2008(16) Tafsir Tematis Kontemporer
Mengirim Dosa Kepada Mayit
I. S.17 Al-Isra` 23-24
وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا(23)وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا(24)(الاسراء)
II. Artinya:
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil"(S.17 Al-Isra` 23-24).
III. Tema dan sari tilawah
1. Allah melarang keras kita berbuat syirk menyembah selain Allah
2. Allah memerintahkan kepada kita untuk berbakti kepada kedua ibu bapak
3. Jika ibu bapak sudah tua kita dilarang menyakiti hati keduanya
4. Kita wajib melayani ibu bapak dengan penuh hormat dan memuliakannya
5. Kita wajib mendo’akan kepada kedua ibu bapak persis amal mereka kepada kita.
IV. Masalah dan analisa jawaban
1. Apa akibatnya jika kita durhaka, menyakitkan hati ibu bapak?
+ Berani kepada ibu bapak hukumnya dosa besar, hukumannya di akhirat tetapi dapat juga diderita dunia.
2. Apa dan bagaimana bakti kita jika ibu bapak sudah meninggal?
+Kita wajib mendo’akan dan memelihara silaturrahim keakraban kita dengan saudara dan kenalan ibu bapak.
3. Apa hukumnya orang yang menyebar luaskan kejelekan-kejelekan ibu bapak atau orang yang sudah wafat?
+ Menyebar luaskan kejelekan dan maksiat mayit siapa saja sama dengan mengirim dosa dan memperberat azab Allah kepada mayit.
IV. Pendalaman dan penelitian
Bab I Haram mengecewakan hati ibu bapak
Masalah no.1 ialah: Apa akibatnya jika kita durhaka, telah menyakitkan hati ibu bapak?
+Berani kepada ibu bapak hukumnya dosa besar, hukumannya di akhirat dan mungkin juga dialami di dunia.
Amal dan jasa ibu bapak kepada anak sungguh sangat besar luar biasa, khususnya oleh ibu, mulai dari hamil muda, hamil tua, melahirkan, mengasuh dari jabang bayi sampai dewasa bahkan sampai anak berumah tangga. Allah memilih lafal ((اَلْبِرُّ)) Al-Birru dalam Al-Quran yang berarti besarnya amal jasa itu seluas daratan (Ar-Raghib, tth:37). Oleh karena itu kedudukan ibu bapak sungguh sangat tinggi sekali, sampai Allah selalu menyertakan ketentuanNya di dalam Al-Quran bahwa mengabdi kepada Allah dan perintah bakti kepada ibu bapak itu beriringan, yaitu dalam Qs2a83; Qs4a36;Qs6a151;Qs17a23;Qs31a13:
“Katakanlah:"Janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapak”(S.6 Al-An’am 151).
“Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu”(s.31 Luqman 14).
Rasulullah Saw. juga menyatakan hal yang senada dengan hal tersebut, yaitu
عن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: رِضَا اللهِ فِي رِضَا الْوَالِدَيْنِ، وَسُخْطُ اللهِ فِيْ سُخْطِ الْوَالِدَيْنِ(أخرج الحاكم وصححه والبيهقي).
Artinya; “Dari ‘Abdullah bin ‘Umar r.a. bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Ridho Allah tergantung kepada ridho kedua orang tua dan murka Allah tergantung kepada kemarahan kedua orang tua”(HR Hakim dinilai shahih dan Al-Baihaqi).
عَنْ عَبْدِاللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِي اللَّهم عَنْهمَا قَالَ جَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الْكَبَائِرُ قَالَ الْإِشْرَاكُ بِاللَّهِ قَالَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ ثُمَّ عُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ قَالَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ الْيَمِينُ الْغَمُوسُ قُلْتُ وَمَا الْيَمِينُ الْغَمُوسُ قَالَ الَّذِي يَقْتَطِعُ مَالَ امْرِئٍ مُسْلِمٍ هُوَ فِيهَا كَاذِبٌ (رواه البخاري6409)
(1) Artinya: “Dari ‘Abdullah bin ‘Umar r.a. bahwa seorang tamu menghadap kepada Nabi Saw bertanya: “Apakah yang disebut dosa besar itu? Beliau bersabda: “Dosa besar itu ialah menyamakan sesuatu dengan Allah” Dia bertanya “Lalu apa lagi? Beliau menjawab durhaka kepada ibu bapak” dia bertanya: “Kemudian apa? Beliau menjawab: “Bersumpah palsu” Aku bertanya: “Bagaimanakah sumpah palsu itu? Beliau menjawab: “Sumpah palsu itu memotong harta orang muslim sedang dia itu bohong”(HR Bukhari no.6409).
