditetapkan oleh Tuhan.
Menurut catatan Dedy Suardi dalam Tafakur di Galaksi Luhur (1991:59) bahwa  bulan mengitari bumi satu tahun memakan waktu =354,367.068 hari satu bulan = 29hari 12jam 44menit 2,9detik;Dan bumi mengitari matahari satu tahun lamanya =  365,242.217 hari.  Selisih kalender Solar-Syamsiyah dari Lunar-Qamariyah= 365,242.217 –354,367,068 = 10,875.148,9 hari.
             Dapat dicatat pula bahwa komet Halley  melintasi titik terdekat dengan  matahari satu kali putar lamanya 76 tahun. Komet Kohoutek dalam perjalanannya melingkari matahari satu kali putar = 75.000 tahun lamanya .
      *Singkatnya waktu jika diukur dengan gerak kecepatan Pluto satu kali putar lamanya 76 tahun (Tahun matahari). Jika diukur dengan Komet Kohoutek satu kali putar 75.000 tahun. Jika diukur dengan menggunakan ukuran kecepatan  dalam teori BIG BANG maka para pakar ilmi fisika mencatat  di sana ada waktu gerak yang kecepatannya ialah satu detik  (ukuran matahari) dibagi 10 pangkat 34. Filsafat angka ini sudah di uji oleh sejarah bagaimana persis, tepat  luar biasa.
      Contoh terakhir  misalnya gerhana matahari total, di Indonesia tahun 1983 yang lalu telah disaksikan oleh kira-kira 500.000 wisatawan asing yang berdatangan ke Indonesia saat gerhana matahari total yang terjadi pada tanggal   11 Juni 1983 dahulu itu (Tempo no.15xiTg.11vi1983h24).
      Para ualama` menyatakan bahwa apa yang terurai di atas merupakan bukti bahwa seluruh benda tersebut di atas semua bertasbih  kepada Allah, dengan cara mentaati Hukum Alam atau Sunnatullah (Lihat Al-Quran S57a21,s59a1;s62a1).
 (4)  The Big Bang Theori
              Prof DR H.Ahmad Baiquni MSc  berdasarkan Al-Quran S.21 Al-Anbiya` 30, S.51 Adz-Dzariyat 47, S.10 Yunus 101, S.88 Al-Ghasyiyah 18, S.3 Ali ‘Imran 190-191, S.41 Fushshilat 11, S.11 Hud 7, terutama difahamkan dari lafal :اَلسَّمَاءُ-- اَلْاَرْضُ—اَلدُّخَانُ-=-اَلْمَاءُ َالْعَرْشُ 
Menasirkannya dengan catatan sebagai berikut;
Artinya: “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?”(S.21 Al-Anbiya` 30).
           Baiquni menyatakan bahwa sekitar 18 milyar tahun yang lalu, alam semesta ini lahir dari satu titik  singularitas  fisis yang merupakan padatan calon alam semesta. Dengan dentuman hebat (The Big Bang) maka terlontarlah  pecahan dari  titik  itu ke seluruh penjuru ruang alam yang berkembang sangat cepat kemudian terciptalah ALAM SEMESTA.
          Baiquni mencatat  bahwa  keterangan para  fisikawan itu telah memunculkan dua  poin pernyataan, yaitu:
1)   Kira-kira 18 milyar tahun yang lalu semesta alam, energi, materi, ruang dan waktu keluar dari SATU TITIK singularitas  dengan temperatur  dan kepadatan yang tidak ada bandingnya.
2)   Sebelum peristiwa ini (para fisikawan menyatakan)”
     (a) tidak ada materi,   (b) tidak ada ruang,     (c) tidak ada waktu. (d) tidak ada energi:
     Tetapi pernyataan ini harus kita tambah bahwa  ketika tidak ada energi, tidak ada materi, tidak ada ruang, tidak ada waktu, maka harus ditambah bahwa sebelum ada Big Bang "Tidak ada apa-apa kecuali Allah=لااله الاالله       
      Ayat-ayat yang saling menjelaskan atas masalah ini termaktub dalam Al-Quran S.59 Al-Hasyr 24; S.2 Al-Baqarah 164, S.59 Al-Hasyr 24, S.2 Al-Baqarah 164, S.2 Al-Hajji 5, 15-17, S.3 Ali Imran 190-191. Semua mengarah kepada kebenaran sifat-sifat Allah Maha Esa Satu-satunya yang Mengatur dan Merencanakan serta mengawasi perjalanan Hukum itu.
@Masalah  Fana` dan Baqa`  dalam Filsafat  Fisika
(Kemungkinan  terwujud atau lenyapnya materi)
        Dalam Ilmu Fisika, terdapat teori tentang atom, disana dapat dipelajari tentang timbul atau terwujudnya materi atau lenyapnya sesuatu yang indrawi menjadi gaib (immaterial).
1, Ionisasi  
              Atom  itu dapat saja mengalami kehilangan salah satu unsurnya, elektron  atau mendapat tambahan suatu electron dan proses ini dinamakan ionisasi. Atom yang kehilangan electron maka atom itu menjadi lenyap alias gaib  bukan materi lagi Dalam Pewayangan ada istilah Murco=Ngilang. Lenyap itu dalam bahasa Arabnya ialah Fana` sebaliknya sesuatu yang tidak bisa lenyap itu namanya  Baqa`  maka  yang tidak bisa lenyap itu hanyalah Allah sendiri.
2.Fisi dan Fusi-Nuklir
 ~ Fisi nuklir  terjadi bilamana ada pembelahan inti atom akibat dari benturan antar atom yang satu  dengan atom lainnya lalu menghasilkan atom-atom baru yang muatannya lebih kecil .                     
 Materialisasi dan Fusi
           Para pakar ilmu fisika (kimia) menjelaskan  bahwa di hadapan kita ini ada electron bebas, maka electron bebas ini jika menarik atau masuk ke dalam unit suatu atom dia dapat mewujudkan angan-angan khayal menjadi wujud dari alam gaib  menjadi benda kasar indrawi,  lahiriyah  atau mengubah sifat maupun ciri-ciri atom yang dimasukinya. Wujud ini dapat  berbentuk manusia  lengkap atau berbentuk sebagian anggota badan seperti muka atau tangan saja.  
          Teori ilmu atom proses ionisasi, materialisasi, fisi dan fusi ini  sangat mirip sekali dengan terjadinya proses penampakan dan pelenyapan diri oleh makhluk halus atau binatang jadi-jadian seperti  Macan gadungan, Celeng gadungan, Anjing gadungan atau  penjelmaan dan pelenyapan diri pada   bayangan  Gendruwo, Memedhi, Wedon, Ilu-ilu, Kuntilanak dan sejenisnya. 
Filsafat-Emanasi                                                                                                               Filosuf Islam Al-Farabi (Abu Nasr Muhammad al-Farabi(950M) berpendapat bahwa Tuhan itu Maha Esa, hanya satu, tidak berubah, sedangkan selain Tuhan itu banyak: Lalu bagaimana terjadinya makhluk yang banyak dari Tuhan yang Satu? Maka menurut Al-Farabi terjadinya alam ini melalui cara Emanasi (Pancaran). Tuhan sebagai Wujud ke-I berpikir tentang diri-Nya, lalu timbullah Wujud ke-II dinamakan Akal pertama, dia berpikir atas Wujud pertama lalu timbul Wujud ke-III disebut akal kedua, demikian berlangsung yang belakang berpikir atas yang sebelumnya lalu timbul wujud  berikutnya; Dan pada wujud yang ke-XI Akal yang ke sepuluh muncullah bumi, roh-roh, materi pertama, unsur api, udara, air,tanah. Dan jiwa manusia memamncar dari Akal kesepuluh.
Kiamat Kubra
            Proses awal ketika terjadinya dentuman hebat (Big Bang) 18 milar tahun silam timbulnya benda-benda langit lalu berkembang melewati jaman-jaman: Plestosin 18 milard tahun smpai  2 milyard tahun dengan 6 masa, Tersier-Mesosoikum 225 juta tahun terbagi dalam 6 masa. Keith Wick dalam bukunya Bintang&Planet (1985:10) menambahkannya catatan  rincian perkembanga alam sampai kira-kira 10.000 tahun yang lalu Allah menciptakan manusia pertama.
         Ribuan tahun yang akan datang bumi akan hancur termasuk penghuni bumi akan lenyap seperti punahnya Dinosaurus 150-200 juta tahun yang silam.
