Sabtu, 03 April 2010

Menuju Nilai-nilai Univesal

Menuju Nilai-nilai Universal
َََُُ٘يْعٌَ بَى ِطبَْىا َشَثْمَأ َِِنَىَٗ اًشٌِزََّٗ اًشٍِشَب ِطبَْيِى ًتَفّبَم بَىِإ َكبَْْيَعْسَأ بٍََٗ () َُُ٘ىُ٘قٌََٗ
ٍَِِقِدبَص ٌُْخُْْم ُِْإ ُذْعَْ٘ىا اَزَٕ ىَخٍَ ( ؤبع 27 - 28 )
“.Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya
sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi
kebanyakan manusia tiada mengetahui. Dan mereka berkata: "Kapankah
(datangnya) janji ini, jika kamu adalah orang-orang yang benar?"(S.34 Saba` -28-29)
Tema dan Sari Tilawah
1.Allah telah menciptakan makhluk, benda, tumbuhan dan mamusia serta
semua yang lain.
2.Untuk menjaga kelangsungan kehidupan makhluk maka Allah telah membuat
aturan hidup.
3. Akan berbahagialah siapa yang mntaati aturan Allah dan siapa yang
melawan aturan akan sengsara
4. Tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui anugerah yang tersimpan
dalam aturan Allah yang sebenarnya.
6. Maka Allah mengutus Nabi Muhammad kepada seluruh umat.
7. Kebanyakan manusia yang tidak percaya mempertanyakan kapan akan
datang janji dalam aturan Allah itu/
Masalah dan analisa jawaban
1. Apa dan bagaimana aturan Allah itu? Jawaban senentara: Aturan Allah itu
ialah hukum yang bersifat universal, berlaku terhadap apa dan siapapun
juga, di seluruh jagad, segala jaman.
2. Hukum mana saja yang dibawa oleh Nabi Muhammad yang berlaku
universal? Jawaban sementara: Nabi Muhammad Saw mengajak umat
mewujudkan Hukum Allah dalam kehidupan nyata
3. Bagaimanakah status kedudukan umat yang tidak terjangkau oleh
dakwah Nabi Mujammad Saw/? Jawaban sementara: Allah sudah memberi
bekal hidup makhluk-Nya dengan akal dan instink sejak sebelum lahir hasil
kerjanya akan dinilai oleh Allah sendiri.
Pendalaman dan penelitian
BAB SATU
Islam agama universal
Masalah ke-1: Apa dan bagaimana aturan Allah itu? Jawaban sementara:
Aturan Allah itu ialah hukum yang bersifat universal, berlaku terhadap apa
dan siapapun juga, di seluruh jagad, segala jaman.
Islam itu adalah agama yang berlaku atas seluruh umat manusia, semua
tempat dan segala jaman. Ajaran Islam itu universal dan Nabi Muhammad
adalah penghabisam rasul penutup semua nabi. Salah satu asas landasan yang
dapat memperkuat ciri-ciri universal Islam ialah sebagai berikut:
A. Islam itu rahmat seluruh umat
Islam adalah agama universal., ini dapat diperhatikan dari firman Allah
sebagi cerikut :
ٍَََِِىبَعْيِى ًتََْحَس بَىِإ َكبَْْيَعْسَأ بٍََٗ ( ءبٍبّلاا 107 )
“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi
semesta alam”(S.21 Al-Anbiya`107)
Difahamkan dari nash Al-Qur‟a>n S.21 Al-Anbiya>„ 107 dan berbagai macam
riwayat hadis, maka syari‟at Islam datang dari Allah ditujukan untuk menjadi
rahmat seluruh alam. Sehingga siapa yang mengikuti syarai‟at Islam dengan
tekun dia akan hidup bahagia di dunia sampai akhirat, sebaliknya siapa yang
menyimpang dari ajaran syari‟at Islam maka dia akan hidup sengsara dan
menderita di dunia sampai akhirat.
Berdasarkan firman Allah S.21 Al-Anbiya` 107 di atas maka
Muh}ammad Abu> Zahrah dalam kitabnya Ushu>lul Fiqh (1958:289) menyatakan
bahwa Maqashidu sh-Syari‟atil Islmaiyah atau arah tujuan yang dikehendaki
Sysri‟st Islam itu ada 3 prinsip utama, yaitu:
1.Menciptakan agar supaya tiap pribadi menjadi sumber amal soleh
sebagaimana ditetapkan oleh Allah dalam Al-Quran s21a107-s10a57-s29a45-
s9a103
2.Keadilan yang merata seluruh umat ditetapkan dalam Al-Quran s5a7-8-
s17a70-s16a90-s49a13,2a228
3.Masyarakat yang penuh maslahah yang hakiki, yaitu terjaminannya 5 macam
kebutuhan hidup umat manusia secara universal atau Hak asasi Manusia
(HAM) disebut dalam Al-Quran :21a23-65a1-4a176. yaitu:
(1) Terjamin terpenuhinya instink agama atau kelangsungan syari‟at Tuhan,
yaitu suatu kehidupan yang berjiwa agama
(2) Terjaminnya hak hidup setiap insan
(3) Terjaminnya hak pemilikan atas harta kekayaan
(4) Terjaminnya perkembangan akal yang sehat
(5) Terjaminnya hak berkeluarga dan memperoleh anak berketurunan
Memang setiap manusia ingin hidup selamat, hidup terus, hidup yang lebih
baik lagi, hidup yang bahagia, terpenuhi segala kebutuhan hidupnya dengan
sempurna, selamat dari penderitaan dan kesengsaraan.
B.Hak Asasi Manusia
Banyak teori dari para tokoh sosiolgi dunia dari jaman purba sampai
jaman modern teori yang mereka namakan dengan Hak Asasi Manusia (HAM)
yaitu hak yang harus dijamin dan dipenuhi serta dilindungi oleh para penguasa
dan tokoh yaitu:
@ HAM Hak asasi manusia itu ialah hak memilih,hak demokrasi, hak anak, hak
seumur hidup, yang bersifat abadi
~ Th 1612 di Inggris muncul Magna Charta kesepakatan untuk melawan
kekerasan dari penguasa. Th. 1628 muncul Petition of Right. Th. 1679
muncul gerakan untuk pengayoman hokum&peradilan. Th 1689 muncul
kesepakatan Bill of Right, suatu lembaga yang merintis pembentukan
parlemen mendampingi Raja James II
~ Tgl. 4 Juli 1776 di Amerika yang dirintis oleh John Lock muncul Deckaration
of Independence of thw United Stated of America, disusul berdirinya
Negara Amerika Serikat lepas dari penjajahan Ingrris.
~ Th. 1789 di Prancis timbul gerakan Hak Asasi Manusia seusai Revolusi
Prancis melawan Louis ke-16 yang mengumandangkan teori: Declaratiob des
Droit de L‟kom et du Citoiyen yang terkenal dengan istilah Liberty, Egality,
Fratenity atau kemerdekaan, Persamaan, Persaudaraan.
~ Th. 10 Desember 1948 PBB mengumandangkan deklarasi HAM.
~ 7 Juni 1993 Presiden Suharta membentuk Komnas HAM dengan melalui
Kepres Ali Said sebagai ketua pertama.
~ Di jaman purba Nabi Musa berhasil membebaskan kaum Bani Israil dari
perbudakan oleh Raja Fir‟aun
Islam itu menjamin HAM hak asasi manusia sebagaimana terurai dalam
uraian berikut.
C. Human Needs (Kebutuhan Hidup Manusia)
Kebutuhan hidup manusia secara universal yang disebut dengan Human
needs.
~ Menurut Asy-Syathibi dalam Kitabnya Muwafaqat (tth:2\8) bahwa jaminan
terpenuhinya tujuan syari‟at Islam tersebut dalam pelaksanaannya melalui tiga
peringkat, yaitu:
i. Sangat mendesak (Adh- Dharu>riya>t), yaitu kebutuhan hidup yang benar-benar
sangat diperlukan, jika tidak terpenuhi akan membayakan hidupnya
ii. Diperlukan (Al- H}a>jiya>t). Yaitu kebutuhan hidup yang melengkapi kebutuhan
pokok.
iii. Pelengkap (At- Tah}si>niya>t), yaitu kebutuhan hidup yang sifatnya
meningkatkan taraf kehidupan naik menjadi lebih baik lebih sempurna.
~ Menurut Ralph Piddington ada 3 kategori, yaitu:
1) Kebutuhan Primer , yaitu kebutuhan hidup yang sangat pokok.
2) Sekunder yaitu kebutuhan untuk melengkapi kebutuhan pokok. 3)Integratip
yaitu kebutruhan penyempurna, kesenangan dan kebahagiaan jiwa. Tampaknya
sangat mirip dengan teori Asy-Syathibi di atas.
~ Menurut Abraham Maslow (1954:15) ada 5 macam, yaitu: 1) Kebutuhan
pokok jasmani; 2) Keamanan; 3) Rasa sosial; 4) Penghargaan; 5)
Kesempurnaan. Melihat cara hidup orang-orang Arab Ja>hili>yah melalui
kacamata Human needs baik menurut pandangan Piddington atau Maslow.
