Jumat, 20 Maret 2015

Tafsir tematis kontemporer Yang Disalib Bukan Nabi Isa



Al-Quran S 4 An-Nisa`156-158
وَبِكُفْرِهِمْ وَقَوْلِهِمْ عَلَى مَرْيَمَ بُهْتَانًا عَظِيمًا(156)وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا(157)بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا(158)(النساء 156-158)
156. “Dan karena kekafiran mereka (terhadap Isa), dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina),
157. dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan 'Isa bagi mereka.  Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.
158. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (S 4 An-Nisa 156-158)
Tema dan sari tilawah
1)   Kaum Yahudi itu kufur kepada Allah bahkan berdosa besar sebab menuduh Maryam terlalu hina.
2)   Kaum Yahudi bersalah sebab mengaku sudah membunuh N.Isa. dan menggantung dia di tiang salib.
3)   Sebenarnya mereka tidak membunuh N.Isa dan mereka tidak menyalibnya.
4)   Yang disalib dan yang dibunuh itu orang lain yang mirip seperti N.Isa.
5)   Mereka berselisih dan ragu-ragu bahkan hanya menduga-duga tidak meyakinkan soal siapa yang mereka salib dan siapa yang mereka bunuh itu.
6)   Yang benar ialah bahwa Nabi ‘Isa di selamatkan Allah dari niat jahat  musuh untuk membunuhnya karena Allah sudah mengangkat Nabi ‘Isa ke tempat yang sangat terhormat.
7)   Allah itu tidak dapat dikalahkan dan Maha Bijaksana.
Masalah dan analisa jawaban
@ 1. Apa dan bagaimana pendapat musuh Nabi ‘Isa tentang orang yang dibunuh dan disalib itu? Jawaban hipotetis:Yang mengaku telah membunuh itu ialah kaum Yahudi dibantu oleh tentara Romawi, tetapi tentara Romawi itu tidak tahu yang mana N.Isa itu. Yang dibunuh namanya Yudas Eskariot yaitu orang yang paling depan dalam mengejar Nabi Isa sedangkan Nabi ‘Isa sudah diselamatkan oleh Allah ke tempat yang sangat terhormat.
@ 2. Bagaimana sejarah perkembangan ajaran Nabi ‘Isa sampai menjadi agama Kristen itu? Jawaban hipotetis: Seluruh wacana di dunia mencatat bahwa Alkitab-Bibel yang asli sudah hilang, yang dapat ditemukan hanyalah salinan atau terjemah dalam bahasa Yunani tidak ada aslinya yang diterjemahkan, sehingga isinya  sangat bertentangan dengan ajaran Nabi ‘Isa a.s. bahkan mengubah ajaran N.Isa sendiri dari tauhid menjadi musyrik.
@ 3. Bagaimana kita menanggapi semua ini? Jawaban hipotetis: Kita yakin yang benar mutlak ialah firman Allah Al-Quran  dan diperjelas dengan Hadis Nabi Muhammad  Saw.
Pendalaman dan penelitian
BAB   SATU
Yesus itu bukan Nabi ‘Isa
  Masalah ke-1: Apa dan bagaimana pendapat musuh Nabi ‘Isa tentang orang yang dibunuh dan disalib itu? Jawaban hipotetis:Yang mengaku telah membunuh Nabi ‘Isa itu orang Yahudi bersama dengan tentara Romawi sedangkan tentara Romawi  tersebut belum tahu yang mana N.Isa itu. Yang dibunuh namanya ialah Yudas Eskariot yaitu orang  yang paling depan dalam mengejar N.Isa karena sudah Allah menyelamatkan Nabi ‘Isa lebih dahulu..
        Catatan data dan fakta sejarah yang benar mutlak ialah firman Allah yang termaktub dalam Al-Quran. Bukti kebenaran Al-Quran berwujud bahasa Arab, yang tulisannya tersimpan dan bunyi tiap huruf Al-Quran juga tersimpan di dalam mushaf ditulis sejak tg.17 Ramadhan  tahun ke-41 kelahiran Nabi Saw. sampai tgl. 3 Rabiul awal 11 Hijriyah atau tgl. 10 Agustus 610M sampai tgl.30 Mei 632M dan arsip tulisan ini sudah  tersimpan dalam perpustakaan seluruh dunia. Sekarang ini tulisan dan bunyi tersebut  sudah tersimpan di dalam CD, DVD, computer, tablet, internet dapat dibaca tulisannya dan didengarkan bunyi aslinya sampai sekarang Insya Allah sampai hari kiamat bahkan bahasa Arab Al-Quran itu dapat hidup terus mudah difaham semua orang, di mana saja kapanpun juga.
          Dalam Al-Quran Allah berfirman bahwa kaum Yahudi itu tidak dapat membunuh Nabi ‘Isa a.s. dan mereka tidak menggantung Nabi ‘Isa di tiang Salib. Yang dibunuh dan yang disalib itu ialah orang lain yang diserupakan mirip dengan Nabi ‘Isa, karena Nabi ‘Isa sudah diselamatkan Allah diangkat ke deranjat yang sangat terhormat.
          Dari berbagai macam wacana dan sumber tentang riwayat tentang siapa yang berhasil dibunuh dan disalib kaum Yahudi itu kita ambil saja  riwayat dari ulama Tafsir klasik Ibnu Abi Hatim (236H=843M), yaitu sbb:
6233 قَالَ : اَيُّكُمْ يُلْقى عَلَيْهِ شِبْهِيْ فَيُقْتَلُ مَكَانِيْ وَيَكُوْنُ مَعِيَ فِيْ دَرَجَتِيْ ، فَقَامَ شَابٌّ مِنْ احْدَثُهُمْ سِنًّا ، فَقَالَ لَهُ : اِجْلِسْ ، ثُمَّ اَعَادَ عَلَيْهِمْ فَقَامَ الشَّابُّ ، اَنَا ، فَقَالَ : اَنْتَ هُوَ ذَاكَ فَاَلْقَىَ عَلَيْهِ شِبْهُ عِيْسَى وَرَفِعَ عِيْسَى مِنْ رَوْزَنَةٍ فِيْ الْبَيْتِ إِلَى السَّمَاءِ قَالَ : وَجَاءَ الطَّلَبُ] مِنَ الْيَهُوْدِ فَاَخَذُوْا الشِبْهَ ، فَقَتَلُوْهُ ثُمَِّ صَلَبُوْهُ( رواه ابن ابي حاتم)
6233 Dari Ibnu ‘Abbas bahwa …..Nabi ‘Isa bertanya: “Siapa di antara kamu yang mau disamakan dengan rupaku, sehingga nanti ia dibunuh menggantikanku dan akan bersama denganku dalam derajatku?" Maka bangkitlah salah seorang di antara mereka yang paling muda usianya, lalu Nabi Isa berkata, "Duduklah!" Kemudian Nabi Isa mengulangi lagi, tetapi pemuda itulah yang berdiri dan berkata, "Saya." Beliau pun berkata, "Engkaulah orangnya." Maka Allah serupakan orang itu dengan rupa Nabi Isa dan mengangkat Nabi Isa dari lubang angin di rumah itu ke langit. Lalu datanglah pencari  dari orang-orang Yahudi, kemudian mereka menangkap orang yang mirip itu dan membunuhnya serta menyalibnya”(HR Ibnu Abi Hatim).
     Dakwah Nabi ‘Isa a.s. kurang berhasil, karena beratnya tekanan keras oleh lawan-lawan beliau sampai mereka  mengaku sudah membunuh dan menggantung beliau  di tiang salib walaupun mereka tidak yakin dan hanya dugaan-dugaan belaka.
Dalam Al-Quran S 5 Al-Maidah 156-158 Allah menyatakan bahwa lawan-lawan Nabi ‘Isa itu ragu dan tidak lain kecuali hanya dugaan belaka tentang siapa yang dibunuh itu.
         Dalam suasana yang begitu mencekam  diliputi oleh ancaman keras dari lawan-lawan Nabi ‘Isa maka riwayat pribadi belaiu yang sangat ajaib ditambah dengan mukjizat beliau sebagai nabi utusan Allah, misalnya seperti beliau dapat membuat burung, menyembuhkan orang buta  dapat melihat kembali, menyembuhkan orang sakit kusta, menghidupkan orang mati, maka dari keajaiban itu  tersebarlah dari bermacam-macam sumber banyak berita yang aneh dan ajaib maupun soal  siapa yang telah dibunuh dan disalib sampai kisah kenaikan Nabi ‘Isa diangkat oleh Allah ke langit tersebar sembunyi-sembunyi. Faham dan pendapat ini dikacaukan lebih berbahaya lagi oleh filsafat Yunani sebagai tren yang cukup kuat di wilayah tersebut.
         Sejalan dengan kondisi di jaman itu belum ada Ilmu Hadis maka tidak mungkin berita-berita yang aneh-aneh  itu diuji benar tidaknya, shahih atau dha’if ataukah maudhu’ artinya bohong-bohongan maka terbentuklah berbagai macam kepercayaan dan aliran keagamaan. Bahkan situasi-kondisi ini berlangsung berpuluh-puluh sampai ratusan tahun sejak kepergian Nabi ‘Isa a.s. sampai jaman diselenggarakannya KONSILI semacam muktamar oleh kaum Masehi tahun 325M dan sesudah itu.
