AIR MATA DHU'AFA`= DARAH JIHAD
Pengantar
Allah Swt. itu melihat manusia tidak kepada jasmani dan bentuk tubuh yang lahiriyah tetapi Allah sangat memperhatikan kepada hati dan amal manusia yang ruhaniyah sifatnya. Oleh karena itu kita semua hamba Allah tidak perlu berkecil hati, walaupun melaratnya terlalu bodohnya sangat kasihan.
Allah sudah berjanji akan mengangkat derajat yang begitu tinggi kepada kaum yang lemah tidak mempunyai daya tarik tidak mempunyai kekuatan apa-apa, jika hatinya penuh taqwa dan mempunyai amal yang dicintai Allah akan mendapat derajat yang tinggi.
Alangkah baiknya jika kita merenungkan isi Al-Quran dan hadis, tafsir dan syarah hadis berikut:
I. S.9 AtTaubat 91-92
لَيْسَ عَلَى الضُّعَفَاءِ وَلَا عَلَى الْمَرْضَى وَلَا عَلَى الَّذِينَ لَا يَجِدُونَ مَا يُنْفِقُونَ حَرَجٌ إِذَا نَصَحُوا لِلَّهِ وَرَسُولِهِ مَا عَلَى الْمُحْسِنِينَ مِنْ سَبِيلٍ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ(91)وَلَا عَلَى الَّذِينَ إِذَا مَا أَتَوْكَ لِتَحْمِلَهُمْ قُلْتَ لَا أَجِدُ مَا أَحْمِلُكُمْ عَلَيْهِ تَوَلَّوْا وَأَعْيُنُهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ حَزَنًا أَلَّا يَجِدُوا مَا يُنْفِقُونَ (التوبة 91-92)
II, Artinya:
“dan mereka tiada menafkahkan suatu nafkah yang kecil dan tidak (pula) yang besar dan tidak melintasi suatu lembah, melainkan dituliskan bagi mereka (amal saleh pula), karena Allah akan memberi balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mu'min itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya”(S.9 At_taubat 121-122).
III. Tafsir dan sari tilawah
A. Tema dan acuan masalah
Tema dan sari tilawah Al-Quran S.9 At-Taubat 91-92 di atas dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Hamba-hamba Allah itu ada yang kuat ada yang lemah, ada yang sakit ada yang sehat wal afiat, ada yang kaya ada yang miskin papa.
2. Mereka yang memenuhi syarat-rukun Jihad wajib berjihad sedangkan yang lemah, sakit atau miskin tidak berdosa jika tidak berangkat jihad
3. Tetapi Allah tidak menutup jalan orang yang tulus ikhlas ingin ikut berjihad di medan juang.
4. Allah sangat iba penuh kasih dan akan memberikan anugerah kepada mereka yang berusaha keras berangkat ke medan jihad, tetapi tidak mempunyai bekal.
B. Masalah dan analisasa jawaban
Dari jalinan kata dan untaian kalimat Al-Quran s9a91-92 di atas ada beberapa pertanyaan yang diduga bisa lebih mempertajam pemahaman kita kepada ayat di atas, yaitu:
1. Bagaimana hukumnya jihad fi sabilillah itu?
Jihad fi sabilillah itu wajib hukumnya atas kaum muslimin dengan beberapa syarat-rukunnya.
2. Melihat pahala jihad itu sangat menjanjikan lalu bagaimana caranya orang-orang yang tidak memenuhi syarat rukun jihad?
Semua amal ibadah sampai jihad itu dilakukan menurut kekuatan, situasi dan kondisi indivu perseorangan tiap orang.
3. Bagaimana ceriteranya para sahabat yang menangis yang diabadikan didalam Al-Quran s9a92 ini?
Ada 7 orang sahabat dengan niat yang tulus ingin berangkat jihad tetapi tidak mempunyai bekal dan sarananya lalu menangis sendu.
C. Pendalaman dan penelitian
Bab I. Jihad fi sabilillah hukumnya wajib
Az-Zuhaili dalam Al-Fiqhul Islami (1989:J6h413) mencatat bahwa jihad itu mengajak orang membela agama yang benar dan siap berkorban jiwa dan raganya melawan siapa yang menolak ajakan itu.
Jihad fi Sabilillah hukumnya wajib, siapa yang tidak mentaatinya akan tersiksa, terhina dan dikuasai musuh serta azab dari Allah. Hal ini dapat ditelusuri dalam Al-Quran s22a78, s9a111, s4a95, s9a126, s9a120, s8a45, s9a41, s9a38, s9a91, ss48a16, s9a122,
وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ(122)(التوبة)
“dan mereka tiada menafkahkan suatu nafkah yang kecil dan tidak (pula) yang besar dan tidak melintasi suatu lembah, melainkan dituliskan bagi mereka (amal saleh pula), karena Allah akan memberi balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”(s.9 At-Taubat 122).
Ayat di atas ini menunjukkan bahwa jihad dalam arti perang hukumnya wajib kifayah. Dan ada 3 faktor yang dapat menetapkan wajib jihad, yaitu: (1) Pecahnya pertempuran dengan musuh, maka semua warga wajib melawan (s8a45). (2) Jika musuh masuk ke negeri muslim. (3) Perintah berangkat perang oleh pimpinan umat Islam (s9a38).
Para ulama membuat syarat atas orang yang wajib maju perang sabil, yaitu: Islam, baligh, berakal, merdeka, laki-laki, dan mempunyai bekal serta tidak ada alasan yang kuat (‘udzur) untuk tidak berangkat. Sebaliknya ada 10 alasan tidak wajibnya seseorang maju perang, yaitu: buta, pincang, sakit, sakit kronis, tua bangka, lemah, melarat, anak-anak, wanita, budak belian. Dalam menetapkan komando perang pimpinan Islam wajib melakukan dakwah, demikian pendapat Imam Malik, ulama Hadawiyah dan Zaidiyah. Sebagian ulama tidak mewajibkan dakwah sebelum perang.
Bab II Seluruh manusia mampu menjalankan agama Islam
Allah menegaskan kemudahan syari’at Islam bagi umat manusia, ada 8 kali Al-Quran (s6a152, s7a42, s23a62, s2a286, s65a7, s2a233, s4a84) mencantumkan dalil bahwa kewajiban agama dapat dilaksanakan menurut daya kekuatan diri pribadi manusia. Allah tidak menuntut manusia melaksanakan perintah agama di luar kekuatan dirinya. Lebih mendalamnya kita perhatikan penjelasan para ulama mengenai masalah ini, yaitu sebagai berikut
((1)) Tafsur Ath-Thabari –penerbit Al-Ma’rifat (J3h103) mencatat bahwa Allah tidak suka membuat aturan agama yang memberatkan manusia bahkan Allah suka memberi kemudahan kepada para hamba.
Allah berfirman dalam Al-Quran:
وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ (الحج 78)
يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ (البقرة 185)
فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ (التغابن 16)
Artinya:
~~“Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan”(S.22 Al-Haji 78).
~~” Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu”(S.2 Al-Baqarah 185).
~~”Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu”(S.64 At-Taghabun 16).
((2)) Tafsir Ar-Razi terbitan Daru Ihya`it Turats (J7h115) mencatat bahwa Allah tidak menuntut manusia diatas kemampuan diri mereka artinya Allah tidak menuntut manusia untuk terlalu bersungguh-sungguh memeras keringat (ngoyo banget) menjalankan kewajiban agama. Allah berfirman dalam Al-Quran s4a28, s2a185:
يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُخَفِّفَ عَنْكُمْ (النساء: 28)
Artinya: “Allah hendak memberikan keringanan kepadamu”(S.4 An-Nisa` 28).
Rasulullah Saw. bersabda dalam sebuah hadis, yaitu:
عَنْ أَبِي ذَرٍّ الْغِفَارِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ تَجَاوَزَ عَنْ أُمَّتِي الْخَطَأَ وَالنِّسْيَانَ وَمَا اسْتُكْرِهُوا عَلَيْهِ (رواه ابن ماجه2033 )
Artinya: “Dari Abu Dzar al-Ghiffari bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Sungguh Allah mengampuni umatku atas kesalahan, lupa dan karena dipaksa”(HR. Ibnu Majah no. 2033) .
((3)) Tafsir Ad-Dur –terbitan Darul Fikri (Juz 1,h.569) mencatat ayat-ayat yang memberi keringanan dalam syari’at Islam, seperti Al-Quran s22a78, s2a185 dan s64a28 sebagaimana uraian di atas. Sebagai contoh adalah sebagai berikut:
@ Shalat sesuai dengan kemapuan
Rasulullah Saw. bersabda dalam suatu hadis, yaitu:
عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ رَضِي اللَّهم عَنْهم قَالَ كَانَتْ بِي بَوَاسِيرُ فَسَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الصَّلَاةِ فَقَالَ صَلِّ قَائِمًا فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقَاعِدًا فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَعَلَى جَنْبٍ (وراه البخاري1050)
“Dari ‘Amran bin Hashin yang sedang sakit bawasir ( ambeien?) bertanya kepada Rasulullah Saw soal bagaimana cara shalat (Jika sedabg sakit). Beliau bersabda: “Shalatlah dengan berdiri, jika tidak dapat berdiri maka dengan duduk, jika tidak bisa dengan duduk maka dengan berbaring”(HR. Bukhari no.1050).
((4)) Tafsir An-Nassafi terbitan Darun Nafais menafsirkan Qs2a286 mengaitkannya dengan s7h42 bahwa perintah agama itu diamalkan menurut kekuatan diri manusia. Semua syariat dilaksanakan sesuai dengan kemampuan manusia, seperti shalat 5 waktu, puasa satu bulan, haji satu kali, zakat jika memenuhi ukuran kaya dst.
Allah menginginkan agar manusia menjalankan syari’at Islam menurut ukuran daya kekuatan masing-masing tidak diukur menurut ukuran kemampuan orang lain. Lebih mendalam lagi kita perhatikan penjelasan para ulama, yaitu:
((1)) Tafsir Al-Qurthubi-terbitan Darun Nafais (J5h378) menafsirkan s4a103 mencatat sbb:
فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِكُمْ فَإِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا(103) (النساء)
Artinya: “Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat (mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”(S.4 An-Nisa`103).
Ada beberapa masalah dari ayat ini, seperti: Jika saat perang kamu shalat di atas onta, berdiri atau duduk atau bertiarap. Dalam waktu takut atau sakit shalatlah semampumu, yaitu: berdiri, duduk atau terbaring. Namun jika sudah aman dan keadaan normal supaya ibadah itu dilakukan dengan wajar dengan aturan yang ketat.
((2)) Tafsir Ibnu Katsir terbitan Daru Ihya`it Turats (J2h161) dalam menafsirkan Al-Quran s3a191 mencatat bahwa shalat itu sesuai dengan daya kekuatan hamba jika keadaan mengijinkan dilaksanakan dengan berdiri, jika tidak kuat boleh dengan duduk, jika tidak berdaya maka shalat dilakukan dengan terbaring, perhatikan Al-Quran dan hadis Bukhari no.1050 berikut:.
الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِ(ال عمران 191)
“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring …(S.3 Ali ‘Imran 191).
“Dari ‘Amran bin Hashin yang sedang sakit bawasir ( ambeien?) lalu bertanya kepada Rasulullah Saw bagaimana cara shalat. Beliau bersabda: “Shalatlah dengan berdiri, jika tidak dapat berdiri maka dengan duduk, jika tidak bisa dengan duduk maka dengan berbaring”(HR. Bukhari no.1050).
((3)) Tafsir Adhwa`ul Bayan (J3h110) menfasirkan Al-Quran s74a43-47 mencatat bahwa manusia wajib sembahyang selama dia hidup dan berakal sehat, walaupun shalat itu dilakukan dengan ukuran kemampuannya, berdiri, duduk atau berbaring. Dikaitkannya lagi dengan Al-Quran s19a31, s64a16 dan s2a286 menyatakan bahwa ibadah itu dilaksanakan sesuai dengan kemampuan manusia.
وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا(31) ( مريم)
“dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup”(S.19 Maryam 31)
فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ (التغابن 16)
“Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu “(S.64 At-Taghabun 16)
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا (البقرة 286)
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya"(S.2 Al-Baqarah 286).
Rasulullah Saw. juga menekankan adanya kemudahan ini, yaitu:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ دَعُونِي مَا تَرَكْتُكُمْ إِنَّمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ بِسُؤَالِهِمْ وَاخْتِلَافِهِمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ فَإِذَا نَهَيْتُكُمْ عَنْ شَيْءٍ فَاجْتَنِبُوهُ وَإِذَا أَمَرْتُكُمْ بِأَمْرٍ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ (رواه البخاري 6744 ومسلم 4348)
Artinya: “Dari Abu Hurairah bahwa Nabi Saw. bersabda: “Tinggalkanlah apa yang aku tidak melakukannya,umat sebelum kamu binasa sebab suka bertanya lalu melakukan perbuatan yang bertolak belakang ajaran para nabi mereka. Apa yang aku larang jauhilah olemu, jika aku perintahkan sesuatu laksanakanlah menurut kemampuanmu’(HR. Bukhari no.6744 dan Muslim no.4348).
((4)) Kitab Fathul Bari terbitan Darul Fikri (J3h301) membuat syarah atas hadis Bukhari no.1050 dan no. 6744 di atas mencatat bahwa shalat harus menghadap kiblat tetapi jika tidak dapat maka shalat boleh dilakukan sedapat-dapatnya. Dan kepada orang yang sedang menghadapi malaikatul maut, maka dia harus di-talqin diminta untuk shalat, dengan membaca Al-Fatihah, baca takbir, dan seterusnya sampai selesai dituntuni di ucapkan atau hanya isyarat saja.
Macam-macam bidang yang lebih luas lagi, maka haji diwajibkan atas orang yang mempunyai bekal, orang musafir boleh berhutang puasa, shalat boleh dijamak dan diqashar, zakat diwajibkan kepada mereka yang hartanya mwncapai satu nishab. Semua ditunaikan menurut daya kekuatan pribadi masing-masing.
Bab III Air mata sama dengan darah syuhada` dalam jihad
Allah berfirman dalam AlQuran s9a91-92 tertulis dalam pokok bahsan tersebut di atas yang artinya sebagai berikut:
“dan mereka tiada menafkahkan suatu nafkah yang kecil dan tidak (pula) yang besar dan tidak melintasi suatu lembah, melainkan dituliskan bagi mereka (amal saleh pula), karena Allah akan memberi balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mu'min itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya”(S.9 At-Taubat 121-122).
Menjelang turunnya ayat ini terjadi peristiwa sebagai berikut;
Kitab Asbabun Nuzul (Juz 1:93&110) mencatat latar belakang turunnya Al-Quran s9a91 tersebut bahwa beberapa orang sahabat menghadap Rasulullah Saw. memohon bisa diberangkatkan ke medan Perang Sabil. Tetapi beliau menjawab bahwa tidak ada onta yang bisa memberangkatkan mereka. Mendadak para sahabat itu merasa sedih dan menyesal diri sambil menangis sendu (Nelongso banget). Lalu turun Al-Quran s9a91-92. Riwayat lain berasal dari Zaid bin Tsabit bahwa seorang buta menghadap Rasul Saw. mempertanyakan dirinya yang buta itu, kemudian turun ayat no.92 dari surat At-Taubat.
Dapat ditambahkan disini bahwa pada suatu hari tahun 9H tersebar berita bahwa tentara Romawi segera menyerang kaum muslimin lewat negeri Syam, maka Nabi Saw. segera menyiapkan pasukan dan terkumpullah 30.000 personil. Konon beberapa orang sahabat tersebut di atas menghadap kepada Rasul Saw. mohon ikut diberangkatkan ke medan perang, tetapi mereka tidak dapat diberangkatkan sebab kendaraan sudah habis berangkat semuanya, padahal jaraknya sangat jauh bahkan harus melalui padang pasir yang panas luar biasa. Akhirnya mereka menagis histeri menyesali nasib diri kaum yang sangat melarat seperti mereka ini. Melihat keikhlasan hati kelompok sahabat yang sangat melarat itu maka Rasul Saw. bersabda seperti tercatat dalam hadis Bukhari, Ibnu Majah atau Ahmad
عَنْ أَنَسٍ رَضِي اللَّهم عَنْهم أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ فِي غَزَاةٍ فَقَالَ إِنَّ أَقْوَامًا بِالْمَدِينَةِ خَلْفَنَا مَا سَلَكْنَا شِعْبًا وَلَا وَادِيًا إِلَّا وَهُمْ مَعَنَا فِيهِ حَبَسَهُمُ الْعُذْرُ (رواه البخاري2627 )*
Artinya: “Dari Anas R.a. bahwa Nabi Saw. dalam suatu peperangan beliau bersabda: Beberapa orang di kota Madinah kita tinggalkan, kita tidak berjalan sedikitpun, kita tidak menempuh lembah melainkan mereka itu menyertai kita ini mereka terhalang oleh suatu halangan-‘udzur (HR Bukhari no.2627). Menurut riwayat Ibnu Majah berbunyi sebagai berikut:
عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ بِالْمَدِينَةِ رِجَالًا مَا قَطَعْتُمْ وَادِيًا وَلَا سَلَكْتُمْ طَرِيقًا إِلَّا شَرِكُوكُمْ فِي الْأَجْرِحَبَسَهُمُ الْعُذْرُ(رواه ابن ماجه2755)
Artinya: “Dari Jabir dia berkata: “(Ketika Rasulullah Saw. kembali dari perang Tabuk menjelang masuk kota Madinah) beliau bersabda: “di Madinah ada beberapa orang yang mana tidak ada satu lembah yang anda tempuh, tidak ada satu jalan yang anda lewati, kecuali mereka itu bersekutu pahala dengan anda sekalian”. Para sahabat bertanya: “Bukankah mereka itu berada di dalam kota?” Beliau bersabda: “Betul mereka itu di Madinah terhalang oleh ‘udzur”(HR. Ibnu Majah no. 2755).
Jadi yang menangis tidak dapat berangkat perang pahalanya sama dengan mereka yang menyabung nyawa di medan perang jihad fi sabilillah.
# Rasulullah Saw. bersabda dalam sebuah hadis, yaitu:
عَنْ أَبِي ذَرٍّ الْغِفَارِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ تَجَاوَزَ عَنْ أُمَّتِي الْخَطَأَ وَالنِّسْيَانَ وَمَا اسْتُكْرِهُوا عَلَيْهِ (رواه ابن ماجه2033 )
Artinya: “Dari Abu Dzar al-Ghiffari bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Sungguh Allah mengampuni umatku atas kesalahan, lupa dan karena dipaksa”(HR. Ibnu Majah no. 2033) .
((3)) Tafsir Ad-Durrul Mantsur –Terbitan Darul Fikri (Juz 1,h.569) mencatat ayat-ayat yang memberi keringanan dalam syari’at Islam, seperti Al-Quran s22a78, s2a185 dan s64a28 sebagaimana uraian di atas. Sebagai contoh adalah sebagai berikut:
@ Shalat sesuai dengan kemapuan
Rasulullah Saw. bersabda dalam suatu hadis, yaitu:
عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ رَضِي اللَّهم عَنْهم قَالَ كَانَتْ بِي بَوَاسِيرُ فَسَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الصَّلَاةِ فَقَالَ صَلِّ قَائِمًا فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقَاعِدًا فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَعَلَى جَنْبٍ (وراه البخاري1050)
“Dari ‘Amran bin Hashin yang sedang sakit bawasir ( ambeien?) bertanya kepada Rasulullah Saw soal bagaimana cara shalat (Jika sedabg sakit). Beliau bersabda: “Shalatlah dengan berdiri, jika tidak dapat berdiri maka dengan duduk, jika tidak bisa dengan duduk maka dengan berbaring”(HR. Bukhari no.1050).
Nama sahabat yang disebut Al-Quran s9a91-92.
~~Tafsir Al-Qurthubi (1967,Juz 8,h.228) mencatat nama-nama mereka yang dimaksud oleh Rasulullah Saw. dalam hadis Bukhari no.2627 dan Ibnu Majah no.2033 di atas ini namanya ialah: Salim, ’Ulbah, Abu Laila, ‘Amru ibnul Humam, ‘Abdullah ibnul Mughaffal, Al-Harami, ‘Irbadh ibnu Sariyah. Ma’qil, Shakhr, ‘Abdullah bin Ka’ab, Tsa’labah, semua adalah orang-orang yang sangat melarat, tidak mempunyai bekal sama sekali. Peristiwa bahwa mereka tidak bisa berangkat dan menangis ini diabadikan Allah di dalam Al-Quran S9 At-Taubah 91-92 diatas.
Lebih jelasnya ialah bahwa Allah akan memberi pahala untuk setiap insan tidak diukur dengan kekayaan, pangkat, kepandaian atau kekuatan otot jasmani. Rasulullah Saw. bersabda kepada para pahlawan perang Tabuk sebagai tercatat dalam hadis berikut:
عَنْ أَنَسٍ رَضِي اللَّهم عَنْهم أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ فِي غَزَاةٍ فَقَالَ إِنَّ أَقْوَامًا بِالْمَدِينَةِ خَلْفَنَا مَا سَلَكْنَا شِعْبًا وَلَا وَادِيًا إِلَّا وَهُمْ مَعَنَا فِيهِ حَبَسَهُمُ الْعُذْرُ (رواه البخاري2627 )*
Artinya: “Dari Anas R.a. bahwa Nabi Saw. dalam suatu peperangan beliau bersabda: Beberapa orang di kota Madinah kita tinggalkan, kita tidak berjalan sedikitpun, kita tidak menempuh lembah melainkan mereka itu menyertai kita ini mereka terhalang oleh suatu halangan-‘udzur (HR Bukhari no.2627). Menurut riwayat Ibnu Majah berbunyi sebagai berikut:
عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ بِالْمَدِينَةِ رِجَالًا مَا قَطَعْتُمْ وَادِيًا وَلَا سَلَكْتُمْ طَرِيقًا إِلَّا شَرِكُوكُمْ فِي الْأَجْرِحَبَسَهُمُ الْعُذْرُ(رواه ابن ماجه2755)
Artinya: “Dari Jabir dia berkata: “(Ketika Rasulullah Saw. kembali dari perang Tabuk menjelang masuk kota Madinah) beliau bersabda: “di Madinah ada beberapa orang yang mana tidak ada satu lembah yang anda tempuh, tidak ada satu jalan yang anda lewati, kecuali mereka itu bersekutu pahala dengan anda sekalian”. Para sahabat bertanya: “Bukankah mereka itu berada di dalam kota?” Beliau bersabda: “Betul mereka itu di Madinah terhalang oleh ‘udzur”(HR. Ibnu Majah no. 2755).
Maksudnya ialah bahwa mereka memperoleh pahala dengan hak yang sama antara yang tertinggal di Madinah dengan pasukan yang gagah berani yang bergelimang darah menyabung nyawa di medan perang. Ketentuan ini kita yakini berlaku atas seluruh amal dan ibadah kita kepada Allah.
Maka difaham dari Al-Quran s9a91-92 dan hadis riwayat Bukhari no. 2627 dan riwayat Ibnu Majah no. 2755 bahwa nilai pahala dari AIR MATA para sahabat yang ketinggalan di Madinah itu sama dengan pengorbanan jiwa raga pasukan berani mati, gugur sebagai syuhada` atau pulang dengan kemenangan di atas maka berbagai macam amal soleh dapat dikiaskan kepadanya, seperti misalnya guru ngaji, sedekah mirip zakat, puasa dan amal yang lain.
@Guru Ngaji
Kita fahamkan dari nash Al-Quran dan hadis di atas maka pahala seorang Samingun Guru Ngaji Alif - Ba`-Ta` di pucuk gunung pahalanya pasti sama dengan pahala pemberi kuliah keislaman Guru Besar Prof. Doktor Alwi Shihab di berbagai Perguruan Tinggi di Amerika, asalkan niat-semangat dan taqwanya sama.
@ Zakat emas atau uang
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan oleh orang yang sudah terikat oleh ketentuan zakat itu. Salah satu ketetapan itu ialah bahwa siapa yang mempunyai hartanya mencapai satu nishab maka harta itu wajib dizakati dan untuk uang atau emas zakatnya ialah 2,5 %.
Menurut Az-Zuhaili dalam Al-Fiqhul Islami (1989:J-2,h.759) bahwa nishab emas ialah 91,92 gram. Jika seandainya satu gram emas harganya Rp.100.000,- maka orang yang mempunyai uang Rp.10 juta, maka dia wajib zakat 2,5%nya kira-kira Rp.250.000,- Jika uangnya Rp.100 juta zakatnya Rp.2,5 juta, jika Rp.100 milyar zakatnya 2,5 % yaitu Rp.2,5 milyar dan seterusnya 2,5% berlaku untuk semua uang berapapun besarnya.
Maka dari itu ukuran pahala zakat ialah 2,5% dari uang berapapun jumlahnya 100 trilun, milyar, juta, ribu sampai yang sekecil-kecilnya. Dengan ini pula dapat diduga bahwa barang siapa yang membayar zakat satu milyar rupiah dan siapa yang membayar sedekah berapapun kecilnya sebesar 2,5% dari harta miliknya maka pahalanya sama atas siapa yang melakukan amalan ini, oleh orang yang paling melarat sampai yang konglomerat mliyuner maka pahalanya adalah sama 2,5%, misalnya Habibi membayar zakat hartanya satu milyar (Rp. 1.000.000.000,-) dari jumlah kekayaannya yang 40 milyar, pahalanya sama dengan Embok Mariyem membayar sedekah Seribu Rupiyah (Rp.1000,-) dari uang sirkulasi modal jualan ketela godognya seharga Rp.40.000,- bahkan orang yang bersedekah (Sunat) 2,5 % hartanya maka derajat dia lebih luhur di atas mereka yang membayar zakat (wajib) sama-sama 2,5^% dari harta miliknya.
Pahala akan dikurangi jika niatnya atau tidak penuh Lillahi Ta’ala dan pahala akan dikurangi jika dalam membayar zakat itu dikurangi angkanya kurang dari 2,5% atau nilai serta harganya kurang dari wajibnya umpamanya jika menhyembelih korban atau memb ayar zakat hewan ternak itu dipilih yang cacat, sakit atau buntung dan sebagainya, yang pemiliknya sendiri tidak suka, maka pahalanya dikurangi. Allah berfirman;
وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنْفِقُونَ وَلَسْتُمْ بِآخِذِيهِ إِلَّا أَنْ تُغْمِضُوا فِيهِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ (البقرة267)
Artinya: “Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”(S.2 Al-Baqarah 267).
لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّى تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ (ال عمران92)
Artinya: “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya”(s.3a92).
@ Puasa
Ibadah puasa merupakan ibadah yang sifatnya universal, seluruh hamba Allah mempunyai hak yang sama atas pahala dengan tidak pilih kasih, tua&muda, besar&kecil, laki-laki&perempuan, kaya&miskin, melarat&konglomerat, budak&tuan besar, seluruhnya sangat tergantung pada iman dan taqwanya kepada Allah, pahalanya akan diukur sangat ketat dengan iman dan taqwanya kepada Allah. Rasulullah Saw. bersabda dalam suatu hadis:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ (رواه مسلم 4651)*
Artinya: “Dari Abu Hurairah dia berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Sungguh Allah tidak melihat kepada gambar dan harta kalian, tetapi Allah melihat kepada hati dan amal perbuatan kalian”(HR Muslim CD no.4651).
Pada detik-detik terakhir, mungkin ada musibah yang dahsyat, sakit yang serius, susah dan sedih yang bertubi-tubi, ujian yang terlalu berat maka kita harus berusaha keras beramal menurut apa yang sedang dimiliki di tangan di saat itu, bahkan dengan modal yang sekalipun sangat sedikit seharga biji bayem. Rasulullah bersabda dalam suatu hadis:
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنْ قَامَتْ عَلَى أَحَدِكُمُ الْقِيَامَةُ وَفِي يَدِهِ فَسْلَةٌ فَلْيَغْرِسْهَا (رواه احمد12435)
Artinya: “Dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Jika seandainya kiamat datang kepada salah seorang kamu, sedang di tangan ada benih taburkanlah benih itu”(HR. Ahmad no. 12435).
