Jumat, 06 Mei 2016

Mau kemana



وَمَا صَاحِبُكُمْ بِمَجْنُونٍ(22)وَلَقَدْ رَآهُ بِالْأُفُقِ الْمُبِينِ(23)وَمَا هُوَ عَلَى الْغَيْبِ بِضَنِينٍ(24)وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَيْطَانٍ رَجِيمٍ(25)فَأَيْنَ تَذْهَبُونَ (26) إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ (27) لِمَنْ شَاءَ مِنْكُمْ أَنْ يَسْتَقِيمَ (28) وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ (29)(التكوير 26-29)
23. Dan sesungguhnya Muhammad itu melihat Jibril di ufuk yang terang.
24. Dan Dia (Muhammad) bukanlah seorang yang bakhil untuk menerangkan yang gaib.
25. Dan Al Qur'an itu bukanlah perkataan setan yang terkutuk,
26. maka ke manakah kamu akan pergi?
27. Al Qur'an itu tiada lain hanyalah peringatan bagi semesta alam,
28. (yaitu) bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus”
29. Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semestaalam (S81Alttakwir  23-29).
Tema dan sari tilawah
(1) Nabi Muhammad Saw bertemu dengan Jibril di ufuk
(2)Nabi Saw  tidak menyembunyikan berita dari alam gaib.
(3) Wahyu yang diterima beliau bukan   bisikan setan.
(4) Maka manusia akan ke mana .
(5) Al-Quran memberi peringatan kepada seluruh makhluk.
(6) Dia memberi peringatan  para hamba yang  berjalan lurus .
(7) Manusia merencanakan maka Allah yang menentukan hasil.

@ Tafsir Ath-Thabari (1h427)  mengaitkan Qs81a26 ini dengan Qs2a28 maka maknanya  adalah sbb:
كَيْفَ تَكْفُرُونَ بِاللَّهِ وَكُنْتُمْ أَمْوَاتًا فَأَحْيَاكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ (البقرة 28)
 Ath-Thabari  menjelaskan istilah “Mau ke-mana kamu?” Ialah:
         Mengapa kamu sekalian kafir  kepada Allah, padahal dahulu kamu manusia itu asal  dari  nutfah (air-mani) tumbuh berkembang menjadi manusia yang  hidup di bumi Allah yang memberi kenikmatan hidup  kamu di bumi  maka Allah  itulah yang menghidupkan kamu sekalian, lalu Allah membuat kamu  mati sesudah matimu, kemudian Allah membangkitkan kamu sekalian di lapangan Makhsyar-hari Kiamat untuk  menerima pahala atau azab.  Maka  mengapa kamu kufur tidak percaya kepada Allah lalu mau kemana kamu sekalian itu?
        Bagi mereka orang yang beriman  percaya bahwa ada hidup sesudah mati, sehingga  timbul istilah dalam bahasa Jawa  orang yang meninggal itu dikatakan :Sowan dateng ngarso Gusti dan ini  sangat   persis dengan ucapan Nabi Ibrahim di dalam Al-Quran:
وَقَالَ إِنِّي ذَاهِبٌ إِلَى رَبِّي سَيَهْدِينِ(99)
“Dan Ibrahim berkata: "Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhanku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku”(S 37 Ash-Shaffat 99).
       Melalui analisa Ath-Thabari di atas ini kita kembangkan menjadi  beberapa pertanyaan, yaitu:
Masalah dan analisa jawaban
(1)  Bagaimana rahasia alam gaib itu? Jawaban hipotesis: Rahasia alam gaib itu hanya Allah yang mengetahui yang benar.
(2) Bagaimana cara Allah memberikan ilmu gaib itu kepada manusia? Jawaban hipotesis: Ada tiga macam cara Allah memberi-tahukan  Iradah=Kehendak-Nya yaitu: Dengan cara wahyu, dari balik tabir atau melalui utusan Allah.
(3) Sebetulnya manusia itu asal dari mana, sekarang di mana dan akan kemana? Jawaban hipotesis: Manusia itu asal dari alam gaib,sekarang di dunia dan akan kembali ke-alam gaib akhirat.
(4) Bagaimana persiapan orang heriman untuk masuk kealam gaib-akhirat itu? Jawaban hipotesis: Kita wajib mengikuti petunjuk Allah melalui nabi utusan Allah.

