Kamis, 14 Januari 2016

LATIHAN SHALAT KHUSYU’



 
Al-Quran S 2 Al-Baqarah 45-46
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ()الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلَاقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (البقرة  45-46)
2:45. Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,
2:46. (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya(S 2 al-Baqarah 45-46).
Tema dan sari tilawah
1.   Manusia itu serba lemah lalu berkembang menjadi cerdas dan kuat.
2.   Tetapi bagaimanapun juga hebatnya maka manusia itu juga serba terbatas sebab ada sesuatu yang di luar daya-kemmampuan manusia, namanya Tuan.
3.   Maka manusia harus memohon bantuan pertolongan kepada Dzat yang serba lebi-Maha itu.
4.   Hanya saja  terkabulnya permoonan  itu  terserah kepada Tuan yang mengabulkan do’a mamusia.
5.   Dan Allah sudah memberi isyarat bagaimana do’a itu dapat dikabulkan.
6.   Bahwa berdo’a itu harus dengan sabar dan shalat yang khusyu’ maksimal.
7.   Syaratnya  khusyu’  ialah seseorang  wajib mempunyai keyakinan bertemu Allah dalam berdo’a itu dan semua memang akan kembali kepada Allah.
Masalah dan jawaban
#1.Sampai seberapa ukuran kemampuan daya manusia mewujudkan keinginannya? Jawaban hipotetis: Setiap manusia mempunyai daya kemampuan yang tidak sama dengan daya kemampuan orang lain dan lebih tinggi lagi para pakar dan ilmuwan  menyatakan bahwa ada suatu daya kekuatan  yang jauh di atas daya kekuatan seluruh umat manusia, namanya Tuhan.
# 2.Apa kiatnya  ada orang  yang mempunyai daya kemampuan yang mengalahkan orang lain secara menakjubkan? Jawaban hipotetis: Daya kemampuan seseorang tumbuh melalui proses logis  ilmiah ditambah anugerah pertolongan  dari Allah.
# 3.\Bagaimana  caranya sehingga pertolongan  Allah turun dianugerhkan kepada  kita sehingga dapat  berhasil mencapai  apa yang  kita inginkan? Jawaban hipotetis:  Senada dengan Al-Quran s2a45-46 di atas maka memohon pertolongan Allah itu caranya ialah dengan shalat yang sangat  khusyu’ dan sabar.
Pendalaman dan penelitian
BAB   SATU
Sowan menghadap Allah
# Masala ke-1: Sampai seberapa ukuran kemampuan daya manusia mewujudkan keinginannya? Jawaban hipotetis: Setiap manusia mempunyai daya kemampuan yang tidak sama dengan daya kemampuan orang lain dan lebih tinggi lagi para pakar menyatakan bahwa ada sesuatu  yang mempunyai daya kekuatan  yang jauh di atas daya kekuatan manusia, namanya Tuhan. ÷Ilmu Allah itu terlalu tinggi di atas ilmu semua makhluk. Allah berfirman:
نَرْفَعُ دَرَجَاتٍ مَنْ نَشَاءُ وَفَوْقَ كُلِّ ذِي عِلْمٍ عَلِيمٌ(يوسف 76)
“Kami tinggikan derajat orang yang Kami kehendaki: dan di atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi Yang Maha Mengetahui”(S 12 Yusuf 76).
وَمِنْ ءَايَاتِهِ خَلْقُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافُ أَلْسِنَتِكُمْ وَأَلْوَانِكُمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِلْعَالِمِينَ (الروم 22)
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Allah menciptakan langit dan bumi dan berbeda-bedanya bahasa dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui”(S 30 Ar-Rum 22).
        Maka  masing-masing manusia mempunyai  kecakapan menguasai bahasa  tertentu melebihi kemampuan orang lain.
BAB   DUA
Karena rahmat Allah
# Masala ke-2: Apa kiatnya  ada orang-orang mempunyai daya kemampuan yang mengalahkan orang lain secara menakjubkan? Jawaban hipotetis: Daya kemampuan seseorang tumbuh melalui proses logis  ilmiah ditambah rahmat pertolongan  Allah.
       Dalam hal ini ada tiga macam alur pikir para tokoh, yaitu:
(1)  Para ulama Mu’tazilah senangnya mengunggulkan akal- pemikiran dalam hal ini mereka menyatakan bahwa Allah sudah menetapkan  HUKUM KAUSALITAS terhadap makhluk dan alam semesta. Pokokoknya Hukum Kausalitas itu mengatur bahwa siapa yang berbuat baik akan mendapagt nikmat bahagia dan dapat masuk surga, siapa yang berbuat jahat akan mendapat hasil perbuatannya yaitu derita kesengsaraan maka kelak jatuh ke dalam neraka.
(2)     Kaum Murjiah dan Jabariyah berpendapat bahwa Hukum Kausalitas itu dikalahkan oleh sifat Allah yang Maha Kuasa bahwa siapa yang beriman dan beramal soleh akan  masuk surga sebaliknya siapa yang  berbuat kufur akan masuk neraka maka hokum ini  tidak selalu harus demikian, karena kehendak Allah lebih kuasa menetapkan “surga atau neraka” itu tidak terkait oleh amal-perbuatan manusia. Mereka menyatakan bahwa Maha Kuasa Allah terlalu kuat menetapkan nasib makhluk dan manusia itu persis seperti wayang kulit, jika wayang Gatut-koco digerakkan oleh dalang dia dapat terbang melayang-layang di udara, tetapi jika wayang Gatut-koco diletakkan di dalam kothak maka dia akan diam 1000 bahasa persis batu.
(3) Kaum Asy’ariyah menyatakan bahwa Allah itu mempunyai sifat 20 dan 99 Asamaul=Husna. Berdasarkan 20 sifat dan 99 nama Allah ini maka Allah sudah memberikan anugerah yang sangat besar kepada manusia, khususnya ialah sifat Maha Bijaknasa, Maha Rahman. Maha Murah Mah Rahim, Mahan sayang penu kasih. Maka Allah sudah memberi kebebasan kepada manusia berupa akal dan hati, sehingga dengan akal dan hati manusia mampu membuat niat, keinginan, cia-cita. Kemudian barang siapa berniat, kepengin dan bercita-cita  untuk beramal yang baik Allah mencatat sebagai amal soleh satu, jika terlaksana dan berhasil dia ditulis dan diberi pahala berlipat 70 sampai 700 kebagusan dan beberapa ketentuan lainnya. Alla berfirman dalam Al-Quran:
وَمَا تَكُونُ فِي شَأْنٍ وَمَا تَتْلُو مِنْهُ مِنْ قُرْءَانٍ وَلَا تَعْمَلُونَ مِنْ عَمَلٍ إِلَّا كُنَّا عَلَيْكُمْ شُهُودًا إِذْ تُفِيضُونَ فِيهِ وَمَا يَعْزُبُ عَنْ رَبِّكَ مِنْ مِثْقَالِ ذَرَّةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَلَا أَصْغَرَ مِنْ ذَلِكَ وَلَا أَصْغَرَ مِنْ ذَلِكَ وَلَا أَكْبَرَ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ(يونس 61)
“Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biar pun sebesar zarah (atom) di bumi atau pun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lohmahfuz)”(S 10 Yunus 61).
      Keharusan sistem kausal (sebab-akibat) merupakan bagian dari ilmu-ilmu manusia yang telah dikenal bersama dan tidak ada  keraguan.
      Tetapi menurut Imam Al-Ghazali Hukum Kausalitas itu hanya sebagai “Hukum Adat”, karena  segala sesuatu termasuk Hukum-Adat itu yang membuat ialah Allah, Api itu membakar adalah ukum-adat, padahal Nabi Ibrahim dibakar oleh Raja Narud tidak panas dan api tidak dapat membakar Nabi Ibrahim itu yang membuat ialah Allah. Al-Quran s21a69 mencatat firman Allah:
قَالُوا حَرِّقُوهُ وَانْصُرُوا ءَالِهَتَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ فَاعِلِينَ(68)قُلْنَا يَانَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلَامًا عَلَى إِبْرَاهِيمَ(69)
68. Mereka berkata: "Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak".
69. Kami berfirman: "Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim"(S21 Al-Anbiya` 68-69).
       Dalam penciptaan alam semesta ini terdapat sistem yang khusus dan tertib-urutan tertentu dalam proses penciptaannya. Kehendak Allah dalam mewujudkannya adalah kehendak Allah sendiri. Dari  sinilah lahir hukum sebab akibat atau “hukum kausalitas” yang dipegang oleh kaum rasionalis Barat itu.
          Maka seluruh hukum di alam semesta ini  sepenuhnya di bawah Maha Kuasa Allah, bahkan perbuatan para wali dan siapa saja yang bebuat luar biasa atau aneh bin ajaib adalah meminjam atau dikerjakan oleh Allah, Disebut  dalam hadis Qudsi tercatat sebagai berikut:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ قَالَ مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ وَمَا تَرَدَّدْتُ عَنْ شَيْءٍ أَنَا فَاعِلُهُ تَرَدُّدِي عَنْ نَفْسِ الْمُؤْمِنِ يَكْرَهُ الْمَوْتَ وَأَنَا أَكْرَهُ مَسَاءَتَهُ(رواه البخاري 6021)
“Dari Abu Hurairah menuturkan, Rasulullah Saw bersabda: "Allah berfirman; Siapa yang memusuhi wali-KU, maka Aku umumkan perang kepadanya, dan hamba-Ku jika mendekatlan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang  dia cintai  lebih dari pada yang telah Aku wajibkan dan hamba-Ku terus menerus mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan sunnah, maka Aku mencintai dia, jika Aku sudah mencintainya, maka Akulah telinganya yang ia jadikan untuk mendengar, dan matanya yang ia jadikan untuk memandang, dan aku adalah tangannya yang ia jadikan untuk memukul, dan akju adalah kakinyakakinya yang dijadikannya untuk berjalan, jikalau ia meminta-Ku, pasti Kuberi, dan jika meminta perlindungan kepada-KU, pasti Ku-lindungi. Dan aku tidak ragu untuk melakukan sesuatu yang Aku menjadi pelakunya sendiri sebagaimana keragu-raguan-Ku untuk mencabut nyawa seorang mukmin yang ia (khawatir) terhadap kematian itu, dan Aku sendiri khawatir ia merasakan kepedihan sakitnya”(HR Bukhari no.6021).
          Adapun mereka yang mencari kekuatan gaib, atau daya kekuatan yang aneh bin ajaib  di luar  ajaran Islam (Al-Quran dan Hadis), maka  dia hukumnya kafir, sebab mencari atau meminta  daya kekuatan  kepada selain Allah  itu sama dengan sama dengan percaya kepada selain Allah namanya musyrik dan tidak beriman kepada Allah sama dengan kafir.
       Allah menegaskan bahwa  perbuatan-perbuatan yang aneh bin ajaib yang -luar biasa di luar Hukum Allah adalah dari setan dan  jika terlihat tampaknya  berhasil itu sebenarnya karena ijin dari Allah setan itu mendapat ijin dari Allah (SIM=Suart Ijin Mnggoda)manusia(Qs7a15, s38a80), tetapi SIM ini tidak mampu menggoda-mengalahkan orang yang mukhlish (Lih.Al-Quran S 15a40dan S38a83); Al-Quran memperingatkan kepada kita bahwa ilmu sejenis santhet, tenung, guna-guna itu perbuatan setan dia dapat berhasil jika  mendapat ijin dari Allah, maka banyak orang yang di-santhet atau ditenung tetapi tidak berhasil (oran tedas), tetapi mbalik kepada asalnya  secara  samar-sama disinggung oleh Al-Quran sebagai berikut:
وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُو الشَّيَاطِينُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَيُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ وَمَا هُمْ بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا بِهِ أَنْفُسَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ( البقرة 102)
“Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa  kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya setan-setan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajarinya dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudarat dengan sihirnya kepada seorang pun kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudarat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barang siapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui”(S 2 Al-Baqarah 102).
         Seluruh daya kekuatan atau kelebihan kemampuan yang ada di dalam diri manusia atau makhluk mana saja maka pada hakikatnya adalah dari Allah.  Allah berfirman:
إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاهُ عَلَيْكُمْ وَزَادَهُ بَسْطَةً فِي الْعِلْمِ وَالْجِسْمِ وَاللَّهُ يُؤْتِي مُلْكَهُ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ( البقرة 247)
(Nabi mereka) berkata: "Sesungguhnya Allah telah memilih dia menjadi rajamu dan menganugerahi dia ilmu yang luas maupun tubuh yang perkasa." Allah memberikan kerajaan kepada siapa yang  dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui”(S 2 Al-Baqarah 247).
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ( الماءدة 54)
“ Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari (Islam)agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.“(S 5 Al-Maidah 54).
قُلْ إِنَّ الْفَضْلَ بِيَدِ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ ( ال عمران 73) Katakanlah: "Sesungguhnya karunia itu di tangan Allah, Allah memberikan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui"(S 3 Ali ‘Imran 73).
إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ( النور 32)
“Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”(S 24 An-Nur 32).
BAB  TIGA
Curhat, bisik-bisik dengan Allah
# Masala ke-3: Bagaimana  caranya sehingga rahmat Allah dapat turun dianugerhkan kepada  kita sehingga orang dapat  berhasil mencapai  apa yang  diinginkan? Jawaban hipotetis:  Senada dengan firman Allah dalam Al-Quran s2a45-46 di atas maka memohon pertolongan Allah itu caranya ialah dengan  sabar dan shalat yang benar-benar sangat  khusyu’.
          Dari jawaban ini  timbul masalah lagi, yaitu:  Bagaimana caranya shalat dapat khusyu’ maksimal itu? Untuk menghayati masalah ini diperlukan renungan yang lebih mendalam melalui  LATIHAN SHALAT KHUSYU’  berikut:
(1)    Al-Ihsan itu Menghadap Allah
Arti Ihsan ialah berbuat baik setingkat kebaikan  seorang ibu kepada anaknya. Namun dalam hadis Nabi Saw berikut maka makna  “Ihsan” kepada Allah itu ialah mengabdi atau menyembah Allah seperti  seolah-olah kita melihat Allah langsung-Jika tidak dapat, maka arus diyakini bawa Alla meliat kepada kita. Dapat dibayangkan bagaimana jika kita menghadap Allah-Raja di atas raja seluruh dunia, tetapi melihat Allah itu  di dunia itu tidak mungkin, sehingga cara ini harus dibayangkan dalam hati, yaitu yakin sepenuhnya bahwa Allah melihat kepada kita dalam  mengabdi  khususnya  dalam detik-detik sedang shalat. Rasulullah Saw bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَارِزًا يَوْمًا لِلنَّاسِ فَأَتَاهُ جِبْرِيلُ فَقَالَ مَا الْإِيمَانُ قَالَ الْإِيمَانُ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَبِلِقَائِهِ وَرُسُلِهِ وَتُؤْمِنَ بِالْبَعْثِ قَالَ مَا الْإِسْلَامُ قَالَ الْإِسْلَامُ أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ وَلَا تُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَتُقِيمَ الصَّلَاةَ وَتُؤَدِّيَ الزَّكَاةَ الْمَفْرُوضَةَ وَتَصُومَ رَمَضَانَ قَالَ مَا الْإِحْسَانُ قَالَ أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ (رواه البخاري 48)
“Dari Abu Hurairah berkata; bahwa Nabi Saw pada suatu hari muncul kepada para sahabat, lalu datang Malaikat Jibril 'Alaihis Salam yang kemudian bertanya: "Apakah iman itu?" Nabi Saw menjawab: "Iman adalah kamu beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, pertemuan dengan-Nya, Rasul-Rasul-Nya, dan kamu beriman kepada hari berbangkit". (Jibril 'Alaihis salam) berkata: "Apakah Islam itu?" Jawab Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Islam adalah kamu menyembah Allah dan tidak menyekutukannya dengan suatu apapun, kamu dirikan shalat, kamu tunaikan zakat yang diwajibkan, dan berpuasa di bulan Ramadlan". (Jibril 'Alaihis salam) berkata: "Apakah IHSAN itu?" Nabi Saw menjawab:
   IHSAN itu ialah bahwa “Kamu menyembah Allah seolah-olah kamu melihat-Allah dan bila kamu tidak melihat-Nya sesungguhnya Dia melihat kamu".”(HR Bukhari no.48)
(2)    Allah turun pada 1/3  malam yang akhir
      Melayani  nuansa berpikir masyarakat yang sederhana maka diterangkan oleh Nabi Saw bahwa Allah  setiap malam pasti turun ke langit dunia, memperatikan siapa-siapa  hamba yang sedang salat malam, siapa dan apa yang dimohon:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ (رواه البخاري 1077)
 “Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah Saw bersabda: "Allah Tabaaraka wa Ta'ala Tuhan kita turun setiap malam ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir dan berfirman: "Siapa yang berdo'a kepadaKu pasti Aku kabulkan dan siapa yang meminta kepadaKu pasti Aku penuhi dan siapa yang memohon ampun kepadaKu pasti Aku ampuni"(HR Bukhari no. 1077).
(3)    Nuansa  Malam yang sebenarnya:
      Aslinya malam itu ialah suatu keadaan yang gelap-gulita, sunyi senyap,  tidak ada suara, tidak ada sinar, semua  makhluk pada tidur semua. Nuansa demikian juga dirasakan oleh beberapa nabi, orang-orang alim soleh dalam sejarah, seperti : Nabi Zakariya, Nabi Yunus, Ashabul Kahfi bahkan Rasulullah Saw sebelum diutus menjadi nabi saat beliau ‘Uzlah di guwa Khira`   dan ketika beliau dikejar-kejar kaum musyrikin beliau bersembunyi 3 malam di dalam guwa Tsaur.
        Pengertian malam ini dicatat dalam Al-Quran dan disinggung oleh hadis berikut:
عَنْ عَلِيٍّ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ فِي الْجَنَّةِ غُرَفًا تُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا وَبُطُونُهَا مِنْ ظُهُورِهَا فَقَامَ أَعْرَابِيٌّ فَقَالَ لِمَنْ هِيَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لِمَنْ أَطَابَ الْكَلَامَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ وَأَدَامَ الصِّيَامَ وَصَلَّى لِلَّهِ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ (رواه الترمذي 1907)
“Dari Ali ia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya." Lantas seorang Arab baduwi berdiri sambil berkata, "Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan wahai Rasululullah?" Nabi menjawab: "Untuk orang yang berkata benar, yang memberi makan, dan yang senantiasa berpuasa dan shalat pada malam hari diwaktu manusia pada tidur."”(HR Turmudzi no.1907).
i)              Nabi Zakariya
         Nabi Zakariya dalam kesedihan memohon anak penerus perjuangan Jihad fi Sabilillah, beliau berdo’a dalam Mihrab  di malam yang sunyi senyap, gelap gulita, termaktub dalam Al-Quran:
إِذْ نَادَى رَبَّهُ نِدَاءً خَفِيًّا ذِكْرُ رَحْمَةِ رَبِّكَ عَبْدَهُ زَكَرِيَّا()إِذْ نَادَى رَبَّهُ نِدَاءً خَفِيًّا  ( مريم 2-3)
 “Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya, Zakariya, yaitu tatkala ia berdo`a kepada Tuhannya dengan suara yang lembut”(S.19 Maryam 2-3)
ii)   Nabi Yunus 
Nabi Yunus berdo’a di malam gelap pekat luar biasa   dalam  perut ikan yang berada di dalam laut. Tercatat dalam Al-Quran:
وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ( الانبياء 87)
“Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: "Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim"(S.21 Al-Anbiya` 87).
       Nabi Yunus berdo’a di dalam kegelapan yang luar biasa, yaitu di dalam kegelapan perut ikan, ikannya di dalam  kegelapan laut selama tiga  malam:
لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim"
Dalam masalah ini Rasul Saw menyeru kita meniru N.Yunus ini:
عَنْ سَعْدٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَعْوَةُ ذِي النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِي بَطْنِ الْحُوتِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنْ الظَّالِمِينَ فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِي شَيْءٍ قَطُّ إِلَّا اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ (رواه الترمذي   3427  واحمد 1383-وصححه الألباني(
“Dari Sa'd ia berkata; Rasulullah Saw bersabda: "Doa Dzun Nuun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa dalam perut ikan paus ialah;
لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنْ الظَّالِمِينَ
(Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk diantara orang-orang yang berbuat aniaya).
Sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdoa dengannya dalam suatu masalah melainkan Allah kabulkan do’anya" (HR Tirmidzi no.3427 dan Ahmad no.1383 dishahihkan oleh Imam Albani).
iii)    Pemuda Ashabul Kahfi
Tujuh remaja Ashabul Kahfi  berdo’a di dalam Guwa gelap sekali sampai  tertidur  selama 350 tahun,AlQuran mencatat sbb:
إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا ءَاتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا(الكهف10)
“Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji”(S.17 Al-Isra` 79).
iv)    Nabi Saw di dalam  Guwa Khira` dan Guwa Tsaur
(a)      Sebelum diangkat sebagai RASUL, seorang  Muhammad Saw melakukan “Uzlah atau Tahannuts  yaitu mencari tempat yang sepi-sunyi menyendiri siang dan malam di dalam Guwa Khira` perlu merenungkan nasib masyarakat yang ada disekitarnya yaitu orang-orang Arab Jahiliyah, sebagian riwayat mencatat ada 6 bulan lamanya sebagian lagi mengatakan 3 bulan beliau melakukan ‘Uzlah atau Tahannuts di dalam Guwa Khira` ini. Maka akhirnya tg 17 Ramadhan tahun Bi’tsah ke-1 beliau  menerima wahyu Al-Quran yang pertama (Qs96a1-5); susul-menyusul sampai lengkap. Nabi Saw dibekali makan  oleh Khadijah isteri beliau setiap sore. Bagaimana kehidupan malam di dalam guwa yang gelap luar biasa itu selama 3-6 bulan ini?
(b)          Ketika Rasulullah Saw dikejar-kejar  kaum musyrikin dalam rangka hijrah beliau maka beliau istirahat di dalam Guwa Tsaur selama 3 malam, diabadikan Allah dalam Al-Quran:
…….إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا فَأَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُ بِجُنُودٍ لَمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِينَ كَفَرُوا السُّفْلَى وَكَلِمَةُ اللَّهِ هِيَ الْعُلْيَا وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ( التوبة 40)
“……di waktu dia berkata kepada temannya: "Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita." Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”(S 9 At-Taubat 40).
v)         Lailatul Qadar
     Al-Quran S.97 Al-Qadar 1-4, menyebutkan adanya malam yang sangat agung, di sana disediakan pahala yang  besarnya sama dengan pahala ibadah 1000 bulan sekitar 84 tahun
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ()تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ(القدر3-4)
“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan”(S.97 Al-Qadar 3-4).
        Dengan demikian maka  Latihan Salat Khusyu`  ini akan lebih luhur jika dilakukan pada waktu malam yang sunyi-senyap, gelap luar biasa seperti pengalaman Ashabul-Kahfi, Nabi Saw, Nabi Yunus seperti terurai di atas ini  dengan ibadah-ibadah sebagaimana  tercatat di bawah ini:
(4)   SHALAT  MALAM&SHALAT  TAHAJJUJ
         Shalat Tahajjuj itu  adalah shalat malam yang dikerjakan sesudah tidur sedangkan shalat malam atau Qiyamu[ Lail ialah shalat sunat yang dilakukan sesudah shalat ‘Isya` termasuk shalat malam yang sebelum tidur sebagaimana Shalat Tarwih itu.
         Dasar-dasar shalat malam dan shalat Tahajjuj sangat kuat dari Al-Quran s73a1-3, s73a20,21; s3a17, s51a1, s17a79; Hadis Riwayat Bukhari no177,no.1079, HR Muslim no.1217 dst. Maka dari itu siapa yang  suka mengamalkannya betul-betul akan sangat terpuji  dan akan mendapat rahmat barokah Allah yang sangat besar serkakli. Untuk mengamalkan shalat Qiyamul Lail atau Tahajjuj sayogyanya  dilengkapi dengan amalan berikut:
(5)  Persiapan dengan amalan sunat
      Amalan untuk menyambut Tahajjuj berupaamalan-amalan berdasarkan hadis-hadis Nabi  Saw berikut yaitu:
a) Wudhu sebelum tidur (HR Turmudzi no.3493);
b) Hampir tidur membaca surat Al-Ikhlash,  Falaq, An- Nas lan Ayat Kursi (HR.Bukhari  no.3033, Muslim  no.782); Jika sempat dapat ditambah dengan menghafal hafalan-hafalan surat&ayat  Al-Quran  sampai tertidur.
c) Berniat akan bangun malam untuk  shalat Tahajjuj (HR Nasa‘i  no.1765,Ibnu Majah no. 1334);
d) Membaca  do’a:  بِاسْمِكَ أَمُوتُ وَأَحْيَا =Dengan nama-Mu aku mati dan aku hidup (HR.Bukhari no.5837);
e) Membaca do’a sebelum tidur sedapat-dapatnya;
f) Bangun tidur menjelang jam o2.oo wib. +1/3 malam yang akhir(HR Bukhari no.1077); bangun tidur membaca do’a ini:
:الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النشور
 (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah        mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kembali)"(HR Bukhari no. 5837)
g) Menyiapkan diri kebelakang, bersuci dan persiapan lain, lalu melihat ke- langit membaca Al-Quran akhir surat Ali ‘Imran 190-200 (HR Bukhari no.4204).
h) Bersuci, berpakaian yang suci, berniat yang suci Lillahi Ta’ala,  bersih dari  pernilaian yang negative, termasuk  bacaan lafal yang akan dibaca  di dalam shalatnya harus serba bagus.
(6)  Mencari tempat shalat
@ Mencari tempat untuk shalat malam-Tahajjuj suatu tempat  yang sunyi-senyap, gelap gulita, tidak ada sinar, tidak ada suara, bahkan karena gelapnya mata terbuka atau tertutup sama-sama tidak dapat melihat apapun yang di depannya, persis seperti di dalam guwa Ashabul Kahfi  atau keadaan  Nabi Saw di dalam guwa Khira` 3-6 bulan atau guwa Tsaur 3 malam, lebih utopis lagi seperti gelapnya keadaan Nabi Yunus di dalam perut ikan, di kedalaman laut, waktu diatas laut malam gelap sekali jadi gelap kwardrat  atau pangkat 3 luar biasa terlalu gelap.
            Kita bayangkan kata B.Y.Habibi (dalam bukunya Al-Quran&Iptek(1994h40) bahwa sebelum ledakan Big-Bang di alam semesta ini tidak ada energy, tidak ada materi, tanpa ruang dan di luar waktu=Tidak ada apa-apa kecuali Allah”[لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ].
     Dalam gelap yang  luar biasa ini seorang hamba dapat mudah sekali mengamalkan hadis Nabi Saw:
أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ (رواه البخاري 48)
“Kamu menyembah Allah seolah-olah kamu melihat-Allah dan bila kamu tidak melihat-Nya sesungguhnya Allah melihat kamu"(HR Bukhari no.48).
          Jika seandainya kita dapat masuk ke-nuansa di atas ini, maka terasa betul oleh kita  bahwa tidak ada apa-apa kecuali Allah[لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ]  Maka  Insya Allah kita berhasil napak-tilas Mi’taj Nabi Saw sebagaimana dikatakan oleh~An-Naisaburi (6h259) Mi'raj-nya orang shalat yaitu menjauhi selera keduniaan tidak lain kecuali hanya  Taqarrub menyembah Allah. Sedangkan Tafsir Ruhul Ma'ani (2h169) mencatat bahwa shalat itu mi'raj-nya orang beriman, munajat kepada Allah, meninggalkan dunia naik ke Sidratil muntaha.
(7) Shalat Tahajjuj
Shalat Tahajjuj dilaksanakan seperti apa amalan Nabi Saw, yaitu
 i) Dimulai dengan Shalat Iftitah 2 rekaat,  ringan-ringan saja(HR Muslim  no.1286)
ii) Shalat Tahajjuj 11 rakaat, dilaksanakan dengan  sangat serius,  dengan bacaan surat yang panjang-panjang menurut kekuatannya masing-masing, demikian juga berlama-lama ketika  rukuk dan dalam sujud (HR Bukhari no.1079). 
iii)Shalat Tahjjuj itu 11 rakaat, yatiu; 4+4 ditambah witir 3 rakaat (HR   Bukhari no.1079).
iv) Secara khusus berdasarkan hadis-hadis(HR.Turmudzi  no443-444, dan  no.1376-1377, Abu Dawud  no.1105, Ibnu Majah  no.1376, Ash-Shahih Ibni Khuzaimah, Ath-Thabrani, dishahihkan oleh para ulama, dinilai Hasan oleh Imam Al-Albani. Maka dalam  4 rakaat yang pertama supaya  diselingi bacaan Tasbih di tiap gerak rukun shalatnya. Karena banyaknya bacaan Tasbih  dalam 4 rakaat  tersebut sebagian ulama menamakannya “Shalat Tasbih” .
     Oleh karena tidak semua kita mampu untuk shalat Tahajjuj seperti Tahajjuj Nabi Saw yang  mana dalam shalat Tahajjuj  beliau bahwa  SATU RAKAA’T sesudah Al-Fatihah beliau lalu membaca surat Al-Baqarah=286 ayat, Ali ‘Imran=200 ayat dan surat An_Nisa=176 ayat((HR Bukhari no.1874 dan Muslim no.1219); Oleh karena itulah bagi kita yang masih lemah ini LATIHAN SHALAT KHUSYU’ melalui pengamalan  hadis-hadis Shalat-Tasbih  yang memberi kesempatan kepada kita dapat latihan shalat khusyu’  ini supaya dapat  sedikit lama dalam shalat Tahajjuj kita  itu.
         Shalat tersebut dinamakan shalat Tasbih karena  banyaknya bacaan  Tasbih  sampai 300 kali dalam shalat ini.  Shalat Tasbih dapat diniatkan sebagai shalat Tahajjuj jika dilaksanakan malam hari sesudah tidur, lalu  disambung dengan 4 rakaat dan witir 3 rakaat senada dengan teks Hadis Riwayat Bukhari  no. 1874 dan Muslim no.1219, yaitu :     4+4+3 rakaat; Yang 4 rakaat pertama membaca  300 kali bacaan Tasbih, 4 rakaat ke dua tidak.
         Untuk shalat Tasbih  dalam bulan Ramadhan, karena  hampir  semua umat Islam melaksanakan Shalat Tarwih di awal malam, maka shalat Tasbih dapat dilaksanakan  sesudah tidur senada  dengan Shalat Tasbih cukup 4 rakaat tidak ada witir.
         Hadis Shalat Tasbih diperselisihkan para ulama, namun sebagai penutup perbedaan pendapat tersebut maka kita dapat memegang pendapat kritikus- hadis  Imam Al-Albani yang menyatakan bahwa hadis Shalat Tasbih itu nilain.ya HASAN tidak dha’if dan banyak ulama hadis menilainya sebagai  Shahih.
(8)  Shalat Tasbih
@ Dasar hukum shalat Tasbih:
Hadis-hadis tentang shalat Tasbih terdapat beberapa jalur sanad  yang dibahas  oleh ulama hadis, maka kita hormat dan mengikuti pendapat Imam Al-Albani yang menyatakan bahwa hadis shalat Tasbih nilainya Hasan, salah satu sanad atau jalur ialah sebagai berikut:
عَنْ أَبِي رَافِعٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلْعَبَّاسِ يَا عَمِّ أَلَا أَحْبُوكَ أَلَا أَنْفَعُكَ أَلَا أَصِلُكَ قَالَ بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَصَلِّ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ تَقْرَأُ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ وَسُورَةٍ فَإِذَا انْقَضَتْ الْقِرَاءَةُ فَقُلْ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ خَمْسَ عَشْرَةَ مَرَّةً قَبْلَ أَنْ تَرْكَعَ ثُمَّ ارْكَعْ فَقُلْهَا عَشْرًا ثُمَّ ارْفَعْ رَأْسَكَ فَقُلْهَا عَشْرًا ثُمَّ اسْجُدْ فَقُلْهَا عَشْرًا ثُمَّ ارْفَعْ رَأْسَك فَقُلْهَا عَشْرًا ثُمَّ اسْجُدْ فَقُلْهَا عَشْرًا ثُمَّ ارْفَعْ رَأْسَكَ فَقُلْهَا عَشْرًا قَبْلَ أَنْ تَقُومَ فَتِلْكَ خَمْسٌ وَسَبْعُونَ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ وَهِيَ ثَلَاثُ مِائَةٍ فِي أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ فَلَوْ كَانَتْ ذُنُوبُكَ مِثْلَ رَمْلِ عَالِجٍ غَفَرَهَا اللَّهُ لَكَ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ يَقُولُهَا فِي يَوْمٍ قَالَ قُلْهَا فِي جُمُعَةٍ فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقُلْهَا فِي شَهْرٍ حَتَّى قَالَ فَقُلْهَا فِي سَنَةٍ (رواه ابن ماجه 1376 ) قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَن443)