BAB  DUA
Pendiri agama Kristen Bukan Nabi ‘Isa a.s.
@  Masalah ke-2: Bagaimana sejarah perkembangan  ajaran Nabi ‘Isa menjadi agama Kristen itu? Jawaban hipotetis: Seluruh wacana di dunia mencatat bahwa Al-Kitab-Bibel yang asli sudah hilang, yang dapat ditemukan hanyalah salinan atau terjemah dalam bahasa Yunani tidak ada asli yang diterjemahkan, sehingga isinya  sangat bertentangan dengan ajaran N.Isa a.s. bahkan mengubah ajaran Nabi ‘Isa sendiri dari tauhid diubah menjadi musyrik.
        Setelah Nabi ‘Isa a.s. gaib maka kelompok jemaat di bawah pimpinan Petrus dan Yacobes menyebarkan faham ajarannya kepada umat Yahudi (Mateus 10:5-7 dan 15:24-26)), sedangkan Paulus menyebarkan fahamnya di luar kaum Yahudi sekitar Laut Tengah. Akibatnya timbul perselisihan antara faham jemaat Yerusalem dengan jemaat Paulus itu, terutama masalah ketuhanan Yesus. Diantara ke-empat Injil yang tegas menyatakan ketuhanan Yesus itu hanya Injil Johanes saja, sedangkan ketiga Injil lainnya tidak demikian. Dalam Kisah 5:1-2  tertulis bahwa Yesus sebagai hamba, Injil Mateus 11:25  dan 7:  21 tidak mengakui ketuhanan Yesus.
I.Asal usul faham Trinitas
       Banyak faham yang bermacam-macam timbul sesudah Nabi ‘Isa gaib, diantaranya ialah:
1.    Marcion (144M) mengajarkan bahwa Tuhan yang tertinggi marah, lalu mengutus anaknya untuk membebaskan umat dari Tuahnnya orang Yahudi yang kejam lalu Tuhan orang Yahudi menyalib Yesus.
2.    Ireneus (202M) dari Liyon mengajarkan bahwa Tuhan menciptakan alam melalui logos yang persis sama dalam segala-galanya dengan Tuhan, logos berada dalam diri Yesus seorang manusia riel.
3.    Tertulianus (155M) dari Kartago mengajarkan bahwa Tuhan itu jauh terlalu tinggi, maka Logos Yesus adalah Tuhan yang lebih rendah dan mengajarkan bahwa seluruh manusia berdosa dengan dosa warisan dari Nabi Adam.
4.    Clemens (220M) dari Iskandariyah mengajarkan bahwa a) Logos  itu menjilma menjadi Yesus. b) Logos itu pikiran yang murni. c)Tuhan itu cahaya diatas hakikat yang tidak dapat dikenal, makan Tuhan mewujudkan diri dengan logos supaya dapat dikenal.
5.    Arius (350M), mengajarkan bahwa tidak ada logos, tidak ada Tuhan Anak, tetapi Yesus adalah contoh teladan karena takwanya, Pendapat ini didukung oleh Skundur dan Theonas.
6.    Atanatius (Akhir abad ke-iii) dialah pencetus faham Trinitas, ketika Yesus lahir maka dia adalah Tuhan sendiri yang datang ke dunia menyelamatkan umat manusia dari dosa warisan.
7.    Gregorius Niyasa (394M) mengajarkan bahwa Tuhan itu satu tetapi tidak mutlak, pikiran Tuhan menjadi logos-Yesus, cinta Tuhan menjadi Roh Kudus semua sifat menjadi oknum.
8.    Kyrilos mengajarkan bahwa Yesus bertabiat dua dan manusia Yesus lenyap dalam ketuhanan.
9.    Agustinus (354M) mengajarkan Trinitas, Ingatan itu  Tuhan Bapa, sifat inteligensi itu Tuhan Anak, cinta  menjadi Roh Kudus.
II.  Pernilaian para ahli
1.    Tafsir Al-Manar (J3h304) menjelaskan bahwa  “Al-Kalimat” lafal dalam Al-Quran s4a171 dan s3a45-47 maksudnya  ialah falal “Takwiniyah” bahwa untuk  menciptakan sesuatu maka  Allah cukup dengan menetapkan pernyataan “KUN” dan berlaku atas seluruh makhluk termasuk penciptaan Nabi ‘Isa; Dengan demikian  maka Nabi ‘Isa itu makhluk  terwujud sesudah  pernyataan Allah: “KUN”  !!! Sebelum itu belum ada. Nabi ‘Isa itu bukan firman tetapi sesuatu yang berwujud akibat dari firman Allah ““KUN””, sama sekali tidak benar bahwa Nabi ‘Isa itu firman, juga bukan sabda Tuhan. Bisa kita permudah bahwa bunyi “KUN”  ini sebagai perintah, jika ditulis bentuknya surat perintah atau kertas, jadi Nabi ‘Isa itu bukan kertasnya tetapi hasil dari pelaksanaan perintah.
2.    Arnold Toynbee dalam bukunya A Study of History, jilid iv halaman 77 menyatakan bahwa banyak sekali persamaan kisah Yesus dengan dongeng Helenisme-Yunani: Agis, Cleomenes, Eunus, Solvius, Tiberius dll.
3.    Lord Heardly dalam bukunya The Affinity between Original Church of Yesus Chris and Islam halaman 75 menyatakan semua ajaran pokok  Agama Kristen itu tidak dari Yesus tetapi semua  dogma itu bulat-bulat dioper dari agama kafir Paganisme yang dipaksakan masuk ke dalam agama Kristen yang dikerjakan  oleh pendeta-pendeta mereka  300 tahun sepeninggal Yesus, umpamanya kisah Mitraisme-Persi, Adonis-Atis dari Syria, Osiris-Isis-Horus dari Mesir, Dionysos dari Yunani.
4.    J.Plange, Rudolf Seydel, Bruno Freydank maupun  C.Isherwood telah mengumpulkan data dan fakta persamaan riwayat tentang Yesus dengan kisah Hindu dan Budha.
5.    Leon Gauthier dalam bukunya Introduction L’etude de la  Philosphie Musulman (1923:63) menyatakan bahwa sesungguhnya agama Nasrani banyak dimasuki pendapat dan pikiran filsafat New Platonisme Yunani (Syalabi 1964:59).
# Sekali lagi Tafsir Al-Manar (Jxh34) menambahkan bahwa ajaran tentang  Anak Tuhan turun menjadi manusia dan Tritunggal atau Trimurti itu sudah ada dalam agama Hindu, Budha dan agama-agama di Cina, Jepang, Persi, Syria, Yunani dan Romawi.
        Abu Zahrah dalam kitabnya Muhadharat fin Nashraniyah (1949:129) mencatat berbagai macam Konsili bapa-bapa gereja Nasrani di jaman dahulu kala, yaitu:
1.    Yang pertama kali ialah  tg.20 Mei 325 M Konsili di Nikea yang dihadiri oleh 2018 undangan yang hadir. Tetapi karena campur tangan Kaisar Kosntantin dengan menyerahkan pedang dan cap kerajaan maka 318 peserta dengan melecehkan 1700 bapa gereja  yang tidak sefaham, yang 318 anggota ini  menetapkan bahwa Yesus adalah Tuhan Anak dan mengusir 1700 peserta lawannya.
2.    Kemudian Konsili ke-2 Juli 381 M di Konstantinopel dengan 150 bapa gereja menetapkan bahwa Roh Kudus adalah Tuhan dan lengkaplah Trinitas Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Tuhan Roh Kudus.
3.    Konsili sesudahnya menetapkan sifat-sifat dan pembagian kerja Tuhan Bapa, Anak dan Roh Kudus  serta juga menetapkan naskah-naskah untuk disahkan menjadi kitab  suci, yaitu konsili-konsili tahun 431, 451, 553, 680, 754, 787, 869, 879, 1123, 1179, 1215, 1563, 1598M. Penetapan soal Dzat dan sifat Tuhan, misalnya:
~Athanasius menyatakan bahwa saat Maryam melahirkan bayinya maka  dalam detik-detik lahirnya bayi ‘Isa itulah Tuhan datang sendiri ke dunia.
~Lalu perbuatan Yesus itu perbuatan Tuhan ataukah perbuatan manusia?
~Kemudian bagaimana kedudukan Maryam itu Ibu Tuhan ataukah  ibu Manusia ? dst  semua ditetapkan oleh konsili-konsili itu  dan tercatat pertentangan pendapat pun terjadi sangat keras.