Pendalaman dan penelitian
BAB    SATU
Alam gaib
 Bagaimana rahasia alam gaib itu? Jawaban hipotesis: Rahasia alam gaib itu hanya Allah yang mengetahui yang benar.               Allah mewajibkan  kita semua  harus  percaya kepada yang gaib yaitu semua yang tidak dapat dijangkau oleh panca indra. Allah berfirman:
ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ(2)الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَالصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ(3)وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ(4)أُولَئِكَ عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (البقرة  1-5(
 Artinya:
" Kitab (Al Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka, dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur'an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung"(s.2 Al-Baqarah 1-5).
Al-Ghaibu artinya yang gaib,  lebih jauh dijelaskan oleh para ulama tafsir, yaitu sebagai berikut:
~ Tafsir  Al-Manar (tth.i \ 126) menyatakan bahwa lafal  Al-Ghaibu maksudnya ialah apa yang dibalik alam kenyataan, yaitu: Allah, Malaikat dan Hari Kiamat.
~~Az-Zuhaili dalam tafsirnya (1991:i \ 74) menjelaskan bahwa iman kepada yang gaib itu ialah percaya kepada apa yang di belakang alam materi, yaitu Allah, malaikat, nyawa, jin.
~ Al-Qasimi (1957:I \ 35) mencatat bahwa lafal   Al-Ghaibu itu maksudnya ialah apa yang tidak dapat disaksikan dengan panca indra, tidak dapat dijangkau oleh akal dan hanya dapat dijangkau  melalui wahyu dari Allah saja yang diterima oleh  para nabi, yaitu  berita-berita mengenai Allah, malaikat, surga, neraka, 'Arsy, Lauh Mahfuzh.
~ Al-Qurthubi ( 1967: I \ 163) mengaitkan Al-Ghaibu itu  dengan hadis Nabi Saw. tentang soal jawab Rasul Saw. dengan malaikat Jibril khususnya ketika dipersoalkan kepada beliau soal "Iman"  bahwa iman itu ialah percaya kepada Allah, malaikat, kitab suci, para rasul, hari kiamat dan taqdir..
~Menurut Ibnu Mas'ud iman yang paling utama ialah iman kepada yang gaib berdasarkan Al-Quran berikut:
الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ وَهُمْ مِنَ السَّاعَةِ مُشْفِقُونَ (الانبياء49)
   Artinya: "(Yaitu) orang-orang yang takut kepada Tuhan mereka, sedang mereka tidak melihat-Nya, dan mereka merasa takut akan (tibanya) hari kiamat"(S.21 Al-Anbiya`49).
@ Teori para pakar filsafat
 Kembali kepada pokok bahasan kita sekarang ialah soal yang tidak dapat dijangkau oleh panca indera maupun akal,  maka para pakar menamakannya dengan metafisika. Menurut Kamus  Oxford bahwa  Metaphysica itu ialah Abstract-talk artinya pembicaraan mengenai soal yang sifatnya abstrak alias gaib. Para ahli pikir memberikan pengertian bahwa metafisika ialah ilmu tentang hakikat segala sesuatu.
Sayyid Hosein Nasr dalam Ensiklopedi Filsasfat Islam (2003:1090) mengatakan bahwa metafisika dalam bahasa Arabnya disebut dengan bermacam- macam ungkapan, yaitu:
  مافوق \ ما وراء   الطبيعة-الالهية- الحكمة  -- ما بعد   artinya apa-apa   sesudah alam, apa-apa yang di atas alam, apa-apa yang di belakang  alam, masalah ketuhanan  atau filsafat. Bahkan ditambahkan lagi bahwa tujuan tertinggi manusia ialah metafisika, ilmu yang terbaik, paling benar, paling pasti.
Hasbullah Bakry  dalam Ilmu Filsafat(1986:49) mencatat bahwa metafisika itu berasal dari bahasa Yunani  Meta artinya ialah "sebaliknya, sesudah atau selain", Kata-kata alam artinya alam nyata. Metafisika ialah apa-apa yang berada dibalik alam nyata. Maka Metafisika maksudnya ialah Ilmu  yang menyelidiki  apakah hakikat dibalik alam nyata ini yang juga mengandung makna ilmu yang menyelidiki hakikat  segala sesuatu yang mencakup apa yang tidak dapat ditangkap oleh panca indera ataupun akal. Kemudian Hasbullah Bakry menjelaskan bahwa  metafisika itu ada dua bagian, yaitu: (A) Ontologi dan (B) Teologi yang dapat dijelaskan sebagai berikut:
A.    ONTOLOGI
Ontologi ialah suatu ilmu bagaimana kita memahami  hakikat dari segala yang ada ini, yang terdiri dari (1) Materi dan (2)Rohani. Ilmu fisika hanya mempersoalkan apa yang dapat ditangkap oleh panca indera saja, sedangkan apa yang tidak dapat dijangkau oleh panca indera atau akal dibicarakan oleh ilmu metafsisika.
Dalam memandang  dua kenyataan materi dan rohani ini maka timbul 4 macam aliran pikiran, yaitu:1) Dualisme; 2) Materialisme; 3) Idealisme; 4) Agnostisisme.
Ad 1 Dualisme
         Dualisme ialah suatu aliran yang percaya bahwa dalam alam semesta ini ada dua hakikat, yaitu dunia materi yang dinamakannya "dunia  ruang" dan dunia rohani yang  mereka  namakan "dunia kesadaran.
Ad.2.  Materialisme
      Para ilmuwan menyamakan faham Materialisme dengan Naturalisme karena mereka cenderung memusatkan perhatiannya kepada alam yang bersifat materi saja yaitu alam ini.
   Para ulama menuduh kaum yang tidak percaya kepada adanya Tuhan Maha Pencipta dan Maha Pemelihara alam ini dan hanya percaya kepada otomatisnya  proses jalannya alam adalah Kafir, yaitu kaum  Historis-Materialisme mirip dengan apa yang dituduhkan oleh Al-Quran  kepada masyarakat Arab Jahiliyah dahulu yang disebut-sebut di dalam Al-Quran berikut:
وَقَالُوا مَا هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا نَمُوتُ وَنَحْيَا وَمَا يُهْلِكُنَا إِلَّا الدَّهْرُ وَمَا لَهُمْ بِذَلِكَ مِنْ عِلْمٍ إِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَ (ألجاثية 24(
Artinya; "Dan mereka berkata: "Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa", dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja"(S.45 Al-Jatsiyah 24).
Ad 3.Idealisme atau Spiritualisme
Idealisme ialah aliran faham serba cita-cita; Spiritualisme  ialah aliran yang serba roh. Menurut aliran ini materi itu adalah penjilmaan dari rohani, sedangkan  rohani itu nilainya lebih tinggi dari pada materi, karena materi itu hanya bayangan saja dari rohani. Menurut aliran idealisme kebudayaan itu perwujudan dari cita-cita sedangkan cita-cita itu adalah. Rohani. Sasaran pikiran aliran  Idealisme mencakup akal, kesadaran, cita-cita, jiwa atau suksma.
Ad 4.Agnosticisme
          Aliran Agnosticisme adalah suatu aliran yang mengingkari kemampuan manusia untuk mengetahui hakikat materi ataupun hakikat rohani.  Tokoh aliran Agnosticisme ialah Heidegger dan Jaspers yang berpendapat bahwa yang mutlak atau transendent itu tidak ada sama sekali.
B.    TEOLOGI
Teologi ialah suatu faham ketuhanan yang tumbuh berpangkal melulu dari peristiwa kejadian alam saja, maka dari itu teologi ini dapat dinamakan Teologi Naturalis, sehingga aliran ini juga dapat disebut dengan Theodiceia. Mereka ini mengakui adanya Tuhan berdasarkan akal melulu.
  Al-Quran mengatakan bahwa seluruh alam semesta ini mengucapkan tasbih artinya me-Maha Suci-kan Allah, hanya saja manusia tidak mengetahui cara mereka bertasbih. Menurut para ulama cara makhluk alam semesta bertasbih kepada Allah itu berwujud ketaatannya melakukan tugas masing-masing dengan disiplin sangat ketat sekali, tertib, teratur rapi, sistematis, otomatis, persis   sejak 20 milyard tahun silam awal  peciptaan  bumi dan langit  dahulu sampai sekarang ini. Allah berfirman:
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُسَبِّحُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالطَّيْرُ صَافَّاتٍ كُلٌّ قَدْ عَلِمَ صَلَاتَهُ وَتَسْبِيحَهُ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِمَا يَفْعَلُونَ  (النور 41(
Artinya: "Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan"(S.24 An-Nur 41).
تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَوَاتُ السَّبْعُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَكِنْ لَا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا  (الاسراء 44(
Artinya: "Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun"(S.17 Al-Isra` 44).
Berangkat dari catatan Hasbullah Bakry bahwa Metafisika ialah apa yang dibalik alam nyata dan menurut HM.Rasyidi (1984:20) metafisika itu ialah apa yang dibelakang alam. Maka untuk memahami hakikat apa yang dibelakang alam nyata ini tidak lain harus melalui Al-Khaliq yaitu Dzat yang menciptakan alam nyata dan alam gaib atau yang menciptakan fisika dan metafisika.
Terhadap semua teori dan dugaan-dugaan  para filosuf itu perlu kita membaca dugaan dan tulisan mereka itu dengan kaca mata Al-Quran, Allah berfirman sebagai berikut:
وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ  (الانعام  116(
Artinya: "Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)"(S.6 Al-An'am 116


BAB     DUA
Dari alam gaib kealam indrawi
Bagaimana Allah memberikan ilmu gaib itu kepada manusia? Jawaban hipotesis: Ada tiga macam cara Allah memberi-tahukan Kehendak-Nya kepada manusia yaitu: Dengan cara wahyu, dari balik tabir dan melalui utusan Allah.
Jalan Allah menyampaikan wahyu
Hubungan Allah dengan manusia
       Hampir seluruh umat manusia percaya kepada adanya Tuhan, yaitu sesuatu yang Maha Kuasa yang tidak  ada  sesuatupun yang dapat mengalahkan sifat absolut Tuhan itu. Oleh karena sifat yang absolut MAHA itu maka masalahnya ialah bagaimana komunikasi hubungan antara Tuhan yang Maha Mutlak dengan manusia yang serba lemah ini?
       Sebagai orang beriman, maka kita percaya kepada penjelasan Allah Ta’ala melalui firman-Nya di dalam Al-Quran berikut:
وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُكَلِّمَهُ اللَّهُ إِلَّا وَحْيًا أَوْ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ أَوْ يُرْسِلَ رَسُولًا فَيُوحِيَ بِإِذْنِهِ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ عَلِيٌّ حَكِيمٌ (الشوري51)
Artinya;” Dan tidak ada bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau di belakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana”(S.42 Asy-Syura 51).
      Maka komunikasi bagaimana caranya Allah menyampaikan maksud kehendak- Nya  kepada manusia ialah melalui 3 cara, yaitu:
1)Dengan cara wahyu
2)Dari balik tabir
3)Dengan mengutus utusan
Ad-1 Dengan cara wahyu contohnya ialah sebagai berikut:
a.  Allah memberitahu kepada Ibu Nabi Musa yang bisa disebut dengan ilham, dicatat dalam ayat berikut:
إِذْ أَوْحَيْنَا إِلَى أُمِّكَ مَا يُوحَى(38)أَنِ اقْذِفِيهِ فِي التَّابُوتِ فَاقْذِفِيهِ فِي الْيَمِّ فَلْيُلْقِهِ الْيَمُّ بِالسَّاحِلِ يَأْخُذْهُ عَدُوٌّ لِي وَعَدُوٌّ لَهُ وَأَلْقَيْتُ عَلَيْكَ مَحَبَّةً مِنِّي وَلِتُصْنَعَ عَلَى عَيْنِي (طه (39)
        Artinya: “(yaitu) ketika Kami mengilhamkan kepada ibumu suatu yang diilhamkan, Yaitu: 'Letakkanlah ia (Musa) di dalam peti, kemudian lemparkanlah ia ke sungai (Nil), maka pasti sungai itu membawanya ke tepi, supaya diambil oleh (Fir`aun) musuh-Ku dan musuhnya'. Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku; dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasan-Ku”(S.20 Thaha 38-39).
b. Allah memberitahu kepada Nabi Ibrahim dalam  tidur, yaitu:
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَابُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَاأَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ (الصافات 102)
Artinya: “Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar"(S.37 Ash-Shaffat 102).