. Kemudian  terjadilah kiamat  kubra alam akan menciut mengkeret menuju satu titik singularitas asal usul alam semesta lenyaplah seluruh alam semesta selama-lamanya.Yang tinggal hanya Allah:  Allah berfirman:
Semua yang ada di bumi itu akan binasa.()Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan”S55 Ar-Rahman 26-27) 
II. Pandangan para ulama terhadap masalah Fana` & Baqa`
I.Pertama.
      Di dalamAl-Quran S. 55 Ar-Rahman 26 terbaca lafal Faan dan Yabqaa maka kedua  lafal ini tashrif-nya ialah فني يفنيي فناء =(Fana-Yafnaa-Fanaa` ) dan بقي يبقي بقاء  =(Baqiya-Yabqa-Baqaa`). Dalam membahas bahasa Arab, bunyi yang dibahas biasanya ialah isim Mashdar-nya, sehingga istilah yang terkenal ialah istilah Fana`  dan Baqa`
@ Makna Fana` - Baqa` dan Wajhu, menurut ulama Tafsir
(1) Fana` dan Baqa`
@ Kitab  Mukhtashar Tafsir Ibnu Katsir (2h418) mencatat bahwa seluruh makhluk di bumi dan di langit akan lenyap (Fana`), tidak ada apapun juga kecuali Allah yang bersifat Baqa` artinya abadi.
# Asy-Sya’bi mengaitkan Qs55a27 dengan ayat Qs28a88, s18a28. S76a9 maka makna Fana` ialah lenyap atau musnah, maka Allah itu Baqa` artnya abadi.
# Ibnu ‘Abbas menerangkan  lafal{ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ}  ialah Maha Agung Maha Besar, semua isi bumi akan lenyap(Fana`)
@Tafsir Ar-Razi (h1324) dalam menganalisa Qs55a27 menguraikan sebagai berikut:{كُلُّ نَفْسٍ ذَآاـاِقَةُ الْمَوْتِ }   katanya:bahwa jiwa itu tidak  akan mati karena yang  mati itu ialah badan kasar jasmani.
# Ibnu ‘Abbas mengatakan dalam hadis bahwa  ketika turun Qs55a27 itu,  malaikat berkata penduduk bumi mati dan saat turun ayat Al-Quran s29a15 malaikat  mengatakan kami juga mati.
@ Ar-Razi dalam tafsirnya (h4320) mencatat mengenai lafal “Ardhi” dalam Al-Quran s55a26 bahwa  pengertiannya harus difaham  bahwa setiap jiwa yang berakal, artinya seluruh makhluk akan lenyap.
 #Mengenai  lenyapnya seluruh makhluk ini  masalahnya ialah  bahwa semuanya terikat oleh umur maka seluruh makhluk  jika umurnya sudah habis dia akan lenyap, yang abadi hanya Allah sendiri (Qs3a185, s57a3).
#1) Baqa` adalah sifat Allah yang abadi,termaktub dalam Al-Quran(s55a27 s42a35, s87a17),dan  sabda Nabi Saw:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ اللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَوَاتِ وَرَبَّ الْأَرْضِ وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى مُنَزِّلَ التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْقُرْآنِ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ ذِي شَرٍّ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ أَنْتَ الْأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ وَأَنْتَ الْآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُونَكَ شَيْءٌ زَادَ وَهْبٌ فِي حَدِيثِهِ اقْضِ عَنِّي الدَّيْنَ وَأَغْنِنِي مِنْ الْفَقْرِ(رواه ابو داود 4392)
 “Dari Abu Hurairah dari nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwasanya jika beliau ingin beranjak ke atas kasurnya, beliau membaca: "ALLAHUMMA …… FALAISA DUUNAKA SYAI`UN (Ya Allah, Tuhan langit dan bumi, Tuhan segala sesuatu, yang membela biji dan atom, yang menurunkan taurat, Injil dan Al-Qur'an. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan segala sesuatu yang memiliki kajahatan, Engkau-lah yang mengendalikannya. Engkau yang Maha Awal, tidak ada sesuatu sebelum-Mu. Engkau Maha Akhir, tidak ada sesuatu setelah-Mu. Engkau Maha Zhahir, tidak ada sesuatu melebihi-Mu. Engkau Maha Bathin, tidak ada sesuatu di bawah-Mu)." Wahb menambahkan dalam haditsnya:…… (tunaikanlah hutangku, dan jauhkanlah aku dari kafakiran)"(HR Abu dawud no.4392).
# Di halaman berikutnya (32h37) Ar-Razi mencatat bahwa Allah itu bersifat Baqa` artinya  masih tinggal setelah lenyapnya makhluk. Nabi bersabda:
 عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ جَاءَتْ فَاطِمَةُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسْأَلُهُ خَادِمًا فَقَالَ لَهَا قُولِي اللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَوَاتِ السَّبْعِ وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ مُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْقُرْآنِ فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ أَنْتَ الْأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ وَأَنْتَ الْآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُونَكَ شَيْءٌ اقْضِ عَنِّي الدَّيْنَ وَأَغْنِنِي مِنْ الْفَقْرِ (رواه الترمذي 3404) 
“Dari Abu Hurairah ia berkata; Fathimah datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, ia meminta seorang pembantu kepada beliau. Kemudian beliau berkata kepadanya; ucapkan; ……….. (Wahai Tuhan langit yang tujuh dan 'arsy yang agung, Tuhan kami dan Tuhan segala sesuatu, Yang menurunkan Taurat dan Injil serta Al Qur'an, Yang menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Aku berlindung dari segala sesuatu, Engkau Yang memegang jambulnya, Engkau adalah Al Awwal tidak ada sesuatu sebelumMu dan Engkau adalah Al Akhir, tidak ada sesuatu pun setelahMu, Engkau adalah Azh Zhahir, tidak ada sesuatu pun di atasMu, Engkau adalah Al Bathin, tidak ada sesuatu pun di bawahMu, tunaikanlah hutangku dan cukupkanlah aku dari kefakiran)”(HR Tirmidzi no.3403).
# Pada halaman berikutnya (32h38) tercatat bahwa  keabadian makhluk dibatasi oleh sifat umum Qs55a27 di atas; Dan Allah itu abadi kapanpun juga, sebelum dan sesudah makhluk sebaliknya seluruh makhluk pasti akan mati Qs29a57:
   “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan”(S.29 Al-‘Ankabut 57) ( Lihat pula S 3 Ali ‘Imran 180 ; S28  Al-Qashash 88).
@ Kitab Ittihaful Jama’ah (3h297) mencatat bahwa  malaikat juga akan lenyap (mati), pokoknya selain Allah akan lenyap.
@Kitab Al-Barahinul Islamiyah (1h107) mencatat bahwa semua yang  bergerak itu pasti akan mati ,dari materi  menjadi gaib        (Lih.Qs39a30,s55a27,s39a42,s29a29a57).
@Kitab At-Ta’liqatul Atsriyah (h16) mencatat bahwa Allah itu Mutlak Maha, semua makhluk itu akan lenyap. Dan semua nash diartikan leterlijk tidak dilakukan Ta’wil.
@ Kitab At-Ta’liqatul Mukhtasharah (h17) mencatat bahwa Allah itu memiliki sifat Hayat artinya hidup terus  tidak mati, tidak mengalami Fana` sesuai dengan Qs25a58;s28a88,
@ Kitab Tafsir Al-Muntashar al-Kattani (2h274)Syarhul Muwaththa` (48/9) penulis ‘Abdul Karim memahami Qs39a30--{إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُمْ مَيِّتُونَ}  [الزمر:30]       ialah Allah mengingatkan: bahwa  semua orang akan mati, tidak ada kecuali.
        Jadi semua ulama` tafsir memahami istilah Fana` dan Baqa` dalam  Al-Quran S. 55 Ar-Rahman 26-27 ialah  bahwa seluruh makhluk akan lenyap sedangkan yang tidak lenyap ialah Allah Ta’ala. Maka tidak ada Fana`-Baqa`  sebelum manusia itu mati dan teori kaum Sufi itu berlawanan dengan keterangan semua ulama Ahli Tafsir.
(2) Makna Wajah
@Tafsir An-Naisaburi (7h103) mencatat bahwa lafal “Wajh” artinya ialah Zat Allah; difahammelalui Al-Quran s28a88:
{ كل شيء هالك إلا وجهه } [ القصص : 88 ]
Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah”(S8 al-Qashash 88);.
@Tafsir Al-Qurthubi (17h16) mengaitkan Qs55a27 dengan s2a115:mncatat bahwa makna wajah Allah di dalam ayat itu ialah wujud dan Zat Allah dan kesanalah taqarrub hamba kepada Allah.