“Dari Abu Rafi' ia berkata; Rasulullah  Saw bersabda kepada Abbas: "Wahai paman, maukah jika aku memberimu hadiah, maukah jika aku memberikan manfaat kepadamu, maukah jika aku menyambung silaturahmi kepadamu?" ia menjawab, "Tentu, ya Rasulullah. " Beliau bersabda: Shalatl empat raka'at,
#  Di setiap raka'at engkau membaca Fatihatul kitab (surat Al Fatihah) dan satu surat. Apabila selesai membaca, maka ucapkanlah; 
  سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَر
(Maha Suci Allah dan Segala Puji bagi Allah, tidak ada Tuhan Yang berhak disembah kecuali Allah, Allah Maha Besar) sebanyak lima belas kali sebelum rukuk.
# -Kemudian rukuk dan ucapkanlah bacaan itu lagi sepuluh kali.
#- Kemudian angkatlah kepalamu dan ucapkanlah lagi sepuluh kali,
#- Kemudian sujud dan ucapkanlah lagi sepuluh kali,
# Kemudian angkatlah kepalamu dan ucapkanlah lagi sepuluh   kali,
#  Kemudian sujud dan ucapkanlah lagi sepuluh kali,
# Kemudian angkatlah kepalamu dan ucapkanlah lagi sepuluh kali sebelum engkau bangun.
    Semua itu genap berjumlah tujuh puluh lima dalam setiap raka'at, dan berjumlah tiga ratus dalam empat raka'at.
Sekiranya dosa-dosamu seperti pasir yang menggunung, Allah akan mengampuninya"
Abbas berkata, "Wahai Rasulullah, bagaimana dengan orang yang tidak mampu mengucapkan itu dalam sehari?" Beliau bersabda: "Lakukanlah sekali dalam seminggu, jika tidak mampu maka lakukanlah sekali dalam sebulan, " hingga beliau bersabda: "Maka Lakukanlah sekali dalam setahun")HR Ibnu Majah no.1376 dan At-Tirmidzi (443) hadis ini nilainya Hasan ).          
(9) Pengamalan Shalat Tasbih
           Pelaksanaan Shalat Tasbih itu adalah sebagai berikut:
I.     Shalat 4 rakaat,
ii. Membaca Tasbih 300 kali dibagi dalam 4 rakaat:
1.      Ketika berdiri membaca:
      -Surat Al-Fatihah, lalu membaca Surat selain Al-Fatihah, lalu membaca: -Tasbih 15 kali
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
      2.Waktu Rukuk  sebelum i’tidal membaca  Tasbih  10 kali
3.Waktu I’tidal sebelum sujud membaca  Tasbih  10 kali
4.Waktu Sujud sebelum duduk membaca  Tasbih  10 kali
5. Waktu Duduk membaca  Tasbih 10 kali
6. Waktu Sujud  sebelum duduk membaca  Tasbih  10 kali
7. Waktu duduk sebelum berdiri membaca Tasbih 10 kali
# Rakaat ke-1 membaca tasbih 15+10+10+10+10+10+10=75 kali tasbih.
     # Rakaat ke-2=75, rakaat ke-3=75,rakaat ke-4=75=4 rakaat jumlahnya 300 kali.
(10)  Bacaan  Tasbih yang  lengkap
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Nabi Sawbersabda:                   .
عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحَبُّ الْكَلَامِ إِلَى اللَّهِ أَرْبَعٌ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ لَا يَضُرُّكَ بِأَيِّهِنَّ بَدَأْتَ (رواه مسلم 3985 واحمد 19248)
Artinya: "Dari Samurah bin Jundub bahwa Rasulullah Saw bersabda: "Kalimat yang paling disenangi Allah ada 4, yaitu:Maha Suci Allah, Segala puji bagi Allah, Tidak ada Tuhan kecuali Allah, Allah Maha Besar, maka tidak akan mempersulit kalian dengan lafal yang mana saja dari ke-4 kalimat itu dimulai"(HR Muslim no.3985 dan Ahmad no.19248).
(11) Rahmat dan barokah Shalat Tasbih
Barang siapa melakukan amalan Shalat Tasbih, maka dia
akan mendapat ampunan Allah dosanya:
. فَلَوْ كَانَتْ ذُنُوبُكَ مِثْلَ رَمْلِ عَالِجٍ غَفَرَهَا اللَّهُ لَكَ
"Sekiranya dosa-dosamu seperti pasir yang menggunung, Allah akan mengampuninya"(HR Ibnu Majah no. 1377).
إِذَا أَنْتَ فَعَلْتَ ذَلِكَ غَفَرَ اللَّهُ لَكَ ذَنْبَكَ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ وَقَدِيمَهُ وَحَدِيثَهُ وَخَطَأَهُ وَعَمْدَهُ وَصَغِيرَهُ وَكَبِيرَهُ وَسِرَّهُ وَعَلَانِيَتَهُ (رواه ابن ماجه 1377)
" Jika kamu melakukannya, Allah akan mengampuni dosa-dosamu baik yang pertama atau yang terakhir, yang telah lalu atau yang baru, yang salah atau yang sengaja, yang kecil atau yang besar, yang tersembunyi atau yang Nampak” (HR Ibnu Majah no.1377).
(12)  Merenungkan makna lafal yang dibaca
         Pokoknya semua yang kita baca di dalam shalat itu secara global isi kandungan lafal, ayat dan surat itu tersimpan di dalam surat Al-Fatiha, yaitu:
(1)   Kita menyembah Allah.
(2)   Kita memohon  jalan  lurus yang penuh nikmat jalan ke surga.
(3)   Jalannya para nabi, orang sidik, syhada` dan para alim soleh,
(4)   Bukan jalannya  orang yang jahat, sesat dan  mendapat murka  Allah yaitu alan ke neraka.,
          Rasulullah Saw setiap membaca ayat atau surat jika sampai pada lafal-tertentu beliau berdo’a senada dengan makna kalimat yang dbaca itu”(HR An-Nasa`i no.1120 dan Abu Dawud no.739).
    Setiap Nabi Saw membaca surat atau ayat yang sangat penting seringkali beliau  berhenti untuk menghayati makna isi yang dibaca itu lalu berdo’a sangat serius:
أَنَّ عَاصِمَ بْنَ حُمَيْدٍ يَقُولُ سَمِعْتُ عَوْفَ بْنَ مَالِكٍ يَقُولُ قُمْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَبَدَأَ فَاسْتَاكَ وَتَوَضَّأَ ثُمَّ قَامَ فَصَلَّى فَبَدَأَ فَاسْتَفْتَحَ مِنْ الْبَقَرَةِ لَا يَمُرُّ بِآيَةِ رَحْمَةٍ إِلَّا وَقَفَ وَسَأَلَ وَلَا يَمُرُّ بِآيَةِ عَذَابٍ إِلَّا وَقَفَ يَتَعَوَّذُ ثُمَّ رَكَعَ فَمَكَثَ رَاكِعًا بِقَدْرِ قِيَامِهِ يَقُولُ فِي رُكُوعِهِ سُبْحَانَ ذِي الْجَبَرُوتِ وَالْمَلَكُوتِ وَالْكِبْرِيَاءِ وَالْعَظَمَةِ ثُمَّ سَجَدَ بِقَدْرِ رُكُوعِهِ يَقُولُ فِي سُجُودِهِ سُبْحَانَ ذِي الْجَبَرُوتِ وَالْمَلَكُوتِ وَالْكِبْرِيَاءِ وَالْعَظَمَةِ ثُمَّ قَرَأَ آلَ عِمْرَانَ ثُمَّ سُورَةً ثُمَّ سُورَةً فَعَلَ مِثْلَ ذَلِكَ  (رواه النسائي 1120 وابوداود 739)
“Bahwa 'Ashim bin Humaid berkata; aku mendengar 'Auf bin Malik berkata; "Aku pernah bangun bersama Nabi Saw, lalu beliau mulai bersiwak dan berwudhu. Kemudian beliau berdiri dan shalat. Beliau mengawali shalatnya dengan membaca surat Al Baqarah. Beliau tidak melewati ayat tentang rahmat kecuali beliau berhenti dan memohon (rahmat). Beliau juga tidak melewati ayat tentang adzab kecuali beliau berhenti dan berlindung darinya. Kemudian beliau ruku' hingga ia tenang dalam keadaan ruku' seukuran berdirinya, sambil membaca: 'Subhana dzil jabaruuti wal malakuuti wal kibriyaai wal 'adzamati (Maha Suci Dzat yang mempunyai hak memaksa dan kekuasaan, serta yang memiliki kesombongan dan keagungan) ' saat ruku'. Lantas beliau Shallallahu'alaihiwasallam sujud seukuran ruku'nya tadi dengan membaca: 'Subhana dzil jabaruuti wal malakuuti wal kibriyaai wal 'adzamati'. Kemudian beliau membaca surat Ali 'Imran, kemudian surat lainnya, dan beliau juga melakukan hal yang sama - di rakaat berikutnya”(HR  An-Nasa`I no.1120 dan Abu Dawud no.739).
      Maka dari  itu dalam shalat Tasbih ini di dalam  masing-masing rakaat kita berdo’a dalam hati atau merenungkan apa yang sedang  kita ucapkan khususnya lafal-lafal berikut:
# Pada rakaat ke-I dalam membaca Tasbih kita camkan lafal”
سُبْحَانَ اللَّهِ  artinya Allah Maha Suci, sebaliknya kita manusia mempunyai sifat banyak salah dan dosa, maka kita ingat-ingat semua kesalahan  dan dosa yang pernah  kita perbuat, lalu memohon ampun-maghfirah dari Allah.
# Pada rakaat ke-II dalam membaca lafalوَالْحَمْدُ لِلَّهِ  artinya segala puji itu milik Allah atau syukur kita kepada Allah; Maka  kita ingat-ingat dalam hati amal soleh yang sudah berhasil kita perbuat lalu kita jadikan “Tawassul” perantara mohon dikabulkannya do’a kita.
# Pada rakaat kle-III saat membaca lafal  وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّه artinya tidak ada Tuhan kecuali Allah, kita ingat-ingat keberhasilan kita ketika mengerjakan sesuatu yang di luar kemampuan kita berhasil dengan mulus, maka  kita yakin bahwa semua ini pasti karena qudrat-iradat Allah, tidak mungkin kita berhasil kecuali karena rahmat Allah.
# Pada rakaat ke-IV ketika kita membaca lafalوَاللَّهُ أَكْبَرُ artinya Allah Maha Besar, maka kita ingat-ingat apa yang kita inginkan menjadi gagal karena dikalahkan oleh proyek yang lebih besar, proyek yang lebih inipun sering dikalahkan oleh proyek yang jauh lebih besar lagi, demikian berturut-turut, yang lebih besar tersebut dikalahkan oleh program yang terlalu besar  bertingkat-tingkat terus lebih besar maka  puncak program yang mutlak  tidak dapat dikalahkan ialah  proyek yang Maha Besar ialah perencanaan qudrat-iradat Allah Allah. Oleh karena itulah kita mengucapkan Allahu Akbar=Allah Maha Besar, semua ini dalah rencana  Qudrat-Iradat Allah..
        Selanjutnya dalam memilih surat sesudah Al-Fatihah sebaiknya memilih surat yang kita mengerti makna kandungannya jika perlu kita pilih surat atau ayat-ayat do’a  yang berisi permohonan  para nabi misalnya:
(1) Do’aN.Adam atau Do;a sapu jagad (s7a23).
(2)   Do’a N. Ibrahim mohon aman damai sejahtera bahagia negeri dan sekitarnya (Qs14a35).
(3)   Do’a N.Musa mohon dapat mengalahkan Raja Fir’aun(s20a25) untuk kita  mohon dapat berahsil menyelesaikan tugas yang sangat berat.
(4)   Do’a N.Zakariya mohon anak cucu yang alim soleh (s19a5-6)
(5)   Do’a N. Yunus mohon ampun atas segala kekeliruan(s21a87).
         Untuk mereka yang mempunyai kelonggaran maka pada hari Kamis malem Jumat  dalam Shalat Tasbih  membaca surat-surat Al-Fatihah memilih surat-surat Yasin,Ad-Dukhan. As-Sjdah, Al-Mulku yaitu:
i.                    Pada raa'at pertama surat Al Fatihah dan Surat Yaasiin;
ii.                  Pada raka'at kedua sesudah membaca Surat Al Fatihah lalu Surat Ad Dukhan,
iii.                Pda rakaat ke-tiga setelah  bacaan Surat Al Fatihah kemudian membaca surat As Sajdah,
iv.                Pada raka'at keempat  setelah memaca Surat Al Fatihah kemudian Surat Tabarak (Surat Al Mulku).
(Demikian Hadis Riwayat Tirmidzi no.3493)..
(13) Mi’rajul Mu`min
             Jika seandainya kita dapat mengamalkan Latihan Shalat Khusyu’ ini dalam kondisi yang benar-benar sangat gelap sekali, tidak dapat melihat apa-apa, tidak dapat melihat jam, pukul berapa, tidak mendengar suara  apapun, tidak ada siapapun orang yang melihat kita, maka Insya Allah kita dapat melihat Allah dengan mata hati, kita dapat mencurahkan isi hati (curhat), berbisik-bisik kepada Allah, mengadukan masalah dalam pikiran kita, kita  dapat memohon kepada Allah hal yang paling  sederhana sampai yang paling sulit sekali, kita dapat pasrah-bongkokan  kita menyerah dan menyerahkan kemusykilan apa-saja sepenuhnya kepada Allah; Sebaliknya Allah itu mutlak Maha dalam 20 sifat wajib dan 99 nama (Asmaul Husna).
@Tafsir Ar-Razi (1h161) dalam menganalisa Al-Quran s2a286 mencatat bahwa ayat ini menandakan sempurnanya rahmat Allah dikaitkan dengan surat Al-Fatihah maka  Nabi Saw  menyebut pengalaman rohani saat menjalani Isra` Mi'raj, sehingga siapa yang shalat dengan membaca surat Alfatihah  dia dapat naik ke alam cahaya sehingga shalat itu merupakan MI’RAJ-nya orang yang beriman.
 @Ar-Razi  diaitkan dengan surat Al-Fatihah ayat 5 yaitu:
-{إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ}   disambung dengan {اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
    lalu memohon pertolongan yang  terlalu penting, yaitu:
{صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ}  dalam keadaan tunduk-taat sampailah ke tingkat nikmat dari  Allah yang sangat besar diteruskan dengan bacaan Tahiyat   التحيات المباركات الصلوات الطيبات لله  pada saat Tahiyat maka orang yang shalat akan tiba di-tingkat Mi'raj SERASA DENGAN MI’RAJ NABI SAW senada ayat:
فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا(النساء 69)
   Artinya: “Maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para Shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya”(S 4 An-Nisa 69).
@An-Naisaburi (3h384):Do'a Iftitah, jiwa mi'raj, naik ke-alam Lahut, sehingga Allah mengabulkan do’a kita , Allah  gampang saja mewujudkan apa yang terlalu sulit bagi manusia untuk melakukannya (Lih.Qs19a9-21).
    Disamping itu rasa-rasanya  ketika itu kita seolah-olah naik ke-alam Alam Lahut alam ketuhanan walaupun hanya di muka pintu Sidratil Muntaha, persis  seperti yang dibayangkan para ulama di antaranya ialah sebagai berikut:
@An-Naisaburi (4h472) menyatakan bahwa  jiwa yang dapat  naik ke alam Lahut suatu rahasia kegaiban Tuhan itu hanya malaikat.
@An-Naisaburi (6h259) mengatakan bahwa  mi'raj-nya orang shalat itu karena menjauhi selera keduniaan tidak lain  kenginannya itu kecuali menghadap taqarrub kepada  Allah.
@Tafsir Ruhul Ma'ani (2h169) menyatakan bahwa shalat itu mi'raj-nya orang beriman, dia munajat kepada Allah, meninggalkan dunia kemudian  naik ke Sidratil muntaha.
@Tafsir Ruhul Bayan (4h285) terkait dengan Al-Quran s14a40 mencatat  bahwa orang shalat itu naiknya jiwa dalam istiqamah di jalan  Tuhan dan bersama Tuhan.
@Ruhul Bayan (7h133) mengaitkannya dengan Al-Quran s33a33-40 mencatat bahwa jiwa orang shalat itu mi'raj keluar dari alam nafsu keduniaan naik ke alam  lahut alam ketuhanman.
@Ruhul Bayan (8h73) mencatat bahwa Nabi Saw bersabda: "Shalat itu mi'raj-nya orang beriman.
@An-Naisaburi (3h384) mengatakan bahwa dengan Do'a Iftitah, shalatku, ibadahku, hidup-matiku milik Allah, jiwa  terasa mi'rahj, naik ke-alam Lahut.
(14)  Curhat kepada Allah*
       Senada dengan Sabab Nuzul–Latar Belakang Turunnya Al-Quran S.2 Al-Baqarah 186  bahwa  seorang sahabat dari dusun  bertanya kepada Nabi Saw soal apakah Tuhan itu dekat ataukah jauh; jika Tuhan itu dekat maka dia akan  berbisik-bisik dengan Tuhan, jika Tuhan itu jauh dia akan berteriak. Dan dijawab oleh Allah dengan turunnya Al-Quran S2a16, bahwa  Tuhan itu sangat dekat dengan hamba-Nya. Maka Rasulullah Saw juga memperjelas lagi beliau bersabda bahwa Allah itu tidak tuli, maka  lemahkan suara do’a itu:
عَنْ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكُنَّا إِذَا أَشْرَفْنَا عَلَى وَادٍ هَلَّلْنَا وَكَبَّرْنَا ارْتَفَعَتْ أَصْوَاتُنَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ ارْبَعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ فَإِنَّكُمْ لَا تَدْعُونَ أَصَمَّ وَلَا غَائِبًا إِنَّهُ مَعَكُمْ إِنَّهُ سَمِيعٌ قَرِيبٌ تَبَارَكَ اسْمُهُ وَتَعَالَى جَدُّهُ (رواه البخاري 3883 ومسلم 4873)
“ Dari Abu Musa Al Asy'ari r'a ia berkata; “Ketika Rasulullah Saw melihat orang-orang menuruni lembah sambil mengeraskan suara bertakbir, Allahu Akbar, Allahu Akbar Laa ilaaha illallah (Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah), maka Rasulullah Saw bersabda: "Rendahkanlah suara kalian, karena kalian tidak berkata kepada Dzat yang tuli dan Dzat yang ghaib. Sesungguhnya kalian berdo’a kepada  Dzat yang Maha Mendengar lagi Maha Dekat dan Dia selalu bersama kalian” (HR Bukhari no.3883 dan Muslim no.4873).
           Oleh karena itu sesudah salam Shalat Tasbih atau 4 rakaat pertama dalam Shalat Tahajjuj di atas, kemudian sujud lagi dan  di dalam sujud ini kita mengucapkan do’a-permohonan kepada Allah dengan suara lirih berbisik-bisik kepada Allah didahului dengan shalawat dan hamdalah, istighfar memohon maghfirah dan berdo’a dengan do’a Ma’tsurat kemudian menghaturkan permohonan mencurahkan isi  hati yang paling dalam kita curahkan  seluruh uneg-uneg semua masalah, bahkan dengan menggunakan bahasa kita sendiri dengan kata-kata yang jelas. Kita mengambil waktu sesudah salam karena di dalam shalat kita tidak boleh mengucapkan kata-kata di luar nash hadis Nabi Saw, sehingga do’a diterapkan sesudah salam dalam keadaan sujud.
          Dan jangan sampai terlupa kita harus berdo’a, memohonkan rahmah, maghfirah, syafaah, nikmah dan karomah kepada  orang-orang yang  kita sebutkan nama-namanya dengan jelas, bapak-ibu, nenek moyang, saudara, sanak famili, tetangga dekat tetangga jauh, teman-sejawat, sahabat-karib, kenalan bahkan semua orang yang pernah kita salahi, kita keliru berbuat kepadanya.  Dasarnya ialah do’a Nabi Ibrahim:
رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ (ابراهيم41) 
Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)” (QS. Ibrahim :  41).
      Di dalam nuansa  seperti ini supaya ditambah lagi berdo’a memohon rahmat-barokah Allah, obat kesembuhan, resep  untuk mereka yang sedang sedang dalam derita, kesedihan, sakit berat dengan rahmat Allah mereka  dapat  pulih kembali sehat wal afiat jasmani rohani, lahir batin; Untuk ini dilakukan seseudah shalat Witir diawali dengan  Ta’awwudz, Basmalah, Hamdalah dan Shalawat Nabi sebanyak-banyaknya lalu berdo’a dalam bahasa sendiri untuk mereka semua sebutkan satu demi satu.
(15) Shalat Nabi Saw  sangat khusyuk dan lama sekali
        @Tafsir Al-Baghawi (5h116) dalam menganalisa Qs17a79 mencatat hadis bahwa Abu Salamah bertanya kepada ‘Aisyah tentang shalat Nabi Saw yang dijawab bahwa  beliau shalat dibulan Ramadhan dan semua bulan di luar Ramadhan tidak lebih dari 11 rakaat, (4+4+3 rakaat), tetapi jangan tanya  khusyuk dan lamanya luar biasa, sebagaimana tercantum dalam hadis Bukhari/
عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّهُ سَأَلَ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا كَيْفَ كَانَتْ صَلَاةُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي رَمَضَانَ فَقَالَتْ مَا كَانَ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلَا فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلَا تَسَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلَا تَسَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي ثَلَاثًا فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَتَنَامُ قَبْلَ أَنْ تُوتِرَ قَالَ يَا عَائِشَةُ إِنَّ عَيْنَيَّ تَنَامَانِ وَلَا يَنَامُ قَلْبِي (رواه البخاري  1874 ومسلم1219  )
“Dari Abu Salamah bin 'Abdurrahman bahwasanya dia bertanya kepada 'Aisyah radliallahu 'anha tentang cara shalat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di bulan Ramadhan. Maka 'Aisyah radliallahu 'anha menjawab: "Tidaklah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam (melaksanakan shalat malam) di bulan Ramadhan dan di bulan-bulan lainnya lebih dari sebelas raka'at, Beliau shalat empat raka'at, maka jangan kamu tanya tentang bagus dan panjangnya kemudian Beliau shalat empat raka'at lagi dan jangan kamu tanya tentang bagus dan panjangnya, kemudian Beliau shalat tiga raka'at. Lalu aku bertanya: "Wahai Rasulullah, apakah anda tidur sebelum melaksanakan witir?" Beliau menjawab: "Wahai 'Aisyah, sesungguhnya kedua mataku tidur, namun hatiku tidaklah tidur" (HR Bukhari no.1874 dan Muslim no.1219).
@Tafsir Al-Khazin (4h275) dalam menganlisa Qs17a77-79 tersebut mencatat hadis bahwa Nabi Saw  bahwa karena lamanya shalat sampai kaki beliau bengkak-bengkak:
عَنْ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى حَتَّى انْتَفَخَتْ قَدَمَاهُ فَقِيلَ لَهُ أَتَكَلَّفُ هَذَا وَقَدْ غَفَرَ اللَّهُ لَكَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ فَقَالَ أَفَلَا أَكُونُ عَبْدًا شَكُورًا (رواه مسلم 5044 (
“Dari Al Mughirah bin Syu'bah nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam shalat hingga kedua kaki beliau bengkak, dikatakan pada beliau: Apa Tuan memaksakan ini padahal Allah telah mengampuni dosa yang terlalu dan yang dikemudian. Beliau menyahut: "Apakah aku tidak menjadi hamba yang bersyukur?")HR Muslim no.5044 dan Bukhari n0.377).
        Lama  dalam rukun yang lain, ruku’ dan sujud  beliau seimbang dengan lamanya beliau berdiri. Hadis Nabi Saw mencatat  sebagai berikut:
عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ صَلَّيْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ لَيْلَةٍ فَافْتَتَحَ الْبَقَرَةَ فَقُلْتُ يَرْكَعُ عِنْدَ الْمِائَةِ ثُمَّ مَضَى فَقُلْتُ يُصَلِّي بِهَا فِي رَكْعَةٍ فَمَضَى فَقُلْتُ يَرْكَعُ بِهَا ثُمَّ افْتَتَحَ النِّسَاءَ فَقَرَأَهَا ثُمَّ افْتَتَحَ آلَ عِمْرَانَ فَقَرَأَهَا يَقْرَأُ مُتَرَسِّلًا إِذَا مَرَّ بِآيَةٍ فِيهَا تَسْبِيحٌ سَبَّحَ وَإِذَا مَرَّ بِسُؤَالٍ سَأَلَ وَإِذَا مَرَّ بِتَعَوُّذٍ تَعَوَّذَ ثُمَّ رَكَعَ فَجَعَلَ يَقُولُ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ فَكَانَ رُكُوعُهُ نَحْوًا مِنْ قِيَامِهِ ثُمَّ قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ ثُمَّ قَامَ طَوِيلًا قَرِيبًا مِمَّا رَكَعَ ثُمَّ سَجَدَ فَقَالَ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى فَكَانَ سُجُودُهُ قَرِيبًا مِنْ قِيَامِهِ قَالَ وَفِي حَدِيثِ جَرِيرٍ مِنْ الزِّيَادَةِ فَقَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ (رواه مسلم 1291 والترمذي 243 والنسائي 999)
" Dari Hudzaifah ia berkata;  “Pada suatu malam, saya shalat (Qiyamul Lail) bersama Rasulullah Saw, lalu beliau mulai membaca surat Al Baqarah. Kemudian saya pun berkata (dalam hati bahwa beliau) akan ruku' pada ayat yang ke seratus. Kemudian (seratus ayat pun) berlalu, lalu saya berkata (dalam hati bahwa) beliau akan shalat dengan (surat itu) dalam satu raka'at. Namun (surat Al Baqarah pun) berlalu, maka saya berkata (dalam hati bahwa) beliau akan segera sujud. Ternyata beliau melanjutkan dengan mulai membaca surat An Nisa` hingga selesai membacanya. Kemudian beliau melanjutkan ke surat Ali Imran hingga selesai hingga beliau selesai membacanya. Bila beliau membaca ayat tasbih, beliau bertasbih dan bila beliau membaca ayat yang memerintahkan untuk memohon, beliau memohon, dan bila beliau membaca ayat ta'awwudz (ayat yang memerintahkan untuk memohon perlindungan) beliau memohon perlindungan” (HR Muslim no.1291 dan Turmudzi no.243). Dalam Musnad Ahmad n.22175 disebutkan  dapat difaham bahwa beliau  membaca tiga surat itu di dalam satu rakaat.
16. Berdo’a  untuk kesembuhan mereka yang sakit
          Shalat Tasbih itu sama dengan shalat Qiyamul Lail atau Tahajjuj, hanya  saja  pada 4 rakaat pertama diselilingi membaca  tasbih 300 kali dibagi dalam 4 rakaat, kemudian dilanjutkan dengan 4 rakaat ke-dua tidak membaca tasbih tersebut, ditutup dengan shalat Witir 3 rakaat.
          Selesai shalat witir lalu membaca wirid dan dzikir sedapat-dapatnya kemudian membaca shalawat dari Al-Quran Qs33a56 dan Shalawat-Ibrahimi (HR Bukhari no.3119) serta shalawat yang mudah  lain dibaca  sebanyak-banyaknya   kemudian berdo’a memohon sembuhnya siapa saja yang sedang sakit, anak, isteri, orang tua, kakek-nenek, sanak saudara, kerabat dekat, keluarga besar dan semua orang yang sakit  kita  do’akan, semoga  segera sembuh, sehat wal afiat, sejahtera, senang, lego-legowo, rahayu wilujeng, bahagia dunia akhirat.
         Terakhir membaca do’a penutup shalawat dan hamdalah, pujian kepada Allah yang serba Maha.
Lampiran beberapa Catatan
(1)Analisa terhadap  hadis Shalat Tasbih
#Kitab Shahihut Targhib wat-Tarhib (1h165) menilai hadis shalat Tasbih melalui jalur 'Ikrimah-Ibnu 'Abbas Shahih li Ghairihi (HR Abu Dawud  no.1105, Turmudzi no.443-444. dan Ibnu Majah no.1376, Ibnu Khuzaimah);
#Al-Hafizh mengatakan hadis itu diriwayatkan melalui jalur yang banyak oleh Jamaah dari sahabat yang dinilai shahih. Muslim bin Hajjaj mengatakan bahwa tidak ada yang lebih baik dari pada jalur lewat Ibnu 'Abbas--'Ikrimah ini.
#Kitab Ash-Shahih wadh-Dha'if Sunan Turmudzi (1h481) mencatat dua jalur: 1) Dari Anas – Ummu Sulaim. 2) Ibnu 'Abbas-Abu  Rafi'  maka Imam Al-Albani menilai Hasan.
#Ibnu Khuzaimah dalam kitab Shahih-nya (4h442) no.1149 meriwayatkan hadis shalat Tasbih melalaui jalur 'Ikrimah-Ibnu 'Abbas adalah shahih.
#Ibnu Hajar dalam Fathul Bari (17h324)  no.5670 mencatat pendapat An-Nawawi bahwa hadis shalat Tasbih itu shahih. Di halaman lain (18h207) Ibnu Hajar mencatat Tasbih itu mencakup semua lafal dzikir, shalat Nafilah. Yang paling baik ialah shalat Tasbih melalui riwayat Abu Dawud  no.1105 dan Turmudzi no.443-444.
 #Ibnu Hajar, menyatakan  bahwa hadis  shalat Tasbih itu dinilai shahih oleh  Ibnu Rahawaih, Ibnu Khuzaimah, Al-Hakim, karena ada Mutabi' yang diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dan Ath-Thabrani, lewat Abul Jauza` sedangkan  Daraquthni  meriwayatkannya dengan 6 jalur.  Daraquthni meriwayatkannya yang nilainya Hasan.
#Ibnu Hajar menyatakan "Tidak ada masalah"(به لا بأس) dan menilainya sebagai  Hasan-Shahih karena ada Syawahid-nya .
# bnu Hajar dalam kitab Fathul Bari  (17h324)  no.5670 tercatat pendapat An-Nawawi bahwa hadis shalat Tasbih itu shahih; Yang paling baik ialah shalat Tasbih riwayat Abu Dawud, Turmudzi.
          Shalat Tasbih itu mustahab  berdasarkan hadis dari Ibnu 'Abbas dengan mutabi' oleh  hadis yang diriwayatkan ulama Syafi'iyah.
#Ay-Syaukani (1h19) dalam Kitab Al-Fawaidul Majmu'ah meriwayatkan hadis shalat Tasbih lewat jalur Al-’Abbas diriwayatkan oleh Daraquthni marfu' lewat Ibnu 'Abbas, Abu Rafi'  dan Ad-Dailami.
          Shalat Tasbih jika dilakukan waktu malam hendaknya diniatkan dengan Shalat Qiyamu Lail-Tahajjuj (4+4 rakaat) ditutup dengan witir sehingga jumlahnya menjadi 11 rakaat. Jika sebelumnya sudah ada shalat witir maka tidak perlu ditambah.
@Sebagian ulama menilai hadis shalat Tasbih  sebagai dha’if.
(2). Dzikir atau wirid dengan  membaca Al-Quran
       Taqarrub-mendekatkan diri kepada Allah dengan membaca Al-Quran dan merenungkan isinya. Dibaca sebelum, di dalam shalat dan sesudah shalat ataupun di luar  shalat dan di rumah atau saat I’tikaf di dalam masjid.
           Bagi yang melakukan dzikir atau membaca wirid  dalam shalat, karena  ingin mencari ridhoAllah yang lebih besar maka surat-surat  yang dibaca sesudah Al-Fatihah sayogyanya memilih surat-surat yang diketahui mengandung  makna yang sangat luhur, walaupun seluruh Al-Quran itu memiliki keutamaan atau fadhilah yang mulia, namun ada beberapa surat atau ayat yang mempunyai nilai-nilai khusus, sebagai do’a nabi-nabi atau disebut-sebut oleh Rasulullah Saw sebagai berikut:
     Dipesilahkan memilih  surat atau ayat sesuai dengan maksud ayat dengan situasi dan kondisi  kita sendiri, menurut sempit dan longgarnya waktu, dengan catatan dan pernyataan Rasulullah Saw. sebagai berikut:
@ Al-Quran itu menjadi penolong (syafaat)hamba di Hari Kiamat (Lih.Muslim  no.1337)
@ Orang yang membaca Al-Quran itu didampingi oleh  para malaikat (HR.Bukhari   no.4556 dan Muslim 1329)
@ Jamaah  yang membaca dan merenungkan isi Al-Quran akan diliputi rahmat Allah dan dijaga para malaikat (HR.Muslim no.4867)
@ Bacaan Al-Quran 10, 100 atau 1000 ayat Al-Quran akan mendapat anugerah Allah yang sangat besar (HR. Abu Dawud  no1190 dan Darimi  no.3326).
@ Yang membaca 1000 ayat Al-Quran , dia akan bersanding dengan para nabi, orang2 shiddiq, syuhada` dan shalihin(HR Ahmad  no.15058)
@ Yang sibuk dzikir dan membaca Al-Quran akan dianugerahi sesuatu yang paling afdhol (Lih.Turmudzi  no.2850 dan Darimi  no.3222).
(1) Surat Al-Fatihah itu surat yang paling istimewa (Lih.Bukhari  no.4280);
(2) Melalui bacaan S. Al-Fatihah dan S.2 Al-Baqarah 285-286, do’a  dijanjikan terkabul   (Lih. Bukhari  no.1339);
(3) Surat Al-Falaq dan An-Nas, isinya luar biasa (Lih.Bukhari  no.2827, Muslim 1348);
(4) SuratAl-Ikhlash nilainya sama dengan 1/3 Al-Quran(Lih.Bukhari  no.6826;
(5) Surat   An-Nashr sama dengan ¼ AlQuran; (Lih. Turmudzi  no.2820).
(6) Surat Al-Kafirun sama dengan ¼ Al-Quran; (Lih. Turmudzi  no.2820).
(7) Surat  Zulzilat  sama dengan  ¼  Al-Quran (Lih. Turmudzi  no.2820).
(8) S.2 al-Baqarah 255(Ayat Kursi), sebagai do’a mengusir syeitan (Lih. Bukhari        no. 3033).
(9) Surat Al-Baqarah, dapat mengusir syeitan(Lih.Muslim   no.1300);
(10) Surat Al-Baqarah dan Ali ‘Imran penuh barokah(Lih. Muslim no. 1337);
  (11) Membaca S.18 Al-Kahfi ayat 1-10, bisa terjauh dari godaan      Dajjal (Lih.Muslim  hadis no.1342); Surat al-Kahfi membawa ketenteraman (Lih.Bukhari  no.3345, Muslim 1325)
  (12) Surat Yasin nilainya sama dengan 1/10 Al-Quran(Lih.Turnudzi  no.2812)
  (13) Surat-surat Musabbihat lebih baik dari bacaan 1000   ayat disunatkan dibaca sebelum tidur (Lih.Turmudzi  n.2845, Abu Dawud  no.4398).(Surat-surat Musabbihat ialah Al-Isra`, Al-Hadid, Al-Hasyr, Ash-Shaf, Al-Jum’at, At-Taghabun dan Al-A’la
(14) S.2 Al-Baqarah 255 (Ayat Kursi) dan s.40 Al-Ghafir 1-3 dijaga oleh malaikat (Lih.Turmudzi  no.2804 dan Darimi  no.3252)d
(15) S.30 Ar-Rum 13 menutup amalan yang tertinggal (Lih.Abu Dawud  no.4414)
(16) S.9 At-Taubat 129 dibaca 9 kali Allah akan mencukupi keperluan dia (Lih.Abu Daud  no. 4418)
(17) S.59 al-Hasyr 22-23-24 diulang 3 kali, maka dia dido’akan oleh banyak sekali malakat (Lih.Turmudzi  no.2846 dan Ahmad  no.19419)
(18) Setiap malam Nabi Saw.membaca surat Al-Isra` dan Az-Zumar, (Lih Ahmad  no.24380)
 (19) Surat Al-Isra`, Al-Kahfi dan Maryam, merupakan harta simpanan  dan pembebas (Lih.Bukhari  no.5339).
(20) Surat Hud, Al-Waqi’ah, Walmursalat, ‘Amma Yatasaalun dan At-Takwir (Lih.Turmudzi  no.3219). Walmursaalat dibaca waktu Maghrib (Lih.Bukhari  no.721 dan Muslim CD no.704)
(21) Surat Qaf,dibaca tiap  Jum’at (Lih.Muslim  no.1440)
 (22) Surat Yasin dibacakan kepada   orang mati(HRAbu Dawud  no.2714dan Ibnu Majah  no.1438)
(23) Surat Al-Fat hu paling disukai Nabi Saw. (Lih.Bukhari  no.3859)
(24) Membaca surat Al-Jum’at dan Al-Munafiqun saat shalat Jum’at (Lih.Muslim  no. 1451)
(3)  Do’a