III. Hari Natal kelahiran Yesus
@ Kelahiran Yesus diperselisihkan para tokoh Nasrani sendiri adalah sebagai berikut:
1.    Menurut Matius kelahiran Yesus itu jamannya Herodes 7M,
2.    Clemen dari Iskandariyah  menyatakan bahwa kerlahiran Yesus itu tgl.20 Mei;
3.    Gereja Mesir sampai abad ke-iii meyakini tanggal 6 Januari sebagai hari kelahiran Yesus sama dengan kelahiran Dewa Hellenistis ~ 
4.    Gereja Yunani sampai tahun 530M mempercayai hari natal itu tanggal 7 Desember.
        ~ Al-Quran S.19 Maryam 25-29, menyebutkan dengan samar-samar hari kelahiran N.Isa itu pada musim panen kurma di Palestina, sekitar buan Agustus.
       Maka pendapat yang paling benar  tidak lain kecuali  ilmu Tuhan yang memiliki sifat yang Absolut Maha, sedangkan akal manusia itu tidak sempurna, sering salah dan lupa, atau spekulatif-untung-untungan dan hipotetis dianggap benar sementara. Oleh karena itulah maka akal atau otak manusia harus  kembali dan berlindung kepada Ilmu Allah sehingga asal usul faham Politeisme atau musyrik, yakni kepercayaan adanya banyak dewa itu adalah hasil akal-akalan manusia yang wajarnya harus kembali kepada faham Monoteisme-satu Tuhan, sama sekali tidak mungkin dari  SATU TUHAN  MENJADI TIGA TUHAN.
       Jadi teori yang paling benar itu ialah Teori Allah bahwa asal usul agama itu Monoteistis bahwa Tuhan itu Maha Esa, teori politheisme (musyrik) itu akal-akalan otak manusia.  Tentang asal usul faham Trinitas itu ialah dari akal orang kafir, Allah berfirman di dalam Al-Quran :s9a30
وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ذَلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ (30)(التوبة)
Artinya: “"Al Masih itu putra Allah". Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?(S.9 At-Taubat 30).
IV. Asal keturunan Nabi ‘Isa A,s.
        Dalam ajaran Islam, silsilah anak yang tidak diketahui ayahnya maka dia  dinisbatkan melalui  ibunya, oleh karena itulah  Abu Ishaq ats-Tsa’alibi (427H) dalam  kitab Qashashul Anbiya’ (tth:207) menulis silsilah Nabi ‘Isa itu  melalui Maryam ke atas sampai Nabi Dawud bahkan ke atas lagi sampai Nabi Ibrahim. Memang Allah sendiri yang menegaskan ‘Isa itu putera Maryam dalam Al-Quran sampai 21 kali misalnya S.61 Ash-Shaf 14 dan seterusnya semua menyebut ‘Isa   anak  laki-laki  Maryam.
        Adapun Maryam disebut Allah dalam Al-Quran  s19a28 sebagai saudara Harun, maka para ulama tafsir sedikit berbeda pendapat mengenai siapa Harun dalam s19a28 ini, yaitu  sebagaimana sebagai berikut:
      Dari 7 kitab Tafsir hanya Durrul Mantsur (Juz 5,h.506) yang tidak menyebut  Harun itu saudara Maryam. Dua kitab Tafsir, Ath-Thabari Juz 16,h.58 dan Tafsir Al-Qurthubi Juz 11,h.99 menyebutkan Harun ini bukan saudara Musa. Ada Empat kitab Tafsir Ath-Thabari, Al-Qurthubi, Durrul Mantsur dan Adhwa’ul Bayan yang  menyebutkan bahwa nama  Harun  adalah suatu julukan atas  orang yang alim soleh. Sedangkan yang mencatat bahwa Maryam adalah anak keturunan Nabi Harun ialah Tafsir Al-Qurthubi, Ats-Tsa’labi dan Durrul Mantsur yang menegaskan bahwa Maryam yang disebut  dalam S.19a 28 di atas adalah anak keturunan Harun saudara Musa.
V. Masalah Agama Nasrani
     Berikut tulisan  para pakar soal agama Nasrani, Kristen  dll:
1.     Micheal Hart penulis 100 orang tokoh dunia itu  mencatat bahwa Paulus itulah sebenarnya pendiri agama Kristen dewasa ini, bukan Nabi ‘Isa. Paulus-lah orang yang terpenting yang menulis kitab-kitab daalam Kitab Perjanjian Baru itu.
2.    Hj.Irene Handono dalam bukunya ”Islam Dihujat” (2004h334) mencatat bahwa dalam Alkitab(Bibel) sekarang masih ada  beberapa -ayat yang benar yang  mengajak ke ke-Esaan Tauhid
# Mengajak kepada agama Tauhid, yaitu Kitab Ulangan 4:35; Ulangan 6:4; Ulangan 32:39; II Samuel 7:22; Mazmur 86:8; Yesaya 45:5-6; Yesaya 43:46:9; Markus 12:29; Yohanes 5:30; Yohanes 17:3.
# Yesus bukan Tuhan dan tidak sama dengan Tuhan Bapa: Yohanes 10:29;Yohanes 14:28; Markus 16a19; Roma 8:4; Kisah Para Rsul7:56; Mateus 24:36; Mateud 11:25: Lukas 10:21; Mateus 27:46; Markus15:34; Lukas 23:44-46; Yohanes 19:30; Yohanes 5:30.
# Yesus  itu utusan Tuhan Bapa: Markus 9:37, Yohanes 24:24,30, Yohanes 7:29,33; Yohanes 8:16,18,26; Yohanes 10:36; Yohanes 11:42;  Yohanes 13:20; Yohanes 16:5;  Yohanes 17:3,8; Yohanes 23:25,25.
VI .Kejadian Nabi ‘Isa dan mukjizat-nya
          Al-Quran  menerangkan bahwa Nabi ‘Isa itu diciptakan Allah tidak dengan bapak tidak berbeda dengan penciptaan Nabi Adam yang diciptakan bahkan tidak dengan ibu dan tanpa bapak, untuk menciptakan makhluk, maka  Allah cukup dengan  pernyataan “KUN” artinya “Jadilah kamu” maka terjadi betul-betul apa yang dikehendaki Allah (Lihat Qs3a59 dan 47).
# Semua ulama tafsir menyatakan bahwa Lafal “Ruhul Qudusi” pada Firman Allah dalam Al-Quran s5a110, s2a87, s2a253, s16a102, adalah malaikat Jibril; Sedangkan lafal “Ruh” yang dihembuskan Allah kepada Nabi ‘Isa yang termaktub dalam Al-Quran s4a171, s66a12,s21a91 tidak ada bedanya dengan Roh yang dihembuskan Allah kepada Adam yang disebut-sebut dalam Al-Quran s15a29, s38a72, sama dengan roh Allah yang dihembuskan kepada seluruh  umat manusia ini ditegaskan Allah dalam Qs32a8-9.
         Jadi Tuhan  Roh Kudus dalam ajaran Nasrani itu sebenarnya adalah malaikat Jibril yang diutus oleh Allah untuk menyampaikan berita akan datangnya N.’Isa itu kepada Maryam dan tidak ada kelebihan kehebatan yang luar biasa Jibril  sampai mirip atau menyerupai sifat-sifat Allah, ini tidak ada.  Tentang proses kejadian Nabi ‘Isa ini diterangkan dalam Al-Quran terutama dalam Qs19a17-33; s3a45-47).
         Mengenai perbuatan luar biasa Nabi ‘Isa A.s. dapat membuat burung, menghidupkan orang mati, mengobati orang sakit kusta menjadi sembuh, seluruhnya adalah mukjizat dari Allah  dan dengan  ijin dari Allah seperti yang ditegaskan Allah dalam Al-Quran S.5 Al-Maidah 110 dan S3 Ali ‘Imran 49. bukan kemauan Nabi ’Isa sendiri
        Masalah kelahirannya tidak dengan ayah dan perbuatan yang luar biasa Nabi ‘Isa inilah yang menjadi alasan kaum Nasrani mengangkat  Nabi ’Isa menjadi Tuhan Anak yang juga disebut dengan Anak-Nya yang Tunggal.  Semua ini ditolak oleh Allah melalui  AlQuran tersebut  diatas.
@ Di jaman modern sekarang sudah ada Ilmu Biologi atau Ilmu Kedokteran  yang  membuat proyek BAYI TABUNG dan banyak berhasil, maka  dilihat dari  sudut pandang tertentu dapat dikatakan bayi tabung lahir tanpa bapak???
       Para tokoh kaum Nasrani mengangkat Nabi ‘Isa menjadi Tuhan Anak berdasarkan filsafat Logos dari Plato Yunani. Logos maknanya akal atau firman, logos itu keluar dari Tuhan sebagai sumber  penciptaan. Maka  manusia yang ingin berhubungan dengan Tuhan harus melalui logos. Teori ini merembes masuk ke dalam Alkitab(Bibel) Injil Yahya 1 ayat 1-3 yang ditulis pertama kali oleh Yohanees tahun 100 M kira-kira 67 tahun sepeninggal Nabi ’Isa.  Adapun bunyi Injil Yahya 1 ayat 1-3  itu ialah:
      “Maka pada awal pertama adalah Firman dan Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itulah juga  Allah. Adalah Ia pada mulanya beserta dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan Olehnya, maka jika tidak ada Ia tiadalah juga  barang sesuatu yang telah jadi”(Yahya 1 ayat 1-3).