# Dalam masalah lafal “Wajah” artinya ialah Zat, sebagaimana manusia dia dikenal cukup  dengan wajah  saja difahamkan melalui Al-Quran s2a115: s30a38; Bahwa  seluruh makhluk selain Allah akan lenyap.
@ Tafsir Al-Maturidi (9h472) mencatat bahwa wajah artinya sifat dan Zat Allah dan semua amal  harus diarahkan kepada Allah, sehingga amal perbuatan yang diniatkan kepada Thaghut (makhluk ciptaan Allah) maka akan lenyap (sia-sia=muspro).
II. Kedua
Makna  Fana`  Baqa` bagi ulama Sufi
   Ada beberapa jalan dan cara untuk taqarrub-mendekatkan diri kepada Allah, yaitu melalui: Zuhud, Mahabbah, Ma’rifat, Fana`, Baqa`, Ittihad, Hulul dan Wahdatul Wujud.
Ad 1     Zuhud
      Harun Nasution dalam Mistisisme (1973h64) menjelaskan bahwa Az-Zuhdu maknanya ialah meninggalkan dunia-materi sebagai jalan untuk menjadi Zahid lalu  naik menjadi Sufi.
       Para ulama membagi orang Islam itu menjadi 3 tingkat,
Awam, Khash dan Khawashul-Khawash. Untuk mencari makna ketiga istilah ini yang lebih mudah ialah catatan kitab Durratun Nashihin, yang menjelaskannya melalui amalan puasa, yaitu:
i.      Awam, puasa orang ‘Awam ialah puasa yang pokoknya mencegah diri dari apa yang membatalkan puasanya, tetapi dia masih melakukan macam-macam perbuatan maksiat dan dosa.
ii.    Khash, puasa orang Khash ialah puasa mencegah semua yang membatalkan puasa sekaligus meninggalkan semua dosa oleh seluruh anggota tubuhnya.
iii.  Khawashul Khawash, puasa orang Khawshul-Khawash ialah meninggalkan selera kepada dunia materi bahkan meninggalkan hawa nafsu kepada seluruh makhluk. Seluruh keinginan nafsunya hanya melulu mencari ridho Allah samata.
    Para ulama` menjelaskan tiga istilah ‘Awam, Khash dan Khawashulkhawash ini sangat rinci; mereka uraikan dalam kitab masing-masing kitabnya: Al-Bahrul Muhith (6h561), Thariqatun Naqshabandiyah (1h139), Tafsir Al-Qusyairi (7h301) Ath-Thabari (20h465) Ad-Durrul Mantsur (7h24) dan kitab yang lain.
@Kitab Ittihafus Sa`il (30h21) mengaitkan masalah ini dengan hadis  bahwa  tingkat  taqarrub kepada Allah yang tertinggi ialah seperti yang tergambar dalam hadis Bukhari no.6021 berikut:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ قَالَ مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ وَمَا تَرَدَّدْتُ عَنْ شَيْءٍ أَنَا فَاعِلُهُ تَرَدُّدِي عَنْ نَفْسِ الْمُؤْمِنِ يَكْرَهُ الْمَوْتَ وَأَنَا أَكْرَهُ مَسَاءَتَهُ) رواه البخاري   6021 (   
“D dari Abu Hurairah menuturkan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah berfirman; Siapa yang memusuhi wali-KU, maka Aku umumkan perang kepadanya, dan hamba-Ku tidak bisa mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada yang telah Aku wajibkan, jika hamba-Ku terus menerus mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan sunnah, maka Aku mencintai dia, jika Aku sudah mencintainya, maka Akulah pendengarannya yang ia jadikan untuk mendengar, dan pandangannya yang ia jadikan untuk memandang, dan tangannya yang ia jadikan untuk memukul, dan kakinya yang dijadikannya untuk berjalan, jikalau ia meminta-Ku, pasti Kuberi, dan jika meminta perlindungan kepada-KU, pasti Ku-lindungi. Dan aku tidak ragu untuk melakukan sesuatu yang Aku menjadi pelakunya sendiri sebagaimana keragu-raguan-Ku untuk mencabut nyawa seorang mukmin yang ia (khawatir) terhadap kematian itu, dan Aku sendiri khawatir ia merasakan kepedihan sakitnya”(HR Bukhari no.6021(Istilah ke-Jawen: Dugdeng, Sekti Mondroguno)..
@Tafsir Al-Bahrul Madid (7h135) mencatat bahwa manusia tingkat  Khawashul-Khawash ialah mereka yang berhasil mencapai derajat ma’rifat.
Ad 2 Fana`, Baqa`, Ittihad dan Hulul menurut pendapat ahli- Sufi
(a)   Fana`  dan Baqa`  
       Menurut pendapat kaum Sufi istilah  Fana dan Baqa ialah cara mendekatkan diri kepada Tuhan, mereka merujuk kepada Al-Kahfi ayat 110 melalui pendapat mereka:
 “Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya.”( S.18  Al-Kahfi 110).
     Fana` ialah amalan untuk melenyapkan diri  seorang Sufi agar dapat bersatu dengan Tuhan. Sedangkan Baqa` adalah sifat yang mengiringi proses Fana` dalam melenyapkan diri untuk mencapai ma’rifat.;Istilah  Fana`  juga dapat diartikan jalan untuk membersihkan diri suci dari sifat-sifat tercela, sedangkan Baqa` adalah tetap mantapnya sifat-sifat yang  terpuji.
#Abu Bakar al-Kalabadzi (W.378 H/ 988 M) menegaskan bahwa      Fana` ialah: Amalan untuk menghilangkan semua keinginan hawa nafsu, suci-bersih tidak ada pamrih dari siapa  dan apapun juga atas segala perbuatan seorang manusia, sampai hilang segala perasaaannya dan lenyap semua kepentingan hawa-nafsu dia  kecuali hanya untuk Allah Ta’ala.
     Baqa’ merupakan satu paket dengan fana’. Yaitu ketika seseorang telah berpindah dari sifat kemanusiaan menuju sifat ke-Tuhanan, maka dia akan menetap pada sifat ke-Tuhanan tersebut. Tidak berubah-ubah lagi, karena abadi (Baqa`) sifat Tuhan puncak kesempurnaan.
        Hilangnya kesadaran seseorang kepada wujud dirinya, jika sudah sampai kepada keadaan Fana’ un-Nafs -tidak disadarinya wujud (materi) jasmaniyah dirinya, maka dia menjadi gaib (Immateri) tinggal  wujud rohaniahnya dan ketika itu ia bersatu dengan Tuhan secara ruhani. Selanjutnya menjadi Fana` Mahbub.  Adapun Fana` Mahbub artinya dia lebur ke dalam alam gaibnya  Tuhan yang dicintai.
Ketika Fana’ dan Baqa’ berjalan selaras dan sesuai dengan fungsinya maka seorang Sufi merasa dirinya bersatu dengan Tuhan, suatu tingkatan yang mencintai dan yang dicintai telah menjadi satu:
# Jika seseorang dapat menghilangkan maksiatnya, yang akan tinggal ialah takwanya.
# Siapa yang berhasil menghilangkan sifat-sifat buruk tinggal baginya sifat-sifat yang baik.
# Siapa yang mampu melenyapkan sifat-sifat hamba, ia akan memperoleh sifat-sifat ke-Tuhanan.
(b)Al-Ittihad
           Lafal Ittihad artinya ialah kesatuan maksudnya ialah bahwa Ahli Sufi dalam riyadhah pengamalan Tasawuf-nya merasa  bersatu dengan Tuhan sampai jika memanggil Tuhan dengan panggilan “Wahai aku” . Contohnya: Abu Yazid tokoh faham Ittihad mengaku bahwa ucapan-ucapannya bukan kata-kata Abu Yazid sendiri tetapi kata-kata Tuhan melalui mulutnya.
        Kaum Sufi itu sering berbuat tidak wajar, yaitu  Syathahat, kira-kira seperti mengingau, (Ndleming, Nglindur=Jowo) mengucapkan kata-kata yang didengar oleh orang awam sebagai  ucapan ORANG GILA. Seperti  abu Yazid mengucapkan lafal: 
إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي
“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku”

(c) Al-Hulul
        Al-Hulul menurut pendapat kaum Sufi maknanya ialah Allah memilih tubuh manusia tertentu untuk diambil menjadi tempat di dalamnya setelah sifat-sifat kemanusiaan yang ada di dalam tubuhnya dilenyapkan.
