Senin, 14 September 2009

Sesudah Ramadhan

09Sep6 Tafsir Tematis Kontemporer

Sesudah Ramadhan
Al-Quran S.2 Al-Baqarah 185
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْءَانُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ(البقرة 185)
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur”(S.2 Al-Baqarah 185).
Tema dan sari Tilawah
1. Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh barokah
2. Dalam bulan Ramadhan diturunkan kitab suci Al-Quran
3. Al-Quran itu petunjuk bagi umat manusia membedakan yang benar dari yang salah
4. Barang siapa menyaksikan bulan Ramadhan wajib puasa, bagi yang sakit atau bepergian harus menyaur diwaktu yang lain
5. Allah menghendaki kemudahan tidak mempersulit, maka dari itu supaya puasa disempurnakan satu bulan penuh.
6. Kemudian sesudah puasa supaya mengagungkan Allah dan bersyukur.
Masalah dan analisa jawaban
1. Apa saja barokah besar yang ada dalam bulan Ramadhan itu? Beribadah di bulan Ramadhan mendapat banyak kemudahan dan kenikmatan rohani yang sangat ideal.
2. Bagaimana perbandingan bulan Ramadhan dibanding dengan 11 bulan sesudahnya? Dalam bulan Ramadhan pintu surga dibuka lebar-lebar neraka ditutup rapat sekali setan diikat erat rantai, sedangkan di 11 bulan selain Ramadhan tidak ada jaminan demikian.
3. Apa saja hikmah fadhilah ramadhan itu? Jika puasa Ramadhan dilaksanakan dengan benar manusia akan mendapat rahmah dan barokah yang sangat besar untuk waktu sesudah Ramadhon..
Pendalaman dan penelitian
BAB SATU
Ramadhan penuh barokah Allah
Masalah ke-1: Apa saja barokah besar yang ada dalam bulan Ramadhan itu? Beribadah di bulan Ramadhan mendapat banyak sekali kemudahan dan kenikmatan rohani yang sangat ideal.
Allah dan Rasulullah Saw telah menjanjikan kelebihan bulan Ramadhan itu dengan anugerah yang sangat banyak yang tidak diberikan untuk bulan-bulan di luar Ramadhanm sebagai mana terurai di bawah ini:
1. Anugerah yang paling besar:
Anugerah Ramadhon yang paling besar ialah kemudahan untuk beribadah dan keringanan beramal, Rasulullah Saw bersabda dalam hadis berikut:
أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِي اللَّهم عَنْهم يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ (رواه البخاري 3035 ومسلم 1793)*
Artinya: “Abu Hurairah r.a. berkata: “Rasulullah Saw. bersabda: “Jika bulan Ramadhan datang maka pintu-pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup setan-setan digorgol”(HR Bukhari no. 3035 dan Muslim no.1793)
2. Bulan Pendidikan untuk mencapai derajat taqwa:
Target tujuan berpuasa ialah mental takwa, berbuat serba benar dan baik tidak berbuat salah dan buruk, sehingga selamat tidak tersentuh oleh derita apa saja/ Allah berfirman dalam Al-Quran;
Allah brtgitman di dalam Al-Quran “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa. (QS Al Baqarah: 183).
3. Bulan diturunkannya kitab suci Al Qur’an dan yang lain
Para ulama mencatat bahwa kitab suci para nabi itu diturunkan dalam bulan Ramadhon. Kitab Tafsir Fat hul Qadir (1h280) mengutip riwayat Ahmad dan Ibnu Jarir bahwa dalam bulan Ramadhan turun kitab suci:
~Shuhuf–Ibrahim turun malam awal bulan Ramadhan.
~Kitab Zabur turun pada malam ke-6 Ramadhan
~Kitab Injil turun 18 Ramadhan
~Al-Quran turun pada malam yang mulia 17 Ramadhan.
Allah berfirman di dalam Al-Quran: “Bulan Ramadhan, yang pada bulan itu Al Qur’an diturunkan sebagai petunjuk buat manusia dan penjelasan tentang petunjuk itu serta sebagai pemisah (yang haq dan yang batil) (S.2 Al Baqarah: 185).
4. Bulan yang paling utama
Kitab Tafsir Ad-Durrul Mantsur (1h446) mencatat hadis Shahih Ibnu Khuzaimah yaitu sbb:
عن أبي هريرة قال : قََالَ رسول الله صلى الله عليه وسلم " أَََظَلَّكُمْ شَهْرُكُمْ هَذَا - يَعْنِي شَهْرًُ رَمَضَانَ - بِمَحْلوْفِ رَسُوْلِ اللِه صلى الله عليه وسلم مَا مَرَّ عَلَى الْمُسْلِمِيْنَ شَهْرٌ خَيْرٌ لَهُمْ مِنْهُ وَلَا يَأْتِيْ عَلَى الْمُنَافِقِيْنَ شَهْرٌ شَرٌّ لَهُمْ مِنْهُ (أخرج ابن خزيمة في صحيحه) "
“Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Allah telah melindungi kalian melalui bulan kslisn ini yaitu bulan Ramadhan dengan sumpah Rasulullah saw bahwa bagi kaum muslimin tidak ada bulan yang lebih baik dari bulan Ramadhan dan tidak ada bulan yang lebih jelek dari bulan itu bagi orang munafik”(HR Ibnu Khuzaimah dalam shahihnya).