Kita yang memeluk agama Islam yakin bahwa Allah itu serba Maha dan
Mutlak Maha,Maha mengetahui semua kebutuhan hidup manusia untuk hidup
dan hidup yang lebih baik, makin sejahteram bahkam yang paling nikmat
bahagia. Maka firman Allah Al-Quran S.21 Al-Anbiya` 107 di atas merupakan
landasan Human Needs kebutuhan hidup manusia secara universal siapa saja
dan dimanapun berada bahkan kapanpun juga.
Menurut pakar Hukum Islam, kebutuhan manusia secara universal itu ada
5 macam, yaitu: 1) Hak untuk hidup; 2) Hak untuk menyembah dan mengabdi
kepada Tuhan;3) Hak pengembangan akal; 4) Hak pemilikan atas harta
kekayaan; 5)Hak pengembangan jenis.
Oleh karena itulah maka Allah mengutus rasul-Nya untuk memberi
petunjuk dan membimbing manusia ke jalan hidup yang dapat memenuhi
segala kebutuhan hidupnya secara universal, menjamin kesejahteraan dan
kebahagiaan yang abadi, dunia akhirat.
D Ukuran benar atau tidak benar
Sejak jaman dahulu para filosuf mencari pengertian soal mana yang
benar dan mana yang baik yang paling tinggi.
a) Ukuran benar dan tidak benar
Sejak jaman dahulu ahli pikir sudah membahas tentang apa yang
dinamakan benar dan apa yang tidak benar itu. Para filosuf telah membuat
rumusan bagaimana kita mencari yang benar yang hakiki, sebagai berikut:
@ Tingkat-tingkat dan skala prioritas Kebenaran
Kebenaran ditinjau dari sumber datangnya pernyataan benar itu
bertingkat-tingkat melalui skala prioritas dari yang paling bawah dalam arti
yang paling lemah dikalahkan oleh kebenaran yang lebih tinggi atau yang lebih
kuat karena lebih mendekati kebenaran yang sewsungguhnya, yaitu:
i Kebenaran indrawi
Info atau pernyataan yang datang dari hasil tangkapan pancaindera, dinilai
benar jika dia sesuai dengan data faktual dan juga bila alat indera tadi dalam
keadaan sehat , bekerja dengan normal. Sehingga jika alat indera itu sakit atau
kerjanya tidak normal, maka hasil penginderaan itu tidak dijamin
kebenarannya.
ii. Teori ilmiah
Jika info hasil dari pengeinderaan itu memang benar kemudian
dikembangkan lagi melalui penelitian dengan menepati Ilmu Metodologi
Penelitian Ilmiah sehingga teori ini berlaku umum atas semua kasus, bahkan
sudah diuji di dalam suatu majelis ilmiah misalnya di S-1, S-2, S-3, maka info
atau pernyataan tersebut dinilai benar. Selanjutnya jika dikonfrontasikan
terhadap kebenaran inderawi, maka Teori Ilmiah lebih kuat mengalahkan
kebenaran hasil tangkapan yang sifatnya indrawi. Tetapi jika Ilmu Metodologi
Penelitian Ilmiah atau Proses ujiannya tidak menepati sistem ilmiah, maka dia
diragukan kebenarannya alias lemah kurang benar atau memang tidak benar.
iii.Filsafat
Definisi filsafat yang perlu kita pegang ialah definisi dari Sidi Ghazalba
(1990:24) bahwa filsafat ialah usaha mencari kebenaran dari kebenaran untuk
kebenaran tentang segala sesuatu yang dimasalahkan dengan berpikir secara
radikal, sistematis dan universal. Oleh karena itu kebenaran filsafat itu
tingkatnya lebih tinggi dan lebih kuat mengalahkan kebenaran teoritis ilmiah,
asalkan kebenaran filsafat itu memang hasil dari kebenaran ilmiah lalu
dikembangkan lagi benar-benar dilakukan dengan renungan yang sangat
mendalam radikal, sistematis dan universal. Maksudnya sampai tuntas kepada
ujung paling akhir, teratur, logis dan umum seluruh umat manusia, di semua
tempat dan di segala waktu, menepati sistem filsafat dialektika, logika dan
epistimilogi. Dengan demikian maka kebenaran filsafat lebih kuat mengalahkan
kebenaran teori ilmiah, lebih-lebih yang inderawi.
iv.Kebenaran wahyu
Bagi pemeluk agama Islam, maka ketiga kebenaran inderawi, teori
ilmiah maupun filsafat itu dinilai sebagai hasil kerja otak manusia, sehingga
pernilaian itu tidak lepas dari sifat manusia yang spekulatip, untung-untungan
dan hipotetis artinya benar sementara selama belum ada koreksi, sehingga jika
timbul koreksi atau pembatalan maka kebenaran inderawi, ilmiah dan filsafat
tadi termasuk info yang meragukan atau tidak benar. Oleh karena itulah maka
kebenaran yang mutlak hanyalah kebenaran wahyu sebagai ilmu Allah Ta‟ala
yang serba Maha, Maha Tahu, Maha Benar mengalahkan kebenaran inderawi,
teori ilmiah dan fisafat. Allah berfirman di dalam Al-Qur‟a>n:
ٌَِِشَخََُْْىا ٍَِِ ََُِّ٘نَح بَيَفّ َلِبَس ٍِِْ ُقَّحْىا ( 147 ) اُ٘قِبَخْعبَفّ بٍَِٖىٍَُ٘ َُٕ٘ ٌتَْٖخِٗ ٍوُنِىَٗ
ٌشٌِذَق ٍءًَْش ِوُم ىَيَع ََٔيىا َُِإ بًعٍََِخ َُٔيىا ٌُُنِب ِثْؤٌَ اُُّ٘٘نَح بٍَ ٌََِْأ ِثاَشٍَْخْىا ( ةشقبىا
148 )
Artinya: “Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali
kamu termasuk orang-orang yang ragu. Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya
(sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam
berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan
kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala
sesuatu”(S.2 Al-Baqarah 147-148).
Kita sebagai umat Muh}ammad Saw. harus beriman kepada peringkat
sumber hukum yang benar menurut ajaran Islam Al-Qur‟a>n S.4 An-Nisa>„ 59
dan hadis Mu‟a>dz ibnu Jabal, maka tingkat-tingkat kebenaran hukum itu
adalah sebagai berikut:
ًِفّ ٌُْخْعَصبََْح ُِْئَفّ ٌُْنٍِْْ ِشٍَْؤْىا ًِىُٗأَٗ َهُ٘عَشىا اُ٘عٍِطَأَٗ ََٔيىا اُ٘عٍِطَأ اٍَُْ٘اَء ٌَِِزَىا بٌََُٖأبٌَ
َُِغْحَأَٗ ٌشٍَْخ َلِىَر ِشِخآْىا ًٍَِْْ٘ىاَٗ َِٔيىبِب ٍَُُِْْ٘ؤُح ٌُْخُْْم ُِْإ ِهُ٘عَشىاَٗ َِٔيىا ىَىِإ ُُٓٗدُشَفّ ٍءًَْش
بًيٌِْٗؤَح ( ءبغْىا 59 )
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, ta`atilah Allah dan ta`atilah Rasul
(Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat
tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul
(sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian.
Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya”(s.4 An-Nisa> „
59).
Rasulullah Swa. bersabda di dalam hadis berikut:
Artinya: “Dari orang-orang teman dekat Mu‟ a>dz memberitakan bahwa
Rasulullah Saw. telah mengutus Mu‟ a>dz ke Yaman, maka beliau bertanya: “
Bagaimana engkau memutuskan perkara ?” Mu‟ a>dz menjawab: “Aku
menetapkan sesuatu berdasarkan Al- Qur‟ a>n” Beliau bertanya: “Jika di dalam Al-
Qur‟ a>n itu tidak dketemukan materinya?” Mu‟ a>dz menjawab: “Aku tetapkan
berdasarkan Sunnah Rasulillah Saw.” Beliau bertanya: “Jika di dalam sunnah
Rasul Saw. tidak diketemukannya bagaimana?” Mu‟ a>dz menjawab: “Aku
berijtihad dengan akalku”. Beliau bersabda: “Segala puji bagi Allah yang telah
memeri taufik kepada Mu‟ a>dz utusan Rasulullah Saw.”(HR. Turmudzi> no.1249
dan Abu> Da>wud no.3119).
b) Pengertian baik dan buruk
Dari teori Epicuros jaman Yunani Purba, Jeremy Bentham, John Stuart
Mill jaman Pertengahan, sampai aliran rasionalis Islam Mu‟tazilah bahkan
Muh}ammad „Abduh dapat disimpulkan bahwa yang disebut baik itu ialah
sesuatu yang membawa manusia kepada kelezatan dan kebahagiaan, sebaliknya
yang disebut buruk itu ialah sesuatu yang membawa akibat yang tidak enak dan
menyengsarakan manusia.
Manusia karena mempunyai akal dan perasaan hati maka timbullah
bermacam-macam pendapat mengenai ukuran baik-buruk atau benar dan
tidak benar, yang paling tinggi bahwa yang baik ialah yang mutlak universal
yang membawa manusia kepada kelezatan, kepuasan untuk semua orang,
segala tempat dan seluruh jaman, akhirnya yang BAIK itu tidak lain kecuali
yang baik menurut pandangan Tuhan. Sedangkan yang tidak baik itu ialah
yang dipandang tidak baik oleh Tuhan, karena akan membawa manusia kepada
kesengsaraan dan penderitaan umat manusia.