عَنْ عَبْدِاللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِي اللَّهم عَنْهمَا قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِنْ أَكْبَرِ الْكَبَائِرِ أَنْ يَلْعَنَ الرَّجُلُ وَالِدَيْهِ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ يَلْعَنُ الرَّجُلُ وَالِدَيْهِ قَالَ يَسُبُّ الرَّجُلُ أَبَا الرَّجُلِ فَيَسُبُّ أَبَاهُ وَيَسُبُّ أُمَّهُ (رواه البخاري5516 ومسلم 130)
(2) Artinya: “Dari ‘Abdullah bin ‘Umar bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Dosa yang paling besar itu ialah seseorang melaknat kedua orang tuanya” Beliau ditanya: "Bagaimana mungkin seseorang melaknat kedua orang tuanya? Beliau menjawab: “Ya jika seseorang (A) menjelek-jelekkan ayah orang lain (B), maka orang itu (B) mencaci maki ayahnya (A) dan mencaci maki ibu ayahnya (A)”(HR Bukhari no.5516 dan Muslim no.130).
Pepatah Jawa mengatakan “Wong tuwo iku malati” artinya siapa yang berani melawan ibu bapak itu akan kuwalat terlaknat.
~ Tafsir Ad-Durrul Mantsur terbitan Darul Fikri (J5h257) mencatat beberapa hadis Rasul Saw. terkait dengan masalah ini, yaitu:
3053 عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ جَاهِمَةَ السَّلَمِيِّ أَنَّ جَاهِمَةَ جَاءَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَدْتُ أَنْ أَغْزُوَ وَقَدْ جِئْتُ أَسْتَشِيرُكَ فَقَالَ هَلْ لَكَ مِنْ أُمٍّ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَالْزَمْهَا فَإِنَّ الْجَنَّةَ تَحْتَ رِجْلَيْهَا (رواه النسائئ وأخرج ابن أبي شيبة وأحمد وابن ماجة والحاكم وصححه والبيهقي)
(1) Artinya : “Dari Mu’awiyah bin Jahimah as-Salami bahwa Jahimah menghadap kepada Nab Saw. dan bertanya: “Ya Rasulullah aku hendak berangkat perang dan aku menghadap untuk memohon pendapat kepada tuan? Beliau balik bertanya: “Apakah anda mempunyai ibu? Dia menjawab: “Ya benar” Beliau bersabda: “Tekunilah baktimu kepada ibumu, sungguh surga itu di bawah telapak kakinya”(HR An-Nasa`i no.3053).
~ Kitab Thabaqatul Muhadditsin, susunan Abusy Syaikh–terbitan Muassasatur Risalah (3h567) mencatat hadis berikut
عن أنس ابن مالك قال قال النبي صلى الله عليه وسلم اَلْجَنَّةُ تَحْتَ أَقْدَامِ الْأُمَّهَاتِ(رواه ابو الشيخ)
Artinya: “Dari Anas bin Malik bahwa Nabi Saw. bersabda: “Surga itu ada di bawah telapak kaki para ibu” (HR Abusy Syaikh).Hadis ini dikutip juga oleh Ats-Tsa’labi dalam kitab Kitab Tahdzibul Kamal terbitan Darul Fikri (12h511).
(2) Artinya: “Dari Sahl dari ayahnya bahwa Nabi Saw. bersabda: “Sungguh Allah Tabaraka wa Ta’ala di Hari Kiamat tidak suka berbicara, tidak hendak menyucikan dosa, tidak ingin melihat kepada hamba-hamba”Ditanyakan:“Siapakah orang-orang itu ya Rasulullah?
Beliau menjawab: “Mereka itu ialah orang yang tidak mengakui orang tuanya dan membenci keduanya atau tidak mengakui anaknya demikian juga orang yang diberi kenikmatan orang lain tetapi tidak mengakui nikmat itu dan tidak mengakui mereka yang memberi tadi”(HR Ahmad no.1083).