       Mulyadi Samuel AM dalam bukunya Dokumen Pemalsuan  Alkitab atau Bibel (2002hx), mencatat bahwa ayat 1-14 Injil Yohanes ini merupakan rekayasa penyalin Injil Yohanes dari hymne Pilo Alexandria yang aslinya berbunyi:
”Pada mulanya adalah Logos (firman), Logos (firman) itu bersama  dengan Tuhan dan Logos (firman) itu berasal dari Tuhan”.
   Penyalin Injil  Yohanes merubah kalimat ”Logos itu berasal dari Tuhan  diubah menjadi :”Firman itu adalah Tuhan” Demikian tertulis dalam catatan kaki Alkitab dari The New Testamen of the New American Bible (1970h203) dan kesimpulan Santo Agustinus dalam  bukunya The Confesson of St.Agustine.
VII. Sejarah Al-Kitab-Bibel
         Empat Injil (Perjanjian Baru) kecuali Injil-Markus semua menyatakan bahwa silsilah Yesus itu dinisbatkan kepada  Yusuf, maka Lukas 3 ayat 23-31 mencatat silsilah Yesus sampai N.Dawud = 42 tingkatan nasab, Injil Matius 1 ayat 1-16 = 27 tingkat, Injil Yahya 6 ayat 42 mencatat bahwaYesus itu anak Yusuf. Pernyataan ini sendiri sangat bertentangan dengan Injil Lukas Pasal 1 ayat 27 dan Pasal 2 ayat 5  bahwa Yusuf itu tunangan Maryam bukan suaminya, kemudian Injil Matius ayat 25  menegaskan bahwa Yusuf tidak bersetubuh dengan Maryam. 
        Maka Al-Quran menolak Injil Matius 1 ayat 6-16 dan Lukas 3 ayat 23-31  yang mengaitkan N.’Isa itu adalah anak Yusuf. Apa maunya para penulis Bibel ini, menyatakan Yesus itu anak Yusuf lalu diangkat menjadi Tuhan Anak???
          Al-Quran menegaskan 21 kali bahwa Nabi ‘Isa itu anak laki-laki Maryam, yaitu: Qs2a87,253; s3a45; s4a157,171; s5a17 (2kali) ,46,72,75,78,110,112,114,116; s9a31; s19a16,27,34; s23a50; s33a7; s576a27; s61a6 semua menegaskan bahwa  ‘Isa itu anak laki-laki Maryam. Al-Quran menolak Injil Lukas 3 ayat 23-31 tentang silsilah ‘Isa melalui Yusuf dan Yehuda yang dicoreng  sangat hina oleh penulis Bibel kitab Kejadian 38 ayat 18.
       Sayang sekali karena situasi dan kondisi yang tidak kondusif maka terdapat banyak sekali buku-buku yang diberi judul sebagai Kitab Injil ’Isa.
# Sejarah Alkitab-Bibel
         Allah yang absolut Maha dalam segala-galanya tidak mungkin ada sebagian makhluk yang mirip-mirip seperti Allah; Sehingga Allah tidak mungkin mempunyai anak menjadi Tuhan Anak, tidak mungkin Allah mempunyai ibu menjadi Ibu Tuhan, tidak mungkin Tuhan mempunyai ayah menjadi Tuhan Bapa. Soalnya bagaimana caranya Allah mengadakan hubungan komunikasi dengan manusia? Dalam hal ini Allah sendiri sudah berfirman:
وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُكَلِّمَهُ اللَّهُ إِلَّا وَحْيًا أَوْ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ أَوْ يُرْسِلَ رَسُولًا فَيُوحِيَ بِإِذْنِهِ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ عَلِيٌّ حَكِيمٌ (51)(الشوري)
Artinya: “Dan tidak ada bagi seorang manusia pun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau di belakang tabir {1} atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana”(S.42 Asy-Syura 51)
         Kitab suci merupakan himpunan wahyu Allah kepada para nabi dan rasul, yaitu: Shuhuf kitab N. Ibrahim, Taurat kitab N. Musa,  Zabur kitab N. Dawud,  Injil kitabnya Nabi ‘Isa dan Al-Quran kitabnya N.Muhammad Saw. Inilah kitab suci yang disebut Allah dalam Al-Quran dan ini sangat berbeda dengan Bibel. Bibel kaum Nasrani itu dibagi dua, yaitu:
I.     KitabPerjanjian Lama ialah kitab-kitab yang diaku  sebagai kitab para nabi sebelum Nabi ‘Isa yang dipercaya oleh kaum Nasrani sebagai kitab suci. Mereka tidak sepakat terhadap jumlah dan nama kitab suci ini:   (a) Gereja Ortodox Yunani = 48 kitab suci. (b)Gereja Katholik = 46 kitab. (c) Gereja Protestan = 39 kitab. Jumlah dan nama kitab gereja-gereja Armenia  berbeda-beda lagi.
II.  Kitab Perjanjian Baru ialah kitab-kitab sesudah  datangnya Nabi ‘Isa. Kitab Injil merupakan 4 dari 22 kitab dalam Alkitab-Bibel. Empat Injil ini ditetapkan sebagai kitab suci pada tgl 20 Mei 325M dalam Konsili di Nikea oleh 318 imam gereja atas dukungan kaisar Romawi Konstantin  dan mengusir 1700 Patriarkh yang tidak sama pendapatnya (Sidang Konsili Nikea ini juga menetapkan Yesus sebagai Tuhan Anak).
        Injil Nabi ‘Isa yang asli sampai sekarang hilang  tidak  diketahui adanya sebagaimana dikuatkan oleh Bibel sendiri dalam kitab Galatia berikut:
Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu Injil lain, padahal yang lain itu bukanlah Injil. Hanya ada orang  yang mengacaukan kamu  dan yang bermaksud untuk memutar bailkkan Injil Kristus” (Galatia 1 ayat 6-7).
         Sebelum Konsili tahun 325M, maka Alkitab-Bibel yang sekarang ini belum masuk sebagai kitab suci dan setelah diangkat sebagai kitab suci-pun masing-masing aliran mengaku Injil- yang dipegangnya-lah yang paling benar bahkan kaum Marcionis dan Bardaisan menolak kitab-kitab yang dianggap suci sebagai kitab suci tahun 325 itu. Sampai sekarang Gereja Timur tetap menganggap suci kitab-kitab yang ditolak oleh Konsili Nikea ini.
         Dalam hal ini Al-Quran menyatakan sebagai berikut:
فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ لَعَنَّاهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوبَهُمْ قَاسِيَةً يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ وَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ وَلَا تَزَالُ تَطَّلِعُ عَلَى خَائِنَةٍ مِنْهُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِنْهُمْ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاصْفَحْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ (13) وَمِنَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّا نَصَارَى أَخَذْنَا مِيثَاقَهُمْ فَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ فَأَغْرَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَسَوْفَ يُنَبِّئُهُمُ اللَّهُ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ (14) (المائدة)
Artinya: “(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuk mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merobah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit di antara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkanlah mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. Dan di antara orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya kami ini orang-orang Nasrani", ada yang telah Kami ambil perjanjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebahagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya; maka Kami timbulkan di antara mereka permusuhan dan kebencian sampai hari kiamat. Dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang selalu mereka kerjakan”(S.5 Al-Maidah 13-14).
         Encyclopedia Britanica vol.ii, halaman 106-108 mencatat ada 27 kitab Injil ditambah 20 kitab lagi yang tidak dimasukkan ke dalam Bibel sekarang ini. Data adanya angka 48, 46 dan 39 jumlah kitab dalam Perjanjian Lama yang diperselisihkan oleh gereja Ortodox, Roma Katholik dan Protestan,   demikian juga catatan adanya  27 kitab Injil dengan 20 kitab lainnya yang dicatat Encyclopedia Britanica di atas jelas membuktikan kaburnya kesucian atau sifat sakralnya kitab yang mana  yang suci mana yang tidak, sebagaimana disebut-sebut dalam Al-Quran S.5 Al-Maidah  13-14 di atas  ini.
          Empat buah Injil Matius, Lukas, Markus dan Yahya sendiri ditulis jauh sangat lama sesudah Yesus meninggalkan mereka. Injil Matius ditulis sesudah hampir 30 tahun, Injil Markus diperkirakan ditulis sekitar tahun 60M, Injil Lukas  sesudah tahun 70 M dan Injil Yahya tahun 98 M.  
      # Salin menyalin  dan penterjemahan  Alkitab-Bibel
        Nabi ‘Isa itu dilahirkan di Betlehem dan dibesarkan di Nazaret, dalam kehidupan sehari-hari berbicara dengan kaum Hawari para murid beliau dalam bahasa Aramia Sehingga Kitab Injil yang asli adalah berbahasa Aramia atau Ibrani itu.