a) Dzikir dengan membaca do’a

Adab dan tata tertib berdo’a
        Do’a atau permohonan itu dari bawah ke atas, sebaliknya jika dari atas ke bawah namanya perintah. Oleh karena adab sopan santun berdo’a itu  ialah sebagai berikut:
    1. Merendah diri-Andap asor  dengan suara yang merdu dan penuh hormat(Lih.Q.s7a205;s6a63;s7a55; Bukhari  no.5905).)
    2.Tidak mendesak meminta  segera terkabul. tidak mengandung dosa (Lih.Bukhari no.5865)
    3.Barpakaian yang sopan dan suci (Lih.Q.s7a31)
    4.Taqarrub=dedepe, pasrah bongkokan kepada Allah secara maksimal (lih.Q. 96a19; S40a44;Bukhari  no.6021 )
    5.Dengan suara yang sopan penuh hormat (Lih.
    6.Dalam sujud (Lih.Muslim  no.4733;Nasai  no.1125;Abu Dawud  no. 741;Ahmad  no. 9083)
    7.Tidak berhenti dari Taqarrub kepada Allah  (Lih.Q.s33a41;s2a152;Muslim     no.558;Abu Dawud   . no.17)
b) DO’A-DO’A   PARA   NABI
Sebaik-baik do’a ialah do’a  para nabi dan dari Al-Quran, yaitu:
1.Do’a Nabi Adam
@ Mohon rahmat dan ampunan dari kesalahan
قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ   الْخَاسِرِينَ( الاعراف 23)
    \ ”Ya Tuhan kami, kami telah dzalimkan diri kami  sendiri, Jika Engkau tidak mengampuni kami dan Engkau  rahmatkan kami, tentulah kami menjadi orang yang rugi.” (Al A’raf : 23)
2.Do’a Nabi Nuh
@ Mohon selamat dari kekeliruan
قَالَ رَبِّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْأَلَكَ مَا لَيْسَ لِي بِهِ عِلْمٌ وَإِلَّا تَغْفِرْ لِي وَتَرْحَمْنِي أَكُنْ مِنَ الْخَاسِرِينَ( هود 47)
    “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tidak mengetahui (hakekatnya). Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan tidak menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi” (QS. Hud : 47)
@ Mohon pengikut yang beriman
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ    وَلَا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلَّا تَبَارًا (نوح 28) 
   “Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk kerumahku dengan beriman dan semua orang beriman yang laki-laki dan yang perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang dzalim itu selain binasaan.” (QS. Nuh :28)
3.Do’a Nabi Ibrahim
@ Mohon munculnya mujahid Islami
رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا    وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ(128)رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولًا    مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ ءَايَاتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ إِنَّكَ    أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ(129)(البقرة 128-129)
   “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami) sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqarah : 128-129)
@ Mohon anak-cucu yang alim soleh
رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ()رَبَّنَا
اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ (ابراهيم 40-41)  
   “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami perkenankanlah do’aku. Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)” (QS. Ibrahim : 40 – 41)
@ Mohon petunjuk jalan ke surga
رَبِّ هَبْ لِي حُكْمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ(83)وَاجْعَلْ لِي لِسَانَ
صِدْقٍ فِي الْآخِرِينَ(84)وَاجْعَلْنِي مِنْ وَرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيمِ(85)
(الشعراء 83-85)
    “(Ibrahim berdo’a): Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukanlah aku kedalam golongan orang-orang yang shaleh. Dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian. Dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai Syorga yang penuh kenikmatan.” (QS. Asy-Syu’ara : 83-85)
@ Mohon selamat dari fitnah
رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ(4)رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً    لِلَّذِينَ كَفَرُوا وَاغْفِرْ لَنَا رَبَّنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ ( الممتحنة 5)  
   “Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali. Ya Tuhan kami janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkau, Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Mumtahanah : 4-5)
4.Do’a Nabi Luth
@ Mohon selamat dari yang jahat-2
  رَبِّ نَجِّنِي وَأَهْلِي مِمَّا يَعْمَلُونَ( الشعراء 169)   
    (Luth berdo’a) : “Ya Tuhanku selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan.” (QS. Asy-Syu’araa :169)
5.Do’a Nabi Yusuf
@ Mohon lingkungan yang soleh
رَبِّ قَدْ ءَاتَيْتَنِي مِنَ الْمُلْكِ وَعَلَّمْتَنِي مِنْ تَأْوِيلِ الْأَحَادِيثِ فَاطِرَ   السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ أَنْتَ وَلِيِّي فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ تَوَفَّنِي مُسْلِمًا   وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ  ( يوسف 101)
    Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian ta’bir mimpi. (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh.” (QS. Yusuf :101)
6.Do’a Nabi Ayyub
@ Mohon kesembuhan dari sakit
وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَى رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ
( الانبياء 83)
    ”Ya Tuhanku, bahwasanya aku telah ditimpa bencana, dan Engkaulah Tuhan yang paling rahim dari segala yang rahim (Penyanyang)” (Al Anbiyaa : 83)
7.Do’a Nabi Syu’aib
@ Mohon terbukanya pintu kebenaran
 رَبُّنَا وَسِعَ رَبُّنَا كُلَّ شَيْءٍ عِلْمًا عَلَى اللَّهِ تَوَكَّلْنَا رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا
 وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَأَنْتَ خَيْرُ الْفَاتِحِينَ (الاعراف89)                            .”Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara   kami dan kaum kami dengan yang hak (adil) dan Engkaulan Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya” (QS. Al-A’raf : 89)
8.Do’a Nabi Musa
@ Mohon ampun
قَالَ رَبِّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي فَغَفَرَ لَهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ    ( القصص 16)
    ”Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku.” (QS. Qashas : 16)
@ Mohon kekuatan terhadap lawan yang berat
قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي(25)وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي(26)وَاحْلُلْ عُقْدَةً
مِنْ لِسَانِي(27)يَفْقَهُوا قَوْلِي(28)وَاجْعَلْ لِي وَزِيرًا مِنْ  أَهْلِي(29)هَارُونَ أَخِي(30)اشْدُدْ بِهِ أَزْرِي(31)وَأَشْرِكْهُ فِي   أَمْرِي(32)كَيْ نُسَبِّحَكَ كَثِيرًا(33)وَنَذْكُرَكَ كَثِيرًا(34)إِنَّكَ كُنْتَ بِنَا   بَصِيرًا(35)( طه 25-35)
    (25) Berkata Musa: "Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku,(26) dan mudahkanlah untukku urusanku,(27) dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku,(28) supaya mereka mengerti perkataanku,(29)dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku,(30) (yaitu) Harun, saudaraku,(31) teguhkanlah dengan dia kekuatanku,(32)dan jadikanlah dia sekutu dalam urusanku,(33)supaya kami banyak bertasbih kepada Engkau,(34) dan banyak mengingat Engkau.(35) Sesungguhnya Engkau adalah Maha Melihat (keadaan) kami"(S 20. Thaha 25-35)
@ Mohon kebagusan
َ رَبِّ إِنِّي لِمَا  أَنزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ ( القصص 24)
     ”Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.” (QS. AL-Qashash :24)
  @ Mohon  dimasukkan ke dalam nuansa rahmat
قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِأَخِي وَأَدْخِلْنَا فِي رَحْمَتِكَ وَأَنْتَ أَرْحَمُ   الرَّاحِمِينَ(الاعراف 151)إ
    ”Ya Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku dan masukanlah kami kedalam Rahmat Engkau dan Engkau adalah Maha Penyayang diantara Para Penyayang.” (QS. Al-A’raaf : 151)
@ Mohon ampun dan kebahagiaan
أَنْتَ وَلِيُّنَا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الْغَافِرِينَ()وَاكْتُبْ لَنَا فِي  هَذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ إِنَّا هُدْنَا إِلَيْكَ)الاعراف 155-156)       
”Engkaulah yang memimpin kami, maka ampunilah kami dan berilah kami Rahmat dan Engkaulah Pemberi ampun yang sebaik-baiknya. Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan didunia ini dan akherat. Sesungguhnya kami kembali (bertaubat) kepada Engkau.” (QS. AL-A’raaf :155-156)
9.Do’a Nabi Sulaiman
@ Do’a tasyakuran
رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ
وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي
عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ(النمل19)
    ”Ya Tuhanku, berikanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal shaleh yang Engkau ridhoi dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu kedalam golongan hamba-hamba-Mu yang shaleh.” (QS. An-Naml : 19)
10.Do’a Nabi Yunus
@ Do’a mohon ampun atas kesalahan diri
لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ( الانبياء87)
       Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau Maha Suci Engkau, Sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang dzalim.” (QS. Al-Anbiya :87)
11.Do’a Nabi Zakaria
@ Do’a mohon anak yang alim soleh&mujahid
هَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُ قَالَ رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ
 سَمِيعُ   الدُّعَاءِ (ال عمران 38)
    “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi-Mu seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar do’a.” (QS. AL-Imron :38)
 @ Mohon jangan ditinggalkan oleh Allah
      وَزَكَرِيَّا إِذْ نَادَى رَبَّهُ رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ
( الانبياء 89)
    “Ya Tuhanku, Janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkau lah waris yang paling baik.” (QS. Al-Anbiya : 89)
12.Do’a Nabi Isa
@Do’a mohon rejeki&kebahagiaan
اللَّهُمَّ رَبَّنَا أَنْزِلْ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِنَ السَّمَاءِ تَكُونُ لَنَا عِيدًا لِأَوَّلِنَا
وَءَاخِرِنَا وَءَايَةً مِنْكَوَارْزُقْنَا وَأَنْتَ خَيرُ الرَّازِقِينَ( الماء\ة 114)
    ”Ya Tuhan kami, turunkanlah kiranya kepada kami suatu kehidupan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu bagi orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau, beri rezeki kami dan Engkaulah Pemberi rezeki yang paling utama.” (QS. AL-Maaidah :114)
13.Do’a Nabi Muhammad
@  Do’a sapu jagat Mohon kebahagiaan dunia akhirat
رَبَّنَا ءَاتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ         ( البق201)
    ”Wahai Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan dunia dan kebaikan di akhirat dan periharalah kami dari adzab neraka.” (QS Al Baqarah : 201)
@ Do’a mohon ampun atas kekeliruan dan kelupaan
رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا    حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ   وَاعْفُ  عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ   الْكَافِرِينَ    ( البقرة 286)
    ”Ya Tuhan kami, Janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, Janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, Janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir(QS. Al-Baqarah : 286)
@ Do’a mohon kekuatan mempertahan hidayah  Allah
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ    الْوَهَّابُ (ال عمران  8)
    ”Ya Allah, Janganlah Engkau palingkan hati kami setelah menerima petunjuk Engkau, dan berilah kami akan Rahmat dari Engkau. Sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang banyak pemberiannya.” (QS. Al-Imran : 8)
@ Do’a  pelantikan jabatan
قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ(ال عمران 26)
   ”Katakanlah : Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau Cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Ditangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”(QS. Ali Imran : 26-27)
@ Mohon daya kemampuan mengatasi masalah
وَقُلْ رَبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لِي مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيرًا(الاسراء80)
”Ya Tuhanku, masukkanlah aku dengan cara yang baik dan keluarkanlah aku dengan cara yang baik dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.” (QS. Al-Israa : 80).
*) Jika dijadikan bacaan dalam shalat sebaiknya ditambah beberapa ayat sebelum ayat-ayat tersebut di atas.
Internet: http://pondokquranhadis.wordpress.comEmail:pondokilmu7@gmail.com
Internet:http://imam-muchlas.blogspot.com--,Email:h.imam.muchlas.@gmail.com
Internet:http://fatwatempurrejo.blogspot.comEmail:tempurrejofatwa@gmail.com

AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA

……………………………………………………………………………………………………………….
Internet:http://fatwatempurrejo.blogspot.com---Email:tempurrejofatwa@gmail.com
Internet: http://pondokquranhadis.wordpress.com --Email:pondokilmu7@gmail.com
Internet:http://imam-muchlas.blogspot.com--,- -Email:h.imam.muchlas.@gmail.com

LULUSAN  NERAKA  JAHANAM
(Karena Rahmat&Fadhilah Allah)