(7341) عن أبي بكرة رضي الله عنه قال رسول الله يقول«كُلُّ الذُّنوب يُؤَخِّرُ الله ما شاءَ مِنْها إِلى يَوْمِ الْقِيامَةِ إِلّا عُقوقَ الْوالِدَيْنِ، فَإِنَّ الله تَعالى يُعَجِّلُهُ لِصاحِبِهِ في الْحياةِ قَبْلَ الْمَماتِ»(رواه الحاكم وصححه والطبراني والبيهقي).
(3) Artinya: “Dari Abu Bakrah bahwa dia mendengar Rasulullah Saw. bersabda: “Allah mengundurkan azab semua dosa sampai hari kiamat kepada siapa yang Allah kehendaki, kecuali dosa orang yang berani melawan orang tuanya. Maka Allah akan mempercepat di dunia sebelum matinya azab dosa orang yang berani melawan orang tuanya itu” (HR Hakim no.7341,Baihaqi, Thabrani, hadis shahih).
6270 عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَرْغَبُوا عَنْ آبَائِكُمْ فَمَنْ رَغِبَ عَنْ أَبِيهِ فَهُوَ كُفْرٌ ٌ(رواه البخاري ومسلم 94)*
(4) Artinya: “Dari Abu Hurairah bahwa Nabi Saw. bersabda: “Janganlah kamu sekalian membenci orang tua kamu, sebab siapa yang membenci ayahnya dia itu kufur”(HR Bukhari dan Muslimno.94).
Dengan merenungkan kepada amal-jasa ibu bapak inilah, maka anak wajib berbakti kepada ibu bapak dan memuliakan mereka dengan sungguh-sungguh jika mampu ialah menebus amal-jasa keduanya yang terlalu besar yang tidak mungkin diperbuat oleh orang lain.
Dengan demikian maka anak yang berani melawan ibu bapak, berbuat tidak hormat, tidak berlaku sopan dan semua peri-laku yang tidak memuaskan ibu bapak maka hukumnya adalah DOSA BESAR.
Maka dari itu kita berdosa besar mengucapkan kata-kata kotor kepada seseorang dengan menyebut-nyebut orang tua atau kelurga siapa saja, sebab ucapan kotor tersebut sama dengan menyuruh orang tersebut untuk melaknat, mencaci maki, menjelek-jelekkan, merusak nama, mencemarkan kehormatan bapak ibu kita. Demikian juga kita dilarang keras mengolok-olok orang lain, sebab mungkin orang lain itu akan membalas dengan mencemarkan kehormatan bapak ibu kita, sehingga kita menjadi berdosa besar dan mengirim dosa kepada bapak ibu kita itu sebab orang lain sudah merusak kehormatan dan nama baik bapak ibu kita.
Bab II Bakti anak kepada almarhum ibu bapak
Masalah yang ke-2 ialah: Apa dan bagaimana bakti kita jika ibu bapak sudah meninggal?
+Jawaban sementara ialah bahwa kita wajib mendo’akan dan memelihara silaturrahim keakraban kita dengan sanak kerabat dan sahabat karib almarhum ibu bapak.
Alangkah baiknya jika kita renungkan bahwa setiap orang pasti akan kehabisan umur hidupnya alias mati yang berarti pisahnya nyawa dari badan jasmani jadi tidak dapat bergerak sedikitpun juga. Dalam pepatah Jawa dikatakan: “Tak jenthit lo-lo-bah, wong mati ora obah, yen obah medhenni bocah” maksudnya orang mati itu tudak dapat bergerak, sehingga sangat dekat dengan maksud hadis Nabi Saw. berikut:
3084 عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ (رواه البخاري ومسلم 94)
Artinya: “Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Jika seorang manusia meninggal maka terputuslah amal dari dia, kecuali 3 perkara, yaitu amal jariyah, ilmu yang dimanfaatkan orang atau anak yang soleh yang berdo’a untuk almarhum”(HR Bukhari no.3084, Muslim no. 94).