Titus dalam bukunya Persoalan-persoalan Filsafat (1979:139) mencatat
teori Jeremy Bentham dan Jihn Stuart Mill bahwa yang terbaik ialah sesuatu
yang memberi kelezatan yang maksimal kepada jumlah yang terbesar, The
Greatest happiness of the greatest numbers, kelezatan jasmani maupun rohani
dan bersifat universal. Zaki Mubarak dalam bukunya Al-Akhla>q „Indal Ghaza>li>
(1924:139), mencatat bahwa Al-Ghazali> berpendapat bahwa manusia tidak lain
kecuali wajib turut saja yang baik atau yang tidak baik itu ikut pandangan
Tuhan, sebab Allah itu mutlak Maha, ,Maha Sempurna, Naha Bijaksana Maha
Mengetahui mana sesuatu yang akan membawa kepada kenikmatan yang
hakiki bahagia untuk seluruh umat mausia secara universal siapa saja,
dinamapun dia berada dan kapanpun juga bahkan di dunia sampai akhirat
kelak.
Para filosuf dari jaman Yunani sampai ahli pikir kaum rasionalis
Mu‟tazilah mereka menyatakan bahwa manusia ingin hidup selamat, hidup
terus, hidup yang lebih baik lagi, semakin sejahtera, bahkan bahagia itulah
hakikat yang disebut baik.
E. Ilmu Muhkam dan Muyasyabih
@ Kitab Suci bagi ahama Islam ialah Al-Qura>n, maka sifat universal Islam itu
dapat dilihat dari isi Al-Quram, yaitu bahwa ayat- atau lafal dan kalimat dalam
Al-Qura>n itu dapat dibagi dua, yaitu Muh}kam, Mutasya>bih
a) Bagian yang Muh}kam, yaitu suatu lafal atau ayat yang mempunyai arti yang
gampang difaham, sangat jelas dan tegas sekali, bahkan tidak bisa diartikan
lain, contohnya ialah: S.42 Asy- Syu>ra> 11, S.112Al- Ikhla>sh1-4.
b) Bagian yang Mutasya>bih, yaitu. Suatu lafal atau ayat yang mengandung arti
lebih dari satu makna dan sangat sulit mencari makna yang dikehendaki.
Contoh: Istilah soa; datangnya Allah dalan S 89 Al- Fajri 22).
Dan ayat-ayat Mutasyabih itu memang menjadi mesin pendorong yang sangat
kuat agar supaya akal umat Islam ini suka berpikir dan merenung sedalamdalamnya.
Ternyata ayat-ayat yang Mutasya>bih ini jumlahnya terlalu banyak berlipat
ganda dibanding yang Muh}kam. „Abdul Wahha>b Khalla>f dalam Ushu>l Fiqh-nya1
menghitung bahwa ayat yang dispekulasikan sebagai Muh}kam diperkirakan
hanyalah 8% atau kira-kira 500 ayat saja, sisanya 92 % kira-kira 5736 ayat
adalah Mutasya>bih. Dari jumlah ini dapat disimpulkan bahwa Al-Qura>n itu
menyuruh manusia untuk berpikir seribu kali. Dari dasar itu pulalah maka di
sini dapat ditarik hikmah rahasia bahwa Al-Qura>n itu mendorong manusia ke
kemajuan berpikir dan Al-Qura>n itu cocok dengan kemajuan Ilmu Pengetahuan
dan Tehnologi (IPTEK). Faktor inilah yang membuktikan bahwa ajaran Islam itu
bersifat universal, berlaku abadi sepanjang jaman dan tempat.
Muh}ammad „Abduh menambahkan bahwa banyaknya ayat-ayat yang
bersifat Mutasya>bih ini akan memberikan ketenangan hati kaum yang berpikir
sederhana sekaligus menggugah akal pemikiran kaum cerdik cendekiawan dan
para filosuf untuk menggali isi dan kandungan makna Al-Qura>n.
Ha>ru>n Nasution dalam salah satu makalahnya menyatakan bahwa dengan
besarnya angka jumlah ayat yang Mutasya>bih berlipat ganda dibanding ayat
yang Muh}kam, sementara yang Muh}kam identik dengan mutlak, sedang yang
mutasya>bih identik dengan relatif, maka di sana tersimpan hikmah rahasia
yang sangat ideal, yaitu:
1) Jika Al-Qura>n itu terlalu banyak ayat-ayat yang bersifat Muh}kam,
keras dan mutlak, maka dampak akibatnya ialah bahwa Al-Qura>n dan agama
Islam akan ditinggalkan oleh pemeluk-pemeluknya. Sebab segala masalah sudah
dibatasi sangat ketat, tidak boleh berpikir tidak boleh mengemukakan pendapat
pemikiran akal.
2) Jika Al-Qura>n itu di dalamnya demikian banyak ayat-ayat yang
bersifat Mutasya>bih terkandung di dalamnya arti-arti teks ayat Al-Qura>n yang
memberi peluang alternatif yang menggerakkan semangat kemajuan berpikir
itu maka penganut agama Islam akan merasa kerasan da;am Islam
Berkaitan dengan istilah Ta’wi>l disarikan dari kitab Al-Burha>>n maka
yang disebut Ta’wi>l terhadap Al-Qura>n adalah suatu metode pendekatan kepada
Al-Qura>n dengan mengambil makna yang tersirat bukan yang tersurat
didasarkan atas dalil yang sangat kuat.
M.M.Syarif dalam History of Muslim Philosophy (1963:1/546)
mengutip pendapat Ibnu Rusyd, bahwa yang berhak melakukan Ta`wi>>l
hanyalah kaum filosuf bukan ulama fiqh dan hasil Ta’wi>l diberikan hanya
kepada kaum filosuf tidak boleh diberikan kepada orang awam, lagi pula nash
yang diTa`wi>>l memang bagian yang boleh di-Ta’wi>>l.
F. Faktor bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qura>n
Allah Ta’ala sendiri telah menegaskan bahwa Al-Qura>n itu menggunakan
bahasa Arab, disebutkan dalam Al-Qura>n dalam 11 tempat dalam berbagai
macam surat yaitu dalam surat-surat berikut: S.16 A.103; S.41 A.44; S.12 A.2;
S.13 A.37; S.20 A.113; S.39 A.28;S.41 A.3; S.42 A.7; S.43 A.3;S.46 A.12 (S=Surat,
A=Ayat); Satu di antaranya adalah sebagai berikut:
Artinya: “Dia ( Al-Qura>n) dibawa turun oleh Ar-Ru>h}ul Ami>n (Jibril), ke
dalam hatimu ( Muh}ammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orangorang
yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas ”(S.26 Asy-Syu`ra>>>>
` 192-195).
Penggunaan bahasa Arab sebagai bahasa kitab suci Al-Qura>n ternyata
mengandung hikmah rahasia yang betul-betul luar biasa, Al-Qura>n harus tetap
berbahasa Arab jaman Rasulullah Saw. hidup tahun 571-632M dulu itu sampai
sekarang bahkan sampai hari kiamat Al-Qura>n tetap kitab suci yang berbahasa
Arab.
Hikmah dan rahasia yang tersembunyi di balik semua itu adalah seperti
uraian berikut:
Sidi Ghazalba dalam bukunya Islam Integrasi Ilmu dan Kebudayaan
mencatat bahwa tidak ada satupun bahasa di dunia ini dapat diterjemahkan
dengan tepat terjemahannya persis sama dengan seluruh makna yang ada di
dalam bahasa aslinya. Hasil terjemahan tersebut sangat rentan mengurangi nilai
dan bobot pengertian aslinya. Oleh karena itulah maka Kitab Suci Al-Qura>n itu
tetap asli dengan bahasa Arab jaman Jahiliyah abad 6-7 Masehi itu. Jika Al-
Qura>n diterjemahkan maka hasil terjemahan itu tidak mungkin memuat dan
mencakup maknanya tepat seperti makna yang penuh dengan rahasia dari
istilah aslinya.
Inilah data bahwa Al-Quran terbukti mampu bertahan paling sedikit
sejak tahun 610M atau 13 tahun sebelum hijrah Nabi dari Makkah ke Madinah
sampai sekarang dan jaman yang akan datang jelas bersifat UNIVERSAL
Sebaliknya bahasa asli yang dipergunakan oleh kitab suci semua agama non
Islam bahasa tersebut sudah wafat telah terkubur tidak dimengerti oleh
manusia di luar jamannya.
Dapat direnungkan bahwa Islam itu adalah agama yang universal atas
siapa, di mana dam kapanpun juga, sebagaimana asas landasanya, yaitu:
(1) Dari pengertian nilai tentang benar. (2) Definisi BAIK. (3) Tentang
kebutuhan manusia secara universal (human needs). (4) Hak Asasi Manusia
(HAM). (4) Pengertian tentang Muhkam-Mutasyabih Al-Quran. (5) Keabadian
bahasa Arab Al-Quran. Semua itu mengarah kepada nilai yang universal yang
menurut Islam memuju kepada kesatuan yang universal, monoteistis mutlak
Islami yaitu Tauhid bahwa Allah itu Maha Esa Mutlak.