# Menurut Al-Hallaj bahwa Allah itu mempunyai sifat Lahut (Ketuhanan) dan sifat Nasut (kemanusiaan). Teori ini  didasarkan atas pemahaman bahwa  asal usul alam semesta ini dari sifat Rahman-cinta Allah. Di antara perwujudan sifat Rahman  Allah ialah bentuk = copy dari Allah yaitu Adam, maka Allah muncul dalam diri Adam. Sebaliknya  Adam juga mempunyai sifat ketuhanan di dalam dirinya. Untuk pegangannya Al-Hallaj menasfsirkan  Al-Quran s2a30 dengan penafsiran dia:
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ( البقرة 30)
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui"(S 2 Al-Baqarah 30)
      Menurut Al-Hallaj mengapa Allah memerintahkan malaikat sujud kepada Adam sebab Allah menjilma (Hulul) dalam diri Adam.  Al-Hallaj-pun  juga berpendapat bahwa Allah membuat Adam menurut bentuk Allah, sesuai dengan hadis Bukhari berikut:
 عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ خَلَقَ اللَّهُ آدَمَ عَلَى صُورَتِهِ طُولُهُ سِتُّونَ ذِرَاعًا فَلَمَّا خَلَقَهُ قَالَ اذْهَبْ فَسَلِّمْ عَلَى أُولَئِكَ النَّفَرِ مِنْ الْمَلَائِكَةِ جُلُوسٌ فَاسْتَمِعْ مَا يُحَيُّونَكَ فَإِنَّهَا تَحِيَّتُكَ وَتَحِيَّةُ ذُرِّيَّتِكَ فَقَالَ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ فَقَالُوا السَّلَامُ عَلَيْكَ وَرَحْمَةُ اللَّهِ فَزَادُوهُ وَرَحْمَةُ اللَّهِ فَكُلُّ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ عَلَى صُورَةِ آدَمَ فَلَمْ يَزَلْ الْخَلْقُ يَنْقُصُ بَعْدُ حَتَّى الْآنَ (رواه البخاري 5759)
“Dari Abu Hurairah dari Nabi Sawm beliau bersabda: "Telah Allah cipta Adam dengan semua ciri fisiknya, tingginya enam puluh hasta. Selesai Allah menciptanya, Allah berfirman "Sana pergi, dan ucapkanlah salam kepada malaikat yang duduk itu, dan dengarkan baik-baik bacaan salam mereka kepadamu, sebab itu sebagai salam penghormatanmu dan juga anak cucu keturunanmu." Adam mengucapkan "Assalamu'alaikum". Para malaikat menjawab "Assalamu'alaika warohmatullah." Dan mereka menambahnya lagi dengan "Wabarokaatuh." Maka siapapun yang masuk surga, ciri fisiknya seperti Adam (tingginya enam puluh hasta), namun manusia semenjak jaman Adam, tingginya semakin berkurang hingga sekarang”(HR Bukhari no.5759).
         Al-Hallaj   mengatakan bahwa jika manusia sudah bersih suci dari sifat kemanusiaan ( nasut ), maka  dia telah Fana`  kemudian tinggal sifat Lahut atau sifat ketuhanan lalu menjadi Baqa`    maka Allah mengambil tempat dalam sifat manusia lalu terjadi kesatuan namanya Ittihad.
        @Melalui tafsirannya atas Qs2a30 dan hadis Bukhari no.5759   tersebut maka Al-Hallaj  menekuni faham Al-Hulul  dan  karena terlalu  syahdunya maka dia sering mengucapkan ucapannya yang sangat terkenal“Anal Haqq=Aku adalah Kebenaran”, Aku ini Tuhan!!! Menurut All-Hallaj  yang mengucapkan kata-kata ini ialah Roh Tuhan.yang mengambil tempat dalam dirinya.
       Harun Nasution dalam Mistisisme (1973h87) mencatat bahwa  Al-Hallaj dihukum mati dengan tuduhan 4 macam: (1)Telah menyesatkan orang banyak; (2)Mengucapkan dirinya Tuhan; (3)Terlibat pembrontakan kaum Qaramithah; (4) Bahwa ibadah haji tidak wajib.
       Seorang Sufi sangat ingin agar Allah   Hulul dalam diri-nya agar Roh ketuhanan (Lahut) menjelma kedalam diri insan (Nasut) dan hal ini dapat terjadi pada saat batin seorang insan telah suci bersih dari sifat basyariyah-kemanusiaan, sesuai dengan ajaran Sufi-nya.
  (d) WAHDAT AL-WUJUD
        Wahdat al-wujud artinya kesatuan wujud. Kata Wahdah selanjutnya digunakan untuk arti yang bermacam-macam. Kata Al-Wahdah digunakan pula oleh para ahli filsafat dan sufistis sebagai suatu kesatuan antara materi dan roh, antara substansi (hakikat) dengan forma (bentuk), antara yang tampak (lahir) dan yang batin(tidak tampak), antara alam dan Allah, karena alam dari segi hakikatnya qadim dan berasal dari Tuhan.
 Pengertian Wahdatul Wujud yang terakhir itulah yang selanjutnya digunakan para Sufi, yaitu paham bahwa antara manusia dan Tuhan pada hakikatnya adalah satu kesatuan wujud.
      Selanjutnya paham ini juga mengambil pendirian bahwa dari kedua aspek batin atau al-haqq yang merupakan hakikat, esensi atau subtansi.
     Pemahaman yang benar ialah Wujud Tuhan itulah satu-satunya yang hakiki, sedangkan wujud makhluk hanya bayang-bayang atau foto copy dari Tuhan.
      Kaum Sufi membayangkan Tuhan bahwa alam itu sarana-perantara untuk mengenal Allah, kemudian alam ini mereka ibaratkan sebagai cermin, ketika Tuhan bercermin maka gambar di dalam cermin itu bukan Tuhan tetapi bayang-bayang atau foto-copy Tuhan. Tuhan adalah Zat yang bercermin di luar cermin.
     Bahwa makhluk itu diciptakan oleh Tuhan dan wujudnya bergantung kepada Tuhan, terserah kepada Tuhan akan diberi bentuk yang bagaimana ikut saja kepada kehendak Tuhan; Tuhan  itu sebagai sebab dari segala yang berwujud selain Tuhan. Tuhan itulah yang sebenarnya yang memiliki wujud yang hakiki atau wajibul wujud. Sementara makhluk sebagai yang diciptakan hanya mempunyai wujud yang tergantung kepada wujud yang berada pada diri Tuhan. Dengan kata lain yang mempunyai wujud sebenarnya ialah Tuhan dan alam semesta, suatu wujud yang dicitakan ini sebenarnya tidak mempunyai wujud. Yang mempunyai wujud sesungguhnya hanyalah Allah. Mereka menafsirkan Al-Quran S 57 Al-Hadid 3, sesuai dengan pendapatnya:
Dialah yang awal dan yang ahir yang zahir dan yang batin, dan Dia maha mengetahui segala sesuatu. (QS. AL-HADID, 57;3)
     Tokoh yang yang menyebarkan faham Wahdatul wujud ini ialah Muhyidin Ibn Arabi yang lahir di Murcia, Spanyol di tahun 1165. Puncak keyakinan dalam faham Wahdatul Wujud ialah bahwa  WUJUD ITU HANYA SATU.  Hakikat yang paling tinggi ialah bahwa alam ini tidak ada artinya yang penting ialah Allah, yang terlihat banyak ini sebenarnya ialah SATU wajibul wujud
wujud yang wajib atau gampangannya: Tidak ada apa-apa kecuali Allah=Tidak ada a-apa kecuali Allah.
    Cara mencapai maqam ini ialah:
1 Dengan berbuat amal soleh,
2.Beribadat semata-mata Lillahi Ta’ala karena Allah,
3.Mensucikan diri dari sifat-sifat dan akhlak buruk;, 4.Meninggalkan dosa dan maksiat,
5.Menghias diri dengan sifat-sifat Allah,
6.At-Takhalli –membuang sifat yang tercela  dan  At-Tahalli menghias diri dengan  akhlak yang terpuji.
…………………………………………………………………………
BAB   TIGA
Pandangan  dan Koreksi
@ Masalah ke-3:Bagaimana pandangan kita  terhadap teori  para ahli pikir dan ulama ahli Ilmu Tasawuf di atas? Jawaban hipotetis: Hasil penelitian para ahli pikir yang benar dapat  memperdalam iman kita; Beberapa istilah  Ahli Tasawuf  khususnya Fana` & Baqa`, Ittihad dan Hulul dapat membahayakan iman orang awam.
I. Masalah  lafal Fana` & Baqa`
   Sebelum kita masuk ke soal Fana` - Baqa` maka perlu kita mengetahui sedikit  Ilmu-Tasawwuf lebih dahulu; Bahwa ada beberapa jalan dan cara untuk taqarrub-mendekatkan diri kepada Allah, yaitu melalui penghayatan sebagaimana uraian tersebut di atas:
1. Zuhud..
2. Mahabbah, Ma’rifat,
3. fana`, Baqa`, Ittihad, Hulul dan Wihadtul Qujud.