4. .Bulan ampunan dosa, bulan peluang emas melakukan amal
Rasulullah Saw bersabda dalam hadis berikut:
عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا(رواه الترمذي 735)
“Dari Zaid bin Khalid al-Juhani bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Barang siapa yang memberi buka-takjil orang puasa maka dia mendapat pahala yang sama dengan pahala orang yang berpuasa dengan tidak mengurangi pahala orang yang berpuasa sama sekali”(HR Turmudzi no,735 dan Ibnu Majah no.1736).
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ (رزاه مسلم 344)
“Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Shalat lima waktui, shalat Jumat sampai shalat Jumat dan puasa Ramadhan sampai poasa Ramadhan berikutnya adalah penghapus dosa-dosa diantara waktu-waktu itu asal dia jauhi dosa-dosa besar”(HR Muslim bo.344)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًاوَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ (رواه البخاري 36 ومسلم 1268)
“Dari Abu Huraitah bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Barang siapa yang melakukan ibadah di malam hari bulan Ramadhan, karena iman dan mengharapkan perhitungan Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu diampuni”(HR Bukhari no.36 dan Muslim no.1268).
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِي اللَّهم عَنْهم أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الصِّيَامُ جُنَّةٌ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَجْهَلْ وَإِنِ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ مَرَّتَيْنِ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ تَعَالَى مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ يَتْرُكُ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ وَشَهْوَتَهُ مِنْ أَجْلِي الصِّيَامُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا (رواه البخاري 1761 ومسلم 1942)
“Dari Abu Hurairah r.a bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Puasa itu perisai maka jangan orang berbicara kotor, jangan berbuat jail, jika ada orang mengumpat dan nencaci maki dia maka hendaklah dia mengucapkan: ”Aku sedang berpuasa” (beliau ulang 2 kali). ”Demi Allah jiwaku di tangan Allah, sungguh bau mulut orang yang berpuasa itu lebih wangi disisi Allah dari pada bau kesturi. Allah berfirman: “Dia meninggalkan makannya minumnya seleranya karena Aku-Allah. Puasa itu untuk-Ku (Allah) dan Aku akan membalas dia atas puasanya dan kebajikan itu nilainya 10 kali lipat”(HR Bukhari no.1761 dan Muslim no.1942).
5. Pahala Ibadah Tathawwu’ sama dengan ibadah wajib
Tafsir Ibnu Katsir (2h11) dalam menafsirkan Al-Quram S.5 Al-Midah 3 dan kitab Tafsir Ad-Durrul Mantsur (1h447) mencatat hadis sabda Rasulullah Saw bahwa bulan Ramadhan itu bulan yang sangat mulia, siapa yang beribadah sunat-Tathawu’ dan beramal soleh dalam bulan Ramadhan maka pahalanya sama dengan ibadah wajib di bulan selain Ramadhan, sedangkan siapa yang menjalankan amalan wajib dalam bulan Ramadhan maka pahalanya sama dengan 70 kali lipat ibadah wajib di luar Ramadhan, siapa yang memberi Ta’jil orang yang berpuasa maka dia mendapat ampunan Allah diselamatkan dari api neraka ditambah lagi satu pahala orang puasa yang tidak mengurangi pahala puasanya,
Beliau ditanya: “Ya Rasulullah tidak semua kita mampu memberi Ta’jil orang berpuasa? Beliau menjawab: “Allah memberi pahala ini kepada orang yang memberi makan Ta’jil dari puasanya, walaupun hanya seteguk susu, sebiji kurma atau seteguk air. Itulah bulan Ramadhan awalnya penuh rahmat, tengahnya serba maghfirah ampunan Allah bagian akhirnya ialah pembebasam hamba dari api neraka. maka berdo’alah kalian mohon naik ke surga mohon diselamatkan diri dari neraka.
BAB DUA
Sebelas bulan sesudah Ramadhan
Masalah ke-2: Bagaimana perbandingan 11 bulan dibanding dengan bulan Ramadhan? Dalam bulan Ramadhan pintu surga dibuka lebar-lebar neraka ditutup rapat sekali dan setan diikat rantai, sedangkan di bulan selain Ramadhan tidak dijamin demikian.