Rasulullah Saw. sudah menjelaskan usaha dan amal apa yang harus dibaktikan kepada kedua ibu bapak yang sudah wafat, yaitu:
4476 عَنْ أَبِي أُسَيْدٍ مَالِكِ بْنِ رَبِيعَةَ السَّاعِدِيِّ قَالَ رَجُلٌ مِنْ بَنِي سَلَمَةَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ بَقِيَ مِنْ بِرِّ أَبَوَيَّ شَيْءٌ أَبَرُّهُمَا بِهِ بَعْدَ مَوْتِهِمَا قَالَ نَعَمِ الصَّلَاةُ عَلَيْهِمَا وَالِاسْتِغْفَارُ لَهُمَا وَإِنْفَاذُ عَهْدِهِمَا مِنْ بَعْدِهِمَا وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِي لَا تُوصَلُ إِلَّا بِهِمَا وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا (رواه ابو داود وابن ماجه 3654)
Artinya: “Dari Abi Usaid Malik bin Abi Rabi’ah as-Sa’idi bahwa dia bertanya kepada Rasulullah Saw.: “Ya Rasulullah apakah amal yang masih dapat aku baktikan kepada kedua orang tuaku sesudah wafat keduanya? Beliau menjawab: “Ada, yaitu berdo’a memohonkan ampunan Allah untuk almarhum, menepati janjinya yang lewat, menyambung tali kasih silaturahim yang tidak tersambung kecuali melalui keduanya serta memuliakan sahabat karib kedua bapak ibu itu”(HR Abu Dawud no. 4476, Ibnu Majah no. 4654).
Kitab ‘Aunul Ma’bud terbitan Darul Fikri (14h41) menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan الصَّلَاةُ عَلَيْهِمَا dalam hadis di atas ini ialah berdo’a untuk almarhum contohnya ialah shalat janazah menyembahyangkan al-marhum tidak mewakilkan.
Selanjutnya tidak ada kesepakatan dan tidak ada ijmak ulama tentang bagaimana cara kita yang masih hidup untuk memperingati wafat orang tua atau keluarga kita, sebab memang Rasulullah Saw. tidak memberikan contoh tauladan cara memperingati hari wafat (Tanggalan Masehi atau Hijriyah???)itu kecuali apa yang digariskan beliau dalam hadis Abu Dawud no. 4476, Ibnu Majah no. 4654 di atas, yaitu mendo’akan, memohonkan ampunan Allah, menepati janji almarhum, memelihara keakraban dengan sanak saudara, sahabat karib almarhum dan juga hadis shahih Bukhari no.3084, Muslim no. 94 bahwa hanya do’a anak yang soleh yang dijamin Rasulullah Saw. dapat diterima dan dikabulkan oleh Allah. Oleh karena itu seluruh ulama sepakat bahwa anak yang soleh berdo’a inilah yang harus kita amalkan.
Anak yang soleh sudah tentu akan berusaha sungguh-sungguh agar do’anya diterima oleh Allah dan agar supaya do’a itu terkabul caranya ialah sebagai berikut:
1)Caranya tidak menyimpang dari Al-Quran dan Hadis(Lihat Alquran:s5a72;s18a110)
2)Mencari ridlo Allah(Lihat Al-Quran s5a119; s20a109, s98a8; s27a19;s92a21;s48a29;s19a55;s89a28;s2a207;s2a265;s4a114 s6a52.
3)Didasari niat yang tulus-ikhlas Lillahi Ta’ala (Lih.Q.s4a146 ; s39a11; s39a14;s2a139;s7a29; s10a22; s29a65; s31a32; s40a14; s40a65; s98a5 s39a3).
@ Persiapan sebelum berdo’a:
a.Tidak memakan makanan yang haram jika mampu Puasa Dawud) (Lih. Bukhari no.1842,Muslim no.1963, Turmudzi no.3531);
c. Banyak-banyak beramal soleh (Lih.Bukhari no.2063)
d.Memilih tempat yang suci (Lih.Q.s3a37,39;s19a11;s9a108; s2a222)
e.Bertaubat dan bersuci, bersih dari noda dan dosa(Qs2a222; s9a108)
f.Memilih waktu malam yang sunyi senyap(Lih.Q.s19a3;s17a79; s3a29; s4a149 s33a54;s14a38)
g.Dzikir dan membaca Al-Quran dengan merenungkan isi maksud yang dibacanya.