        Dalam Kitab Muhadharat fin Nashraniyah (1368H,h.90) -Abu Zahrah mencatat bahwa Konsili Nikea tahun 325M menetapkan  hanya 4 Injil dan 20 kitab lain sebagai kitab suci. Th.364M Konsili di Laudica menambah lagi dengan Kitab Wahyu dan Surat-surat Paulus sebagi bagian Kitab suci, sedangkan Gereja Timur  menolak Kitab Wahyu itu. Konsili th.397M di Kartago menetapkan Surat Paulus kepada Orang Ibrani sebagai bagian  Kitab Suci kaum pendukung  konsili ini.  Pertanyaannya: Apa sebab sebelum th.397M tidak suci tiba-tiba menjadi suci lalu  sebenarnya manakah batas wewenang  Tuhan dengan wewenang  otak akal manusia itu?
        Bibel seluruhnya baru dikenal sekitar abad pertengahan lewat Volgata, pembagian bab-babnya dibuat tahun 1228M  dikerjakan oleh Stephen Langton dan pembagian ke dalam ayat-ayat oleh Stephanus tahun 1551.
        Encyclopaedia Americana terbitan th.1974 pada hufuf B(Bibel) h.691 mencatat bahwa Kitab Perjanjian Baru (4 Injil dan lain-lain) yang sekarang ini di jaman dahulu sampai abad ke-4 tidak dapat ditentukan “were not fully determined”.
       Naskah Kitab Perjanjian Baru yang paling tua berasal dari abad ke-4 dalam bahasa  Yunani dengan huruf besar Yunani dan inipun setiap kali  terus menerus dilakukan peninjauan sampai tahun 1598M masih terjadi peninjauan dan perbaikan kembali kitab suci ini.
            Prof. H.S. Tharick Chehab dalam bukunya Terjemah Alkitab terbitan Mutiara Jakarta mencatat bahwa Kitab Bibel yang sudah dianggap suci oleh sebagian kaum Nasranni telah mengalami penterjemahan terus menerus, yaitu:  
1.Pertama Alkitab-Bibel itu diterjemahkan dari bahasa-bahasa Yunani oleh William Tyndale, tetapi dia dihukum bakar hidup-hidup dalam bulan Oktober tahun 1536 atas tuduhan dengan sengaja memalsukan terjemahan dari  Perjanjian Baru.
2. Pada tahun 1535 Alkitab(Bibel) diterjemahkan oleh Coverdale.
3. Pada tahun 1537 diterjemahkan oleh Thomas Matthew (barang
   kali nama samaran dari John Rogers).
4. Pada tahun 1539 kitab  "Great Bible" yang direvisi.
5. Pada tahun 1560: "Geneva Bible" diperbaiki.
6. Pada tahun 1568: "Bishop's Bible" direvisi.
7. Pada tahun 1582 terjemahan Perjanjian Baru dari Vulgata
   Latin oleh Ulama Katolik, diterbitkan di Rheims.
8. Pada tahun  1881 "King James Version 1611  direvisi
9. Pada tahun 1901 dibuat Revised Standard Version.
          Gereja Katholik pada Konsili di Trente  pada tgl. 8 April 1546 menetapkan diakhirinya usaha penyusunan dan penterjemahan itu serta haram  menterjemahkannya lagi. Tetapi Gereja Protestan menetapkan pokok  terjemahannya pada Kitab Perjanjian Baru terbitan Erasmus th. 1516M dan maka tahun 1898 dilakukan perbaikan  atas Alktab-Bibel  bahasa Yunani itu  di Stutgart oleh Eberhart Nestle.
       De Katholieke Encyclopaedie (Bah.Belanda) th 1950 dibawah huruf B(Bibel) h.504 mencatat bahwa penterjemahan Injil (Kitab Perjanjian Baru) ke ke bahasa Belanda terjadi pada  abad IX, ke bahasa Jerman abad XI, ke-bahasa Anglosaxon-Inggris Kuno abad XII dan ke bahasa Melayu  th 1700M ini dikerjakan  oleh Melchior.
       Disebabkan karena Alkitab-Bibel King James Version terjadi banyak kesalahan sehingga merubah  arti dan juga karena Perkembangan  studi  Bible  serta banyaknya hasil  penemuan manuscrip  yang lebih tua maka pada  tahun  1870 Gereja Inggris  melakukan pemeriksaan  dan  baru  mengedarkan hasilnya kepada umat pada tahun 1885. kemudia pimpinan Nasrani Amerika mengedarkan hasil  sadurannya pada tahun 1901. Dan gerak-usaha salin menyalin, koreksi dan perbaikan ini tidak berhenti terutama karena adanya kemajuan  dalam  ilmu  pengetahuan  bahasa-bahasa  Kuno  serta penemuan-penemuan  baru dalam arkeologi terpaksa dilakukan revisi tahun 1937, 1946 dan 1951.
        Dari catatan atau data Alkitab-Bibel Nasrani itu tidak mungkin dapat dilakukan metode Ta’wil (seperti  metode dalam ‘Ulumul Quran) sebab bunyi atau kalimat asli kitab sucinya  yang akan ditakwil tidak ada, Bibel terjemah adalah produk buatan akal manusia, tidak suci bahkan  kitab suci ini telah menyiarkan dan mengabadikan ayat-ayat yang kotor dan porno bahwa para nabi berzina, menyembah berhala, bergulat dengan Tuhan, kata-kata jorok dan cabul.
        Pada tahun 1709M Cremer, penasehat raja Prusia menemukan naskah Injil Barnabas  dalam bahasa Italia di perpustakaan bangsawan Belanda di Amsterdam.  DR. Khalil Sa’adah berkebangsaan Libanon wafat  di Brazilia mengatakan bahwa Injil Barnabas ini berasal dari perpustakaan Paus Sixtus V (1590M) yang diambil oleh Framino orang dekat Paus naskah itu diterjemah ke bahasa Spanyol th.1784, diterjemah ke bahasa Inggris oleh Sale dan diterjemah ke bahasa Arab oleh Khalil Sa’adah sendiri. Umat Kristen menolak Injil Barnabas sebab Injil ini mengajarkan bahwa Yesus adalah manusia biasa, bukan Tuhan.  Kemudian pada tahun 1886 diketemukan lagi Injil Petrus  di Ahmim Mesir Utara, isinya banyak berbeda dengan  yang lain.
# Kekisruhan dan perubahan
         Kitab Perjanjian Lama yang aslinya berbahasa Ibrani Purba  jaman Nabi Musa a.s. dan Kitab Perjanjian Baru aslinya berbahasa Aramia atau Ibrani Baru jaman Nabi ‘Isa s.a., maka materi aslinya tidak diketemukan lagi kecuali naskah  ribuan tahun sesudah wafatnya Nabi Musa dan nabi-nabi jaman purba serta naskah yang diberi judul Injil dan lain-lain  yang ditulis 30-70 tahun sepeninggal Nabi ‘Isa a.s. yang ditulis dalam bahasa Yunani, bukan tulisan dalam bahasa Ibrani. Oleh karena naskah yang diketemukan itu tertulis dalam bahasa Yunani, maka naskah inilah  yang diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan  semua bahasa di dunia ini.
             Seluruh terjemahan  Kitab Perjanjian Lama dan Kitab Perjanjian Baru, karena asli kedua kitab (PL dan PB)  yang paling awal  tidak  diketemukan, maka semua bunyi-kata-kata isi kedua kitab (PL&PB)  adalah buatan manusia, para penulis, penterjemah, pembuat perubahan, penambahan, pengurangan sebab seluruh terjemahan tidak menyertakan  naskah yang sebelumnya  yang diterjemahkan tidak pernah dilampirlan bersama pada terbitan baru dengan bahasa baru, seluruh terjemah PL&PB itu berdiri sendiri lepas dari seluruh Alkitab-Bibel PL&PB sebelumnya yang diterjemah tadi sejak dahulu kala  ribuan tahun itu sampai sekarang millennium ketiga ini dan cara ini  akan berlangsung akan diterjemahkan dengan cara persis  itu (Tidak melampirkan tulisan yang diterjemahkan)  selama-lamnya!!!
        Tiap bangsa mempunyai bahasa/huruf untuk menulis bahasa itu dengan bahasa/huruf yang tidak sama dengan kata&bunyi-hurufnya di dalam bahasa&huruf bangsa lain. Umpamanya bagaimana menulis dan menterjemahkan naskah dalam bahasa IBRANI PURBA ke dalam bahasa Nippon dengan huruf Kanji, bagaimanakah caranya menterjemahkan suatu naskah bahasa Yunani tahun 60 Masehi ke dalam bahasa&huruf Cina dan kira-kira seperti menterjemahkan  Sumpah Palapa Gajah Mada dari bahasa&huruf Jowo kuno itu ke dalam bahasa Ibrani,  bahasa Cina, bahasa Prancis atau bahasa Urdu????