Anugerah Allah yang demikian besar tersebut di atas hanya diturunkan untuk pahala dari amalan di bulan Ramadhan saja, tidak diberikan untuk ibadah di luar bulan Ramadhan. Oleh karena itu para pencinta amalan taqarrub kepada Allah sangat menyesal jika bulan Ramadhan habis berlalu.
i. Sedih yang tidak dapat diobati
Hati menjadi sedih sekali, maka “Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tak berguna”. Harusnya kita semua kemarin mulai awal Romadhon itu “Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian”=Bersakit-sakit dahulu dan bersenang-senang kemudian.
Sedih dan prihatin sebab fadhilah, anugerah, rahmat dan barokah Ramadhan sudah diganti dengan beratnya tantangan yang harus kita hadapi sebab Bulan Ramadhon habis diganti dengan bulan Syawal dan bulan-bulan berikutnya, Nabi Saw bersabda sbb:
حَدَّثَنِا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ ذَكَرَ شَهْرَ رَمَضَانَ فَفَضَّلَهُ عَلَى الشُّهُورِ وَقَالَ مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا خَرَجَ مِنْ ذُنُوبِهِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ (رواه الترمذي 2179)
“’Abdur Rahman bin ‘Auf mengatakan bahwa Rasulullah Saw menyebut-nyebut bulan Ramadhan, maka Allah mngunggulkan Ramadhan diatas semua bulan dan beliau bersabda: “Barang siapa yang shalat malam di bulan Ramadhan karena iman dan perhitungan hisab maka dia keluar dari dosanya seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya”(HR Turmudzi no.2179
أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِي اللَّهم عَنْهم يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ (رواه البخاري3035 ومسلم 1793)*
Artinya: “ Bahwa Abu Hurairah: “Rasulullah Saw. bersabda: “Jika bulan Ramadhan datang maka pintu-pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup setan-setan digorgol”(HR Bukhari no. 3035 dan Muslim no.1793)
Jika hadis Bukhari no..3035 - Muslim no.2179 ini difahamkan dengan Mafhum mukhalafah = pemahaman dibalik maka makna hadis itu ialah bahwa:
"Jika Ramadhan sudah pergi pintu surga ditutup, pintu neraka dibuka setan-setan dilepas” Artinya: Dalam 11 bulan setelah bulan Ramadon meninggalkan kita maka kaum muslimin mendapat kesulitan untuk melakukan amalan-amalan untuk mencari surga sebaliknya sangat mudah sekali orang melakukan perbuatan dosa-dosa besar untuk masuk ke dalam neraka, sebab borgol yang mengikat setan-setan sudah dilepas, sehingga sangat mudah sekali setan-setan mengajak manusia untuk menjadi wadyo bolo anak buah setan-Iblis untuk berduyun-duyun masuk neraka jahanam. Mulai maghrib terakhir bulan Ramadhon, maka otomatis tercabut atau tidak berlakunya larangan sekaligus terbuka lebar pintu tempat-tempat hiburan, panti pijat, bordil, perusahaan zina, rumah-rumah Wanita Tuna Susila (WTS), setan-setan dilepas bebas menggoda semua orang untuk melakukan zina dan dosa besar, laku maksiat, durhaka kepada Allah. Para penguasa sebelum bulan Ramadhan bersama-sama mengeluarkan larangan pembukaan tempat-tempat hiburanm panti pijat, perusahaan pelacuran, pekerja seks bebas, dilarang membuka pelayan mereka, tetapi terbatas dalam bulan Ramadhan, sehingga begitu Bulan Suci berlalu otomatis dipersilahkan mereka ini membuka pintu lebar-lebar, para penjaja karcis neraka jahanam sibuk melayani pembeli korbannya.
KH Muammal Hamidi dari PWM Jatim menjelaskan bahwa hadis Bukhari no. 3035 dan Muslim no.1793 diatas itu adalah Kalam Khabar tetapi maknanya Kalam Amer,
Artinya: “ Bahwa Abu Hurairah: “Rasulullah Saw. bersabda: “Jika bulan Ramadhan datang maka pintu-pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup setan-setan digorgol”(HR Bukhari no. 3035 dan Muslim no.1793)
sehingga artinya ialah bahwa mulai berakhirnya bulan Ramadhan, kita wajib berjuang keras membuka pintu surga jangan sampai tertutup, pintu neraka harus ditutup rapat, setan-setan harus kita tangkap kita masukkan ke dalam penjara, jangan mengganggu kaum muslimin-mukminin.
ii. Tiga tantangan yang terlalu berat
Ada 3 tantangan yang sangat berat dan berbahaya yaitu serangan musuh kepada umat Islam, terdiri dari mereka yang benci kepada Islam, kaum vrij denker yang mengunggulkan akal, kelompok sekularis yang melecehkan agama dan pluralis beragama campur aduk itu sudah masuk ke dalam tubuh organisasi tradisionalis sampai yang modernis Islam, salah satunya ialah barisan Jaringan Islam Liberal dan Jaringan Intelektual Muda. Mereka ini sangat bebas mengikuti faham-budaya dari Barat, Eropa dan Amerika dan meninggalkan ajaran Islam. Ada 3 alur berpikir mereka yang terkenal ialah:
(1)Banyak jalan ke sorga
(2)Semua agama sama, Al-Quran dan Islam tidak penting
(3)Yang penting ialah berbeda pendapat alias akal mengalahkan wahyu dan segala-galanya.
Serangan mereka kepada kaum muslimin di jaman modern ini dilakukan melalui 4 macam taktik strategii, yaitu: 1) Tasykik; 2) Tasywih; 3) Tadzwib; 4) Taghrib.
~ Ad 1 At-Tasykik (التشكيك), musuh Islam itu membuat gerakan dengan target agar supaya kaum muslimin menjadi ragu-ragu teradap ajaran agama Islam, misalnya:
@Islam itu teroris,
@tokoh gereja Nihemia dengan program membelokkan dan memperkosa Al-Quran & Hadis ditundukkan ke bawah akal-akalan mereka, ini sangat berbahaya.
~ Ad 2 At-Tasywih (ألتشويه), mereka membuat gerakan dengan target menjatuhkan wajah Islam dan mengunggulkan agama yang bukan Islam, mereka menentang keras hukum potong tangan atas pencuri, hukum qisos atas pembunuh, hukum rajam atas pezina dan pelacur, hukuman itu bertentangan dengan HAM, kata mereka.
~ Ad 3 At-Tadzwib التذويب) ),mereka membuat gerakan dengan target melelehkan, meluluhkan, mencampur adukkan ajaran setan dengan ajaran Islam, misalnya:
@ bahwa Al-Quran itu buatan akal manusia tahun 1927,
@GOYANG INUL itu jangan dilihat dari segi agama buang saja agama itu, tetapi lihatlah dari kacamata seni;
@Pornografi&Pornoaksi itu adalah seni yang sangat indah.
@Usaha mereka yang ialah memelintir memperkosa arti ayat Al-Quran salah satunya ialah إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ (Artinya: Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam((QS3A19). Mereka terjemahkan menjadi:Agama disisi Allah itu bukan hanya Islam, Demikian juga pameo bahwa semua agama itu baik, kawin dengan orang kafir itu boleh.
~ Ad 4 At- Taghrib (التغريب) maksudnya ialah menguras nilai-nilai Islam diganti dengan nilai ajaran musyrik dan kafir:
@ kebenaran keluhuran ajaran Islam diganti dengan budaya Barat, @pluralisme bahwa semua agama itu sama saja,
@Al-Quran tidak penting, yang penting ialah akal.
iii. Bahaya besar atas kita
Ada bahaya besar terhadap akidah kaum muslimin, disebut Allah dalamAl-Quran dan sabda Rasulullah Saw dalam hadis:
وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ أَهْوَاءَهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ بَلْ أَتَيْنَاهُمْ بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ عَنْ ذِكْرِهِمْ مُعْرِضُونَ (المؤةنون 71)
Artinya: “Andai kata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu”(S.23 Al-Mu`minun 71)Maksudnya ialah mengunggulkan rasio (akal) melecehkan wahyu akan menghancurkan kehidupan umat manusia.
الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ نَسُوا اللَّهَ فَنَسِيَهُمْ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ (التوبة 67)
“Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma`ruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik”(S.8 At-Taubat 67),
حَدَّثَنَا أَبُو إِدْرِيسَ الْخَوْلَانِيُّ أَنَّهُ سَمِعَ حُذَيْفَةَ بْنَ الْيَمَانِ يَقُولُ كَانَ النَّاسُ يَسْأَلُونَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْخَيْرِ وَكُنْتُ أَسْأَلُهُ عَنِ الشَّرِّ مَخَافَةَ أَنْ يُدْرِكَنِي(1) فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا كُنَّا فِي جَاهِلِيَّةٍ وَشَرٍّ فَجَاءَنَا اللَّهُ بِهَذَا الْخَيْرِ فَهَلْ بَعْدَ هَذَا الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ+ قَالَ نَعَمْ (2)قُلْتُ وَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الشَّرِّ مِنْ خَيْرٍ + قَالَ نَعَمْ وَفِيهِ دَخَنٌ (3) قُلْتُ وَمَا دَخَنُهُ+ قَالَ قَوْمٌ يَهْدُونَ بِغَيْرِ هَدْيِي تَعْرِفُ مِنْهُمْ وَتُنْكِرُ(4) قُلْتُ فَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ + قَالَ نَعَمْ دُعَاةٌ إِلَى أَبْوَابِ جَهَنَّمَ مَنْ أَجَابَهُمْ إِلَيْهَا قَذَفُوهُ فِيهَا (5) قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ صِفْهُمْ لَنَا+ فَقَالَ هُمْ مِنْ جِلْدَتِنَا وَيَتَكَلَّمُونَ بِأَلْسِنَتِنَا (6) قُلْتُ فَمَا تَأْمُرُنِي إِنْ أَدْرَكَنِي ذَلِكَ +قَالَ تَلْزَمُ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِينَ وَإِمَامَهُمْ(7) قُلْتُ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُمْ جَمَاعَةٌ وَلَا إِمَامٌ+قَالَ فَاعْتَزِلْ تِلْكَ الْفِرَقَ كُلَّهَا وَلَوْ أَنْ تَعَضَّ بِأَصْلِ شَجَرَةٍ حَتَّى يُدْرِكَكَ الْمَوْتُ وَأَنْتَ عَلَى ذَلِكَ (رواه البخاري3338 ومسلم 3434)*