Al-Quran S 9 At-Taubat 71-72
   وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ(71)وَعَدَ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ أَكْبَرُذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ(72))التوبة 71-72)
9:71. Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka adalah kekasih masing-masing kepada yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
9:72. Allah menjanjikan kepada orang-orang yang mukmin lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga Adn. Dan keridaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar”(S 9 At-Taubat 71-72).
Tema dan sari gtilawah
Orang yang beriman  itu adalah kekasih atas  orang seiman.
Orang yang beriman itu wajib dakwah ke-kebajikan melawan segala kemungkaran.
Orang Islam wajib menegakkan shalat, menunaikan zakat.
Mereka tunduk patuh kepada Allah dan Rasulullah.
Mereka akan mendapat rahmat dan surga yang sangat ideal.
Tetapi ridho Allah itu di atas segala-galanya.
Masalah dan analisa jawaban
Masalah ke-1:Bagaimana pengertian istilah “Auliya`” dalam Al-Quran s9a71 tersebut di atas? Jawaban hipotetis: Lafal  “Auliya`’ itu jamak, bunyi mufradnya (singular) ialah Waliyyun. Lafal Waliyyun ini artinya dekat, dari berbagai segi, yang paling mudah artinya ialah cinta kasih.
Masalah ke-2: Bagaimana nasib orang Islam di hari kiamat kelak? Jawaban hipotetis: Nasib orang Islam sangat ditentukan oleh timbangan jumlah amal dengan dosa, yang amalnya lebih besar masuk surga, sebaliknya yang dosanya lebih banyak akan masuk neraka, tetapi  mungkin akan mendapat rahmat Allah akhirnya masuk surga.
Masalah ke-3: Apakah syafaat kepada penduduk neraka  itu hanya dari nabi-nabi ataukah mungkin syafaat itu dari selain nabi? Jawaban hipotetis: Dicatat oleh beberapa ulama hadis bahwa orang yang di dalam surga dapat menarik kekasihnya yang jatuh ke neraka untuk dinaikkan ke dalam surga.
Pendalaman dan penelitian
BAB   SATU
Wali artinya kekasih
   Masalah ke-1:Bagaimana pengertian istilah “Auliya`” dalam Al-Quran s9a71 tersebut di atas? Jawaban hipotetis: Lafal  auliya` itu jamak, bunyi mufradnya (singular) ialah Waliyyun Lafal “Waliyyun” ini artinya dekat dalam berbagai sisi; Lebih jelasnya ialah dekat ukuran jaraknya, sangat  dekat di hati, penuh cinta kasih, sayang sekali, agamanya sama, sangat bersahabat, suka  menolong, sangat tepercaya, dekat penguasa, disukai oleh pejabat, disayang oleh semua. Art “Waliyyun”semua ini  bersifat timbal-balik antara pihak pertama dengan pihak kedua, sebagai  pelaku juga  sebagai  obyek. Contohnya orang yang bercinta itu saling bercinta dan saling dicinta. Misalnya  sebagaimana Allah itu kekasih orang beriman, sebaliknya orang beriman itu kekasih Allah.
     Usaha untuk memperdalam pengertian ini maka  Ar-Razi dalam tafsirnya (5h72) dan Tafsir At-Tahrir wat-Tanwir ((14h20) menunjuk Al-Quran s49a10 dan s59 Al-Hasyr 10 mengingatkan kita bahwa orang mukmin itu adalah saudara seiman masing-masing saling cinta  mencintai  satu sama lain, malah Nabi Saw mengancam sebagai orang yang tidak mempunyai iman alias kufur siapa saja yang tidak mencintai saudaranya sama dengan mncintai diri sendiri sesuai dfengan firman Allah: Qs49a10, s59a10 hadis shahih Bukhari no. 12 dan Muslim no,64 .
Allah berfirman di dalam Al-Quran:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ  وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ       ( الحجvات 10)
“Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat”(S 49 Al-Hujurat 10).
يقولون ربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان( الحشر10 )
“(mereka orang-orang Muhajirin dan Ansar), mereka berdoa: "Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami"(S 59 Al-Hasyr 10).\
@Sampai  orang yang tidak diketahui siapa bapak –ibunya adalah saudara bagi orang yang beriman; Firman Allah:
ادْعُوهُمْ لِآبَائِهِمْ هُوَ أَقْسَطُ عِنْدَ اللَّهِ فَإِنْ لَمْ تَعْلَمُوا ءَابَاءَهُمْ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ    وَمَوَالِيكُمْ    ( الا حزاب 5)
     33:5. Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; itulah yang lebih adil pada sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggillah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu”(S 33 Al-Ahzab 5).
@Peringatan keras dari  Nabi Saw:
عَنْ أَنَسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ  مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ) رواه البخاري 12 ومسلم 64)
     “Dari Anas dari Nabi  Saw beliau bersabda: “Tidaklah beriman seseorang dari kalian sebelum dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri”(HR Bukhari no.12 dan Muslim no.64) (Ar-Razi j5h72).
@Tafsir At-Tahrir wat-Tanwir (14h20 menambahkan bahkan Nabi Saw menyatakan wajib mencintai saudara Islami ini seperti mencintai dirinya:
2262 أَنَّ عَبْدَاللَّهِ بْنَ عُمَرَ رَضِي اللَّهم عَنْهمَا أَخْبَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ (رواه الخاري 2262 ومسلم 4677)*
     “Sungguh ‘Abdullah bin ‘Umar mengabarkan bahwa Rasulullah Saw bersabda: ‘Orang Islam itu saudara orang Islam, tidak menyakiti, tidak menyerahkannya (kepada lawan); Barang siapa memenuhi kebutuhan saudaranya maka Allah akan menutup kebutuhannya (penolong), barang siapa membebaskan kesedihan saudaranya, maka Allah akan membebaska dia dari kesedihan di Hari Kiamat; Barang siapa menutupi (cacat) saydaranya maka Allah akan menutupi cacat dia di hari Kiamat”(HR Bukhari no.2262 dan Muslim no.4677).
@Tafsir Adh waul Bayan (3h131) menyebut Al-Quran: s2a84, s24a12,s49a11,s2a88,s58a22, s9a71, s49a10,s3a103 dan Qs42a23 dikaitkan dengan hadis Bukhari  dan Muslim berikut: :
عَنْ النُّعْمَانَ بْنَ بَشِيرٍ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَرَى  الْمُؤْمِنِينَ فِي تَرَاحُمِهِمْ وَتَوَادِّهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ كَمَثَلِ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى عُضْوًا   تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ جَسَدِهِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى (رواه البخاري 5552 و مسلم   4685)*
   “Dari  Nu’man bin Basyir  dia berkata:”Aku mendengar Rasul Saw bersabda: “Anda melihat  kasih mesra dan cinta mereka orang  yang beriman itu kepada sesama orang beriman itu persis seperti tubuh yang satu, jika satu anggota mengaduh maka seluruh tubuh ikut mengaduh sakit dan tidak dapat tidur” (HR Bukhari no.5552 dan  Muslim no. 685)..
    Semua menandaskan ketatnya persaudaraan sesama Islam dengan sangat erat sungguh-sungguh; Maka umat Islam wajib berjiwa sosial (srawung) sesama muslim harus dengan dasar cinta dan taqarrub kepada Allah dan amal soleh.
@ Sosialis sangat ideal
      Al-Quran mengajarkan akhlak yang sangat mulia khususnya masalah hukum kasih sayang, cinta kasih, kasih mesra kepada siapa saja tidak pandang bulu, Maka Allah berfirman:
ضَرَبَ لَكُمْ مَثَلًا مِنْ أَنْفُسِكُمْ هَلْ لَكُمْ مِنْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ مِنْ شُرَكَاءَ فِي مَا  رَزَقْنَاكُمْ فَأَنْتُمْ فِيهِ سَوَاءٌ تَخَافُونَهُمْ كَخِيفَتِكُمْ أَنْفُسَكُمْ كَذَلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ( الروم 28)
“ Dia membuat perumpamaan untuk kamu dari dirimu sendiri. Apakah ada diantara hamba-sahaya yang dimiliki oleh tangan kananmu, sekutu bagimu dalam (memiliki) rezeki yang telah Kami berikan kepadamu; maka kamu sama dengan mereka dalam (hak mempergunakan) rezeki itu, kamu takut kepada mereka sebagaimana kamu takut kepada dirimu sendiri?  Demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat bagi kaum yang berakal”(S 30 Ar-Rum 28).
@Pertanyaannya: Bagaimana sinkronisasinya dengan  Cinta-Kasih yang tersimpan di dalam Al-Quran S9a71 ayat pokok risalah diatas? Istilah Auliya` atau Al-Waliyyu” artinya dekat, untuk ini  kita fokuskan saja dekat dihati,  berdasarkan cinta kepada Allah ini sangat terikat oleh ayat lain dengan istilah  “Ihsan” di dalam  Al-Quean S2a83, yaitu:
وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ لَا تَعْبُدُونَ إِلَّا اللَّهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَذِي   الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآَتُوا   الزَّكَاةَ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِنْكُمْ وَأَنْتُمْ مُعْرِضُونَ  ( البقرة 83)
    “Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israel (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling”(S3 Al-Baqarah 83).
         Ihsan itu ialah kebajikan yang sangat terpuji  contohnya ialah  watak cinta kasih ibu kepada anaknya.
    Istilah Ihsan  itu perbuatan baik yang asas landasannya ialah pengabdian kepada Allah yang tulus semata-mata hanya karena mengabdi kepada Allah, dengan catatan sbb:
Rasulullah Saw di dalam  hadis Bukhari menjelaskan:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْإِحْسَانُ أَنْ تَعْبُدَ   اللَّهَ كَأَنَّكَ  -تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ(رواه البخاري 48 ومسلم 10)*
    “Dari abu Hurairah bahwa Nabi Saw bersabda: “Al-Ihsan “ ialah anda menyembah (mengabdi ) kepada Allah seolah-olah anda melihat Allah, jika tidak dapat maka (yakinilah) Allah itu melihat anda”(HR Bukhari no. 48  dan Muslim no.10).
Ar-Raghib dalam kitabnya Gharibul Quran (1h118) mencatat bahwa  istilah Ihsan itu asal dari lafal al-Husnu artinya ialah sesuatu yang indah yang menyenangkan orang: 
الْحُسْنُ عِبَارَةٌ عَنْ كُلِ مُبْهِجٍ مَرغُوْ بٌ فِيْهِ
(=Yang baik itu ialah apa yang indah yang  disenangi )
.         Makna istilah Ihsan ini terbagi menjadi 3 faktor penentu, yaitu:
(1) Faktor yang  menyenangkan itu didasarkan logika akal.
(2) Menyenangkan karena mengikuti  hawa nafsu.
(3) Menyenangkan karena perasaan.
          Yang pertama itulah factor yang paling benar!
       Kemudian lafal الحسنة= al-Hasanatu artinya kebajikan ialah  semua  yang membawa kelezatan yang menyenang-kan diri dan orang lain, Al-Hasanatu lawannya ialah As-Sayyiatu artinya ialah jelek, gersang, sempit, gagal, sengsara.
  @ Adapun lafal “Ihsan” itu artinya berbuat kebajikan, maknanya lebih tinggi dari pada memberi kenikmatan (In’am), Istilah Al-Ihsan itu nilainya lebih luhur dari pada berbuat adil (Al-‘Adlu): Adil  itu maknanya ialah berbuat  memberi yang pas menurut ukurannya tidak lebih atau mengambil menurut hakyang semestinya; Tetapi Ihsan  itu lebih besar dari ukuran adil ini, maka adil itu hukumnya wajib sedangkan Ihsan adalah sunat,  mandub, tathawwu’ .
         Sedangkan lafal “Al-Khair” artinya ialah semua yang disenangi manusia seperti akal, adil, keutamaan, bermanfaat. Kamudian  lafal “ash-Shalihu” adalah baik  enak lawan dari istilah “Al-Fasad” =Rusak.
Para ahli pikir: Dari filosuf Epicuros, Jeremy Bentham(1832M), John Stuart Mill(1873M), sampai kepada aliran rasionalis Islam Mu’tazilah bahkan Muhammad ‘Abduh(1905M) menyatakan bahwa yang disebut baik itu ialah sesuatu yang membawa manusia kepada kelezatan dan kebahagiaan, sebaliknya yang disebut buruk itu ialah sesuatu yang membawa akibat yang tidak enak dan menyengsarakan manusia. 
Maka menurut Al-Ghazali  yang baik itu ialah mengikuti ketentuan Allah, apa yang dipandang baik oleh Allah itulah yang baik dan sebaliknya yang  buruk ialah yang dipandang buruk oleh Allah, sebab Allah itu Maha Mengetahui secara mutlak mana sesuatu yang akan membawa kepada kenikmatan  yang hakiki  bahagia untuk seluruh umat mausia secara universal siapa saja, dinamapun  berada dan kapanpun juga  bahkan di dunia sampai akhirat kelak.
Tafsir Ath-Tahrir wat Tanwir (1h365) menafsirkan makna lafal  حُسْنًا (Husnan)ialah bahwa orang yang beriman harus berbaik-hati kepada sesama manusia berdasarkan ‘aqidah Islami, berjiwa social dalam bergaul dengan makhluk Allah.
6) Tafsir At-Tahrir wat Tanwir (1h365) dalam menfasirkan Qx2a83 menyatakan sebagai berikut:
وَجَعَلَ الْإِحْسَانَ لِسَائِرِ النَّاسِ بِالْقَوْلِ لِأَنِّهُ الْقَدَرُ الَّذِيْ يُمْكِنُ مُعَامَلَةَ جَمِيْعِ    النَّاسِ بِهِ
Makna secara mudah ialah:Bahwa  wajib kita berbuat Ihsan atau cinta-kasih, karena diperintahkan Allah dalam Al-Quran s2a83 pokok judul di atas ini berasaskan tekad akidah Islami berbuat kasih mesra kepada semua manusia
………………………………………………………………
BAB    DUA
Antara amal dengan maksiat
      Masalah ke-2: Bagaimana nasib orang Islam di hari kiamat kelak? Jawaban hipotetis: Nasib orang Islam sangat ditentukan oleh timbangan jumlah amal dengan dosa, yang amalnya lebih besar masuk surga, sebaliknya yang dosanya lebih banyak akan masuk neraka, tetapi  mungkin akan mendapat rahmat Allah akhirnya masuk surga..
# Tafsir Ar-Razi dalam tafsirnya(5h208) mencatat hadis dialog Malaikat dengan Allah, maka  malaikat mengatakan: "Barang siapa mempunyai  amal baik walaupun beratnya sebiji atom  maka  Allah akan melipat gandakan dan memasukkan dia ke dalam surga karena fadhilah rahmat Allah, sesuai dengan firman Allah:
- { وَإِن تَكُ حَسَنَةً يضاعفها }=Jika baik Allah melipat-gandakan.
# Pertanyaannya: Bagaimana prosesnya jika kedua wadah alat timbang amal dibanding dengan  makhsiat itu persis sama berat di dalam alat timbang itu?
# Ar-Razi dalam Tafsirnya (th102) mencatat bahwa mereka yang banyak amal tetapi juga banyak dosa sehingga sampai timbangannya sama berat, maka mereka ini disebut “Ashabul A’raf” Allah menyatakan sebagai berikut:
وَبَيْنَهُمَا حِجَابٌ وَعَلَى الْأَعْرَافِ رِجَالٌ يَعْرِفُونَ كُلًّا بِسِيمَاهُمْ وَنَادَوْا  أَصْحَابَ   الْجَنَّةِ أَنْ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ لَمْ يَدْخُلُوهَا وَهُمْ يَطْمَعُونَ () وَإِذَا صُرِفَتْ   أَبْصَارُهُمْ    تِلْقَاءَ أَصْحَابِ النَّارِ قَالُوا رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ  (47((الاعراف  46-47)
    46.Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas; dan di atas A'raaf itu ada orang-orang yang mengenal masing-masing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka. Dan mereka menyeru penduduk surga:" Salaamun 'alaikum". Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera (memasukinya).
    47.Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang lalim itu"(S7 Al-A’raf 46-47).
              Mengenai nasib kaum Ashabul A’raf dalam Al-Quran s7a46-47 di atas ini sebagian ulama menggantungkan nasib mereka kepada Allah seperti do’a Nabi Ibrahim yang termaktub didalam Al-Quran s26a82 sehingga  dapat masuk ke dalam surga, Nabi Ibrahim berdo’a:
والذى أَطْمَعُ أَن يَغْفِرَ لِى خَطِيئَتِى يَوْمَ الدين) الشعراء 82 (
….. dan yang sangat kuinginkan Allah akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat"(s26 Asy-Syu’ara 82).
# Tafsir Ar-Razi (7h102) dalam menganalisa Qs26a82 ini mencatat: Bahwa kaum Al-A’raf tersebut tidak bisa masuk surga dan tidak masuk neraka, tetapi akhirnya dia dapat juga masuk surga berkat fadhilah dan rahmat Allah, dia masuk surga paling akhir sendiri. Itulah pendapat Abu Hudzaifah dan Ibnu Ma’s’ud yang dicatat oleh Ar-Razi.. 
# Tafsir Al-Khazin (4h174) menekankan bahwa manusia dapat masuk surga bukan karena amalnya, tetapi semata-mata karena rahmat Allah, berdasarkan hadis nabi Saw:
 أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَنْ يُدْخِلَ  أَحَدًا عَمَلُهُ الْجَنَّةَ قَالُوا وَلَا أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لَا وَلَا أَنَا إِلَّا أَنْ  يَتَغَمَّدَنِي  اللَّهُ بِفَضْلٍ وَرَحْمَةٍ فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَلَا يَتَمَنَّيَنَّ أَحَدُكُمْ الْمَوْتَ  إِمَّا مُحْسِنًا  فَلَعَلَّهُ أَنْ يَزْدَادَ خَيْرًا وَإِمَّا مُسِيئًا فَلَعَلَّهُ أَنْ يَسْتَعْتِبَ  (رواه   البخاري5241   ومسلم 5037)
     Artinya: "Abu Hurairah berkata: "Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda: "Amal tidak akan memasukkan seseorang ke dalam surga" Mereka (para sahabat) bertanya: "Juga tuan sendiri ya Rasulullah? Beliau bersabda: "Tidak!!! aku juga tidak bisa masuk surga kecuali jika Allah melimpahkan fadhilah dan rahmat-Nya" Oleh karena itu maka bersungguh-sungguhlah kalian dan mendekatkan diri kepada Allah benar-benar  jangan kalian mengangan-angankan mati!!! Mungkin baik untuk memperbanyak kebajikan, tetapi mungkin tidak baik hendaklah seseorang  merelakan"(HR Bukhari 5241 dan Muslim 5037).
# Tafsir Al-Khazin (5h318) dalm menganalisa Al-Quran s39a51-53 mencatat bahwa orang yang berdosa tidak boleh berputus asa, sebab siapa yang bertobat maka azabnya dihapuskan lalu  bergeser menjadi lindungan Maghfirah dan Rahmat Allah,  sebab Allah itu Maha mengampuni semua dosa: Allah berfirman di dalam Al-Quran:
 قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ   يَغْفِرُ    الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ )(الزمر 53)
  “Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.  Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.  Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”(S 39 Az-Zumar 53).
             Mereka akan  masuk surga karena fadhilah dan rahmat Allah, maka dari itu setiap orang wajib bertaubat dan takut azab  serta memohon ampun kepada Allah.
      Pokoknya semua pelaku maksiat atau perbuatan dosa itu tidak boleh berpendapat bahwa tidak ada jalan lain kecuali azab Allah. Padahal Allah menyatakan bahwa barang siapa yang bertaubat maka azab itu akan diangkat artinya  hukuman tidak jadi diterapkan jika seseorang sudah menjadi ahli maghfirah dan rahmat, karena Allah itu suka mengampuni semua dosa hamba:
إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا  =Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.
           Jika seseorang berbuat maksiat sampai meninggal belum bertaubat, maka nasibnya terserah kepada Allah, mungkin sekali Allah memasukkan ke-dalam surga karena fadhilah dan rahmat Allah(Tafsir Al-KhazinJ5h318).
# Tafsir Haqqi (2h470) mencatat bahwa hamba Allah yang amalnya hanya seberat atom maka Allah akan melipat gandakan berkali-kali kemudian Allah memasukkannya ke dalam surga karena fadhilah dan rahmat Allah. Allah memerintahkan kepada malaikat untuk memeriksa amal hamba yang berdosa:
اُنْظُرُوْا فِىْ اَعْمَالِهِ الصَالِحَةِ فَاعْطُوْهُمْ مِنْهَا فَاِنْ بَقِىَ مِثْقَالَ ذَرَةٍ مِنْ  حَسَنَةً    ضَعَّفَهَا اللهُ تَعَالى لِعَبْدِهِ وَاَدْخَلَهُ اْلجَنَةَ بِفَضْلِهِ وَرَحْمَتِهِ
" Lihatlah amal solehnya, berikan haknya, jikalau amal-solehnya  hanya seberat atom, maka Allah Ta’ala melipat gandakan pahala hamba-Nya dan memasukkan dia ke dalam surga karena fadhilah dan tahmat Allah” -
# Tafsir Al-Qaththan (3h394) menunjuk Qs81a29 menyatakan bahwa orang masuk surga itu sebabnya ialah karena fadhilah dan rahmat Allah.Dasarnya ialahAl-Quran:
انَّ هذه تَذْكِرَةٌ فَمَن شَآءَ اتخذ إلى رَبِّهِ سَبِيلاً (المزمل 19)*
     “Sesungguhnya ini adalah suatu peringatan.  Maka barang siapa yang menghendaki niscaya ia menempuh jalan (yang menyampaikannya) kepada Tuhannya”(S 73 Al-Muzammil 19).
وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ (التكوير 29)
     “ Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam”(S 73 At-Takwir 29).
#  Ibnu Khuzaimah dalam Kitabnya At-Tauhid (1h268) mencatat bahwa kelak manusia akan antri masuk surga dengan nomer urut sesuai dengan besar kecilnya amal dibandingkan dosanya, yang paling besar dosanya maka dia akan masuk surga paling belakangan, bukan karena syafaat tetapi karena fadhilah dan rahmat Allah.Dan manusia itu kelak yang keluar dari neraka paling akhir ialah mereka yang tidak mendapat syafaat maka jalannya merangkak, sedangkan mereka  yang mendapat syafaat, fadhilah dan rahmat Allah karena ada bekas sujud didahinya akan keluar dari neraka sebelum mereka yang  terakhir tersebut dia tadi itu masuk surga.
# Kitab 'Aqidah Ahlis Sunnah wal Jama'ah (1h20) dalam menganalisa Al-Quran s99a7-8  dan s23a102-104 serta s6a160 mencatat bahwa mereka yang mendapat syafaat dari nabi, maka  masing-masng umat akan masuk surga sebelum orang yang antri menebus dosanya di neraka di atas dan mereka akan masuk surga  melalui fadhilah dan rahmat Allah setelah lunas tebusan dosanya.
فَمَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ* وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ  فَأُولَئِكَ   الَّذِينَ   خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ فِي جَهَنَّمَ خَالِدُونَ * تَلْفَحُ وُجُوهَهُمُ  النَّارُ وَهُمْ   فِيهَا كَالِحُونَ  (المؤمنون:102 -104).
     102.Barang siapa yang berat timbangan (kebaikan) nya, maka mereka itulah orang-orang yang dapat keberuntungan.
     103. Dan barangsiapa yang ringan timbangannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahanam.
    104.Muka mereka dibakar api neraka, dan mereka di dalam neraka itu dalam keadaan cacat”(S23 Al-Mu`minun 102-104).
 مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلا يُجْزَى إِلَّا   مِثْلَهَا   وَهُمْ لا يُظْلَمُونَ (الأنعام160).
    “ Barang siapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barang siapa yang membawa dosa  perbuatan yang jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikit pun tidak dirugikan”(S 6 Al-An’am 160).
       Kita semua hendaklah beriman kepada adanya syafaat besar dari Rasulullah Saw yang secara spesial karena ijin Allah dapat memberi syafaat  untuk para hamba. Mereka berusaha memohon syafaat kepada Nabi Adam, N.Nuh, N.Ibrahim, N.Musa, N.Isa karena para nabi-nabi ini mengelak mereka  lalu akhirnya  memohon syafaat kepada Nabi Muhammad .
#  Di dalam Kitab 'Aqidah Ahlis Sunnah wal Jama'ah (1h20)  semua itu tercatat karena syafaat  dari Nabi Muhammad Saw atau nabi-nabi, bahkan orang-orang mukmin (biasa-biasa), serta malaikat,  kemudian penghuni neraka tersebut dapat keluar dari neraka lalu masuk ke dalam surga, sebab Allah mengeluarkan hamba dari neraka masuk ke surga ini dasarnya ialah  fadhilah dan rahmat Allah. Al-Quran S9a20-22 menyebutkan bahwa  Tuhan  menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat dan keridhaan-Nya  yaitu surga.
#   Al-Quran dalam surat dan ayat; S.9 At-Taubat 100; 20-22; 88-89 Allah ridha kepada mereka dan merekapun puas kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga.
# Al-Quran: S9a20-22 menyebutkan Tuhan  menggembirakan mereka dengan anugerah rahmat-keridhaan-Nya yaitu suwargo.
#  Al-Quran S4 An-Nisa` 114 menyebutkan bahwa orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah,  berbuat ma`ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia; dan barang siapa yang berbuat demikian karena mencari ridho  Allah, maka kelak Allah akan memberi kepadanya pahala yang besar.
@Amal soleh walau hanya seberat biji sawi akan mendapat pahala@
# Kitab Subulus Salam (7h299) mencatat hadis nabi Saw:
حَدِيثُ جَابِرٍ مَرْفُوعًا { تُوضَعُ الْمَوَازِينُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَتُوزَنُ الْحَسَنَاتُ وَالسَّيِّئَاتُ فَمَنْ ثَقُلَتْ حَسَنَاتُهُ عَلَى سَيِّئَاتِهِ مِثْقَالَ حَبَّةٍ دَخَلَ الْجَنَّةَ ، وَمَنْ ثَقُلَتْ سَيِّئَاتُهُ عَلَى حَسَنَاتِهِ مِثْقَالَ حَبَّةٍ دَخَلَ النَّارَ قِيلَ لَهُ : فَمَنْ اسْتَوَتْ حَسَنَاتُهُ وَسَيِّئَاتُهُ قَالَ أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْأَعْرَافِ } أَخْرَجَهُ خَيْثَمَةُ فِي فَوَائِدِهِ وَعِنْدَ ابْنِ الْمُبَارَكِ فِي الزُّهْدِ عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ نَحْوُهُ مَرْفُوعًا………
Artinya:  “Hadis Marfu’ dari Jabir: “Disiapkan neraca timbang di hari kiamat, lalu amal soleh ditimbang dan perbuatan dosa lalu ditimbang, maka barang siapa yang amal solehnya lebih berat dari maksiatnya walaupun hanya dari satu biji sawi dia masuk surga, siapa yang dosanya lebih berat dari amal solehnya  swalaupun hanya satu biji sawi maka dia masuk neraka. Siapa yang amal solehnya sama berat dengan dosanya maka dia masuk kelompok Al-A’raf”(HR. Haitsamah, Ibnul Mubarak dari Ibnu Mas’ud, hadis ini Marfu’).
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَدْخُلُ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ وَأَهْلُ النَّارِ النَّارَ ثُمَّ يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى أَخْرِجُوا مِنْ النَّارِ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ مِنْ إِيمَانٍ فَيُخْرَجُونَ مِنْهَا قَدْ اسْوَدُّوا فَيُلْقَوْنَ فِي نَهَرِ الْحَيَا أَوْ الْحَيَاةِ شَكَّ مَالِكٌ فَيَنْبُتُونَ كَمَا تَنْبُتُ الْحِبَّةُ فِي جَانِبِ السَّيْلِ أَلَمْ تَرَ أَنَّهَا تَخْرُجُ صَفْرَاءَ مُلْتَوِيَةً (رواه البخاري 21 ومسلم 270)
@ “Dari Abu Sa’id al-Khudriyyi r.a. dari Nabi Sa beliau bersabda: “Siapa yang memang berhak masuk surge maka dia masuk surga , siapa yang harus ke neraka ya masuk keneraka. Kemudian Allah Ta’ala berfirman: “Keluarkanlah siapa yang dalam ahatinya terdapat IMAN (walaupun) hanya seberat satu biji sawi” Maka keluarlah mereka  dari neraka tetapi sudah menjadi hitam gosong. Lalu mereka dicelup dimandikan di sungai “hayat”, sehingga tumbuh seperti tumbuhnya suatu biji diujung aliran air itu” Tiba-tiba anda melihat dia keluar menjadi kuning terlipat”(HR Muslim no.270).
……………………………………………………………………
BAB   TIGA
Syafaat dan do’a kita
(Unutuk penghuni neraka Jahanam)
Masalah ke-3: Apakah syafaat itu hanya dari nabi-nabi ataukah bisa dari selain nabi? Jawaban hipotetis: Tercatat oleh beberapa ulama hadis bahwa siapa  orang yang di dalam surga dapat menarik kekasihnya untuk dimasukkan ke dalam surga.
@ Pada hari kiamat kelak orang beriman yang sudah masuk surga mendambakan orang yang  sangat dicintainya, isteri-suami, anak, bapak-ibu, kakek-nenek,  family-kelarga, sanak saudara, para sahabat karib, teman sejawat, semuanya didambakan dapat masuk surga bersama-sama; Tetapi ternyata olehnya mereka tidak terlihat. Kemudian orang yang beriman ini  mengadu kepada Allah, mengapa kekasih yang sangat dicintainya,  semua yang dirasakan sebagai orang yang paling didambakan sewaktu  di dunia dahulu, yang sama-sama beribadah, sama-sama  senasib sepenanggungan dalam suka duka hidup di dunia, ternyata dia yang didambakan itu masuk ke-dalam neraka, maka dia memohon kepada Allah agar supaya  mereka itu dientas dan dieselamatkan  dari api neraka dan dapat masuk surga bersama orang yang beriman lainnya.
      Maka Allah menanggapi dan mengabulkan do’a permohonan orang yang beriman tadi lalu Allah memerintahkan hamba yang beriman ini untuk mencari siapa saja yang didambakan itu masuk surga bersama-sama dahulu itu. Setelah dicari terus menerus lalu diketemukan di dalam neraka; maka Allah memberikan rahmat fadhilah-Nya  lalu memasukkan kekasih, sanak-keluarga,  teman, sahabat, yang ada di neraka tersebut untuk diangkat dikeluarkan dari neraka kemudian  naik masuk ke surga.
        Kisah ini dicatat oleh Imam Ahmad dalam Kitab Musnad- nya hadis  no.10659 dan juga  Bukhari Muslim-pun, juga menyebutkan serta ulama yang lain, meriwayatkan hadis yang sangat panjang, singkatnya adalah sebagai berikut:
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ …..فَإِذَا فَرَغَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ الْقَضَاءِ بَيْنَ الْعِبَادِ يَفْقِدُ الْمُؤْمِنُونَ رِجَالًا   كَانُوا مَعَهُمْ فِي الدُّنْيَا يُصَلُّونَ بِصَلَاتِهِمْ وَيُزَكُّونَ بِزَكَاتِهِمْ   وَيَصُومُونَ صِيَامَهُمْ وَيَحُجُّونَ حَجَّهُمْ وَيَغْزُونَ غَزْوَهُمْ فَيَقُولُونَ أَيْ   رَبَّنَا عِبَادٌ مِنْ عِبَادِكَ كَانُوا مَعَنَا فِي الدُّنْيَا يُصَلُّونَ صَلَاتَنَا وَيُزَكُّونَ  زَكَاتَنَا وَيَصُومُونَ صِيَامَنَا وَيَحُجُّونَ حَجَّنَا وَيَغْزُونَ غَزْوَنَا لَا نَرَاهُمْ  فَيَقُولُ اذْهَبُوا إِلَى النَّارِ فَمَنْ وَجَدْتُمْ فِيهَا مِنْهُمْ فَأَخْرِجُوهُ قَالَ  فَيَجِدُونَهُمْ قَدْ أَخَذَتْهُمْ النَّارُ عَلَى قَدْرِ أَعْمَالِهِ)رواه احمد  10659(
  “Dari Abu Sa’id r.a. bahwa Rasulullah Saw bersabda:………..
  Sesudah Allah menetapkan keputusan atas manusia, maka di sana orang-orang beriman kehilangan orang-orang (kekasihnya) yang dahulu sama-sama menunaikan zakat, berpuasa, naik haji, jihad bersama-sama dahulu; orang beriman tersebut  mengadu kepada Allah”
  Bagaimana  nasib orang-orang dekat kami yang bersama-sama shalat, zakat, puasa, haji, berhjihad, di mana sekarang ya Allah sekarang kami tidak melihat mereka? Allah menjawab: “Carilah mereka di dalam neraka,  jika kalian menemukan mereka maka keluarkanlah mereka!!!” Ternyata  di sana mereka sudah gosong terbakar seimbang dengan dosa mereka……(HR Ahmad no.10659) Kitab Mushannaf Ibnu Abi Syaibah (8h103) mencatat yang sama.
        Hadis Riwayat Ahmad no.10659 tersebut mengisahkan bahwa kekasih yangdicintainya dan teman sahabat,  yang dicari itu ketemu di dalam neraka dalam keadaan gosong terbakar oleh panasnya api neraka dalam kondisi yang sangat mengenaskan,  bermacam-macam ada yang gosong sekujur badan ada yang sebagian saja. Maka penghuni  neraka ini lalu dimandikan di sungai “Hayat” Sesudah dimandikan mereka yang dimohon oleh orang yang beriman tadi  berubah menjadi orang yang bagus, cakep dan cantik lalu dimasukkan ke dalam surga(HR Ahmad no. 10659).
      Shahih Bukhari  hadis no.21 mencatat riwayat ysng  senada menjelaskan bahwa penduduk neraka yang dapat diangkat dari neraka syaratnya ialah memiliki iman walaupun hanya seberat 
satu biji sawi (قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ مِنْ إِيمَانٍ )
21 عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِي اللَّهم عَنْهم عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَدْخُلُ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ وَأَهْلُ النَّارِ النَّارَ ثُمَّ يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى أَخْرِجُوا مِنَ النَّارِ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ مِنْ إِيمَانٍ فَيُخْرَجُونَ مِنْهَا قَدِ اسْوَدُّوا فَيُلْقَوْنَ فِي نَهَرِ الْحَيَا أَوِ الْحَيَاةِ شَكَّ مَالِكٌ فَيَنْبُتُونَ كَمَا تَنْبُتُ الْحِبَّةُ فِي جَانِبِ السَّيْلِ أَلَمْ تَرَ أَنَّهَا تَخْرُجُ صَفْرَاءَ مُلْتَوِيَةً قَالَ وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا عَمْرٌو الْحَيَاةِ وَقَالَ خَرْدَلٍ مِنْ خَيْرٍ (رواه البخاري 21  ومسلم267)*
”Dari Abu Sa’id al-Khudzriyyi r.a.dari Rasulullah Saw  beliau bersabda: “Sesuai dengan haknya orang yang ahli surga  maka mereka masuk surga, siapa yang memang harusnya masuk  neraka maka mereka masuk neraka.
         Allah Ta’ala lalu berfirman:
  “Keluarkanlah siapa yang di dalam dirinya terdapat IMAN walaupun seberat  satu biji  sawi keluarkanlah mereka dari neraka”;
  Kemudian mereka ini keluar dari neraka dalam keadaan gosong hitam.Maka mereka ini  dicelup kedalam air sungai  Hayat. Sehingga tumbuh seperti tumbuhnya biji-bijian  diujung aliran air itu. Tiba-tiba tidak diduga dia menjadi kuning berkerut”(HR Bukhari no.21)
      Disamping itu  Allah memerintahkan kepada malaikat untuk mengangkat manusia yang di dunia dahulu mengucapkan ikrar لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ  tetapi karena dosa maksiatnya maka dia harus menebus dosa itu masuk kedalam neraka  sampai kondisinya gosong terbakar,
 Allah memerintahkan malaikat disuruh supaya orang yang pernah mengucapkan ikrar “Kalimah Thayyibah” tersebut  dikeluarkan dari neraka  lalu dinaikkan masuk ke-surga, sebelumnya  lebih dahulu meeeka dimandikan dengan air “Hayat” yang dapat kita bayangkan orang tersebut lalu  berubah menjadi bagus dan cantik sekali.
        Hadis Shahih Muslim no.267 mencatat bahwa kelak di hari kiamat  manusia akan mengikuti siapa yang disembah di dunia apakah matahari, berhala, manusia  atau yang lain.
  Allah berfirman dalam Al-Quran:
إِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ حَصَبُ جَهَنَّمَ أَنْتُمْ لَهَا وَارِدُونَ  (الانبياء 98)
 21:98. Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah, adalah umpan (kayu bakar)  eraka  Jahanam, kamu pasti masuk ke dalamnya”( S 21 Al-Anbiya` 98).
          Hadis Riwayat  Muslim no269 juga mencatat bahwa orang-orang beriman yang  disuruh mencari kekasihnya atau sahabat karibnya itu untuk diselamatkan dari neraka itu disuruh Allah sampai  tiga kali sehingga  dapat menyelamatkan beberapa kelompok rombongan:
فَأَخْرِجُوهُ فَيُخْرِجُونَ خَلْقًا كَثِيرًا =
Keluarkanlah!Maka rombongan yang banyak dapat keluar.
   Hadis Muslim ini-pun menunjuk pula kepada Al-Quran:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ وَإِنْ تَكُ حَسَنَةً يُضَاعِفْهَا وَيُؤْتِ مِنْ لَدُنْهُ اجْرًا عَظِيمًا(النساء                          (4
“Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar dzarrah, (atom) niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar”(S4 An-Nisa` 40).  
Selanjutnya Allah berfirman:
فَيَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ شَفَعَتِ الْمَلَائِكَةُ وَشَفَعَ النَّبِيُّونَ وَشَفَعَ الْمُؤْمِنُونَ وَلَمْ يَبْقَ إِلَّا أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ فَيَقْبِضُ قَبْضَةً مِنَ النَّارِ فَيُخْرِجُ مِنْهَا قَوْمًا لَمْ يَعْمَلُوا خَيْرًا قَطُّ(رواه مسلم269)
         Kemudian Allah berfirman ”Semua sudah mendapat syafaat dari malaikat dari para nabi dan dari orang  mu`min, lalu diambil satu pengambilan dari api, maka  keluarlah satu kelompok yang mereka ini  tidak mempunyai amal soleh sama sekali”(HR Muslim no.269).
           Hadis HR Muslim no.269 ini menyebutkan bahwa orang Mukmin itu dapat memberi syafaat (memohon kepada Allah) agar supaya Allah mengeluarkan orang yang disayang itu dari  neraka untuk dinaikkan ke surga.
@Hadis Riwayat  Bukhari no.6081 mencatat bahwa penduduk surga menamakan mereka yang baru masuk surga belakangan ini dijuluki  dengan nama kaum”Jahanamiyun”
  Rasulullah Saw bersabda:
عَنِ عِمْرَانُ بْنُ حُصَيْنٍ رَضِي اللَّهم عَنْهممَا عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَخْرُجُ قَوْمٌ مِنَ النَّارِ بِشَفَاعَةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ يُسَمَّوْنَ الْجَهَنَّمِيِّينَ (رواه البخاري 6081 والترمذي 2525 و احمد 4306)*
“Dari ‘Amraى ibnil  Hashin dari Nabi Saw beliau bersabda:’ Kelak akan keluar satu kaum neraka karean syafaat-Muhammad Saw, kemudian mereka masuk ke surga mereka  dinamakan Jahanamiyun’(HR Bukhari no.6081, Tirmidzi no. 2525 dan Ibnu Majah no.4306).
ALUMNI NERAKA JAHANAM
(Lulusan Neraka Jahanam)
        Kita orang yang beriman (Mu `min) telah mendapat kehormatan rahmat dari Allah dapat memberهi syafaat kepada siapa yang kita cintai. Tetapi syarat orang beriman yang dapat memberi syafaat mengangkat penghuni neraka (Jahanmiyyun) untuk ditarik ke dalam surga dengan rahmat Allah  sebagaimana disebut-sebut dalam HR Muslim no.269 itu .ialah bahwa dia sudah masuk surga dan berada di dalam surga.
Jika kita termasuk penghuni neraka, maka kitapun juga akan memohon syafaat dari orang-orang yang beriman yang sudah masuk surge (memohon dengan merengek-rengek) dan menunggu sampai acda penghuni surge yang member syafaat memohon kepada Allah untuk dientaskan dari Neraka jahanam (kaum Jahanamiyyun) keluar dari neraka lalu naik ke surge.
        Maka dari  itu kita harus berusaha keras sampai  amal soleh kita lebih berat timbangannya dari pada maksiat dan dosa kita. Taqabbala Allahu minna waminkum.
       Seperti halnya seseorang dapat  menjadi BADAL haji famili atau keluarganya itu ialah  jika dia sudah pernah naik haji, jika belum haji tidak bisa menjadi badah haji!!!
@        Pertanyaannya: Bagaimana ikhtiar kita agar dapat  masuk surga itu? Jawaban hipotetis: Anugerah  untuk masuk surga itu karena rahmat Allah dan kunci surga ialah menghamba kepada Allah dengan  beramal soleh- penuh iman  kepada Allah. Hadis Nabi Saw.
 عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِي اللَّهم عَنْهم قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اللَّهُ أَعْدَدْتُ لِعِبَادِي الصَّالِحِينَ مَا لَا عَيْنٌ رَأَتْ وَلَا أُذُنٌ سَمِعَتْ وَلَا خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ فَاقْرَءُوا إِنْ شِئْتُمْ ( فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ )) رواه البخاري 3005 ومسلم 5050)*
“Dari Abu Hurairahr.a. bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Allah berfirman: “Aku menyiapka surge untuk hamba-Ku yang alim soleh surga yang indahnya belum pernah terlihat oleh mata, belum pernah terdengar oleh telinga, belum pernah terlintas dalam benak hati manusia” Rasul Saw bersabda: “Bacalah Al-Quran S 32 As-Sajdah 17 jika anda suka:
( فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ ( السجدة 17)
“Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan”(S32 As-Sajdah 17)(HR Bukhari no.3005 dan Muslim no. 50560).