         Berikut contoh tergelincirnya terjemah atau menyalin kata  dan huruf dari bahasa Yunani ke bahasa lain, misalnya terjemah  Bibel Injil Matius 26 ayat 49-50 bahasa Arab, bahasa Inggris, Belanda dan Indonesia:
(1)  Bibel bahasa Arab, Al-Kitabul Muqaddas, terbitan American Bible, Bairut, tahun 1897,1902,1926 dan  1946 (Yang tersimpan di Perpustakaan Islam Jogjakarta doeloe), Kitab Matius 26 ayat 49-50 berbunyi sebagai berikut:
فَلِلْوَقْتِ تَقَدَّمَ اِلَي يَسُوْعِ وَقَالَ اَلسَّلَامُ يَاسَيِّدِيْ وَقَبَّلَهُ-فَقَالَ لَهُ يَسُوْعُ لِمَاذَا جِئْتَ
(2) Holly Bible (Bahasa Inggris) terbitan  Mission Radstock House Eccleston, London terbit 1957, Kitab Matius 26 ayat 49-50 berbunyi sbb:
     “And forth with he comes to Yesus and said: “Hail, Master, and kissed him.   And Yesus said into him, Friend where fore art thou come?”
(3) Heilig Bybel (Bahasa Belanda) dari Britische en Buitenlandsche, Bijbelgennotschap, London, terbitan 1922  kitab Mat 26 ayat  49-50 berbunyi sbb:.
 “En terstond komende to Yesus, zeide hij: Wees gegroet Robbi en hij kuste hem. Maar Yusus zeide to hem: “ Vriend waartoe zij gij hier?”
(4) Alkitab terbitan LEMBAGA Alkitab, Jakarta, cet.1965 Kitab Matius 26 a 49-50 berbunyui sebagai berikut:
     “Maka ketika itu juga datanglah ia mendapatkan Yesus sambil berkata: “Assalamu alaikum ya Robbi” lalu mencium Dia. Maka kata Yesus kepadanya: “Hai sahabat, lakukanlah maksud  engkau datang ini”
@Pernyataan dan pengakuan
       Tafsir Al-Manar (Juz IX,h.231-299dan Juz VI, h.86) bunyi “Paracletos” dalam Inji Yahya 14 ayat 16  dan Injil Yahya 15 ayat 26, dari bahasa Yunani ini artinya:Pembela, setelah diteliti berasal dari “Periclutos” artinya ialah “Yang terpuji”, yang tulisannya hampir sama antar keduanya,  padahal artinya  sangat berbeda.  Pada halaman lain (Juz ix, h.289 dan 263) Al-Manar mencatat masing-masing bunyi dan artinya, yaitu:
Paracletos=اَلْمُعَزِّيُ-اَلْمُعِيْنُ-اَلْمُحَاجُّ =Pembela; 
b) Periclutos =اَحْمَدُ-مُحَمَّدٌ =Terpuji;                        
c) Periclie=اَلْمَجِيْدُ- اَلشَّهِيْرُ  = Termasyhur, terkenal.
    Dalam Injil Yahya 14 ayat 16 dan 15 ayat 26, terjemah dalam Bibel Bahasa Arab terbitan 1902 berbunyi:”  مُعَزِّيٌ“(Pembela), maka dalam Bibel terbitan Alkitab, Jakarta, 1965 bunyi itu disalin menjadi “Penghibur”. 
1.     Menurut G.A.Nalino pakar bahasa Yunani menyatakan bahwa “Paracletos” artinya “Pembela” diduga asal dari bunyi “Periclutos” memang tulisannya hamir sama, tetapi artinya ialah “Yang terpuji” sama dengan  yang tertulis dalam  Injil Barnaba pasal 28-29 tertulis dengan   احمد  =  terpuji.
Tafsir Al-Manar (Juz iii,h.157) mencatat bahwa seorang Peneliti yang bernama  Rahmatullah al Hindi setelah memeriksa Bibel koleksi pribadi terbitan  1811, 1816, 1825, 1831, 1844, 1860 dan yang lain,
# Maka Rahmatullah menyatakan bahwa sudah berulang-ulang meminta pakar terbaik pimpinan gereja ditempat itu untuk mempertanggung jawabkan berbagai macam kekisruhan, perubahan, penggelapan karena tidak dapat diterjemahkan ke dalam bahasa baru yang menyangkut masalah yang ringan sampai akidah yang paling berat.
2.    Dari salah satu pertemuannya, maka pihak gereja hanya menjawab meminta maaf sambil mengatakan bahwa karena tidak adanya sandaran awal di jaman permulaan dahulu maka terjadi keributan dan malapetaka sejak tahun-tahun 313M dan sesudahnya. Demikian ditulis Rahmatullah  dalam kitabnya Izharul Haq.
3.     Sidi Ghazalba dalam Buku “Islam Integrasi Ilmu dan Kebudayaan halaman 104 mencatat bahwa terjadinya kekisruhan, perubahan dan malapetaka Alkitab-Bibel di sana sebabnya ialah karena akibat penterjemahan dan salin menyalin dengan tidak menyertakan tiap-tiap naskah yang diterjemahkan.
4.    Hj. Irene Handono  dalam bukunya “Islam Dihujat” (2004,h.333),  memberikan 50 contoh ayat  buatan akal manusia artinya tidak suci dan ada 49 ayat kontradiktif. Masalah ini diakui oleh tokoh Kristen sendiri: DR.G.C.vanNiftrik, DR.B.J.Bolland, DR.Mr.D.C Mulder, DR.Welter Lempp, DR.R.Soedarmo.
5.    Molyadi Samuel dalam bukunya: Dokumen Pemalsuan Bibel (2002:29&77) mencatat 101 contoh ayat kontradiktif dalam Kitab Perjanjian Lama dan 101 contoh ayat kontradiktif dalam Kitab Perjanjian Baru.
6.    Penyusun Bibel bahasa Arab (Alkitabul Muqaddas) terbitan Th.1902 halaman pertama menulis catatan yang artinya ialah: “Dalam Bibel ini ada pengurangan-pengurangan dan tambahan-tambahan dari aslinya bahasa Yunani atau Ibrani atau Kildania”.
7.     Pendeta K.Riedel dalam bukunya “Tafsir Al-Kitab-Injil Markus” halaman 11, menulis sebagai berikut: “Beberapa naskah lama ada tambahan “Anak Allah” dalam Markus 1:1 sedangkan dalam naskah bahasa Belanda yang baru tidak ada kata-kata  “Anak Allah”.Tidak dapat kita menentukan entah ada tertulis dalam Injil Markus 1:1 yang awal ada “Anak Allah’ ada apa tidak. Tetapi dalam Al-Kitab terbitan Jakarta 1965 tertulis Yesus Kristus “Anak Allah”.
8.    H.Sanihu Munir Dr,SKM,MPH dalam bukunya Islam Meluruskan Kristen (2004h82) mencatat  pernyataan
#George Davidson  dalam bukunya The Gospel of Yesus bahwa  para penterjemah Bibel itu suka mengubah/memodifikasi dengan akal mereka dalam menterjemahkan Bibel yang dikerjakannya;
#Dan Robert Funk dalam bukunya Honest to Yesus menyalahkan pemimpin gereja  tidak menyertakan naskah asli yang diterjemahkan, sehingga menyesatkan  pembacanya mereka  dia adalah  pengkhianat.
             Terhadap semua ini Al-Quran memperingatkan sbb:
@أَفَتَطْمَعُونَ أَنْ يُؤْمِنُوا لَكُمْ وَقَدْ كَانَ فَرِيقٌ مِنْهُمْ يَسْمَعُونَ كَلَامَ اللَّهِ ثُمَّ يُحَرِّفُونَهُ مِنْ بَعْدِ مَا عَقَلُوهُ وَهُمْ يَعْلَمُونَ(75)وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ ءَامَنُوا قَالُوا ءَامَنَّا وَإِذَا خَلَا بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ قَالُوا أَتُحَدِّثُونَهُمْ بِمَا فَتَحَ اللَّهُ  عَلَيْكُمْ لِيُحَاجُّوكُمْ بِهِ عِنْدَ رَبِّكُمْ أَفَلَا تَعْقِلُونَ(76)أَوَلَا يَعْلَمُونَ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ(77)   وَمِنْهُمْ أُمِّيُّونَ لَا يَعْلَمُونَ الْكِتَابَ إِلَّا أَمَانِيَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَ(78)البقرة)
            “Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui? Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata: “Kamipun telah beriman,” tetapi apabila mereka berada sesama mereka saja, lalu mereka berkata: “Apakah kamu menceritakan kepada mereka (orang-orang mu’min) apa yang telah diterangkan Allah kepadamu, supaya dengan demikian mereka dapat mengalahkan hujjahmu di hadapan Tuhanmu; tidakkah kamu mengerti?” Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui segala yang mereka sembunyikan dan segala yang mereka nyatakan? Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga”(S.2 al-Baqarah 75-78).
        Lihat juga S.4 An-Nisa` 46 dan S.5 Al-Maidah 41 bahwa mereka suka mengubah ayat-ayat suci  sesudah  mengerti mereka membuat akal-akalan.