Artinya: “Abu Idris al Khaulani berkata bahwa dia mendengar Hudzaifah ibnul Yaman berkata bahwa orang-orang bertanya kepada Rasulullah Saw. masalah yang baik-baik sedang aku bertanya soal yang jelek-jelek, aku kawatir jangan-jangan akan menimpa aku.
)-Maka aku bertanya: “Ya Rasulullah. dahulu kita mengalami jaman Jahiliyah dan jaman yang tidak enak, kemudian Islam datang dengan membawa kebaikan. Apakah sesudah datang jaman yang baik itu akan datang jaman yang jelek?”+Beliau menjawab: “Betul”
- Aku bertanya: “Lalu sesudah jaman yang jelek itu nanti ada lagi jaman yang baik lagi?”+Beliau menjawab: “Ya betul, tetapi didisitu ada kemelut”
-Aku bertanya: “Apa kemelutnya ya Rasulullah?”+Beliau menjawab: “Kemelutnya ialah adanya kaum yang menyebarkan ajaran yang tidak menurut sunnahku, ada yang menerima ada yang menolaknya.
-Aku bertanya: “Apakah sesudah jaman yang baik itu akan datang lagi jaman yang jelek?”+ Beliau menjawab: “ Betul, yaitu munculnya provokator-provokator yang mengajak orang banyak untuk masuk ke neraka Jahanam, siapa yang mau kesana akan dilemparkan ke neraka Jahanam”
-Aku bertanya: “Bagaimanakah tanda-tandanya provokator-profokator tersebut ya Rasulullah+ Beliau menjawab: “Mereka itu kulitnya sama dengan kulit kita, ucapan kata-katanya sama dengan ucapan kita
-Aku bertanya: “Bagaimanakah pesan Tuan jika peristiwa itu menimpa kami”+Beliau menjawab: “Tekunilah Jamaah Muslimin dan pemimpin Islam”
-Aku bertanya: “Bagaimanakah ikhtiar kita jika seandainya tidak ada Jamaah Muslimin dan tidak ada Imam?”+Beliau menjawab: “Tinggalkanlah seluruh kelompok tersebut walaupun kalian hanya tinggal berpegang kayu pohon, sampai titik darah penghabisan, pegang terus agama Islam itu”(HR Bukhari CD no.3338 dan Muslim CD no.3434).
BAB TIGA
Hikmah puasa Ramadhan
Masalah ke-3: Apa saja hikmah fadhilah puasa ramadhan itu? Jika puasa Ramadhan dilaksanakan dengan benar maka kita akan mendapat rahmah dan barokah Allah yang sangat besar.
Dalam Islam Allah itu mempunyai sifat yang serba Maha dan Mutlak Maha, Allah itu Maha Mengetahui semua apa yang diperlukan oleh manusia, Allah itu juga Maha Bijaksana sehingga dalam menurunkan syari’at Islam sudah dilengkapi dengan syarat-syaratnya sesuai dengan masalah yang dihadapi oleh manusia.
Khususnya dalam syari’at puasa terkandung hikmah rahasia yang sangat luhur. Para pakar sudah melakukan penelitian tentang rahasia syari’at puasa dan dari hasil penelitian mereka dapat kita catat sebagai berikut:
~ Bulan Puasa adalah "Syahrul Jihad" (bulan perjuangan).
Dalam bulan puasa orang yang sedang berpuasa dihadapkan kepada perjuangan yang amat berat. Mereka secara "ritualitas" menahan diri dari adat kebiasaan masing-masing, terutama menahan diri dari makan dan minum mulai fajar subuh sampai terbenamnya matahari.
Para Psikolog ahli Ilmu Jiwa mengatakan bahwa seluruh manusia itu mempunyai instink atau NALURI yaitu bawaan sejak sebelum lahir sebagai bekal calon penduduk dunia menghadapi dunia yang singkatnya ialah bahwa semua orang itu mempunyai hawa nafsu, istilah orang awamnya ialah nafsu harta, tahta dan wanita serta agama. Nafsu atau instink ini mendesak diri manusia untuk memenuhi keinginan hawa nafsunya, yaitu ingin harta yang banyak, ingin pangkat yang tinggi, ingin isteri yang paling cantik dan ingin hidup yang paling sempurna menurut ilmu agama. Dari analisanya para pakar tersebut mencatat hasil risetnya kemudian mereka analisa ditinjau dari beberapa sudut disiplin ilmu mereka dan dapat dibuat diagramnya tentang nafsu, umur, hobi, budaya sampai bahaya penyakit yang ditimbulkan karena pemujaan hawa nafsu ini diagramnya sebagai berikut:
Nafsu--nafsu
Nafsunasu
1 Egosentros
N.Lawwamah
Serba aku
Moto duwiten
Serba uang
2 Polemos
Nafsu-Kuasa
Nafsu Amarah
Nafsu Tahta
Perebutan Kursi