@ Adapun adab dan tata tertib berdo’a adalah sebagai berikut:
(1) Merendah diri-Andap asor (Lih.Q.s7a205;s6a63;s7a55)
(2)Tidak mendesak-desak meminta segera terkabul dan tidak mengandung dosa (Lih.Bukhari CDno.5865)
(3)Barpakaian yang sopan dan suci-bersih (Lih.Q.s7a31)
(4)Taqarrub=dhedhepe, pasrah bongkokan kepada Allah secara maksimal (lih.Q. 96a19; S40a44;Bukhari no.6021 )
(5)Dengan suara yang sopan penuh hormat (Lih.Bukhari no.5905).
(6)Do’a dibaca dalam sujud (Lih.Muslim no.4733;Nasai no.1125; Abu Dawud no. 741;Ahmad no. 9083)
(7)Tidak berhenti dari Taqarrub kepada Allah (Lih.Q.s33a41; s2a152;Muslim no.558;Abu Dawud no.17) .
Di bawah ini tercatat pernyataan Rasulullah Saw. yang relevan dengan masalah ibu bapak dengan do’a, yaitu:
1828 عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَا شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ (رواه الترمذي وابن ماجه 3852)
Artinya: “Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Ada tiga do’a yang mustajab tidak diragukan lagi, yaitu: Do’a otang yang dizalimi, do’a otang musafir dan do’a orang tua untuk anaknya”(HR Turmudzi no. 1828 dan Ibnu Majah no.3852) Tafsir Al-Qurthubi terbitan Darul Ktubil ‘Ilmiyah (13h223) mengaitkan hadis ini dengan Al-Quran s29a65.
Bab III Mengirim dosa kepada ahli kubur
Masalah no.3. ialah: Bagaimana hukumnya orang yang menyebar luaskan kejelekan-kejelekan ibu bapak atau orang yang sudah wafat?
+ Mengucapkan kata-kata mengenai kejelekan dan maksiat mayit siapa saja sama dengan mengirim dosa dan memperberat azab Allah kepada mayit. Lebih jeli dan mendalam adalah sebagai uraian berikut:
Allah Ta’ala itu memiliki sifat serba Maha dalam 20 sifat dan 99 nama Al-Asmaul Husna, Maha Mengetahui, Maha Adil, Maha Terpuji, Tidak ada yang menyamai Allah. Maka Allah itu tahu betul apa yang diperlukan makhluk manusia pada jaman kapan saja, siapaun juga di tempat manapun juga. Dan Allah sudah menetapkan hukum-hukum yang mengatur lalu lintas seluruh urusan makhluk seantero jagad raya, demi untuk memenuhi semua kebutuhan segala jenis makhluk mulai benda mati, tumbuh-tumbuhan, hewan, manusia sampai makhluk halus seluruhnya, agar supaya kehidupan di alam semesta ini berlangsung aman damai, serasai dan bahagia. Sehingga seluruh makhluk dan manusia sebenarnya tidak ada alasan untuk melanggar hukum Allah. Barang siapa melanggar hukum Allah namanya dosa, secara alami dan menurut ilmu logika, maka si pelanggar ini akan mengganggu eko sistem keserasaian, kedamaian, kebahagiaan hidup dalam cakupan Hukum Alam (Sunnatullah), misalnya perbuatan membunuh, mencuri, membabat hutan akan merusak kehidupan bermasyarakat merusak kenyamanan hidup. Kemudian karena berani melawan Allah maka di akhirat akan mendapat azab yang setimpal dengan besar kecilnya dosa. Hukum Alam atau Sunnatullah mencakup seluruh urusan makhluk yang paling kecil sampai yang terbesar. Contoh kecil yang dapat kita renungkan ialah bahwa Allah memerintahkan kita untuk menjaga kehormatan dan melarang kita membuka aurat semau guwe.
Lebih berat lagi Allah melarang keras orang beriman berani berbuat zina, bahkan dengan jelas Allah melarang kita ini membuat sarana dan prasarana yang dapat mendekatkan kita mengarah kepada perbuatan zina, Allah berfirman dalam Al-Quran:
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا (الاسراء 32)
Artinya: “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang sangat jijik dan suatu jalan yang buruk”(S.17 Al-Isra` 32).
Allah-pun juga melarang adanya tingkah laku yang dapat menyebabkan timbulnya perbuatan zina, maka orang yang beriman harus saling merendahkan pandangannya untuk mencegah daya tarik hawa nafsu yang mengarah kepada perbuatan zina dan menutup rapat-rapat lubang masuknya setan ke dalam diri kita, maka kita wajib menutup aurat lebih-lebih kaum perempuan. Allah berfirman dalam Al-Quran:
قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ () وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ ءَابَائِهِنَّ أَوْ ءَابَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ( النور30-31)
Artinya: “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat".