ad-2 Dari balik tabir
       Cara komunikasi Allah dengan manusia dari balik tabir, maksudnya dibelakang suatu tembok pemisah antara alam ketuhanan dari alam dunia manusia, dalam hal  ini contohnya ialah Allah berbicara kepada Nabi Musa, seperti firman Allah berikut:
وَرُسُلًا قَدْ قَصَصْنَاهُمْ عَلَيْكَ مِنْ قَبْلُ وَرُسُلًا لَمْ نَقْصُصْهُمْ عَلَيْكَ وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَى تَكْلِيمًا (النساء 164)
Artinya: “Dan (kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung”(S.4 An-Nisa` 164).

ad-3 Mengutus malaikat
        Komunikasi Allah  dengan manusia melalui  cara mengutus malaikat ini adalah yang paling mudah difaham, contohnya yaitu:
 a) Allah mengutus Jibril menyampaikan wahyu kepada Maryam yang dapat disebut dengan  ilham, dicatat dalam Al-Quran berikut:
فَاتَّخَذَتْ مِنْ دُونِهِمْ حِجَابًا فَأَرْسَلْنَا إِلَيْهَا رُوحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَرًا سَوِيًّا (مريم17)
Artinya: “maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna”(S.19 Maryam 17).
b) Allah mengutus Jibril menyampaikan wahyu Al-Quran  kepada Nabi Muhammad  Saw. sebagai beriku:
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ()اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ()الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ()عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَم (العلق 1-5)
Artinya:” Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”(S.96 Al-‘Alaq 1-5).
           Hubungan Allah dengan manusia dalam hal ini Nabi Muhammad Saw. jelas sekali diceriterakan oleh ‘Aisyah dicatat oleh Ulama Besar Ilmu Hadis Imam Bukhari dan Imam Muslim dalam Shahih-nya dalam hadis yang panjang yang singkatnya adalah sebagai berikut:
  ‘Aisyah Ummul Mu`minin menceriterakan bahwa sebelum turun wahyu Al-Quran, beliau memperoleh impian yang sangat indah beliau melihat cahaya seperti fajar subuh. Dari pengalaman  ini maka  beliau lebih tekun lagi melakukan  ‘uzlah, menyendiri di gua Khira`  beliau memusatkan renungannya dengan  ibadah  sampai beberapa malam dengan membawa bekal  secukupnya. Sehingga pada suatu saat datanglah malaikat Jibril membawa wahyu Al-Quran yang pertama kali yaitu  surat Al-‘Alaq  ayat 1 sampai 5 (HR. Bukhari  no.3 dan Muslim   no 231).
(3)  Wahyu, ilham, wangsit dan bisikan setan
          Dokter Paryana seorang ahli metafisika menjelaskan melalui kuliah  Metafisika Yogya  dan menganalisanya sebagai berikut:
           Apabila pikiran kita itu berhenti karena merenung, maka di pusat akal terkumpullah daya kekuatan dari budi atau rasio yang dapat meningkat ketingkat yang lebih tinggi yaitu alam Jabarut, jika kegiatan merenung ini jika disertai dengan keinginan keras untuk  makrifat kepada Tuhan, maka dia akan dapat meningkat ke tingkat alam Malakut, yaitu alam tempat malaikat, sehingga dia dapat menyaksikan alam gaib dan dapat berudensi dengan penghuni alam gaib di sana.
             Lebih lanjut dokter Paryana membayangkan budi atau rasio yang dapat meningkat terus ke alam gaib  itu bagaikan suatu  antene elektronik - alat telekomunikasi. Antene (sekarang alat telekomunikasi) yang  hebat sangat canggih maka dia dapat  menangkap siaran dari pusatnya dengan sangat jelas, nyaring dan bersih tidak kemasukan siaran dari siaran lain yang tidak dikehendaki.         Maka antene (alat telekomunikasi) yang ada pada diri nabi dan rasul adalah antene yang paling hebat yang paling canggih, jauh diatas antene yang ada pada diri siapa saja selain nabi dan rasul. Maka dari itu siaran dari pusatnya diterima  oleh nabi dan rasul terlalu jelas, paling nyaring, lengkap sekali dan betul-betul sangat bersih bahkan suci dari gangguan bisikan setan dan  wangsit  dari makhluk halus dari alam gaib. Sebaliknya antene yang dimiliki oleh para dukun prewangan  atau siapa saja selain nabi dan rasul adalah antene yang kwalitasnya rendah dan buruk, sehingga selalu  terganggu dan tercampur oleh siaran-siaran liar serta putus-putus tidak lengkap maka sumbernya   bukan dari Allah, tetapi sumbernya ialah dari setan, iblis, jin,   jin prewangan, demit, roh jahat dan memang penghuni alam gaib itu suka memberi   ilham atau wangsit serta bisikan jahat bermacam-macam kepada manusia.
              Secara khusus Allah memilih nabi dan rasul untuk  menerima wahyu Allah secara langsung atau mengutus malaikat menyampaikan wahyu itu dan khusus kepada Khatamul anbiya` wal-Mursalin,  Nabi Muhammad Saw. Allah menurunkan  wahyu Al-Quran  tidak mungkin salah alamat dan tidak mungkin  dicuri oleh siapapun juga  yang tidak dipilih oleh Allah.         Hakikat wahyu sendiri tidak bisa diterangkan oleh siapa saja kecuali oleh malaikat dan nabi atau rasul yang menerima wahyu itu sendiri, paling tnggi hanyalah dugaan-dugaan saja yang saling berbeda antara dugaan seseorang dengan dugaan orang lain.
(4) Al-Quran itu wahyu dari Allah
           Al-Quran itu wahyu dari Allah bukan karangan manusia bukan wangsit dan bukan bisikan jahat setan. Ada beberapa hal yang menuntut kita merenungkannya, yaitu sebagai berikut:
         Karena turunnya wahyu Al-Quran pada periode Makkah permulaan itu dirasakan orang banyak sebagai sesuatu yang sangat luar biasa, maka Al-Quran bukan hanya dihafal oleh orang-orang yang sudah beriman saja, melainkan banyak orang kafir ikut menirukan bunyi wahyu di masa Makkah permulaan   itu. Disisi lain orang-orang kafir itu menuduh Rasulullah Saw. itu sebagai orang gila, majnun atau tukang sihir.
       Begitu Rasul Saw.  menerima wahyu segera beliau sampaikan kepada sahabat kemudian beliau perintahkan untuk  menulis wahyu yang turun itu sekaligus belaiu meminta mereka supaya menghafalkannya luar kepala. Allah berfirman di dalam hadis Qudsi sebagai berikut:
5109عَنْ عِيَاضِ بْنِ حِمَارٍ الْمُجَاشِعِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ذَاتَ يَوْمٍ فِي خُطْبَتِهِ أَلَا إِنَّ رَبِّي أَمَرَنِي  إِنَّمَا بَعَثْتُكَ لِأَبْتَلِيَكَ وَأَبْتَلِيَ بِكَ وَأَنْزَلْتُ عَلَيْكَ كِتَابًا لَا يَغْسِلُهُ الْمَاءُ تَقْرَؤُهُ نَائِمًا وَيَقْظَانَ(رواه مسلم)
Artinya: “Dari ‘Iyadh ibnu Himar al-Mujasyi’i bahwa Rasulullah Saw. bersabda dalam khutbahnya bahwa Tuhan menurunkan wahyu dan berfirman: “Aku membangkitkan  kamu untuk mengujimu dan teruji olehmu dan Aku menurunkan   kepadamu suatu kitab yang tidak dapat dibasuh oleh air,  kamu membacanya waktu tidur maupun waktu jaga(HR Muslim  no.5109)
(***Al-Quran persis yang diucapkan Rasulullah Saw. itu dihafalkan oleh seluruh umat Islam seluruh dunia minimal dalam  saat shalat mereka  ada yang hafal 30 juz  ada yang sebagian saja).
BAB    TIGA
Tempat kedudukan makhluk-manusia
Sebetulnya manusia itu asal dari mana, sekarang di mana dan akan kemana? Jawaban hipotesis: Manusia itu asal dari alam gaib, sekarang di dunia dan akan kembali ke alam gaib-akhirat.
Pokoknya manusia itu dari alam  arwah, masuk ke alam dunia lalu  masuk ke alam akhirat melalui proses sangat panjang.
      Sebelum kita mempelajari asal usul manusia barang kali lebih baik kita bicarakan masalah terwujudnya makhluk halus.
@Terciptanya makhluk halus
      Allah menurunkan  Al-Quran  untuk dihayati:
#Sebagai peringatan kepada manusia (S. Al-An’am 6a92);