BAB DUA
Realisasi Hukum Allah
Masalah ke-2: Hukum mana saja yang dibawa oleh Nabi Muhammad yang
bernilai universal? Jawaban sementara: Nabi Muhammad Saw mengajak umat
mewujudkan Maqashidusy-Syari‟ah atau tujuan syari‟at Islam dalam
kehidupan nyata.
Dari dasar-dasar terurai di atas maka Rasulullah Muhammad Saw.
merupakan Pangejo Wantahan yang mewujudkan konsep Al-Quran tersebut
dalam bab di atas direalisasikan dalam amalan yang indrawi sebagaimana
diterangkan Allah dalam Al-Quran dan juga oleh Nabi dalam hadis „Aisyah
berikut:
ٌٍٍِظَع ٍقُّيُخ ىيَعَى َلَِّإَٗ ( ٌيقىا 4 )
“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung”(S.69 Al-
Qalam 4).
ْجَىبَقَفّ ٌََيَعَٗ ٍَِْٔيَع ٌَٖيىا ىَيَص َِٔيىا ِهُ٘عَس ِقُّيُخ َِْع ُتَشِئبَع ْجَيِئُع َهبَق َِِغَحْىا َِِع
َُآْشُقْىا ُُٔقُيُخ َُبَم ( ذَحا ٓاٗس 24629 )
“Dari Hasan bahwa „Aisyah telah ditanyakan kepadanya tentang akhlak
Rasulullah Saw. maka „Aisyah menjawab: “Akhlak Rasulullah itu ialah Al-
Quran”(HR Ahmad no.24629).
Dengan Al-Quran s68a4 dan hadis Ahmad no.24629 di atas maka dapat
dikatakan seolah-olah Rasulullah Muhammad itu sebagai Al-Quran hidup yang
berjalan. Salah satu perwujudan atau realisasi asas dasar dari Al-Quran itu
dapat difahamkan dari catatan Al-Quran S. 9 At-Taubat 91-92 dengan Sabab-
Nuzulnya:
Bahwa pada suatu hari tahun 9H tersebar berita bahwa tentara Romawi segera
menyerang kaum muslimin lewat negeri Syam, maka Nabi Saw. segera menyiapkan
pasukan sehingga terkumpullah 30.000 personil. Kemudian ada 7 orang sahabat
menghadap kepada Rasulullah Saw. mohon ikut diberangkatkan ke medan perang.
Tetapi mereka tidak dapat diberangkatkan sebab kendaraan sudah habis berangkat
semuanya, padahal jarak dari Madinah ke Syam, medan perang itu terlalu jauh
bahkan harus melalui padang pasir yang panas luar biasa. Akhirnya mereka ditinggal
Rasulullah Saw akibatnya mereka benar-benar sangat sedih sekali mereka lalu
menangis histeri menyesali nasib diri tidak mempunyai kendaraan untuk maju perang
Sabil itu.
Peristiwa ini diabadikan Allah dalam Al-Quran s9a91-92m yaitu:
َِٔيِى اُ٘حَصَّ اَرِإ ٌجَشَح َُُ٘قِفٌُْْ بٍَ َُُٗذِدٌَ بَى ٌَِِزَىا ىَيَع بَىَٗ ىَضْشََْىا ىَيَع بَىَٗ ِءبَفَعُضّىا ىَيَع َظٍَْى
ٌٌٍِحَس ٌسُ٘فَغ َُٔيىاَٗ ٍوٍِبَع ٍِِْ ٍَِِِْغْحَُْىا ىَيَع بٍَ ِِٔىُ٘عَسَٗ ( 91 ) ٌَُْٖيَِْحَخِى َكَْ٘حَأ بٍَ اَرِإ ٌَِِزَىا ىَيَع بَىَٗ
َُُ٘قِفٌُْْ بٍَ اُٗذِدٌَ بَىَأ بًَّضَح ِعٍَْذىا ٍَِِ ُضٍِفَح ٌٍُُُْْْٖعَأَٗ اَْ٘ىََ٘ح ٍَِْٔيَع ٌُْنُيَِْحَأ بٍَ ُذِخَأ بَى َجْيُق ( تب٘خىا
91 - 92 )
“Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah,
atas orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa
yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan
Rasul-Nya. Tidak ada jalan sedikitpun untuk menyalahkan orang-orang yang
berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,
dan tiada (pula dosa) atas orang-orang yang apabila mereka datang
kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata: "Aku
tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu", lalu mereka kembali, sedang
mata mereka bercucuran air mata karena kesedihan, lantaran mereka tidak
memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan” (S.9 At_taubat 91-92).
Melihat keikhlasan hati 7 sahabat yang sangat melarat itu maka Rasul Saw.
bersabda seperti tercatat dalam hadis Bukhari, Ibnu Majah berikut:
َُِإ َهبَقَفّ ٍةاَضَغ ًِفّ َُبَم ٌََيَعَٗ ٍَِْٔيَع ٌَٖيىا ىَيَص ًَِبَْىا ََُأ ٌَْْٖع ٌَٖيىا ًِضَس ٍظََّأ َِْع
ُسْزُعْىا ٌَُُٖغَبَح ٍِِٔفّ بََْعٍَ ٌَُْٕٗ بَىِإ بًٌِداَٗ بَىَٗ بًبْعِش بَْْنَيَع بٍَ بََْفْيَخ ِتٌَِْذََْىبِب بًٍاَْ٘قَأ ( ٓاٗس
يسبخبىا 2627 *)
Artinya: “Dari Anas R.a. bahwa Nabi Saw. dalam suatu peperangan beliau
bersabda: Beberapa orang di kota Madinah kita tinggalkan, kita tidak berjalan sedikitpun,
kita tidak menempuh lembah melainkan mereka itu menyertai kita ini mereka terhalang
oleh suatu halangan-„udzur (HR Bukhari no.2627). Menurut riwayat Ibnu Majah
berbunyi sebagai berikut:
ٌُْخْعَطَق بٍَ بًىبَخِس ِتٌَِْذََْىبِب َُِإ ٌََيَعَٗ ٍَِْٔيَع ٌَٖيىا ىَيَص َِٔيىا ُهُ٘عَس َهبَق َهبَق ٍشِببَخ َِْع
ُسْزُعْىا ٌَُُٖغَبَحِشْخَؤْىا ًِفّ ٌُْمُ٘مِشَش بَىِإ بًقٌِشَط ٌُْخْنَيَع بَىَٗ بًٌِداَٗ ( ٔخبٍ ِبا ٓاٗس 2755 )
Artinya: “Dari Jabir dia berkata: “(Ketika Rasulullah Saw. kembali dari perang
Tabuk menjelang masuk kota Madinah) beliau bersabda: “di Madinah ada
beberapa orang yang mana tidak ada satu lembah yang anda tempuh, tidak ada
satu jalan yang anda lewati, kecuali mereka itu bersekutu pahala dengan anda
sekalian”. Para sahabat bertanya: “Bukankah mereka itu berada di dalam kota?”
Beliau bersabda: “Betul mereka itu di Madinah terhalang oleh „udzur”(HR. Ibnu
Majah no. 2755).
~~Tafsir Al-Qurthubi (8h228) mencatat nama-nama mereka yang dimaksud oleh
Rasulullah Saw. dalam hadis Bukhari no.2627 dan Ibnu Majah no.2033 di atas ini
namanya ialah: Salim, ‟Ulbah, Abu Laila, „Amru ibnul Humam, „Abdullah ibnul
Mughaffal, Al-Harami, „Irbadh ibnu Sariyah. Ma‟qil, Shakhr, „Abdullah bin Ka‟ab,
Tsa‟labah, semua adalah orang-orang yang sangat melarat, tidak mempunyai bekal
sama sekali. Peristiwa bahwa mereka tidak bisa berangkat dan menangis ini
diabadikan Allah di dalam Al-Quran S9 At-Taubah 91-92 diatas.
Jadi yang menangis tidak dapat berangkat ke medan perang pahalanya sama
dengan mereka yang menyabung nyawa di medan perang jihad fi sabilillah.
Dapat difahamkan bahwa Islam itu sangat menghargai nilai amal pengabdian
dan hak atas pahala itu bersifat universal dan mash Al-Quran s9a91-92 dan hadishadis
Rasulullah Saw itu diyakini dapat mencakup nilai-milai perjuangan dalam
bidang yang sangat luas:
(1) Zakat, infak dan shadaqah
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan oleh siapa yang
memiliki harta satu nishab atau lebih maka harta itu wajib dizakati dan untuk uang
atau emas zakatnya ialah 2,5 %.
Menurut Az-Zuhaili dalam Al-Fiqhul Islami (1989:J-2,h.759) bahwa nishab emas
ialah 91,92 gram. Jika seandainya satu gram emas harganya Rp.100.000,- maka orang
yang mempunyai uang Rp.10 juta, maka dia wajib zakat 2,5%nya kira-kira
Rp.250.000,- Jika uangnya Rp.100 juta zakatnya Rp.2,5 juta, jika Rp.100 milyar
zakatnya 2,5 % yaitu Rp.2,5 milyar dan seterusnya 2,5% berlaku untuk semua uang
berapapun besarnya.