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung”(s.24 an-Nur 30-31).
Allah memerintahkan kepada kita agar supaya para kaum wanita memakai jilbab yang menutup auratnya, jangan sampai mata laki-laki melihatnya:
يَاأَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا (الاحزاب 59)
Artinya: “Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang”(s.33 al-Ahzab 59).
Kaum laki-laki tidak boleh mengulangi pandangannya yang karena kebetulan melihat bagian badan kaum wanita yang terlarang oleh syara’, pandangan yang berulang itulah yang dinilai oleh Allah sebagai suatu dosa, karena perbuatan ini dapat memberi kesempatan nafsu setan masuk mengajak kita berbuat maksiat. Nabi Saw. bersabda di dalam hadis:
عَنِ ابْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ رَفَعَهُ قَالَ يَا عَلِيُّ لَا تُتْبِعِ النَّظْرَةَ النَّظْرَةَ فَإِنَّ لَكَ الْأُولَى وَلَيْسَتْ لَكَ الْآخِرَةُ (رواه الترمذي2701 وابو داود 1837)
Artinya: “Dari Ibnu Buraidah dari ayahnya bahwa Nabi Saw. bersabda: “Wahai ‘Ali janganlah kamu mengikutkan suatu pandangan dengan pandangan sesudah itu, bagimu pandangan pertama dan pandangan yang akhir itu bukan bagianmu”(HR.Turmudzi no.2701, abu Dawud no.1837).
@ Dosa kecil berkembang menjadi dosa besar
Orang yang berbuat dosa kepada Allah, maka di dalam hatinya timbul suatu noda hitam, jika dia memohon ampun dan bertaubat kepada Allah, noda itu lenyap. Tetapi jika maksiat itu diulangi, maka noda hitam itu bertambah, jika diulang-ulang maka noda bertambah terus bahkan jika maksiat itu diterus-teruskan menjadi adat, hukum adat dan menjadi budaya serta tradisi maka hati dia dan semua yang melakukannya berubah menjadi hitam pekat alias dosa yang terlalu besar, dari dosa kecil ditambah-tambah menjadi dosa besar. Rasulullah Saw. bersabda dalam sebuah hadis:
3257 عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَتْ فِي قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فَإِذَا هُوَ نَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ وَتَابَ سُقِلَ قَلْبُهُ وَإِنْ عَادَ زِيدَ فِيهَا حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ وَهُوَ الرَّانُ الَّذِي ذَكَرَ اللَّهُ ( كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ ) قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ (رواه الترمذذي وابن ماجه 4234- 7611)*
Artinya: “Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Sungguh seorang hamba jika dia berbuat suatu kesalahan, maka dalam hatinya timbul titik hitam. Jika dia menjauhinya , memohon ampun dan bertaubat maka terhapuslah titik hitam itu, namun jika dia mengulanginya, titik itu bertambah sampai naik menutup hatinya. Inilah yang dimaksud Allah di dalam Al-Quran S.83 Al-Muthaffifin 14”(HR Turmudzi CD no.3257, Ibnu Majah No. 4234 & 7611).
Lubang sarana apa saja yang dapat menarik nafsu birahi untuk berbuat zina harus dihindari jauh-jauh, pandangan mata, kata-kata bahkan angan-angan sekalipun wajib dijaga dengan ketat jangan sampai kemasukan setan yang mengajak berbuat zina itu, maka semua itu wajib dijaga ketat. Rasulullah Saw. bersabda:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنَ الزِّنَا أَدْرَكَ ذَلِكَ لَا مَحَالَةَ فَزِنَا الْعَيْنِ النَّظَرُ وَزِنَا اللِّسَانِ الْمَنْطِقُ وَالنَّفْسُ تَمَنَّى وَتَشْتَهِي وَالْفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ كُلَّهُ وَيُكَذِّبُهُ (رواه البخاري 5774 ومسلم 4801)*
Artinya: “Dari Ibnu ‘Abbas bahwa Nabi saw.bersabda: sungguh Allah mencatat peran manusia masalah zina dia mengambil bagian itu tidak diragukan lagi, yaitu: Zina mata ialah melihat, zina lisan ialah pembicaraan kesana, jiwa ialah mengan-angan, sedang farji (kemaluan) mewujudkannya dengan nyata semua itu atau mendustakannya, jadi mengerjakan atau tidak”(HR.Bukhari hadis no.5774, Muslim no.4801).