عَنْ عَدِيِّ بْنِ حَاتِمٍ قَالَ ذَكَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ النَّارَ فَتَعَوَّذَ مِنْهَا وَأَشَاحَ بِوَجْهِهِ ثُمَّ ذَكَرَ النَّارَ فَتَعَوَّذَ مِنْهَا وَأَشَاحَ بِوَجْهِهِ قَالَ شُعْبَةُ أَمَّا مَرَّتَيْنِ فَلَا أَشُكُّ ثُمَّ قَالَ اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ فَإِنْ لَمْ تَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ (رواه البخاري5564 ومسلم 1690)
Artinya: “Dari ‘Addi bin Hatim bahwa Nabi Saw. menerangkan azab neraka lalu beliau membaca Ta’awwudz dan beliau memalingkan wajah lalu menerangkan azab neraka lalu membaca Ta’awwudz dan beliau memalingkan wajah, sungguh dua kali aku tidak ragu, kemudian beliau bersabda: “Takutlah kamu kepada azab neraka itu walaupun hanya dengan satu biji kurma, jika kamu tidak memiliki apa-apa maka bacalah Kalimath Thoyyibah “( HR Bukhari no,5564 dan Muslim no.1690).
تقبل الله منا ومنكم تقبل يا كريم
(Semoga Allah menerima amal kita semua)
Selasa, 16 Februari 2010
Kamis, 04 Februari 2010
NYREMPET-NYREMPET BAHAYA (VIVERPERICOLOSO)
010Jan21 Tafsir Tematis Kontemporer
VIVERE PERICOLOSO
Nyrempet-2 bahaya
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ (فصلت30)
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu"(S.41 Fushshilat 30)
Tema dan sari tilawah
1. Di antara manusia ada sekelompok hamba Allah yang tegak teguh konskuen, kontinu, sportif beragama tauhid.
2. Mereka yakin Tuhan yang wajib disembah hanya Allah dan konskuen atas keyakinannya itu.
3. Maka kepada mereka inilah para malaikat menjadi deking pembela para hamba yamg mempunyai iman yang kuat tersebut.
4. Para malaikat itu memberikan bisikan suara halus mendorong semangat hamba-hamba itu jangan takut jangan kawatir dan harus berbesar hati.
5. Para malaikat memberikan semangat bahwa Allah menjanjikan surga kepada para hamba yang istiqamah itu.
Masalah dan analisa jawaban
1. Bagaimanakah asal usul agama itu? Jawaban: Pada hakikatnya seluruh umat manusia itu mempunyai instink beragama dan secara sosiologis akal manusia akan memilih Tuhan yang absolute Maha, menurut Islam namanya Allah.
2. Sebenarnya apa bedanya orang yang yakin dari pada orang yang ragu kepada Allah? Jawaban: Orang yang yakin kepada Allah tidak mempunyai rasa takut sedangkan orang yang tidak percaya kepada Allah takut berkorban dan takut mati.
3. Bagaimana usaha untuk mengatasi rasa kawatir dan takut berkorban serta takut mati? Jawaban: Usaha untuk melawan rasa pesimis, takut berkorban dan takut mati ialah melalui persiapan dan pelatihan lahir batin yaqarrub kepada Allah..
Pendalaman dan penelitian
BAB SATU
Asal-usul Agama
1. Bagaimanakah asal usul agama itu? Jawaban: Pada hakikatnya seluruh umat manusia itu mempunyai instink beragama dan secara sosiologis akal manusia akan memilih Tuhan yang absolute Maha, menurut Islam ialah Allah.
A. Menurut Ilmu Antropologi
Sayyid Quthub dalam tafsirnya (8h77) mencatat teori kaum orientalis bahwa agama itu asalnya dari faham dinamisme, yaitu suatu kepercayaan serba-jiwa, bahwa bukan hanya manusia dan hewan saja tetapi semua yang ada di alam ini mempunyai roh. Dari faham ini lalu berkembang kepada kepercayaan akan adanya larangan yang dinamakan "Tabu", maka dari sini kemudian berkembang kepercayaan kepada sihir, selanjutnya berkembang menjadi penyembahan kepada banyak dewa lalu dari faham banyak dewa berkembang secara logika menuju penyembahan kepada satu Dewa. Agama atau kepercayaan ini kemudian dikelompokkan kedalam agama Ardhi bahwa agama ini hasil dari pemikiran akal manusia, lawannya ialah agama Samawi artinya agama asalnya dari langit yaitu dari Tuhan Allah.
Pakar ilmu antropologi mencatat bahwa bangsa Yunani pada awalnya percaya kepada banyak dewa, tetapi kemudian berkembang bahwa dari banyak dewa ini mereka yakin ada satu dewa yang paling besar. Perkembangan pikiran yang sama terdapat juga dalam kepercayaan bangsa Mesir Purba. Dan bangsa Arab Jahiliyah pun juga meyakini bahwa Patung yang bernama Hubal adalah satu patung yang mempunyai kedudukan yang paling tinggi di atas 360 patung yang mereka sembah.
Demikian itulah jika kita berangkat mencari asal usul agama melalui ilmu manusia. Padahal jika kita telusuri lebih dalam lagi, maka manusia itu asalnya dari Adam atau maunsia itu asalnya dari tanah, tanah asalnya dari bumi, bumi asalnya dari satu titik singularitas yang meledak dalam Dentuman Hebat "The Big Bang".
Menurut filsafat Ontologi dari Anselm(1109M) bahwa Tuhan itulah sesuatu yang tidak dapat dikalahkan dari segala seginya oleh apa dan siapapun juga. Menurut filsafat Kosmologi dari Aquinas (1274M) bahwa Tuhan itulah asal segala sebab. Menurut filsafat Teleologi dari Matews W.R. bahwa Tuhan itulah arsitek, perencana, pencipta, pengawas jalannya proses seluruh alam semesta ini.
Dari filsafat Ontologi, Kosmologi dan Teleologi ini maka dapat diyakini bahwa agama itu asalnya dari Tuhan. Dan menurut ajaran Islam Tuhan itulah yang menciptakan makhluq dan Tuhanlah yang membuat agama untuk seluruh makhluk. Agama dari Tuhan disampaikan kepada manusia melalui malaikat, nabi atau rasul berupa wahyu lalu dihimpun menjadi kitab suci. Sehingga menurut ajaran Islam asal usul agama itu ialah agama Tauhid ketuhanan yang Maha Esa atau monoteistis. Allah berfirman dalam Al-Quran:
إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ ( ال عمران 19)
Artinya: " Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya"(S.3 Ali 'Imran 19).
قُلْ ءَامَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ عَلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَى وَعِيسَى وَالنَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ(84)وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ (ال عمران 84- 85)
Artinya: " Katakanlah: "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma`il, Ishaq, Ya`qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, `Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi"(S.3 Ali 'Imran 84-85).
Tetapi setan senangnya ialah membujuk manusia untuk mengangkat manusia menjadi Tuhan atau membuat tuhan-tuhan sekain Allah kemudian tuhan buatan manusia ini mereka jadikan sekutu Allah disembah dan dipuja. Maka dari itu para penyembah tuhan-tuhan buatan ini dinamakan musyrik artinya menyekutukan Tuhan atau menyembah banyak tuhan (politeistsme).
B. Menurut ajaran Islam
Para ulama membagi agama menjadi dua macam, yaitu agama Samawi dan agama Ardhi atau agama Langit dan agama Budaya. Agama Langit ialah bahwa agama itu asalnya dari Tauhid (Monoteistis) fari Tuhan itu Maha Esa, sedangkan agama Ardhi atau agama Budaya itu adalah agama hasil pemikiran akal manusia agama yang Politeistis menyembah banyak tuhan.
Agama orang musyrik ialah agama “Budaya” sehingga mereka menggambarkan sifat-sifat Tuhan disusun menurut akal mereka. Oleh karena itulah maka kaum musyrikin Arab Jahiliyah menjelang kebangkitan Nabi Muhammad menjadi Rasul menggambarkan Tuhan secara materialis-indrawi. Ibnu Jari>r dalam tafsirnya (2h551) mencatat riwayat hadis bahwa Ra>fi’ ibnu H}uraimalah meminta kepada Rasulullah Saw. untuk dapat berbicara langsung dengan Allah. Maka Al-Qura>n S.2 Al-Baqarah 118 memberikan peringatan bahwa orang-orang jaman dahulu juga mengucapkan kata-kata seperti itu. Mereka menggambarkan Allah seperti manusia, jika Tuhan itu jauh mereka akan berdo’a dengan suara keras, jika dekat maka mereka akan berdo’a dengan suara lemah. Maka Allah lalu memberi peringatan melalui Al-Qura>n S. 2Al-Baqarah 186 bahwa Allah itu dekat dan mengabulkan do’a.
Adapun perbedaan agama langit dan ciri agama”Budaya” ada 6, yaitu sebagai berikut:
=================================================================
No. ! Agama Samawi ! Agama Budaya
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
1. ! Disiarkan oleh nabi atau rasul dari Allah ! Tidak mempunyai nabi atau rasul
2. ! Berpedoman kitab suci wahyu dari Allah ! Tidak mempunyai kitab dari Allah
3 ! Sistem kehidupan mengikuti aturan Allah ! Sistem kehidupan diatur oleh akal
4 ! Manusia tidak dapat mengubah agama ! Agama ditetapkan oleh manusia
5 ! Agama tidak luntur karena kritik akal ! Agama berubah sebab kritik akal
6 ! Konsep agama serba monoteistis ! Konsep agama bersifat politeistis-----
(i) Agama Budaya mempunyai 6 ciri-ciri, yaitu:
1. Asal agama tidak melalui nabi atau rasul utusan Tuhan;
2.Tidak mempunyai kitab suci yang dibawa oleh nabi atau rasul utusan Tuhan;
3.Sistem merasa dan berpikir masyarakatnya sangat terikat oleh sistem seluruh kehidupan;
4.Agama budaya sewaktu-waktu berubah karena perubahan mentalitas masyarakat penganutnya;
5.Ajaran agama budaya tidak kuat bertahan atas kritik oleh akal;
6.Konsep ketuhanan cenderung serba politeistis banyak tuhan.
(ii) Agama langit mempunyai 6 ciri, yaitu:
Agama langit khususnya agama Islam mempunyai 6 ciri, yaitu:
i. Disiarkan oleh nabi atau rasul utusan Tuhan(Lihat Al-Quran S.2 Al-Baqarah 151).
ii. Mempunyai kitab suci yang dibawa oleh nabi atau rasul utusan Tuhan ( Lih.S.42 Asy- Syura 17).
iii. Sistem kehidupan takluk dan mengarah kepada sistem dalam agama(Lih.S.17 Al-Isra` 81)
iv. Mentalitas penganutnya tidak dapat mengubah agama, tetapi agama mengubah mentalitas penganutnya (Lih.S.23 Al-Mu`minun 71);.
V Kebenaran prinsip agama tidak luntur oleh kritik akal karena ajaran agama tersebut tidak bertentangan dengan akal(Lih.S2 Al-Baqarah 147);
vi. Konsep agama serba monoteis,Tauhid,Esa(QS.112Al-Ikhlash 1-4).
Agama Islam adalah agama Samawi dengan nabinya Muhammad dan kitab sucinya ialah Al-Quran. Menurut pandangan Islam Agama Nasrani itu berasal dari agama langit, yang dibawa oleh Nabi 'Isa dengan kitab sucinya Injil, tetapi dalam perkembangannya agama Nasrani ini mengalami erosi longsoran agama budaya. Nabi Isa diangkat menjadi Tuhan Anak, malaikat Jibril diangkat menjadi Tuhan Roh Kudus mempercayai Tuhan ada tiga (Tritunggal), Kitab Injil menampung rembesan teori akal dari luar wahyu.
Kebenaran Islam yang tidak dapat dikalahkan oleh agama lain ialah sifat ESA Allah yang Mutlak serba Maha, sedangkan kitab suci Al-Quran dengan bahasa Arabnya adalah bahasa yang tetap hidup mudah difaham terus abadi, naskahnya tidak ada satu hurufpun yang hilang dan tidak ada perubahan sama sekali, Al-Quran berisi ajaran dunia sekaligus akhirat, Al-Quran diperkuat dengan hadis, serta jaminan kebebasan berpikir dan pengembangan akal yang sehat yang menjamin keabadian agama Islam.
Allah berfirman dalam Al-Quran sebagai berikut:
إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ ( ال عمران19 )
"Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya"(S.3 Ali ‘Imran 19)
وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ ( ال عمران85)
“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”(S.3 Ali ‘Imran 85).
@ Tafsir Ad-Durrul Mantsur (1h723) mencatat hadis Bukhari tentang mana agama yang paling baik yang disukai Allah, Rasulullah Saw menjawab: “Al-Hanifiyyatus-Samhah, Di juz5h35 mencatat hadis bahwa kaum Yahudi dan Nasrani membanggakan agamanya sampai kaum musyrikin Arab-juga, Majusi membanggakan agama mereka sebagai agama yang lebih tua. Maka turun Al-Quran s4a125.
“Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya”(S.4 An-Nisa` 125).
@ Tafsir Ad-Durrul Mantsur (1h723) mencatat ayat-ayat dan hadis Nabi Saw terkait dengan agama tersebut sebagai berikut:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْأَدْيَانِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ قَالَ الْحَنِيفِيَّةُ السَّمْحَةُ )رواه احمد 2003)
“Dari Ibnmu ‘Abbas bahwa ditanyakan kepada Rasulullah Saw:
“Manakah agama yang disukai Allah? Berliau bersabda: “Agama Hanifiyah Samhah” (HR Ahmad no.2003).
Islam itu agama yang paling baik menurut Allah Ta’ala:
“Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang ta`at dan ada (pula) orang-orang yang menyimpang dari kebenaran. Barang siapa yang ta`at, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus”(S.72 Al-Jin 14)._
وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا ( النساء الآية 125 )
“Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya”(S.4 Anm-Nisa` 125)
@Di juz 5 halaman 55 kitab Ad-Dur tersebut mencatat bahwa amal baik kaum musyrikin, Yahudi, Nasrani tidak ada gunanya. Amal yang baik dapat diterima oleh Allah asal berdasarkan iman. Dan Islam itu mengajarkan bahwa Al-Quran itu menghapus semua kitab semua nabi, Nabi Muhammad itu penutup semua nabi dan Islam itulah yang terbaik.
@ Tafsir Ar-Razi (1h589) mencatat bahwa banyak agama-agama penganutnya mengunggulkan Nabi Ibrahim dan mereka mengaku diri adalah keturunan Nabi Ibrahim serta mengunggulkan bahwa agamanya adalah ajaran dari Nabi Ibrahim sampai kaum musyrikin-pun juga mengagungkan Nabi Ibrahim. Lebih-lebih umat Muhammad Saw. mereka ini memanjatkan shalawat dan salam untuk Nabi Muhammad seperti rahmat dan salam Allah kepada Nabi Ibrahim. Ajaran Islam memang mengajarkan iman kepada semua nabi dan rasul utusan Allah sedangkan Nabi Ibrahim itu salah seorang nabi yang menjadi nenek mouang para nabi. Allah berfirman dalam Al-Quran:
ثُمَّ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ أَنِ اتَّبِعْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ(النحل 123)
“Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): "Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif." dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan”(S.16 An-Nahl 123).
وَمَن يَرْغَبُ عَن مِّلَّةِ إِبْرَاه مَ إِلا مَن سَفِهَ نَفْسَه (البقرة 130)
“Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri”(S.2 Al-Baqarah 130)
وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ مِلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ وَفِي هَذَا (الحج : 78)
Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Qur'an) ini”(S.22 Al-Hajji 78)
@ Tafsir Al-Manar (3h213) menyatakan bahwa hanya agama Islam yang diterima oleh Allah, sedangkan agama selain Islam ditolak oleh Allah. Dan Allah sendiri yang menegaskannya dalam Al-Quran S.3 Ali ‘Imran 19 dan 85 di atas. Di samping itu Al-Manar juga menyatakan bahwa agama Nabi ‘Isa itu ialah Islam dalam arti menyerah sepenuhnya kepada Allah, menjunjung tinggi kepercayaan tauhid. Tetapi dalam perkembangannya ajaran tauhid ini mendapat perlawanan keras dari kelompok yang dikondisikan oleh kaisar Romawi Kostantin sehingga pada tahun 325M kelompok Tauhid bahwa Yesus itu makhluk, yang dipertahankan oleh Arius bersama 1700 uskup atau patriar yang lain peserta konsili Nikea dikalahkan oleh kelompok 318 uskup/patriar yang mengangkat Nabi ‘Isa menjadi Tuhan Anak dan beratus-ratus versi kitab Injil ajaran Tauhid itu dibakar, kemudian agama Tauhid Nabi ‘Isa itu diubah menjadi agama Kristen dan berkembang dengan ajaran Trinitas yang sekarang ini.
i.Tauhid dalam Islam
Kepercayaan Tauhid atau Satu Tuhan dalam Islam dapat difaham dari Al-Qur'an, Surah Al Baqarah 115 berikut:
وَلِلَّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ فَأَيْنَمَا تُوَلُّوا فَثَمَّ وَجْهُ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ وَاسِعٌ عَلِيمٌ()وَقَالُوا اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا سُبْحَانَهُ بَلْ لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ كُلٌّ لَهُ قَانِتُونَ)البقرة115 -116)
“Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke manapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui. Mereka (orang-orang kafir) berkata: "Allah mempunyai anak". Maha Suci Allah, bahkan apa yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah; semua tunduk kepada-Nya”(S.2 Al-Baqarah 115-116).
Ayat ini menyatakan bahwa Allah adalah Tuhan ada di seluruh jagad raya. Islam menjelaskan monoteisme dalam cara yang sederhana. Terjemahan monoteisme dalam bahasa Arab adalah Tauhid. Dalam Islam Allah itu mempunyai 20 sifat wajib dan 99 nama yang semuanya serba Esa mutlak Maha sedangkan yang lain mencakup malaikat, Yesus, Roh Kudus, Brahma, Wisnu, Syiwa, Budha Gotama, Kong Hu Chu, Amaterasu, dewa-bathara, dewa-dewi, jin, setan, demit, memedi, gendruwo,ilu-ilu, banaspati, wedon, wali kramat, dukun prewangan, seluruhnya adalah makhluk ciptaan Allah.
Saksi Yehuwa, menyangkal gagasan tentang Tritunggal , sementara yang lainnya, seperti sekte Mormonisme, menyembah hanya satu tuhan tetapi terbuka terhadap keberadaan yang lainnya.
ii. Monoteisme (Satu tuhan) hasil pemikiran akal
Melalui pemikiran yang mendalam maka akal dapat menyimpulkan adanya sesuatu yang mempunyai sifat tertinggi di atas semua potensi yang oleh agama Samawi disebut Tuhan. Tetapi karena semua ini sumbernya ialah akal maka hasilnya bermacam-macam variasi dan menggambarkan sifat Tuhan sangat berbeda dari ajaran yang sumbernya dari wahyu dari Tuhan sendiri, yaitu:
1. Teisme, ialah suatu kepercayaan adanya satu tuhan dengan kepribadian yang khas.
2 Deisme adalah suatu kepercayaan bahwa tuhan itu ada, tetapi tidak ikut campur di dalam dunia dan tidak ada wahyu . Sifat tuhan mereka hanya dapat dikenal melalui nalar dan pengamatan terhadap alam.
3. Teisme monistik adalah suatu kepercayaan Hindu mencakup kepercayaan panenteisme, monisme,
4. Panteisme berpendapat bahwa alam sendiri itulah Tuhan tidak percaya adanya Yang Maha tinggi yang transenden yang terpisah dari alam (mirip dengan ateisme).
5. Panenteism adalah suatu bentuk kepercayaan bahwa alam adalah bagian dari tuhan, tetapi tuhan tidaklah identik dengan alam. Panenteisme dapat dipahami sebagai "Tuhan ada di dalam alam sebagaimana jiwa berada di dalam tubuh".
6. Monoteisme substansi, ditemukan dalam kepercayaan kaum pribumi Afrika, yang berpendapat bahwa tuhan yang banyak itu adalah perwujudan dari substansi yang satu yang ada di belakangnya, dan bahwa substansi yang ada di belakangnya itulah Allah. Pandangan ini banyak miripnya dengan pandangan Tritunggal Kristen tentang tiga pribadi yang mempunyai hakikat yang sama.
iii. Tuhan dalam faham Politeisme
Politeisme, ialah pendapat bahwa tuhan itu lebih dari satu. Faham Dualisme mengajarkan bahwa ada dua kekuatan ketuhanan Kebaikan dan Kejahatan, yaitu ajaran Zoroaster.
Masyarakat Arab Jahili di diminasi penyemnahan kepada berhala, di dalam komplek sekitar Ka’bah ada 360 buah berhala dan ada satu berhala namanya ialah Hubal. Hubal dipercaya sebagai berhala yang paling tinggi kedudukannya dan mendapat penghormatan yang paling tinggi.
Pada umumnya bangsa Arab itu adalah kaum penyembah berhala, masing-masing kabilah mempunyai berhala khusus di samping ada pula berhala pujaan bersama semua kabilah, seperti: Al-La>ta, Mana>t, Al-’Uzza>>, Suwa>‘a dan Nasr seperti yang tercatat di dalam Al-Qura>n S.71 Nu>h} 23.
Al-Qura>n S.39 Az-Zumar 3 mencatat bahwa alasan masyarakat Arab Ja>hili>yah itu menyembah berhala karena ingin mendekatkan diri kepada Allah lebih dekat lagi. Mereka percaya bahwa kelak di hari kiamat maka berhala-berhala itu akan dapat memberi syafaat kepada mereka.
Macam agama Arab Jahili:
~ Suatu kelompok tidak percaya kepada Tuhan, mereka berfaham atheisme atau Historis materialisme.
~ Orang-orang suku Khuza>‘ah dan Kina>nah percaya bahwa Allah itu mempunyai anak perempuan.
~ Sebagian mereka percaya bahwa Allah mempunyai anak.
~ Kelompok lain percaya bahwa Allah itu bersekutu dengan jin.
~ Sebagian lagi percaya dan menyembah malaikat.
~Yang dominan ialah masyarakat yang percaya dan menjadi penyembah berhala. Sebagian dari kaum penyembah berhala ini ada yang membuat berhala dibuat dari kurma, ketika datang musim paceklik, maka berhala yang dibuat dari kurma itu lalu mereka makan.
Tercatat ada 365 patung arca di dekat Ka’bah dan yang paling besar sebagai penghulu semua berhala ialah Hubal. Dia diletakkan di dekat Ka’bah dikelilingi ratusan patung-patung yang lain lalu di sana ada 9 tempat penyembahan berhala, ada 36 berhala yang dipuja dan disembah kelompok masyarakat tertentu di beberapa daerah. Tercatat pula bahwa sebagian orang Arab itu menyembah arca berhala yang disebut: Wudd, Suwa’>a, Yaghu>ts dan Nasr.
Kebanyakan kaum monoteis mengatakan bahwa berdasarkan definisinya, monoteisme pasti berlawanan dengan politeisme. Namun tidak berarti bahwa mereka menyembah banyak tuhan. Secara historis, banyak pemeluk politeis percaya akan adanya banyak tuhan, tetapi mereka hanya menyembah satu saja, yang dianggap oleh si pemeluk itu sebagai Tuhan yang Mahatinggi. Praktek ini disebut henoteisme. Ada pula -teologi monoteistik seperti teologi di dalam agama Hindu yang mengajarkan bahwa Tuhan yang banyak Brahma, Wisnu, Syiwa, semata-mata mewakili aspek-aspek dari kekuatan tuhan yang dibelakangnya.
BAB DUA
Teistis melawan Ateistis
Hamba Allah lawan balatentara setan
Masalah ke-2: Sebenarnya apa bedanya orang yang yakin dari pada orang yang ragu kepada Allah? Jawaban: Orang yang yakin kepada Allah tidak mempunyai rasa takut sedangkan orang yang tidak percaya kepada Allah takut berkorban dan takut mati.
Orang beriman yakin bahwa Allah itu Mutlak Maha dalam segala keadaan, sedangkan orang yang tidak beriman berpegang kepada pendapat akal dan perasaannya. Teori sementara menyatakan bahwa manusia itu mempunyai sifat spekulatif hipotetis, sebab setiap pribadi mempunyai perbedaan pendapat yang ujung akhirnya ialah tidak ada kepastian, tidak percaya kepada nilai yang abadi.
A. Mental orang yang beriman kepada Allah
Orang beriman meyakini kepada 6 Rukun Iman, percaya kepada Tuhan Allah, Malaikat, Kitab Suci, Nabi utusan Allah, Hari Kiamat dan Takdir kemudian mengamalkan 5 Rukun Islam, syahadat, shalat, zakat, puasa dan haji dilengkapi dengan Al-Akhlaqul Karimah.
Tebal tipisnya iman tidak sama bagi tiap orang, bahkan iman seseorang dapat bertambah tebal atau menipis. Dan jika iman terlalu tipis sangat mungkin jatuh ke jaringan balatentara setan yaitu kafir tidak percaya kepada Tuhan bahkan kerjanya melawan Tuhan.
Berlandaskan keyakinan iman kepada Tuhan yang bersifat Mutlak Maha di atas seluruh keadaan apa dan manapun juga, maka orang yang beriman mempunyai potensi kemungkinan yang sangat menakjubkan. Melalui kacamata Islam sentris dapat kita baca catatan peristiwa-peristiwa besar keberhasilan sukses orang yang beriman mengalahkan balatentara setan, diantaranya ialah:
وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَيْكُمْ حُجَّةٌ إِلَّا الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْهُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِي وَلِأُتِمَّ نِعْمَتِي عَلَيْكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ (البقرة 150)
“Dan dari mana saja kamu keluar, maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu (sekalian) berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya, agar tidak ada hujjah bagi manusia atas kamu, kecuali orang-orang yang zalim di antara mereka. Maka janganlah kamu, takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Dan agar Kusempurnakan ni`mat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk.”(S.2 Al-Baqarah 150)
إِنَّمَا ذَلِكُمُ الشَّيْطَانُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءَهُ فَلَا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ ( ال عمران175)
“Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaKu, jika kamu benar-benar orang yang beriman”(S.3 Ali ‘Imran 175).
@ Tafsir Al-Qurthubi (4h283) menyatakan bahwa setan menakut-nakuti orang yang beriman melalui manusia-manusia yang kafir . Maka orang yang beriman yakin kepada Allah tidak boleh takut menghadapi orang kafir, tetapi wajib takut kepada Allah, takut krpada hukum Allah.
@ Tafsir Al-Manar (4h200) dalam menganalisa Al-Quran s2a175 mencatat bahwa setan yang berwujud manusia, yaitu orang-orang munafik membujuk kaum muslimin supaya tidak berangkat berperang jihad fi Sabilillah.
@ Tafsir Jawahirul Quran (1h240)menyatakan bahwa seluruh jagad adalah milik Allah, maka jagad atau isi jagad ini tidak mempunyai kekuasaan untuk memberi madharat atau manfaat, tetapi Allah sendirilah yang memberi kenikmatan dan kesenangan lahir batin kepada makhluk, Allah jua yang dapat menolak madharat dan derita itu.
@ Tafsir Ad-Durrul Mantsur (3h146) dalam menganalisa Qs2a249 mencatat ribua pasukan Thalut yang mogok perang kecuali tinggal 313 personil pasukannya yang masih tetap setia kepada Thalut yang lulus ujian berhasil menyeberang sungai Yordan.
@ Tafsir Al-Manar (1h100) menyatakan bahwa iman dan keyakinan kelak di hari kiamat itu akan bertemu dengan Allah, berkeras hati, militan itu merupakan buah dari iman yang menyebabkan pertolongan Allah kepada hamba-Nya, mungkin suatu jumlah yang sedikit dapat mengalahkan jumlah yang besar.