3





-
4 Eros
Nafsu Birahi
Nafsu Seks
Nafsu Sufiyah





-----------------
Religios
Instink Agama
Nafsu Mtmainnah

Umur HobiKesukaan
0-6th
Makan apa saja
Makan enak-enak
Menumpuk harta
Menumpuk modal
6-13 th Suka berkelahi
Suka melawan
Suka brontak
Suka mengolok-olok
Suka protes
13-20 th









---------
20 th
s/d tua Suka berhias
Suka bersolek
Serba kecantikan
Pamer Aurat
Ganti-ganti pacar
Suka kawin Cerai


--------------------
Kesucian
Zuhud
Taqwa
Ama soleh
Pahala Akhirat
Jihad fi Sabililah
Taqarrub kpd Allah


Kebudayaan
Komunisme
Kapitalisme
Impeialisme
Kolonialisme
Atheisme
Materialisme
Positifisme
Indrawi
Keduniaan
Miluiterisme
Diktatorisme
Persaingan
Rebutan Kursi
Dominasi perang
Politik Kotor
Judi-Taruhan
Free Sex
Seks Bebas
Serba cabul
Pornografi
Porno aksi
Seksologi
Pelacuran



-
-------------------
Agamis-Religius
Kebenaran
Keadilan
Kasih-sayang
Universalistis

Kesenian
Realistis
Ekspressionis
Surrealistis
Serba aku
Asosial

Musik keras
Rock & Roll
Pabrik senjata
Alat2 Perang
Prostitusi
Pornografi
Pornoaksi
Pelacuran
Homoseks
Poliandri
Erotistis
Serba Zina
Alat2Zina


--------------
IbadahSentris
Metafisis
'Uzlah
Sufistis
Sosialistis
Penyakit
Sakit perut
Tamak-loba
Serakah-rakus
Malas
Maksiat-
Mursal
Durhaka


Darah Tinggi
Kamker
Jantung
Gula
Dengki-dendam
Kejam-Genci
Cemburu keras
TBC- Batuk Basah
Sakitjiwa=Gila
Penyakit Kotor
Penyakit kulit
Penjilat
Menghamba