Ad 1.  Zuhud
      Az-Zuhdu maknanya ialah meninggalkan dunia-materi sebagai jalan untuk menjadi Zahid lalu  naik menjadi Sufi.
Para ulama` membagi orang Islam menjadi 3 tingkat,’Awam, Khash & Khawashul Khawash  secara halus mendorong masing-masing  tin gkat untuk berusaha meningkatkan diri  dari tempat kedudukannya untuk naik lebih tinggi lagi, khususnya  dengan jalan pikiran  Zuhud ini, yaitu:
i. Dari tingkat ‘Awam, misalnya puasa  bukan hanya mencegah diri dari apa yang membatalkan puasanya, tetapi berusaha keras mencegah anggota badan dari perbuatan yang dimurkai Allah.
ii.    Dari  tingkat Khash, misalnya ialah puasa mencegah semua yang membatalkan puasa bersama-sama  meninggalkan semua dosa oleh  anggota badan, sedikit-sedikit sampai seluruh anggota tubuh dapat terjauh dari perbuatan maksiat; Hawa nafsu  ditekan dengan sangat ketat sampai mendekati  tingkat Khawshul-Khawash; Dari amalan puasa merebak meluas kepada semua perkara sehingga naik ke tingkat yang sangat terpuji, akhirnya berhasil mencapai ma’rifat.
      Seorang Sufi sangat ingin agar Allah   Hulul dalam diri-nya agar Roh ketuhanan (Lahut) menjelma kedalam diri insan (Nasut) dan hal ini dapat terjadi pada saat batin seorang insan telah suci bersih dari sifat  basyariyah-kemanusiaan, sesuai dengan ajaran Sufi-nya. Kata Abu Bakar al-Kalabadzi (W.378 H/ 988 M) bahwa jika kesadaran kepada wujud dirinya sudah hilang tidak disadarinya wujud (materi) jasmaniyah diri, lalu menjadi gaib  tinggal  wujud rohaniahnya dan ketika itu ia bersatu dengan Tuhan secara ruhani; Maka seorang Sufi merasa dirinya bersatu dengan Tuhan dan siapa yang dapat  menghilangkan sifat-sifat hamba, ia akan mempunyai sifat-sifat Tuhan; Maka  ahli Sufi dalam pengalamannya merasa  bersatu dengan Tuhan sampai jika memanggil Tuhan dengan panggilan “Wahai aku” . Abu Yazid berkata:
إنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي
“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhanselain Aku, maka sembahlah Aku”.
Abu Yazid mengaku bahwa ucapan-ucapannya bukan kata-kata Abu Yazid tetapi kata-kata Tuhan melalui mulutnya (Mistisisme h.85).
@Keterangan  Soal Syathahat.
      Syathahat ialah suatu ucapan  yang keluar dari mulut seorang Sufi yang dalam pengamalan tarikat-tasawwufnya  sudah sampai sangat syahdu terlalu, maka seolah-olah seperti tidak sadar seorang Sufi sengaja atau tidak dia suka mengucapkan kata-kata yang sangat aneh, sampai orang awam mengatakan yang berkata itu adalah orang gila (BahasaJawa-nya Ndleming) mirip dengan istilah mengigau.
@ Masalah Hidup dan Mati
     Wacana dari kitab Tafsir Fana` itu lenyapnya seluruh makhluk, Baqa` itu ialah Allah Ta’ala, sangat berbeda dengan wacana dari ulama` Sufi yaitu bahwa Fana`itu ialah lenyapnya  diri seorang Sufi saat  riyadhah atau amalan tasawufnya. Tetapi semua wacana dan rujukan ini tidak ada yang menegaskan bahwa dalam riyadhah atau mujahadah tasawuf-nya  Sang Sufi itu mati atau meninggal, bahkan sebagian wacana menyebutkan bahwa Fana` dan lenyapnya sang Sufi itu hanya dalam perasaan, karena memang orangnya masih hidup.
     Maka dari itu Fana` demikian juga Ittihad maupun Hulul sebenarnya hanyalah PERASAAN   dan orangnya masih dalam keadaan HIDUP.  Kecuali  jika  bayangan kesatuan dalam Ittihad itu akan terjadi SESUDAH MATI  dalam kubur sang Sufi, maka khusus keadaan sesudah mati  itu hanya Allah yang lebih tahu, Allahu a’lamu bi sh-Shawab.
       Manusia yang paling tinggi paling taqwa dan paling takut kepada Allah dalam pandangan Allah hanyalah Nabi Muhammad Saw (HR.Bukhari no.4675)bahkan beliau adalah Sayyidul Mursalin, tuan para nabi dan rasul. Dan puncak pengalaman rohani yang tidak pernah ada umat manusia seluruh dunia sampaipun semua nabi manapun juga tidak ada yang mendapat anugerah pengalaman Isra` Mi’raj kecuali Nabi Muhammad Saw.
 @ Isra` Mi’raj Nabi, Tahannuts, ‘Uzlah.    
        Hadis    Bukhari no.2968, Muslim no.238, Tirmidzi no.3269,Nasa`i  no.444, Ahmad no. 17164 semua  ulama hadis mencatat bahwa  dalam Isra` Mi’raj,  Nabi Saw  naik sampai ke-Baitul Ma’mur bahkan sampai  Sidratul Muntaha, sesudah selesai mi’raj beliau (Nabi Saw) tidak pernah mengaku bersatu dengan Tuhan (Ittihad) atau Allah turun (nitis)kepada beliau (Hulul).
         Seluruh umat manusia  tidak ada yang dapat naik ke Baitu Ma’mur dan Sidratul Muntaha kecuali hanya  beliau Nabi Muihamma d Saw. Oleh karena itu   ajaran Ittihad dan Hulul benar-benar sangat bertentangan dengan  apa yang diajarkan oleh Nabi Saw bahkan semua nabi.
         Demikian juga ketika Nabi Saw melakukan Tahannuts atau ‘Uzlah di Guwa Khiira` 3 bulan lamanya sebelum kebangkitan beliau  menjadi nabi; Beliau hanya memperoleh impian yang benar (Ar-Ru`ya ash-Shadiqah);  Kemudian beliau menerima  wahyu Al-Quran  yang pertama  hari Senen 17 Ramadhan tahun ke satu Bi’tsah Rasulullah Saw. Sekitar 10 Agustus 610M, beliau  bertemu dengan malaikat  Jibril dan menerima wahyu Qs96a1-5 itu. Peristiwa itu dicatat dalam Al-Quran (S53a7-10).

Ad 2  Ittihad dan Hulul
        Bahwa  Nabi Saw tidak pernah mengaku menyatu dengan Allah (Ittihad-Hulul) sampai  jumbuh ucapan Nabi Saw dengan firman Allah.  Bahkan kita Na’udzu billah min dzalika:
       Sebagaimana tercatat bahwa Al-Hallaj  atau Abu Yazid mengaku bersatu dengan Tuhan bahkan mengucapkan kata-kata:
اِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِ
Aku adalah Allah, tidak ada Tuhan kecuali Aku, maka sembahlah Aku”
.(Al-Quran S 20  Thaha 14).
   #  Kisah  Nabi Zakariya dicatat  oleh  Ath-Thabari, Ibnu Katsir ,Al-Qurthubi, Al-Baghawi, Al-Biqa'i, Baidhawi dan Suyuthi dalam tafsir masing-masing  mereka dalam menafsirkan Al-Quran S19 Maryam 1-6; mereka mencatat bahwa Nabi Zakariya berdo’a di Mihrab-nya tengah malam hanya berdo’a mohon penerus tugas kenabiannya.
     Demikian juga  Nabi Yunus dalam gelap yang luar biasa di dalam perut ikan dalam laut tengah malam tidak mengucapkan apa-apa kecuali hanya berdo’a:
 لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim” (Al-Quran S 21 Al-Anbiya 87) .
@Ilmu Tafsir dan Ilmu hadis
      Dalam Ilmu Tafsir dan Ilmu Hadis tercatat bahwa Nabi Saw melarang keras para sahabat mencampur-adukkan  Al-Quran firman Allah dengan hadis ucapan, perbuatan Nabi Saw (HR Muslim no. 5326). Para sahabat dilarang keras menulis hadis sewaktu beliau masih hidup. Kemudian sesudah Al-Quran-Firman Allah sesudah ditulis dan dibukukan dengan otentik sangat bersih suci dari  campuran ucapan manusia mulai dari th. ke-1 Bi’tsah=10-8-610M sampai 11 H=632M-menjelang wafat Nabi Saw. Al-Quran sudah dibukukan di jaman Khalifah Abu Bakar dan Usman;  Maka  barulah hadis (bukan Al-Quran) mulai ditulis sekitar tahun 103H=722M dan sesudahnya. 