A. Kunci surga  menurut  Al-Quran
    @ Iman dan amal soleh
           Adapun kunci masuk surga menurut Al-Quran ialah Iman dan Amal soleh, di dalam Al-Quran dapat kita perhatikan tidak kurang dari 64 tempat atau ayat yang menyinggung kunci atau karcis  masuk surga ini  ialah iman dan amal soleh (S.85 Al-Buruj 11 atau S 98 Al-Bayyinah 7-8 (S.85 Al-Buruj 11) (S.98 Al-Bayyinah 7-8) dan seterusnya itulah kunci masuk surga, yaitu: 
1. Al-Quran S 25 Al-Furqan 63-76: menyebut 15 amalan kunci surga, yaitu :
     (1) Berjalan dengan rendah hati. (2) Berkata  yang baik. (3) Rajin shalat malam. (4) Berdo'a dijauhkan dari azab neraka. (5) Tidak musyrik. (6) Tidak membunuh tanpa alasan. (8) Tidak berzina. (9 Hidup tidak  berlebih-lebihan dan tidak  kikir. (10)Tidak bersumpah palsu. (11) Suka bertaubat. (12) Suka beramal soleh. (13) Bersikap sopan penuh hormat kepada sesama. (14) Menjunjung tinggi Al-Quran. (15) Mendambakan anak cucu yang alim soleh.
2. Al-Quran S.33 Al-Ahzab 35: menyebut 10  amalan kunci surga, yaitu:
     (1) Muslim.(2) Mu'min.(3) Tunduk taat kepada Allah dan Rasul. (4). Jujur-benar. (5) Militan dalam perjuangan Islam. (6) Khusyu' beribadah. (7) Dermawan. (8) Suka berpuasa. (9) Menjaga kehormatan diri. (10) Rajin dzikir.
3. Al-Quran S.13 Ar-Ra'du 20-24: menyebut 9 amalan kunci surge, yaitu:
     (1) Menepati janji. (2) Tidak merusak kesepakatan. (3) Mentaati perintah Allah. (4) Takut berbuat salah. (5) Takut azab Allah. (6) Militan atau sabar. (7) Menegakkan shalat. (8) Suka sedekah dalam kesepian dan di  keramaian. (9) Memerangi kejahatan.
4. Al-Quran S.23 Al-Mu'minun 1-11,  menyebut 7 amalan kunci surga yaitu:
    (1) Khuyu' beribadah. (2) Menjaga kehormatan. (3) Membayar zakat. (4) Tidak berzina. (5) Menjaga amanat. (6) Menepati janji. (7) Menjaga shalatnya.
5. Al-Quran S.3 Ali 'Imran 191-195 menyebut 5 amalan kunci surga yaitu:
    (1)  Beramal soleh. (2) Siap hijrah dari lembah maksiat ke-nuansa ketakwaan. (3) Berani menderita dalam jihad. (4) Suka berdzikir. (5) Suka mendalami Al-Quran.
6. 7. Al-Quran S9a20-22 dan 88-89: menyebut 3 amalan kunci surga yaitu:
    (1) Beriman. (2) Siap hijrah. (3) Berjihad dengan harta dan nyawa.
B. Kunci surga  dalam hadis Nabi Saw
1) Wudhu` yang bagus dan berdo'a ; Tercantum dalam hadis:Turmudzi no.50 dan Nasa`i no.148), Muslim no.345(Durrul Mantsur (2h26).
2) Membaca La ilaha illa Allah masuk surga: Qs15a92, Zaid bin Arqam-Al-Qurthubi J1h3066); s39a73: S39 Az-Zumar 73 ;HR Ahmad no.22755. لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُTidak ada apa-apa kecuali Allah.
 َعنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا   يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ (وراه مسلم   131 والترمذي 1921 )
     "Dari 'Abdullah bin Mas'ud bahwa Nabi Saw bersabda: "Tidak bisa masuk surga orang yang  di dalam hatinya terdapat rasa sombong walaupun hanya sebesar satu biji sawi"(HR Muslim no.131 dan Turmudzi no.1921).
 3) Shalat malam tercatat dalam hadis Turmudzi no.4 dan Ahmad  no. 14135 serta Al-Quran s.32 As-Sajdah 17.
4) Alim soleh berdasarkan hadis Bukhari no.3274  dan  Al-Quran S.32 As-Sajdah 17
5) Membaca  induknya   Istighfar, tercatat dalam Bukhari no.4831; Turmudi no.3315
6) Dzikir dengan Al-Asmaul Husna tercatat dalam Bukhari no 2531, Muslim no.4835.
7) Mengasuh  dua orang anak  berdasarkan hadis Muslim no.4765, Abu Dawud no.448;
 8) Siapa yang nilai rapotnya paling baik masuk surga tanpa test ditunjuk oleh Al-quran s35a27, Hadis Ahmad no.22 ; Bukhari 2578, Muslim 3501, Ahmad no.16413)-
@ Kunci surga  dalam Kitab Taurat
Al-Faryabi, Ibnu Abi Syaibah, Ibnu Jarir, Ibnul Mundzir, Ibnu Abi Hatim, Ath-Thabrani, Al-Hakim merwayatkan hadis  dari Ibnu Mas’ud ada suatu catatan dalam Taurat bahwa Allah menyediakan surga untuk para  hamba yang  suka shalat malam dipersilahkan menikmati surga yang lezat dan nikmatnya tidak terbayangkan oleh makluk manusia, para nabi, para malaikat yaitu gambaran sebagaimana  yang termaktub  di dalam Al-Quran s32a17 .
Amal soleh yang terbaik paling afdhol
@Masuk surga tanpa hisab di Hari Kiamat.
     Orang Mu`mn yang nilai amal solehnya paling baik terus menerus maka dia akan masuk surgaa tanpa hisab, tidak melalui jembatan  timbang  tidak perlu ditimbang amalnya, tetapi langsung masuksurga tanpa hisab.
      Ibarat lulusan SLTA  yang dapat meneruskan pendidikannya ke perguruan tinggi ada yang mendapat hadiah masuk ke perguruan tinggi (Negeri) tanpa tes (PMDK?). Maka orang beriman yang nilai amal solehnya sangat terpuji tinggi sekali maka mereka ini masuk surga TANPA HISAB  di hari kiamat. Rasulullah Saw bersabda  dalam hadis;
عَنْ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُعْطِيتُ   سَبْعِينَ أَلْفًا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ وُجُوهُهُمْ كَالْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ وَقُلُوبُهُمْ عَلَى قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ فَاسْتَزَدْتُ رَبِّي عَزَّ وَجَلَّ فَزَادَنِي مَعَ كُلِّ  وَاحِدٍ سَبْعِينَ أَلْفًا) رواه احمد 22)*
“Dari Abu Bakar bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Aku diberi 70 000 orang (umatku) masuk surge tanpa hisab, wajahnya berseri-seri persis rembulan malam purnama hatinya sebagai wajah yang satu. Lalu aku memohon ke[ada Allah ‘Azza wa Jalla, kemudian Allah member aku tambahan setia saturang tmbah 70 000 orang”(HR Ahmad no.22).
@Berdo’a untuk saudara se- agama (Islam)
     Berdasarkan  nash Al-Quran hadis maka kita seharusnya berdo’a dan memohonkan rahmat, maghfirah,syafaat dan kemulyaan untuk orang-orang yang seiman dan sesama muslim, dengan pedoman sebagai berikut:
(1) Do’a Nabi Ibrahim untuk semua orang yang  beriman:
(1)رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ  دُعَاءِ(40)رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ  الْحِسَابُ(ابراهيم 41)
    Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)"(S14 Ibrahim 41).
 (2) Hadis Ahmad no.16413-yang dikutip Ibnu Taimiyah (7h5), menyatakan bahwa Jihad yang paling afdhol ialah mencurahkan kedermawanan artinya membagi kebahagiaan kepada orang sebanyak-banyaknya, benar-benar jangan masuk surga sendirian, sedangkan orang lain masuk neraka semua.
 (3) Para filosuf-moral terutama J.Bentham (1832M) menyatakan bahwa secara logika yang disebut "Baik" itu ialah sesuatu yang memberi kebahagiaan yang terbesar kepada jumlah yang terbesar (The greatest happiness of the greatest number).Dengan kata lain: Ajaklah banyak-banyak  orang masuk ke surga.
(4) Kitab Musnad-Ahmad mencatat hadis Nabi Saw sbb:
 عَنْ أَبِي بَكْرٍالصِّدِّيقِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ   أُعْطِيتُ سَبْعِينَ أَلْفًا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ وُجُوهُهُمْ كَالْقَمَرِ  ليْلَةَ الْبَدْرِ وَقُلُوبُهُمْ عَلَى قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ فَاسْتَزَدْتُ رَبِّي عَزَّ وَجَلَّ   فَزَادَنِي مَعَ كُلِّ وَاحِدٍ سَبْعِينَ أَلْفًا قَالَ أَبُو بَكْرٍ رَضِي اللَّهم  عَنْهم   فَرَأَيْتُ أَنَّ ذَلِكَ آتٍ عَلَى أَهْلِ الْقُرَى وَمُصِيبٌ مِنْ حَافَّاتِ الْبَوَادِي     (رواه احمد 22)*
    “Dari Abu bakar ash-Shiddiq bahwa Rasulullah Saw bersabda:Aku diberi anugerah yaitu 70 000 orang umatku akan masuk surga  tanpa hisab, wajahnya berseri-seri bagaikan bulan di malam purnama , hati mereka satu; Maka aku memohon kepada Tuhanku ‘Azza wa Jalla agar ditambah. Maka Allah menambah setiap satu orang tambah 70 000orang; Abu Bakar r.a. mengatakan: “Aku tahu bahwa tambahan itu sungguh terjadi pada pebduduk kota sebagian ialah orang-orang tepi padang pasir”(HR Ahmad no22).
            Hadis ini menjelaskan bahwa Rasulullah Saw berdo’a mohon agar supaya Allah memberikan anugerah-Nya memberikan sebanyak-banyaknya umat beliau dapat masuk ke surga tanpa hisab di Hari Kimat nanti. Kemudian Allah mengabulkan permohonan  do’a Rasul Saw dikabulkan 70 000 kali 70 000 orang.
        Angka ini kita faham sebagai terlalu besar rahmat Allah itu dan kita faham bahwa angka perlipatan biasa bukan angka eksak yang tidak ada arti lain, tetapi mengandung arti terlalu besar, sebab do’a Rasulullah ini dimaksudkan  untuk umat Muhammad alias seluruh umat manusia yang beragama Islam!!!. Dan kita semua  berdo’a semoga kita termasuk dalam do’a beliau ini.
(5) Orang yang kita benci mohon  dido’akan
      Para penghuni neraka itu benar-benar sangat   mengharapkan belas kasih pendudk  surga, demikian Allah berfirman di dalam Al-Quran:
وَنَادَى أَصْحَابُ النَّارِ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ أَنْ أَفِيضُوا عَلَيْنَا مِنَ الْمَاءِ أَوْ  مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَهُمَا عَلَى الْكَافِرِينَ(الاعراف 50)

7:50. Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga: "Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizekikan Allah kepadamu". Mereka (penghuni surga) menjawab: "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir,"( S 7 Al-A’raf 50),
        Dari    firman Allah dan Hadis Nabi Saw dan semua yang terurai dari bab ke-1 sampai disini,  maka alangkah  indahnya jika seandainya  kita menaruh  belas-kasihan kepada penghuni neraka tersebut. Tetapi disebabkan karena  surga dan neraka itu baru akan kita saksikan kelak di jaman akhir, sesudah kita meninggal; maka oleh karena itulah kita sekarang berdo’a   waktu kita masih hidup, hidup sehat wal’afiat ini menaruh belas kasihan dengan berdo’a memohon maghfirah, rahmat, barokah, syafat, kemuliaan untuk  kekasih kita, suami/isteri, anak/cucu,bapak-ibu,kakek-nenek, keluarga, teman sejawat ,handai-tolan,guru/murid,atasan/bawahan,kyai, santri khususnya orang yang  pernak kita sakiti (zalimi), bahkan  orang yang memusuhi kita (Mereka yang tidak dapat kita jumpai) seluruhnya kita do’akan kita sebut namanya dengan jelas; paling sedikit kita berdo’a memohonkan ampunan-maghfirah Allah, rahmat-barokah, syafaat dan karomah untuk semua mereka yang berbuat maksiat atau berbuat dosa itu, kita do’akan agar kelak di akhirat tidak masuk neraka jahanam  tidak akan merengek-rengek meminta belas kasihan  penduduk surga seperti apa yang difirman Allah dalam Al-Quran s7a50 diatas.
        Bahkan menurut Junjungan kita Nabi Besar Muhammad Saw termaktub  di atas bahwa  beliau meminta kepada kita supaya sayang juga kepada orang yang memusuhi kita, memutus taki silaturahmi, yang kikir kepada kita, yang menyakitkan hati kita, bahkan khususnya orang yang pernah kita sakiti (kitazalimi) harus kita menaruh belas kasihan kepada dia ini paling sedikit dengan do’a!!! Rasulullah Ssaw bersabda:
عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ َ لَقِيتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَابْتَدَأْتُهُ فَأَخَذْتُ بِيَدِهِ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَخْبِرْنِي بِفَوَاضِلِ الْأَعْمَالِ فَقَالَ يَا عُقْبَةُ صِلْ مَنْ قَطَعَكَ وَأَعْطِ مَنْ حَرَمَكَ وَأَعْرِضْ عَمَّنْ ظَلَمَكَ (رواه احمد 16696)

“Dari Uqbah bin Amir dia berkata, “Saya berjumpa dengan Rasulullah  Saw, lalu aku memulai dalam beruluk salam seraya meraih tangannya. Uqbah berkata, “Aku lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, kabarkanlah kepadaku mengenai manakah amal yang paling afdhol?” Beliau kemudian bersabda: “Wahai Uqbah, sambunglah (jalinan silaturahmi) terhadap siapa yang memutus (hubungan dengan) kamu. Berikanlah sesuatu kepada orang yang telah mengharamkan pemberian sesuatu atas kalian, dan berpalinglah diri dari orang yang telah menyakiti  kamu”(HR Ahmad no.- 16696).
(6) Do’a itu dikabulkan Allah
        Do’a pasti dikabulkan Allah, syaratnya ialah tidak  mengandung dosa dan tidak memutus kasih-silaturrahmi; Rasulullah Saw bersabda dalam hadis:
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلَا قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلَّا أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلَاثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا قَالُوا إِذًا نُكْثِرُ قَالَ اللَّهُ أَكْثَرُ (رواه احمد 10709 مسند عبد بن حميد - (ج 3 / ص 58).
     “Dari Abu Sa’id bahwa sungguh Nabi Saw telah bersabda: “Benar-benar semua orang Islam yang berdo’a yang tidak mengandung dosa dan tidak memutus silaturrahim maka pasti Allah mengabulkan do’anya melalui tiga cara:
(1) Disegerakan kabulnya;
(2) Disimpan di Hari Akhir untuk dia;
(3) Diselamatkan dia dari kejelekan yang seimbang”  ; Para sahabat bertanya: :Bagaimana jika kita memohon banyak-banyak? Maka beliau menjawab: ”Allah itu lebih kaya dari (yang dia mohon) itu”(HR Ahmad no.10709, Musnad ‘Abd ibnu Humaid j3h58).
Do’a dan adab
1.Berdo’a itu dimulai dengan puji-pujian kepada Allah
        Do’a itu harus didahului dengan puji-pujian kepada Allah  (Misalnya dengan membaca nama-nama Allah-al-Asmaul Husna atau yang lain) kemudian membaca  shalawat-Nabi Saw ((HR  Tirmidzi no.3399, dishahihkan oleh Ibnu Hibban, Al-Hakim).
2.Berdo’alah yang tulus-ikhlas untuk orang yang meninggal
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا صَلَّيْتُمْ عَلَى الْمَيِّتِ فَأَخْلِصُوا لَهُ الدُّعَاءَ (رواه ابن ماجه 1486 وابوداود 2784) *
“Dari Abu Hurairah dia  berkata: “Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda: “Jika anda sekalian shalat jenazah maka do’akan dengan se-tulus-tulusnya”(HR Abu Dawud no.1486 dan no.2784).
(3)        Do’a untuk seluruh umat
     Alangkah indahnya jika kita berdo’a permohonan  untuk seluruh umat: Yang masih hidup yang sudah mati, yang masih kecil yang sudah besar, laki2, perempuan, yang hadir, yang tidak hadir.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا وَصَغِيرِنَا وَكَبِيرِنَا وَذَكَرِنَا وَأُنْثَانَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا اللَّهُمَّ مَنْ أَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى الْإِيمَانِ وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى الْإِسْلَامِ اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلَا تُضِلَّنَا بَعْدَهُ
“Ya Allah kami mohon ampunan untuk saudara kami yang masih hidup, yang sudah meninggal, yang masih muda,yang pria, yang wanita, yang hadir dan yang ada di tempat lain;
Ya Allah yang masih hidup tetapkanlah dia dalam iman-Islam, yang dekat meninggal mohon matikanlah dia dalam Islam;
Ya Allah mohon janganlah dihalangi pahala dia untuk kami, janganlah Allah sesatkan kami sepeninggal dia”(HR Abu Dawud no.2786 dan Ibnu majah no.1486).
(4)Do’a  untuk keluarga-saudara se-iman
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ ءَامَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ (الحشر10)
"Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang"(QS 59 Al-Hasyr 10).
(5A) Do’a untuk orang yang meninggal
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ
“Ya Allah berikanlah ampun untuk dia (almarhum) berilah dia kasih sayang, maafkanlah dia, hapuskan kesalahannya, berilah tempat yang mulia, longgarkan jalan dia  untuk masuk (ke surga), basuhlah dia (dosanya) dengan salju dan air dingin, bersihkan dia  sebersih-bersihnya kesalahan dia seperti bersihnya baju putih dari kotoran, gantilah dia rumah di dalam surgaa rumah yang lebih baik, keluarga yang lebih baik dari keluarganya dahulu, berilah dia jodoh yang lebih baik dari jodohnya yang dahulu, masukkan dia ke surga dan selamatkan dia dari siksa kubur dan dari azab neraka”(HR Muslim no.1600).
اللَّهُمَّ إِنَّهُ عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ أَمَتِكَ كَانَ يَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُولُكَ وَأَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ
 اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ مُحْسِنًا فَزِدْ فِي إِحْسَانِهِ وَإِنْ كَانَ مُسِيئًا فَتَجَاوَزْ عَنْ سَيِّئَاتِهِ
 اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلَا تَفْتِنَّا بَعْدَهُ *
“Ya Allah sungguh dia itu hamba-Mu, anak dari hamba-Mu, ank dari hamba-Mu yang perempuan, dia sudah bersaksi tidak ada Tuhan kecuali Engkau dan Muhammad itu adalah hamba-Mu dan Rasul-utusan-Mu sedan gkan Engkau lebih mengerti padanya.
Ya Allah jika dia itu baik maka mohon Allah tambahi kebaikannya; Dan jika dia bedrbuat buruk maka mohon diampuni keburukannya itu.
Ya Allah janganlah mengharamkan pahala dia atas kami dan janganlah Allah memmbuat godaan atas kami”(Do’a untuk orang yang  meninggal HR Malik no,479)
(5B) Do’a untu mayit
 اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا وَصَغِيرِنَا وَكَبِيرِنَا وَذَكَرِنَا وَأُنْثَانَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا
اللَّهُمَّ مَنْ أَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى الْإِيمَانِ وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى الْإِسْلَامِ
 اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلَا تُضِلَّنَا بَعْدَهُ  (رواه ابو داود 2786)
“Ya Allah berikanlah ampun kepada kami-kami yang masih hidup, yang sudah meninggal, yang hadir dan yang  tidak hadir disini.
Ya Allah berikan kepada yang Engkau beri hidup penuh iman, mantapkan jiwa Islam kepada  siapa yang Engkau matikan’
Ya Allah hangan haramkan atas kami pahala dia, janganlah kami disesatkan  sepeninggal dia”(HR Dawud no.278.
…………………………………………………
Internet:http://fatwatempurrejo.blogspot.com---Email:tempurrejofatwa@gmail.com
Internet: http://pondokquranhadis.wordpress.com --Email:pondokilmu7@gmail.com
Internet:http://imam-muchlas.blogspot.com--,- -Email:h.imam.muchlas.@gmail.com
Lembaran khusus
(Salinan Do’a di atas)
(1) Do’a Nabi Ibrahim untuk semua orang yang  beriman:
(1)رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ  دُعَاءِ(40)رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ  الْحِسَابُ
(3)        Do’a untuk seluruh umat.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا وَصَغِيرِنَا وَكَبِيرِنَا وَذَكَرِنَا وَأُنْثَانَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا
 اللَّهُمَّ مَنْ أَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى الْإِيمَانِ وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى الْإِسْلَامِ
اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلَا تُضِلَّنَا بَعْدَهُ
(4)Do’a  untuk keluarga-saudara se-iman
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ ءَامَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ (الحشر10)