---------------
Agama yang benar tidakadanegatifnya









Keterangan
1.Nafsu Egosentros (Nafsu Harta), ialah desakan jiwa untuk mementingkan diri sendiri, ciri-cirinya terbayang seperti anak umur 0-6 bayi sampai enam tahun, hobinya suka makan, makan enak-enak, makan banyak-banyak, makan apa saja. Jika Nafsu Harta ini dimanjakan oleh suatu kelompok masyarakat maka akan menimbulkan budaya Kapitalisme, Materialisme, Motoduwiten, Komunisme, Atheisme anti Tuhan dan dalam kesenian timbul aliran yang cenderung kepada seni yang hanya difahami oleh pemilik sendiri, misalnya Realisme ataupun seni semacam itu. Mereka yang tergila-gila memanjakan nafsu Harta ini mendapat serangan macam-macam penyakit seperti penyakit perut, tamak, ,loba, rakus, pelit, kikir.
2. Nafsu Polemos (Nafsu Tahta), yaitu nafsu yang mendesak seseorang untuk mencari tahta kekuasaan dan kebanggaan serta gila hormat, ciri-cirinya tergambar seperti anak umur 6-13 enam sampai tiga belas tahun, hobinya suka berkelahi, protes, brontak, rebutan kursi, mengolok-olok, adu mulut. Jika jumlah pelakunya cukup banyak akan menimbulkan aliran faham militerisme, watak tangan besi- diktator, perang besar, mendirikan perusahaan dan pabrik senjata maupun peralatan perang, bom nuklir-bom kuman. Dalam seni yang disenangi ialah musik keras yang memekakkan telinga, semacam Rock&roll. Tetapi penyakit yang siap menyerang ialah penyakit darah tinggi, kanker dan sejenisnya.
3. Nafsu Eros (Nafsu Birahi) yang lebih terkenal dengan nama Nafsu Wanita, ciri-cirinya tergambar pada diri anak muda umur 13-20 tahun, hobinya suka bersolek, berhias, ganti-ganti pacar, kawin cerai, seks bebas. Jika jumlah pelakunya demikian banyak maka akan menimbulkan budaya pornografi, kampanye kondom, pameran aurat wanita, pemilihan Ratu Kecantikan Internasional, Sedangkan seni yang menguasainya ialah pameran tari membuka aurat wanita, erotis-show, lomba kecantikan, film cabul, drama porno, pornografi-porno aksi, free sex- serba porno. Adapun penyakit yang siap mengancam ialah penyakit AID-HIV, penyakit kotor, Rojosingo, penyakit kulit.
4. Nafsu Religios (Nafsu Agama)atau nafsu Muthmainnah. Instink ini mudah timbul pada orang yang menginjak usia 20 tahun ke atas yang dipicu oleh berbagai macam kesulitan dan pemikiran atau pandangan jauh ke depan, pemikiran filsafat, hobinya beramal soleh, zuhud, kesucian, keadilan, kedamaian, keabadian,. Dalam bidang budaya akan menimbulkan seni budaya yang agamis religius, jika agama menjadi kendali ke tiga nafsu lainnya, maka tidak ada penyakit yang menyerangnya Insya Allah..
@ Analisa
Instink Religios ialah suatu daya energi yang mendesak diri manusia berusaha untuk mencari kehidupan yang selamat, sejahtera, bahagia yang paling indah yang baik dn benar yang hakiki universal seluruh umat manusia, segala penjuru dunia dimana saja dan semua jaman kapanpun juga. dunia akhirat. Maka instink religios inilah yang berfungsi sebagai pengendali, pengarah dan penunjuk jalan mencari yang baik dan benar yang hakiki universal seluruh umat, segala tempat dan semua jaman selama-lamanya. Instink religios berfungsi mengendalikan desakan hawa nafsu diarahkan kejalan yang BAIK dan BENAR mencegah desakan keinginan yang akan merusak kehidupan yang merugikan diri dan orang banyak sampai masyarakat dunia, penyakit jasmani maupun rohani sebagaimana hasil penelitian para pakar yaitu:
i. Jika Nafsu Harta ini dimanjakan maka akan menimbulkan budaya Kapitalisme, Materialisme, Motoduwiten, Komunisme, Atheisme anti Tuhan dan dalam kesenian timbul aliran yang cenderung kepada seni yang hanya difahami oleh pemilik sendiri, misalnya Realisme ataupun seni semacam itu. Mereka yang tergila-gila memanjakan nafsu Harta ini dapat mengakibatkan macam-macam penyakit seperti penyakit perut, tamak, ,loba, rakus, pelit, kikir.
ii. Jika Nafsu Tahta itudiunggulkan tanpa kendali akan menimbulkan aliran faham militerisme, watak tangan besi- diktator, perang besar, usaha mendirikan perusahaan dan pabrik senjata maupun peralatan perang lainnya. Sedangkan dalam bidang seni yang disenangi dan yang diutamakan ialah musik aliran keras yang memekakkan telinga, semacam Rock&roll. Bahkan penyakit yang siap menyerang ialah penyakit darah tinggi, kanker dan sejenisnya.
iii. Sedangkan instink Eros jika diistimewakan maka seni-budaya yang menguasainya ialah seni pameran aurat wanita, erotis-show, lomba kecantikan, film cabul, drama porno, free sex- serba porno. Adapun penyakit yang siap mengancam ialah penyakit yang belum ada obatnya ialah AID-HIV, penyakit kotor, Rojosingo, penyakit kulit.
@ Pernyataan para ulama
Para pakar dan para ulama tidak persis sama membagi nafsu-nafsu atau instik ini karena perbedaan sudut pandang: Pembagian oleh pakar Ilmu Jiwa sebagaimana terurai di atas menekankan pada daya yang mendorong manusia untuk bergerak dan berusaha mengejar kebutuhan hidupnya. Para pakar membagi nafsu manusia menjadi empat macam yaitu: Nafsu-nafsu Harta, Tahta, Wanita dan Agama. Sedangkan para ulama membaginya menurut bunyi lafal Nafsu dalam Al-Quran ada tiga macam yaitu: Nafsu-nafsu Lawwamah, Ammarah dan Muthmainnah. Kemudian sebagian ulama membagi Nafsu Agama menjadi Radhiyah, Mardhiyah, Kamilah dan Muthmainnah,
Dalam Kitab Madarijus Salikin (1973:3/247) Ibnul Qayyim menyatakan bahwa roh itu merupakan daya kekuatan atas badan jasmani sehingga jasmani sangat terikat oleh letaknya kekuatan itu, jika letaknya dalam akal namanya kalbu oleh karena itu tidak ada nama yang disebut nafsu-nafsu itu kecuali sifat dari roh.