Di juz 2 halaman 250 Al-Manar menyatakan bahwa Sunnatullah itu akan berlaku jika syarat-syaratnya do’a itu dipenuhilalu, yaitu berdo’a sambil berperang dengan maksimalisasi daya kekuatan. Sebaliknya lemahnya semangat merupakam kunci serangan musuh menghancurkan tentara Islam. Jelas Allah akan mengalahkan jumlah besar yang melakukan kesalahan dan memenangkan oleh jumlah yang sedikit yang berpegang teguh kepada kebenaran mengalahkan jumlah yang besar yang serba salah.
BAB TIGA
Nyrempet-nyrempet bahaya
Viver pericoloso
Masalah ke-3: Bagaimana usaha untuk mengatasi rasa kawatir, takut menderita dan takut mati? Jawab: Usaha untuk melawan rasa pesimis dan ketakutan itu ialah melalui persiapan dan latihan lahir batin.
Arah tujuan dari persiapan dan latihannya ialah berniat mencari nilai terbaik yang bersifat universal diakui seluruh umat manusia, semua tempat dan segala jaman sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran:
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ (الانبياء 107)
“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”(S.21 Al-Anbiya` 107).
Barang siapa yang berjuang untuk menjunjung tinggi nilai- terbaik yang universal berdasarkan firman Allah Qs21a107 di atas maka Allah akan menganugerahkan pertolongan dan perlindungan-Nya kepada mereka secara tidak wajar, misalnya jumlah yang sedikit dapat mengalahkan jumlah yang sangat besar (Al-Quran s2a249 dan s8a65-66), dia akan dibela oleh malaikat sebagaimana dijanjikan Allah dalam Qs 41a30-31)..
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ(30)نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنْفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ(31)(فصلت 30-31)
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu. Kamilah Pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta"(S.41 Fushshilat 30-31).
Program persiapan dan pelatihan yang paling baik untuk melenyapkan rasa takut dan kawatir ialah puasa sunat, misalnya berpuasa 3 hari setiap bulan tgl.13, 14 dan 15 Padang Rembulan (Bulan Purnama), diteruskan dengan puasa Senin Kamis, jika berani diteruskan dengan puasa Dawud sehari puasa sehari tidak berpuasa.
Beberapa keuntungan yang dapat diambil dari hikmah puasa dapat dikemukakan disini sbb:
~ Minimal manfaat yang dapat diambil oleh orang yang berpuasa siapa saja ialah suatu kesediaan hati untuk melawan nafsu makan minum dan selera nafsu lain mulai sejak fajar subuh sampai tenggelamnya matahari.
~ Dari modal kemampuan menahan nafsu makan dan nafsu yang rendah maka diri disiapkan menahan semua dorongan berbuat sesuatu yang tidak menyenangkan orang lain lebih mendalam lagi melatih menyiapkan diri melawan godaan setan, menahan diri jangan sampai berbuat maksiat dan sesuatu yang tidak diridhoi Allah.
~ Jika diri sudah mampu melawan perbuatan maksiat lalu dilanjutkan naik lagi ke citra yang tertinggi yang utopis yaitu tidak takut melawan apapun juga kecuali takut hanya kepada Allah saja.
Tetapi metode di atas ini harus disertai juga dengan latihan keilmuan, kecakapan, ketrampilan, keahlian, bela diri, usaha imunisasi mental menghadapi kekawatiran dan ketakutan melawan rasa sakit, menahan serangan lawan atau serangan musuh. Pelaksanaan pelatihan ini mencakup coba-coba melawan derita makin berat, makin bertambah besar pengorbanan yang harus dicurahkan, masalah yang harus diatasi makin sulit makin berat, namanya NYREMPET-NYREMPET BAHAYA. Allah berfirman:
وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَءَاخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ(الانفال 60)
“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)”(S.8 Al-Anfal 60).
Allah memerintahkan kepada kita agar supaya siap menghadapi musuh-musuh Allah dan musuh kita yang kelihatan bahkan musuh yang tidak kelihatan, yaitu lawan yang bersembunyi, tidak lain latihannya harus sangat teliti dan jeli sekali (Njelimet) mengenai tantangan yang dekat maupun yang masih jauh tidak kita ketahui, Yang Maha Mengetahui hanya Allah..
Dalam adat Jawa ada pameo “Wani ngalah duwur wekasane” maksudnya berani menahan keinginan diri sendiri dan mendahulukan kepentingan orang lain. Siapa yang sudah mampu menghayati makna ucapan itu pasti akan mendapat kemuliaan di belakang hari. Lebih mendalam lagi ialah berani berkorban, berani menahan sakit, berani menderita yang cukup berat sebagai pengorbanan dalam perjuangan mencapai cita-cita terbaik yang bernilai universal yaitu kebahagiaan seluruh umat manusia, semua tempat dan segala jaman maka siapa yang lulus dalam ujian ini dia akan naik derajatnya yang sangat terhormat. Filsafat Jawa ini diabadikan dalam tembang Jowo “Mijil” Wani ngalah luhur wekasane, yaitu:
Dedalane guna klawan sekti Kudu andhap asor
Tumungkula lamun den dukani Bapang den singkiri,
Bait diatas adalah tembang mocopat Mijil yang didendangkan para sinden pada waktu pengukuhan Sultan di Yogyakarta maupun Susuhunan di Surakarta menduduki jabatannya.
Maksud lelagon itu ialah bahwa manusia wajib menjadi orang yang berguna bagi orang lain, menjadi sekti karena memiliki Ngelmu sepuh sangkan paraning dumadi, merendah hati tawaduk, sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW yang menekankan sikap-sikap tawaduk yg dilandasi oleh akhlak yg mulia. Semua ini dilandasi asas taqarrub kepada Allah, bahwa apabila kita taqarrub mendekat kepada Allah maka Allah akan mendekat kepada kita lebih cepat lebih dekat sebagaimana tercatat dalam hadis Rasul Saw dalam shahih Bukhari no.6856 dan Muslim no.4732.
Bait selanjutnya Tumungkula lamun den dukani maksudnya tundukkanlah wajah kita waktu dimarahi, ketika kita dimarahi, harus berserah diri kepada Allah, mawas diri. Bahwa rintangan dan tantangan lawan itu sebaiknya kita hindari bukannya malah kita tabrak. Presiden Amerika sekarang Barack Obama berhasil menarik simpati publik Amerika karena tidak mau ikut-ikutan menghujat lawan politiknya, sebaliknya John McCain yang terang-terangan menghujat Barack Obama dalam kampanyenya. Maka hasilnya ialah Barack Obama menang dalam pemilihan umum mengalahkan lawan politiknya. Inti dari bait "wani ngalah luhur wekasane" dengan niat Li i’la`i kalimatillah hiyal ‘ulya taqarrub kepada Allah maka Allah akan mengangkat derajat kita tinggi-timggi.
Drajat itu dinilai tinggi jika kita berpegang teguh kepada amanat Allah seperti di atas maka anugerah yang sangat besar akan dilimpahkan Allah kepada kita.
Watak “Andap asor” di atas dicontohkan oleh Al-Quran ketika menguraikan kisah Qabil hendak membunuh Habil, maka Habil justru tidak melawan dan pasrah-menyerah. Dalam surat 5 Al-Maidah ayat 28, Habil mengatakan: “Jika engkau ayunkan tanganmu untuk membunuhku, aku tetap tidak akan mengayunkan tangan untuk membunuhmu. Aku takut akan Tuhan, penguasa semesta alam.”
لَئِنْ بَسَطْتَ إِلَيَّ يَدَكَ لِتَقْتُلَنِي مَا أَنَا بِبَاسِطٍ يَدِيَ إِلَيْكَ لِأَقْتُلَكَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ رَبَّ الْعَالَمِينَ(28)إِنِّي أُرِيدُ أَنْ تَبُوءَ بِإِثْمِي وَإِثْمِكَ فَتَكُونَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ وَذَلِكَ جَزَاءُ الظَّالِمِينَ (الماءدة 29)
“"Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam. "Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh) ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka, dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalim."(S.5 Al-Maidah 28).
Suatu jumlah yang orang-orangnya memiliki mental terlatih dengan sungguh-sungguh menyandang baju taqarrub kepada Allah sudah siap berani nyrempet-nyrempet bahaya dengan ikhlas suka berkorban, berani menderita, menekan kesenangan diri sepenuhnya, lebih mengutamakan kesenangan yang bersifat universal, menyenangkan semua orang dimana saja kapanpun juga maka mereka ini akan mendapat kemenangan yang menakjubkan Insya Allah sebagaimana dianugerahkan Allah kepada pasukan Islam dalam perang Badar atau pasukan Thalut yang jumlahnya hanya sekitar 313 peresonil dapat mengalahkan musuh Allah tentara kafir atau Raja Jalut yang jumlanya berlipat ganda beribu-ribu, Al-Quran mencatat sbb :
َقالَ الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلَاقُو اللَّهِ كَمْ مِنْ فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللَّهِ وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ (البقرة 249)
." Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata: "Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar."*S.2 Al-Baqarah 249).
يَاأَيُّهَا النَّبِيُّ حَرِّضِ الْمُؤْمِنِينَ عَلَى الْقِتَالِ إِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ عِشْرُونَ صَابِرُونَ يَغْلِبُوا مِائَتَيْنِ وَإِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ مِائَةٌ يَغْلِبُوا أَلْفًا مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَفْقَهُونَ(65)الْآنَ خَفَّفَ اللَّهُ عَنْكُمْ وَعَلِمَ أَنَّ فِيكُمْ ضَعْفًا فَإِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ مِائَةٌ صَابِرَةٌ يَغْلِبُوا مِائَتَيْنِ وَإِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ أَلْفٌ يَغْلِبُوا أَلْفَيْنِ بِإِذْنِ اللَّهِ وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ(الانفال 65-66)
“Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mu'min itu untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antaramu, mereka dapat mengalahkan seribu daripada orang-orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti. Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan Dia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka jika ada di antaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang; dan jika di antaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka dapat mengalahkan dua ribu orang dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar”(S.8 Al-Anfal 65-66).
~ Tafsir Ath-Thabari (5h339) dalam menganalisa Al-Quran s2a248-249 di atas mencatat bahwa Thalut waktu berangkatnya membawa 80.000 personil tetapi yang lulus ujian dalam perjalanan menyeberangi sungai Ardan hanya 313 orang sama dengan pasukan Islam dalam perang Badar 2H. Tentara 313 orang yang lulus ujian ini lalu berdo’a:
رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِين
"Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir"(S.2 Al-Baqarah 250).
Dari catatan Ath-Thabari itu dapat kita bayangkan bagiamana beratnya ujian itu jika kita ingin menjadi hamba Allah yang tercakup dalam klas “Khawashul khawash” dari peserta ujian 80.000 hanya lulus 313 orang.
Inilah contoh “Nyrempet-nyrempet bahaya” yang terlalu berat, yaitu: Maju ke medan perang-Jihad fi Sabilillah, mengarungi medan yang jauh, padang pasir panas luar biasa, haus yang terlalu, kemudian menyeberangi sungai yang airnya sangat bening enak sekali diminum. Nilai kelulusan ujian inilah kiranya hamba yang dipilih Allah menjadi kekasih-Nya yang sangat dimanjakan apapun yang diinginkan pasti terkabul dalam hadis Qudsi Allah berjanji tercatat dalam riwayat Bukhari no.6021:
فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ (رواه البخاري)
Artinya: “…….jika Aku sudah mencintai dia, maka Aku menjadi pendengarannya dia mendengar dengan pendengaran itu, Aku menjadi pengelihatannya dia melihat dengan pengelihatan itu, aku menjadi tangannya dia berbuat dengan tangan itu, Aku menjadi kakinya, dia berjalan dengan kaki itu. Sungguh jika dia memohon kepada-Ku pasti Aku kabulkan, jika dia memohonan perlindungan-Ku maka dia pasti Aku lindungi”(HR Bukhari no.6021). (Dalam Ilmu Kejawen dikatakan Idhu Geni-Sekti mondroguno).
@ Az-Zuhaili dalam Al-Fiqul Islami (3h10) mencatat beberapa keberhasilan dan kemenangan Komando Jihad pasukan Islam dapat mengalahkan musuh bahkan dalam bulan Ramadhan berkat pertolongan Allah kepada kekasih-Nya (Al-Quran s3a126):
1) Perang Badar 313 pasukan Islam mengalahkan 950 tentara kafir hari Jum’at 17 Ramadhan tahun ke-2 H..
2) Penaklukan Makkah pasukan Islam di bawah panglima Khalid bin Walid menaklukkan dan mengambil over kota Makkah hari Jum’at 25 Ramadhan th 8 H.
3) Perang Tabuk pasukan Islam mengalahkan tentara Romawi yang jumlahnya ratusan ribu di Tabuk pada bulan Ramadhan tahun 9H.
4) Perang Zallaqah-Portegal pasukan Islam Murabitun dibawah Panglima Yusuf bin Tasyfin mengalahkan 80.000 personil tentara Prancis di bawah komandan Alfonso VI pada hari Jum’at tgl 25 Ramadhan 479H=1086M.
5) Perang ‘Ain Jalut Sultan Mamluk Mesir mengalahkan tentara Mughol terjadi pada Jum’at pagi 15 Ramadhan 658H= 3September 1260M.
6) Perang Buhairah, di bawah Panglima Thariq bin Ziyad mengalahkan tentara Salib di bawah komandan Roderik pada tanggal 28 Ramadhan 92H=711M, Islam masuk Spanyol, Cordoba, Granada melalui selat yang sekarang dinamai Gibraltar.
Orang yang beriman wajib cinta kepada Allah, cinta kepada Allah yang benar ialah cintanya kepada Allah mengalahkan semua makhluk seperti tergambar dalam uraian di atas. Allah berfirman:
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ (البقرة 165)
“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman lebih cinta kepada Allah”(S.2 Al-Baqarah 165).
Kitab Arsyif multaqa ahlil hadits (17h179) mencatat kata-kata mutiara dari Abul Walid al-Jazari:
- عِشْ سَعِيْدًا بِدِيْنِكَ اَوْ مُتْ شَهِيْدًا لِرَبِّكَ
“Hiduplah hidup yang bahagia dengan agamamu atau matilah mati syahid untuk Allah Tuhan-mu”
@ Tafsir Ar-Razi (1h3306) dalam menganalisa Al-Quran s9a40 mencatat hadis Nabi Sawلقد قال عليه الصلاة والسلام : خَيْرُ النَّاسِ مَنْ يَنْفَعُ النَّاسِ
“Sungguh Rasulullah Saw telah bersabda: “Sebaik-baik manusia ialah orang yang berjasa kepada manusia”Menurut riwayat Ath-Thabarani (6h58) matan lafal hadis itu ialah:
عن جابر قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم اَلْمُؤْمِنُ يَأْلَفُ وَيُؤْلَفُ وَلَا خَيْرَ فِيْمَنْ لَا يَأْلَفُ وَلَا يُؤْلَفُ وَخَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ (رواه الطبراني –المعجم الاوسط 6ص58)
“Dari Jabir bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Orang yang beriman itu mencintai dan dicintai dan tidak layak orang yang tidak mencintai juga tidak dicintai. Adapun sebaik-baik manusia itu ialah orang yang paling berjasa kepada manusia”(HR Ath-THabrani dalam Almu’jamul Ausath).
@ Tafsir Al-Khazin (1h580) terkait dengan Al-Quram S.4 An-Nisa`95 mencatat bahwa pahala untuk pejuang Jihad fi Sabilillah itu sangat besar jauh di atas mereka yang malas.
Menurut Sunan Abu Dawud pahala seorang Mujahid fi Sabilillah itu pahalanya dapat melimpah kepada keluarganya sampai 70 orang, yaitu:
عن أُمِّ الدَّرْدَاءِ وَنَحْنُ أَيْتَامٌ فَقَالَتْ أَبْشِرُوا فَإِنِّي سَمِعْتُ أَبَا الدَّرْدَاءَ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُشَفَّعُ الشَّهِيدُ فِي سَبْعِينَ مِنْ أَهْلِ بَيْتِهِ (رواه ابو داود 2160)
“Dari Ummu Darda`, bahwa Rasulullah Saw bersabda: " Orang yang gugur mati syahid akan diberi syafa’at dengan 70 orang keluarganya”(HR. Abu Dawud no.2160).
@.Ath-Thabari dalam tafsirnya (7h385) mencatat latar belakang turunnya Al-Quran S.3 Ali ‘Imran 169 bahwa Rasulullah Saw menyatakan bahwa para syuhada` perang Uhud mendapat pahala yang sangat nikmat maka oleh karena itu mereka sangat menyesalkan rekan-rekannya yang tidak ikut perang Sabil sedangkan mereka sendiri membayangkan alangkah indahnya jika bisa hidup lagi dan dapat melakukan perang Sabil lagi. Lalu Allah menurunkan ayat 169 Ali ‘Imran (Artinya).
“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki. mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Mereka bergirang hati dengan ni`mat dan karunia yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman”(S,3 Ali ‘Imran 169-171).
Dari uraian di atas dapat difaham bahwa barang siapa lebih mendambakan pahala akhirat dan tidak takut mati-syahid dalam Jihad fi Sabilillah, maka perjuangannya akan beroleh kemenangan. Lebih jauh lagi orang yang makin mendalam cintanya kepada Allah maka dia makin berani menyrempet-nyrempet bahaya dan dalam rangka taqarrub kepada Allah maka siapa yang lebih cinta kepada Allah dia makin bertambah ikhlas berkorban, lebih suka memberikan kesenangan kepada orang lain mengalahkan kesenangan bagi dirinya sendiri. Korban bisa berwujud materi, pangkat atau bayangan masa depan kehidupan dan yang paling berat ialah mengorbankan nyawa dengan bobot mati syahid. Mati syahid dalam Jihad fi Sabilillah pahalanya benar-benar luar biasa sangat terhotmat dihadapan Allah .
Jika semua itu dibalik maka mereka yang tidak beriman kepada Allah dan mencintai dunia: harta, tahta, wanita maka mereka ini sangat takut kehilangan kekasihnya yaitu harta, tahta dan wanita sangat takut meninggalkan dunia alian takut mati.
Jika kita sudah menjadi orang yang rakus rebutan harta dunia dan takut berkorban, takut menderita, takut berjuang, sudah berwatak malas, tidak jujur, suka berkhianat, egoistis, tidak peduli kepada orang lain, maka musuh besar akan melahab merebut semua apa yang kita miliki. Rasulullah Saw bersabda dalam hadis sbb:
3745 عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمُ الْوَهْنَ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهْنُ قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ (رواه ابو داود واحمد 21363)*
Artinya: “Dari Tsauban dia berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Bangsa-bangsa non muslim diramalakan kelak akan mengroyok umat Islam persis seperti tumpeng yang diperebutkan oleh orang banyak” Maka salah seorang sahabat bertanya: “Apakah umat Islam ketika itu hanya sdikit? Beliau menjawab: “Tidak!!! Bahkan akilan berjumlah banyak sekali, tetapi bagaikan buih seperti buih air bah dan Allah melenyapkan rasa takutnya musuh Islam dari dalam .hati mereka sekaligus Allah akan mencampakkan “Al-Wahnu” ke dalam hati kalian” Salah seorang sahabat bertanya: “Apakah yang dimaksud dengan Al-Wahni itu? Beliau menjawab: : Al-Wahnu ialah cinta kepada harta dunia dan takut mati”(HR Abu Dawud CD no.3745 dan Ahmad 121363).
Cinta dunia ialah cinta kepada harta, tahta dan wanita (sex), takut mati mencakup kawatir akan tersumbat sumber mata pencaharian hidup, bangkrut perusahaannya, tertutup pintu hubungan dengan koneksi jaringannya, maka usahanya akan gagal atau berhasil sebentar tetapi segera berganti derita kesedihan dan kesengsaraan.
Hubungi kami di : http://imam-muchlas.blogspot.com
ketik kirim kepada : h.imam.muchlas @gmail.com (Tlp.0318963843)
VIVERE PERICOLOSO
Nyrempet-2 bahaya
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ (فصلت30)
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu"(S.41 Fushshilat 30)
Tema dan sari tilawah
1. Di antara manusia ada sekelompok hamba Allah yang tegak teguh konskuen, kontinu, sportif beragama tauhid.
2. Mereka yakin Tuhan yang wajib disembah hanya Allah dan konskuen atas keyakinannya itu.
3. Maka kepada mereka inilah para malaikat menjadi deking pembela para hamba yamg mempunyai iman yang kuat tersebut.
4. Para malaikat itu memberikan bisikan suara halus mendorong semangat hamba-hamba itu jangan takut jangan kawatir dan harus berbesar hati.
5. Para malaikat memberikan semangat bahwa Allah menjanjikan surga kepada para hamba yang istiqamah itu.
Masalah dan analisa jawaban
1. Bagaimanakah asal usul agama itu? Jawaban: Pada hakikatnya seluruh umat manusia itu mempunyai instink beragama dan secara sosiologis akal manusia akan memilih Tuhan yang absolute Maha, menurut Islam namanya Allah.
2. Sebenarnya apa bedanya orang yang yakin dari pada orang yang ragu kepada Allah? Jawaban: Orang yang yakin kepada Allah tidak mempunyai rasa takut sedangkan orang yang tidak percaya kepada Allah takut berkorban dan takut mati.
3. Bagaimana usaha untuk mengatasi rasa kawatir dan takut berkorban serta takut mati? Jawaban: Usaha untuk melawan rasa pesimis, takut berkorban dan takut mati ialah melalui persiapan dan pelatihan lahir batin yaqarrub kepada Allah..
Pendalaman dan penelitian
BAB SATU
Asal-usul Agama
1. Bagaimanakah asal usul agama itu? Jawaban: Pada hakikatnya seluruh umat manusia itu mempunyai instink beragama dan secara sosiologis akal manusia akan memilih Tuhan yang absolute Maha, menurut Islam ialah Allah.
A. Menurut Ilmu Antropologi
Sayyid Quthub dalam tafsirnya (8h77) mencatat teori kaum orientalis bahwa agama itu asalnya dari faham dinamisme, yaitu suatu kepercayaan serba-jiwa, bahwa bukan hanya manusia dan hewan saja tetapi semua yang ada di alam ini mempunyai roh. Dari faham ini lalu berkembang kepada kepercayaan akan adanya larangan yang dinamakan "Tabu", maka dari sini kemudian berkembang kepercayaan kepada sihir, selanjutnya berkembang menjadi penyembahan kepada banyak dewa lalu dari faham banyak dewa berkembang secara logika menuju penyembahan kepada satu Dewa. Agama atau kepercayaan ini kemudian dikelompokkan kedalam agama Ardhi bahwa agama ini hasil dari pemikiran akal manusia, lawannya ialah agama Samawi artinya agama asalnya dari langit yaitu dari Tuhan Allah.
Pakar ilmu antropologi mencatat bahwa bangsa Yunani pada awalnya percaya kepada banyak dewa, tetapi kemudian berkembang bahwa dari banyak dewa ini mereka yakin ada satu dewa yang paling besar. Perkembangan pikiran yang sama terdapat juga dalam kepercayaan bangsa Mesir Purba. Dan bangsa Arab Jahiliyah pun juga meyakini bahwa Patung yang bernama Hubal adalah satu patung yang mempunyai kedudukan yang paling tinggi di atas 360 patung yang mereka sembah.
Demikian itulah jika kita berangkat mencari asal usul agama melalui ilmu manusia. Padahal jika kita telusuri lebih dalam lagi, maka manusia itu asalnya dari Adam atau maunsia itu asalnya dari tanah, tanah asalnya dari bumi, bumi asalnya dari satu titik singularitas yang meledak dalam Dentuman Hebat "The Big Bang".
Menurut filsafat Ontologi dari Anselm(1109M) bahwa Tuhan itulah sesuatu yang tidak dapat dikalahkan dari segala seginya oleh apa dan siapapun juga. Menurut filsafat Kosmologi dari Aquinas (1274M) bahwa Tuhan itulah asal segala sebab. Menurut filsafat Teleologi dari Matews W.R. bahwa Tuhan itulah arsitek, perencana, pencipta, pengawas jalannya proses seluruh alam semesta ini.
Dari filsafat Ontologi, Kosmologi dan Teleologi ini maka dapat diyakini bahwa agama itu asalnya dari Tuhan. Dan menurut ajaran Islam Tuhan itulah yang menciptakan makhluq dan Tuhanlah yang membuat agama untuk seluruh makhluk. Agama dari Tuhan disampaikan kepada manusia melalui malaikat, nabi atau rasul berupa wahyu lalu dihimpun menjadi kitab suci. Sehingga menurut ajaran Islam asal usul agama itu ialah agama Tauhid ketuhanan yang Maha Esa atau monoteistis. Allah berfirman dalam Al-Quran:
إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ ( ال عمران 19)
Artinya: " Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya"(S.3 Ali 'Imran 19).
قُلْ ءَامَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ عَلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَى وَعِيسَى وَالنَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ(84)وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ (ال عمران 84- 85)
Artinya: " Katakanlah: "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma`il, Ishaq, Ya`qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, `Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi"(S.3 Ali 'Imran 84-85).
Tetapi setan senangnya ialah membujuk manusia untuk mengangkat manusia menjadi Tuhan atau membuat tuhan-tuhan sekain Allah kemudian tuhan buatan manusia ini mereka jadikan sekutu Allah disembah dan dipuja. Maka dari itu para penyembah tuhan-tuhan buatan ini dinamakan musyrik artinya menyekutukan Tuhan atau menyembah banyak tuhan (politeistsme).
B. Menurut ajaran Islam
Para ulama membagi agama menjadi dua macam, yaitu agama Samawi dan agama Ardhi atau agama Langit dan agama Budaya. Agama Langit ialah bahwa agama itu asalnya dari Tauhid (Monoteistis) fari Tuhan itu Maha Esa, sedangkan agama Ardhi atau agama Budaya itu adalah agama hasil pemikiran akal manusia agama yang Politeistis menyembah banyak tuhan.
Agama orang musyrik ialah agama “Budaya” sehingga mereka menggambarkan sifat-sifat Tuhan disusun menurut akal mereka. Oleh karena itulah maka kaum musyrikin Arab Jahiliyah menjelang kebangkitan Nabi Muhammad menjadi Rasul menggambarkan Tuhan secara materialis-indrawi. Ibnu Jari>r dalam tafsirnya (2h551) mencatat riwayat hadis bahwa Ra>fi’ ibnu H}uraimalah meminta kepada Rasulullah Saw. untuk dapat berbicara langsung dengan Allah. Maka Al-Qura>n S.2 Al-Baqarah 118 memberikan peringatan bahwa orang-orang jaman dahulu juga mengucapkan kata-kata seperti itu. Mereka menggambarkan Allah seperti manusia, jika Tuhan itu jauh mereka akan berdo’a dengan suara keras, jika dekat maka mereka akan berdo’a dengan suara lemah. Maka Allah lalu memberi peringatan melalui Al-Qura>n S. 2Al-Baqarah 186 bahwa Allah itu dekat dan mengabulkan do’a.
Adapun perbedaan agama langit dan ciri agama”Budaya” ada 6, yaitu sebagai berikut:
=================================================================
No. ! Agama Samawi ! Agama Budaya
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
1. ! Disiarkan oleh nabi atau rasul dari Allah ! Tidak mempunyai nabi atau rasul
2. ! Berpedoman kitab suci wahyu dari Allah ! Tidak mempunyai kitab dari Allah
3 ! Sistem kehidupan mengikuti aturan Allah ! Sistem kehidupan diatur oleh akal
4 ! Manusia tidak dapat mengubah agama ! Agama ditetapkan oleh manusia
5 ! Agama tidak luntur karena kritik akal ! Agama berubah sebab kritik akal
6 ! Konsep agama serba monoteistis ! Konsep agama bersifat politeistis-----
(i) Agama Budaya mempunyai 6 ciri-ciri, yaitu:
1. Asal agama tidak melalui nabi atau rasul utusan Tuhan;
2.Tidak mempunyai kitab suci yang dibawa oleh nabi atau rasul utusan Tuhan;
3.Sistem merasa dan berpikir masyarakatnya sangat terikat oleh sistem seluruh kehidupan;
4.Agama budaya sewaktu-waktu berubah karena perubahan mentalitas masyarakat penganutnya;
5.Ajaran agama budaya tidak kuat bertahan atas kritik oleh akal;
6.Konsep ketuhanan cenderung serba politeistis banyak tuhan.