Maka dari itu ukuran pahala zakat ialah 2,5% dari uang berapapun jumlahnya
100 trilun, milyar, juta, ribu sampai yang sekecil-kecilnya. Dengan ini pula dapat
diduga bahwa barang siapa yang membayar zakat satu milyar rupiah dan siapa yang
membayar sedekah berapapun kecilnya sebesar 2,5% dari harta miliknya maka
pahalanya sama atas siapa yang melakukan amalan ini, oleh orang yang paling melarat
sampai yang konglomerat mliyuner maka pahalanya adalah sama 2,5%, misalnya
seseorang bernama A membayar zakat hartanya satu milyar (Rp. 1.000.000.000,-) dari
jumlah kekayaannya yang 40 milyar, pahalanya sama dengan B yang membayar
sedekah Seribu Rupiyah (Rp.1000,-) dari uang sirkulasi modal jualan ketela godognya
seharga Rp.40.000,- bahkan orang yang bersedekah (Sunat) 2,5 % hartanya maka
derajat dia lebih luhur di atas mereka yang membayar zakat (wajib) sama-sama 2,5^%
dari harta miliknya.
(2) Puasa
Ibadah puasa merupakan ibadah yang sifatnya universal, seluruh hamba Allah
mempunyai hak yang sama atas pahala dengan tidak pilih kasih, tua-muda, besar-kecil,
laki-laki-perempuan, kaya-miskin, melarat-konglomerat, budak-tuan besar, seluruhnya
sangat tergantung pada iman dan taqwanya kepada Allah, pahalanya akan diukur
sangat ketat dengan iman dan taqwanya kepada Allah.
(3) Bidang pendidikan
Pahala surga tidak dimonopoli oleh para pakar spesialis ahli dalam disiplin
suatu ilmu tetapi universal bagi semua orang, segala tempat dan seluru jaman.
Sehingga seorang Guru Ngaji Alif - Ba`-Ta` di pucuk gunung pahalanya pasti tidak
kalah dengan pahala seorang Guru Besar Doktor Spesialis ahli dalam suatu displin
ilmunya yang memberi kuliah keislaman di berbagai Perguruan Tinggi di Amerika,
asalkan niat-semangat dan taqwanya sama.
(4) Dalam Bidang Dakwah
Dalam suatu upacara Tabligh Akbar maka seseorang yang hanya mempunyai
kemampuan membuat amplop undangan pengajian pahalanya pasti tidak kalah dan
surga tidak dimonopoli oleh sang muballigh sejuta umat. Setiap orang yang telah
memberikan andil atau porsi tugasnya untuk acara besar itu pasti akan mendapat
imbalan pahalanya yang diukur dengan kemampuan dan kemauan (niat) masingmasing
aktivis,
Maka hak atas pahala dari Allah merupakan hak seluruh umat manusia yang
beriman dalam seluruh proyek perjuangan Jihad fi Sabilillah dan amal soleh dalam
Islam, semua dinilai atau diukur menurut kesucian niat dengan masing-masing daya
kemampuannya.
Pahala akan dikurangi jika niatnya tidak penuh Lillahi Ta‟ala dan pahala akan
dikurangi sebagaimana jika seseotang dalam membayar zakat itu dikurangi angkanya
kurang dari 2,5% atau nilai harganya kurang dari yang wajib dibayar. Juga mirip
seperti umpamanya seseorang menyembelih ternak korban atau membayar zakat
hewan ternak itu dipilih yang cacat, sakit atau buntung dan sebagainya, yang
pemiliknya sendiri tidak suka, maka pahalanya dikurangi. Allah berfirman;
ََٔيىا ََُأ اََُ٘يْعاَٗ ٍِِٔفّ اُ٘ضَِّْغُح َُْأ بَىِإ ٌِِٔزِخآِب ٌُْخْغَىَٗ َُُ٘قِفُْْح ٍُِْْٔ َثٍِبَخْىا اٍَََََُ٘ح بَىَٗ
ٌذٍََِح ًٌَِْغ ( ةشقبىا 267 )
Artinya: “Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan
daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan
memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha
Terpuji”(S.2 Al-Baqarah 267).
ٌٌٍِيَع ِِٔب ََٔيىا َُِئَفّ ٍءًَْش ٍِِْ اُ٘قِفُْْح بٍََٗ َُُ٘بِحُح بٍََِ اُ٘قِفُْْح ىَخَح َشِبْىا اُ٘ىبََْح َِْى
( ُاشَع ها 92 )
Artinya: “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna),
sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja
yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya”(s.3a92).
Rasulullah Saw. bersabda dalam suatu hadis:
ىَىِإ ُشُظٌَْْ بَى ََٔيىا َُِإ ٌََيَعَٗ ٍَِْٔيَع ٌَٖيىا ىَيَص َِٔيىا ُهُ٘عَس َهبَق َهبَق َةَشٌَْشُٕ ًِبَأ َِْع
ٌُْنِىبََْعَأَٗ ٌُْنِبُ٘يُق ىَىِإ ُشُظٌَْْ ِِْنَىَٗ ٌُْنِىاٍََْ٘أَٗ ٌُْمِسَُ٘ص ( ٌيغٍ ٓاٗس 4651 *)
Artinya: “Dari Abu Hurairah dia berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Sungguh
Allah tidak melihat kepada gambar dan harta kalian, tetapi Allah melihat kepada hati dan
amal perbuatan kalian”(HR Muslim CD no.4651).
Pada suatu saat, mungkin ada musibah yang dahsyat, sakit yang serius, susah dan
sedih yang bertubi-tubi, ujian yang terlalu berat maka pada detik-detik kesempatan
yang ada kita weajib berusaha keras berbuat amal-soleh menurut apa yang ada di
tangan di saat itu, bahkan dengan modal yang sangat sedikit sekalipun seharga sebiji
bayem kita harus berbuat amal soleh. Rasulullah bersabda dalam suatu hadis:
ٌُُمِذَحَأ ىَيَع ْجٍَبَق ُِْإ ٌََيَعَٗ ٍَِْٔيَع ٌَٖيىا ىَيَص َِٔيىا ُهُ٘عَس َهبَق َهبَق ٍلِىبٍَ ِِْب ِظََّأ َِْع
بَْٖعِشْغٍَْيَفّ ٌتَيْغَفّ ِِٓذٌَ ًِفَّٗ ُتٍَبٍَِقْىا ( ذَحا ٓاٗس 12435 )
Artinya: “Dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Jika seandainya kiamat
datang kepada salah seorang kamu, sedang di tangan ada benih taburkanlah benih
itu”(HR. Ahmad no. 12435).
َذبَشَأَٗ بٍَِْْٖ َرََ٘عَخَفّ َسبَْىا ٌََيَعَٗ ٍَِْٔيَع ٌَٖيىا ىَيَص ًُِبَْىا َشَمَر َهبَق ٌٍِحبَح ِِْب ِيِذَع َِْع
َهبَق ٌَُث ُلُشَأ بَيَفّ ٍَِِْحَشٍَ بٍََأ ُتَبْعُش َهبَق ِِْٖٔخَِ٘ب َذبَشَأَٗ بٍَِْْٖ َرََ٘عَخَفّ َسبَْىا َشَمَر ٌَُث ِِْٖٔخَِ٘ب
ٍتَبٍَِط ٍتََِيَنِبَفّ ْذِدَح ٌَْى ُِْئَفّ ٍةَشََْح ِقِّشِب َْ٘ىَٗ َسبَْىا اُ٘قَحا ( يسبخبىا ٓاٗس 5564 ٌيغٍٗ
1690 )
Artinya: “Dari „Addi bin Hatim bahwa Nabi Saw. menerangkan azab neraka lalu
beliau membaca Ta‟awwudz dan beliau memalingkan wajah lalu menerangkan azab
neraka lalu membaca Ta‟awwudz dan beliau memalingkan wajah, sungguh dua kali aku
tidak ragu, kemudian beliau bersabda: “Takutlah kamu kepada azab neraka itu walaupun
hanya dengan satu biji kurma, jika kamu tidak memiliki apa-apa maka bacalah Kalimath
Thoyyibah “( HR Bukhari no,5564 dan Muslim no.1690).
Jadi keselamatan dari api neraka tidak harus melalui harta keayaan yang
melimpah atau amal soleh yang terlalu besar. Jadi dengan modal yang ada walaupun
hanya seharga sebuah biji yang terlalu kecil seharga secuwil kurma, bahkan jika sama
sekali tidak mempunyai apa-apa blas cukup membaca lafal “La ilaka illa Allah”
semua ini menuju kepada sifat universal Islam.
Az-Zuhaili dalam Al-Fiqhul Islami (1989:J6h413) mencatat bahwa jihad itu
berjuang mengajak orang membela agama yang benar dan siap berkorban jiwa dan
raganya melawan siapa yang menolak ajakan itu.
Perlu dibedakan bahwa jihadun itu ialah perjuangan dengan segala daya kemampuan,
sedangkan Qitalun itu perang secara fisik melawan musuh bersenjata.