Ngrumpi atau Ngrasani, berbisik-bisik menyiarkan berita jorok atau durhaka seseorang kepada Allah itu berdosa. Rasulullah Saw. bersabda:
5516 عَنْ عَبْدِاللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِي اللَّهم عَنْهمَا قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِنْ أَكْبَرِ الْكَبَائِرِ أَنْ يَلْعَنَ الرَّجُلُ وَالِدَيْهِ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ يَلْعَنُ الرَّجُلُ وَالِدَيْهِ قَالَ يَسُبُّ الرَّجُلُ أَبَا الرَّجُلِ فَيَسُبُّ أَبَاهُ وَيَسُبُّ أُمَّهُ (روالبخاري)*
Artinya: “Dari Ibnu ‘Umar bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Terrmasuk dosa terlalu berat ialah jika seseorang melaknat bapak ibunya. Ditanyakn: “Bagaimana bisa seseorang melaknat bapak-ibunya? Beliau bersabda: “Orang (A) yang mengolok-olok bapak orang lain (B) kemudian orang lain tadi (B) mengolok-olok bapak-ibu (A) yang mengolok-olok tersebut”(HR Bukhari CD no.5516).
Dosa itu menjadi dosa lebih besar lagi jika ucapan itu sangat menyakitkan hati, misalnya kata-kata: “Bangsat anak zina!!!” maka dengan spontan orang yang terkena ucapan ini akan mengumpat keras pengucap pertama: “Bangsat kamu sendiri anak jadah anak haram!!!. Ucapan ini sama dengan mengirim dosa besar kepada ibu bapaknya sendiri melalui lidah orang lain. Jika ucapan ini berkembang menjadi perseteruan melibatkan banyak orang maka orang yang pertama kali mengucapkan kata-kata berbisa ini akan mengirim dosa kepada almarhum orang tuanya sendiri berulang kali sesuai dengan banyaknya orang lain yang menghujat almarhum orang tua pengucap pertama. Bahkan pengucap pertama akan menderita dosanya sendiri ditambah dosa orang lain yang mengikuti kegiatan menghujat dan perbutan dosa yang lain.
Terkait masalah di atas Nabi Saw bersabda:
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَسُبُّوا الْأَمْوَاتَ فَإِنَّهُمْ قَدْ أَفْضَوْا إِلَى مَا قَدَّمُوا (رواه الخاري 1306)
Artin ya: "Dari 'Aisyah r.a.bahwa Nabi Saw bersabda: "Janganlah kalian mengolok-olok mayit sungguh mereka itu sudah mencurahkan tenaga untuk masa lalunya" (HR Bukhari 1306
إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ ءَامَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ( النور 19)
Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui"(S.24 An-Nur 19)
Do'a mohon dijauhkan dari bilai :
اَللَّهُمَّ اِنَّا نََعُوْذ بِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ وَدَرَكِ الشَّقَاءِ وَسُوءِ الْقَضَاءِ وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ (رواه البخاري 5871)
"Ya Allah sungguh kai mohon perlindunganAllah dari bilai kesengsaraan, putusan yang jelek dan dari serangan usuh-musuh Allah"(HR Bukhari no.5871)
…………………….…………-=o0o=-………………………….………
(*) Hubungi kami di : http://imam-muchlas.blogspot.com
ketik kirim kepada: h.imam.muchlas @gmail.com
Senin, 03 Agustus 2009
Agama Samawi dan Agama Budaya
No. 08Mo25 Tafsir Tematis kontemporer
Agama Samawi lawan Agama Budaya
لَمْ يَكُنِ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ مُنْفَكِّينَ حَتَّى تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُ(1)رَسُولٌ مِنَ اللَّهِ يَتْلُو صُحُفًا مُطَهَّرَةً(2)فِيهَا كُتُبٌ قَيِّمَةٌ(3)وَمَا تَفَرَّقَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَةُ(4)وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ(5)البينة 1-5)
Artinya: "Orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata, (yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan (Al Qur'an), di dalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus. Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Al Kitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata. Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus"(S.108 Al-Bayyinah 1-5)