(ii) Agama langit mempunyai 6 ciri, yaitu:
Agama langit khususnya agama Islam mempunyai 6 ciri, yaitu:
i. Disiarkan oleh nabi atau rasul utusan Tuhan(Lihat Al-Quran S.2 Al-Baqarah 151).
ii. Mempunyai kitab suci yang dibawa oleh nabi atau rasul utusan Tuhan ( Lih.S.42 Asy- Syura 17).
iii. Sistem kehidupan takluk dan mengarah kepada sistem dalam agama(Lih.S.17 Al-Isra` 81)
iv. Mentalitas penganutnya tidak dapat mengubah agama, tetapi agama mengubah mentalitas penganutnya (Lih.S.23 Al-Mu`minun 71);.
V Kebenaran prinsip agama tidak luntur oleh kritik akal karena ajaran agama tersebut tidak bertentangan dengan akal(Lih.S2 Al-Baqarah 147);
vi. Konsep agama serba monoteis,Tauhid,Esa(QS.112Al-Ikhlash 1-4).
Agama Islam adalah agama Samawi dengan nabinya Muhammad dan kitab sucinya ialah Al-Quran. Menurut pandangan Islam Agama Nasrani itu berasal dari agama langit, yang dibawa oleh Nabi 'Isa dengan kitab sucinya Injil, tetapi dalam perkembangannya agama Nasrani ini mengalami erosi longsoran agama budaya. Nabi Isa diangkat menjadi Tuhan Anak, malaikat Jibril diangkat menjadi Tuhan Roh Kudus mempercayai Tuhan ada tiga (Tritunggal), Kitab Injil menampung rembesan teori akal dari luar wahyu.
Kebenaran Islam yang tidak dapat dikalahkan oleh agama lain ialah sifat ESA Allah yang Mutlak serba Maha, sedangkan kitab suci Al-Quran dengan bahasa Arabnya adalah bahasa yang tetap hidup mudah difaham terus abadi, naskahnya tidak ada satu hurufpun yang hilang dan tidak ada perubahan sama sekali, Al-Quran berisi ajaran dunia sekaligus akhirat, Al-Quran diperkuat dengan hadis, serta jaminan kebebasan berpikir dan pengembangan akal yang sehat yang menjamin keabadian agama Islam.
Allah berfirman dalam Al-Quran sebagai berikut:
إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ ( ال عمران19 )
"Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya"(S.3 Ali ‘Imran 19)
وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ ( ال عمران85)
“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”(S.3 Ali ‘Imran 85).
@ Tafsir Ad-Durrul Mantsur (1h723) mencatat hadis Bukhari tentang mana agama yang paling baik yang disukai Allah, Rasulullah Saw menjawab: “Al-Hanifiyyatus-Samhah, Di juz5h35 mencatat hadis bahwa kaum Yahudi dan Nasrani membanggakan agamanya sampai kaum musyrikin Arab-juga, Majusi membanggakan agama mereka sebagai agama yang lebih tua. Maka turun Al-Quran s4a125.
“Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya”(S.4 An-Nisa` 125).
@ Tafsir Ad-Durrul Mantsur (1h723) mencatat ayat-ayat dan hadis Nabi Saw terkait dengan agama tersebut sebagai berikut:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْأَدْيَانِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ قَالَ الْحَنِيفِيَّةُ السَّمْحَةُ )رواه احمد 2003)
“Dari Ibnmu ‘Abbas bahwa ditanyakan kepada Rasulullah Saw:
“Manakah agama yang disukai Allah? Berliau bersabda: “Agama Hanifiyah Samhah” (HR Ahmad no.2003).
Islam itu agama yang paling baik menurut Allah Ta’ala:
“Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang ta`at dan ada (pula) orang-orang yang menyimpang dari kebenaran. Barang siapa yang ta`at, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus”(S.72 Al-Jin 14)._
وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا ( النساء الآية 125 )
“Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya”(S.4 Anm-Nisa` 125)
@Di juz 5 halaman 55 kitab Ad-Dur tersebut mencatat bahwa amal baik kaum musyrikin, Yahudi, Nasrani tidak ada gunanya. Amal yang baik dapat diterima oleh Allah asal berdasarkan iman. Dan Islam itu mengajarkan bahwa Al-Quran itu menghapus semua kitab semua nabi, Nabi Muhammad itu penutup semua nabi dan Islam itulah yang terbaik.
@ Tafsir Ar-Razi (1h589) mencatat bahwa banyak agama-agama penganutnya mengunggulkan Nabi Ibrahim dan mereka mengaku diri adalah keturunan Nabi Ibrahim serta mengunggulkan bahwa agamanya adalah ajaran dari Nabi Ibrahim sampai kaum musyrikin-pun juga mengagungkan Nabi Ibrahim. Lebih-lebih umat Muhammad Saw. mereka ini memanjatkan shalawat dan salam untuk Nabi Muhammad seperti rahmat dan salam Allah kepada Nabi Ibrahim. Ajaran Islam memang mengajarkan iman kepada semua nabi dan rasul utusan Allah sedangkan Nabi Ibrahim itu salah seorang nabi yang menjadi nenek mouang para nabi. Allah berfirman dalam Al-Quran:
ثُمَّ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ أَنِ اتَّبِعْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ(النحل 123)
“Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): "Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif." dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan”(S.16 An-Nahl 123).
وَمَن يَرْغَبُ عَن مِّلَّةِ إِبْرَاه مَ إِلا مَن سَفِهَ نَفْسَه (البقرة 130)
“Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri”(S.2 Al-Baqarah 130)
وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ مِلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ وَفِي هَذَا (الحج : 78)
Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Qur'an) ini”(S.22 Al-Hajji 78)
@ Tafsir Al-Manar (3h213) menyatakan bahwa hanya agama Islam yang diterima oleh Allah, sedangkan agama selain Islam ditolak oleh Allah. Dan Allah sendiri yang menegaskannya dalam Al-Quran S.3 Ali ‘Imran 19 dan 85 di atas. Di samping itu Al-Manar juga menyatakan bahwa agama Nabi ‘Isa itu ialah Islam dalam arti menyerah sepenuhnya kepada Allah, menjunjung tinggi kepercayaan tauhid. Tetapi dalam perkembangannya ajaran tauhid ini mendapat perlawanan keras dari kelompok yang dikondisikan oleh kaisar Romawi Kostantin sehingga pada tahun 325M kelompok Tauhid bahwa Yesus itu makhluk, yang dipertahankan oleh Arius bersama 1700 uskup atau patriar yang lain peserta konsili Nikea dikalahkan oleh kelompok 318 uskup/patriar yang mengangkat Nabi ‘Isa menjadi Tuhan Anak dan beratus-ratus versi kitab Injil ajaran Tauhid itu dibakar, kemudian agama Tauhid Nabi ‘Isa itu diubah menjadi agama Kristen dan berkembang dengan ajaran Trinitas yang sekarang ini.
i.Tauhid dalam Islam
Kepercayaan Tauhid atau Satu Tuhan dalam Islam dapat difaham dari Al-Qur'an, Surah Al Baqarah 115 berikut:
وَلِلَّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ فَأَيْنَمَا تُوَلُّوا فَثَمَّ وَجْهُ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ وَاسِعٌ عَلِيمٌ()وَقَالُوا اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا سُبْحَانَهُ بَلْ لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ كُلٌّ لَهُ قَانِتُونَ)البقرة115 -116)
“Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke manapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui. Mereka (orang-orang kafir) berkata: "Allah mempunyai anak". Maha Suci Allah, bahkan apa yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah; semua tunduk kepada-Nya”(S.2 Al-Baqarah 115-116).
Ayat ini menyatakan bahwa Allah adalah Tuhan ada di seluruh jagad raya. Islam menjelaskan monoteisme dalam cara yang sederhana. Terjemahan monoteisme dalam bahasa Arab adalah Tauhid. Dalam Islam Allah itu mempunyai 20 sifat wajib dan 99 nama yang semuanya serba Esa mutlak Maha sedangkan yang lain mencakup malaikat, Yesus, Roh Kudus, Brahma, Wisnu, Syiwa, Budha Gotama, Kong Hu Chu, Amaterasu, dewa-bathara, dewa-dewi, jin, setan, demit, memedi, gendruwo,ilu-ilu, banaspati, wedon, wali kramat, dukun prewangan, seluruhnya adalah makhluk ciptaan Allah.
Saksi Yehuwa, menyangkal gagasan tentang Tritunggal , sementara yang lainnya, seperti sekte Mormonisme, menyembah hanya satu tuhan tetapi terbuka terhadap keberadaan yang lainnya.
ii. Monoteisme (Satu tuhan) hasil pemikiran akal
Melalui pemikiran yang mendalam maka akal dapat menyimpulkan adanya sesuatu yang mempunyai sifat tertinggi di atas semua potensi yang oleh agama Samawi disebut Tuhan. Tetapi karena semua ini sumbernya ialah akal maka hasilnya bermacam-macam variasi dan menggambarkan sifat Tuhan sangat berbeda dari ajaran yang sumbernya dari wahyu dari Tuhan sendiri, yaitu:
1. Teisme, ialah suatu kepercayaan adanya satu tuhan dengan kepribadian yang khas.
2 Deisme adalah suatu kepercayaan bahwa tuhan itu ada, tetapi tidak ikut campur di dalam dunia dan tidak ada wahyu . Sifat tuhan mereka hanya dapat dikenal melalui nalar dan pengamatan terhadap alam.
3. Teisme monistik adalah suatu kepercayaan Hindu mencakup kepercayaan panenteisme, monisme,
4. Panteisme berpendapat bahwa alam sendiri itulah Tuhan tidak percaya adanya Yang Maha tinggi yang transenden yang terpisah dari alam (mirip dengan ateisme).
5. Panenteism adalah suatu bentuk kepercayaan bahwa alam adalah bagian dari tuhan, tetapi tuhan tidaklah identik dengan alam. Panenteisme dapat dipahami sebagai "Tuhan ada di dalam alam sebagaimana jiwa berada di dalam tubuh".
6. Monoteisme substansi, ditemukan dalam kepercayaan kaum pribumi Afrika, yang berpendapat bahwa tuhan yang banyak itu adalah perwujudan dari substansi yang satu yang ada di belakangnya, dan bahwa substansi yang ada di belakangnya itulah Allah. Pandangan ini banyak miripnya dengan pandangan Tritunggal Kristen tentang tiga pribadi yang mempunyai hakikat yang sama.
iii. Tuhan dalam faham Politeisme
Politeisme, ialah pendapat bahwa tuhan itu lebih dari satu. Faham Dualisme mengajarkan bahwa ada dua kekuatan ketuhanan Kebaikan dan Kejahatan, yaitu ajaran Zoroaster.
Masyarakat Arab Jahili di diminasi penyemnahan kepada berhala, di dalam komplek sekitar Ka’bah ada 360 buah berhala dan ada satu berhala namanya ialah Hubal. Hubal dipercaya sebagai berhala yang paling tinggi kedudukannya dan mendapat penghormatan yang paling tinggi.
Pada umumnya bangsa Arab itu adalah kaum penyembah berhala, masing-masing kabilah mempunyai berhala khusus di samping ada pula berhala pujaan bersama semua kabilah, seperti: Al-La>ta, Mana>t, Al-’Uzza>>, Suwa>‘a dan Nasr seperti yang tercatat di dalam Al-Qura>n S.71 Nu>h} 23.
Al-Qura>n S.39 Az-Zumar 3 mencatat bahwa alasan masyarakat Arab Ja>hili>yah itu menyembah berhala karena ingin mendekatkan diri kepada Allah lebih dekat lagi. Mereka percaya bahwa kelak di hari kiamat maka berhala-berhala itu akan dapat memberi syafaat kepada mereka.
Macam agama Arab Jahili:
~ Suatu kelompok tidak percaya kepada Tuhan, mereka berfaham atheisme atau Historis materialisme.
~ Orang-orang suku Khuza>‘ah dan Kina>nah percaya bahwa Allah itu mempunyai anak perempuan.
~ Sebagian mereka percaya bahwa Allah mempunyai anak.
~ Kelompok lain percaya bahwa Allah itu bersekutu dengan jin.
~ Sebagian lagi percaya dan menyembah malaikat.
~Yang dominan ialah masyarakat yang percaya dan menjadi penyembah berhala. Sebagian dari kaum penyembah berhala ini ada yang membuat berhala dibuat dari kurma, ketika datang musim paceklik, maka berhala yang dibuat dari kurma itu lalu mereka makan.
Tercatat ada 365 patung arca di dekat Ka’bah dan yang paling besar sebagai penghulu semua berhala ialah Hubal. Dia diletakkan di dekat Ka’bah dikelilingi ratusan patung-patung yang lain lalu di sana ada 9 tempat penyembahan berhala, ada 36 berhala yang dipuja dan disembah kelompok masyarakat tertentu di beberapa daerah. Tercatat pula bahwa sebagian orang Arab itu menyembah arca berhala yang disebut: Wudd, Suwa’>a, Yaghu>ts dan Nasr.
Kebanyakan kaum monoteis mengatakan bahwa berdasarkan definisinya, monoteisme pasti berlawanan dengan politeisme. Namun tidak berarti bahwa mereka menyembah banyak tuhan. Secara historis, banyak pemeluk politeis percaya akan adanya banyak tuhan, tetapi mereka hanya menyembah satu saja, yang dianggap oleh si pemeluk itu sebagai Tuhan yang Mahatinggi. Praktek ini disebut henoteisme. Ada pula -teologi monoteistik seperti teologi di dalam agama Hindu yang mengajarkan bahwa Tuhan yang banyak Brahma, Wisnu, Syiwa, semata-mata mewakili aspek-aspek dari kekuatan tuhan yang dibelakangnya.
BAB DUA
Teistis melawan Ateistis
Hamba Allah lawan balatentara setan
Masalah ke-2: Sebenarnya apa bedanya orang yang yakin dari pada orang yang ragu kepada Allah? Jawaban: Orang yang yakin kepada Allah tidak mempunyai rasa takut sedangkan orang yang tidak percaya kepada Allah takut berkorban dan takut mati.
Orang beriman yakin bahwa Allah itu Mutlak Maha dalam segala keadaan, sedangkan orang yang tidak beriman berpegang kepada pendapat akal dan perasaannya. Teori sementara menyatakan bahwa manusia itu mempunyai sifat spekulatif hipotetis, sebab setiap pribadi mempunyai perbedaan pendapat yang ujung akhirnya ialah tidak ada kepastian, tidak percaya kepada nilai yang abadi.
A. Mental orang yang beriman kepada Allah
Orang beriman meyakini kepada 6 Rukun Iman, percaya kepada Tuhan Allah, Malaikat, Kitab Suci, Nabi utusan Allah, Hari Kiamat dan Takdir kemudian mengamalkan 5 Rukun Islam, syahadat, shalat, zakat, puasa dan haji dilengkapi dengan Al-Akhlaqul Karimah.
Tebal tipisnya iman tidak sama bagi tiap orang, bahkan iman seseorang dapat bertambah tebal atau menipis. Dan jika iman terlalu tipis sangat mungkin jatuh ke jaringan balatentara setan yaitu kafir tidak percaya kepada Tuhan bahkan kerjanya melawan Tuhan.
Berlandaskan keyakinan iman kepada Tuhan yang bersifat Mutlak Maha di atas seluruh keadaan apa dan manapun juga, maka orang yang beriman mempunyai potensi kemungkinan yang sangat menakjubkan. Melalui kacamata Islam sentris dapat kita baca catatan peristiwa-peristiwa besar keberhasilan sukses orang yang beriman mengalahkan balatentara setan, diantaranya ialah:
وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَيْكُمْ حُجَّةٌ إِلَّا الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْهُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِي وَلِأُتِمَّ نِعْمَتِي عَلَيْكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ (البقرة 150)
“Dan dari mana saja kamu keluar, maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu (sekalian) berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya, agar tidak ada hujjah bagi manusia atas kamu, kecuali orang-orang yang zalim di antara mereka. Maka janganlah kamu, takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Dan agar Kusempurnakan ni`mat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk.”(S.2 Al-Baqarah 150)
إِنَّمَا ذَلِكُمُ الشَّيْطَانُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءَهُ فَلَا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ ( ال عمران175)
“Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaKu, jika kamu benar-benar orang yang beriman”(S.3 Ali ‘Imran 175).
@ Tafsir Al-Qurthubi (4h283) menyatakan bahwa setan menakut-nakuti orang yang beriman melalui manusia-manusia yang kafir . Maka orang yang beriman yakin kepada Allah tidak boleh takut menghadapi orang kafir, tetapi wajib takut kepada Allah, takut krpada hukum Allah.
@ Tafsir Al-Manar (4h200) dalam menganalisa Al-Quran s2a175 mencatat bahwa setan yang berwujud manusia, yaitu orang-orang munafik membujuk kaum muslimin supaya tidak berangkat berperang jihad fi Sabilillah.
@ Tafsir Jawahirul Quran (1h240)menyatakan bahwa seluruh jagad adalah milik Allah, maka jagad atau isi jagad ini tidak mempunyai kekuasaan untuk memberi madharat atau manfaat, tetapi Allah sendirilah yang memberi kenikmatan dan kesenangan lahir batin kepada makhluk, Allah jua yang dapat menolak madharat dan derita itu.
@ Tafsir Ad-Durrul Mantsur (3h146) dalam menganalisa Qs2a249 mencatat ribua pasukan Thalut yang mogok perang kecuali tinggal 313 personil pasukannya yang masih tetap setia kepada Thalut yang lulus ujian berhasil menyeberang sungai Yordan.
@ Tafsir Al-Manar (1h100) menyatakan bahwa iman dan keyakinan kelak di hari kiamat itu akan bertemu dengan Allah, berkeras hati, militan itu merupakan buah dari iman yang menyebabkan pertolongan Allah kepada hamba-Nya, mungkin suatu jumlah yang sedikit dapat mengalahkan jumlah yang besar.
Di juz 2 halaman 250 Al-Manar menyatakan bahwa Sunnatullah itu akan berlaku jika syarat-syaratnya do’a itu dipenuhilalu, yaitu berdo’a sambil berperang dengan maksimalisasi daya kekuatan. Sebaliknya lemahnya semangat merupakam kunci serangan musuh menghancurkan tentara Islam. Jelas Allah akan mengalahkan jumlah besar yang melakukan kesalahan dan memenangkan oleh jumlah yang sedikit yang berpegang teguh kepada kebenaran mengalahkan jumlah yang besar yang serba salah.
BAB TIGA
Nyrempet-nyrempet bahaya
Viver pericoloso
Masalah ke-3: Bagaimana usaha untuk mengatasi rasa kawatir, takut menderita dan takut mati? Jawab: Usaha untuk melawan rasa pesimis dan ketakutan itu ialah melalui persiapan dan latihan lahir batin.
Arah tujuan dari persiapan dan latihannya ialah berniat mencari nilai terbaik yang bersifat universal diakui seluruh umat manusia, semua tempat dan segala jaman sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran:
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ (الانبياء 107)
“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”(S.21 Al-Anbiya` 107).
Barang siapa yang berjuang untuk menjunjung tinggi nilai- terbaik yang universal berdasarkan firman Allah Qs21a107 di atas maka Allah akan menganugerahkan pertolongan dan perlindungan-Nya kepada mereka secara tidak wajar, misalnya jumlah yang sedikit dapat mengalahkan jumlah yang sangat besar (Al-Quran s2a249 dan s8a65-66), dia akan dibela oleh malaikat sebagaimana dijanjikan Allah dalam Qs 41a30-31)..
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ(30)نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنْفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ(31)(فصلت 30-31)
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu. Kamilah Pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta"(S.41 Fushshilat 30-31).
Program persiapan dan pelatihan yang paling baik untuk melenyapkan rasa takut dan kawatir ialah puasa sunat, misalnya berpuasa 3 hari setiap bulan tgl.13, 14 dan 15 Padang Rembulan (Bulan Purnama), diteruskan dengan puasa Senin Kamis, jika berani diteruskan dengan puasa Dawud sehari puasa sehari tidak berpuasa.
Beberapa keuntungan yang dapat diambil dari hikmah puasa dapat dikemukakan disini sbb:
~ Minimal manfaat yang dapat diambil oleh orang yang berpuasa siapa saja ialah suatu kesediaan hati untuk melawan nafsu makan minum dan selera nafsu lain mulai sejak fajar subuh sampai tenggelamnya matahari.
~ Dari modal kemampuan menahan nafsu makan dan nafsu yang rendah maka diri disiapkan menahan semua dorongan berbuat sesuatu yang tidak menyenangkan orang lain lebih mendalam lagi melatih menyiapkan diri melawan godaan setan, menahan diri jangan sampai berbuat maksiat dan sesuatu yang tidak diridhoi Allah.
~ Jika diri sudah mampu melawan perbuatan maksiat lalu dilanjutkan naik lagi ke citra yang tertinggi yang utopis yaitu tidak takut melawan apapun juga kecuali takut hanya kepada Allah saja.
Tetapi metode di atas ini harus disertai juga dengan latihan keilmuan, kecakapan, ketrampilan, keahlian, bela diri, usaha imunisasi mental menghadapi kekawatiran dan ketakutan melawan rasa sakit, menahan serangan lawan atau serangan musuh. Pelaksanaan pelatihan ini mencakup coba-coba melawan derita makin berat, makin bertambah besar pengorbanan yang harus dicurahkan, masalah yang harus diatasi makin sulit makin berat, namanya NYREMPET-NYREMPET BAHAYA. Allah berfirman:
وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَءَاخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ(الانفال 60)
“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)”(S.8 Al-Anfal 60).
Allah memerintahkan kepada kita agar supaya siap menghadapi musuh-musuh Allah dan musuh kita yang kelihatan bahkan musuh yang tidak kelihatan, yaitu lawan yang bersembunyi, tidak lain latihannya harus sangat teliti dan jeli sekali (Njelimet) mengenai tantangan yang dekat maupun yang masih jauh tidak kita ketahui, Yang Maha Mengetahui hanya Allah..
Dalam adat Jawa ada pameo “Wani ngalah duwur wekasane” maksudnya berani menahan keinginan diri sendiri dan mendahulukan kepentingan orang lain. Siapa yang sudah mampu menghayati makna ucapan itu pasti akan mendapat kemuliaan di belakang hari. Lebih mendalam lagi ialah berani berkorban, berani menahan sakit, berani menderita yang cukup berat sebagai pengorbanan dalam perjuangan mencapai cita-cita terbaik yang bernilai universal yaitu kebahagiaan seluruh umat manusia, semua tempat dan segala jaman maka siapa yang lulus dalam ujian ini dia akan naik derajatnya yang sangat terhormat. Filsafat Jawa ini diabadikan dalam tembang Jowo “Mijil” Wani ngalah luhur wekasane, yaitu:
Dedalane guna klawan sekti Kudu andhap asor
Tumungkula lamun den dukani Bapang den singkiri,
Bait diatas adalah tembang mocopat Mijil yang didendangkan para sinden pada waktu pengukuhan Sultan di Yogyakarta maupun Susuhunan di Surakarta menduduki jabatannya.
Maksud lelagon itu ialah bahwa manusia wajib menjadi orang yang berguna bagi orang lain, menjadi sekti karena memiliki Ngelmu sepuh sangkan paraning dumadi, merendah hati tawaduk, sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW yang menekankan sikap-sikap tawaduk yg dilandasi oleh akhlak yg mulia. Semua ini dilandasi asas taqarrub kepada Allah, bahwa apabila kita taqarrub mendekat kepada Allah maka Allah akan mendekat kepada kita lebih cepat lebih dekat sebagaimana tercatat dalam hadis Rasul Saw dalam shahih Bukhari no.6856 dan Muslim no.4732.
Bait selanjutnya Tumungkula lamun den dukani maksudnya tundukkanlah wajah kita waktu dimarahi, ketika kita dimarahi, harus berserah diri kepada Allah, mawas diri. Bahwa rintangan dan tantangan lawan itu sebaiknya kita hindari bukannya malah kita tabrak. Presiden Amerika sekarang Barack Obama berhasil menarik simpati publik Amerika karena tidak mau ikut-ikutan menghujat lawan politiknya, sebaliknya John McCain yang terang-terangan menghujat Barack Obama dalam kampanyenya. Maka hasilnya ialah Barack Obama menang dalam pemilihan umum mengalahkan lawan politiknya. Inti dari bait "wani ngalah luhur wekasane" dengan niat Li i’la`i kalimatillah hiyal ‘ulya taqarrub kepada Allah maka Allah akan mengangkat derajat kita tinggi-timggi.
Drajat itu dinilai tinggi jika kita berpegang teguh kepada amanat Allah seperti di atas maka anugerah yang sangat besar akan dilimpahkan Allah kepada kita.
Watak “Andap asor” di atas dicontohkan oleh Al-Quran ketika menguraikan kisah Qabil hendak membunuh Habil, maka Habil justru tidak melawan dan pasrah-menyerah. Dalam surat 5 Al-Maidah ayat 28, Habil mengatakan: “Jika engkau ayunkan tanganmu untuk membunuhku, aku tetap tidak akan mengayunkan tangan untuk membunuhmu. Aku takut akan Tuhan, penguasa semesta alam.”
لَئِنْ بَسَطْتَ إِلَيَّ يَدَكَ لِتَقْتُلَنِي مَا أَنَا بِبَاسِطٍ يَدِيَ إِلَيْكَ لِأَقْتُلَكَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ رَبَّ الْعَالَمِينَ(28)إِنِّي أُرِيدُ أَنْ تَبُوءَ بِإِثْمِي وَإِثْمِكَ فَتَكُونَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ وَذَلِكَ جَزَاءُ الظَّالِمِينَ (الماءدة 29)
“"Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam. "Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh) ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka, dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalim."(S.5 Al-Maidah 28).
Suatu jumlah yang orang-orangnya memiliki mental terlatih dengan sungguh-sungguh menyandang baju taqarrub kepada Allah sudah siap berani nyrempet-nyrempet bahaya dengan ikhlas suka berkorban, berani menderita, menekan kesenangan diri sepenuhnya, lebih mengutamakan kesenangan yang bersifat universal, menyenangkan semua orang dimana saja kapanpun juga maka mereka ini akan mendapat kemenangan yang menakjubkan Insya Allah sebagaimana dianugerahkan Allah kepada pasukan Islam dalam perang Badar atau pasukan Thalut yang jumlahnya hanya sekitar 313 peresonil dapat mengalahkan musuh Allah tentara kafir atau Raja Jalut yang jumlanya berlipat ganda beribu-ribu, Al-Quran mencatat sbb :
َقالَ الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلَاقُو اللَّهِ كَمْ مِنْ فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللَّهِ وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ (البقرة 249)
." Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata: "Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar."*S.2 Al-Baqarah 249).
يَاأَيُّهَا النَّبِيُّ حَرِّضِ الْمُؤْمِنِينَ عَلَى الْقِتَالِ إِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ عِشْرُونَ صَابِرُونَ يَغْلِبُوا مِائَتَيْنِ وَإِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ مِائَةٌ يَغْلِبُوا أَلْفًا مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَفْقَهُونَ(65)الْآنَ خَفَّفَ اللَّهُ عَنْكُمْ وَعَلِمَ أَنَّ فِيكُمْ ضَعْفًا فَإِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ مِائَةٌ صَابِرَةٌ يَغْلِبُوا مِائَتَيْنِ وَإِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ أَلْفٌ يَغْلِبُوا أَلْفَيْنِ بِإِذْنِ اللَّهِ وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ(الانفال 65-66)
“Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mu'min itu untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antaramu, mereka dapat mengalahkan seribu daripada orang-orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti. Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan Dia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka jika ada di antaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang; dan jika di antaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka dapat mengalahkan dua ribu orang dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar”(S.8 Al-Anfal 65-66).