        Dengan kata lain maka Fana`-Baqa` - Ittihad dan Hulul itu adalah perasaan  seorang Sufi sendiri tidak ada siapapun juga yang dapat menjadi saksi dia, lebih-lebih jika seorang Sufi sudah terlalu syahdu terhanyut oleh perasaanya (sampai terputus hubungan perasaan dari akal) lalu Syathahat dia mengucapkan  kata-kata yang sangat aneh bin ajaib bahkan orang yang menyaksikannya menuduh sang Sufi seperti orang GILA; Semua  ini  tidak dapat dijadikan contoh ajaran Islam yang sebenar-benarnya.
# Harun Nasution dalam Mistisisme (1973h87) mencatat bahwa  Al-Hallaj dihukum  mati dengan tuduhan 4 macam:
(1)Telah menyesatkan orang banyak dari agama Islam yang benar dirusak dengan ajaran Ittihad dan Hulul. ;
(2)Mengucapkan dirinya Tuhan;
(3)Terlibat pembrontakan kaum Qaramithah;
(4)Pernyataan bahwa ibadah haji tidak wajib.Khususnya: Ucapan manusia diakukan sebagai kata-kata  Tuhan.
    Hukum mati seperti ini juga  terjadi di Indonesia, yaitu  atas Syaikh Siti Jenar karena mengaku bersatu dengan Tuhan ajaran “Manunggaling kawulo Gusti” sama dengan IttihadHulul ajaran Al-Hallaj;  Atas legitimasi dari Sultan Demak-diutuslah beberapa wali ke tempat Syekh Siti Jenar di Desa Krendhasawa, untuk menghukum mati Syekh Siti Jenar. Eksekusi hukuman mati terhadap Syekh Siti Jenar berlangsung pada tahun  1506 M di halaman Masjid Agung Cirebon secara terbuka, sehingga semua masyarakat dapat menyaksikan eksekusi tersebut (www.inilahduniakita.net).  Berita ini dibantah oleh sumber lain: Syaikh Siti Jenar meninggal dalam kondisi sedang sujud di Pengimaman Masjid Agung Cirebon setelah shalat Tahajjuj. Dan para santri baru mengetahuinya saat akan melaksanakan shalat shubuh (blog Hikmah kehidupan).

@Pemerintah  (cq Deparftemen Pendidikan)Saudi Arabia dalam kurikulum tauhid Th. 1424 H menetapkan bahwa ajaran Sufi dan aliran–aliran tasawuf adalah syirik dan keluar dari agama (https://mutiarazuhud.wordpress.com-http://allangkati.blogspot.com

  Ad 3  WAHDAT AL-WUJUD
        Wahdat al-Wujud artinya kesatuan wujud. Kata Wahdah selanjutnya digunakan untuk arti yang bermacam-macam. Kata Al-Wahdah digunakan pula oleh para ahli filsafat dan sufistis sebagai suatu kesatuan antara materi dan roh, substansi (hakikat) dengan forma (bentuk), antara yang tampak (lahir) dan yang batin(tidak tampak), antara alam dan Allah, karena alam dari segi hakikatnya qadim dan berasal dari tuhan.
 Pengertian Wahdatul Wujud yang terakhir itulah yang selanjutnya digunakan para sufi, yaitu paham bahwa antara manusia dan Tuhan pada hakikatnya adalah satu kesatuan wujud.
      Selanjutnya paham ini juga mengambil pendirian bahwa dari kedua aspek batin atau al-haqq yang merupakan hakikat, esensi. Pemahaman yang benar ialah Wujud Tuhan itulah satu-satunya yang hakiki, sedangkan wujud makhluk hanya bayang-bayang atau foto copy dari Tuhan.
      Kaum Sufi membayangkan Tuhan bahwa alam semesta (makhluk) itu ibarat cermin, ketika Tuhan bercermin maka gambar di dalam cermin itu bukan Tuhan tetapi bayang-bayang atau foto-copy Tuhan. Tuhan adalah Zat yang bercermin di luar cermin.
     Bahwa makhluk itu diciptakan oleh Tuhan dan wujudnya bergantung kepada Tuhan, terserah kepada Tuhan akan diberi bentuk yang bagaimana ikut saja kepada kehendak Tuhan; Tuhan  itu sebagai sebab dari segala yang berwujud selain Tuhan. Tuhanlah yang sebenarnya yang memiliki wujud yang hakiki atau “Wajibul Wujud”. Sementara makhluk sebagai yang diciptakan hanya mempunyai wujud yang tergantung kepada wujud yang berada pada diri Tuhan. Dengan kata lain yang mempunyai wujud sebenarnya hanyalah Tuhan dan wujud makhluk ini sebenarnya tidak mempunyai wujud. Yang mempunyai wujud sesungguhnya hanyalah Allah.   
       Secara hakikat, harus kita renungkan bahwa seluruh makhluk di jagat raya ini, dari virus yang paling halus sampai galaksi Andromeda yang  paling besar semuanya  pasti mengalami gerak, mulai gerak yang paling cepat seperti kilat, sampai  komet Kahotek yang paling lambat satu kali putar 75000  tahun. Seluruh isi alam semesta ini semua pasti mengalami perubahan bahkan akan mati, pasti mengalami perubahan dalam waktu secepat kilat  sampai  milyaran tahun sesuai dengan umurnya, seluruhnya  mengalami  kematian atau lenyap menghabiskan umurnya masing-masing. Ibarat HP atau lampu baterei  maka  daya atau stromnya  sebentar saja akan habis, maka matahari itu menurut Al-Quran S81 At-Takwir ayat satu besok potensi cahaya dan energi-matahari itu nanti akan habis dan akan redup, habis energy panasnya. Bahkan alam semesta  yang sudah 18 milyar tahun ini-pun juga akan kehabisan energy  sebentar lagi  lenyap maka datanglah kiamat itu.
@ Definisi dan pengertian
 ibadah & zikir
              Buku HPT Tarjih menetapkan pengertian Ibadah bahwa ibadah itu ialah Gerak kreatif amal soleh di tengah kehidupan  masyarakat-ramai, bukan ritual formal di dalam masjid saja. Zikir yang benar ialah zikir Qalbi-Fi’liyah, operasional, dibarengi dengan keteguhan akidah, penyempurnaan ibadah, keluhuran akhlak  dan pemurnian ajaran Islam yang sebenar-benarnya, bersih suci dari kemusyrikan, bid’ah, khurafat dan takhayul.
# Tasawuf modern
    Prof DR.HAMKA  mengajukan gagasan baru Tasawuf-Modern dalam bukunya Tasawuf Modern terbit th 1939. Hamka menyatakan   bahwa  tasawuf  yang murni  ialah tasawuf yang relevan untuk diterapkan dalam kehidupan masyafrakat jaman modern; Selanjutnya Hamka menjelaskan bahwa Tasawuf itu ialah Syifaul Qalbi pembinaan jiwa, meningkatkan budi ke tingkat yang lebih tinggi, menekan  keras hawa nafsu egois tidak melebihkan diri sendiri mengalahkan orang lain. Sedangkan yang dinamakan Sufi, ialah pribadi yang berusaha keras membersihkan  jiwa; suci dari  daya tarik keduniaan; Hamka menunjuk Al-Quran s91Asy-Syamsi 9-10 bahwa Tasawuf itu  harus berasaskan landasan Syari’at; maka setiap orang Islam harus  melakukan Tasawuf mencapai Takhalli, Tahalli dan Tajalli.
Artinya Takhalli ialah usaha membebaskan diri dari sifat dan watak yang tercela. Tahalli ialah menghiasi diri dengan sifat dan akhlak yang terpuji. Tajalli ialah melihat Allah dalam hati yang terkesan bahwa Allah itu ada, bukan dengan mata kepala.
        Seorang Zahid itu tidak terikat oleh materi itu  ada atau tidak;  kaya atau miskin adalah sama saja, maka bentuk Sufi-nya tampak dalam ibadah, mujahadah, riyadhah. Sedangkan terhadap amal soleh ialah mengubah harta benda bukan hanya untuk asset Ilahiyah saja tetapi untuk menjadi aset social-kemasyarakatan. Dengan Zuhud maka  tampillah sifat Qana’ah, Tawakkal, Wara’, Sabar, Syukur. Taubat. Tasawufnya  ialah taqwa yang dinamis, yaitu makin peka-perasaannya terhadap derita masyarakat keagamaan bukan mencari kesatuan dengan Tuhan yang magis, metafisis sangat membingungkan orang banyak.