(5A) Do’a untuk orang yang meninggal
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ
اللَّهُمَّ إِنَّهُ عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ أَمَتِكَ كَانَ يَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُولُكَ وَأَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ
 اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ مُحْسِنًا فَزِدْ فِي إِحْسَانِهِ وَإِنْ كَانَ مُسِيئًا فَتَجَاوَزْ عَنْ سَيِّئَاتِهِ
 اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلَا تَفْتِنَّا بَعْدَهُ *
(5B) Do’a untuk mayit
 اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا وَصَغِيرِنَا وَكَبِيرِنَا وَذَكَرِنَا وَأُنْثَانَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا
اللَّهُمَّ مَنْ أَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى الْإِيمَانِ وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى الْإِسْلَامِ
 اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلَا تُضِلَّنَا بَعْدَهُ  (رواه ابو داود 2786)
“Terjemah do’a di atas
 (1)        Do’a untuk seluruh umat
     Alangkah indahnya jika kita berdo’a permohonan  untuk seluruh umat: Yang masih hidup yang sudah mati, yang masih kecil yang sudah besar, laki2, perempuan, yang hadir, yang tidak hadir.
 “Ya Allah kami mohon ampunan untuk saudara kami yang masih hidup, yang sudah meninggal, yang masih muda,yang pria, yang wanita, yang hadir dan yang ada di tempat lain;
Ya Allah yang masih hidup tetapkanlah dia dalam iman-Islam, yang dekat meninggal mohon matikanlah dia dalam Islam;
Ya Allah mohon janganlah dihalangi pahala dia untuk kami, janganlah Allah sesatkan kami sepeningga dia”(HR Abu Dawud no.2786 dan Ibnu majah no.1486).
(2)Do’a  untuk keluarga-saudara se-iman
"Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang"(QS 59 Al-Hasyr 10).
(3A) Do’a untuk orang yang meninggal
 “Ya Allah berikanlah ampun untuk dia (almarhum) berilah dia kasih sayang, maafkanlah dia, hapuskan kesalahannya, berilah tempat yang mulia, longgarkan jalan dia  untuk masuk (ke surga), basuhlah dia (dosanya) dengan salju dan air dingin, bersihkan dia  sebersih-bersihnya kesalahan dia seperti bersihnya baju putih dari kotoran, gantilah dia rumah di dalam surgaa rumah yang lebih baik, keluarga yang lebih baik dari keluarganya dahulu, berilah dia jodoh yang lebih baik dari jodohnya yang dahulu, masukkan dia ke surga dan selamatkan dia dari siksa kubur dan dari azab neraka”(HR Muslim no.1600).
 “Ya Allah sungguh dia itu hamba-Mu, anak dari hamba-Mu, ank dari hamba-Mu yang perempuan, dia sudah bersaksi tidak ada Tuhan kecuali Engkau dan Muhammad itu adalah hamba-Mu dan Rasul-utusan-Mu sedan gkan Engkau lebih mengerti padanya.
Ya Allah jika dia itu baik maka mohon Allah tambahi kebaikannya; Dan jika dia bedrbuat buruk maka mohon diampuni keburukannya itu.
Ya Allah janganlah mengharamkan pahala dia atas kami dan janganlah Allah memmbuat godaan atas kami”(Do’a untuk orang yang  meninggal HR Malik no,479)
(3B) Do’a untu mayit
“Ya Allah berikanlah ampun kepada kami-kami yang masih hidup, yang sudah meninggal, yang hadir dan yang  tidak hadir disini.
Ya Allah berikan kepada yang Engkau beri hidup penuh iman, mantapkan jiwa Islam kepada  siapa yang Engkau matikan’
Ya Allah hangan haramkan atas kami pahala dia, janganlah kami disesatkan  sepeninggal dia”(HR Dawud no.2786).
…………………………………………………
Internet:http://fatwatempurrejo.blogspot.com---Email:tempurrejofatwa@gmail.com
Internet: http://pondokquranhadis.wordpress.com --Email:pondokilmu7@gmail.com
Internet:http://imam-muchlas.blogspot.com--,- -Email:h.imam.muchlas.@gmail.com






………………………………………………………………………..
26-12-015                                Tafsir Maudhu;ii Kontemporer                                  s22a87

Mental-Baja dalam Jihad
(Masalah Tolikara)
وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ مِلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ وَفِي هَذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَءَاتُوا الزَّكَاةَ وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلَاكُمْ فَنِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ (الحج 78)
22:78. Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Qur'an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong”(S22 Alhajji 78)
Tema dan Sari Tilawah
*Orang yang beriman wajib berjihad untuk membela agamanya
*Jihad itu tidak boleh lemah-semangat  tetapi harus sungguh-sungguh sepenuh daya-kemampuan.
*Islam itu warisan agama dari Nabi Ibrahim, muslim.
*Nabi dan umat nabi menjadi saksi terhadap seluruh manusia.
*Orang Islam wajib shalat, membayar zakat dan berjihad dengan mental-baja sangat  militant.
*Allah itu pengayom orang beriman Pengayom yang paling ideal.
Masalah dan analisa jawaban
*1.Apa makna Jihad yang sebenarnya? Jawaban hipotetis: Jihad itu ialah maksimalisasi  perjuangan yang  sungguh-sungguh untuk mentaati   hukum Allah.
*2.Apa kaitan antara  Jihad fi Sabilillah dengan  Perang-Sabil?  Jawaban hipotetis: Perang-Sabil itu sebagian dari Jihad fi Sabilillah; Beda antara keduanya  bahwa Jihad  itu  ialah puncak semangat semua perjuangan  untuk mematuhi hukum Allah mencakup seluruh lini kehidupan manusia.  Adapun Perang-Sabil itu jihad dalam arti seperti pengertian diatas ini, jika  jihad ini mendapat perlawanan lawan dengan persenjataan perang, sehingga  jihad harus dilakukan dengan persenjataan-perang   sehingga  dapat mengalahkan musuh tersebut.
*3.Bagaimanakah  gerak-perjuangan kita dalam Jihad dijaman yang sekarang ini?  Jawaban hipotetis:  Dengan  berlangsungnya  Perang-Salib  tahun 1292,  yang akhirnya  dimenangkan orang Islam, maka kaum Salib  melanjutkan  Perang Salib dahulu itu  dan diperkeras lagi sesudah  jatuhnya Turki Usmani  tahun 1924M bukan dengan  peralatan perang saja, tetapi  mereka  gerakkan  apa yang dinamakan dengan  Ghazwul-Fikri. Dan  Ghazwul-Fikri itu ialah  Perang Kebudayaan; Perang atau konfrontasi-Kebudayaan dan ini mirip dengan Jihad fi Sabilillah dalam arti yang seluas-luasnya.
Pendalaman dan penelitian
BAB    SATU
Jihad itu Berjuang
         Apa makna Jihad yang sebenrnya? Jawaban hipotetis: Jihad itu ialah maksimalisasi  berjuang  yang  sungguh-sungguh untuk mentaati   hukum Allah, terurai sebagai berikut:
(1) Pengertian  Jihad
# Jihad secara bahasa  artinya ialah  usaha dengan menumpahkan seluruh daya kemampuan dan kekuatan  mengejar obyek tujuan yang dikehendaki..
# Jihad menurut istilah syar’i, ialah mencurahkan segala daya kekuatan dalam berjuang  menjunjung tinggi kalimat Allah mencakup seluruh lini kehidupan, sehingga dalam hal ini dinamakan JIHAD AKBAR.
#  Jihad dalam arti khusus  ialah Perang-Sabil seperti makna jihad  tersebut diatas dengan peralatan senjata perang sebab lawan menentang Islam dengan senjata tempur.
       Para ulama` menyatakan bahwa Jihad secara umum  meliputi kehidupan individual maupun masyarakat luas dalam seluruh lini kehidupan, kemasyarakatan, politik, ekonomi,  adu kekuatan mental, fisik, melawan  musuh yang indrawi sampai yang tidak kelihatan, maka namanya Jihad Akbar.
(2)Jihad  Akbar
           Jihad Akbar disebut dalam Al-Quran dan & hadis di beberapa tempat:
 فَلَا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَجَاهِدْهُمْ بِهِ جِهَادًا كَبِيرًا  )الفرقان 52)
"Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al Qur'an dengan jihad yang besar”(s25 Al-Furqan 52)(Lihat pula QS 9 At-Taubat 73).
lah tempat kembali yang seburuk-buruknya”(S9 At-Taubat 73).
          Jihad dalam ayat ini tidak mencakup perang melawan  orang munafik,  sebab menghadapi kaum munafik itu perlu taktik dan strategi  yang tepat.
“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik”S29 Al-‘Ankabut 69)
            Ibnu Katsir mencatat hadis Ibnu Abi Hatim dari Ibnu ‘Abbas bahwa  Jihad itu pertempuran yang menyeluruh mencakup semua masalah-masalah  dalam hidup.  Dan lebih lanjut  dijelaskan sbb:
          Makna dan maksud lafal jihad ialah “Sangat tekun Lillahi Ta’ala, menekan hawa nafsu  mengatasi hambatan,  melawan setan dan bala tentara setan, orang kafir yang menyerang, sehingga  jihad itu mencakup seluruh lahan kehidupan”.
      Jihad yang sebenarnya ialah jihad dengan tangan, dengan lisan, dengan hati bahkan sampai usaha yang paling sederhana  dapat dimasukkan jihad, jika dikerjakan dengan kesungguhan yang maksimal.
      Jihad  dengan hati ialah suka duka hati memegang teguh iman; Jihad hati, jihad lisan difahamkan dari hadis Nabi Saw:
قَالَ عَبْدُاللَّهِ بْنَ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاسْتَأْذَنَهُ فِي الْجِهَادِ فَقَالَ أَحَيٌّ وَالِدَاكَ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَفِيهِمَا فَجَاهِدْ (رواه البخاري 2728  و  مسلم 4623)
“'Abdullah bin 'Amru r.a.  berkata: "Datanglah seorang laki-laki kepada Nabi Saw lalu dia meminta izin untuk ikut berjihad. Maka Nabi Saw  bertanya: "Apakah kedua orang tuamu masih hidup?" Laki-laki itu menjawab: "Iya". Maka beliau bersabda: "Kepada keduanyalah kamu berjihad (berbakti) "(HR Bukhari no. 2728 dan Muslim no. 4623).
    Beberapa amalan sederhana dapat menjadi jihad, berdasarkan hadis berikut:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ السَّاعِي عَلَى الْأَرْمَلَةِ وَالْمِسْكِينِ كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ الْقَائِمِ اللَّيْلَ الصَّائِمِ النَّهَارَ( رواه البخاري 4934)
“Dari Abu Hurairah ia berkata; Nabi Saw bersabda: "Orang yang memberi kecukupan kepada para janda dan orang-orang miskin atau orang yang berdiri menunaikan shalat malam (Qiyamullail) dan berpuasa siang harinya", maka ia seperti halnya seorang mujahid di jalan Allah (HR Bukhari  no. 4934).    

(3) Perkembangan dan arah tujuan jihad.
     Jihad digerakkan  oleh Nabi Saw mulai awal masa hijriyah, yaitu berwujud  gerakan dakwah yang mengkhususkan pembinaan mental untuk berbuat adil dan penyamaan derajat social-umat selain takwanya, yaitu antara penguasa dengan orang-awam, bangsawan dengan kaum pariya, pakar dengan kaum bersahaja, kyai yang zuhud  dengan santri biasa, antara hamba dengan tuan Rasulullah Saw. bersabda  dalam hadis riwayat Ahmad:
عَنْ أَبِي نَضْرَةَ حَدَّثَنِي مَنْ سَمِعَ خُطْبَةَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي وَسَطِ أَيَّامِ التَّشْرِيقِ فَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَلَا إِنَّ رَبَّكُمْ وَاحِدٌ وَإِنَّ أَبَاكُمْ وَاحِدٌ أَلَا لَا فَضْلَ لِعَرَبِيٍّ عَلَى أَعْجَمِيٍّ وَلَا لِعَجَمِيٍّ عَلَى عَرَبِيٍّ وَلَا لِأَحْمَرَ عَلَى أَسْوَدَ وَلَا أَسْوَدَ عَلَى أَحْمَرَ إِلَّا بِالتَّقْوَى أَبَلَّغْتُ قَالُوا بَلَّغَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ أَيُّ يَوْمٍ هَذَا قَالُوا يَوْمٌ حَرَامٌ ثُمَّ قَالَ أَيُّ شَهْرٍ هَذَا قَالُوا شَهْرٌ حَرَامٌ قَالَ ثُمَّ قَالَ أَيُّ بَلَدٍ هَذَا قَالُوا بَلَدٌ حَرَامٌ قَالَ فَإِنَّ اللَّهَ قَدْ حَرَّمَ بَيْنَكُمْ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ قَالَ وَلَا أَدْرِي قَالَ أَوْ أَعْرَاضَكُمْ أَمْ لَا كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا فِي بَلَدِكُمْ هَذَا أَبَلَّغْتُ قَالُوا بَلَّغَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِيُبَلِّغْ الشَّاهِدُ الْغَائِبَ )رواه احمد 22391)
“Abu Nadhrah telah menceritakan kepada kami orang yang pernah mendengar khutbah Rasulullah Saw  pada  hari tasyriq, beliau bersabda: "Wahai sekalian manusia! Rabb kalian satu, dan ayah kalian satu, ingat!
Tidak ada kelebihan bagi orang Arab atas orang ajam (non Arab) dan
Tidak ada kelebihan bagi orang ‘ajam atas orang Arab,
 Tidak ada kelebihan bagi orang berkulit merah atas orang berkulit hitam,
Tidak ada kelebihan bagi orang berkulit hitam atas orang berkulit merah kecuali dengan ketakwaan.
 Apa aku sudah menyampaikan?" mereka menjawab: Rasulullah Saw telah menyampaikan.
*Rasulullah Saw bersabda: "Hari apa ini?" mereka menjawab: Hari haram.
*Rasulullah Saw bersabda: "Bulan apa ini?" mereka menjawab:
   Bulan haram.
*Rasulullah Saw bersabda: "Tanah apa ini?" mereka menjawab:  Tanah haram.
*Rasulullah Saw bersabda: " Allah mengharamkan darah dan harta kalian diantara kalian (aku (Abu Nadhrah) berkata; Aku tidak tahu apakah beliau menyebut kehormatan atau tidak)- seperti haramnya hari kalian ini, di bulan ini dan di tanah ini." Rasulullah Saw bersabda: "Apa aku sudah menyampaikan?" mereka menjawab: Rasulullah Saw telah menyampaikan. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Hendaklah yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir"(HR Ahmad no.22391).
Allah berfriman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُونُواْ قَوَّامِينَ لِلّهِ شُهَدَاء بِالْقِسْطِ وَلاَ يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلاَّ تَعْدِلُواْ اعْدِلُواْ هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُواْ اللّهَ إِنَّ اللّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ   (المائدة 8)
“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil.  Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan"(S 5 Al-Maidah 8).
          Kita semua harus bersiap-siap menghadapi lawan yang menghambat  agama Allah, baik yang kelihatan maupun yang tidak terlihat, firman Allah:
 وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَاتُظْلَمُونَ(الانفال 60)
”Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)”(S8 Al-Anfal 60).
     Islam tidak menerapkan dakwah dengan mengedepankan masuk Islam-nya obyek sasaran dakwah, tetapi  yang lebih dahulu dilakukan ialah pembinaan mental umat masyarakat supaya menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan, sosialisme, HAM.   Jika musuh melawan dakwah Islam dengan kekerasan dan senjata maka berlakulah firman Allah, pembalasan perang dengan  perang menurut aturan hukum perang dalam Islam:
«وقاتلوا في سبيل الله الذين يقاتلونكم ولا تعتدوا»(البقرة 190)
“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas”(S2 Al-Baqarah 190).
(4) Pedoman untuk  hubungan orang Islam dengan orang kafir
        Asas dasar komunikasi  dalam kontak hubungan orang Islam dengan orang  kafir atau yang mana saja  itu ialah keadilan  dan kebajikan, kecuali jika mereka mendahului perang dan permusuhan. Jika lawan mendahului perang dan permusuhan maka syari’at Islam memerintahhkan jihad dengan perang melawan mereka. Allah berfirman:
 “ Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil.  Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan"(S 5 Al-Maidah 8).  
         Imam Syihabuddin al-Qarafi menjelaskan bahwa yang dimaksud berbuat kebajikan di dalam Qs5a8 ialah kebaikan bukan mencintai mereka sampai batin; Boleh saja orang Islam menaruh kasihan atas kelemahan, kemelaratan, derita kelaparan, pemberian pakaian kepada  mereka  yang tidak berpakaian. Orang Islam dilarang menaruh kasihan kepada mereka  karena takut, karena merasa rendah diri, sebab  ancaman mereka, tetapi  karena hak hak, kebajikan atasan kepada  bawahan selama masih termasuk  Al-Akhlaqul Karimah.
(5) Tujuan dan arah jihad
        Tujuan dan arah jihad ialah agar umat manusia itu  tunduk taat kepada Hukum Allah. Allah berfirman di dalamAl-Quran:
فَلْيُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يَشْرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا بِالآخِرَةِ وَمَنْ يُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيُقْتَلْ أَوْ يَغْلِبْ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا ()وَمَا لَكُمْ لا تُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْ هَذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَا وَاجْعَل لَنَا مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا وَاجْعَل لَنَا مِنْ لَدُنْكَ نَصِيرًا ()الَّذِينَ آمَنُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ الطَّاغُوتِ فَقَاتِلُوا أَوْلِيَاءَ الشَّيْطَانِ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا         ( النساء٧٤- ٧٦)
74.Karena itu hendaklah orang-orang yang melepas kehidupan (kesenangan) dunia dengan memilih (pahala) akhirat. Barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan Maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar.
75.Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: “Ya Tuhan Kami, keluarkanlah Kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah Kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah Kami penolong dari sisi Engkau!”.
76.Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut (kemusyrikan), sebab itu perangilah pemuja-pemuja syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah” (S4 An-Nisa` 74-76).
    “Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar”(S49 Al-Hujurat 15).
BAB    DUA
Jihad fi Sabilillah dan Perang Sabil
          Apa kaitan antara  Jihad fi Sabilillah dengan  Perang-Sabil?  Jawaban hipotetis: Perang-Sabil itu sebagian dari Jihad fi Sabilillah; Beda antara keduanya yaitu bahwa Jihad  itu  puncak semangat semua perjuangan  untuk mentaati hukum Allah mencakup seluruh lahan kehidupan manusia.  Adapun Perang-Sabil itu jihad dalam arti seperti pengertian ini, jika  jihad tadi  ini mendapat perlawanan dengan persenjataan perang, maka  jihad harus dilakukan dengan perang lengkap dengan peralatan -perang  juga sehingga  dapat mengalahkan musuh tersebut. Lebih lanjut adalah sbb:
(1) Makna Sabilillah
                Istilah jihad itu didalam Al-Quran selalu digandeng dengan lafal Sabilillah, sehingga maknanya secara awam sama dengan Perang Sabil. sedangkan Jihad fi Sabilillah artinya berjuang sekuat-kuatnya menjunjung tinggi agama Allah.  Dalam bahasa Indonesia  lebih terkenal dengan  Perang Sabil yang asalnya dari bahasa Arab “Al-Qitalu fi Sabilillah”. Untuk “Sabiliallah” ini perlu kita perhatikan beberapa pendapat tentang maknanya.
          Adapun arti “Sabilillah”  ialah jalan Allah menurut apa  yang digariskan oleh Rasul Saw  berjuang     لِتَكُوْنَ كَلِمَةُ اللهِ هِيَ الْعُلْيَا
(Artinya:Menjnunjung tinggi kalimat Allah yang Maha Mulia) dengan menyebarkan kebenaran dan keadilan, melawan kezaliman dan musuh Allah, senada dengan makna  dalam Shahih Bukhari berikut ini:
عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ الرَّجُلُ يُقَاتِلُ لِلْمَغْنَمِ وَالرَّجُلُ يُقَاتِلُ لِلذِّكْرِ وَالرَّجُلُ يُقَاتِلُ لِيُرَى مَكَانُهُ فَمَنْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ مَنْ قَاتَلَ لِتَكُونَ كَلِمَةُ اللَّهِ هِيَ الْعُلْيَا فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ)رواه البخاري 2599)
"Dari Abu Musa radliallahu ‘anhu berkata; Datang seorang laki-laki kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lalu berkata: “Seseorang berperang untuk mendapatkan ghanimah, seseorang yang lain agar menjadi terkenal dan seseorang yang lain lagi untuk dilihat kedudukannya, manakah yang disebut fii sabilillah?” Maka Beliau bersabda: “Siapa yang berperang untuk menjunjung tinggi agama Allah dialah yang disebut fii sabilillah”(HR  Bukhari no.2599).
# Al-Syaikh Mahmud Syaltut berpendapat bahwa makna  “Fi sabilillah” itu ialah semua  kepentingan umum yang tidak dinisbatkan kepada siapa-siapa kecuali dinisbatkan hanya untuk agama  Allah dan untuk kepentingan umat Islam mencakup sarana-prasarana untuk mempertahankan kehormatan Islam sampai apa saja yang diperlukan untuk dakwah Islam. Dengan makna ini maka dana untuk itu semua dapat diambilkan dari bagian zakat atas nama bagian “Fi sabilillah” misalnya seperti pembangunan masjid dan yang sejenis.
(2) Aturan Perundang-undangan  Perang
        Aturan perundang-undangan Perang dalam Islam jika terjadi perang terbuka, adalah sebagai berikut:
i.Yang diperangi hanya mereka yang mendahului perang
    Pasukan Islam hanya dibolehkan membunuh, mengusir dan memerangi orang kafir yang telah mendahului perang, orang Islam dilarang melampaui batas "  (QS2 Al-Baqarah 190, S60 Al-Mumtahanah 8-9).
وَقَاتِلُواْ فِي سَبِيلِ اللّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلاَ تَعْتَدُواْ إِنَّ اللّهَ لاَ يُحِبِّ الْمُعْتَدِينَ     (البقرة 190)
    “Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas”(S2 Al-Baqarah 190).
        Ibnu ‘Abbas , ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz dan Mujahid menyatakan bahwa  Qs2a190 di atas ini bersifat muhkam artinya  berlaku tetap.
       Sedangkan Syaikh Muhammad Mutawalli Asy-Sya’rawi di dalam kitab tafsirnya mencatat bahwa nash ini mewajibkan jihad itu dengan niat Lillahi Ta’ala bukan mencari kekuasaan, berbuat kekejaman, mencari tanah jajahan, obyek komersial yang keluar dari cakupan Sabilillah membela Agama Allah.
           Muhammad Rasyid Ridha dalam Al-Manar menafsirkan  ayat Qs2a190 diatas ini mencatat sbb:
--Orang  Islam dilarang melakukan perbuatan di luar batas Sabilillah maka orang Islam dilarang membunuh (1)orang jompo, (2)anak-anak (3) para wanita (4) orang sakit;
_Orang Islam dilarang (1)membuat kerusakan (2)menebang pohon, (3)melakukan pembakaran dan sejenisnya.
    Barang siapa melakukan pelanggaran ini (Membunuh  sembarang orang) sama dengan menolak peraturan Islam sama dengan musuh Islam!!! (Teroris? ISIS bagaimana???)
ii.Dilarang membunh  wanita, anak-anak dan sesamanya
     Dalam perang maka orang Islam dilarang membunuh wanita dan anak-anak, sebab perbuatan ini sudah melanggar batas, padahal Allah melarang berbuat perbuatan yang melanggar batas.
أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْه   أَخْبَرَهُأَنَّ امْرَأَةً وُجِدَتْ فِي بَعْضِ مَغَازِي النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ    مَقْتُولَةً فَأَنْكَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَتْلَ النِّسَاءِ   وَالصِّبْيَانِ  (رواه البخاري3279  ومسلم -2791)
     “Bahwa 'Abdullah bin ‘Umar r.a. mengabarkan kepadanya bahwa ada seorang wanita yang ditemukan (dalam keadaan terbunuh) di sebagian peperangan Nabi Saw, maka Rasulullah Saw mengingkari pembunuhan terhadap wanita dan anak-anak”(HR Bukhari no.2791, Muslim no.3279 dan Ahmad no.2202(.
iii.  Dilarang orang Islam berbuat khianat
     Dilarang orang Islam berbuat khianat: Hadis nabi Saw:
     “Shafwan berkata, “Rasulullah Saw pernah mengutus kami dalam ekspedisi, beliau bersabda: “Berjalanlah kalian dengan menyebut nama Allah untuk memerangi musuh-musuh Allah. Janganlah kalian berkhianat dan jangan pula membunuh anak-anak. Bagi seorang musafir maka ia boleh mengusap sepatunya selama tiga hari tiga malam jika saat ia memakai sepatu kakinya dalam keadaan suci. Dan bagi oranq yang mukim adalah sehari semalam”HR Ahmad no. – 17400).
iv. Haram perang dalam Bulan Haram
      Haram  perang didalam bulan haram, kecuali membalas serangan  musuh yang mendahuluinya. Bulan-bulan haram ialah Rajab, Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram. Allah berfirman sebagai berikut, firman Allah:
     “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa”(S9 At-Taubat 36).
v. Haram perang di negeri Haram Makkah
       Pasukan Islam dilarang berperang di Masjidil Haram, kecuali membalas serangan musuh yang  telah memerangi lebih dahulu ditempat tersebut” (HR Ahmad no.22391).
 “Abu Nadhrah telah menceritakan kepada kami orang yang pernah mendengar khutbah Rasulullah Saw  pada  hari tasyriq, beliau bersabda: "Wahai sekalian manusia! Rabb kalian satu, dan ayah kalian satu, ingat!
-Tidak ada kelebihan bagi orang Arab atas orang ajam (non Arab) dan
-Tidak ada kelebihan bagi orang ‘ajam atas orang Arab,
-Tidak ada kelebihan bagi orang berkulit merah atas orang berkulit hitam,
-Tidak ada kelebihan bagi orang berkulit hitam atas orang berkulit merah kecuali dengan ketakwaan.
- Apa aku sudah menyampaikan?" mereka menjawab: Rasulullah Saw telah menyampaikan.
*  Rasulullah Saw bersabda: "Hari apa ini?" mereka menjawab: Hari haram.
*  Rasulullah Saw bersabda: "Bulan apa ini?" mereka menjawab:
    Bulan haram.
 * Rasulullah Saw bersabda: "Tanah apa ini?" mereka menjawab:  Tanah haram.
* Rasulullah Saw bersabda: " Allah mengharamkan darah dan harta kalian diantara kalian aku (Abu Nadhrah) berkata; Aku tidak tahu apakah beliau menyebut kehormatan atau tidak)- seperti haramnya hari kalian ini, di bulan ini dan di tanah ini." Rasulullah Saw bersabda: "Apa aku sudah menyampaikan?" mereka menjawab: Rasulullah Saw telah menyampaikan. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Hendaklah yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir"(HR Ahmad no.22391).
vi. Perang اarus berhenti, jika sudah aman
     Jika pihak musuh sudah berhenti memerangi dan tidak ada lagi kerusuhan maka diwajibkan untuk berhenti berperang”(S2 Al-Baqarah 193).
     “Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang lalim”(S2 Al-Baqarah 193)
vii. Berperang Lillah Ta’ala sesuai hukum  Allah
    Berperang Lillah Ta’ala persis hukum yang diperintahkan (S22 Al-Hajji 39-40).
أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا وَإِنَّ اللَّهَ عَلَى نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ()الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ بِغَيْرِ حَقٍّ إِلَّا أَنْ يَقُولُوا رَبُّنَا اللَّهُ وَلَوْلَا   دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَهُدِّمَتْ صَوَامِعُ وَبِيَعٌ وَصَلَوَاتٌ   وَمَسَاجِدُ يُذْكَرُ فِيهَا اسْمُ اللَّهِ كَثِيرًا وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللّه    لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ (الحج 39-40)
     “Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu.
    (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: "Tuhan kami hanyalah Allah". Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadah orang Yahudi dan mesjid-mesjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah.  Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama) -Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.”(S 22 Al-Hajji 39-40)
@Ar-Razi Fakhruddin mencatat bahwa perang dalam Islam bukan hanya membela agama Islam tetapi mencakup semua tempat ibadah. Tercatat bahwa Rasul Saw mengirim surat  yang senada dengan makna dimaksud.
@‘Umar bin Khaththab  pernahmemberi perlindungan  peribadatan kepada para pendeta Nasrani Al-Quds.
@Selanjutnya system pembayaran Jizyah merupakan tanda bukti adanya perlindungan Islam kepada mereka yang tidak mau masuk agama Islam tetapi dilindungi oleh pemerintah Islam. Demikian yang sudah dilakukan oleh Khalid binWalid, ‘Amru bin‘Ash,‘Abdurrahmanbin‘Auf,Mu’awiyah.
viii. Perlindungan kepada peminta suaka
     Orang Islam wajib melindungi orang-orang musyrik yang meminta perlindungan terhadap Umat Muslim (S9 At-Taubat 6).
ix.  Dilarang  melakukan mutilasi&menyiksa mayat
      Orang Islam haram melakukan mutilasi(menyiksa mayat):
انْ أَنَسٍ قَالَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَحُثُّ فِي خُطْبَتِهِ عَلَى الصَّدَقَةِ وَيَنْهَى عَنْ الْمُثْلَةِ (رواه الترمذي   3979)
“Dari Anas ia berkata adalah Rasulullah Saw menganjurkan di khutbahnya untuk melakukan sedekah dan melarang dari memotong-motng mayat"(HR An-Nasai no.3979, Tirmidzi  no.1542, Abu Dawud no.2293 dan Ahmad no. 19001).
@  Ringkasnya
      Peraturan Perundang-undangan Perang dalam Islam jika   terjadi perang terbuka, adalah sebagai berikut.
1. Yang diperangi hanya mereka yang mendahului perang (S2 Al-Baqarah 190, S60 Al-Mumtahanah 8-9;HR Ahmad no.22391;S2 Al-Baqarah 190, S60 Al-Mumtahanah 8-9.
2. Dilarang membunh  wanita, anak-anak dan sesamanya(HR Bukhari no.2791, Muslim no.3279 dan Ahmad no.2202).
3. Dilarang orang Islam berbuat khianat(HR Ahmad no. – 17400).
4. Haram perang dalam Bulan Haram (S9 At-Taubat 36).
5. Haram perang di negeri Haram Makkah (HR Ahmad  no.22391).
6. Berperang hanya terhadap apa yang diperintahkan oleh   Allah, tidak boleh lebih dari padanya(S22 Al-Hajji 39-40).
7. Perang harus berhenti, jika sudah aman, tidak ada perlawanan (S2 Al-Baqarah 193).
8. Berperang harus Lillah Ta’ala, tidak ada niat lain (S 22 Al-Hajji3940, S9 At-Taubat 6).
9.Dilarang  melakukan mutilasi&menyiksa mayat(HR An-Nasai no.3979, Tirmidzi  no.1542, Abu Dawud no.2293 dan Ahmad:no. 19001).                                                  .
                   (3)Perang Sabil  itu bukan teorrisme
         Dapat diperhatikan dari  pedoman-aturan Perang dalam Islam yang melarang membunuh wanita, anak-anak, orang tua, orang jompo, orang sakit dan yang sama itu”((HR Bukhari no.2791, Muslim no.3279 dan Ahmad no.2202).
   Demikian juga Hukum Qishash dalam Islam menetapkan bahwa orang Islam yang membunuh atau melukai orang tanpa alasan yang benar harus dihukum qishash(Derita yang persis-sama):
1. Qishash pembunuhan ditetapkan bunuh atas orang yang membunuh (menghilangkan nyawa), bahkan qishash terhadap siapa yang melukai (mencukil) mata, memotong hidung, memotong telinga, mencabut gigi dan melukai bagaimanapun juga  wajib diterapkan qishash luka yang sama atas pelaku pidananya (Al-Quran S5 Al-Maidah 45).
2. Barang siapa membunuh seorang mukmin di dalam Negara yang terikat perjanjian persahabatan dengan Islam maka hukumannya memerdekakan seorang budak mukmin dan membayar tebusan (sesuai dengan kehormatan korban), jika tidak terlaksana dapat diganti dengan puasa dua bulan kontinu dan bertobat kepada Allah (QS5 Al-Maidah 92-93).
3. Jika pembunuhan ini karena  tersalah, keliru atau  tidak sengaja maka pembunuh wajib membayar fidyah  seimbang dengan  derajat manusia (terbunuh) dan membayar hiburan kepada keluarga korban.
        Bahkan Islam menetapkan harus berbuat baik dan adil kepada orang non muslim yang tidak meyerang, Allah berfirman-terjemahnya:
“Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada  emerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.
“Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barang siapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang lalim”(S 60 Al-Mumtahanah 8-9).
       Sayyid Thanthawi dalam menafsirkan kedua ayat Qs60a8-9 ini, mencatat bahwa orang Islam tidak boleh memerangi orang kafir, tidak berbuat suatu tindakan  yang mengarah kepada penderitaan orang lain, tetapi  semua  harus lebih dahulu mencari jalan  dan metode yang lebih tepat, jangan sampai melanggar kebenaran.
          Para  ulama menyatakan bahwa Qs60a8-9 ini tidak mansukh, karena Al-Quran itu berlaku universal kapan saja dimanapun juga, bahwa syari’at  Islam menetapkan seorang muslim  tidak boleh menyakiti orang yang tidak menyakiti dia, tidak boleh memerangi orang kecuali mereka yang jelas-jelas memusuhi Islam. Hal ini tergambar ketika Utusan kaum Nasrani Najran waktu merteka menghadap Rasul Saw demikian juga terhadap  utusan warga Tamim maka oleh Nabi Saw mereka diterima dengan segala kehormatan.
(4) Perang Salib
            Umat Islam telah mengalami  pasang surut; Umat Islam pernah mengalami kejayaan cukup lama, tetapi juga dapat menurun; Maka periode yang terbaik umat Islam ialah jaman Rasulullah Saw kemudian jaman Khalifah yang empat Khulafa` Rasyidin tetapi  secara individual umat Islam yang terbaik tidak ada batasan waktu atau tempat, hal  ini tergambar dalam hadis Nabi Saw berikut:
عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلُ أُمَّتِي مَثَلُ الْمَطَرِ لَا يُدْرَى أَوَّلُهُ خَيْرٌ أَمْ آخِرُهُ )رواه الترمدي 2795 واحمد 11878)
“Dari Anas berkata: Rasulullah Saw bersabda: “Perumpamaan ummatku seperti hujan, tidak diketahui (apakah) yang baik itu yang permulaan ataukah yang terakhir” (HR Turmudzi no. 2795 dan Ahmad no.11878).      
       Oleh karena itu maka  umat Islam mengalami nasib  naik turun dan tercatat dalam sejarah bahwa jaman jaya-jayanya  Islam dengan kebudayaannya pernah menguasai  beberapa benua, Asia, Afrika dan  Eropa, seperti Spanyol, Bizantium, Eropa Timur, Belgrado, Budapes, Rhodes, Afrika Utara, Suria, Palestina, Arabia, Irak, Asia Kecil, Persia, Afghanistan, Turkumenia, Asia Tengah,  Punjab, India, Bengali, Kabul, Gujarat, dst.
       Maka tahun 1096 M pecah perang salib antara Kaum       Salib melawan kaum muslimin; menang kalah saling bergantian.
# Sebab utama timbulnya Perang Salib ialah karena pada tahun 1071M orang Turki-Seljuk berhasil mengalahkan Bizantium.        
        Perang Salib diputuskan oleh  Paus Urbanus II dan diumumkan sebagai Perang Suci melawan Islam;       Secara umum dapat dicatat bahwa Perang Salib ini pada awalnya pasukan Islam dikalahkan oleh tentara Salib namun terakhir pasukan Islam mengalahkan tentara Salib dan Yerusalem berada di bawah kekuasaan pasukan Islam.
 Maka  sekilas dapat dibaca dalam diagram berikut:
Tahun
NamaPrang
Tokoh-Tokoh
Hasilnya
1096-1124
Perang Salib I
Godfray,Reymon
150.000 Kaum Salib menang
1144M