Jihad fi Sabilillah hukumnya wajib, siapa yang tidak mentaatinya akan tersiksa,
terhina dan dikuasai musuh serta azab dari Allah. Hal ini dapat ditelusuri dalam Al-
Quran s22a78, s9a111, s4a95, s9a126, s9a120, s8a45, s9a41, s9a38, s9a91, ss48a16,
s9a122,
Ayat di atas ini menunjukkan bahwa jihad dalam arti perang hukumnya wajib
kifayah. Dan ada 3 faktor yang dapat menetapkan wajib perang, yaitu: (1) Pecahnya
pertempuran dengan musuh, maka semua warga wajib melawan (Qs8a45). (2) Jika
musuh masuk ke negeri muslim. (3) Perintah berangkat perang oleh pimpinan umat
Islam (Qs9a38).
Para ulama membuat syarat atas orang yang wajib maju perang sabil, yaitu:
Islam, baligh, berakal, merdeka, laki-laki, dan mempunyai bekal serta tidak ada alasan
yang kuat („udzur) untuk tidak berangkat. Sebaliknya ada 10 alasan tidak wajibnya
seseorang maju perang, yaitu: buta, pincang, sakit, sakit kronis, tua bangka, lemah,
melarat, anak-anak, wanita, budak belian. Dalam menetapkan komando perang
pimpinan Islam wajib melakukan dakwah lebih dahulu, demikian pendapat Imam
Malik, ulama Hadawiyah dan Zaidiyah. Sebagian ulama tidak mewajibkan dakwah
sebelum perang.
@ Seluruh manusia mampu menjalankan agama Islam
Allah menegaskan kemudahan syari‟at Islam bagi umat manusia, ada 8 kali Al-
Quran (s6a152, s7a42, s23a62, s2a286, s65a7, s2a233, s4a84) mencantumkan dalil
bahwa kewajiban agama dapat dilaksanakan menurut daya kekuatan diri pribadi
manusia. Allah tidak menuntut manusia melaksanakan perintah agama di luar
kekuatan dirinya. Lebih mendalamnya kita perhatikan penjelasan para ulama
mengenai masalah ini, yaitu sebagai berikut.
((1)) Tafsur Ath-Thabari (J3h103) mencatat bahwa Allah tidak suka membuat aturan
agama yang memberatkan manusia bahkan Allah suka memberi kemudahan kepada
para hamba.
Allah berfirman dalam Al-Quran:
1 ) ٍجَشَح ٍِِْ ٌِِِذىا ًِفّ ٌُْنٍَْيَع َوَعَخ بٍََٗ ( ححىا 78 )
2 ) َشْغُعْىا ٌُُنِب ُذٌِشٌُ بَىَٗ َشْغٍُْىا ٌُُنِب َُٔيىا ُذٌِشٌُ ( ةشقبىا 185 )
3 ) ٌُْخْعَطَخْعا بٍَ ََٔيىا اُ٘قَحبَفّ ( ِببغخىا 16 )
Artinya:
1) “Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu
kesempitan”(S.22 Al-Haji 78).
2) ~” Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran
bagimu”(S.2 Al-Baqarah 185).
3) ”Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupan mu” (S.64 At-
Taghabun 16).
((2)) Tafsir Ar-Razi (J7h115) mencatat bahwa Allah tidak menuntut manusia diatas
kemampuan diri mereka artinya Allah tidak menuntut manusia untuk terlalu
bersungguh-sungguh memeras keringat (ngoyo banget) menjalankan kewajiban agama.
Allah berfirman dalam Al-Quran s4a28, s2a185:
ٌُْنَْْع َفِفَخٌُ َُْأ َُٔيىا ُذٌِشٌُ ( ءبغْىا : 28 )
“Allah hendak memberikan keringanan kepadamu”(S.4 An-Nisa` 28).
Rasulullah Saw. bersabda dalam sebuah hadis, yaitu:
َِْع َصَٗبَدَح ََٔيىا َُِإ ٌََيَعَٗ ٍَِْٔيَع ٌَٖيىا ىَيَص َِٔيىا ُهُ٘عَس َهبَق َهبَق ِيِسبَفِغْىا ٍسَر ًِبَأ َِْع
ٍَِْٔيَع إُِ٘شْنُخْعا بٍََٗ َُبٍَْغِْىاَٗ َؤَطَخْىا ًِخٍَُأ ( ٔخبٍ ِبا ٓاٗس 2033 )
Artinya: “Dari Abu Dzar al-Ghiffari bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Sungguh Allah
mengampuni umatku atas kesalahan, lupa dan karena dipaksa”(HR. Ibnu Majah no.
2033) .
((3)) Tafsir Ad-Durul Mantsur (1h.569) mencatat ayat-ayat yang memberi keringanan
dalam syari‟at Islam, seperti Al-Quran s22a78, s2a185 dan s64a28 sebagaimana uraian
di atas. Sebagai contoh adalah sebagai berikut:
@ Shalat sesuai dengan kemapuan
Rasulullah Saw. bersabda dalam suatu hadis, yaitu:
ىَيَص ًَِبَْىا ُجْىَؤَغَفّ ُشٍِعاََ٘ب ًِب ْجَّبَم َهبَق ٌَْْٖع ٌَٖيىا ًِضَس ٍٍَِْصُح ِِْب َُاَشَِْع َِْع
ْعِطَخْغَح ٌَْى ُِْئَفّ اًذِعبَقَفّ ْعِطَخْغَح ٌَْى ُِْئَفّ بًَِئبَق ِوَص َهبَقَفّ ِةبَيَصىا َِِع ٌََيَعَٗ ٍَِْٔيَع ٌَٖيىا
ٍبَْْخ ىَيَعَفّ ( يسبخبىا ٓاسٗ 1050 )
“Dari „Amran bin Hashin yang sedang sakit bawasir ( ambeien?) bertanya kepada
Rasulullah Saw soal bagaimana cara shalat (Jika sedabg sakit). Beliau bersabda:
“Shalatlah dengan berdiri, jika tidak dapat berdiri maka dengan duduk, jika tidak bisa
dengan duduk maka dengan berbaring”(HR. Bukhari no.1050).
((4)) Tafsir An-Nassafi menafsirkan Qs2a286 mengaitkannya dengan s7h42 bahwa
perintah agama itu diamalkan menurut kekuatan diri manusia. Semua syariat
dilaksanakan sesuai dengan kemampuan manusia, seperti shalat 5 waktu, puasa satu
bulan, haji satu kali, zakat jika memenuhi ukuran kaya dst.
Allah menginginkan agar manusia menjalankan syari‟at Islam menurut ukuran
daya kekuatan masing-masing tidak diukur menurut ukuran kemampuan orang lain.
Lebih mendalam lagi kita perhatikan penjelasan para ulama, yaitu:
((1)) Tafsir Al-Qurthubi (5h378) menafsirkan s4a103 mencatat sbb:
اٍَُِ٘قَؤَفّ ٌُْخَّْْْؤََْطا اَرِئَفّ ٌُْنِبُُْ٘خ ىَيَعَٗ اًدُ٘عُقَٗ بًٍبٍَِق ََٔيىا اُٗشُمْربَفّ َةبَيَصىا ٌُُخٍَْضَّق اَرِئَفّ
بًحُ٘قٍَْ٘ بًببَخِم ٍٍَِِِْْؤَُْىا ىَيَع ْجَّبَم َةبَيَصىا َُِإ َةبَيَصىا ( 103 ) ( ءبغْىا )
Artinya: “Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat (mu), ingatlah Allah di waktu
berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa
aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah
kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”(S.4 An-Nisa`103).
((2)) Tafsir Ibnu Katsir (2h161) dalam menafsirkan Al-Quran s3a191 mencatat bahwa
shalat itu sesuai dengan daya kekuatan hamba jika keadaan mengijinkan dilaksanakan
dengan berdiri, jika tidak kuat boleh dengan duduk, jika tidak berdaya maka shalat
dilakukan dengan terbaring, perhatikan Al-Quran dan hadis Bukhari no.1050
berikut: .
ِِٔبُُْ٘خ ىَيَعَٗ اًدُ٘عُقَٗ بًٍبٍَِق ََٔيىا َُُٗشُمْزٌَ ٌَِِزَىا ( ُاشَع ها 191 )
“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan
berbaring …(S.3 Ali „Imran 191).
“Dari „Amran bin Hashin yang sedang sakit bawasir ( ambeien?) lalu bertanya kepada
Rasulullah Saw bagaimana cara shalat. Beliau bersabda: “Shalatlah dengan berdiri, jika
tidak dapat berdiri maka dengan duduk, jika tidak bisa dengan duduk maka dengan
berbaring”(HR. Bukhari no.1050).
((3)) Tafsir Adhwa`ul Bayan (J3h110) menfasirkan Al-Quran s74a43-47 mencatat
bahwa manusia wajib sembahyang selama dia hidup dan berakal sehat, walaupun
shalat itu dilakukan dengan ukuran kemampuannya, berdiri, duduk atau berbaring.
Dikaitkannya lagi dengan Al-Quran s19a31, s64a16 dan s2a286 menyatakan bahwa
ibadah itu dilaksanakan sesuai dengan kemampuan manusia.