        Ketekunan beribadah, Tasawuf Murni ialah menghiasi diri dengan Al-Akhlaqul Karimah  mencakup serangkaian sifat-sifat utama seperti: (1)Taqwa. (2)Zuhud. (3) Sabar. (4)Faqr. (5)Qana’ah. (6)Tawakal. (7)Ikhlas. (8)Syukur. (9)Ridho. (10)Wara’. (11)Tawadhu’. (12)Raja’. (13)Tobat dan Tauladan yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw, tidak tenggelam dalam khalwat atau menjauhi kehidupan duniawi, tapi bergaul secara wajar dalam kehidupan modern (Nb.Tasawuf belum ada di jaman Nabi Saw).
(1)Taqwa,yaitu sangat berhati-hati sekali jangan sampai berbuat salah dan dosa atau maksiatkepada Allah.
(2)Zuhud ialah mengunggulkan cinta kepada Allah mengalahkan cinta kepada  selain Allah.
(3)Sabar:yaitu  tidak mundur, tidak berkurang semangat ketika  tertekan oleh   derita-berat  dalam mengabdi kepada Allah dan sangat militant dalam berjuang (jihad) menjunjung tinggi Agama Allah (Sabilillah).
(4)Faqr  ialah tidak terikat oleh dunia, hanya terikat semata-mata dengan Allah saja; cirinya faqir ialah hatinya terlindung dari nafsu egois, kepentingan diri sendiri;
(5)Qana’ah:yaitu merasa puas atas pemberian Allah.
(6)Tawakal:yaitu berusaha keras tetapi berhasil-tidaknya diserahkan kepada Allah sepenuhnya. 
(7)Ikhlas:yaitu melepaskan ikatan angan-angan atas sesuatu yang dikerjakan atau amalan apa saja.  
(8)Syukur: ialah mengembalikan sesuatu yang lebih berharga melebihi pemberian sehingga  Allah yang memberi nikmat kepadanya  menjadi Ridho, orang puas-legolegowo.
(9)Ridho ialah puas lego-legowo atas keputusan Allah bagaimanapun juga.
(10)Wara’ bahasa Jawa-nya ialah perwiro tidak suka kepada pemberian, tidak iri dan tidak menginginkan apa yang ditangan orang lain.
(11)Tawadhu’: Bahasa Jawanya ialah Andap-asor=Merendah diri penuh hormat.
(12)Raja’: Sangat mengharap kepada rahmat Allah.
(13)Tobat: Menyesal atas dosa dan kesalahan, dengan janji tidak akan mengulangi lagi kesalahannya dan menjauhi watak yang buruk.
TASAWUF MURNI
(Tasawuf murni yang relevan diterapkan di  zaman modern)
Tasawuf yang relevan untuk diterapkan di dalam kehidupan masyarakat di jaman modern ialah  tasawuf yang ditekankan kepada perencanaan acara hidup dengan asas-landasan berikut:
1.    Akidah yang benar, tauhid yang bersih.
2.    Pelaksanakan ibadah dengan tekun,
3.    Melenyapkan sifat dan watak tercela, menghiasi dirinya dengan al-akhlaqul karimah (At-Takhalli&at-Tahalli).
4.    Melakukan pergaulan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari sesuai dengan Alquran dan Hadis, tidak tenggelam dalam khalwat menjauhi kehidupan duniawi,
5.    Bergaul secara wajar dalam kehidupan sosial.  
      Ajaran  Agama Islam terdiri dari  tiga bagian pokok:
1.    Akidah (kepercayaan atau keimanan),
2.    Syariah (hukum-hukum agama, meliputi ibadah dan muamalah),
3.    Akhlak (moral atau budipekerti).
#Istilah tasawuf belum dikenal pada zaman Nabi Muhammad Saw, istilah Tasawuf ini baru muncul pada pertengahan abad ke-dua Hijriyah.
@ Amal Soleh kontemporer kini&dini
     Abu Zahrah  dalam kitabnya Ushulul Fiqh (1958:291) mencatat Maslahah yang hakiki dari 3 proyek tujuan Syari’at Islam (Maqashidu sy-Syari’ah), ialah:
(1)Pembinaan jiwa agar supaya setiap pribadi dapat menjadi sumber kebajikan dan mengalirkan amal-soleh  untuk orang lain, sama sekali tidak membuat masalah tidak membawa penderitaan atau kesengsaraan  kepada sesama hidup.
(2)Menegakkan dan membela keadilan yang merata bagi seluruh umat manusia di hadapan hukum;
(3)Menyelenggarakan suatu kehidupan masyarakat yang penuh maslahah yang hakiki.
     Maslahah yang hakiki ialah suatu kehidupan masyarakat  yang serba terpenuhi jaminan hidupnya  yang 5 macam, yaitu:
(1)Terjaminnya berlangsungnya Syari’at Tuhan dengan suatu kehidupan yang berjiwa agamis-religius.
(2) Terjaminnya hak (nyawa) untuk hidup setiap insan.
(3) Terjaminnya hak   pemilikan  atas harta kekayaan.
(4) Terjaminnya perkembangan akal yang sehat.
(5) Terjaminnya hak  berkeluarga dan berketurunan.
      Asy-Syathibi dalam Kitabnya Muwafaqat (tth:2 \ 8) menyatakan bahwa  jaminan terpenuhinya tujuan Syari’at Islam tersebut dalam pelaksanaannya  melalui tiga peringkat, yaitu:
i. Sangat mendesak (Adh-Dharuriyat), yaitu kebutuhan hidup yang benar2 sangat diperlukan, jika tidak terpenuhi akan membayakan hidupnya.
ii.Diperlukan (Al-Hajiyat) Yaitu kebutuhan hidup yang melengkapi kebutuhan pokok.
iii.Pelengkap (At-Tahsiniyat),  yaitu kebutuhan hidup yang sifatnya meningkatkan taraf kehidupan naik menjadi lebih baik lebih  sempurna.
 @ Rinciann Iman & Amal soleh yang ideal
         Dalam Al-Quran Allah menjelaskan  bagaimana iman dan amal soleh yang ideal yaitu memenuhi sikap dan perbuatan yang terkandung di dalam ayat-ayat berikut maka dia akan masuk surga dengan  rincian   agak panjang, s25a63-76, s33a35, S.13a19-24, s3a191-195, s9a100, 20-22,88-89, s28a83, s4a114, s79a41  yaitu:
1. S 25 Al-Furqan 63-76: Ayat ini menyebut 15 amalan kunci surga.
2. S.33 Al-Ahzab 35: Ayat  ini menyebut 10  amalan kunci surga.
3. S.13 Ar-Ra'du 20-24: Ayat  ini menyebut 9 amalan kunci surga.
4. S.23 Al-Mu'minun 1-11,  Ayat  ini menyebut 7 amalan kunci surga.
5. S.3 Ali 'Imran 191-195 Ayat  ini menyebut 5 amalan kunci surga.
6. S9a100 : Ayat  ini menyebut 2 amalan kunci surge.
7. S9a20-22 dan 88-89: Ayat  ini menyebut 3 amalan kunci sur
B. Kunci surga  dalam hadis Nabi Saw,
        Rasulullah Saw banyak-banyak menyebut kunci surga  dalam hadis beliau, satu persatu yaitu sebagai  berikut:
(1) Wudhu` yang bagus menjadi kunci masuk surga (HR Muslim no.345,Turmudzi no.50 dan Nasa`i no.148.Tafsir Ad-Durrul Mantsur (2h26).
(2) Dengan hati yang suci membaca La ilaha illa Allah masuk surga: Al-Qurthubi (10h60) dalam Al-Quran s15a92-93.
mencatat bahwa orang yang mengucapkan :"La ilah illla Allah", pasti dia masuk surga. Rasulullah Saw bersabda:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : " مَنْ قَالَ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ مُخْلِصاً دَخَلَ الْجَنَّةَ» قِيْلَ : يَا رَسُوْلَ الله، وَمَا إِخْلَاصُهَا؟ قَالَ : أَنْ تُحْجِزَُ عَنْ مَحَارِمِ اللهِ "( رواه زيد بن أرقم)
"Rasulullah Saw bersabda: "Barang siapa mengucapkan "La ilaha illa Allah" dengan tulus maka dia pasti masuk surga" Lalu ditanyakan: "Bagaimana tulusnya itu? Beliau menjawab: "Mencegah diri dari apa yang dilarang oleh  Allah"(HR Zaid bin Arqam-Al-Qurthubi J1h3066).