Imaduddin Zanki
PasukanIslammenang
1151M

Syakh Nuruddin
PasukanIslammenang

Perang Salib II
Paus EugoniusII, Louis, Conrad
PasukanIslammenang
1187 M
Perang Salib II
Sultan Salahuddi Al-Ayubi
PasukanIslammenang
1189M
Perang Salib III
PasukanIslammenang
1192M
Perdamaian

Or,Kristiani boleh masukBaituMaqdis
1219 M
Perang Salib IV
Frederick II
Kaum Salibmenang masuk Mesir
1247 M
Perang salib IV
Baybars, Qalawun& Ibnu Taimimyah,
Pas.Islam menang dapat merebut Palestina
1291 M
Perang Salib IV

Pasukan Islam Menangmenguasai Palestina
       Tetapi kaum Salib bersama-sama dengan Zionis  melalui persiapan yang cukup lama Kaum Salib meneruskan Perang ini lagi melalui ideologi dan politik imperialisme-kolonialisme langsung  atau tidak langsung berhasil menguasai  dan menjajah ex  negara-negara Islam.
(5) Serangan  melawan  Islam
         Melalui kelebihan dan kemajuan IPTEK kaum Salib maka kemudian mereka membuat program atas nama politik colonial negaranya,  melalui anak didik bangsa pribumi kaum Salib berhasil mencelup mereka dengan ajaran penjajah Barat. Tidak puas dengan menjajah, maka  secara tidak langsung kaum Salib itu  begerak dengan  payung PBB untuk memerangi umat Islam. Dengan mengeluarkan berbagai macam  resolusi Dewan Keamanan PBB, mereka melakukan serangan militer, embargo ekonomi dan tekanan politis kepada negara-negara Islam.
      Embargo ekonomi mereka paksakan terhadap kaum muslimin Irak, Afghanistan, Sudan, Libia; Pembantaian terhadap kaum muslimin baik secara langsung maupun tidak langsung dilakukan di Palestina, Sudan, Lebanon, Somalia, Bosnia Herzegovina, Kosovo, Macedonia, Chechnya, Kashmir, Patani, Timor Timur, Poso, Ambon, Maluku Utara, dan lain-lain. Jutaan kaum muslimin mereka bunuh, jutaan lainnya mereka paksa menjadi pengungsi yang terkatung-katung.
        Tercatat di bawah ini pernyataan kaum Salib masa kini:
~~Penasehat mantan presiden AS Lyndon B. Johnson untuk urusan Timur Tengah (1967), mengatakan bahwa  garis besar politiknya adalah  konfrontasi antara kebudayaan nasrani melawan  peradaban Islam sejak dahulu sampai sekarang.
~~Ex Menteri Luar Negeri Perancis, Moshe Vido, saat menerima kunjungan konfirmasi anggota parlemen Perancis sehubungan perang yang meletus di Marakisy, Maroko, mengatakan," Ini adalah perang kaum-Salib melawan  Bulan Sabit.
~~Menteri Luar Negeri Inggris, Lewit George, beberapa waktu yang lalu menyambut kemenangannya dalam perang pihaknya di Afrika  sebagai Perang Salib yang terakhir.
~~Jendral Joffre Komandan pasukan Perancis dalam perang dunia I (1918M) menanggapi Perang Dunia I itu sebagai perang salib. Setelah mengalahkan pasukan Islam di luar kota Damaskus, Jendral Joffre mengunjungi makam Shalahudien Al-Ayubi dan menginjakkan kakinya atas  makam Shalahudien, sambil mengejek,"Lihatlah; Ini kami  datang, hai Shalahudin !!! (Shalahuddin penglima Islam  dalam Perang Salib yang berhasil merebut kembali Yerusalem tahun 1187M mengalahkan Salibis).                               
~~Saat kota Al-Quds jatuh ke tangan tentara Israel tahun 1967 M, Randolf Churchil dari Inggris mengatakan," Sejak dahulu, pembebasan Al-Quds dari kekuasaan Islam merupakan mimpi kaum Masehi dan Yahudi. Kini Al-Quds tidak akan pernah kembali kepada orang-orang Islam, dalam perundingan apapun juga antara orang-orang Islam dan Yahudi di masa mendatang.
~`Gardener berkata : Perang salib bukan bertujuan untuk menyelamatkan Al-Quds, melainkan untuk menghancurkan Islam.
(6)  Jika  Iman dikalahkan oleh nafsu keduniaan
     Jihad akbar dapat  diartikan “Menaklukkan dan mengendali- kan hawa nafsu (harta,tahta, wanita). Kenyataan sekarang ini ternyata apa yang dahulu dibayangkan oleh Rasul Saw. dalam hadis riwayat  Abu Dawud no.3745 terurai  diatas betul-betul sudah  terjadi, bukan hanya umat Islam Indonesia saja tetapi umat Islam seluruh dunia, bahwa umat Islam seluruh dunia sekarang sedang menjadi AMBENG atau “Gunungan Sekaten” Grebeg Maulud dimuka kraton  Ngayogyokarto dan Surokarto, maka umat Islam dan Negara-negara Islam  menjadi “Ambeng-tersebut menjadi rayahan, diperebutkan  oleh musuh-musuh Allah melalui berbagai macam sudut; Pada setiap PEMILU para  calon DPR atau Kepala Daerah/Negara berebut “blusukan” ke pesantren, sowan kyai, sampai  Umrah ke Makkah,  guna untuk merebut politik umat Islam dan negera-negara Islam, tetapi setelah terpilih mereka berbalik menterlantarkan Islam dan umatnya. Faktor yang menyebabkan nasib terlantarnya Islam ini ialah karena  baik yang memilih maupun yang dipilih sudah dibelenggu mental “Al-wahnu” (Motoduwiten&Takut jihad).
         Ketika IMAN(jihad) sudah tidak diunggulkan atau bahkan dilepaskan ditukar dengan harta keduniaan (motoduwiten&takut mati)  maka  saat inilah umat Islam dan negara –negara Islam  menjadi ambeng menjadi rebutan  kaum Non Muslim.
         Beberapa kali negara Zionis dan Negara Non Muslim berhasil menundukkan PBB dan atas nama PBB berhasil menghancurkan  negara-negara Islam  Irak, Afganistan dan telah menguasai  negara-negara Cehniya, Mesir, Syria, Yaman, Libiya, Sudan dan lain-lain tunduk kepada kemauan mereka.  
         Jika  orang Islam sudah mengutamakan harta keduniaan dan berwatak materialistis maka Allah akan melenyapkan potensi mereka ini menjadi warga&Negara terjajah  melalui proses  perebutan kekuasaan politik dan ekonomi oleh musuh-musuh Allah.
        Secara halus Allah berfirman terjemahnya sbb:
‘Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui(S5 Al-Maidah 54).
(7) Penaklukan Dunia Islam
            O.Hasyim dalam bukunya “Menaklukkan Dunia Islam” mencatat beberapa peristiwa sebagai berikut:
~Gladstone dari Inggris mengatakan:  “Right or wrong my country” Hantam dulu urusan belakang pokoknya untuk negeriku!!!
~Hitler: Deutschland UberAlles, Jerman di atas semua bangsa.
~Th. 1499 Kardinal Jimernes mencatat ada tiga juta kaum muslimin dibunuh, disiksa, diusir dari Spanyol.
~Th.1493 M:Paus Alexander ke-6   membagi dunia menjadi dua, separoh untuk Spanyol(Kristen) separoh lagi untuk Portegis (Katholik);
~Th.1630 M=1246 H Perancis masuk ke Sahara Barat;
~Abad 19 Masehi dikobarkan politik Imperialis dengan keahlian para tokohnya spesialis dalam bidang masing-masing yaitu:1) Sir George Grey. 2)Joseph Chamberlain, 3) Livingstone, 4)Zwemmer, 5)Cercil John Rhodes, 6)Henry Morton Stanley. 7)Rudyard Kipling, 8) John Seely  dan masih banyak lagi.
~Beberapa-daratan  mayoritas Islam dijajah oleh kaum Imperialis, yaitu:
~Th. 1805 Ceylon, 1862 Logos, Ghana,Azerbaijan dijajah Inggris;
~Th.1838 Inggris menduduki  Aden, Selat Airmata, Socotra, Muscat,Bahren, Pantai Persi.
~Th.1854 Asia Tengah dijajah Rusia.
~Th.1872 Pantai Gading dijajah Inggris;
--Th.1876 Uzbekistan
--Th.1886 Turkmenioa dijajah Rusia;
--Th.1875M=1274 H- Inggeris menjajah India, kerajaan   Moghol atau Taimuriah;
--Th.1882M=1300H Inggeris menguasai Mesir;
--Th.1920=1338H Perancis menguasai Syria dan Lebanon. (14)
--Th.1918  Inggris menguasai Palestina saat Turki kalah dalam Perang Dunia ke-I, kemudian tahun 1948 Palestina dihadiahkan oleh Inggtis kepada Israel.
(8) Studi Islamologi
          Perang ideologi dan konfrontasi kebudayaan, tidak terbatas hanya dengan pedang, peluru kendali, bom nuklir saja, tetapi Perang Salib itu sekarang mereka lancarkan melalui pemikiran akademis melalui penelitian, metodologis-ilmiah, Islamologi sampai semua ilmu ke-Islaman bahkan sampai inti sumber agama Islam Al-Quran  dan hadis, sebagian dari persaingan dalam mendalami Ilmu Al-Quran dan Hadis ini kita sepertinya dikalahkan oleh para pakar orientalis kaum Salib berikut:
A. Pakar IlmuQur’an
     Pakar  Orientalis yang menekuni Studi Al-Quran ialah:
(1) Arthur J. Arberry, (2)Gustav Flugel  (3) Richard Bell, (4)William Muir (5). Regis Blachere, (6) Ignaz Goldziher; Mereka telah menulis ilmu-ilmu Al-Quran cukup mendalam, misalnya buku kitab Madzahibut Tafsir, Al-Qur’an dan Qiraat Tujuh, periodisasi turunnya Al-Quran, tafsir surat-surat atau judul-judul tertentu Al-Quran, penyusunan surat-surat Al-Quran dalam mushaf.
B. Pakar Ilmu  Hadis
     Pakar Orientalis yang menekuni Ilmu hadis ialah:     
(1)   C. Snouck Hurgronje, (2) Alfred Guillaume, 3) David Samuel Margoliouth, (4) Henri Lammens, (5) Reinhart, (6) H.A.R. Gibb, (7) Carl Brockelmann, (8) Winsink, mereka menulis ilmu hadis sangat mendalam misalnya: The Legacy of Islam (1931), Islamologi, Kamus hadis dan  Geschichte des Arabischen Literature  dst.
       Kaum orientalis tersebut diatas hampir semua berusaha menjelek-jelekkan Islam, kecuali  sebagian kecil   yang jujur dan obyektif, seperti:  (1)George Sale ( 1736M) dan yang sefaham. (2) Voltaire (1778M), (3)Wofgang von Goethe (1832M), (4)Eduard Gibbon(1736M), (5)George Bernard Shaw, (6)Thomas Carlily, (7)R.Bosworth Smith (1876M), (7)Napoleon Bonaparte,  merupakan kaum orientalis yang cenderung memuji Islam atau  netral dan  obyektif yang menyanggah orientalis yang berwatak negatif sebelumnya. Sayang sekali banyak hasil penulisan kaum orientalis tersebut banyak yang dijadikan buku pegangan kuliah di berbagai perguruan tinggi Islam di mana-mana.-