~ Tafsir Ath-Thabari (5h339) dalam menganalisa Al-Quran s2a248-249 di atas mencatat bahwa Thalut waktu berangkatnya membawa 80.000 personil tetapi yang lulus ujian dalam perjalanan menyeberangi sungai Ardan hanya 313 orang sama dengan pasukan Islam dalam perang Badar 2H. Tentara 313 orang yang lulus ujian ini lalu berdo’a:
رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِين
"Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir"(S.2 Al-Baqarah 250).
Dari catatan Ath-Thabari itu dapat kita bayangkan bagiamana beratnya ujian itu jika kita ingin menjadi hamba Allah yang tercakup dalam klas “Khawashul khawash” dari peserta ujian 80.000 hanya lulus 313 orang.
Inilah contoh “Nyrempet-nyrempet bahaya” yang terlalu berat, yaitu: Maju ke medan perang-Jihad fi Sabilillah, mengarungi medan yang jauh, padang pasir panas luar biasa, haus yang terlalu, kemudian menyeberangi sungai yang airnya sangat bening enak sekali diminum. Nilai kelulusan ujian inilah kiranya hamba yang dipilih Allah menjadi kekasih-Nya yang sangat dimanjakan apapun yang diinginkan pasti terkabul dalam hadis Qudsi Allah berjanji tercatat dalam riwayat Bukhari no.6021:
فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ (رواه البخاري)
Artinya: “…….jika Aku sudah mencintai dia, maka Aku menjadi pendengarannya dia mendengar dengan pendengaran itu, Aku menjadi pengelihatannya dia melihat dengan pengelihatan itu, aku menjadi tangannya dia berbuat dengan tangan itu, Aku menjadi kakinya, dia berjalan dengan kaki itu. Sungguh jika dia memohon kepada-Ku pasti Aku kabulkan, jika dia memohonan perlindungan-Ku maka dia pasti Aku lindungi”(HR Bukhari no.6021). (Dalam Ilmu Kejawen dikatakan Idhu Geni-Sekti mondroguno).
@ Az-Zuhaili dalam Al-Fiqul Islami (3h10) mencatat beberapa keberhasilan dan kemenangan Komando Jihad pasukan Islam dapat mengalahkan musuh bahkan dalam bulan Ramadhan berkat pertolongan Allah kepada kekasih-Nya (Al-Quran s3a126):
1) Perang Badar 313 pasukan Islam mengalahkan 950 tentara kafir hari Jum’at 17 Ramadhan tahun ke-2 H..
2) Penaklukan Makkah pasukan Islam di bawah panglima Khalid bin Walid menaklukkan dan mengambil over kota Makkah hari Jum’at 25 Ramadhan th 8 H.
3) Perang Tabuk pasukan Islam mengalahkan tentara Romawi yang jumlahnya ratusan ribu di Tabuk pada bulan Ramadhan tahun 9H.
4) Perang Zallaqah-Portegal pasukan Islam Murabitun dibawah Panglima Yusuf bin Tasyfin mengalahkan 80.000 personil tentara Prancis di bawah komandan Alfonso VI pada hari Jum’at tgl 25 Ramadhan 479H=1086M.
5) Perang ‘Ain Jalut Sultan Mamluk Mesir mengalahkan tentara Mughol terjadi pada Jum’at pagi 15 Ramadhan 658H= 3September 1260M.
6) Perang Buhairah, di bawah Panglima Thariq bin Ziyad mengalahkan tentara Salib di bawah komandan Roderik pada tanggal 28 Ramadhan 92H=711M, Islam masuk Spanyol, Cordoba, Granada melalui selat yang sekarang dinamai Gibraltar.
Orang yang beriman wajib cinta kepada Allah, cinta kepada Allah yang benar ialah cintanya kepada Allah mengalahkan semua makhluk seperti tergambar dalam uraian di atas. Allah berfirman:
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ (البقرة 165)
“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman lebih cinta kepada Allah”(S.2 Al-Baqarah 165).
Kitab Arsyif multaqa ahlil hadits (17h179) mencatat kata-kata mutiara dari Abul Walid al-Jazari:
- عِشْ سَعِيْدًا بِدِيْنِكَ اَوْ مُتْ شَهِيْدًا لِرَبِّكَ
“Hiduplah hidup yang bahagia dengan agamamu atau matilah mati syahid untuk Allah Tuhan-mu”
@ Tafsir Ar-Razi (1h3306) dalam menganalisa Al-Quran s9a40 mencatat hadis Nabi Sawلقد قال عليه الصلاة والسلام : خَيْرُ النَّاسِ مَنْ يَنْفَعُ النَّاسِ
“Sungguh Rasulullah Saw telah bersabda: “Sebaik-baik manusia ialah orang yang berjasa kepada manusia”Menurut riwayat Ath-Thabarani (6h58) matan lafal hadis itu ialah:
عن جابر قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم اَلْمُؤْمِنُ يَأْلَفُ وَيُؤْلَفُ وَلَا خَيْرَ فِيْمَنْ لَا يَأْلَفُ وَلَا يُؤْلَفُ وَخَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ (رواه الطبراني –المعجم الاوسط 6ص58)
“Dari Jabir bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Orang yang beriman itu mencintai dan dicintai dan tidak layak orang yang tidak mencintai juga tidak dicintai. Adapun sebaik-baik manusia itu ialah orang yang paling berjasa kepada manusia”(HR Ath-THabrani dalam Almu’jamul Ausath).
@ Tafsir Al-Khazin (1h580) terkait dengan Al-Quram S.4 An-Nisa`95 mencatat bahwa pahala untuk pejuang Jihad fi Sabilillah itu sangat besar jauh di atas mereka yang malas.
Menurut Sunan Abu Dawud pahala seorang Mujahid fi Sabilillah itu pahalanya dapat melimpah kepada keluarganya sampai 70 orang, yaitu:
عن أُمِّ الدَّرْدَاءِ وَنَحْنُ أَيْتَامٌ فَقَالَتْ أَبْشِرُوا فَإِنِّي سَمِعْتُ أَبَا الدَّرْدَاءَ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُشَفَّعُ الشَّهِيدُ فِي سَبْعِينَ مِنْ أَهْلِ بَيْتِهِ (رواه ابو داود 2160)
“Dari Ummu Darda`, bahwa Rasulullah Saw bersabda: " Orang yang gugur mati syahid akan diberi syafa’at dengan 70 orang keluarganya”(HR. Abu Dawud no.2160).
@.Ath-Thabari dalam tafsirnya (7h385) mencatat latar belakang turunnya Al-Quran S.3 Ali ‘Imran 169 bahwa Rasulullah Saw menyatakan bahwa para syuhada` perang Uhud mendapat pahala yang sangat nikmat maka oleh karena itu mereka sangat menyesalkan rekan-rekannya yang tidak ikut perang Sabil sedangkan mereka sendiri membayangkan alangkah indahnya jika bisa hidup lagi dan dapat melakukan perang Sabil lagi. Lalu Allah menurunkan ayat 169 Ali ‘Imran (Artinya).
“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki. mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Mereka bergirang hati dengan ni`mat dan karunia yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman”(S,3 Ali ‘Imran 169-171).
Dari uraian di atas dapat difaham bahwa barang siapa lebih mendambakan pahala akhirat dan tidak takut mati-syahid dalam Jihad fi Sabilillah, maka perjuangannya akan beroleh kemenangan. Lebih jauh lagi orang yang makin mendalam cintanya kepada Allah maka dia makin berani menyrempet-nyrempet bahaya dan dalam rangka taqarrub kepada Allah maka siapa yang lebih cinta kepada Allah dia makin bertambah ikhlas berkorban, lebih suka memberikan kesenangan kepada orang lain mengalahkan kesenangan bagi dirinya sendiri. Korban bisa berwujud materi, pangkat atau bayangan masa depan kehidupan dan yang paling berat ialah mengorbankan nyawa dengan bobot mati syahid. Mati syahid dalam Jihad fi Sabilillah pahalanya benar-benar luar biasa sangat terhotmat dihadapan Allah .
Jika semua itu dibalik maka mereka yang tidak beriman kepada Allah dan mencintai dunia: harta, tahta, wanita maka mereka ini sangat takut kehilangan kekasihnya yaitu harta, tahta dan wanita sangat takut meninggalkan dunia alian takut mati.
Jika kita sudah menjadi orang yang rakus rebutan harta dunia dan takut berkorban, takut menderita, takut berjuang, sudah berwatak malas, tidak jujur, suka berkhianat, egoistis, tidak peduli kepada orang lain, maka musuh besar akan melahab merebut semua apa yang kita miliki. Rasulullah Saw bersabda dalam hadis sbb:
3745 عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمُ الْوَهْنَ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهْنُ قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ (رواه ابو داود واحمد 21363)*
Artinya: “Dari Tsauban dia berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Bangsa-bangsa non muslim diramalakan kelak akan mengroyok umat Islam persis seperti tumpeng yang diperebutkan oleh orang banyak” Maka salah seorang sahabat bertanya: “Apakah umat Islam ketika itu hanya sdikit? Beliau menjawab: “Tidak!!! Bahkan akilan berjumlah banyak sekali, tetapi bagaikan buih seperti buih air bah dan Allah melenyapkan rasa takutnya musuh Islam dari dalam .hati mereka sekaligus Allah akan mencampakkan “Al-Wahnu” ke dalam hati kalian” Salah seorang sahabat bertanya: “Apakah yang dimaksud dengan Al-Wahni itu? Beliau menjawab: : Al-Wahnu ialah cinta kepada harta dunia dan takut mati”(HR Abu Dawud CD no.3745 dan Ahmad 121363).
Cinta dunia ialah cinta kepada harta, tahta dan wanita (sex), takut mati mencakup kawatir akan tersumbat sumber mata pencaharian hidup, bangkrut perusahaannya, tertutup pintu hubungan dengan koneksi jaringannya, maka usahanya akan gagal atau berhasil sebentar tetapi segera berganti derita kesedihan dan kesengsaraan.
Hubungi kami di : http://imam-muchlas.blogspot.com
ketik kirim kepada : h.imam.muchlas @gmail.com (Tlp.0318963843)
Minggu, 17 Januari 2010
ALLAH MAHA MUTLAK DAN YESUS ITU MAKHLUK
77010Jan3 Tafsir Tematis Kontemporer
Allah itu Mutlak Maha
Yesus itu makhluk ciptaan Allah
Al-Quran S.19 Maryam 21-26
فَحَمَلَتْهُ فَانْتَبَذَتْ بِهِ مَكَانًا قَصِيًّا(22)فَأَجَاءَهَا الْمَخَاضُ إِلَى جِذْعِ النَّخْلَةِ قَالَتْ يَالَيْتَنِي مِتُّ قَبْلَ هَذَا وَكُنْتُ نَسْيًا مَنْسِيًّا(23)فَنَادَاهَا مِنْ تَحْتِهَا أَلَّا تَحْزَنِي قَدْ جَعَلَ رَبُّكِ تَحْتَكِ سَرِيًّا(24)وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا(25)فَكُلِي وَاشْرَبِي وَقَرِّي عَيْنًا فَإِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ الْبَشَرِ أَحَدًا فَقُولِي إِنِّي نَذَرْتُ لِلرَّحْمَنِ صَوْمًا فَلَنْ أُكَلِّمَ الْيَوْمَ إِنْسِيًّا(26)(مريم22-26)
Artinya:
“Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, ia berkata: "Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan".Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: "Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: "Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini"(S.19 Maryam 22-26).
Tema dan sari tilawah
Sebetulnya ayat 22 sampai 26 surat Maryam di atas merupakan sebagian dari himpunan ayat-ayat terutama dari ayat 16 sampai 32, sehingga sari tilawahnya mencakup ayat-ayat terkait, yaitu:
1. Maryam menerima wahyu akan hamil dan melahirkan bayi Nabi Isa tanpa ada hubungan dengan laki-laki.
2. Ketika kandungannya sudah tua Maryam mengaduh sangat serius, malu dan sedih sekali hampir tidak kuat.
3. Malaikat turun mensilahkan Maryam menggoyang pohon korma yang sedang masak buahnya.
4. Malaikat mempersilahkan Maryam menikmati buah kurma yang runtuh dan meminum air yang ada di dekatnya, jangan bersedih hati.
5. Jika ada orang yang menegur supaya menyuruh bayinya menjawab.
Masalah dan analisa jawaban
1. Siapa Yesus itu dan bgaimana silsiah Yesus ke atas? Jawaban: Yesus itu Nabi ‘Isa lahir tanpa ayah, maka silsilah nasabnya melalui ibunya yaitu Maryam ke atas sampai Nabi Ya’qub sampai Ibrahim.
2. Apa dan bagaimana kedudukan Roh Kudus itu di sisi Allah? Jawab: Roh Kudus dalam agama Nasrani itu maka menurut ajaran IslamRoh Kudus itu adalah malaikat Jibril utusan Allah mendapat tugas menyampaikan kalimat akan lahirnya Nabi Isa lahir tanpa ayah sebagai bukti kepada kekuasaan Allah.
3. Faktor apa saja yang dapat menetapkan suatu pelaku keajaiban itu Tuhan ataukah bukan Tuhan? Tuhan dalam Islam itu mempunyai 20 sifat dan 99 mama Alasmaul Husna yang intinya ialah Allah itu Maha Esa Mutlak. Sedangkan semua yang tida mempunyai tanda seperti itu dia bukan Tuhan.
Pendalaman dan penelitian
BAB SATU
Penciptaan Nabi ‘Isa oleh Allah
Masalah ke-1: Siapa Yesus itu dan bgaimana asal usul Yesus ke atas? Jawaban: Yesus Nabi ‘Isa itu lahir tanpa ayah, maka silsilah nasab ke atas harus melalui ibunya yaitu Maryam sampai Nabi Ya’qub, Ishaq sampai Ibrahim.
Nabi ‘Isa dengan kelahiran dan mukjizatnya yang di luar jangkauan akal manusia menimbulkan tanggapan umatnya menurut kemampuan akal umat beliau kemudian umat tersebut mendirikan agama Kristen bahkan berkembang menjadi berbagai macam madzhab dan aliran ada yang mengangkat Nabi ‘Isa menjadi Tuhan Anak dan mengangkat malaikat Jibril menjadi Tuhan Roh Kudus, ada yang menolak teori itu, ada yang membuat teori lain yang sesuai dengan kemampuan akal mereka.
Dalam hal asal usul nasab ke atas tercatat beberapa jalur dan jumlah peringkat generasinya, yaitu sebagai berikut:
Dalam Injil Matius 1:1-16 tertulis silsilah nasab Yesus ada tiga perbedaan disitu dengan yang tersebut dalam Injil Lukas 3:23-31:
1. Injil Matius menyebutkan bahwa putra Daud yang menurunkan Yesus adalah Salomo, sedangkan Lukas menyatakan bahwa yang menurunkan Yesus adalah Natan.
2. Injil Matius mencatat 27 generasi dari Daud sampai Yesus, sedangkan Lukas mencatat 42 generasi dari Daud sampai Yesus.
3. Pada Matius Injil Matius, ayah Yusuf adalah Yakub, sedangkan pada Lukas, ayah Yusuf adalah Eli.
Dan ditegaskan dalam Injil itu bahwa Yusuf tidak melakukan sanggama dengan Maria, yaitu:
”Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya.tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus” (Matius 1:24-25). Tetapi Injil Matius 1:19 menyebut Yusuf sebagai suami Maria. Ini apa maunya?
~` Kitab Injil Matius 1 ayat 3-6 dan Lukas 3 ayat 30-33 menyebutkan bahwa Daud itu keturunan Peres, padahal kitab Kejadian 38 ayat 11-18 menyatakan bahwa Peres adalah anak zina Yahuda dengan Tamar menantunya.
~ Kitab Perjanjian Lama Kitab II Samuel 11 ayat 2-5 mencatat bahwa Daud berzina dengan Batseba binti Eliam melahirkan Salomo (Nabi Sulaiman). Dalam Kitab I Raja-raja 11 ayat 1-4 Raja Salomo (Nabi Sulaiamn) itu isterinya 700 orang dan mempunyai gundik 300 orang dan durhaka kepada Tuhan. Jadi Yesus itu menurut Alkitab (Bibel) adalah keturunan dari pezina dan durhaka kepada Tuhan. Betulkah kedua kitab Samuel dan kitab Raja-raja itu Kitab Suci???
Bibel kitab Ulangan 23:2 mengatakan : Laki-laki dan perempuan yang berzina pantas menerima hukuman rajam yaitu dilempari batu sampai mati dan diasingkan serta dijauhkan dari rumah Tuhan keturunannya dari generasi ke generasi. Dan Anak-Haram tidak boleh masuk jamaah Tuhan bahkan terlarang sampai keturunannya yang kesepuluh, demikian menurut hukum Tuhan yang diwahyukan kepada Musa (Kitab Ulangan 23:2).
Pertanyaannya ialah: Mengapa silsilah nasab Yesus harus lewat Yusuf, mengapa Yesus harus lahir dari leluhur yang begitu hina? Silsilah Yesus tidak lewat Mariam dapat dibaca di bawah ini:
@ Silsilah dari Dawud sampai Yesus menurut Inji Matius 1:6-16 Dawud menurunkan anak keturunan sebagai berikut:
01. Sulaiman 02. Rehabean 03. Abia 04. Asa 05. Yosafat 06. Yoram 07. Uzia 08. Yotam 09. Ahas 10. Hizkia 11. Manasye 12. Amon 13. Yosia 14. Yekhonya 15. Sealtiel 16. Zerubabel 17. Abihud 18. Elyakim 19. Azor 20. Zadok 21. Akhim 22. Eliud 23. Eleazar 24. Matan 25. Yakub 26. YESUS
@ Silsilah nasab Yesus menurut Injil Lukas 3:23-31 dari DAUD :
01. Natan 02. Matata 03. Mina 04. Melea 05. Elaykim 06. Yonam 07. Yusuf 08. Yehuda 09. Simeon 10. Lewi 11. Matat 12. Yorim 13. Eliezer 14. Yesua 15. Er 16. Elmadam 17. Kosam 18. Adi 19. Malkhi 20. Neri 21. Sealtiel 22. Zerubabel 23. Resa 24. Yohanan 25. Yoda 26. Yosekh 27. Simei 28. Matica 29. Maat 30. Nagai 31. Hesli 32. Nahum 33. Amos 34. Matica 35. Yusuf 36. Yanai 37. Malkhi 38. Lewi 39. Matat 40. Eli 41. Yusuf 42. YESUS
~ Kitab Ulangan 23 ayat 2 menetapkan bahwa menurut Hukum Taurat bahwa anak zina sampai semua keturunannya wajib dikeluarkan dari jemaat Tuhan. Bagaimana dengan Yesus anak haram keturunan pezina ???
Dari kitab Injil itu sendiri terbukti bahwa Yusuf bukan ayah Yesus, jadi otomatis nasab Yesus harus digantungkan kepada ibunya, yaitu: Maria (Menurut Al-Quran MARYAM). Sekarang, siapakah Maria dan dari mana ia berasal? Untuk ini dapat kita baca Injil Lukas berikut:
Maka kita lihat dalam Injil Lukas berikut:
”dan sesungguhnya Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya......” (Lukas 1:36)
”....istrinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet” (Lukas 1:5).
@ Jauh berbeda dengan Al-Quran, dalam hal ini S.19 Maryam 28 bahwa N. ‘Isa itu adalah manusia yang suci putera laki-laki Maryam yang suci dari anak keturunan Nabi Musa dan Harun (asal dari Lewi bin Ya’qub). Di Dalam Al-Quran ada sekitar 14 ayat s2a87 dan lain-lain yang menyinggung masalah nenek moyang Nabi ‘Isa a.s. bukan keturunan Yehuda. Misalnya:
يَاأُخْتَ هَارُونَ مَا كَانَ أَبُوكِ امْرَأَ سَوْءٍ وَمَا كَانَتْ أُمُّكِ بَغِيًّا(مريم 28)
“Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina"(S.18 Maryam 28).
ءَاتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ وَقَفَّيْنَا مِنْ بَعْدِهِ بِالرُّسُلِ وَءَاتَيْنَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ الْبَيِّنَاتِ وَأَيَّدْنَاهُ بِرُوحِ الْقُدُسِ أَفَكُلَّمَا جَاءَكُمْ رَسُولٌ بِمَا لَا تَهْوَى أَنْفُسُكُمُ اسْتَكْبَرْتُمْ فَفَرِيقًا كَذَّبْتُمْ وَفَرِيقًا تَقْتُلُونَ( البقرة 87)
“Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mu`jizat) kepada `Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul-Qudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu angkuh; maka beberapa orang (di antara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?:(S.2 Al-Baqarah 87).
Jadi, Mariam adalah keluarga dari Elisabet keturunan Harun. Sehingga otomatis Maria juga merupakan keturunan Harun bin Amram bin Kehat bin Lewi. Semua membuktikan bahwa Yesus bukan dari keturunan Daud lebih-lebih Daud keturunan Peres, bahwa Peres adalah anak zina (Yahuda dengan Tamar menantunya Kitab Kejadian 38 ayat 11-18).
Lebih dari itu Mesias yang dijanjikan sebagai juru selamat keturunan Daud bin Isai bin Obed bin Boas bin Salmom bin Nahason bin Aminadab bin Ram bin Hezron bin Peres bin Yehuda. Pengikatan Yesus-Yusuf Daud adalah rekayasa.
Dari sisi lain kita perhatikan Nabi ’Isa a.s. itu bangsa Israel setiap harinya berbicara dalam bahasa Ibrani (Hebrew). Nama ’Isa dalam bahasa Ibrani ialah Yoshua (Yasu’), diterjemah ke dalam bahasa Latin dan Yunani menjadi Yesus dengan julukan Messiah disalin ke dalam bahasa Latin menjadi Christus disalin ke dalam bahasa Indonesia menjadi Yesus Kristus atau Isa Almasih.
@ Terciptanya Nabi ‘Isa
Adapun proses penciptaan Nabi ‘Isa a.s. oleh Allah itu berlangsung melalui: “Kalimat-Takwin”. Maksudnya ialah bahwa Nabi ‘Isa diciptakan oleh Allah melalui qudrat-Iradat Allah tidak dalam bentuk ucapan tetapi langsung penciptaan seperti halnya cara Allah dalam menciptakan alam semesta, bumi, langit, daratan, lautan, sebagaimana yang ditegaskan Allah dalam Al-Quran berikut:
إِنَّمَا قَوْلُنَا لِشَيْءٍ إِذَا أَرَدْنَاهُ أَنْ نَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ)النحل40(
“Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya: "Kun (jadilah)", maka jadilah ia”*S.16 An-Nahl 40).
Kalimat Takwin itu tidak tunduk dan tidak dibatasi oleh waktu, bilangan dan jenis, Allah berfirman:
قُلْ لَوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَنْ تَنفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّي وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِ مَدَدًا)الكهف109(
“Katakanlah: "Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula”(S.18 Al-Kahfi 109).
وَلَوْ أَنَّمَا فِي الْأَرْضِ مِنْ شَجَرَةٍ أَقْلَامٌ وَالْبَحْرُ يَمُدُّهُ مِنْ بَعْدِهِ سَبْعَةُ أَبْحُرٍ مَا نَفِدَتْ كَلِمَاتُ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ( 27).
“Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering) nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”(S.31 Luqnab 27).
Mengenai Kalimat Takwin dalam penciptaan Nabi ‘Isa dimaksud maka Allah berfirman dalam Al-Quran s3a45:
{إِذْ قَالَتْ الْمَلاَئِكَةُ يَامَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِنْهُ اسْمُهُ الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَجِيهًا فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَمِنْ الْمُقَرَّبِينَ)آل عمران 45(
“(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih `Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)”(S.4 Ali ‘Imran 45).
@ Tafsir Al-Manar (3h263) ketika menganalisa Al-Quran S.3 Ali ‘Imran 59 menyatakan sebagai berikut:
إِنَّ مَثَلَ عِيسَى عِنْدَ اللَّهِ كَمَثَلِ آدَمَ خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ (ال عمران59 )
“Sesungguhnya misal (penciptaan) `Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia”(S.3 Ali ‘Imran 59)
Bahwa Allah menciptakan ‘Isa itu persis seperti Allah menciptakan Adam yang diciptakam dari tanah. Adapun lafal “Kun fa yakun” dalam ayat ini maksudnya ialah bahwa bayi ‘Isa itu tercipta melalui Qudrat-Iradat Allah lalu terwujudlah apa yang dikehendaki Allah itu.
Perlu kita ingat bahwa Qudrat-Iradat Allah dalam mrnciptakan makhluk-alam semesta pada jaman awal sama dengan waktu Allah melenyapkan makhluk alam semesta pada akhir jaman, yaitu tidak menurut hokum lain, tetapi Allah menciptakannya terjadi menurut Qudrat-Iradat Allah, sehingga di hari kiamat nanti pelenyapan atau kejadian seluruh peristiwa di hari kiamat itu kelak persis seperti waktu Allah menciptakan makhluk alam semesta ini pada jaman awal (Jaman Azali) tidak menurut hukum lain, hukum adat atau mengikuti proses berangsur-angsur, tetapi Allah cukup dengan “Kun fa yakun” tidak melalui hukum alam, tidak tunduk mengikuti teori evolusi, sedikit demi sedikit, tidak!!! Tetapi cepat Maha Cepat secepat kilat 10 pangkat minus 34 detik.
Baiquni dalam bukunya Al-Quran dan IPTK (1994:43) menggambarkan penciptaan alam semesta di jaman awal dari titik singularitas menjadi jagad raya ini dari temperatur rendahnya 1000 trilyun derajat dibawah nol, berubah menjadi panas yang tinggi luar biasa 1000 triyun-trilyun derajat dalam waktu sepuluh pangkat minus 34 derajat (10-34), jadi mendadak terjadi dalam waktu terlalu Maha Cepat, Ekpres, Kilat.
Jadi Allah menciptakan Nabi ‘Isa itu tidak mengikuti Hukum Alam tetapi persis seperti kejadian yang digambarkan oleh Baiquni di atas demikian juga kelak akan terjadi sperti ini pada hari Kebangkitan mayat-mayat seluruh makhluk manusia hidup kembali di hari kiamat nanti tidak mengikuti lain tetapi mengikuti Qudrat-Iradat Allah. Allah berfirman:
وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَنَسِيَ خَلْقَهُ قَالَ مَنْ يُحْيِي الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ(78)قُلْ يُحْيِيهَا الَّذِي أَنْشَأَهَا أَوَّلَ مَرَّةٍ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ( يس 78-79)
“Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata! Katakanlah: "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk”(S36 Yasin 78- 79)
Tafsir Almanar (3h264) menambahkan bahwa Nabi ‘Isa a.s. diciptakan cukup dengan Kalimat-Takwin diatas itu tidak ada bedanya dengan penciptaan seluruh alam jagad raya dan isinya seluruh makhluk ini. Betul-betul Allah tidak mengirim Nabi ‘Isa a.s. sebagai Tuhan Anak, Tuhan Bapa berubah menjadi manusia, supaya disiksa oleh orang Yahudi, disalib dipaku kedua tangan dan kakinya di tiang salib, untuk menebus dosa Nabi Adam dan dosa warisan dari Nabi Adam turun menurun dosa ini kepada seluruh umat manusia. Tidak!!! Ajaran seperti ini adalah rekayasa mereka kepada Allah, dosanya terlalu besar ditambah dosa semua orang Kristen karena mengikuti rekayasa pembuatan Tuhan-tuhan Tri Tunggal, Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Tuhan Roh Kudus.