#Supaya mereka merenungkan apa yang ada di bumi bahkan                berpikir terhadap diri manusia sendiri (S.51 Adz-Dzaiyat 20-21)
#Mamusia supaya belajar Ilmu Jiwa (S.17 Al-Isra`85);
#Supaya direnungkan bahwa Allah sangat dekat dengan manusia lebih dekat dari pada urat nadinya sendiri (S.50 Qaf 16).
@ Kejadian makhluk halus (malaikat, jin, setan, roh manusia)
    Jin itu diciptakan Allah dari api yang sangat panas, maka iblis dan malaikat itu diciptakan Allah dari  asal yang mirip dengan jin, yaitu dari cahaya api.
# Ibnu Taimiyah dalam kitab Al-Fatawa mengutip pendapat para ulama bahwa malaikat itu oleh Allah diciptakan  dari nur atau cahaya. Jika seandainya faham ini dapat diterima maka malaikat itu diciptakan dari sinarnya api,  sedangkan jin dibuat dari materi apinya.
# Dr Paryana dari Akademi Metafisika Yogya mengatakan bahwa roh manusia itu  diciptakan dari bahan yang mirip dengan makhluk jin  yaitu sejenis electron yang kerjanya  berputar-putar mengelilingi proton di dalam atom, karena terlalu cepatnya gerak maka yang terlihat adalah  sinar. Jika pendapat ini dapat diterima maka dispekulasikan bahwa semua  makhluk halus itu  diciptakan Allah dari sinarnya api  tersebut dispekulasikan  mirip dengan asal usul kejadian malaikat.
    Memang tidak gampang  mencari catatan Al-Quran soal dari apa malaikat dan roh itu diciptakan oleh Allah. Di sana hanya kita temukan bahwa  roh Adam itu roh dari-KU (Allah) S.15 Al-Hijr 29; ;S.38 Shad 72;S.32 As-Sajdah 9 semua menggunakan istilah dari roh-Ku (Allah) tidak menggunakan istilah menciptakan.
فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ (الحجر 29)
Artinya: “Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan) Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud”(S.15 Al-Hijr 29).
فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ(72)(ص)
Artinya: “Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan) Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya”(S.38 Shad 72).
ثُمَّ سَوَّاهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِنْ رُوحِهِ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ (المؤمنون6)
Artinya: “Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh) nya roh (ciptaan) –Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur”(S.23 Al-Mu`minun 9).
       @ Allah menyebut-nyebut bahwa roh Nabi ‘Isa itu dari Allah S.4 An-Nisa`171, ;Roh Nabi ‘Isa itu dari Roh Kami (Allah) S.66 At-Tahrim 12 dan Roh  Nabi ‘Isa itu dari Roh Kami (Roh dari Allah) S.21Al-Anbiya` 91 semua menyebutkan bahwa roh tersebut dihembuskan tidak memakai istilah “menciptakan” tidak menjelaskan diciptakan dari bahan apa.
يَاأَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ وَلَا تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَلَا تَقُولُوا ثَلَاثَةٌ انْتَهُوا خَيْرًا لَكُمْ إِنَّمَا اللَّهُ إِلَهٌ وَاحِدٌ سُبْحَانَهُ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَكَفَى بِاللَّهِ وَكِيلًا(النساء 171 )
Artinya: “Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, `Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara”(S.4 An-Nisa` 171).
وَمَرْيَمَ ابْنَ عِمْرَانَ الَّتِي أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهِ مِنْ رُوحِنَا وَصَدَّقَتْ بِكَلِمَاتِ رَبِّهَا وَكُتُبِه وَكَانَتْ مِنَ الْقَانِتِينَ(12)(التحريم)
Artinya: “dan Maryam puteri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami; dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan Kitab-kitab-Nya; dan adalah dia termasuk orang-orang yang ta`at”(S.66 At-Tahrim 12).
وَالَّتِي أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهَا مِنْ رُوحِنَا وَجَعَلْنَاهَا وَابْنَهَا ءَايَةً لِلْعَالَمِينَ (الانبياء 91)
Artinya: “Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh) nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam”(S.21 Al-Anbiya`91).
    Perlu diingat bahwa masalah sesuatu yang dinisbatkan kepada Allah, menurut Ibnul Qayyim harus dilihat dari segi apakah yang dinisbatkan itu berupa sifat atau bukan sifat. Jika sesuatu yang dinisbatkan kepada Allah itu sifat maka dia itu lengket kepada Zat Allah, tetapi jika yang dinisbatkan itu bukan sifat maka dia itu makhluk diluar Zat Allah. Maka dari itulah roh yang dinisbatkan kepada Allah itu bukan sifat maka roh itu adalah makhluk sama sekali bukan bagian dari Zat Allah. Roh Nabi ‘Isa itu tidak berbeda dari roh semua manusia.
     Kaum Nasrani yang mendewa-dewakan Nabi ‘Isa itu bagian dari Tuhan adalah keliru, sebab tidak ada sesuatu makhluk bagamanapun juga yang dapat menjadi bagian dari Zat Allah barang siapa menempelkan suatu makhluk kepada Zat Allah dia musyrik akan masuk neraka jahanam kekal abadi..
(1)    Terjadinya  Alam  Dunia
@ Teori Big Bang,
       Sebelum terciptanya alam semesta ini  manusia itu dahulu tidak ada di dunia atau tidak dapat dibicarakan; Allah berfirman di dalam Al-Quran:
هَلْ أَتَى عَلَى الْإِنْسَانِ حِينٌ مِنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُنْ شَيْئًا مَذْكُورًا(  الانسان 1)
“Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut? (Belum bisa dibicarakan) ( S.76 Al-Insan 1 )
       Berdasarkan pemahaman atas Al-Quran; s41a11-12, s65a12, s11a7, s35a41,s21a104 dikaitkan dengan s21a30, s51a47,  maka Ahmad Baiquni Prof,MSc, PhD, spesialis ilmu atom pertama Indonesia itu menulis dalam bukunya Al-Quran & Iptek (1994:40) mendukung Big Bang Theory bahwa sekitar 15 milyard tahun yang silam alam semesta ini bermula dari  dentuman yang keras sangat mengerikan dari satu titik singularitas dalam suhu yang tiada tara panasnya. Sehingga Nucleus, proton, neutron, atom dan apa saja tidak mampu menahan temperatur itu, maka  semuanya terurai menjadi zarrah materi  yang tidak pernah dikenal dalam alam kita yang sudah mendingin ini.
       Ledakan yang maha dahsyat  itu disusul dengan terwujudnya materi, ruang, waktu dan energi dari satu titik singularitas. Kemudian dari panas berubah menjadi dingin dari dingin ini tiba-tiba dalam waktu sepuluh pangkat minus 34 meloncat  panas lagi  menjadi seribu trilyun-trilyun derajat Celsius. Akibatnya terjadilah LEDAKAN Maha Hebat maka terjadi loncatan dan ekspansi atau pengembangan alam semesta, terlontarlah 100 milyard galaksi, masing-masing galaksi berisi 100 milyard bintang, jumlahnya 1000 milyard-milyard bintang bagaikan balon kanak-kanak yang ditiup dan terwujudlah jagad  raya alam dunia ini. Dalam hal ini Allah berfirman dalam Al-Quran s.88a17-20, s51a47,s21a30.
أَوَلَمْ يَرَى الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ كَانَتَا رَتْقاً فَفَتَقْنَاهُمَا وَجَعَلْنَا مِنْ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلا يُؤْمِنُونَ (الانبياء 30)
21:30. Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?”(S21 A-Anbiya` 30)
أَفَلَا يَنْظُرُونَ إِلَى الْإِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ(17)وَإِلَى السَّمَاءِ كَيْفَ رُفِعَتْ(18)وَإِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْ(19)وَإِلَى الْأَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْ(20)
17. Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan,
18. Dan langit, bagaimana ia ditinggikan?
19. Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan?
20. Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?(s88AlGhasyiyah17-20)
وَالسَّمَاءَ بَنَيْنَاهَا بِأَيْدٍ وَإِنَّا لَمُوسِعُونَ(47)وَالْأَرْضَ فَرَشْنَاهَا فَنِعْمَ الْمَاهِدُونَ(48))الذاريات 47-48)
47. Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.
48. Dan bumi itu Kami hamparkan; maka sebaik-baik yang menghamparkan (adalah Kami)”(S51 Adz-Dzariyat 47-48).
        Perlu direnungkan disini pernyataan Ahmad Baiquni bahwa sebelum terjadi Big Bang (Dentuman yang Mengerikan) ini:
I)Tidak ada materi; ii) Tidak ada ruang; iii) Tidak ada waktu:
iv) Tidak ada energi. V) (Kami penulis ini menambahkan) Yang ada hanya Allah yang serba Maha dan Absolut Maha, tidak ada Yesus, tidak ada Budha Gautama, tidak ada tuhan-tuhan mana saja   kecuali Allah  لااله الا الله ))
(2) Bima Sakti
    Salah satu dari 100 milar galaksi itu ialah Bima Sakti, yaitu galaksi kita ini berada.  Tahun 1929 Edwin Habble menyatakan bahwa semua galaksi berjalan menjauhi kita dengan cara dan ukuran tertentu. Tahun 1930 Georges Lamaitre menyatakan bahwa dari ledakan yang terlalu hebat menurut Teori Big-Bang, maka terlemparlah semua pecahannya ke segala penjuru. Sebagai anggota Galaksi Bima Sakti tersusun dari Bumi, Bulan, Matahari, Merkuri,  Venus, Mars, Yupiter, Saturnus , Pluto.
 (3) Sejarah perkembangan planet bumi
        Sejarah perkembangan planet bumi mdngalami beberapa jaman sebagai berikut:
I.Jaman Plestosin = 10.000 juta tahun sampai 2.000 juta tahun.             
II. Jaman  Tersier-Mesosoikum 225.000-70 juta tahun.
III. Masa Kwarter 70-2 juta tahun-.
       @Keith Wick dalam bukunya   Planet Bumi (1985:10) mencatat sebagai berikut:
i.Sekitar 4.500 juta tahun dahulu bumi terbentuk dan masih berwujud lautan api  cairan (lava) batu-batuan dan gas menyala-meleleh mendidih (seperti jenang dodol), tetapi makin lama makin berkurang panasnya terakhir menjadi dingin.
ii.Sekitar 3000 juta tahun yang lalu, makhluk hidup mulai tumbuh di laut, yaitu ganggang laut.
iii.Dari ganggang laut terbentuk zat asam, zat asam oleh sinar matahari dibentuk atmosfir ozon, tugasnya menyerap sinar wungu matahari (berbahaya).
iv.Bumi mengalami proses pembentukan calon laut calon daratan, calon gunung, daratan, danau,  sungai dan yang lain.
v.Zat asam menghembuskan zat hayat ke dalam planet bumi.
vi.Dalam jangka yang cukup lama maka bumi menjadi dingin vii.Dalam jangka waktu tertentu maka sebagian-bumi tertutup Es 
viii.Es yang mencair membentuk lautan ataupun danau serta sungai dan bengawan.
ix.600 juta tahun yang lalu air laut menyerbu daratan, lalu tumbuh binatang  amfibi.
x.Diduga dalam 500 juta tahun awal sejarah bumi, dia mengalami perubahan dan pergolakan  iklim yang hebat:
     ~350 juta tahun yang lalu, tumbuh serangga dan binatang darat.
xi.140 juta tahun yang lalu peta bumi mulai  berbentuk seperti sekarang .
     ~35 juta tahun silam merupakan jaman terakhir ES menutupi kutub bumi.
     ~25 juta tahun yang lalu, manusia kera nenek moyang manusia  muncul,  lalu Dinosaurus  lenyap, tetapi muncul bangsa burung.
(1)Proses kejadian makhluk hidup
        Dengan maksud agar lebih terang lagi alangkah baiknya jika kita bandingkan bagaimana asal usul makhluk tidak bernyawa, fokusnya ialah bahwa makhluk  itu terbagi menjadi beberapa tingkat:
i.        Makhluk materi yaitu benda mati, gunanya ialah untuk menjadi obyek sarana prasarana makhluk yang lebih tinggi.
ii.      Makhluk tumbuh-tumbuhan, dia dapat berkembang biak tetapi tidak dapat bergerak, mafaatnya ialah untuk memenuhi keperluan makhluk yang lebih tinggi lagi.                           .
iii.    Makhluk Hewan, dia dapat bergerak dan mempunyai otak untuk pengembangan daya hidupnya, tetapi tidak dapat berpikir untuk mengembangkan akal-pikiran. Nomer  satu sampai ketiga sangat diperlukan  oleh manusia.
Secara Qurani, ketiga tingkat ini  semua bertasbih kepada Allah dengan cara mentaati Hukum Allah menepati kewajibannya memberikan jasa kepada semua makhluk, melalui  ketaatannya kepada sunnatullah yang sudah pasti berwujud angka-angka pertumbuhan, gerak, sifat, watak, reaksi, gratifikasi  yang sudah ditetapkan Allah. Bahkan tasbih mereka ini sudah berlangsung selama 15-18 milyar tahun lamanya.
iv.    Makhluk manusia adalah makhluk yang paling tinggi di atas tingkat di bawahnya, karena manusia mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki oleh makhluk hewan, tumbuh-tumbuhan dan benda mati. Dengan akalnya manusia dapat berpikir dengan cerdas sampai tingkat yang sempurna dalam Ilmu Pengetahuan&Tehnologi, dapat menumbuhkan kebudayaan.
     Menurut  Big Bang Theory, alam semesta pada awalnya  proses alami maka pecahan-pecahan dari Big Bang itu pada awalnya panas sekali, bumi sebagai pecahan itu makin lama makin dingin, bahkan pernah bumi tertutup dengan salju.
      #Secara Ilmu Fisika-Kimia terjadi  proses tumbuh  unsur yang mengandung beberapa sebab: 1) Causa finalis (sebab tujuan); 2) Causa formalis (sebab bentuk); 3) Causa foluntaris (sebab kemauan); 4) Causa generis (sebab berkembang biak), Maka berlanjut dari no,1 sampai no,4 ini terjadilah mutasi membentuk makhluk benda mati,  lalu tumbuh-tumbuhan, kemudian menjadi makhluk hewan. (5) Causa rasionalis (sebab budi) maka terbentuklah makhluk manusia yang berakal cerdas.
            Afzalurrahman dalam bukunya Quranics Science mencatat seluruh ayat yang dapat dikelompokkan ke dalam 30 cabang disiplin ilmu (IPTEK), di sana terdapat disiplin ilmu Hukum Kausalitas, Kosmologi, Fisika, Sejarah, Geografi, Geologi, Biologi, Botani, Zologi, Pertanian, Perkebunan, Arkeologi, Edukasi, Ilmu Fisika, Kedokteran dsb.
        Ayat Al-Quran yang sangat penting  berkaitan dengan masalah    bahwa kejadian makhluk hidup itu berasal dari air  tercatat dalam ayat-ayat berikut:
وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا(هود 7)
Artinya: “Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah `Arsy-Nya di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya"(S.11 Hud 7).
وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ(30)(الانبياء)
Artinya: “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?”(S.21 Al-Anbiya` 30).
Rasulullah Saw. dalam kaitan ini beliau bersabda sebagai berikut:
عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَ إِنِّي عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ جَاءَهُ قَوْمٌ  قَالُوا قَبِلْنَا جِئْنَاكَ لِنَتَفَقَّهَ فِي الدِّينِ وَلِنَسْأَلَكَ عَنْ أَوَّلِ هَذَا الْأَمْرِ مَا كَانَ قَالَ كَانَ اللَّهُ وَلَمْ يَكُنْ شَيْءٌ قَبْلَهُ وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ ثُمَّ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ وَكَتَبَ فِي الذِّكْرِ كُلَّ شَيْءٍ (رواه البخاري6868)
Artinya: “Dari ‘Imran ibnu Hashin, dia berkata: “Aku bersama Nabi Saw. ketika datang suatu rombongan, mereka berkata: “Kami menghadap kepada Nabi Saw  ingin memperdalam peelajaran  agama dan kami ingin bertanya tentang asal usul perkara ini yang paling awal. Beliau bwersabda: “Allah itu wujud yang  tidak ada apa-apa sebelumnya, kemudian Allah menciptakan langit dan bumi dan Allah menulis segala sesuatunya dalam sebuah simpanan (ingatan)”(HR Bukhari no.6868).