(9) Pemimpin ISIS ternyata agen MOSSAD-Israel,
     Berita terkini sejumlah media asing  a.l. “Feteran to day”: mengabarkan bahwa Pimpinan ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi, adalah orang Yahudi asli tulen.
     Yang paling megejutkan ialah bahwa: Sejatinya Pimpinan itu adalah agen Mossad (Dinas Rahasia Neraga Israel);  Nama asli Al-Baghdadi ialah Emirdas Baash alias  Simon Elliyot alias Eliyas Shimon. Lahir dari  bapak Yahudi dilatih direkrut  oleh Mossad untuk membuat kekacauan di Timur Tengah serta perang urat syaraf terhadap bangsa Arab dan masyarakat Islam; Hal ini makin mnguatkan bocoran rahasia dari Eduward Noden mantan agen Dinas  Rahasia Amerika Serikat, yang menyebut ISIS sebenarnya adalah bentukaan inteligen Amerika, Ingrris dan Israel.
        Mereka menciptakan sebuah organisasi militer yang mengklaim kekhafihan Islam dengan Abu Bakar Al-Bghadadi sebagai khlifah untuk menarik teroris dari seluruh dunia bergabung di dalamnya. Bukti nyata ISIS adalah betukan Israel makin kuat, ketika organisasi miliyter ini justru mnyerang Negara Arab yang sedang kacau, misalnya Irak,  Syria;  ISIS sudah menguasai sebagian wilayah Siriya dan Irak,
         Di Syria mereka mendirikan pusat pemerintahan dan berhasil menguasaai kota besar Mausul di Irak; Mereka mengkalim sebagai organisasi militer Islam, kelompok ini meledakkan makam nabi Yunus, mengancam akan meledakkan Ka’bah al-Mukarramah.
        ISIS tidak tertarik membantu perjuangan Palestina, saat ini sedang diserang Israel mati-matian.
Parahnya di Indonesiia ISIS mendapat simpati orang dan  langsung mendaftar diri sebagai Sukwan pengikut  ISIS;  Tanpa menyelidiki mencari kebenaran infiormasi tentang ISIS;  sedikitnya 56 orang Warga RI menjadi anggota ISIS(Dari Buku Menyingkap Fitnah –Hj.Irene Handono).
(10)  Pembakaran Masjid Tolikara
)Kronologi kejadian(
         Menurut Kapolres Tolikara, AKBP Suroso
Insiden bermula ketika sekitar 150 orang mendatangi lokasi Shalat Ied di Lapangan Koramil dan menuntut umat Islam agar segera membubarkan diri. Perintah pembubaran itu disertai dengan pelemparan batu.
       ”Pada takbir ketujuh, kami Danramil langsung membubarkan maka Shalat Id tidak dilanjutkan. Langsung mundur semua ke Koramil. Setelah itu  para pendemo masih melempari batu kepada jamaah. Saya (Dantramil) memegang megafone, belum ada tembakan. Saya (Dantramil) perintahkan pendemo mundur,” kata AKBP Suroso.
     Sewaktu jemaah Shalat mundur,  terdengar suara tembakan di Kampung Giling Batu."Setelah ada tembakan, pendemo  yang berjumlah 150-an orang maju lagi. Lalu ada penambahan oleh pendemo, sampai kami tidak bisa menghitung lagi. Mereka semakin brutal,” kata AKBP Suroso.
     Para pedemo marah kemudian membakar kios-kios dan api turut melalap MUSHOLLA yang berada di tengah kompleks kios-kios  yang terbakar.       Bupati Tolikara, Usman Wanimbo, mengakanu pembakaran itu benar terjadi.
Adapun dari jemaah yang mengikuti shalat Ied, tidak ada korban. angan Koramil.
(11)Selebaran gelap
          Sebelum perusuh yang menyerang jamaah shalat Ied ternyata mereka membawa selebaran dari Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) yang mendesak umat Islam di Tolikara bersembahyang di dalam musala dan tidak memakai pengeras suara.
        Desakan itu dikemukakan sehubungan dengan kegiatan seminar dan kebaktian tingkat internasional GIDI dari 13 Juli hingga 19 Juli 2015.
       Pendeta Socrates Sofyan Yoman dari GIDI mengaku pihaknya memang menyebarkan selebaran itu kepada umat Muslim di Tolikara.
       “Surat edaran GIDI memang benar. Salat Ied seharusnya dilakukan di mushalla, bukan di ruang terbuka, serta tidak menggunakan pengeras suara,” katanya kepada wartawan BBC Indonesia, Jerome Wirawan.
        Namun, dia berkeras bahwa tindakan massa yang mendatangi lokasi pelaksanaan salat Ied di Lapangan Koramil dan diikuti pembakaran tidak bisa dibenarkan.
Pendeta Socrates Sofyan Yoman dari GIDI mengaku pihaknya memang menyebarkan selebaran itu kepada umat Muslim di Tolikara, katanya kepada wartawan BBC Indonesia, Jerome Wirawan.
         Kapolda Papua Irjen Pol Yotje Mende berjanji akan melakukan penyelidikan terkait insiden pembakaran mushalla saat umat Islam tengah menunaikan salat Ied di Kabupaten Tolikara, pada Jumat (17/07) lalu.
        Pernyataan itu dikemukakan Irjen Pol Yotje Mende dalam pertemuan dengan Bupati Tolikara, Usman Wanimbo, Kapolres Tolikara AKBP Suroso, serta para pemuka agama guna membahas insiden di Karubaga, ibu kota Kabupaten Tolikara.
“Kami akan lakukan penyelidikan secara profesional. Kami harus selidiki karena banyak yang membawa senjata,” kata Yotje dalam pembicaraan yang diikuti kontributor BBC Indonesia, pada Sabtu (18/07).
BAB  TIGA
Zuhud dan militan
       Bagaimanakah  gerak-usaha kita dalam Jihad dijaman yang sekarang ini?  Jawaban hipotetis:  Dengan  berakhirnya  Perang-Salib  tahun 1292M  yang dimenangkan orang Islam, maka kaum Salib  melanjutkan  Perang Salib th 1292 dahulu itu  digalakkan lagi lebih agressip sesudah jatuhnya Daulat  Turki Usmani  tahun 1924M. Mereka menuntut balas dari kekalahan Perang Salib 1090-1292M dahulu itu  bukan dengan  peralatan perang saja, tetapi  mereka  gerakkan  apa yang dinamakan  “Konfrontasi Kebudayaan” yang terkenal dengan “Ghazwul-Fikri”; Ghazwul-Fikri ialah  Perang Kebudayaan;  Maka sekarang  wajib kita Perang dalam “GHAZWUL FIKRI’ dengan bermental baja melaksanakan Perang-Kebudayaan itu maksimalisasi semangat Jihad fi Sabilillah  sebab musuh kita sekarang ini sudah di depan kita, bahkan sudah masuk ke dalam rumah yang paling dalam yang gelap berupa Internet, computer, TV, HP,Tablet dan semua peralatan yang terlalu canggih, yang isinya ialah ajakan setan untuk maksiat, menentang agama Allah. Lebih rinci itu sbb:
(1) Melawan “Al-Wahnu”
         Berusaha sungguh-sungguh maksimalisasi Jihad melalui jalan “Shirathal Mustaqim” jalan Allah jihad fi Sabilillah. Khususnya: melawan watak materialistis menuju jiwa yang “Zuhud”- Menjadi manusia “Pemberani”,  berjuang sampai titik darah penghabisan dalam jihad fi sabilillah.
      Umat Islam sekarang ini jatuh tertindih tangga menjadi mangsa  atau bahan pakan kaum imperialis, kolonialis yang anti Islam.     Pernah  Rasulullah Saw membayangkan nasib umat sepeninggal beliau maka dalam hadis riwayat Abu Dawud no.3745 ini disebut-sebut umat Islam akan mengalami nasib  yang paling jelek, sampai kehabisan daya, sudah tidak ada mujahid fi sabilillah, tidak ada imam yang mengikuti tuntunan Rasulullah Saw. Hadis Nabi Saw:
     Artinya: “Dari Tsauban dia berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Bangsa-bangsa non muslim diramalkan  kelak akan mengroyok umat Islam persis seperti rebutan tumpeng yang diperebutkan oleh orang banyak;
      Maka salah seorang sahabat bertanya: “Apakah umat Islam ketika itu hanya sedikit? Beliau menjawab: “Tidak!!! Bahkan kalian berjumlah banyak sekali, tetapi  bagaikan buih air bah  dan Allah melenyapkan rasa takutnya musuh Islam dari dalam hati mereka sekaligus Allah akan mencampakkan “Al-Wahnu”  ke dalam hati kalian”
         Salah seorang sahabat bertanya: “Apakah yang dimaksud dengan Al-Wahnu itu? Beliau menjawab: : Al-Wahnu ialah cinta kepada harta dunia dan takut mati”(HR Abu Dawud no.3745 dan Ahmad  121363).
Catatan: Al-Wahnu dapat difahamkan sama dengan” Materialistis” dan “Takut Jihad” lawannya ialah Zuhud dan pemberani =militan dalam Jihad.
             Hadis Rasulullah Saw  yang  sejalan:
“(Dari) Abu Idris Al Khawlaniy bahwa dia mendengar Hudzaifah bin Al Yaman berkata; "Orang-orang bertanya kepada Rasulullah Saw tentang perkara-perkara kebaikan sedangkan aku bertanya kepada beliau tentang keburukan karena aku takut akan menimpaku.
(1)Aku bertanya; "Wahai Rasulullah, dahulu kami berada pada masa Jahiliyyah dan keburukan lalu Allah mendatangkan kebaikan ini kepada kami, apakah setelah kebaikan ini akan datang keburukan?". Beliau menjawab: "Ya".
(2)Aku bertanya lagi; "Apakah setelah keburukan itu akan datang lagi kebaikan?". Beliau menjawab: "Ya, akan tetapi di dalamnya ada "dukhn" (kotorannya) ".
(3) Aku bertanya lagi; "Apa kotorannya itu?". Beliau menjawab: "Yaitu suatu kaum yang memimpin tanpa mengikuti petunjukku, kamu mengenalnya tapi sekaligus kamu ingkari".
(4) Aku kembali bertanya; "Apakah setelah kebaikan (yang ada kotorannya itu) akan timbul lagi keburukan?". Beliau menjawab: "Ya, yaitu para penyeru yang mengajak ke pintu jahannam. Siapa yang memenuhi seruan mereka maka akan dilemparkan kedalamnya".
(5)Aku kembali bertanya; "Wahai Rasulullah, berikan sifat-sifat (ciri-ciri) mereka kepada kami?". Beliau menjelaskan: "Mereka itu berasal dari kulit-kulit kalian dan berbicara dengan bahasa kalian".
(6) Aku katakan; "Apa yang baginda perintahkan kepadaku bila aku menemui (zaman) keburukan itu?". Beliau menjawab: "Kamu tetap berpegang (bergabung) kepada jama'atul miuslimin dan pemimpin mereka".
(7)Aku kembali berkata; "Jika saat itu tidak ada jama'atul muslimin dan juga tidak ada pemimpin (Islam)?". Beliau menjawab: "Kamu tinggalkan seluruh firqah (kelompok/golongan) sekalipun kamu harus memegang akar pohon hingga maut menjemputmu dan kamu tetap berada di dalam keadaan itu (berpegang kepada kebenaran) "(HR Bukhari no.3338 dan Muslim no.3434).
           Dari bayangan Nabi Saw. ini  maka kini kita memikul tugas yang betul-betul   terlalu  berat dan  sulit sekali, yaitu : (1)Mengatasi kemelut,
(2)Melawan munculnya penceramah yang mengajak manusia  ke neraka,
(3)Menghadapi juru kampanye yang menggunakan gaya bahasa Arab yang paling fasih (Bahasa Arab- Riyadh), segala-galanya sangat mirip persis  sekali dengan juru dakwah atau muballigh yang asli yang benar-benar mengikuti hidayah Allah dan tuntunan Rasulullah Saw.
    Umat Islam menjadi bancaan atau kenduri musuh-musuh Allah persis seperti “Gunungan-Sekaten” yakni tumpukan makanan diperebutkan penonton  perayaan Sekaten Maulud di muka Masjis Besar Ngayogyokarto-Surokarto; Yang demikian ini sudah dibayangkan oleh Rasulullah Saw dalam  hadis riwayat Abu Dawud bo. 3745 dan Ahmad no.121363 di atas.
      Semua ini sebabnya  ialah karena  Al-Wahnu yaitu otak yang  materialistis dan takut jihad=takut mati; Hal ini memang bertentangan dengan ajaran Islam; Karena Islam menekankan kepada Jihad=Berjuang mati-matian, penuh iman, takwa dan amal soleh, hidup hanya ingin mencari ridho Allah dengan menabur karya penuh  jasa membuat bahagia semua manusia sampai yang fakir melata.
      Adapun ikhtiar untuk membangkitkan umat Islam dari runtuh dan terjerumusnya umat Islam sampai  tertindih tangga  sehingga menjadi warga&negara terjajah  oleh Negara kolonialis, dan di-jajah oleh kebudayaan kafir, maka  obat atau kuncinya ialah  menumbuhkan semangat jihad dan dakwah Islam mengajak umat untuk memerangi Al-Wahnu=watak materialis&penakut.
          Lawan kata  Al-Wahnu dispekulasikan ialah “Zuhud dan Pemberani”, sehingga ikhtiar untuk memerangi Al-Wahnu ialah dengan  melenyapkan  nafsu  materialis (motoduwiten, mengejar  tahta dan memburu wanita) sekaligus membuang jauh-jauh rasa takut berjihad”; Maka memerangi Al-Wahnu itu sama dengan berjiwa zuhud  bahwa kesenangan-keduniaan itu bukan tujuan tetapi sungguh usaha dan kegiatan mencari harta/tahta/wanita itu untuk sarana-prasarana Jihad fi Sabilillah  bercita-cita untuk menjunjung tinggi Asma Allah(لاعلاء كلمة الله هي العليا ). Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah Saw dalam hadis riwayat  Abu Dawud  no.3745 dan Ahmad no. 121363 terurai di atas itu bahwa  kunci untuk membangkitkan kembali daya kekuatan umat Islam itu didahului dengan Jihadun-Nafsi  perang melawan  “Al-Wahnu”    dengan hati-hati.
       Perang menaklukkan hawa nafsu, nafsu harta, tahta dan wanita dan mengendalikannya; Maksimalisasi semangat juang dengan militant yang tinggi  “Nyrempet-nyrempet bahaya”  sabar-siap  menderita dalam jihad.
       Kemudian maju melakukan Jihad fi Sabilillah. Padahal makna Jihad fi  Sabilillah itu ialah berjuang" لاعلاءكلمة الله هي العليا" (=Mengunggulkan Asma Allah tingi-tinggi), menegakkan sendi-sendi agama Islam, berjalan di jalan Shirathal Mustaqim, jalan Allah yang lurus dan benar, yakni  jalan ke surga. Shirathal Mustaqim inilah yang dinamakan  Sabilillah; Dan jalan Allah itu sangat luas sekali. Semua ini tercakup dalam pengertian Ghazwul Fikri = Perang melawan Ideologi&budaya  kafir, budaya setan dan balatentara setan mencakup seluruh lahan proyeknya.
(2)  Janji Allah kepada orang mukmin               .
        Maka walau bagaimanapun juga jangan sampai  kaum muslimin  berkecil hati. Sebab  Allah bersama kita, Allah sudah berjanji akan memberi derajat yang luhur kepada orang Islam, memberi kejayaan di muka bumi (di dunia) kepada orang beriman, Allah akan mngirim malaikat untuk membantu hamba-Nya  asal semua bersungguh-sungguh tekun istiqamah, mantap tidak gampang terpengaruh oleh faktor negatif,  tetapi taqarrub kepada-Nya; Allah akan  memenuhi janji-Nya kepada siapa yang yakin kepada firman Allah   di dalam Al-Quran:
وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ(ال عمران 139)
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman”(S;3 Ali ‘Imran 139).
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ(النور55)
Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa.  Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik”(S.24 An-Nur 55).
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ( فصلت30)
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka istiqamah-meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu"(S.41 Fushshilat 30).
            Caranya ialah  seperti apa yang disabdakan Rasulullah Saw dalam hadis riwayat  Abu Dawud  no.3745 dan Ahmad no. 121363 terurai di atas itu bahwa  kunci untuk membangkitkan kembali daya kekuatan umat Islam itu didahului dengan Jihadun-Nafsi  perang melawan “Al-Wahnu " seperti tertera di atas.
(3) Tujuan Syari’at Islam
(Maqashu sy-Sari’ah)
       Dalam kitab Ushul Fiqhnya (1958:289) Muhammad Abu Zahrah  menyebutkan ada 3 sasaran tujuan utama dari syari’at Islam, yaitu:
1  Pembinaan jiwa agar supaya setiap pribadi menjadi sumber amal soleh sumber kebajikan untuk menyenangkan orang lain, tidak membawa penderitaan atau kesengsaraan  kepada sesama hidup.
2. Menegaskan keadilan yang merata bagi seluruh umat manusia.
3. Menyelenggarakan suatu kehidupan masyarakat yang penuh maslahah yang hakiki.          Maslahah yang hakiki itu ialah suatu sistem kehidupan bermasyarakat  yang serba terpenuhi seluruh jaminan hidup yang 5 macam, yaitu: 
    i) Terjaminnya kelangsungan syari’at Tuhan, suatu kehidupan  yang berjiwa agama. ii)Terjaminnya hak hidup setiap insane. iii) Terjaminnya hak   pemilikan  atas harta kekayaan. iv) Terjaminnya perkembangan akal yang sehat. v) Terjaminnya hak  berkeluarga dan berketurunan.
(4)  Rahasia  Kekuatan Islam
.      Kaum Salib sudah memberi  isyarat kepada kita bahwa  kunci kekuatan Islam itu ialah Al-Quran; Maka  dari Al-Quran itulah tumbuh mental pemberani yang sangat militant: i) Berani melawan musuh; ii) Berani berlapar-lapar dan puasa; iii) Berani menahan hawa nafsu manapun juga sampai titik darah  penghabisan; maka kaum Salib  tidak mampu apa-apa; Dibawah ini tercatat kesan dan keyakinan mereka.Katanya:
(1) Laurence Brown, W.E.Gladstone, Esiac Pouman, Ben Gurion, menyatakan bahwa selama Al-Qur'an ini masih berada di tangan kaum muslimin, Eropa tidak akan bisa menguasai Timur"
(2)Gubernur Jendral Perancis di Aljazair, dalam memperingati 100 tahun penjajahan Perancis atas Aljazair, mengatakan," Kita tidak akan bisa mengalahkan orang-orang Aljazair selama mereka masih membaca Al-Qur'an dan berbicara dengan Bahasa Arab".
(3)Esiac Pouman menulis"Belum pernah terjadi, sebuah bangsa Masehi yang masuk Islam, kemudian kembali masuk Nasrani."
(4)Ben Gurion, mantan PM Israel, mengatakan," Hal yang paling kita takutkan adalah bila di dunia Arab muncul Muhammad baru" 
(5)Raja Perancis  Louis IX  di dalam tahanan Perang Salib  di Manshurah-Mesir, Luis kalah dan tertawan lalu  menebus diri dengan bayaran yang sangat mahal menyatakan bahwa sangat sukar sekali untuk mengalahkan Islam. Sebab mental Jihad fi Sabilillah  yang dipancarkan oleh Al-Quran begitu hebat memabangkitkan keberanian dan kepahlawanan yang sangat sukar ditandingi. Maka Louis IX meyakini bahwa tidak mungkin dia mampu mengalahkan umat Islam melalui  perang fisik. Dia menyatakan bahwa perang harus melelui metode dan taktik strategi berikut :
(a)Menanam benih perpecahan dalam kalangan umat Islam.
(b) Mencegah penguasa yang bermental alim-soleh.
(c)Menghidup-suburkan budaya suap-menyuap, dekadensi  moral, main mesum dengan wanita pelacur dan  WTS liar.
(d) Mencegah faham nasionalisme.
(e) Mencegah semangat persatuan mereka.
(f) Mendirikan negara boneka di tengah kawasan negari Islam.
(5) Bangkitnya pejuang yang sangat  militans
         Selain pejuang (mujahidin)  Palestina yang luar biasa keberaniannya, dengan batu mereka berani melawan tank-tank Zionis, dan dengan cara Gerakan menghafal Al-Quran oleh ABG Palestina  secara  perasaan halus mereka yakin Allah menolong mereka, terutama untuk wilayah Gaza, Israel terpaksa berdamai. 
        Ternyata umat Islam masih memiliki calon-calon mujahid  dahulu dan sekarang sebagaimana    didahului oleh para ulama  dan sekarang oleh  ABG Palestina:
1).Para ulama di jaman awal Islam
       Para sahabat dan tabi’in sangat tekun menghafal ,menyebarkan,  menulis, membukukan, menyebarkan seluas-luasnya Al-Quran dan hadis Nabi Saw.
         As-Suyuthi mencatat dalam Al-Itqan (1973I\50)   Muhammad Ali ash-Shabuni dalam At-Tibyan (1980:47)   mencatat bahwa para sahabat yang hafal Al-Quran yang gugur mati syahid  di dalam pertempuran di Yamamah dan Bi`ru Ma’unah jumlahnya 140 orang sahabat. Sehingga orang yang hafal Al-Quran yang masih  hidup pasti jauh lebih  banyak berlipat ganda jumlahnya.
       Pada masa kekhalifahannya maka Abu Bakar Usman melakukan pembukuan Al-Quran ditulis didasarkan atas tulisan para penulis wahyu dan diuji melalui hafalan para Ahlul Qurra` wal Huffazh.
@As-Suyuthi  juga dalam Al-Itqan  (1973:1/70)    mencatat  bahwa Al-Quran itu berisi  77.943 buah kalimat, 6236 ayat, sekarang masih utuh-lengkap.
@Abu Bakar Atjeh dalam bukunya Sejarah Al-Quran (1956:25 mencatat isi Al-Quran itu terdiri dari 325.345 huruf, yang paling banyak ialah huruf alif, yaitu 48.772, yang paling sedikit ialah huruf Zha` yaitu 842 huruf. Rincian jumlah hurufnya  sebagai berikut:
Jumlah  huruf isi Al-Quran=325 345 huruf (Alif48772h,zha`842h)
Alif =  48772h 
 Ba`  =11 428h
  Ta` = 3205h
Tsa` = 2404h
Jim=3422h           
  Ha`  =   4130h  
Kha` =  2505 h   
Dal=5978h
Dzal =4930h 
  Ra` = 12246h    
 Zay  =   1680h      
  Sin  =  5996h
 Syin = 2115h    
   Shad = 2037h         
     Dhat=1682h               
 Tha` =  1274h      
Zha`=    842h
‘Ain = 9417h
Ghain =1217h
  Fa=  8419h
Qaf   =  6613h         
  Kaf =10552h          
 Lam =33520h         
  Mim= 26955h   
Nun=45190h           
 Wawu =2586h       
Ha`= 1670h           
LamAlif=1970h    
Ya` = 4919h
------------------
-------------------
--------------------

            Bagaimana tekun istiqamah-nya para sahabat menghafal hadis tercatat sebagai berikut
Para sahabat penghafal hadis
1
2
3
4
5
6
7
Abu Hurairah
Aisyah
’Abdullah ibnu ‘Abbas
Abdullah ibnu ‘Umar
Jabir ibnu ‘Abdillah
Anas ibnu Malik
Abu> Sa’id al Khudriyyi
57 H
57 H
68 H
73 H
78 H
73 H
74 H

5374hadis
2210 hadis
1660 hadis
1630 hadis
1540 hadis
1286 hadis
1170 hadis

Ulama hadis melalukakn rihlah-ilmiyah riset  ilmu hadis:
N
Imam
ThH
ThM
Hadsis
Jelajah
1
Bukhari
256.H
869M
7.562
10 kota-negeri
2
Muslim
261.H
874M
3.033
9 Kota-negeri
3
Abu Dawud
275.H
888M  
5.274
15Kota-negeri
4
Tirmidzi
279.H
892M
3.956
8 kota-negeri
5
Nasai
303.H
915M   
5.758
8 kota-negeri
6
Ibnu Majah
273.H
886M
4.341
12 kota-negeri
7
Ahmad
241.H
854M
27.100
9 kota-negeri
8
Malik
179.H
795M  
1.891
---------
9
Darimi
181.H
799M   
3.503
12 kota-negeri
 1) Bukhari menuturkan tentang rihlah ilmiah yang dia jalani; 'Aku memasuki Syam, Mesir dan al Jazirah sebanyak dua kali, ke Bashrah sebanyak empat kali, dan aku tinggal di Hijaz beberapa tahun, menjelajah ke-10kota dan aku tidak bisa menghitung berapa kali saya memasuki kawasan Kufah dan Baghdad bersama para ulama-haddits.
2)Abu Dawud: Dari Sijistan pergi ke Basrah dan tinggal di Bashrah mempelajari hadits di sana dannegeri-negerilain.
     Ibnu Majah  Menjelajah (Rihlah) meneliti jalan ahli hadis meninggalkan negeri untuk  mendengar hadits dan menghafalnya.Terus masuk negri-negri Islam yang menyimpan mutiara hadits, mencari, mengumpulkan, dan menulis hadis.
3) Ahmad: Dari Makkah menuju Yaman dengan  berjalan kaki pada tahun 199 H tinggal disana  dua hari dan menulis hadits
4)Malik Merasa cukup di Madinah saja.
     karena beliau beranggapan cukup dengan ilmu yang ada di sekitar Hijaz. Imam Malik berjumpa ulama tabi’in (Nafi’ yang menyebarkan ilmu hadis.
5)Ad-Darimi menjelajahi 12 kota dari Samarqandi, melihat terpencarnya para pengusung hadis dan atsar negri  Islam; Maka Ad Darimi tekjun meneliti  jalan ulama hadis ini.
    Bagaimana ketatnya ulama menjagaAl-Quran, bagaimana ketatnya ulama menjaga hadis, di atas ini kita lihat Rihlah ‘Ilmiyah atu riset yang menggunakan Ilmu Metodologi Penelitian Ilmiah Ilmu hadis itu.
(6)Allah  akan memberi Hidayah kepada para Muallaf
(Muallaf masuk Islam calon mujahid)
         Para muallaf, orang-orang yang masuk Islam sekarang makin banyak-makin banyak sekali di negara-negara Barat, sebagaimana catatan berikut:
~Di Denmark, orang Muallaf yang masuk Islam meningkat tajam : Universitas Kopenhagen dalam penelitiannya menemukan fenomena yang mengejutkan bahwa penduduk asli Denmark masuk Islam dalam jumlah cukup besar(arrahmah.com).
~Di Inggris, menurut Faith Matter, angka muallaf mencapai 100.000 dan 5000 – 5200 muallaf baru masuk Islam tiap tahun.
~Tahun 2001, tercatat jumlah masjid di London  ada 1.400 buah.
~ Di Jerman dan Perancis, ada 4000 muallaf masuk Islam tiap tahun. ‘Ini hitungan menurut laporan survey Fiyaz Mughal, direktur Faith Matters kepada redaktur  The Independent.
~Sementara di Amerika Serikat jumlah umat Islam meningkat berlipat dua kali  dan diperkirakan th. 2030 akan mencapai 6,2 juta dibanding tahun ini  hanya 2, 6 juta.
~ Markas Islamisasi Eropa terbesar berpusat di masjid agung di Newham, London Timur tak jauh dari Olympic Park, tempat Olimpiade Inggris 2012 mencatat sbb:
~Berdasarkan penelitian maka diramalkan bahwa kelak satu dari setiap sepuluh orang Inggris akan menjadi Muslim pada tahun 2030. Sebaliknya Agama Kristen akan  kehilangan lebih dari 500.000 orang pemeluknya setiap tahun, sedangkan jumlah atheis (yang tidak beragama) dan kaum agnostic angkanya akan naik 750.000 per tahun. Daily Mail melaporkan, penelitian oleh House of Commons Library, bahwa selama 6 tahun terakhir, jumlah orang Islam melonjak menjadi  37 persen.
~ Steve Doughty dalam Daily Mail, koran terkemuka Inggris, memprediksi bahwa  sekitar 20 tahun ke depan kira-kira tahun 2030 jumlah orang Islam di Inggris akan melebihi jumlah warga negara Kuwait.
~Pemeluk agama  Islam seluruh dunia akan meningkat rata-rata 2,2 persen per tahun.~ Tahun 2010 penduduk dunia 6.9 miliar diproyeksikan sampai th.2030 naik 26% menjadi 8.3 miliar. Di tahun 2010 orang Islam dari 1.6 milyar naik menjadi 35% sehingga tahun 2030 menjadi 2.2 miliar. Penelitian ini didasarkan pada tren demografi masa lalu dan estimasi pada apa yang akan terjadi 20 tahun ke depan.                                        
~Worldwide Church of God badan misionari Nasrani yang berpusat di California melaporkan hasil penelitiannya yang dikutip oleh Majalah Islamic Horizons edisi Juli-Agustus 1990, yang diterbitkan oleh Islamic Society of North America (ISNA) di Amerika Serikat, bahwa  dalam kurun waktu 50 tahun (1934-1984) pemeluk agama Yahudi hanya meningkat 4%, sementara pemeluk Nasrani meningkat 47%, sedangkan pemeluk Islam meningkat 235%.
@Erdogan Presiden Turki
       Th.1924 Kekhalifahan Turki yang pernah berjaya kekuasaannya meliputi wilayah seperti Spanyol, Bizantium, Eropa Timur, Belgrado, Budapes, Rhodes. Tetapi karena kekalahannya dalam Perang Dunia ke-II maka daerah kekuasaan Turki dibagi-bagikan kepada pemenang perang. Kemudian para tokoh Turki mengubah  negaranya menjadi Republik dan  menjadi Negara Skuler. Alhamdu lillah sekarang Turki  berusaha kembali dan hendak mengubah diri menjadi Negara Islam yang modern.
   Radio-Muslim Surabaya, 4Des 2015, jam 16.15 wib nara sumber dari  Hidayatullah.com menyebutkan sbb:
           Erdogan-Presiden Turki, lulusan Madrasah Imam dan Khatib, sekarang sedang membangun Negara Turki-Islamis yang modern, melalui Program Pendidikan dan kesejahteraan kemudian memotong hubungan tuan tanah dengan  rakyat-awam, Erdogan tidak takut kepada Rusia, …”Kami hanya takut kepada Allah saja” (katanya), Erdogan berani menentang Amerika dan Rusia, bersedia menampung pengungsi dari Suriya; Erdogan pernah ikut mengunjungi korban Sunami Aceh; membantu korban perang Moro melawan Pemerintah Pilipina.
Firman Allah (s5a56):
(Terjemahnya)“Dan barang siapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang” ( 5  Almaidah 56)
(7) Ustad  Fadzlan Al-Garamatan
(Bermental Baja dalam Jihad)
           Ustad Fadzlan Rabbani Al-Garamatan terlahir dari pasangan: Machmud Ibnu Abubakar Al-Garamatan dan Siti Rukiah binti Ismail Iribaram; Sudah mendalami nilai-nilai Islami sejak kecil; Fadzlan anak ketiga dari delapan bersaudara.
      Ustad Fadzlan masih keturunan Raja Pattipi, penguasa kerajaan Islam pertama di Irian.
       Pendidikan Fadzlan dari sekolah dasar sampai SMA ditempuh di Fak-Fak. Tahun 1980 melanjutkan ke Fakultas Ekonomi universitas ternama di Makassar, lulus 1984; Fadzlan kuliah dengan biaya sendiri. Ia jualan minuman ringan dengan gerobag dorong. Fadzlan mempunyai tekad yang sangat kuat untuk mengabdi kepada perjuangan Islam; Semua Itu namanya perjuangan. Di Irian yang bergunung-gunung saja bisa saya taklukkan, masak daerah rata gini tidak bisa”kata Fdzlan.
        Berkat berbagai kegiatan sebagai Pengurus Takmir Masjid Raya Makassar, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), berbagai kegiatan Dakwah kampus terutama dakwah yang berat-berat di Irian, sekitar Fak-Fak,  Sorong, Nabire, Jayapura, dan seterusnya. Belum lama ini keluarga kerajaan mewakafkan tanah seluas 150 hektar untuk dakwah Islam. Insya Allah akan dibangun untuk Islamic Center.
         Ustad Fadzlan dalam ceramahnya di Mesjid An-Nur Sidoarjo Jatim 26 Oktobe 2015 jam 7oo Wib dan Google-Infak Dakwah.com  menjelaskan bahwa: 
       Diantara dakwah yang paling berat ialah  daerah yang dakwah Islam dilarang masuk oleh Misi Kristiani .
Maka  melalui rekayasa, penggantian nama Islam dengan nama-nama Kristiani (Yushoa, Hendrikus, Stevanus, Frans atau nama yang  Nasrani) maka Team Dakwah Ustad Fadzlan  berhasil masuk ke dalam daerah yang  sangat asing ini.
       Dan terbongkarlah bahwa  larangan oleh Misi Kristiani ini  taktik untuk kampanye bahwa Negara Rep.Indonesia telah menterlantarkan  warga Irian (Papua) terbelakang :
@  TETAP MENJADI  BANGSA PRIMITIP, MASIH  WUDHO BLEJET HANYA MEMAKAI KOTEKA SAJA TIDAK BERPAKAIAN SAMA SEKALI.
@ YANG PEREMPUAN JIKA  MELAHIRKAN TEMPATNYA DI DEKAT  KANDANG BABI.
@ JIKA  MELAHIRKAN BAYI, MAKA SUSU SEBELAH KANAN HANYA DIBERIKAN KEPADA ANAK BABI, SUSU  YANG SEBELAN KIRI UNTUK  TETEK ANAK BAYINYA SENDIRI.
@TIDAK PERNAH MANDI, TETAPI  MANDINYA HANYA  MENGGOSOK BADANNYA DENGAN LEMAK  BABI.
         Misi Kristiani atau rekan kerjanya membuat gambar mereka di atas  ini untuk kampanye ke luar negeri, demi untuk menjelek-jelekkan siapa yang mereka  musuhi..
           Ustad Fadlan dan jamaahnya  dalam melaksanakan tabligh di  suatu pedalaman Papuan telah mendapat  perlawanan keras dari pihak gereja”
(8)Dilarang menyebarkan Islam.
       Usttad Fadlan terpaksa harus berusaha bertemu dengan yang berkuasa(Gereja) membuat larangan itu. Ketika usaha bertamu ke rumah pendeta yang berkuasa di sana dijawab oleh penerima ytamu bahwa“Bapa pendeta tidak ada di rumah”
         Hari berikutnya ustad Fadzlan berusaha lagi untuk bertemu, penerima tamu menjawab dengan jawaban  yang persis sama dengan yang pertama(“Bapa pendeta tidak ada di rumah”); Ustad Fadzlan tidak berhenti usahanya untuk betrtemu sang pendeta itu diulang tiap-tiap hari  bahkan sampai 2 bulan 6  hari (66 hari) xsetiap hari dan mendapat jawaban yang sama dengan yang pertama.
       Terakhir  pendeta itu jatuh sakit, ketika dijenguk oleh Ustad Fadzlan  akhirnya Sang Pendeta berjanji dapat menerima Ustad Fadzlan setelah sembuh, tetapi pertemuan dibatasi  hanya empat mata saja tidak boleh ada orang ketiga.
       Ternyata dari pertemuan yang pertama ini sang pendeta meminta bertemu lagi dan meminta bertemu lagi akhirnya sang pendeta masuk Islam diikuti oleh anggota jemaatnya.
Akibat dari Islamnya sang pendeta dan jemaatnya ini Ustad Fadzlan dihukum penjara 3 bulan, tetapi keluar dari penjara Ustad Fadzlantetapi meneruskan dakwahnya terus makin giat.
        Lalu bagaimana cara Dakwah Islam kepada suku terasing yang masih sangat terbelakang di pelosok hutan belantara, yang bergunung-gunung dan jurang yang sangat dalam, yang dapat dicapai  hanya dengan pesawat terbang milik Misi Kristiani saja yang bisa sampai ke-sana itu???
       Dakwah yang pertama ialah mengajak dan mengajar mereka itu  untuk bersedia mandi. Ustad Fadzlan sudah menyiapkan sabun dan sikat gigi-odol, dan syampoo.  Pada awalnya pelajaran mereka terima  tetapi karena baunya yang wangi, mereka menolak untuk diguyur air, terutama  rambutnya yang keriting sangat ruwet itu terkena  syampoo dibiarkan terus  biar bau wanginya tetap berlangsung.  Team Dakwah Ustad Fadzlan terpaksa  shalat di atas panggung sebab di bawah babi masih berkeliaran kesana kemari, kemudian suku asli Irian ini  hanya melihat tertegun dengan  masygul melihat jamaah sedang shalat…….. Pada kesempatan yang berulang-ulang mulailah mereka bertanya soal-soal shalat dan serangkaian ibadah kepada Ustad Fadlan dan anggota Team Dakwahnya ..dst.
         Berkat kerja keras jihad  terlalu berat ini dalam suatu kesempatan, maka Ketua Suku Irian  asli  yang sudah agak lengkap ibadahnya lalu diajak ke Jakarta menghadap preside (saat itu pak Harto). Maka karena  senangnya presiden memberikan hadiah yang sangat banyak kepada orang-orang Irian   pedalaman itu segala keperluan harian sampai mushalla atau tempat ibadah suku ini. Maka akibatnya para misionaris itu cemburu karena semakin bertambah banyak penduduk Papua yang masuk Islam.
      Tersiar oleh  TransTV bahwa Ustad Fadzlan dan Team Dakwahnya telah berhasil meng-ISLAM-kan sekitar 200 000 orang  warga pedalaman Irian ini. Alhamdu Lillah Rabbil ‘Alamin.
        Sungguh benar-benar luar biasa semangat jihad Team Dakwahustad Fadzlan ini, melihat  terlalu sulitnya medan dan sangat berat sekali rintangan yang dihadapi, dengan pengorbanan modal sarana-prasarana dakwah, korban harta dan tenaga betul-betul hampir tidak ada tolok bandingannya dalam sejarah Islam, Bagiaman dengan kita-kita ini?
………………………………………………………………………
اذْهَبْ أَنْتَ وَأَخُوكَ بِآيَاتِي وَلَا تَنِيَا فِي ذِكْرِي(42)اذْهَبَا إِلَى فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَى(43)فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَيِّنًا لَعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَى(44)قَالَا رَبَّنَا إِنَّنَا نَخَافُ أَنْ يَفْرُطَ عَلَيْنَا أَوْ أَنْ يَطْغَى(45)قَالَ لَا تَخَافَا إِنَّنِي مَعَكُمَا أَسْمَعُ وَأَرَى(طه 42-46)
“Pergilah kamu beserta saudaramu dengan membawa ayat-ayat-Ku, dan janganlah kamu berdua lalai dalam mengingat-Ku;20:43. Pergilah kamu berdua kepada Firaun, sesungguhnya dia telah melampaui batas;20:44. maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut".20:45. Berkatalah mereka berdua: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami khawatir bahwa ia segera menyiksa kami atau akan bertambah melampaui batas".20:45. Berkatalah mereka berdua: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami khawatir bahwa ia segera menyiksa kami atau akan bertambah melampaui batas".20:46. Allah berfirman: "Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku beserta kamu berdua, Aku mendengar dan melihat"(s20 Thaha 42-46).
Internet: http://pondokquranhadis.wordpress.comEmail:pondokilmu7@gmail.com
Internet:http://imam-muchlas.blogspot.com--,Email:h.imam.muchlas.@gmail.com
Internet:http://fatwatempurrejo.blogspot.comEmail:tempurrejofatwa@gmail.com

AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA









0 komentar:

Poskan Komentar

Pengunjung Ke-

Ada kesalahan di dalam gadget ini

About Me

Template by KangNoval & Abdul Munir | blog Blogger Templates