BAB DUA
Kedudukan Roh Kudus di hadapan Allah
Masalah ke-2: Apa dan bagaimana kedudukan Roh Kudus itu di sisi Allah? Jawab: Roh Kudus (dalam agama Nasrani) itu menurut ajaran Islam adalah malaikat Jibril utusan Allah dia mendapat tugas menyampaikan kabar gembira bahwa Maryam akan melahirkan Nabi Isa lahir tanpa ayah sebagai bukti kekuasaan Allah.
Roh Kudus dalam agama Nasrani
Roh Kudus dalam bahasa Inggris ialah Holy Spirit dan menurut Kamus Oxford Advanced halaman 409 Holy Spirit = The Third Person of Trinity artinya ialah Oknom ketiga dari Trinitas, yaitu person ketiga dari Tri Tunggal Tuhan, lebih mendalam lagi kita perhatikan uraian berikut:
Proses timbulnya kepecayaan kepada Roh Kudus:
~~ Mulai dari jaman hidupnya Nabi Isa sampai abad ke-iv Masehi kaum Nasrani menderita penindasan berat terutama jaman Kaisar Nero raja Romawi, kaum Nasrani dikejar-kejar ditangkap dan disiksa sangat kejam, seperti terbayang dalam film Samson and Dalila, maka Samson diadu dengam leo atau singobarong untuk dijadikan hiburan rakyat, akibatnya penyebaran agama Nasrani menghadapi kesulitan, sehingga penganut agama Nasrani yang benar takut menampakkan diri takut ditangkap oleh penguasa, akibatnya ajarannya tercampur dengan faham-faham kafir.
~~ Th. 325M atas usaha kaisar Kostantin berkumpullah 2.018 uskup di Nikea, namun berhubung dengan banyaknya jenis kepercayaan dan tulisan yang dianggap suci, akhirnya 318 imamnya yang didukung oleh Kaisar Kostantin dipelopori oleh Atahanasius dapat memaksakan putusan bahwa Yesus adalah Tuhan Anak, mengalahkan 1700 imam dibawah pimpinan Arius dan Eusebius uskup Nikomedia yang yang percaya bahwa Yesus itu makhluk mereka menolak ajaran bahwa Yesus adalah Tuhan Anak.
Konsili ini juga menetapkan bahwa Injil hanya 4 saja, yatu Injil Matius, Markus, Lukas, Yahya. Padahal pada waktu itu, 2018 uskup/imam tersebut masing-masing membawa kitab yang diyakini sebagai Kitab Suci yang diyakini asli, sehingga yang tidak disahkan terlalu banyak dan ukuran untuk menguji kebenaran memilih 4 saja itu jelas tidak menggunakan Ilmu Tarjih dalam Islam.
~~ Th.381M diselenggarakan Konsili di Kostantinopel dengan 150 uskup/imam diketuai oleh Timotius memutuskan bahwa Roh Kudus adalah Tuhan bersama-sama dengan Tuhan Bapa dan Tuhan Anak wajib disembah; keputusan ini didukung oleh kaisar Teodosius I Agung. Konsili ini diselenggaran untuk menentang pendapat Macedonius (362M) bahwa Roh Kudus itu bukan Tuhan tetapi makhluk.
~~ Konsili th.589 menetapkan bahwa Roh Kudus itu keluar dari Bapa dan Anak, padahal Konsili th.381M menetapkan bahwa Roh Kudus itu timbul dari Bapa saja.
~~ Tahun 451M diselenggarakan Konsili di Kalcedonia dengan 520 uskup menetapkan bahwa Yesus itu ya Tuhan ya manusia tetapi satu oknum. Sesudah tahun 451 Gereja Mesir dan mulai 869M gereja Ortodoks Yunani tidak dapat disatukan lagi dengan Gereja Romawi, kemudian sekitar tahun 1521 gereja Protestan berdiri sendiri dan tidak tunduk kepada gereja Katholik Romawi dengan ajarannya, karena kepercayaan yang jauh berbeda dengan mereka termasuk soal Roh Kudus itu..
Beberapa konsili diselenggarakan pada tahun 553, 680, 754,787, 869,879,1123 sampai tahun 1517 Masehi, semua didominasi oleh kelompok Trinitas mengalahkan kelompok tauhid Arius dan Eusebius dari Nekomedia. Masing-masing kelompok mempunyai kepercayaan yang berbeda-beda mengenai berbagai macam akidah dan soal ketuhanan Roh Kudus itu.
Jika kita telusuri menurut Bibel, Roh Kudus itu ialah roh dari Allah yang membimbing umat Nasrani agar dapat membedakan mana yang benar mana yang salah dan supaya mereka tetap berada di dalam jalan yang lurus. Roh Kudus juga memberi petunjuk, membimbing dan memantapkan hati umat Nasrani mentaati aturan Tuhan, semua ini disimpulkan dari Alkitab – Bibel.
Roh Kudus itu seperti lidah api, hinggap di atas tiap orang dan berkata-kata dalam banyak bahasa(Kissah Rasul 2a3-4; Matius 3a11; Galatia 3a23).
Dari sudut lain, Encyclopaedie Katholieke (Bahasa Belanda) dibawah titel Bijbel halaman 492 tercatat uraian yang dalam terjemahnya sebagai berikut:
“Pengarang-pengarang Bibel, Matius, Lukas, Markus, Yahya itu ketika menulis demikian dipengaruhi oleh jiwa-Nya hingga dalam arti yang sebenarnya pekerjaan itu bukanlah karyanya sendiri, tetapi seluruhnya dan sepenuhnya karyta Allah. Konsili Vatikan menganggap bahan-bahan itu suci karena ditulis dibawah jiwa suci dan menyebabkan Allah yang menjadi penulisnya”Pertanyaannya: Apakah Roh Kudus melihat ada 1700 Imam gereja semua membawa kitab sucinya masing-masing???
Catatan Katholieke Encyclopaedie ini bertentangan dengan Konsili 451M bahwa Roh Kudus diangkat menjadi Tuhan baru ditetapkan dalam Konsili tahun 451M dan 4 buah kitab Injil itu ditetapkan 126 tahun sebelum Roh Kudus menjadi Tuhan, yaitu tahun 325M dalam Konsili di Nikea.. Sedangkan Matius wafat 70M, Markus 65M, Lukas 95 dan Yahya 100M Injil-Injil itu ditulis sebelum wafat mereka.
Kaum Nasrani mencari-cari dukungan dari kitab suci agama Islam dengan nash di dalam Al-Quran, dengan memperkosa terjemahnya menurut akal mereka yaitu bahwa Isa itu roh dari Allah yang disebut-sebut dalam S.4 An-Nisa` 171, dengan ayat ini mereka menetapkan Roh Kudus itu Tuhan.
@ Masalah roh dari Tuhan yang ada di dalam Al-Quran
Al-Quran mencatat beberapa lafal tentang roh, dengan bunyi:
Ruhun minhu ( ( وَرُوحٌ مِنْهُ Min ruhina (ِمِنْ رُوحِنَا) semua mengarah kepada makna roh dari Tuhan, yaitu
~(1) S.4 An-Nisa`171, menyebut-nyebut bahwa roh Nabi ‘Isa itu dari -Tuhan; (2) S.66 At-Tahrim 12 menyatakan bahwa roh Nabi ‘Isa itu dari roh Kami (roh Allah) (3) S.21 Al.Anbiya` 91 mengatakan bahwa roh Nabi ‘Isa itu dari roh Kami (roh Allah).
Maka untuk roh-Kami yang ditiupkan oleh Allah kepada Nabi Isa tidak bisa dijadikan dalil bahwa Roh Kudus itu Tuhan dalam rangka Trinitas, sebab Allah juga meniupkan roh-Nya itu kepada Nabi Adam, bahkan semua anak cucu Adam, yaitu seluruh umat manusia diberi ruh dari Allah seperti ini yang disebutkan Allah dalam Al-Quran S.15 Al-Hijr 29; ;S.38 Shad 72;S.32 As-Sajdah 9 yang sama-sama juga menggunakan istilah atau lafal yang senada yaitu dengan lafal: Min ruhi( (مِنْ رُوحِي Min ruhihi ( (مِنْ رُوحِهِ Wa ruhun minhu ( ( وَرُوحٌ مِنْهMin ruhina (ِمِنْ رُوحِنَا) .
Lebih teliti lagi harus diingat bahwa masalah sesuatu yang dikaitkan kepada Allah seperti yang tercantum disitu roh-Ku, roh Kami, roh dari Tuhan, maka menurut Ibnul Qayyim harus dilihat dari segi apakah yang ditempelkan kepada Allah itu berupa sifat atau bukan sifat.
#Jika sesuatu yang ditempelkan kepada Allah itu berupa sifat maka dia itu memang melekat kepada Zat Allah.
# Tetapi jika yang digandengkan kepada kepada Allah ini bukan berupa sifat artinya materi atau benda maka dia itu makhluk diluar Zat Allah. Contohnya Baitullah=Rumah Allah, Dhuyufur Rahman=Tamu Allah, maka “rumah dan tamu” ini adalah makhluk ciptaan Allah. Lebih-lebih Anak Tuhan, Roh Tuhan jelas makhluk!!!
Oleh karena roh yang dinisbatkan kepada Allah itu bukan sifat maka roh itu adalah makhluk dan sama sekali bukan bagian dari Zat Allah. Kaum Nasrani yang mendewa-dewakan Nabi ‘Isa sebagai kalimat Allah, lalu mengarahkannya sebagai bagian dari Tuhan adalah keliru, sebab tidak ada sesuatu makhluk bagaimanapun juga hebatnya yang dapat menjadi bagian dari Zat Allah, setengah Tuhan, sepertiga Tuhan dari Trinitas, barang siapa mengangkat suatu makhluk menjadi bagian Zat Allah hukumnya musyrik.
Tafsir Al-Manar juz 3, halaman, 304 menjelaskannya bahwa Nabi ‘Isa itu diciptakan oleh Allah dengan kalimat Takwin “KUN- FAYAKUN” (كُنْ فَيَكُوْنُ) artinya: “Jadilah kamu!!! Maka terjadi betul”. bukan bagian dari Zat Allah dan tidak mengurangi sifat Wahdaniyah= tidak mengurangi ke-Maha Esa-an Allah, bukan sepertiga dari Tuhan TRITUNGGAL tetapi Allah itu Maha Tunggal-Maha Esa Mutlak. Senada dengan penjelasan ini maka Roh Kudus itu bukan Oknum dari Trinitas, Allah Bapa, Tuhan Anak dan Tuhan Roh Kudus.
B. Roh Kudus dalam Al-Quran
Roh Kudus dalam Al-Quran tertulis berbunyi Ruhul Qudus ( روح القدس ) termaktub dalam 4 tempat, yaitu S.2 Al-Baqarah 87 dan 253, S.5 Al-Maidah 110 dan S.16 An-Nahl 102, lebih jelasnya adalah sebagai berikut:
وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ وَقَفَّيْنَا مِنْ بَعْدِهِ بِالرُّسُلِ وَءَاتَيْنَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ الْبَيِّنَاتِ وَأَيَّدْنَاهُ بِرُوحِ الْقُدُسِ أَفَكُلَّمَا جَاءَكُمْ رَسُولٌ بِمَا لَا تَهْوَى أَنْفُسُكُمُ اسْتَكْبَرْتُمْ فَفَرِيقًا كَذَّبْتُمْ وَفَرِيقًا تَقْتُلُونَ(87)(البقرة)
Artinya: “Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mu`jizat) kepada `Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul-Qudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu angkuh; maka beberapa orang (di antara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?”(S.2 Al-Baqarah 87).
Para ulama menyatakan bahwa Roh Kudus dalam ayat itu ialah malaikat Jibtil.
Jika Roh Kudus yang didewa-dewakan sebagai Tuhan dalam Tri Tunggal kaum Nasrani dan mereka sembah itu bukan malaikat Jibril dalam pengertian ajaran Islam. Roh Kudus dalam agama Nasrani yang dibayangkan oleh petinggi gereja Nasrani itu sama sekali bukan bagian dari Dzat Allah dan barang siapa menyembah selain Allah hukumnya adalah musyrik.
Ibnu ‘Umar berkata bahwa syirk yang paling besar ialah perbuatan menyembah Nabi ‘Isa.
BAB TIGA
Allah itu Mutlak Maha
Yesus itu makhluk Ciptaan Allah
Masalah ke-3: Faktor apa saja yang dapat menetapkan suatu pelaku keajaiban itu Tuhan ataukah bukan Tuhan? Tuhan dalam Islam itu mempunyai 20 sifat dan 99 mama Alasmaul Husna yang intinya ialah Allah itu Maha Esa Mutlak. Sedangkan semua yang tida mempunyai tanda seperti itu dia bukan Tuhan.
I. Allah itu Mutlak Maha
Tercatat dalam berbagai macam wacana Ilmu Kristologi dapat dijelaskan bahwa mereka yang mempercayai bahwa Yesus itu salah satu oknum Tritunggal Tuhan bersama dengan Roh Kudus dan Allah Bapa, alasannya ialah adanya keajaiban diri Yesus dari kelahirannya sampai wafat beliau.
Menurut kepercayaan Islam Yesus itu adalah Nabi Isa a.s. putera laki-laki yang suci Maryam yang suci. Beliau adalah seorang nabi yang diutus menjadi Rasul untuk membimbing umat menyembah hanya kepada Allah. Dan bukti sebagai nabi utusan Allah maka Allah memberi kepada Nabi ‘Isa a.s. beberapa Mukjizat yaitu suatu keadaan yang diciptakan oleh Allah dalam diri Nabi ‘Isa sebagaimana mukjizat semua nabi dan rasul sebelumnya.
Ahli pikir dan tokoh Muktazilah berkata bahwa Allah itu hanya mempunyai satu sifat yaitu Mutlak Maha Esa, sedangkan ulama Asy’ariyah berkata bahwa Allah itu mempunyai sufat 20, yaitu:
(1) Wujud. (2) Qidam. (3) Baqa`. (4) Mukhalafatuhu lilhawaditsi. (5) Qiyamuhu bi nafsihi. (6) Wahdaniyah. (7) Qudrat. (8) Iradat. (9) ‘Ilmu. (10) Hayat. (11) Sama’ (12) Bashar. (13) Kalam. (14) Qadiran. (15) Muridan. (16) ‘Aliman. (17) Hayyan. (18) Sam’ian. (19 Bashiran. (20) Mutakalliman.
Artinya: (1) Ada. (2) Lebih dahulu.(3) Kekal. (4) Berbeda dari segala makhluk. (5) Berdiri sendiri. (6) Maha Esa. (7) Maha Kuasa.(8)Berkehendak.(9) Maha Mengetahui. (10) Hidup.(11) Maha Mendengar. (12) Maha Melihat. (13) Berkata-kata. (14)Yang berkuasa.(15)Yang berkehendak. (16)Yang mengetahui. (17)Yang hidup. (18) Yang mendengar. (19)Yang melihat. (20)Yang berkata-kata.
Disamping 20 sifat wajib maka sekaligus Allah mempunyai 20 sifat Mustahil, yaitu semua yang bertentangan dengan 20 siat wajib itu. Oleh karena itu wajib atas tiap-tiap orang mukallaf mengetahui sifat-sifat yang mustahil bagi Allah yang menjadi lawan daripada dua puluh sifat yang wajib di atas..
Disamping 20 sifat maka Allah juga mempunyai 99 nama yang disebut dengan Al-Asmaul Husna. Semuanya termaktub dalam berbagai macam surat dan ayat, secara isyarat disebut dalam s17a110 dan s20a8 dan secara singkat disebut dalam s59a23:
هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ()هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (الحشر 23-24)
“Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”(S.59 Al-Hasyr 23-24).
Kitab Sunan Turmudzi hadis no.3479, meriwayatkan hadis rincian 99 nama itu dan barang siapa memperhitungkannya 99 nama ini maka dia masuk surga :
(1)الرَّحْمَنُ (2) الرَّحِيمُ (3) الْمَلِكُ (4) الْقُدُّوسُ (5) السَّلَامُ (6)الْمُؤْمِنُ (7)الْمُهَيْمِنُ (8) الْعَزِيزُ (9)الْجَبَّارُ (10) الْمُتَكَبِّرُ(11)الْخَالِقُ (12) الْبَارِئُ (13) الْمُصَوِّرُ(14) الْغَفَّارُ (15)الْقَهَّارُ(16) الْوَهَّاب (17)الرَّزَّاقُ (18) الْفَتَّاحُ (19) الْعَلِيمُ (20)الْقَابِضُ(21) الْبَاسِطُ (22) الْخَافِضُ(23) الرَّافِعُ (24) الْمُعِزُّ (25) الْمُذِلُّ(26) السَّمِيعُ (26)الْبَصِيرُ (28) الْحَكَمُ (29) الْعَدْلُ (30) اللَّطِيفُ(31) الْخَبِيرُ(32) الْحَلِيمُ (33)الْعَظِيمُ(34) الْغَفُورُ(35) الشَّكُورُ (36)الْعَلِيُّ (37) الْكَبِيرُ (38) الْحَفِيظُ (39) الْمُقِيتُ (40)الْحَسِيبُ (41) الْجَلِيلُ (42) الْكَرِيم (43)الرَّقِيبُ (44) الْمُجِيب (45)الْوَاسِعُ (46) الْحَكِيمُ (47) الْوَدُودُ(48) الْمَجِيدُ (49) الْبَاعِثُ (50) الشَّهِيدُ (51)الْحَقُّ (52) الْوَكِيلُ (53) الْقَوِيُّ(54)الْمَتِين(55) الْوَلِيُّ(56) الْحَمِيدُ (57) الْمُحْصِي (58)الْمُبْدِئُ(59) الْمُعِيدُ (60) الْمُحْيِي(61) الْمُمِيتُ(62) الْحَيُّ (63)الْقَيُّومُ (64) الْوَاجِدُ(65) الْمَاجِدُ(66) الْوَاحِدُ (67) الصَّمَدُ (68) الْقَادِرُ (69) الْمُقْتَدِرُ(70) الْمُقَدِّمُ(71) الْمُؤَخِّرُ (72)الْأَوَّلُ (73) الْآخِرُ (74) الظَّاهِرُ (75) الْبَاطِنُ(76)الْوَالِيَ(77)الْمُتَعَالِي(78)الْبَرُّ (79) التَّوَّابُ (80)الْمُنْتَقِمُ(81)الْعَفُوُّ (82)الرَّءُوفُ(83)مَالِكُالْمُلْكِ(84ذُوالْجَلَالِ(85)وَالْإِكْرَامِ(86)الْمُقْسِطُ(87)الْجَامِع(88)الْغَنِيُّ 9)الْمُغْنِي (90) الْمَانِعُ(91) الضَّارُّ (92) النَّافِعُ (93) النُّورُ (94) الْهَادِي(95) الْبَدِيعُ(96)الْبَاقِي(97)الْوَارِثُ(98) الرَّشِيدُ (99) الصَّبُورُ
Artinya:
(1) Yang Maha Pemurah; (2_ Yang Maha penyayang; (3) Yang Maha Kuasa. (4) Yang Maha Suci; (5) Yang Maha Sejahtera;(6) Yang memberikan rasa aman;(7) Yang Maha Memelihat.(8) Yang Maha Perkas(9) Yang Maha Memaks(10) Yang Memiliki kebesaran;(11)Yang Maha Mencipta;(12) Yang Maha Melepaskan;
(13) Yang menciptakan rupa makhluk;(14) Yang Maha Mengampuni;(15). Yang Maha Perkasa;(16) Yang Maha Pemberi Karunia;(17)Yang Maha Pemberi Rizki;(18) Yang Maha Pembuka;
(19) Yang Maha Mengetahui Segalanya;(20)- Yang Maha Menyempitkan kenikmatan;21. Yang Maha Melapangkan Rizki;
22. Yang Maha Merendahkan makhluknya;23. Yang Meninggikan Martabat makhluknya;24. Yang Maha Memuliakan makhluknya;25. Yang Maha Menghinakan makhluknya;26. Yang Maha Mendengar;27. Yang Maha Melihat;28. Yang Maha menetapkan;29. Yang Maha Adil;30. Yang Maha penyantun;31. Yang Maha Mengetahui Segala Rahasia;32. Yang Maha Penyantun, lembut;33. Yang Maha Agung dari segalanya;34. Yang Maha pengampun;35. Yang Maha Membalas jasa atas amal baik hamba-Nya;36. Yang Maha Tinggi;37. Yang Maha Besar;38. Yang Maha Menjaga;39. Yang Maha Memelihara;40. Yang Maha Pembuat Perhitungan;41. Yang memiliki segala keagungan;42. Yang Maha Mulia;43. Yang Maha Mengawasi;44. Yang Maha Mengabulkan;45. Yang Maha Luas;46. Yang Maha Bijaksana;47. Yang Maha Pengasih;48. Yang Maha Mulia;49. Yang Maha Membangkitkan;50. Yang Maha Menyaksikan;51. Yang Maha Benar;52. Yang Maha Memelihara;53. Yang Maha Kuat;54. Yang Maha Kokoh;55. Yang Maha Melindungi;56. Yang Maha Terpuji;
57. Yang Maha Menghitung dan mengetahui jumlah dan ukuran segala sesuatu;58. Yang Maha Memulai;59. Yang Maha Mengembalikan kehidupan makhluk-Nya;60. Yang Maha Menghidupkan;61. Yang Maha Mematikan;62. Yang Maha Hidup;63. Yang Maha Mandiri;64. Yang Maha Menemukan apa yang dikehendaki; 65. Yang Maha Mulia;(Almajidu)66. Yang MahaEsa/Tunggal; 67. Yang Maha dibutuhkan; 68. Yang Maha Kuasa; 69. Yang Maha Berkuasa; 70. Yang Maha Mendahulukan;
71. Yang Maha Mengakhirkan;72. Yang Maha Permulaan;73. Yang Maha Akhir;74. Yang Maha Nyata;75.Yang Maha Ghaib;76. Yang Maha Memerintah;77. Yang Maha Tinngi;78 Yang Maha Derma;79. Yang Maha Menerima Taubat hamba-Nya;80. Yang Maha Penyiksa;81. Yang Maha Pemaaf;82. Yang MahaPengasih;83.Yang Maha Merajai Kerajaan;84. Yang Maha Memiliki kebesaran.85. Yang Maha Memiliki Kemuliaan;86. Yang Maha Adil;87. Yang Maha Pengumpul;88. Yang Maha Kaya;89. Yang Maha Berkecukupan;90. Yang Maha Mencegah;91. Yang Maha Pemberi Derita;92. Yang Maha Pemberi Manfaat;93. Yang Maha Bercahaya;94. Yang Maha Memberi Petunjuk;95. Yang Maha Pencipta;96. Yang Maha Kekal;97. Yang Maha Pewaris;98. Yang Maha Pandai;99. Yang Maha Sabar;
II. Yesus itu makhluk ciptaan Allah
John Bidle (1662M) dalam bukunya Twelve Arguments mengemukakan 14 dalil bahwa Yesus itu bukan Tuhan tetapi makhluk ciptaan Allah, yaitu:
1. Yesus bersyukur kepada Allah, termaktub dalam Injil Matius 11 ayat 25.
2. Yesus bersedih hati termaktub dalam Injil Matius 26 ayat 38 dan Markus 4 ayat 34.
3. Yesus diludahi dan dipukuli, termaktub dalam Injil Matius 27 ayat 30, Injil Markus 15 ayat 19 dan Yohanes 19 ayat 3.
4. Yesus berteriak-teriak mengaduh kepada Tuhan, termaktub dalam Injil Matius 27 ayat 46-47, Markus 15 ayat 33-41, Lukas 23 ayat 44-49 dan Yohanes 19 ayat 28-30.
5. Yesus takut dan gemetar disebut dalam Injil Markus 14 ayat 33.
6. Yesus ketakutan melihat nalaikat tersebut dalam InjilLukas 22 ayat 43-44.
7. Yesus dimainkan (dikendalikan) oleh Tuhan tersebut dalam Yohanes 5 ayat 30.
8. Yesus diutus oleh Tuhan tersebut dalam Injil Markus 9 ayat 37 dan Yohanes 5 ayat 30.
9. Yesus mendengarkan firman dari Tuhan tersebut dalam Injil 8 ayat 26 .
10. Yesus lebih kecil di banding dengan Tuhan tersebut dalam Injil Yohanes 14 ayat 28.
11. Yesus pergi menghadap Tuhan tersebut dalam Injil Yohanes 16 ayat 5 dan 17.
12. Yesus menerima kasih sayang dari Tuhan tersebut dalam Injil Matius 3ayat 17, Markus 1 ayat 11, Lukas 3 ayat 22 dan Yohanes 15 ayat 9.
13. Yesus menyerahkan nyawanya kepada Tuhan tersebut dalam Injil Lukas 23 ayat 46;
14. Yesus tidak berdiri sendiri masih memerlukan Tuhan tersebut dalam Injil Yohanes 8 ayat 16.
@ Contohnya ialah Injil Matius 27 ayat 46-47, Markus 15 ayat 33-41, Lukas 23 ayat 44-49 dan Yohanes 19 ayat 28-30 mencatat bunyi sebagai berikut:
“Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring” Allah-ku, Allah-ku, mengapa Engkau meninggalkan aku. Mendengar itu beberapa orang yang berdiri disitu berkata: “Ia memanggil Elia”
Hj. Irena Handono dalam bukunya Islam dihujat menambah ciri- ciri bahwa Yesus itu bukan Tuhan, yaitu:
1. Yesus duduk di sebelah kanan Tuhan (Markus 16 ayat19, Roma 8 ayat 4
2. Yesus berdiri di sebelah kanan Tuhan (Kisah Para Rasaul 7 ayat 56)
3. Tuhan tahu kapan hari kiamat, Yesus tidak tahu kapan hari kiamat (Matus 24 ayat 36)
4. Yesus itu utusan Tuhan tertulis dalam Injil Markus 9 ayat 37; Yohanes 5 ayat 24, 30; 7 ayat 29, 33; 8 ayat 16; 18 ayat 26; 9 ayat 4; 10 ayat 36; 11 ayat 42; 13 ayat 20; 16 ayat 5; 17 ayat 3; 8 ayat 3; 8 ayat 23,25;
@ Untuk membuktikan diri sebagai Rasul Utusan Allah maka Nabi ‘Isa a.s. dibekali mukjizat. Sehingga kejadian yang luar biasa Nabi ‘Isa a.s. dan peristiwa serta perbuatan yang kuar biasa itu atas ijin Allah, yaitu menghidupkan orang mati, mengobati orang buta sejak lahir, menyembuhkan orang sakit lepra dan yang lain adalah karena ijin Allah, bukan kemauan bukan perbuatan di luar ijin Allah, seluruh mukjizat tidak dapat digunakan sekehendak hati Nabi ‘Isa sendiri atau nabi-nabi yang lain, diluar ijin Allah. Hal ini ditegaskan oleh Allah dalam Al-Quran:
إِذْ قَالَ اللَّهُ يَاعِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ اذْكُرْ نِعْمَتِي عَلَيْكَ وَعَلى وَالِدَتِكَ إِذْ أَيَّدْتُكَ بِرُوحِ الْقُدُسِ تُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلًا وَإِذْ عَلَّمْتُكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ وَإِذْ تَخْلُقُ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ بِإِذْنِي فَتَنْفُخُ فِيهَا فَتَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِي وَتُبْرِئُ الْأَكْمَهَ وَالْأَبْرَصَ بِإِذْنِي وَإِذْ تُخْرِجُ الْمَوْتَى بِإِذْنِي وَإِذْ كَفَفْتُ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَنْكَ إِذْ جِئْتَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ إِنْ هَذَا إِلَّا سِحْرٌ مُبِينٌ(المائدة 110)
“(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: "Hai `Isa putra Maryam, ingatlah ni`mat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) di waktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan izin-Ku, kemudian kamu meniup padanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah), waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata: "Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata"(S.5 Al-Maidah 110)(Lihat juga S.3 Ali ‘Imran 49).