بًٍَح ُجٍُْد بٍَ ِةبَمَضىاَٗ ِةبَيَصىبِب ًِّبَصَْٗأَٗ ( 31 ) ( ٌٌشٍ )
“dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia
memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku
hidup”(S.19 Maryam 31)
ٌُْخْعَطَخْعا بٍَ ََٔيىا اُ٘قَحبَفّ ( ها ث ِببغ 16 )
“Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu “(S.64 At-Taghabun 16)
بََٖعْعُٗ بَىِإ بًغْفَّ َُٔيىا ُفِيَنٌُ بَى ( ةشقبىا 286 )
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya"(S.2 Al-
Baqarah 286).
Rasulullah Saw. juga menekankan adanya kemudahan ini, yaitu:
ٍَِْ َلَيَٕ بَََِّإ ٌُْنُخْمَشَح بٍَ ًُِّ٘عَد َهبَق ٌََيَعَٗ ٍَِْٔيَع ٌَٖيىا ىَيَص ًِِبَْىا َِِع َةَشٌَْشُٕ ًِبَأ َِْع
اَرِإَٗ ُُٓ٘بَِْخْخبَفّ ٍءًَْش َِْع ٌُْنُخٍََّْٖ اَرِئَفّ ٌِِْٖئبٍَِبَّْأ ىَيَع ٌِِْٖفّبَيِخْخاَٗ ٌِِْٖىاَؤُغِب ٌُْنَيْبَق َُبَم
ٌُْخْعَطَخْعا بٍَ ٍُِْْٔ اُ٘حْؤَفّ ٍشٍَْؤِب ٌُْنُحْشٍََأ ( يسبخبىا ٓاٗس 6744 ٌيغٍٗ 4348 )
Artinya: “Dari Abu Hurairah bahwa Nabi Saw. bersabda: “Tinggalkanlah apa yang aku
tidak melakukannya,umat sebelum kamu binasa sebab suka bertanya lalu melakukan
perbuatan yang bertolak belakang ajaran para nabi mereka. Apa yang aku larang jauhilah
olemu, jika aku perintahkan sesuatu laksanakanlah menurut kemampuanmu‟(HR.
Bukhari no.6744 dan Muslim no.4348).
((4)) Kitab Fathul Bari terbitan Darul Fikri (J3h301) membuat syarah atas hadis
Bukhari no.1050 dan no. 6744 di atas mencatat bahwa shalat harus menghadap kiblat
tetapi jika tidak dapat maka shalat boleh dilakukan sedapat-dapatnya. Dan kepada
orang yang sedang menghadapi malaikatul maut, maka dia harus di-talqin diminta
untuk shalat, dengan membaca Al-Fatihah, baca takbir, dan seterusnya sampai selesai
dituntuni di ucapkan atau hanya isyarat saja.
Macam-macam bidang yang lebih luas lagi, maka haji diwajibkan atas orang yang
mempunyai bekal, orang musafir boleh berhutang puasa, shalat boleh dijamak dan
diqashar, zakat diwajibkan kepada mereka yang hartanya mwncapai satu nishab.
Semua ditunaikan menurut daya kekuatan pribadi masing-masing.
Berdasarkan Al-Quran s3a173, s6a4, d16a115 dan s6a119 maka Islam itu
mengandung ajaran UNIVERSAL yang tidak tertandingi, yaitu bahwa siapa saja
berada dalam keadaan TERPAKSA maka semua yang haram sampai mengucapkan
kata-kata kafir-pun dibolehkan Allah dan Allah Maha mengetahui, Maha Menerima
taubat, Maha Pengampun.
BAB TIGA
Monoteisme bukan Islam
Masalah ke-3: Bagaimanakah status kedudukan umat yang tidak
terjangkau oleh dakwah Nabi Mujammad Saw? Jawaban sementara: Allah
sudah memberi bekal hidup makhluk-Nya dengan akal dan instink sejak
sebelum lahir, maka hasil pemikiran akal dan perasaannya akan dinilai oleh
Allah sendiri.
@ Instink agama
Akal dapat menemukan Tuhan
* Sayyid Quthub (8h77) mencatat bahwa secara Antropologis manusia
mempunyai instink religios mencari Tuhan melalui kepercayaan dinamisme
bahwa bukan hanya manusia dan hewan saja tetapi semua yang ada di alam ini
mempunyai roh. Dari faham ini lalu berkembang kepada kepercayaan akan
adanya larangan yang dinamakan "Tabu", kemudian berkembang percaya
kepada sihir, selanjutnya berkembang menjadi penyembahan kepada banyak
dewa lalu dari faham banyak dewa berkembang secara logika menuju
penyembahan kepada satu Dewa.
* Para pakar Ilmu Jiwa dan pakar Ilmu Kedokteran seperti Wimmersma
Greidanus menyatakan bahwa semua bayi sebelum lahir sudah dibekali Tuhan
dengan Instink. Dan menurut mereka nafsu-nafsu itu ada 4 macam, 1)
Egosentros, 2) Polemos; 3) Eros; 4) Religios. Dalam Ilmu Tasawuf sering
dinamakan dengan nafsu Harta, Tahta, Wanita dan Agama.
Nafsu Religios (Nafsu Agama) kadangkala dinamai nafsu Muthmainnah ini
mudah timbul pada orang yang menginjak usia 20 tahun ke atas yang dipicu
oleh berbagai macam kesulitan dan pemikiran atau pandangan jauh ke depan,
pemikiran filsafat, hobinya beramal soleh, zuhud, kesucian, keabadian,
kedamaian. Dalam bidang budaya akan menimbulkan seni budaya yang agamis
religius, jika agama menjadi kendali ke tiga nafsu lainnya, maka tidak ada
penyakit yang menyerangnya Insya Allah..
* Dari sisi lain tercatat bahwa tokoh aliran yang paling rasional ahli pikir Islam,
Mu‟tazilah yaitu An-Nazhzha>m bahkan Muh}ammad Abduh menyatakan bahwa
akal manusia memang dapat mengetahui kewajiban memilih perbuatan yang
baik yang membawa diri hidup yang bahagia, tetapi manusia tidak mampu
mengetahui seluruh masalah yang lebih rinci mendetail mana sesuatu yang baik
mana yang tidak baik,sehingga menurut para ahli pikir ini, manusia harus
berlindung di bawah wahyu petunjuk dari Allah yang Maha Mengetahui.
* Majalah Al-Bayan (194h48) mencatat bahwa terkenal diakui oleh para pakar
adil itu baik, zalim itu jelek, dusta itu dibenci, dermawan itu suatu keharusan,
ini berlaku dam diakui oleh semua agama.
@ Tuhan dalam faham Politeisme
Politeisme, ialah pendapat bahwa tuhan itu lebih dari satu. Faham Dualisme
mengajarkan bahwa ada dua kekuatan ketuhanan Kebaikan dan Kejahatan,
yaitu ajaran Zoroaster.
Masyarakat Arab Jahili di diminasi penyemnahan kepada berhala, di dalam
komplek sekitar Ka‟bah ada 360 buah berhala dan ada satu berhala namanya
ialah Hubal. Hubal dipercaya sebagai berhala yang paling tinggi kedudukannya
dan mendapat penghormatan yang paling tinggi.
Pada umumnya bangsa Arab itu adalah kaum penyembah berhala, masingmasing
kabilah mempunyai berhala khusus di samping ada pula berhala pujaan
bersama semua kabilah, seperti: Al-La>ta, Mana>t, Al-‟Uzza>>, Suwa>„a dan Nasr
seperti yang tercatat di dalam Al-Qura>n S.71 Nu>h} 23.
Al-Qura>n S.39 Az-Zumar 3 mencatat bahwa alasan masyarakat Arab
Ja>hili>yah itu menyembah berhala karena ingin mendekatkan diri kepada Allah
lebih dekat lagi. Mereka percaya bahwa kelak di hari kiamat maka berhalaberhala
itu akan dapat memberi syafaat kepada mereka.
* Macam agama Arab Jahili:
~ Suatu kelompok tidak percaya kepada Tuhan, mereka berfaham atheisme atau
Historis materialisme.
~ Orang-orang suku Khuza>„ah dan Kina>nah pecaya bahwa Allah itu mempunyai
anak perempuan.
~ Sebagian mereka percaya bahwa Allah mempunyai anak.
~ Sekelompok percaya bahwa Allah itu bersekutu dengan jin.
~ Sebagian lagi percaya dan menyembah malaikat.
~ Sekelompok masyarakat percaya dan menjadi penyembah berhala. Sebagian
dari kaum penyembah berhala ini ada yang membuat berhala dibuat dari
kurma, ketika datang musim paceklik, maka berhala yang dibuat dari bahan
makanan itu lalu mereka makan.
Tercatat ada 365 patung arca di dekat Ka‟bah dan yang paling besar
sebagai penghulu semua berhala ialah Hubal. Dia diletakkan di dekat Ka‟bah
dikelilingi ratusan patung-patung yang lain lalu di sana ada 9 tempat
penyembahan berhala, 36 berhala yang dipuja dan disembah kelompok
masyarakat tertentu di beberapa daerah. Tercatat pula bahwa sebagian
orang Arab itu menyembah arca berhala yang disebut: Wudd, Suwa‟>a, Yaghu>ts
dan Nasr maupun yang lain.