@ Hermeneutika
        Disebabkan karena perubahan, keruwetan, kekisruhan, kekacauan  bunyi ayat-ayat  sampai makna isi kandungan  Bibel atau Alkitab sebagaimana data-fakta diatas, maka para ahli pikir Nasrani  mengambil  jalan pintas melalui  Metode Hermeneutika untuk nekad membela  agama Kristen atau Nasrani mereka. Hermeneutika berasal dari filsafat Yunani, bagaimana Hermes sebagai dewa diutus oleh Zeus untuk menterjermahkan pesan Zeus (Tuhan) agar mudah difaham oleh manusia di bumi. Oleh Schleiermacher agamawan-teolog Jerman makna hermeneuitika ditingkatkan lebih luas dan filosufis kemudian oleh Dilthey ditekankan kepada historitas teks dengan kesadaran sejarah yang mengharuskan pembaca teks bersikap kritis atas teks dan konteks sejarahnya, dengan  mengabaikan nilai kekudusan atau desakralisasi artinya tidak menganggap suci lagi kitab-kitab suci. Dengan metode Hermeneutika mereka mengambil ajaran agama melalui penelitian atas pengarang-penulis Bibel-Alkitab dan umat yang dituju oleh pengarang serta mengggali makna naskah Bibel- Alkitab, dengan metode allegoris mengambil arti kiasan yang tersembunyi dengan mengabaikan bunyi teks naskah yang indrawi.        
        Metode Hermeneutika yang digalakkan oleh cendekiawan kaum Nasrani itu merupakan  pengakuan yang tidak main-main bahwa Alkitab-Bibel itu terbukti buatan akal manusia bukan wahyu dari Tuhan jadi tidak suci lagi  karena campur tangan manusia, sebab yang asli memang tidak diketemukan, yang diketemukan  tidak lain kecuali terjemahan dalam bahasa Yunani, diterjemahkan ke bahasa Latin, diterjemahkan lagi ke bahasa Belanda, Inggris, dan semua bahasa di dunia, jadi isinya ialah hasil akal manusia. Sehingga mencari kebenaran ajaran agama Nasrani tidak melalui Kitab Suci Bibel tetapi lebih menekankan apa yang ada di luar Kitab Alkitab-Bibel, lebih kasarnya Kitab Bibel tidak perlu dipercaya.
       Dalam metode hermeneutika ada 6 aliran pemikiran, yaitu Schleiermacher (1834), Emilio Betti (1968), Erick D.Hirrch (1928)H.G.Gadamer (1900), Dilthery(1911), Heidegger (1976) yang pada prinsipnya mereka menganggap bahwa semua  pemahaman itu hanyalah penafsiran dan tergantung subyektifitas  orang yang menafsirkannya. Perlu ditegaskan  bahwa Hermeneutika haram masuk kedalam Al-Quran.
        Disebabkan karena tiap bahasa terus berkembang geser-menggeser antar bahasa, sehingga  banyak bahasa di dunia ini yang mati dan tidak dipergunakan lagi atau tidak lagi dimengerti oleh generasi baru bangsa yang tadinya menggunakan bahasa yang lama itu, misalnya bahasa Mesir purba, bhs.Phoenisia, bhs. Ibrani Purba, b.Inggris kuno, b.Jowo kuno dan seterusnya.
        HAMKA dalam bukunya Pelajaran Agama Islam (1961:163) mencatat bahwa beliau pada bulan Oktober  1952 diundang Prof.Hendon, ketua Panitya untuk menyaksikan upacara (Slametan) selesainya penterjemahan Bibel dari bahasa Inggris jaman King James th.1512M ke bahasa Inggris th.1952M di Yale University, New Haven-USA. Bahkan Prof.Hendon tidak malu-malu memuji Al-Quran sebagai asli dan tidak berubah diucapkannya di hadapan HAMKA.
@. Dari beberapa sumber tercatat sebagai berikut:
        Kini  terdapat 2.436 jumlah bahasa atau 6.912  dialek di dunia yang telah digunakan dalam menerbitkan sedikitnya satu buku dari Alkitab. Alkitab telah dicetak lebih dari 4.700.000.000 eksemplar dan merupakan "buku" yang paling banyak diterjemahkan dan dicetak di dunia (sebagai catatan, jumlah bahasa yang digunakan di seluruh dunia tercatat 6.912 bahasa(Wikipedia  Daniel B. Wallace March 19-21, 200).1 (Semua terjemah jelas  berubah, tidak sama satu sama lain 6.912 macam).
         Lebih dari 5000 manuskrip salinan dalam bahasa Yunani telah ditemukan dan  jumlah tersebut menjadi 2.4000, semuanya berasal dari abad kedua hingga abad keempat.  
         Seluruh kitab dalam Perjanjian Lama, termasuk di dalamnya Taurat dan Zabur tidak disusun sekali jadi oleh seorang penulis atau kelompok Maka seluruh kitab ini tersusun dari sumber-sumber yang banyak dan ditulis oleh orang-orang yang banyak pula, yang berasal dari berbagai negeri dan berbagai generasi, di mana masing-masing penulis selain berfungsi sebagai penyalin, juga berfungsi sebagai penyunting dan menambahkan gagasan-gagasan baru ke dalam naskah yang telah ada karena motif tertentu yang tidak selamanya negatif (Dr. Wallace March, 2001).
       Jadi penterjemahan Alktab(Bibel) itu tidak cuma terjemah dari bahasa suatu bangsa ke bahasa  bangsa lain tetapi dari satu bahasa ke dalam bahasa ini lagi, seperti dari Inggris th.1526 ke bahasa Inggris 1952. Lebih celaka lagi jika dibuat kamus atau Encyclopedi atas lktab(Bibel) dengan bahasa yang lama maka suatu haripun juga akan dibuat pula kamus atau encyclopedi Alkitab(Bibel) kedalam bahasa terakhir yang masih hidup.  ]
      Jelas  sekali bahwa  Alkitab(Bibel)  akan  terus-menerus mengalami perubahan, disesuaikan, ditertibkan, disempurnakan dan sebagainya; sepertihalnya dengan karya-karya tulis  yang lain.
BAB   TIGA
Agama Allah ialah Islam
    Bagaimana kita menanggapi semua ini? Jawaban hipotetis: Kita yakin yang benar mutlak ialah firman Allah Al-Quran  dan diperjelas dengan Hadis Nabi Muhammad  Saw.
      Allah menciptakan manusia untuk menjadi khalifah Allah di bumi (Qs2a30) tugasnya ialah mengabdi kepada Allah (s51a56) dan memakmurkan bumi (s11a61); Maka agar manusia hidup di bumi, hidup yang bahagia  untuk untuk hidup bahagia di dunia dan akhirat, maka Allah mengutus nabi dan rasul dengan membawa kitab suci; Dan nabi atau rasul terakhir ialah Muhammad dengan kitab suci sebagai petunjuk hidup ialah Al-Quran.   Allah berfirman di dalam Al-Quran s 3 Ali ‘Imran 19:
إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْوَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ (ال عمران 19)
19. Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya”(S 3 Ali ‘Imran 19).
   Orang yang percaya kepada Allah namanya orang  beriman atau mu`min. Maka orang yang beriman ialah orang yang percaya kepada Rukun Iman yang 6 dan melaksanakan imannya dengan menunaikan Rukun Islam yang 5 (Al-Quran S 2 Al-Baqarah 285 dan Hadis Bukhari no.4, Muslim no.10). Di dalam s2a25 disebutkan bahwa orang yang beriman tidak membeda-bedakan ke-25 orang rasul utusan Allah ini termasuk Nabi ‘Isa a.s. Maka orang Islam-pun beriman kepada Nabi ‘Isa a.s. yang sebenarnya.
          Nabi ’Isa a.s. diutus oleh Allah kepada kaum Bani Israil di Palestina, dengan kitab Injil untuk melengkapi Taurat dan Zabur. Segala firman Allah yang diwahyukan kepada Nabi ’Isa ditulis oleh murid beliau dengan tulisan Ibrani (Hebrew). Ketika Maryam menggendong bayi ’Isa diolok-olok oleh kaum Yahudi maka bayi ’Isa menjawab termaktub dalam Al-Quran, Allah berfirman:
 "Ia (’Isa) menjawab: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah; Ia telah memberikan kepadaku Kitab Injil dan Allah telah menjadikan daku seorang Nabi" (S.19 Maryam 30).
"Dan sesungguhnya Allah ialah Tuhanku dan Tuhan kamu, maka sembahlah oleh kamu kepada Dia, inilah jalan yang betul atau lurus" (S.19 Maryam 36).                                 .
        Ayat-ayat diatas membuktikan dengan jelas bahwa Nabi ’Isa a.s. itu hanyalah makhluk yang diangkat Allah menjadi  Nabi dan Rasul bukanlah sebagai anak Tuhan seperti yang diakukan oleh orang Nasrani. Sedangkan  Kitab Injil yang asli dengan tegas dan jelas menyuruh para pengikutnya agar menyembah Allah sendiri  tidak menyekutukannya dengan yang lain.
       Sebagaimana terurai di atas bahwa Kitab Injil yang asli hilang tidak dapat diketemukan, yang ada hanya salinan, terjemah dalam bahasa Yunani, kemudian diterjemah ke dalam bahasa-bahasa seluruh dunia sayang kitab yang diterjemahkan tidak pernah disertakan dalam seluruh  terjemah itu sehingga tidak dapat diuji benar atau salah terjemah itu.           