*Tafsir Al-Alusi (9h167) dalam membahas Al-Quran surat Yusuf (s12a53) mencatat bahwa jiwa itu mempunyai syahwat beberapa macam, sehingga dengan riyadhah dan mujahadah maka seseorang akan terjaga dan naik derajatnya dari mengunggulkan nafsu Lawwamah meningkat ke tingkat Radhiyah sampai Muthmainnah.
Misalnysa pada saat berbuka puasa ketika tiba tanda diperbolehkannya makan dan minum serta apa yang terlarang dalam ibadah puasa maka kita senua dilarang makan minum banyak-banyak dan harus membatasi hawa nafsunya, tidak boleh terlalu kenyang makan dan minum atau memenuhi hawa nafsunya lebih dari yang semestinya walaupun sudah halal sebab sudah tidak dalam keadaan puasa.
Kalau penyakit "rakus dan tamak" menimpa seseorang, maka akibat dan bahayanya bukan hanya terbatas pada dirinya sendiri, lingkungan kecil saja tetapi akan ditiru masyarakat sekitar bahkan akan menyerang lahan kehidupan berbangsa sehingga akan menumbuhkan semangat kapitalisme yang kemudian berkembang menjadi ekspansif, yaitu mengeksploitasi milik orang lain dan bangsa lain, karena akibat dari sifat serakahnya itu. Maka memang benar apa yang disinyalir oleh Imam Ghazali dalam kitabnya Ihya 'Ulumuddin bahwa bencana paling besar dalam kehidupan manusia adalah nafsu perut, nafsu harta, nafsu egosentros.
Pernyataan para ahli pikir . Berikut komentar-pernyataan para ahli spesialis mengenai faidah dan nilai positip puasa, yaitu: , 1. Fasten Institute (Lembaga Puasa) di Jerman menggunakan puasa untuk menyembuhkan penyakit yang sudah tidak dapat diobati lagi dengan penemuan-penemuan ilmiah dibidang kedokteran. Metode ini juga dikenal dengan istilah "diet" yang berarti menahan / berpantang untuk makanan-makanan tertentu. . 2. Dr. Abdul Aziz Ismail dalam bukunya yang berjudul "Al Islam wat Tibbul Hadits" menjelaskan bahwa puasa adalah obat dari bermacam-macam penyakit diantaranya kencing manis (diabetes), darah tinggi, ginjal, dsb . 3. Dr. Alexis Carel seorang dokter internasional dan pernah memperoleh penghargaan nobel dalam bidang kedokteran menegaskan bahwa dengan berpuasa dapat membersihkan pernafasan. 4. Mac Fadon seorang dokter bangsa Amerika sukses mengobati pasiennya dengan anjuran berpuasa setelah gagal menggunakan obat-obat ilmiah. Membersihkan rohani dari sifat-sifat hewani menuju kepada sifat-sifat malaikat. . Hal ini ditandai dengan kemampuan orang berpuasa untuk meninggalkan sifat-sifat hewani seperti makan, minum (di siang hari). Mampu menjaga panca indera dari perbuatan-perbuatan maksiat dan memusatkan pikiran dan perasaan untuk berzikir kepada Allah (Zikrullah). Hal ini merupakan manifestasi (perwujudan) dari sifat-sifat malaikat, sebab malaikat merupakan makhluk yang paling dekat dengan Allah, selalu berzikir kepada Allah, selalu bersih, dan doanya selalu diterima. Dengan demikian maka wajarlah bagi orang yang berpuasa mendapatkan anugerah dari Allah yaitu dipersamakan dengan malaikat.
Natijah
Bulan Ramadhon sudah berlalu maka alangkah indahnya jika amalan puasa yang sudah dilaksanakan dengan sungguh-sungguh terutama daya kemampuan menahan hawa nafsu dari tingkat puasa awam tidak makan tidak minum tidak membatalkan puasa naik ke tingkat khawash mencegah diri dari perbuatan dosa naik lagi ke tingkat yang lebih tinggi lagi dan beramal soleh taqarrub kepada Allah yang sedekat-dekatnya kepada Allah se;ama bulan Ramadhon waktu itu kemudian kita terapkan dalam 11 bulan mulai bulan Syawal sampai Sya’ban mendatang dengan puasa Syawal, Senin Kamis, Puasa Dawud, beribadah persis seperti ketika kita mencari LAILATUL QADAR, naik ke tingkat dan derajat kaum Sufi, mujahadah menjadi zuhud jasmani tidak dikuasai oleh nafsu harta, tahta dan wanita bahkan yang paling ideal ialah tidak ada uneg-uneg tidak ada terlintas sama sekali pikiran, keinginan apa-apa sama sekali kecuali hanya Allah sja, La ilaha illa Allah, tidak ada apa-apa kecuali Allah seperti keyakinan Ibrahim Adham, Al-Hallaj bahwa yang ada hanya Allah, Ibnu ‘Arabi bahwa yang ada itu hanya Satu yaitu Allah, bahkan Rabi’ah al-Adawiyah menyatakan rela masuk neraka tidak apaapa asal Allah ridho.
Sekali lagi kita alangkah indahnya jika setelah Ramadhon ini kita siap naik tingkat dari klas orang awam dapat meningkat ke derajat PUASA orang KHAWASH, mencari harta untuk beramal soleh amal jariyah, mencari kursi untuk beramal soleh amal social lewat wibawa kekuasaan, mencari isteri untuk menciptakan anak bangsa calon warga Negara yang berjiwa agamis, penuh takwa, berhati zuhud, dermawan, pejuang jihad fi Sabilillah.
Tokoh kaum Khawarij berpendapat bahwa umat Islam ini seharusnya tidak perlu ada pemerintahan Negara seperti teori filosof di jaman dahulu yang sangat mendambakan adanya Negara Utama yang seluruh warga negara-nya semuanya memegang teguh aturan Hukum Allah dengan sangat ketat, sosialistis, menjadi ahli suf semua. Dengan demikian maka tidak perlu ada polisi, jaksa, intel, tentara dan aparat Negara, sebab seluruh rakyat sudah menjadi hamba Allah Ahli Tasawuf semua.Amin, amin, amin.
-------------------------------------------o-------------------------------------------
(*) Hubungi kami di : http://imam-muchlas.blogspot.com
ketik kirim kepada: h.imam.muchlas @gmail.com

0 komentar:

Poskan Komentar

Pengunjung Ke-

Ada kesalahan di dalam gadget ini

About Me

Template by KangNoval & Abdul Munir | blog Blogger Templates