* Politeisme, tidak berarti menyembah banyak tuhan secara historis, politeis
percaya adanya banyak tuhan, tetapi mereka hanya menyembah satu saja, yang
dianggap oleh si pemeluk itu sebagai Tuhan yang Mahatinggi ini disebut
henoteisme. Dalam agama Hindu ada teologi monoteistik yang mengajarkan
bahwa Tuhan yang banyak Brahma, Wisnu, Syiwa, semata-mata mewakili
aspek-aspek dari kekuatan tuhan yang dibelakangnya.
* Pakar ilmu antropologi mencatat bahwa bangsa Yunani pada awalnya
percaya kepada banyak dewa, tetapi kemudian berkembang bahwa dari banyak
dewa ini mereka yakin ada satu dewa yang paling besar. Perkembangan pikiran
yang sama terdapat juga dalam kepercayaan bangsa Mesir Purba. Dan bangsa
Arab Jahiliyah pun juga meyakini bahwa Patung yang bernama Hubal adalah
satu patung yang mempunyai kedudukan yang paling tinggi di atas 360 patung
yang mereka sembah.
Menuju nilai universal-monoteis (Tauhid)
*Monoteisme hasil pemikiran akal
Melalui pemikiran yang mendalam maka akal dapat menyimpulkan adanya
sesuatu yang mempunyai sifat tertinggi di atas semua potensi yang oleh agama
Samawi disebut Tuhan. Tetapi karena semua ini sumbernya ialah akal maka
hasilnya bermacam-macam variasi dan menggambarkan sifat Tuhan sangat
berbeda dari ajaran yang sumbernya dari wahyu dari Tuhan sendiri, yaitu:
1. Teisme, ialah suatu kepercayaan adanya satu tuhan dengan kepribadian yang
khas.
2 Deisme adalah suatu kepercayaan bahwa tuhan itu ada, tetapi tidak ikut
campur di dalam dunia dan tidak ada wahyu . Sifat tuhan mereka hanya
dapat dikenal melalui nalar dan pengamatan terhadap alam.
3. Teisme monistik adalah suatu kepercayaan Hindu mencakup kepercayaan
panenteisme, monisme,
4. Panteisme berpendapat bahwa alam sendiri itulah Tuhan tidak percaya
adanya Yang Maha tinggi yang transenden yang terpisah dari alam (mirip
dengan ateisme).
5. Panenteism adalah suatu bentuk kepercayaan bahwa alam adalah bagian
dari tuhan, tetapi tuhan tidaklah identik dengan alam. Panenteisme dapat
dipahami sebagai "Tuhan ada di dalam alam sebagaimana jiwa berada di
dalam tubuh".
6. Monoteisme substansi, ditemukan dalam kepercayaan kaum pribumi
Afrika, yang berpendapat bahwa tuhan yang banyak itu adalah perwujudan
dari substansi yang satu yang ada di belakangnya, dan bahwa substansi yang
ada di belakangnya itulah Allah. Pandangan ini banyak miripnya dengan
pandangan Tritunggal Kristen tentang tiga pribadi yang mempunyai hakikat
yang sama.
* Demikian itulah jika kita berangkat mencari asal usul agama melalui ilmu
manusia. Padahal jika kita telusuri lebih dalam lagi, maka manusia itu asalnya
dari Adam atau maunsia itu asalnya dari tanah, tanah asalnya dari bumi, bumi
asalnya dari satu titik singularitas yang meledak dalam Dentuman Hebat "The
Big Bang".
* Menurut filsafat Ontologi dari Anselm(1109M) bahwa Tuhan itulah sesuatu
yang tidak dapat dikalahkan dari segala seginya oleh apa dan siapapun juga.
Menurut filsafat Kosmologi dari Aquinas (1274M) bahwa Tuhan itulah asal
segala sebab. Menurut filsafat Teleologi dari Matews W.R. bahwa Tuhan
itulah arsitek, perencana, pencipta, pengawas jalannya proses seluruh alam
semesta ini.
Semua sudah ditegaskan Allah dalam Al-Quran, yaitu:
1) Secara filosofis ontologis, akal dapat menemukan Tuhan bahwa segala nilai
itu dikalahkan oleh atasnya dan ada yang tertinggi maka itulah Tuhan:s42a11;
s110a1-4; s21a22;s6a103,s12a21.
2) Secara kosmologis akal menemukan Tuhan melalui teori bahwa segala
saesuatu itu pasti ada sebab sebelumnya, maka ada sesuatu yang tidak ada sebab
sebelumnya namanya Tuhan: s6a101-19; s79a27-30; s79a9-11; s27a86..
3) Secara teleologis menyatakan bahwa isi jagad raya ini bergerak, berubah
dan berkembang atay berputar dengan angka yang sangat teratur rapi,
konsisten, menepati angka-angka yang sangat tepat sekali luar biasa dan ini
sudah berjalan berlangsung tidak kurang dari 18 milyard tahun. Maka dapat
diyakini bahwa seluruhnya ini pasti ada yang merencanakan, menciptakan,
mengembangkan, mengatur, mengawasi dan menjaganya. Itulah Tuhan: s22a5;
s50a6-7; s59a23-24; S56a6-9; s32a27; s38a27; s16a15-17; s3a190-191.
Dari filsafat Ontologi, Kosmologi dan Teleologi ini maka dapat diyakini
bahwa agama itu asalnya dari Tuhan yaitu ialah agama Tauhid ketuhanan yang
Maha Esa atau monoteistis (Lihat s3a190, s384-85.
Tetapi setan senangnya ialah membujuk manusia untuk mengangkat
manusia menjadi Tuhan atau membuat tuhan-tuhan selain Allah kemudian
tuhan buatan manusia ini mereka jadikan sekutu Allah disembah dan dipuja.
Maka dari itu para penyembah tuhan-tuhan buatan ini dinamakan musyrik
artinya menyekutukan Tuhan atau menyembah banyak tuhan (politeistsme).
Adapun perbedaan agama langit dan ciri agama”Budaya” ada 6, yaitu sebagai
berikut:
Agama langit mempunyai 6 ciri lawannya ialah Agama Budaya
Agama langit khususnya agama Islam mempunyai 6 ciri, yaitu:
i. Disiarkan oleh nabi atau rasul utusan Tuhan(Lihat Al-Quran S.2 Al-Baqarah
151).
ii. Mempunyai kitab suci yang dibawa oleh nabi atau rasul utusan Tuhan (
Lih.S.42 Asy- Syura 17).
iii. Sistem kehidupan takluk dan mengarah kepada sistem dalam
agama(Lih.S.17 Al-Isra` 81)
iv. Mentalitas penganutnya tidak dapat mengubah agama, tetapi agama
mengubah mentalitas penganutnya (Lih.S.23 Al-Mu`minun 71);
V Kebenaran prinsip agama tidak luntur oleh kritik akal karena ajaran agama
tersebut tidak bertentangan dengan akal(Lih.S2 Al-Baqarah 147);
vi. Konsep agama serba monoteis,Tauhid,Esa(QS.112Al-Ikhlash 1-4).
Agama Islam adalah agama Samawi dengan nabinya Muhammad dan
kitab sucinya ialah Al-Quran.
Kebenaran Islam yang tidak dapat dikalahkan oleh agama lain ialah
sifat ESA Allah yang Mutlak serba Maha, sedangkan kitab suci Al-Quran
dengan bahasa Arabnya adalah bahasa yang tetap hidup mudah difaham terus
abadi, naskahnya tidak ada satu hurufpun yang hilang dan tidak ada
perubahan sama sekali mulai 17 Ramadhan 13 Sebelum hijrah=10 Agustus
610M sampai sekarang. Agama disisi Allah hanya Islam yang lain ditolak oleh
Allah (s3a19;s3a85).
Adapun mereka yang memang betul-betul belum terjangkau oleh dakwah
Islam sampai jaman yang internet sekarang (th 2010), jika mereka yakin kepada
Maha Esa Allah melalui otak dan hati maka nasibnya kitaserahkan kepada
Allah. Tetapi secara tekstual para ulama menetapkan bahwa mereka bukan
orang Islam, sehingga hukumnya di luar Islam.
بَِْيْبَق ٍِِْ ٌَِِزَىا ىَيَع َُٔخْيَََح بَََم اًشْصِإ بٍََْْيَع ْوَِْحَح بَىَٗ بََْبَس بَّْؤَطْخَأ َْٗأ بٍَِْغَّ ُِْإ بَّْزِخاَؤُح بَى بََْبَس
ًَِْ٘قْىا ىَيَع بَّْشُصّْبَفّ بَّبَىٍَْ٘ َجَّْأ بَََْْحْساَٗ بََْى ْشِفْغاَٗ بََْع ُفْعاَٗ ِِٔب بََْى َتَقبَط بَى بٍَ بَْْيََِحُح بَىَٗ بََْبَس
ٌَِِشِفّبَنْىا
…………………………………………………………..o………………………………………………………
Hubungi kami di : http://imam-muchlas.blogspot.com
ketik kirim kepada : h.imam.muchlas @gmail.com (Tlp.0318963843)

0 komentar:

Poskan Komentar

Pengunjung Ke-

Ada kesalahan di dalam gadget ini

About Me

Template by KangNoval & Abdul Munir | blog Blogger Templates