وَقَفَّيْنَا عَلَى آثَارِهِمْ بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ وَآتَيْنَاهُ الْإِنْجِيلَ فِيهِ هُدًى وَنُورٌ وَمُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةً لِلْمُتَّقِينَ  (الماءدة46 )
         “Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israel) dengan Isa putra Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa” (S.5 Al-Maidah 46).
      Menurut Al-Quran bahwa semua nabi atau rasul itu mengajarkan agama Tauhid, tetapi Kaum Yahudi mengangkat ’Uzair menjadi Anak Tuhan, kaum Nasrani mengangkat Nabi ’Isa menjadi Tuhan Anak.
    Risalah Nabi ’Isa kurang  berkembang bahkan kaumnya terseret ke dalam kesesatan politheisme (banyak tuhan).
Bagaimana  estimasi mengenai nasib agama Nasrani untuk meluruskannya kembali? Jawaban hipotetis: Para petinggi kaum Nasrani harusnya mengembangkan ajaran agamanya itu kembali kepada  agama Tauhid.
     Semua nabi dan rasul mengajarkan agama Tauhid sebagaimana  firman Allah di dalam A-Quran berikut: s4a163; s42a13;
إِنَّا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ كَمَا أَوْحَيْنَا إِلَى نُوحٍ وَالنَّبِيِّينَ مِنْ بَعْدِهِ وَأَوْحَيْنَا إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَعِيسَى وَأَيُّوبَ وَيُونُسَ وَهَارُونَ وَسُلَيْمَانَ وَءَاتَيْنَا دَاوُدَ زَبُورًا(النساء163)
“Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma`il, Ishaq, Ya`qub dan anak cucunya, `Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud”(S.4. An-Nisa` 163).
شَرَعَ لَكُمْ مِنَ الدِّينِ مَا وَصَّى بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ يُنِيبُ (الشوري 13)
“Dia telah mensyari`atkan kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama) -Nya orang yang kembali (kepada-Nya)” (S.42 Asy-Syura 13).
لَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَى قَوْمِهِ فَقَالَ يَاقَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ(59) (الاعراف 59)
”Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia berkata: "Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya." Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat).(S7 Al-A’raf  59 danS.23 Al-Mu`minun 23, 32).
          Dakwah  yang sama dinyatakan oleh Nabi Hud, Shalih dan Syu’aib dicatat Allah dalam Al-Quran: Nabi Hud S.(7 Al-A’raf  65 , S.11 Hud  50), Nabi Shalih ( (S.7 Al-A’raf  73; S.11 Hud 61); Nabi Syu’aib (S.7 Al-A’raf 85; S.11 Hud 84).
~~ Nabi Ibrahim sangat keras mengajarkan agama tauhidsampai Nabi Ibrahim dihukum bakar oleh Raja Namrud, tercatat dalam  Al-Quran  S.21 Al-Anbiya` 52-77.
  ~~  Nabi Musa berdakwah kepada Fir’aun yang mengaku menjadi Tuhan (s79a24), maka Nabi Musa mengajak Fir’aun kepada agama Tauhid sehingga terjadi dialog tanya tanya-jawab antara keduanya  tentang Tuhan tercatat dalam S.20 Thaha 49-55.
~~  Nabi ‘Isa  berseru kepada kaumnya untuk menyembah Allah Tuhan yang Maha Esa tertulis dalam Al-Quran S.5 Al-Maidah 72; dan ayat 116-17; S.43 Az-Zuhruf  64.
لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَابَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْإِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ (المائدة 72)
 Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putra Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang lalim itu seorang penolong pun"(S.5 Al-Maidah 72).
116. Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?” Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau.  Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib-gaib”.
117. Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan) nya yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu”( S.5 Al-Maidah 116-117).
  ~~ Nabi ‘Isa .a.s. menyeru kepada agama Tauhid menyembah hanya Allah jangan menyembah dirinya:
إِنَّ اللَّهَ هُوَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ(  الزحرف 64)
64. Sesungguhnya Allah Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu, maka sembahlah Dia, ini adalah jalan yang lurus”(S.43 Az-Zuhruf 64).
~~ Rasulullah Muhammad Saw jelas mngajarkan agama Tauhid sama  dengan ajaran semua nabi dan rasul sebelum beliau sebagaimana sabda beliau tercatat dalam hadis shahih:
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِاللَّهِ رَضِي اللَّهم عَنْهممَا قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلِي وَمَثَلُ الْأَنْبِيَاءِ كَرَجُلٍ بَنَى دَارًا فَأَكْمَلَهَا وَأَحْسَنَهَا إِلَّا مَوْضِعَ لَبِنَةٍ فَجَعَلَ النَّاسُ يَدْخُلُونَهَا وَيَتَعَجَّبُونَ وَيَقُولُونَ لَوْلَا مَوْضِعُ اللَّبِنَةِ (رواه البخاري 3270 ومسلم 4240)
” Dari Jabir bin ’Abdullah Raa berkata; Nabi shallallahu ’alaihi wasallam bersabda: ”Perumpamaan aku dan nabi-nabi sebelumku seperti seseorang yang membangun suatu rumah lalu dia menyempurnakannya dan memperindahnya kecuali ada satu labinah (tempat lubang batu bata yang tertinggal belum diselesaikan) lalu manusia memasuki rumah tersebut dan mereka terkagum-kagum sambil berkata; ’Duh seandainya saja labinah ini disempurnakan!”(HR Bukhari no.3270 dan Muslimno.4240).
          Allah selalu mengirim nabi atau rasul kepada tiap-tiap umat sebagaimana  disebut dalam Al-Quran:  s16a36;s10a47. Akan tetapi makin lama ditinggal wafat nabinya maka umat itu melakukan penyimpangan-penyimpangan makin lama makin jauh, misanya kaum Yahudi mengangkat ’Uzair sebagai Anak Tuhan, kaum Nasrani mengangkat Nabi ’Isa menjadi Tuhan Anak (S.9 At-Taubat 30-31) maka Allah  lalu mengutus lagi nabi atau rasul untuk mengajak kembali kepada agama Tauhid. Allah berfirman:
وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ذَلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ(30)اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ(31)(التوبة 30-31)
30. Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putra Allah" dan orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putra Allah". Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?
31. Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan"(S9 At-Taubat 30-31).
َعنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِي اللَّهم عَنْهم قَالَ كَانَ أَهْلُ الْكِتَابِ يَقْرَءُونَ التَّوْرَاةَ بِالْعِبْرَانِيَّةِ وَيُفَسِّرُونَهَا بِالْعَرَبِيَّةِ لِأَهْلِ الْإِسْلَامِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُصَدِّقُوا أَهْلَ الْكِتَابِ وَلَا تُكَذِّبُوهُمْ وَقُولُوا ( آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا ) الْآيَةَ (رواه البخاري4125)
“Dari Abu Hurairah r.a. berkata; "Orang-orang ahlu kitab membaca Taurat dengan bahasa Ibrani dan menjelaskannya kepada orang-orang Islam dengan bahasa arab. Melihat hal itu Rasulullah Saw. bersabda: Janganlah kalian mempercayai ahlu kitab dan jangan pula mendustakannya. Tetapi ucapkanlah; "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang telah diturunkan kepada kami. (Al Baqarah; 136)(HR Bukhari 4125).
                 Kita semua  mempelajari riwayat para nabi dan rasul melalui sumber yang  paling tepercaya yaitu firman  Allah dan hadis Nabi Muhammad Saw. Khususnya  mengenai riwayat Nabi ’Isa a.s. dan perkembangan agama Nasrani kita melihat data dan fakta sejarah yang ilmiah. Maka dari itu  estimasi atau perkiraan  mengenai bagaimana nasib agama Nasrani yang mencakup semua aliran dalam agama Nasrani, Katholik, Protestan dan sebagainya kita  tidak bisa lain kecuali apa yang dikehendaki Allah yang  mengutus nabi dan rasul, ikut saja apa yang dikehendaki Allah dalam Al-Quran  supaya kembali kepada  agama Tauhid hanya menyembah dan mengabdi kepada Allah tidak menambah tidak menguranginya. wahyu  yang disampaikan melalui malaikat Jibril kepada  Rasulullah Saw  sebagai berikut:
ُقلْ يَاأَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ(ال عمران 64)
64. Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)"(S.3 Ali ‘Imran 64).
يَاأَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ وَلَا تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَلَا تَقُولُوا ثَلَاثَةٌ انْتَهُوا خَيْرًا لَكُمْ إِنَّمَا اللَّهُ إِلَهٌ وَاحِدٌ سُبْحَانَهُ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَكَفَى بِاللَّهِ وَكِيلًا ( النشاء 171)
4:171. Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu).  (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara”(S.4 an-Nisa` 171).
Wallahu a’lam bish-shawab

0 komentar:

Poskan Komentar

Pengunjung Ke-

Ada kesalahan di dalam gadget ini

About Me

Template by KangNoval & Abdul Munir | blog Blogger Templates