Di samping itu tercatat pula bahwa semua nabi mengajak dan membimbing umatnya kepada monotheisme, agama tauhid bahwa Tuhan itu Maha Esa, sebagaimana termaktub dalam Kitab Suci agama Nasrani Al-Kitab atau Bibel berikut:”
1. Nabi Musa mengajak kepada agama Tauhid: Ulangan 4 ayat 35; 6 ayat 4; 32 ayat 39.
2. Nabi Dawud mengajak kepada agama Tauhid: Kitab II Samuel 7 ayat 22; Mazmur 86 ayat 8
3. Nabi Sulaiman mengajak kepada agama Tauhid: Kitab I Raja-raja 8ayat 23
4. Nabi Yesaya mengajak kepada agama Tauhid: Yesaya 43 ayat 10-11, 44 ayat 6; 45 ayat 5-6; 46 ayat 9
5. Yesus mengajak kepada agama Tauhid: Injil Yohanes 5 ayat 30; 17 ayat 3, Markus 12 ayar 29; Tercatat dalam Injil-Markus 12 ayat 29 sebagai berikut:
“ Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah dengarkan: “Hai orang Bani Israel, Tuhan Allah kita Tuhan itu Esa” (Markus 12 ayat 29).
Ayat ini sangat mirip dengan sabda Nabi ‘Isa a.s. yang diterangkan Allah dalam Al-Quran ayat 51 surat Ali ‘Imran ini:
اللَّهَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ( ال عمران 51)
“Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus"(S.3 A;I ‘Imran 51).
Di hari kiamat kelak Allah akan betanya kepada Nabi ‘Isa mengapa kaum Nasrani mengangkat Yesus menjadi Tuhan dan mereka sembah, maka Nabi ‘Isa menjawab sebagai berikut:
وَإِذْ قَالَ اللَّهُ يَاعِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ ءَأَنْتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّيَ إِلَهَيْنِ مِنْ دُونِ اللَّهِ قَالَ سُبْحَانَكَ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِي بِحَقٍّ إِنْ كُنْتُ قُلْتُهُ فَقَدْ عَلِمْتَهُ تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلَا أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ(الماءدة 116)
“Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai `Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?" `Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib"(S.5 Al-Maidah 116).
Al-Quran menentang keras penyembahan kepada Trinitas atau Tri Tunggal, Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Roh Kudus sebagaimana disebut dalam Al-Quran s5 Al-Maidah 72-73, S.19 Maryam 35; S.18 Al-Kahfi 4-5. S.112 Al-Ikhlash 1-4; S.4 An-Nisa` 171, S.5 Al-Maidah 116.
Renungan
Jika kita mempunyai kelonggaran waktu, kita coba merenungkan keadaan di awal jaman dahulu. Kata para pakar Ilmu Fisika penciptaan alam semesta ini dimulai dari Dentuman Hebat dari suatu padatan calon jagad raya. Dari dentuman ini lalu terjadi benda-benda angkasa yang asalnya panas, ada yang berangsur-angsur menjadi dingin misalnya bumi, ada yang tetap panas dan bersinar yaitu matahari. Bumi yang dingin dalam waktu yang terlalu lama akhirnya menjadi basah kulinya, menumbuhkan air, tumbuh-tumbuhan dan hewan sedangkan manusia termasuk belakangan sekali.
Ahmad Baiquni Prof,MSc, PhD, dalam bukunya Al-Quran & Iptek (1994:40) setelah membaca Al-Quran s41a11-12, s65a12, s11a7, s35a41,s21a104 dikaitkan dengan s21a30, s51a47, maka beliau teringat kepada teori Big Bang pakar Ilmu Fisika bahwa sekitar 15 milyard tahun yang silam, maka alam semesta ini bermula dari dentuman hebat yang keras sangat mengerikan dari satu titik singularitas, dalam suhu yang tiada terhingga panasnya sekitar seribu trilyun-trilyun derajat Celsius, tidak ada sesuatu yang mampu bertahan di sana. Lalu dari satu titik singularitas itu disusul dengan terwujudnya jagad raya ini.
Tercatat di sana bahwa sebelum terjadi Big Bang (Dentuman Hebat yang Mengerikan) ini tidak ada materi, tidak ada ruang, tidak ada waktu tidak ada energi.
Tetapi kita umat yang beriman yakin bahwa saat itu tidak ada materi, tidak ada ruang, tidak ada waktu tidak ada sinar, tidak ada energi, kita yakin yang ada hanya Allah yang mempunyai sifat Mutlak Maha dan Absolut Maha Esa, Maha Pencipta seluruh makhluk. Pada jaman azali itu yang ada hanya Allah, tidak ada Trinitas, tidak ada Tri Tunggal, tidak ada Yesus, tidak ada Roh Kudus, tidak ada Budha Gautama, tidak ada Dewa-Dewi, tidak ada berhala, tidak ada tuhan-tuhan buatan manusia, tidak ada setan, demit, gendruwo, ilu-ilu, banaspati, wedhon, memedi, tidak ada wali, tidak ada orang pinter, tidak ada orang kramat, tidak ada dukun, tidak ada makhluk manapun juga , TIDAK ADA APA-APA SELAIN ALLAH ( لااله الا الله).
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Hubungi kami di : http://imam-muchlas.blogspot.com
ketik kirim kepada : h.imam.muchlas @gmail.com
Allah itu Mutlak Maha
Yesus itu makhluk ciptaan Allah
Al-Quran S.19 Maryam 21-26
فَحَمَلَتْهُ فَانْتَبَذَتْ بِهِ مَكَانًا قَصِيًّا(22)فَأَجَاءَهَا الْمَخَاضُ إِلَى جِذْعِ النَّخْلَةِ قَالَتْ يَالَيْتَنِي مِتُّ قَبْلَ هَذَا وَكُنْتُ نَسْيًا مَنْسِيًّا(23)فَنَادَاهَا مِنْ تَحْتِهَا أَلَّا تَحْزَنِي قَدْ جَعَلَ رَبُّكِ تَحْتَكِ سَرِيًّا(24)وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا(25)فَكُلِي وَاشْرَبِي وَقَرِّي عَيْنًا فَإِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ الْبَشَرِ أَحَدًا فَقُولِي إِنِّي نَذَرْتُ لِلرَّحْمَنِ صَوْمًا فَلَنْ أُكَلِّمَ الْيَوْمَ إِنْسِيًّا(26)(مريم22-26)
Artinya:
“Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, ia berkata: "Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan".Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: "Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: "Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini"(S.19 Maryam 22-26).
Tema dan sari tilawah
Sebetulnya ayat 22 sampai 26 surat Maryam di atas merupakan sebagian dari himpunan ayat-ayat terutama dari ayat 16 sampai 32, sehingga sari tilawahnya mencakup ayat-ayat terkait, yaitu:
1. Maryam menerima wahyu akan hamil dan melahirkan bayi Nabi Isa tanpa ada hubungan dengan laki-laki.
2. Ketika kandungannya sudah tua Maryam mengaduh sangat serius, malu dan sedih sekali hampir tidak kuat.
3. Malaikat turun mensilahkan Maryam menggoyang pohon korma yang sedang masak buahnya.
4. Malaikat mempersilahkan Maryam menikmati buah kurma yang runtuh dan meminum air yang ada di dekatnya, jangan bersedih hati.
5. Jika ada orang yang menegur supaya menyuruh bayinya menjawab.
Masalah dan analisa jawaban
1. Siapa Yesus itu dan bgaimana silsiah Yesus ke atas? Jawaban: Yesus itu Nabi ‘Isa lahir tanpa ayah, maka silsilah nasabnya melalui ibunya yaitu Maryam ke atas sampai Nabi Ya’qub sampai Ibrahim.
2. Apa dan bagaimana kedudukan Roh Kudus itu di sisi Allah? Jawab: Roh Kudus dalam agama Nasrani itu maka menurut ajaran IslamRoh Kudus itu adalah malaikat Jibril utusan Allah mendapat tugas menyampaikan kalimat akan lahirnya Nabi Isa lahir tanpa ayah sebagai bukti kepada kekuasaan Allah.
3. Faktor apa saja yang dapat menetapkan suatu pelaku keajaiban itu Tuhan ataukah bukan Tuhan? Tuhan dalam Islam itu mempunyai 20 sifat dan 99 mama Alasmaul Husna yang intinya ialah Allah itu Maha Esa Mutlak. Sedangkan semua yang tida mempunyai tanda seperti itu dia bukan Tuhan.
Pendalaman dan penelitian
BAB SATU
Penciptaan Nabi ‘Isa oleh Allah
Masalah ke-1: Siapa Yesus itu dan bgaimana asal usul Yesus ke atas? Jawaban: Yesus Nabi ‘Isa itu lahir tanpa ayah, maka silsilah nasab ke atas harus melalui ibunya yaitu Maryam sampai Nabi Ya’qub, Ishaq sampai Ibrahim.
Nabi ‘Isa dengan kelahiran dan mukjizatnya yang di luar jangkauan akal manusia menimbulkan tanggapan umatnya menurut kemampuan akal umat beliau kemudian umat tersebut mendirikan agama Kristen bahkan berkembang menjadi berbagai macam madzhab dan aliran ada yang mengangkat Nabi ‘Isa menjadi Tuhan Anak dan mengangkat malaikat Jibril menjadi Tuhan Roh Kudus, ada yang menolak teori itu, ada yang membuat teori lain yang sesuai dengan kemampuan akal mereka.
Dalam hal asal usul nasab ke atas tercatat beberapa jalur dan jumlah peringkat generasinya, yaitu sebagai berikut:
Dalam Injil Matius 1:1-16 tertulis silsilah nasab Yesus ada tiga perbedaan disitu dengan yang tersebut dalam Injil Lukas 3:23-31:
1. Injil Matius menyebutkan bahwa putra Daud yang menurunkan Yesus adalah Salomo, sedangkan Lukas menyatakan bahwa yang menurunkan Yesus adalah Natan.
2. Injil Matius mencatat 27 generasi dari Daud sampai Yesus, sedangkan Lukas mencatat 42 generasi dari Daud sampai Yesus.
3. Pada Matius Injil Matius, ayah Yusuf adalah Yakub, sedangkan pada Lukas, ayah Yusuf adalah Eli.
Dan ditegaskan dalam Injil itu bahwa Yusuf tidak melakukan sanggama dengan Maria, yaitu:
”Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya.tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus” (Matius 1:24-25). Tetapi Injil Matius 1:19 menyebut Yusuf sebagai suami Maria. Ini apa maunya?
~` Kitab Injil Matius 1 ayat 3-6 dan Lukas 3 ayat 30-33 menyebutkan bahwa Daud itu keturunan Peres, padahal kitab Kejadian 38 ayat 11-18 menyatakan bahwa Peres adalah anak zina Yahuda dengan Tamar menantunya.
~ Kitab Perjanjian Lama Kitab II Samuel 11 ayat 2-5 mencatat bahwa Daud berzina dengan Batseba binti Eliam melahirkan Salomo (Nabi Sulaiman). Dalam Kitab I Raja-raja 11 ayat 1-4 Raja Salomo (Nabi Sulaiamn) itu isterinya 700 orang dan mempunyai gundik 300 orang dan durhaka kepada Tuhan. Jadi Yesus itu menurut Alkitab (Bibel) adalah keturunan dari pezina dan durhaka kepada Tuhan. Betulkah kedua kitab Samuel dan kitab Raja-raja itu Kitab Suci???
Bibel kitab Ulangan 23:2 mengatakan : Laki-laki dan perempuan yang berzina pantas menerima hukuman rajam yaitu dilempari batu sampai mati dan diasingkan serta dijauhkan dari rumah Tuhan keturunannya dari generasi ke generasi. Dan Anak-Haram tidak boleh masuk jamaah Tuhan bahkan terlarang sampai keturunannya yang kesepuluh, demikian menurut hukum Tuhan yang diwahyukan kepada Musa (Kitab Ulangan 23:2).
Pertanyaannya ialah: Mengapa silsilah nasab Yesus harus lewat Yusuf, mengapa Yesus harus lahir dari leluhur yang begitu hina? Silsilah Yesus tidak lewat Mariam dapat dibaca di bawah ini:
@ Silsilah dari Dawud sampai Yesus menurut Inji Matius 1:6-16 Dawud menurunkan anak keturunan sebagai berikut:
01. Sulaiman 02. Rehabean 03. Abia 04. Asa 05. Yosafat 06. Yoram 07. Uzia 08. Yotam 09. Ahas 10. Hizkia 11. Manasye 12. Amon 13. Yosia 14. Yekhonya 15. Sealtiel 16. Zerubabel 17. Abihud 18. Elyakim 19. Azor 20. Zadok 21. Akhim 22. Eliud 23. Eleazar 24. Matan 25. Yakub 26. YESUS
@ Silsilah nasab Yesus menurut Injil Lukas 3:23-31 dari DAUD :
01. Natan 02. Matata 03. Mina 04. Melea 05. Elaykim 06. Yonam 07. Yusuf 08. Yehuda 09. Simeon 10. Lewi 11. Matat 12. Yorim 13. Eliezer 14. Yesua 15. Er 16. Elmadam 17. Kosam 18. Adi 19. Malkhi 20. Neri 21. Sealtiel 22. Zerubabel 23. Resa 24. Yohanan 25. Yoda 26. Yosekh 27. Simei 28. Matica 29. Maat 30. Nagai 31. Hesli 32. Nahum 33. Amos 34. Matica 35. Yusuf 36. Yanai 37. Malkhi 38. Lewi 39. Matat 40. Eli 41. Yusuf 42. YESUS
~ Kitab Ulangan 23 ayat 2 menetapkan bahwa menurut Hukum Taurat bahwa anak zina sampai semua keturunannya wajib dikeluarkan dari jemaat Tuhan. Bagaimana dengan Yesus anak haram keturunan pezina ???
Dari kitab Injil itu sendiri terbukti bahwa Yusuf bukan ayah Yesus, jadi otomatis nasab Yesus harus digantungkan kepada ibunya, yaitu: Maria (Menurut Al-Quran MARYAM). Sekarang, siapakah Maria dan dari mana ia berasal? Untuk ini dapat kita baca Injil Lukas berikut:
Maka kita lihat dalam Injil Lukas berikut:
”dan sesungguhnya Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya......” (Lukas 1:36)
”....istrinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet” (Lukas 1:5).
@ Jauh berbeda dengan Al-Quran, dalam hal ini S.19 Maryam 28 bahwa N. ‘Isa itu adalah manusia yang suci putera laki-laki Maryam yang suci dari anak keturunan Nabi Musa dan Harun (asal dari Lewi bin Ya’qub). Di Dalam Al-Quran ada sekitar 14 ayat s2a87 dan lain-lain yang menyinggung masalah nenek moyang Nabi ‘Isa a.s. bukan keturunan Yehuda. Misalnya:
يَاأُخْتَ هَارُونَ مَا كَانَ أَبُوكِ امْرَأَ سَوْءٍ وَمَا كَانَتْ أُمُّكِ بَغِيًّا(مريم 28)
“Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina"(S.18 Maryam 28).
ءَاتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ وَقَفَّيْنَا مِنْ بَعْدِهِ بِالرُّسُلِ وَءَاتَيْنَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ الْبَيِّنَاتِ وَأَيَّدْنَاهُ بِرُوحِ الْقُدُسِ أَفَكُلَّمَا جَاءَكُمْ رَسُولٌ بِمَا لَا تَهْوَى أَنْفُسُكُمُ اسْتَكْبَرْتُمْ فَفَرِيقًا كَذَّبْتُمْ وَفَرِيقًا تَقْتُلُونَ( البقرة 87)
“Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mu`jizat) kepada `Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul-Qudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu angkuh; maka beberapa orang (di antara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?:(S.2 Al-Baqarah 87).
Jadi, Mariam adalah keluarga dari Elisabet keturunan Harun. Sehingga otomatis Maria juga merupakan keturunan Harun bin Amram bin Kehat bin Lewi. Semua membuktikan bahwa Yesus bukan dari keturunan Daud lebih-lebih Daud keturunan Peres, bahwa Peres adalah anak zina (Yahuda dengan Tamar menantunya Kitab Kejadian 38 ayat 11-18).
Lebih dari itu Mesias yang dijanjikan sebagai juru selamat keturunan Daud bin Isai bin Obed bin Boas bin Salmom bin Nahason bin Aminadab bin Ram bin Hezron bin Peres bin Yehuda. Pengikatan Yesus-Yusuf Daud adalah rekayasa.
Dari sisi lain kita perhatikan Nabi ’Isa a.s. itu bangsa Israel setiap harinya berbicara dalam bahasa Ibrani (Hebrew). Nama ’Isa dalam bahasa Ibrani ialah Yoshua (Yasu’), diterjemah ke dalam bahasa Latin dan Yunani menjadi Yesus dengan julukan Messiah disalin ke dalam bahasa Latin menjadi Christus disalin ke dalam bahasa Indonesia menjadi Yesus Kristus atau Isa Almasih.
@ Terciptanya Nabi ‘Isa
Adapun proses penciptaan Nabi ‘Isa a.s. oleh Allah itu berlangsung melalui: “Kalimat-Takwin”. Maksudnya ialah bahwa Nabi ‘Isa diciptakan oleh Allah melalui qudrat-Iradat Allah tidak dalam bentuk ucapan tetapi langsung penciptaan seperti halnya cara Allah dalam menciptakan alam semesta, bumi, langit, daratan, lautan, sebagaimana yang ditegaskan Allah dalam Al-Quran berikut:
إِنَّمَا قَوْلُنَا لِشَيْءٍ إِذَا أَرَدْنَاهُ أَنْ نَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ)النحل40(
“Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya: "Kun (jadilah)", maka jadilah ia”*S.16 An-Nahl 40).
Kalimat Takwin itu tidak tunduk dan tidak dibatasi oleh waktu, bilangan dan jenis, Allah berfirman:
قُلْ لَوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَنْ تَنفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّي وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِ مَدَدًا)الكهف109(
“Katakanlah: "Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula”(S.18 Al-Kahfi 109).
وَلَوْ أَنَّمَا فِي الْأَرْضِ مِنْ شَجَرَةٍ أَقْلَامٌ وَالْبَحْرُ يَمُدُّهُ مِنْ بَعْدِهِ سَبْعَةُ أَبْحُرٍ مَا نَفِدَتْ كَلِمَاتُ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ( 27).
“Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering) nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”(S.31 Luqnab 27).
Mengenai Kalimat Takwin dalam penciptaan Nabi ‘Isa dimaksud maka Allah berfirman dalam Al-Quran s3a45:
{إِذْ قَالَتْ الْمَلاَئِكَةُ يَامَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِنْهُ اسْمُهُ الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَجِيهًا فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَمِنْ الْمُقَرَّبِينَ)آل عمران 45(
“(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih `Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)”(S.4 Ali ‘Imran 45).
@ Tafsir Al-Manar (3h263) ketika menganalisa Al-Quran S.3 Ali ‘Imran 59 menyatakan sebagai berikut:
إِنَّ مَثَلَ عِيسَى عِنْدَ اللَّهِ كَمَثَلِ آدَمَ خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ (ال عمران59 )
“Sesungguhnya misal (penciptaan) `Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia”(S.3 Ali ‘Imran 59)
Bahwa Allah menciptakan ‘Isa itu persis seperti Allah menciptakan Adam yang diciptakam dari tanah. Adapun lafal “Kun fa yakun” dalam ayat ini maksudnya ialah bahwa bayi ‘Isa itu tercipta melalui Qudrat-Iradat Allah lalu terwujudlah apa yang dikehendaki Allah itu.
Perlu kita ingat bahwa Qudrat-Iradat Allah dalam mrnciptakan makhluk-alam semesta pada jaman awal sama dengan waktu Allah melenyapkan makhluk alam semesta pada akhir jaman, yaitu tidak menurut hokum lain, tetapi Allah menciptakannya terjadi menurut Qudrat-Iradat Allah, sehingga di hari kiamat nanti pelenyapan atau kejadian seluruh peristiwa di hari kiamat itu kelak persis seperti waktu Allah menciptakan makhluk alam semesta ini pada jaman awal (Jaman Azali) tidak menurut hukum lain, hukum adat atau mengikuti proses berangsur-angsur, tetapi Allah cukup dengan “Kun fa yakun” tidak melalui hukum alam, tidak tunduk mengikuti teori evolusi, sedikit demi sedikit, tidak!!! Tetapi cepat Maha Cepat secepat kilat 10 pangkat minus 34 detik.
Baiquni dalam bukunya Al-Quran dan IPTK (1994:43) menggambarkan penciptaan alam semesta di jaman awal dari titik singularitas menjadi jagad raya ini dari temperatur rendahnya 1000 trilyun derajat dibawah nol, berubah menjadi panas yang tinggi luar biasa 1000 triyun-trilyun derajat dalam waktu sepuluh pangkat minus 34 derajat (10-34), jadi mendadak terjadi dalam waktu terlalu Maha Cepat, Ekpres, Kilat.
Jadi Allah menciptakan Nabi ‘Isa itu tidak mengikuti Hukum Alam tetapi persis seperti kejadian yang digambarkan oleh Baiquni di atas demikian juga kelak akan terjadi sperti ini pada hari Kebangkitan mayat-mayat seluruh makhluk manusia hidup kembali di hari kiamat nanti tidak mengikuti lain tetapi mengikuti Qudrat-Iradat Allah. Allah berfirman:
وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَنَسِيَ خَلْقَهُ قَالَ مَنْ يُحْيِي الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ(78)قُلْ يُحْيِيهَا الَّذِي أَنْشَأَهَا أَوَّلَ مَرَّةٍ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ( يس 78-79)
“Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata! Katakanlah: "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk”(S36 Yasin 78- 79)
Tafsir Almanar (3h264) menambahkan bahwa Nabi ‘Isa a.s. diciptakan cukup dengan Kalimat-Takwin diatas itu tidak ada bedanya dengan penciptaan seluruh alam jagad raya dan isinya seluruh makhluk ini. Betul-betul Allah tidak mengirim Nabi ‘Isa a.s. sebagai Tuhan Anak, Tuhan Bapa berubah menjadi manusia, supaya disiksa oleh orang Yahudi, disalib dipaku kedua tangan dan kakinya di tiang salib, untuk menebus dosa Nabi Adam dan dosa warisan dari Nabi Adam turun menurun dosa ini kepada seluruh umat manusia. Tidak!!! Ajaran seperti ini adalah rekayasa mereka kepada Allah, dosanya terlalu besar ditambah dosa semua orang Kristen karena mengikuti rekayasa pembuatan Tuhan-tuhan Tri Tunggal, Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Tuhan Roh Kudus.
BAB DUA
Kedudukan Roh Kudus di hadapan Allah
Masalah ke-2: Apa dan bagaimana kedudukan Roh Kudus itu di sisi Allah? Jawab: Roh Kudus (dalam agama Nasrani) itu menurut ajaran Islam adalah malaikat Jibril utusan Allah dia mendapat tugas menyampaikan kabar gembira bahwa Maryam akan melahirkan Nabi Isa lahir tanpa ayah sebagai bukti kekuasaan Allah.
Roh Kudus dalam agama Nasrani
Roh Kudus dalam bahasa Inggris ialah Holy Spirit dan menurut Kamus Oxford Advanced halaman 409 Holy Spirit = The Third Person of Trinity artinya ialah Oknom ketiga dari Trinitas, yaitu person ketiga dari Tri Tunggal Tuhan, lebih mendalam lagi kita perhatikan uraian berikut:
Proses timbulnya kepecayaan kepada Roh Kudus:
~~ Mulai dari jaman hidupnya Nabi Isa sampai abad ke-iv Masehi kaum Nasrani menderita penindasan berat terutama jaman Kaisar Nero raja Romawi, kaum Nasrani dikejar-kejar ditangkap dan disiksa sangat kejam, seperti terbayang dalam film Samson and Dalila, maka Samson diadu dengam leo atau singobarong untuk dijadikan hiburan rakyat, akibatnya penyebaran agama Nasrani menghadapi kesulitan, sehingga penganut agama Nasrani yang benar takut menampakkan diri takut ditangkap oleh penguasa, akibatnya ajarannya tercampur dengan faham-faham kafir.
~~ Th. 325M atas usaha kaisar Kostantin berkumpullah 2.018 uskup di Nikea, namun berhubung dengan banyaknya jenis kepercayaan dan tulisan yang dianggap suci, akhirnya 318 imamnya yang didukung oleh Kaisar Kostantin dipelopori oleh Atahanasius dapat memaksakan putusan bahwa Yesus adalah Tuhan Anak, mengalahkan 1700 imam dibawah pimpinan Arius dan Eusebius uskup Nikomedia yang yang percaya bahwa Yesus itu makhluk mereka menolak ajaran bahwa Yesus adalah Tuhan Anak.
Konsili ini juga menetapkan bahwa Injil hanya 4 saja, yatu Injil Matius, Markus, Lukas, Yahya. Padahal pada waktu itu, 2018 uskup/imam tersebut masing-masing membawa kitab yang diyakini sebagai Kitab Suci yang diyakini asli, sehingga yang tidak disahkan terlalu banyak dan ukuran untuk menguji kebenaran memilih 4 saja itu jelas tidak menggunakan Ilmu Tarjih dalam Islam.
~~ Th.381M diselenggarakan Konsili di Kostantinopel dengan 150 uskup/imam diketuai oleh Timotius memutuskan bahwa Roh Kudus adalah Tuhan bersama-sama dengan Tuhan Bapa dan Tuhan Anak wajib disembah; keputusan ini didukung oleh kaisar Teodosius I Agung. Konsili ini diselenggaran untuk menentang pendapat Macedonius (362M) bahwa Roh Kudus itu bukan Tuhan tetapi makhluk.
~~ Konsili th.589 menetapkan bahwa Roh Kudus itu keluar dari Bapa dan Anak, padahal Konsili th.381M menetapkan bahwa Roh Kudus itu timbul dari Bapa saja.
~~ Tahun 451M diselenggarakan Konsili di Kalcedonia dengan 520 uskup menetapkan bahwa Yesus itu ya Tuhan ya manusia tetapi satu oknum. Sesudah tahun 451 Gereja Mesir dan mulai 869M gereja Ortodoks Yunani tidak dapat disatukan lagi dengan Gereja Romawi, kemudian sekitar tahun 1521 gereja Protestan berdiri sendiri dan tidak tunduk kepada gereja Katholik Romawi dengan ajarannya, karena kepercayaan yang jauh berbeda dengan mereka termasuk soal Roh Kudus itu..
Beberapa konsili diselenggarakan pada tahun 553, 680, 754,787, 869,879,1123 sampai tahun 1517 Masehi, semua didominasi oleh kelompok Trinitas mengalahkan kelompok tauhid Arius dan Eusebius dari Nekomedia. Masing-masing kelompok mempunyai kepercayaan yang berbeda-beda mengenai berbagai macam akidah dan soal ketuhanan Roh Kudus itu.
Jika kita telusuri menurut Bibel, Roh Kudus itu ialah roh dari Allah yang membimbing umat Nasrani agar dapat membedakan mana yang benar mana yang salah dan supaya mereka tetap berada di dalam jalan yang lurus. Roh Kudus juga memberi petunjuk, membimbing dan memantapkan hati umat Nasrani mentaati aturan Tuhan, semua ini disimpulkan dari Alkitab – Bibel.
Roh Kudus itu seperti lidah api, hinggap di atas tiap orang dan berkata-kata dalam banyak bahasa(Kissah Rasul 2a3-4; Matius 3a11; Galatia 3a23).