(2)   Manusia dari mana mau kemana?
      Pokoknya manusia itu berangkat dari alam  arwah, masuk ke alam dunia lalu masuk ke alam akhirat khususnya HARI KEBANGKITAN يوم البعث)) Tapi prosesnya sangat panjang.
      Secara Qurani manusia pertama ialah Adam.  Kemudian Nabi Adam dan Hawa menurunkan anak cucu sampai semua manusia yang  secara periodic generasi demi generasi  dapat dibagi ke- dalam jaman nabi-nabi berikut:



Jaman-generasi

Jaman generasi

Jaman generasi

1)   N.Adam •
2)   N.Idris
3)   N.Nuh•
4)   N. Hud •
5)   N.Shaleh •
6)   N. Ibrahim.
7)   N.Luth •
8)   N.Isma'il •

9)     Ishaq •
10) Yaqub •
11)  Yusuf •
12)  Ayyub•
13) Syu'aib •
14) N.Musa•
15)  Harun •
16)Zulkifli •

17)  N.Dawud •
18)  N.Sulayman •
19)  N.Ilyas •
20)  N.Al-Yasa •
21)  N.Yunus
22)  N.Zakariyya
23)  N. Yahya
24)  N.Isa •
25)  N.Muhammad.

Ringkasan  catatan  mengenai  umur 25 nabi
No
Nama Nabi
Lahir-Umur
Makam
1
Nabi Adam
1000 tahun
India, Makkah, Baitul Maqdis.
2
Nabi Idris  a.s.
865 tahun
(tidak ada informasi
3
Nabi Nuh a.s.
950 tahun
(1) Kufah, [[(2) al-Jabal al-Ahmar (3) Makkah}.
4
Nabi Huda,s,
464 tahun
Hadharamaut,
5
Nabi Shalih a.s
Tidak jelas
Shou’ar
6
Nabi Luth ‘a.s.
Tiada info
Tiada info
7
Nabi Ibrahim
200 tahun
al-Khalil (Palestina),
8
Isma’il
137 tahun

Makkah
9
Nabi Ishaq
: 180 tahun
al-Khalil (Palestina).

10
Nabi Ya’qub
137 tahu
al-Khalil (Palestina).
11
Nabi Yusuf
110 tahun
Nablus (Palestina).
12
Nabi Syu’aهb

Thabariyah (Syria).
13
Nabi Ayyub
93 tahun
Damasykus) Syria.
14
Nabi Dzul Kifli
----------------
Thursina ؟) (Syam.
15
Nabi Yunus
--------------------
--------------------------
16
Nabi Musa
120 tahun
Thursina
17
Nabi Harun
122 tahun
Thursina
18
Nabi Ilyas ‘
---------------
Ba’labak (Lebanon).
19
Nabi Ilyasa’
---------------
kota Banyas.
20
Nabi Dawud
100 tahun

21
Nabi Sulaiman


22
Nabi Zakariya


23
Nabi Yahya
--------------------
Damasykus-Syria
24
24). Nabi ’Isa
33 tahun
----------------------
25
Nز Muhammad
63 tahun
Masjid Nabawi






     Tetapi orang kafir tidak mau percaya kepada hari kebangkitan!!!
Bukti akan adanya hari kebangkitan
         Maka    Allah berfirman di dalam Al-Quran:
يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِنَ الْبَعْثِ فَإِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنْ مُضْغَةٍ مُخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِنُبَيِّنَ لَكُمْ وَنُقِرُّ فِي الْأَرْحَامِ مَا نَشَاءُ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوا أَشُدَّكُمْ وَمِنْكُمْ مَنْ يُتَوَفَّى وَمِنْكُمْ مَنْ يُرَدُّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِنْ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْئًا وَتَرَى الْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنْبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ (الحج5)
“Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah(S.22 Al-Hajji 5).
        Secara sederhana  Qs22 Al-Hajji 5 ini menjelaskan :  
        Bahwa musim itu berganti-ganti, dari panas menjadi dingin dari musim dingin berganti  menjadi musim panas. Jika musim kering ini berlangsung demikian lama maka akan  timbul bahaya kekeringan dimana-mana. Akibatnya  banyak tanaman atau makhluk mati tidak dapat hidup. Di sana sini  beterbangan debu, jalan-jalan yang dilewati kendaraan  maka berhamburan-lah tanah-tanah kering;  Begitu hujan turun, lahan yang kemarin kering berdebu, tiba-tiba  menjadi basah berair,  bahkan  terus tumbuh  rumput dan macam-macam benih  tumbuh-tumbuhan lainnya dan sesuai dengan  kondisinya tanaman-tanaman itu ada yang makin tinggi dan besar  munkin menjadi  pohon yang besar.
        Oleh karena itulah manusia  asalnya dari tanah, dari nutfah, dari  nautfah  menjadi daging, calon bayi, lalu lahir ke dunia, meningkat menjadi dewasa, makin tua, tua bangka, jompo lalu meninggal terus dikubur. Maka di alam kubur ini dimulailah hari akhir yang kemudian dia dibangkitkan dan masuk ke nuansa hari kiamat hari hisab semua manusia diperiksa amal perbuatannya lalu diputuskan  masuk surga ataukah masuk ke neraka jahanam, dan seterusnya,
@ Penjelasan para ulama
           Para ulama menjelaskan  bagaimana makna Al-Quran S. 22 Al-Hajji 5 tertera di atas yaitu sebagai berikut:
# Kitab Al-Islam Ushuluhu wa Mabadiuhu (h.195) dalam membahas Al-Quran s38a27 dikaitkan dengan s7a187-s22a5 menjelaskan bahwa Allah  menciptakan manusia itu tidak main-main, tetapi penuh dengan hikmah rahasia, Allah itu sungguh di atas segala-galanya. Manusia wajarnya sangat mengharapkan tegen-prestasi, imbalan atas energi yang telah dicurahkan dalam hidup di dunia ataupun mereka mengharapkan keadilan atas derita suatu kezaliman dalam hidup di dunia.
         Maka Allah membangkitkan manusia dari alam kubur masuk ke-alam akhirat untuk menghadapi pengadilan pada  Yaumul Hisab, menerima azab atas dosa-dosanya  atau pahala dari amal solehnya; sebagaimana difirmankan oleh Allah dalam Al-Quran:
إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ-مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ (لقمان 34)
“Sesungguh Allah, hanya disisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”(S31 Luqman 34).
أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ (الموءمنون 115)
“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?”(S 23 Al-Mu`minun 115).
وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَاطِلًا ذَلِكَ ظَنُّ الَّذِينَ كَفَرُوا فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ كَفَرُوا مِنَ النَّارِ (ص 27)
“ Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apayang ada antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka"(S 38 Shad 27)
وَمِنْ ءَايَاتِهِ أَنَّكَ تَرَى الْأَرْضَ خَاشِعَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ إِنَّ الَّذِي أَحْيَاهَا لَمُحْيِي الْمَوْتَى إِنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌفصلت 39)
“Dan sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan) ya bahwa kamu melihat bumi itu kering tandus, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkannya tentu dapat menghidupkan yang mati; sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu “(S 41 Fushshilat 39).

 أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّ اللَّهَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَمْ يَعْيَ بِخَلْقِهِنَّ بِقَادِرٍ عَلَى أَنْ يُحْيِيَ الْمَوْتَى (الاحقاف 33)،
“ Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi dan Dia tidak merasa payah karena menciptakannya, kuasa menghidupkan orang-orang mati? "(S 46 Al-Ahqaf 33).
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ -وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ (الزلزلة 6-7(
6. Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka.
7. Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya“(S 99 Az-Zalzalah 6-7)
يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّي لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلَّا هُوَ (الأعراف 187 (
7:187. Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: Bilakah terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya.  Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui" (S 7 Al-A’raf 187).
#Kitab Al-Fashlu fil Milal  wal-Ahwa` wan-Nahl(4h67) terkait dengan Qs  أ يا ويلنا من بعثنا من مرقدنا هذا  mencatat bahwa tenggang waktu hari kiamat itu jauh tidak sebanding waktu di dunia. Di sana ada surga ada neraka dimensinya tidak dapat diukur dengan alam indrawi.
# Kitab Al-Qaulul Mufid ‘ala Kitabit Tauhid (2h314) mencatat bahwa hari di kiamat itu ada 3 perkara:
(1)   Manusia bangkit dari kubur-Qs83a5-6
  لِيَوْمٍ عَظِيمٍ(5)يَوْمَ يَقُومُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ(المطففين : 5-6] .
Pada suatu hari yang besar, (yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam?(S83Al-Muthaffifin 5-6)
(2)   Bangkitnya para saksi yang mukmin atas  mereka yang iman
ِنَّا لَنَنْصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ ءَامَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ الْأَشْهَادُ(غافر 51] .40:51. Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat)(S40 Ghafir 51).
(3)      Tegaknya keadilan
وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَإِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا وَكَفَى بِنَا حَاسِبِينَ(47))  الأنبياء  47] 
“ Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikit pun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi pun pasti Kami mendatangkan (pahala) nya. Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan” (S21 Al-Anbiya` 47).
#Kitab  Al-Qiyamatul Kubra (h3) mengaitkan Qs22a5&S 30a56
( وَقَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَالْإِيمَانَ لَقَدْ لَبِثْتُمْ فِي كِتَابِ اللَّهِ إِلَى يَوْمِ الْبَعْثِ فَهَذا يومُ البَعثِ ) [الروم : 56] .
30:56. Dan berkata orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dan keimanan (kepada orang-orang yang kafir): "Sesungguhnya kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit; maka inilah hari berbangkit itu akan tetapi kamu selalu tidak meyakini (nya)(S30 Ar-Rum 56).
#Kitab Atsarul Matsalil A’la (h54) mengaitkan Qs22a5 dengan s19a66-67, s65a5-8 – s17a99; s46a33 mencatat bahwa manusia harus merenungkan alam tumbuh-tumbuhan yang hidup lalu mati  lalu hidup lagi maka Allah itu Maha Kuasa atas sdemua itu.
وَيَقُولُ الإنْسَانُ أَئِذَا مَا مِتُّ لَسَوْفَ أُخْرَجُ حَيًّا . أَوَلا يَذْكُرُ الإنْسَانُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِنْ قَبْلُ وَلَمْ يَكُ شَيْئًا  [ مريم : 66 ، 67 ]
66. Dan berkata manusia: "Betulkah apabila aku telah mati, bahwa aku sungguh-sungguh akan dibangkitkan menjadi hidup kembali?"
67. Dan tidakkah manusia itu memikirkan bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakannya dahulu, sedang ia tidak ada sama sekali?(S19 Maryam 66-67)
{ فَلْيَنْظُرِ الإنْسَانُ مِمَّ خُلِقَ . خُلِقَ مِنْ مَاءٍ دَافِقٍ . يَخْرُجُ مِنْ بَيْنِ الصُّلْبِ وَالتَّرَائِبِ . إنَّهُ عَلَى رَجْعِهِ لَقَادِرٌ } [ الطّارق : 5 ـ 8 ]
5. Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan?
6. Dia diciptakan dari air yang terpancar,
7. yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada.
8. Sesungguhnya Allah benar-benar kuasa untuk mengembalikannya (hidup sesudah mati)”(S86 Ath-Thariq 5-8).
أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّ اللَّهَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يَخْلُقَ مِثْلَهُمْ ) الإسراء : 99 ]
99. Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwasanya Allah yang menciptakan langit dan bumi adalah kuasa (pula) menciptakan yang serupa dengan mereka, dan telah menetapkan waktu yang tertentu bagi mereka yang tidak ada keraguan padanya? Maka orang-orang lalim itu tidak menghendaki kecuali kekafiran “(S17 Al-Isra` 99).
 أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّ اللَّهَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَمْ يَعْيَ بِخَلْقِهِنَّ بِقَادِرٍ عَلَى أَنْ يُحْيِيَ الْمَوْتَى بَلَى إِنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (الاحقاف 33)،
“Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi dan Dia tidak merasa payah karena menciptakannya, kuasa menghidupkan orang-orang mati? Ya (bahkan) sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu"(S 46 Al-Ahqaf 33).
…………………………………………………………………….
@Al-Islam Ushuluhu wa Mabaiduhu (195) calam membahas Qs38a27 dikaitkan dengan s7a187-s22a5 bahwa Allah itu menciptakan manusia itu tidak main-main, tetapi penuh dengan hikmah rahasia, Allah itu sungguh di atas segala-galanya. Manusia wajarnya sangatmengharapkan gtegen-prestasi, imbalan energi yang telah dicurahkan dalam hidup ataupun mengharapkan keadilan atas derita suatu kezaliman.
{ وَمِنْ آيَاتِهِ أَنَّكَ تَرَى الْأَرْضَ خَاشِعَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ إِنَّ الَّذِي أَحْيَاهَا لَمُحْيِي الْمَوْتَى إِنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ } فصلت 39)
41:39. Dan sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan) ya bahwa kamu melihat bumi itu kering tandus, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkannya tentu dapat menghidupkan yang mati; sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
 أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّ اللَّهَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَمْ يَعْيَ بِخَلْقِهِنَّ بِقَادِرٍ عَلَى أَنْ يُحْيِيَ الْمَوْتَى (الاحقاف ث33) ،
46:33. Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi dan Dia tidak merasa payah karena menciptakannya, kuasa menghidupkan orang-orang mati? Ya (bahkan) sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
{ أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ (الموءمنون 115)
23:115. Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?
{ وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَاطِلًا ذَلِكَ ظَنُّ َذِينَ كَفَرُوا فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ
كَفَرُوا مِنَ النَّارِ(ص27) .
38:27. Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka.
{ فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ }{ وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ  (الزلزلة 7-8) .
99:7. Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya.
99:8. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula.
{ يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّي لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلَّا هُوَ  (الاعراف(الاعراف 187)
7:187. Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: Bilakah terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya.  Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui"
إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ(لقمان 34)
“Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”(S 31 Luqman 34).
#.Kitab Al-Fashlu fil Milal  wal-Ahwa` wan-Nahl(4h67) terkait dengan Qs36a51-53  mencatat bahwa tenggang waktu hari kiamat itu jauh tidak sebanding  dengan waktu di dunia. Di sana ada surga ada neraka dimensinya tidak dapat diukur dengan alam indrawi.
وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُمْ مِنَ الْأَجْدَاثِ إِلَى رَبِّهِمْ يَنْسِلُونَ(51)قَالُوا يَاوَيْلَنَا مَنْ بَعَثَنَا مِنْ مَرْقَدِنَا هَذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمَنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُونَ(52)إِنْ كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ جَمِيعٌ لَدَيْنَا مُحْضَرُونَ(53)(يس 51-53)
36:51. Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka ke luar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.
36:52. Mereka berkata: "Aduh celakalah kami!  Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?" Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul (Nya).
36:53. Tidak adalah teriakan itu selain sekali teriakan saja, maka tiba-tiba mereka semua dikumpulkan kepada Kami”(S36 Yasin 51-53).
BAB    EMPAT
Bekal  masuk ke alam Akhirat
Bagaimana persiapan orang heriman untuk masuk ke-alam akhirat itu? Jawaban hipotesis: Kita wajib mengikuti petunjuk Allah melalui nabi utusan Allah.
Allah telah mengutus para  nabi dan rasul dan yang terakhir iakah Nabi Muhammad Saw maka salah satu petunjuk beliau  untuk kita dalam mempersiapkan diri    di dunia  guna bekal hari  ke-kebangkitan di alam akhirat ialah berpegang teguh kepada Al-Quran dan hadis:  
. عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي تَارِكٌ فِيكُمْ مَا إِنْ تَمَسَّكْتُمْ بِهِ لَنْ تَضِلُّوا بَعْدِي أَحَدُهُمَا أَعْظَمُ مِنْ الْآخَرِ كِتَابُ اللَّهِ حَبْلٌ مَمْدُودٌ مِنْ السَّمَاءِ إِلَى الْأَرْضِ وَعِتْرَتِي أَهْلُ بَيْتِي وَلَنْ يَتَفَرَّقَا حَتَّى يَرِدَا عَلَيَّ الْحَوْضَ فَانْظُرُوا كَيْفَ تَخْلُفُونِي فِيهِمَا قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ (سنن الترمذي٣٧٢).
“Dari [Zaid bin Arqam radliallahu 'anhuma] keduanya berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya aku telah meninggalkan untuk kalian sesuatu yang sekiranya kalian berpegang teguh kepadanya, niscaya kalian tidak akan tersesat sepeninggalku, salah satu dari keduanya itu lebih agung dari yang lain, yaitu; kitabullah adalah tali yang Allah bentangkan dari langit ke bumi, dan keturunanku dari ahli baitku, dan keduanya tidak akan berpisah hingga keduanya datang menemuiku di telaga, oleh karena itu perhatikanlah, apa yang kalian perbuat terhadap keduanya sesudahku." Perawi (Abu Isa) berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan gharib" (HR Tirmidzi  no. 3720 dan Malik no.)