## وَعَنْهُ أَيْضًاً قَالَ قَالَ رَسُوْلُ الله ِصلى الله عليه وسلم : " إِنَّ اللهَ عَهِدَ إِليَََّ أَلَّا يَأْتِينْي أَحَدٌ مِنْ أُمَّتِيْ بِلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ لَا يُخْلِطَ بِهَا شَيْئًاً إِلَّا وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةَ قَالُوْا : يَا رَسُوْلَ اللِه ، وَمَا الَّذِيْ يُخْلِطُ  بِلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ؟ قَالَ : حِرْصًاً عََلى الدُّنْيَا وَجََمْعًاً لَهَا وَمَنْعًاً َلهَا (القرطبي ج10ص60)
"Dari Zaid bin Arqam bahwa Rasulullah Saw bersabda: "Sungguh Allah telah menjanjikan padaku ada umatku yang datang padaku  mengucapkan La ilaha illah Allah tidak mengotorinya (kemusyrikan) sama sekali  maka tidak lain keuali dia masuh surga " Mereka bertanya: "Ya Rasulullah apa saja yang mengotori La ilaha illa Allah itu? Beliau menjawab: "Bernafsu  sekali untuk mencari harta keduniaan, mengumpulkannya dan membelanya"(HR. Al-Qurthubi 10h60).
#Tafsir Ad-Durrul Mantsur ((7h493) dalam menganalisa Al-Quran s39a73:
" Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya dibawa ke dalam surga berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah penjaga-penjaganya kepada mereka: "Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya"(S39 Az-Zumar 73).
 Kitab tafsir itu mencatat hadis bahwa kunci surga ialah syahadat La ilaha illa Allah. 
عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ قَالَ قَالَ لِى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَفَاتِيحُ الْجَنَّةِ شَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ (رواه احمد 22755)
"Dari Mu'adz  bin Jabal bahwa Rasulullah Saw bersabda: "Kunci surga ialah syahadat La ilah illa Allah"(HR Ahmad no.22755).
Masuk Surga tanpa Pemeriksaan-Hisab
    Bagaimana tingkat-tingkat surga dibandingkan dengan besar kecilnya amal?  Jawab: Yang paling besar amalnya akan masuk surga tidak melalui pemeriksaan dan yang paling kecil amalnya akan masuk surga paling akhir dan yang tidak beriman  tidak dapat masuk surga, tetapi tinggal di dalam  neraka abadi selama-lamanya.
Orang yang nilai rapotnya terbaik masuk surga tanpa test
          Orang beriman kelak dibagi tiga, yaitu:
(1)Orang yang beriman yang nilai amal-solehnya sangat terpuji, maka dia akan masuk surga  tidak perlu melalui tes atau Hisab;
(2)Sebagian akan  diperiksa melalui Hisab  dengan mudah;
(3)Sisanya harus menjalani pemeriksaan sangat lama baru masuk surga;
# Tafsir Al-Lubab (13h195) dalam menganalisa Al-Quran s35a27-38 fokusnya ayat 32 mencatat hadis Nabi Saw:
" Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar"(S.35 Fathir 32).
Berkaitan dengan Qs35a 32 ini Rasulullah Saw. besabda:
 عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ وَمِنْهُمْ مُقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ بِإِذْنِ اللَّهِ فَأَمَّا الَّذِينَ سَبَقُوا بِالْخَيْرَاتِ فَأُولَئِكَ الَّذِينَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ وَأَمَّا الَّذِينَ اقْتَصَدُوا فَأُولَئِكَ يُحَاسَبُونَ حِسَابًا يَسِيرًا وَأَمَّا الَّذِينَ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ فَأُولَئِكَ الَّذِينَ يُحْبَسُونَ فِي طُولِ الْمَحْشَرِ ثُمَّ هُمْ الَّذِينَ تَلَافَاهُمْ اللَّهُ بِرَحْمَتِهِ فَهُمْ الَّذِينَ يَقُولُونَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَذْهَبَ عَنَّا الْحَزَنَ إِنَّ رَبَّنَا لَغَفُورٌ شَكُورٌ إِلخ (رواه احمد 20734).
"Abu Darda` mendengar dari Rasulullah Saw beliau  bersabda  membaca Al-Quran s35a32 (termaktub di atas) lalu bersabda: (1)"Orang yang duluan dalam amal kebajikan maka dia masuk surga tanpa pemeriksaan (Hisab);(2) Orang yang  tengah-tengah akan diperiksa dengan hisab yang mudah;(3) Adapun orang yang zalim atas dirinya maka dia akan tertahan selama di Makhsyar kemudian  Allah mengubah nasib mereka dengan rahmat-Nya(memasukkannya  ke dalam surga) mereka itulah orang-orang yang berdo'a dengan membaca Al-Quran 35 Fathir 34- 35;
= "Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Mensyukur. Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga) dari karunia-Nya; di dalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesu"(S.35 Fahir 34-35)  (Tafsir Al-Lubab 13h195).
@ Berkaitan dengan hadis tentang akan masuknya 70.000 umat Muhammad ke surga tanpa diperiksa ( tanpa Hisab) ditulis oleh
Paling sedkiti ada 14 kitab tafsir telah mencatat hadis tentang 70.000 umat Muhammad akan masuk surga tanpa diperiksa (tidak di-Hisab) ini:, termasuk kitab-kitab tafsir Ibnu Abi Hatim yang sangat kuno, Kitab Tafsir Ar-Razi yang ilmiah-filosofis itu.
Para ulama tafsir ini menunjuk ayat-ayat Al-Quran yang memberi isyarat yang menjadi sumber  pernyataan dalam hadis  itu tidak kurang dari 102 ayat dari 28 macam surat  yang sangat erat  terkait dengan hadis itu.
~ Hadisnya sendiri sudah diteliti sangat jeli sekali  oleh sekitar 20 ulama hadis dan   dinilai shahih bukan hanya oleh Al-Hakim, Ibnu Hibban, Ibnu Abi Hatim, tetapi juga oleh Bukhari dan Muslim.
       Ini berarti bahwa Allah betul-betul menjanjikan kepada kita semua umat Muhammad bahwa  ada diantara kita ini yang kelak di hari kiamat akan masuk surga tanpa test, tidak melalui Hisab, tidak perlu merasakan azab Allah  asalkan  berhasil meraih juara satu dalam menyembah dan mengabdi kepada Allah Swt. Wajar jika kita  pinjam istilah anak-anak yang masuk perguruan tinggi lewat jalur PMDK  yaitu para siswa  yang nilai rapotnya terlalu baik tidak ada merahnya sama sekali mulai dari klas satu   sampai klas terakhir.
          Dari janji Allah dalam hadis tersebut, maka kita wajib  berlomba mengejar  jalur PMDK mencari kunci pintu masuk surga dengan mentaati aturan main yang disebut dalam Al-Quran dan hadis.
Memang  Allah  sudah memerintahkan kepada kita semua untuk berlomba dalam kebaikan Amal Soleh yang disebut dalam Al-Quran Fastabiqul-Khairat  S.5 Al-Maidah 48.
           Caranya ialah berlomba untuk beramal soleh, mentaati aturan hukum Allah, tekun mengikuti hidayah Allah  taqarrub kepada Allah dengan penuh ketaatan.
        Jelas Allah dan Rasulullah Saw. mendorong kita umat Muhammad untuk mengejar nilai bukan hanya nilai "terbaik" tetapi nomer satu yang "paling afdhol", yaitu nilai paling tinggi menurut pandangan Allah dan Rasul Saw
 @ Ajak banyak-banyak orang masuk surga jangan sendirian
Yang terbaik paling afdhol
(1) Para filosuf-moral terutama J.Bentham (1832M) menyatakan bahwa secara logika yang disebut "Baik" itu ialah sesuatu yang memberi kebahagiaan yang terbesar kepada jumlah yang terbesar (The greatest happiness of the greatest number).
(2)Hadis Ahmad no.16413-yang dikutip Ibnu Taimiyah (7h5 menyatakan bahwa Jihad yang paling afdhol ialah mencurahkan kedermawanan artinya membagi kebahagiaan kepada orang sebanyak mungkin, benar-benar jangan masuk surga sendirian, sedangkan orang lain masuk neraka semua.

0 komentar:

Poskan Komentar

Pengunjung Ke-

Ada kesalahan di dalam gadget ini

About Me

Template by KangNoval & Abdul Munir | blog Blogger Templates