Dari sudut lain, Encyclopaedie Katholieke (Bahasa Belanda) dibawah titel Bijbel halaman 492 tercatat uraian yang dalam terjemahnya sebagai berikut:
“Pengarang-pengarang Bibel, Matius, Lukas, Markus, Yahya itu ketika menulis demikian dipengaruhi oleh jiwa-Nya hingga dalam arti yang sebenarnya pekerjaan itu bukanlah karyanya sendiri, tetapi seluruhnya dan sepenuhnya karyta Allah. Konsili Vatikan menganggap bahan-bahan itu suci karena ditulis dibawah jiwa suci dan menyebabkan Allah yang menjadi penulisnya”Pertanyaannya: Apakah Roh Kudus melihat ada 1700 Imam gereja semua membawa kitab sucinya masing-masing???
Catatan Katholieke Encyclopaedie ini bertentangan dengan Konsili 451M bahwa Roh Kudus diangkat menjadi Tuhan baru ditetapkan dalam Konsili tahun 451M dan 4 buah kitab Injil itu ditetapkan 126 tahun sebelum Roh Kudus menjadi Tuhan, yaitu tahun 325M dalam Konsili di Nikea.. Sedangkan Matius wafat 70M, Markus 65M, Lukas 95 dan Yahya 100M Injil-Injil itu ditulis sebelum wafat mereka.
Kaum Nasrani mencari-cari dukungan dari kitab suci agama Islam dengan nash di dalam Al-Quran, dengan memperkosa terjemahnya menurut akal mereka yaitu bahwa Isa itu roh dari Allah yang disebut-sebut dalam S.4 An-Nisa` 171, dengan ayat ini mereka menetapkan Roh Kudus itu Tuhan.
@ Masalah roh dari Tuhan yang ada di dalam Al-Quran
Al-Quran mencatat beberapa lafal tentang roh, dengan bunyi:
Ruhun minhu ( ( وَرُوحٌ مِنْهُ Min ruhina (ِمِنْ رُوحِنَا) semua mengarah kepada makna roh dari Tuhan, yaitu
~(1) S.4 An-Nisa`171, menyebut-nyebut bahwa roh Nabi ‘Isa itu dari -Tuhan; (2) S.66 At-Tahrim 12 menyatakan bahwa roh Nabi ‘Isa itu dari roh Kami (roh Allah) (3) S.21 Al.Anbiya` 91 mengatakan bahwa roh Nabi ‘Isa itu dari roh Kami (roh Allah).
Maka untuk roh-Kami yang ditiupkan oleh Allah kepada Nabi Isa tidak bisa dijadikan dalil bahwa Roh Kudus itu Tuhan dalam rangka Trinitas, sebab Allah juga meniupkan roh-Nya itu kepada Nabi Adam, bahkan semua anak cucu Adam, yaitu seluruh umat manusia diberi ruh dari Allah seperti ini yang disebutkan Allah dalam Al-Quran S.15 Al-Hijr 29; ;S.38 Shad 72;S.32 As-Sajdah 9 yang sama-sama juga menggunakan istilah atau lafal yang senada yaitu dengan lafal: Min ruhi( (مِنْ رُوحِي Min ruhihi ( (مِنْ رُوحِهِ Wa ruhun minhu ( ( وَرُوحٌ مِنْهMin ruhina (ِمِنْ رُوحِنَا) .
Lebih teliti lagi harus diingat bahwa masalah sesuatu yang dikaitkan kepada Allah seperti yang tercantum disitu roh-Ku, roh Kami, roh dari Tuhan, maka menurut Ibnul Qayyim harus dilihat dari segi apakah yang ditempelkan kepada Allah itu berupa sifat atau bukan sifat.
#Jika sesuatu yang ditempelkan kepada Allah itu berupa sifat maka dia itu memang melekat kepada Zat Allah.
# Tetapi jika yang digandengkan kepada kepada Allah ini bukan berupa sifat artinya materi atau benda maka dia itu makhluk diluar Zat Allah. Contohnya Baitullah=Rumah Allah, Dhuyufur Rahman=Tamu Allah, maka “rumah dan tamu” ini adalah makhluk ciptaan Allah. Lebih-lebih Anak Tuhan, Roh Tuhan jelas makhluk!!!
Oleh karena roh yang dinisbatkan kepada Allah itu bukan sifat maka roh itu adalah makhluk dan sama sekali bukan bagian dari Zat Allah. Kaum Nasrani yang mendewa-dewakan Nabi ‘Isa sebagai kalimat Allah, lalu mengarahkannya sebagai bagian dari Tuhan adalah keliru, sebab tidak ada sesuatu makhluk bagaimanapun juga hebatnya yang dapat menjadi bagian dari Zat Allah, setengah Tuhan, sepertiga Tuhan dari Trinitas, barang siapa mengangkat suatu makhluk menjadi bagian Zat Allah hukumnya musyrik.
Tafsir Al-Manar juz 3, halaman, 304 menjelaskannya bahwa Nabi ‘Isa itu diciptakan oleh Allah dengan kalimat Takwin “KUN- FAYAKUN” (كُنْ فَيَكُوْنُ) artinya: “Jadilah kamu!!! Maka terjadi betul”. bukan bagian dari Zat Allah dan tidak mengurangi sifat Wahdaniyah= tidak mengurangi ke-Maha Esa-an Allah, bukan sepertiga dari Tuhan TRITUNGGAL tetapi Allah itu Maha Tunggal-Maha Esa Mutlak. Senada dengan penjelasan ini maka Roh Kudus itu bukan Oknum dari Trinitas, Allah Bapa, Tuhan Anak dan Tuhan Roh Kudus.
B. Roh Kudus dalam Al-Quran
Roh Kudus dalam Al-Quran tertulis berbunyi Ruhul Qudus ( روح القدس ) termaktub dalam 4 tempat, yaitu S.2 Al-Baqarah 87 dan 253, S.5 Al-Maidah 110 dan S.16 An-Nahl 102, lebih jelasnya adalah sebagai berikut:
وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ وَقَفَّيْنَا مِنْ بَعْدِهِ بِالرُّسُلِ وَءَاتَيْنَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ الْبَيِّنَاتِ وَأَيَّدْنَاهُ بِرُوحِ الْقُدُسِ أَفَكُلَّمَا جَاءَكُمْ رَسُولٌ بِمَا لَا تَهْوَى أَنْفُسُكُمُ اسْتَكْبَرْتُمْ فَفَرِيقًا كَذَّبْتُمْ وَفَرِيقًا تَقْتُلُونَ(87)(البقرة)
Artinya: “Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mu`jizat) kepada `Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul-Qudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu angkuh; maka beberapa orang (di antara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?”(S.2 Al-Baqarah 87).
Para ulama menyatakan bahwa Roh Kudus dalam ayat itu ialah malaikat Jibtil.
Jika Roh Kudus yang didewa-dewakan sebagai Tuhan dalam Tri Tunggal kaum Nasrani dan mereka sembah itu bukan malaikat Jibril dalam pengertian ajaran Islam. Roh Kudus dalam agama Nasrani yang dibayangkan oleh petinggi gereja Nasrani itu sama sekali bukan bagian dari Dzat Allah dan barang siapa menyembah selain Allah hukumnya adalah musyrik.
Ibnu ‘Umar berkata bahwa syirk yang paling besar ialah perbuatan menyembah Nabi ‘Isa.
BAB TIGA
Allah itu Mutlak Maha
Yesus itu makhluk Ciptaan Allah
Masalah ke-3: Faktor apa saja yang dapat menetapkan suatu pelaku keajaiban itu Tuhan ataukah bukan Tuhan? Tuhan dalam Islam itu mempunyai 20 sifat dan 99 mama Alasmaul Husna yang intinya ialah Allah itu Maha Esa Mutlak. Sedangkan semua yang tida mempunyai tanda seperti itu dia bukan Tuhan.
I. Allah itu Mutlak Maha
Tercatat dalam berbagai macam wacana Ilmu Kristologi dapat dijelaskan bahwa mereka yang mempercayai bahwa Yesus itu salah satu oknum Tritunggal Tuhan bersama dengan Roh Kudus dan Allah Bapa, alasannya ialah adanya keajaiban diri Yesus dari kelahirannya sampai wafat beliau.
Menurut kepercayaan Islam Yesus itu adalah Nabi Isa a.s. putera laki-laki yang suci Maryam yang suci. Beliau adalah seorang nabi yang diutus menjadi Rasul untuk membimbing umat menyembah hanya kepada Allah. Dan bukti sebagai nabi utusan Allah maka Allah memberi kepada Nabi ‘Isa a.s. beberapa Mukjizat yaitu suatu keadaan yang diciptakan oleh Allah dalam diri Nabi ‘Isa sebagaimana mukjizat semua nabi dan rasul sebelumnya.
Ahli pikir dan tokoh Muktazilah berkata bahwa Allah itu hanya mempunyai satu sifat yaitu Mutlak Maha Esa, sedangkan ulama Asy’ariyah berkata bahwa Allah itu mempunyai sufat 20, yaitu:
(1) Wujud. (2) Qidam. (3) Baqa`. (4) Mukhalafatuhu lilhawaditsi. (5) Qiyamuhu bi nafsihi. (6) Wahdaniyah. (7) Qudrat. (8) Iradat. (9) ‘Ilmu. (10) Hayat. (11) Sama’ (12) Bashar. (13) Kalam. (14) Qadiran. (15) Muridan. (16) ‘Aliman. (17) Hayyan. (18) Sam’ian. (19 Bashiran. (20) Mutakalliman.
Artinya: (1) Ada. (2) Lebih dahulu.(3) Kekal. (4) Berbeda dari segala makhluk. (5) Berdiri sendiri. (6) Maha Esa. (7) Maha Kuasa.(8)Berkehendak.(9) Maha Mengetahui. (10) Hidup.(11) Maha Mendengar. (12) Maha Melihat. (13) Berkata-kata. (14)Yang berkuasa.(15)Yang berkehendak. (16)Yang mengetahui. (17)Yang hidup. (18) Yang mendengar. (19)Yang melihat. (20)Yang berkata-kata.
Disamping 20 sifat wajib maka sekaligus Allah mempunyai 20 sifat Mustahil, yaitu semua yang bertentangan dengan 20 siat wajib itu. Oleh karena itu wajib atas tiap-tiap orang mukallaf mengetahui sifat-sifat yang mustahil bagi Allah yang menjadi lawan daripada dua puluh sifat yang wajib di atas..
Disamping 20 sifat maka Allah juga mempunyai 99 nama yang disebut dengan Al-Asmaul Husna. Semuanya termaktub dalam berbagai macam surat dan ayat, secara isyarat disebut dalam s17a110 dan s20a8 dan secara singkat disebut dalam s59a23:
هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ()هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (الحشر 23-24)
“Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”(S.59 Al-Hasyr 23-24).
Kitab Sunan Turmudzi hadis no.3479, meriwayatkan hadis rincian 99 nama itu dan barang siapa memperhitungkannya 99 nama ini maka dia masuk surga :
(1)الرَّحْمَنُ (2) الرَّحِيمُ (3) الْمَلِكُ (4) الْقُدُّوسُ (5) السَّلَامُ (6)الْمُؤْمِنُ (7)الْمُهَيْمِنُ (8) الْعَزِيزُ (9)الْجَبَّارُ (10) الْمُتَكَبِّرُ(11)الْخَالِقُ (12) الْبَارِئُ (13) الْمُصَوِّرُ(14) الْغَفَّارُ (15)الْقَهَّارُ(16) الْوَهَّاب (17)الرَّزَّاقُ (18) الْفَتَّاحُ (19) الْعَلِيمُ (20)الْقَابِضُ(21) الْبَاسِطُ (22) الْخَافِضُ(23) الرَّافِعُ (24) الْمُعِزُّ (25) الْمُذِلُّ(26) السَّمِيعُ (26)الْبَصِيرُ (28) الْحَكَمُ (29) الْعَدْلُ (30) اللَّطِيفُ(31) الْخَبِيرُ(32) الْحَلِيمُ (33)الْعَظِيمُ(34) الْغَفُورُ(35) الشَّكُورُ (36)الْعَلِيُّ (37) الْكَبِيرُ (38) الْحَفِيظُ (39) الْمُقِيتُ (40)الْحَسِيبُ (41) الْجَلِيلُ (42) الْكَرِيم (43)الرَّقِيبُ (44) الْمُجِيب (45)الْوَاسِعُ (46) الْحَكِيمُ (47) الْوَدُودُ(48) الْمَجِيدُ (49) الْبَاعِثُ (50) الشَّهِيدُ (51)الْحَقُّ (52) الْوَكِيلُ (53) الْقَوِيُّ(54)الْمَتِين(55) الْوَلِيُّ(56) الْحَمِيدُ (57) الْمُحْصِي (58)الْمُبْدِئُ(59) الْمُعِيدُ (60) الْمُحْيِي(61) الْمُمِيتُ(62) الْحَيُّ (63)الْقَيُّومُ (64) الْوَاجِدُ(65) الْمَاجِدُ(66) الْوَاحِدُ (67) الصَّمَدُ (68) الْقَادِرُ (69) الْمُقْتَدِرُ(70) الْمُقَدِّمُ(71) الْمُؤَخِّرُ (72)الْأَوَّلُ (73) الْآخِرُ (74) الظَّاهِرُ (75) الْبَاطِنُ(76)الْوَالِيَ(77)الْمُتَعَالِي(78)الْبَرُّ (79) التَّوَّابُ (80)الْمُنْتَقِمُ(81)الْعَفُوُّ (82)الرَّءُوفُ(83)مَالِكُالْمُلْكِ(84ذُوالْجَلَالِ(85)وَالْإِكْرَامِ(86)الْمُقْسِطُ(87)الْجَامِع(88)الْغَنِيُّ 9)الْمُغْنِي (90) الْمَانِعُ(91) الضَّارُّ (92) النَّافِعُ (93) النُّورُ (94) الْهَادِي(95) الْبَدِيعُ(96)الْبَاقِي(97)الْوَارِثُ(98) الرَّشِيدُ (99) الصَّبُورُ
Artinya:
(1) Yang Maha Pemurah; (2_ Yang Maha penyayang; (3) Yang Maha Kuasa. (4) Yang Maha Suci; (5) Yang Maha Sejahtera;(6) Yang memberikan rasa aman;(7) Yang Maha Memelihat.(8) Yang Maha Perkas(9) Yang Maha Memaks(10) Yang Memiliki kebesaran;(11)Yang Maha Mencipta;(12) Yang Maha Melepaskan;
(13) Yang menciptakan rupa makhluk;(14) Yang Maha Mengampuni;(15). Yang Maha Perkasa;(16) Yang Maha Pemberi Karunia;(17)Yang Maha Pemberi Rizki;(18) Yang Maha Pembuka;
(19) Yang Maha Mengetahui Segalanya;(20)- Yang Maha Menyempitkan kenikmatan;21. Yang Maha Melapangkan Rizki;
22. Yang Maha Merendahkan makhluknya;23. Yang Meninggikan Martabat makhluknya;24. Yang Maha Memuliakan makhluknya;25. Yang Maha Menghinakan makhluknya;26. Yang Maha Mendengar;27. Yang Maha Melihat;28. Yang Maha menetapkan;29. Yang Maha Adil;30. Yang Maha penyantun;31. Yang Maha Mengetahui Segala Rahasia;32. Yang Maha Penyantun, lembut;33. Yang Maha Agung dari segalanya;34. Yang Maha pengampun;35. Yang Maha Membalas jasa atas amal baik hamba-Nya;36. Yang Maha Tinggi;37. Yang Maha Besar;38. Yang Maha Menjaga;39. Yang Maha Memelihara;40. Yang Maha Pembuat Perhitungan;41. Yang memiliki segala keagungan;42. Yang Maha Mulia;43. Yang Maha Mengawasi;44. Yang Maha Mengabulkan;45. Yang Maha Luas;46. Yang Maha Bijaksana;47. Yang Maha Pengasih;48. Yang Maha Mulia;49. Yang Maha Membangkitkan;50. Yang Maha Menyaksikan;51. Yang Maha Benar;52. Yang Maha Memelihara;53. Yang Maha Kuat;54. Yang Maha Kokoh;55. Yang Maha Melindungi;56. Yang Maha Terpuji;
57. Yang Maha Menghitung dan mengetahui jumlah dan ukuran segala sesuatu;58. Yang Maha Memulai;59. Yang Maha Mengembalikan kehidupan makhluk-Nya;60. Yang Maha Menghidupkan;61. Yang Maha Mematikan;62. Yang Maha Hidup;63. Yang Maha Mandiri;64. Yang Maha Menemukan apa yang dikehendaki; 65. Yang Maha Mulia;(Almajidu)66. Yang MahaEsa/Tunggal; 67. Yang Maha dibutuhkan; 68. Yang Maha Kuasa; 69. Yang Maha Berkuasa; 70. Yang Maha Mendahulukan;
71. Yang Maha Mengakhirkan;72. Yang Maha Permulaan;73. Yang Maha Akhir;74. Yang Maha Nyata;75.Yang Maha Ghaib;76. Yang Maha Memerintah;77. Yang Maha Tinngi;78 Yang Maha Derma;79. Yang Maha Menerima Taubat hamba-Nya;80. Yang Maha Penyiksa;81. Yang Maha Pemaaf;82. Yang MahaPengasih;83.Yang Maha Merajai Kerajaan;84. Yang Maha Memiliki kebesaran.85. Yang Maha Memiliki Kemuliaan;86. Yang Maha Adil;87. Yang Maha Pengumpul;88. Yang Maha Kaya;89. Yang Maha Berkecukupan;90. Yang Maha Mencegah;91. Yang Maha Pemberi Derita;92. Yang Maha Pemberi Manfaat;93. Yang Maha Bercahaya;94. Yang Maha Memberi Petunjuk;95. Yang Maha Pencipta;96. Yang Maha Kekal;97. Yang Maha Pewaris;98. Yang Maha Pandai;99. Yang Maha Sabar;
II. Yesus itu makhluk ciptaan Allah
John Bidle (1662M) dalam bukunya Twelve Arguments mengemukakan 14 dalil bahwa Yesus itu bukan Tuhan tetapi makhluk ciptaan Allah, yaitu:
1. Yesus bersyukur kepada Allah, termaktub dalam Injil Matius 11 ayat 25.
2. Yesus bersedih hati termaktub dalam Injil Matius 26 ayat 38 dan Markus 4 ayat 34.
3. Yesus diludahi dan dipukuli, termaktub dalam Injil Matius 27 ayat 30, Injil Markus 15 ayat 19 dan Yohanes 19 ayat 3.
4. Yesus berteriak-teriak mengaduh kepada Tuhan, termaktub dalam Injil Matius 27 ayat 46-47, Markus 15 ayat 33-41, Lukas 23 ayat 44-49 dan Yohanes 19 ayat 28-30.
5. Yesus takut dan gemetar disebut dalam Injil Markus 14 ayat 33.
6. Yesus ketakutan melihat nalaikat tersebut dalam InjilLukas 22 ayat 43-44.
7. Yesus dimainkan (dikendalikan) oleh Tuhan tersebut dalam Yohanes 5 ayat 30.
8. Yesus diutus oleh Tuhan tersebut dalam Injil Markus 9 ayat 37 dan Yohanes 5 ayat 30.
9. Yesus mendengarkan firman dari Tuhan tersebut dalam Injil 8 ayat 26 .
10. Yesus lebih kecil di banding dengan Tuhan tersebut dalam Injil Yohanes 14 ayat 28.
11. Yesus pergi menghadap Tuhan tersebut dalam Injil Yohanes 16 ayat 5 dan 17.
12. Yesus menerima kasih sayang dari Tuhan tersebut dalam Injil Matius 3ayat 17, Markus 1 ayat 11, Lukas 3 ayat 22 dan Yohanes 15 ayat 9.
13. Yesus menyerahkan nyawanya kepada Tuhan tersebut dalam Injil Lukas 23 ayat 46;
14. Yesus tidak berdiri sendiri masih memerlukan Tuhan tersebut dalam Injil Yohanes 8 ayat 16.
@ Contohnya ialah Injil Matius 27 ayat 46-47, Markus 15 ayat 33-41, Lukas 23 ayat 44-49 dan Yohanes 19 ayat 28-30 mencatat bunyi sebagai berikut:
“Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring” Allah-ku, Allah-ku, mengapa Engkau meninggalkan aku. Mendengar itu beberapa orang yang berdiri disitu berkata: “Ia memanggil Elia”
Hj. Irena Handono dalam bukunya Islam dihujat menambah ciri- ciri bahwa Yesus itu bukan Tuhan, yaitu:
1. Yesus duduk di sebelah kanan Tuhan (Markus 16 ayat19, Roma 8 ayat 4
2. Yesus berdiri di sebelah kanan Tuhan (Kisah Para Rasaul 7 ayat 56)
3. Tuhan tahu kapan hari kiamat, Yesus tidak tahu kapan hari kiamat (Matus 24 ayat 36)
4. Yesus itu utusan Tuhan tertulis dalam Injil Markus 9 ayat 37; Yohanes 5 ayat 24, 30; 7 ayat 29, 33; 8 ayat 16; 18 ayat 26; 9 ayat 4; 10 ayat 36; 11 ayat 42; 13 ayat 20; 16 ayat 5; 17 ayat 3; 8 ayat 3; 8 ayat 23,25;
@ Untuk membuktikan diri sebagai Rasul Utusan Allah maka Nabi ‘Isa a.s. dibekali mukjizat. Sehingga kejadian yang luar biasa Nabi ‘Isa a.s. dan peristiwa serta perbuatan yang kuar biasa itu atas ijin Allah, yaitu menghidupkan orang mati, mengobati orang buta sejak lahir, menyembuhkan orang sakit lepra dan yang lain adalah karena ijin Allah, bukan kemauan bukan perbuatan di luar ijin Allah, seluruh mukjizat tidak dapat digunakan sekehendak hati Nabi ‘Isa sendiri atau nabi-nabi yang lain, diluar ijin Allah. Hal ini ditegaskan oleh Allah dalam Al-Quran:
إِذْ قَالَ اللَّهُ يَاعِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ اذْكُرْ نِعْمَتِي عَلَيْكَ وَعَلى وَالِدَتِكَ إِذْ أَيَّدْتُكَ بِرُوحِ الْقُدُسِ تُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلًا وَإِذْ عَلَّمْتُكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ وَإِذْ تَخْلُقُ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ بِإِذْنِي فَتَنْفُخُ فِيهَا فَتَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِي وَتُبْرِئُ الْأَكْمَهَ وَالْأَبْرَصَ بِإِذْنِي وَإِذْ تُخْرِجُ الْمَوْتَى بِإِذْنِي وَإِذْ كَفَفْتُ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَنْكَ إِذْ جِئْتَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ إِنْ هَذَا إِلَّا سِحْرٌ مُبِينٌ(المائدة 110)
“(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: "Hai `Isa putra Maryam, ingatlah ni`mat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) di waktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan izin-Ku, kemudian kamu meniup padanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah), waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata: "Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata"(S.5 Al-Maidah 110)(Lihat juga S.3 Ali ‘Imran 49).
Di samping itu tercatat pula bahwa semua nabi mengajak dan membimbing umatnya kepada monotheisme, agama tauhid bahwa Tuhan itu Maha Esa, sebagaimana termaktub dalam Kitab Suci agama Nasrani Al-Kitab atau Bibel berikut:”
1. Nabi Musa mengajak kepada agama Tauhid: Ulangan 4 ayat 35; 6 ayat 4; 32 ayat 39.
2. Nabi Dawud mengajak kepada agama Tauhid: Kitab II Samuel 7 ayat 22; Mazmur 86 ayat 8
3. Nabi Sulaiman mengajak kepada agama Tauhid: Kitab I Raja-raja 8ayat 23
4. Nabi Yesaya mengajak kepada agama Tauhid: Yesaya 43 ayat 10-11, 44 ayat 6; 45 ayat 5-6; 46 ayat 9
5. Yesus mengajak kepada agama Tauhid: Injil Yohanes 5 ayat 30; 17 ayat 3, Markus 12 ayar 29; Tercatat dalam Injil-Markus 12 ayat 29 sebagai berikut:
“ Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah dengarkan: “Hai orang Bani Israel, Tuhan Allah kita Tuhan itu Esa” (Markus 12 ayat 29).
Ayat ini sangat mirip dengan sabda Nabi ‘Isa a.s. yang diterangkan Allah dalam Al-Quran ayat 51 surat Ali ‘Imran ini:
اللَّهَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ( ال عمران 51)
“Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus"(S.3 A;I ‘Imran 51).
Di hari kiamat kelak Allah akan betanya kepada Nabi ‘Isa mengapa kaum Nasrani mengangkat Yesus menjadi Tuhan dan mereka sembah, maka Nabi ‘Isa menjawab sebagai berikut:
وَإِذْ قَالَ اللَّهُ يَاعِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ ءَأَنْتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّيَ إِلَهَيْنِ مِنْ دُونِ اللَّهِ قَالَ سُبْحَانَكَ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِي بِحَقٍّ إِنْ كُنْتُ قُلْتُهُ فَقَدْ عَلِمْتَهُ تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلَا أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ(الماءدة 116)
“Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai `Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?" `Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib"(S.5 Al-Maidah 116).
Al-Quran menentang keras penyembahan kepada Trinitas atau Tri Tunggal, Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Roh Kudus sebagaimana disebut dalam Al-Quran s5 Al-Maidah 72-73, S.19 Maryam 35; S.18 Al-Kahfi 4-5. S.112 Al-Ikhlash 1-4; S.4 An-Nisa` 171, S.5 Al-Maidah 116.
Renungan
Jika kita mempunyai kelonggaran waktu, kita coba merenungkan keadaan di awal jaman dahulu. Kata para pakar Ilmu Fisika penciptaan alam semesta ini dimulai dari Dentuman Hebat dari suatu padatan calon jagad raya. Dari dentuman ini lalu terjadi benda-benda angkasa yang asalnya panas, ada yang berangsur-angsur menjadi dingin misalnya bumi, ada yang tetap panas dan bersinar yaitu matahari. Bumi yang dingin dalam waktu yang terlalu lama akhirnya menjadi basah kulinya, menumbuhkan air, tumbuh-tumbuhan dan hewan sedangkan manusia termasuk belakangan sekali.
Ahmad Baiquni Prof,MSc, PhD, dalam bukunya Al-Quran & Iptek (1994:40) setelah membaca Al-Quran s41a11-12, s65a12, s11a7, s35a41,s21a104 dikaitkan dengan s21a30, s51a47, maka beliau teringat kepada teori Big Bang pakar Ilmu Fisika bahwa sekitar 15 milyard tahun yang silam, maka alam semesta ini bermula dari dentuman hebat yang keras sangat mengerikan dari satu titik singularitas, dalam suhu yang tiada terhingga panasnya sekitar seribu trilyun-trilyun derajat Celsius, tidak ada sesuatu yang mampu bertahan di sana. Lalu dari satu titik singularitas itu disusul dengan terwujudnya jagad raya ini.
Tercatat di sana bahwa sebelum terjadi Big Bang (Dentuman Hebat yang Mengerikan) ini tidak ada materi, tidak ada ruang, tidak ada waktu tidak ada energi.
Tetapi kita umat yang beriman yakin bahwa saat itu tidak ada materi, tidak ada ruang, tidak ada waktu tidak ada sinar, tidak ada energi, kita yakin yang ada hanya Allah yang mempunyai sifat Mutlak Maha dan Absolut Maha Esa, Maha Pencipta seluruh makhluk. Pada jaman azali itu yang ada hanya Allah, tidak ada Trinitas, tidak ada Tri Tunggal, tidak ada Yesus, tidak ada Roh Kudus, tidak ada Budha Gautama, tidak ada Dewa-Dewi, tidak ada berhala, tidak ada tuhan-tuhan buatan manusia, tidak ada setan, demit, gendruwo, ilu-ilu, banaspati, wedhon, memedi, tidak ada wali, tidak ada orang pinter, tidak ada orang kramat, tidak ada dukun, tidak ada makhluk manapun juga , TIDAK ADA APA-APA SELAIN ALLAH ( لااله الا الله).
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Hubungi kami di : http://imam-muchlas.blogspot.com
ketik kirim kepada : h.imam.muchlas @gmail.com
Langganan:
Postingan (Atom)