عَنْ مُسْلِمِ بْنِ يَسَارٍ الْجُهَنِيِّ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ سُئِلَ عَنْ هَذِهِ الْآيَةِ { وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى شَهِدْنَا أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غَافِلِينَ } فَقَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسْأَلُ عَنْهَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى خَلَقَ آدَمَ ثُمَّ مَسَحَ ظَهْرَهُ بِيَمِينِهِ فَاسْتَخْرَجَ مِنْهُ ذُرِّيَّةً فَقَالَ خَلَقْتُ هَؤُلَاءِ لِلْجَنَّةِ وَبِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ يَعْمَلُونَ ثُمَّ مَسَحَ ظَهْرَهُ فَاسْتَخْرَجَ مِنْهُ ذُرِّيَّةً فَقَالَ خَلَقْتُ هَؤُلَاءِ لِلنَّارِ وَبِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ يَعْمَلُونَ فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَفِيمَ الْعَمَلُ قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ إِذَا خَلَقَ الْعَبْدَ لِلْجَنَّةِ اسْتَعْمَلَهُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَمُوتَ عَلَى عَمَلٍ مِنْ أَعْمَالِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيُدْخِلُهُ رَبُّهُ الْجَنَّةَ وَإِذَا خَلَقَ الْعَبْدَ لِلنَّارِ اسْتَعْمَلَهُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى يَمُوتَ عَلَى عَمَلٍ مِنْ أَعْمَالِ أَهْلِ النَّارِ فَيُدْخِلُهُ رَبُّهُ النَّارَ

و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ (موطاء مالك  ١٣٩٥)

“Dari [Muslim bin Yasar Al Juhani] bahwa [Umar bin Khattab] ditanya ayat ini: '(Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah aku ini Tuhanmu?" mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), Kami menjadi saksi". (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya Kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan) " (Qs. Al A'raf: 172) Umar berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ditanya tentang ayat ini, maka beliau menjawab; "Sesungguhnya Allah Tabaraka Wa Ta'ala menciptakan Adam lalu mengusap punggungnya dengan tangan kanan-nya, Allah mengeluarkan darinya beberapa keturunan. Kemudian Dia berfirman; 'Aku ciptakan mereka untuk surga dan mereka beramal dengan amalan ahli surga.' Kemudian Allah kembali mengusap punggung Adam dan mengeluarkan darinya keturunan. Kemudian Allah berfirman; 'Aku ciptakan mereka untuk neraka, dan mereka beramal dengan amalan ahli neraka.' Seorang laki-laki lalu bertanya, "Wahai Rasulullah, lalu untuk apa kita beramal?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Allah jika menciptakan hamba dari ahli surga, maka Dia memperkerjakannya dengan amalan ahli surga, sehingga ia mati di atas amalan ahli surga, dan kemudian Rabbnya memasukkannya ke surga. Dan jika menciptakan hamba ahli neraka, maka Dia memperkerjakannya dengan amalan ahli neraka hingga dia mati di atas amalan-amalan ahli neraka. Lalu Rabbnya memasukkannya ke neraka."
Telah menceritakan kepadaku dari Malik telah sampai kepadanya bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Telah aku tinggalkan untuk kalian, dua perkara yang kalian tidak akan sesat selama kalian berpegang teguh dengan keduanya; Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya" (Muwatha' Malik : 1395)
فَإِذَا بَرِقَ الْبَصَرُ (7) وَخَسَفَ الْقَمَرُ (8) وَجُمِعَ الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ (9) يَقُولُ الْإِنْسَانُ يَوْمَئِذٍ أَيْنَ الْمَفَرُّ (10)) القيامة 7-10)
7) Maka apabila mata terbelalak (ketakutan), 8) dan apabila bulan telah hilang cahayanya, 9) dan matahari dan bulan dikumpulkan, 10) pada hari itu manusia berkata: "Ke mana tempat lari?" 11) Sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung!
12) Hanya kepada Tuhanmu sajalah pada hari itu tempat kembali”(S75 Alqiyamah 7-12).

         Kita semua wajib kembali kepada Allah  mentaati perintah dan menjauhi larangan Allah, tidak musyrik tidak kafir:
 فَفِرُّوا إِلَى اللَّهِ إِنِّي لَكُمْ مِنْهُ نَذِيرٌ مُبِينٌ (50) وَلَا تَجْعَلُوا مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آَخَرَ إِنِّي لَكُمْ مِنْهُ نَذِيرٌ مُبِينٌ (51)(الذاريات 50-51)
Maka segeralah kembali kepada (menaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu.
“Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain di samping Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu”(S51 Adz-Dzariyat 50-51).
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ(156)أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُون ( البقرة156-157 )
“Mereka mengucapkan, "Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun"
Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk”(S2 Al-Baqarah 156-157).
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

0 komentar:

Poskan Komentar

Pengunjung Ke-

Ada kesalahan di dalam gadget ini

About Me

Template by KangNoval & Abdul Munir | blog Blogger Templates