Tema&Sari Tilawah
1. Orang kafir, orang musyrik, orang Ahli Kitab mempunyai sikap yang sama.
2. Orang kafir, orang musyrik, Ahli Kitab tetap memegang teguh agama kepercayaannya
3. Orang-orang Ahli Kitab saling berselisih setelah kebangkitan Nabi Muhammad menjadi Rasul.
4. Orang-orang Ahli Kitab diperintah tidak lain kecuali supaya menyembah Allah yang Maha Esa dengan agama yang lurus
5. Mereka harus mendirikan shalat dan membayar zakat
6. Menyembah Allah yang Maha Esa, mendirikan shalat, dan membayar zakat itulah agama yang lurus.
Masalah dan analisa jawaban
1. Apa sebab orang-orang Ahli Kitab itu dikelompokkan ke dalam kelompok kafir dan musyrik? Ahli Kitab itu dicap sebagai kafir dan musyrik sebab mereka mengangkat makhluk-manusia menjadi anak Tuhan dan mengatur agama menurut akal mereka bukan dari wahyu dari Allah.
2. Bagaiamanakah agama Yahudi dan Nasrani itu yang benar? Agama Yahudi asal dari Kitab Taurat wahyu dari Allah yang dibawa oleh Nabi Musa dan agama Nasrani asal dari Kitab Injil wahyu dari Allah yang dibawa oleh Nabi 'Isa. Maka Nabi Musa maupun Nabi 'Isa itu mengajarkan agama Tauhid dan agama yang lurus.
3. Bagaimana cara menghadapi Ahli Kitab dan mengajak mereka kembali ke agama Tauhid yang lurus ? Meluruskan kaum agama Yahudi dan Nasrani harus dilakukan secara ilmiah mencari kebenaran yang tertinggi.
Pendalaman & penelitian
BAB SATU
Agama Samawi X Agama Budaya
Masalah ke-1: Apa sebab orang-orang Ahli Kitab itu dikelompokkan ke dalam kelompok kafir dan musyrik? Ahli KItab itu dicap sebagai kafir dan musyrik sebab mereka mengangkat makhluk-manusia menjadi Tuhan Anak dan mengatur agama menurut akal mereka bukan dengan wahyu dari Allah.
Yang dinamakan Ahli Kitab ialah kaum Yahudi dan Nasrani yang awalnya pengikut Nabi Musa dengan kitab suci Taurat lalu menjadi penganut agama Yahudi. Kaum Nasrani awalnya penganut Nabi 'Isa dengan kitab Injil-nya. Tetapi dalam perkembangannya makin jauh ditinggalkan Nabi Musa dan Nabi 'Isa maka agama Yahudi dan agama Nasrani berubah makin jauh dari asli ajaran para nabi. Bahkan Allah dalam Al-Quran memasukkan kaum Yahudi dan Nasrani ini menjadi orang kafir sebab mereka membuat tuhan-tuhan selain Allah. Maka Allah berfirman :
وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ذَلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ(30)اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ(31)(التوبة 30-31)
Artinya: " Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah". Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dila`nati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling? Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan"(S.9 At-Taubat 30-31).
لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ قُلْ فَمَنْ يَمْلِكُ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا إِنْ أَرَادَ أَنْ يُهْلِكَ الْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَأُمَّهُ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا يخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ( الماءدة 17)
لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَابَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ(72)الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلَّا إِلَهٌ وَاحِدٌ وَإِنْ لَمْ يَنْتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (الماءدة 72- 73)
Artinya:
"Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam". Katakanlah: "Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi semuanya?" Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang di antara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu"( S.5 Al-Maidah 17).
"Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu" Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun" (72).
"Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah itu ialah salah satu dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih"(73)"(S.5 Al-Maidah 17& 72- 73).
Allah memasukkan mereka menjadi musyrik sebab mereka mengangkat manusia menjadi Tuhan disamping Allah, Dalam Al-Quran Allah berfirman :
لَمْ يَكُنِ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ مُنْفَكِّينَ حَتَّى تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُ(البينة1)
Artinya: " Orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata"(S.98 Al-Bayyinah 1).
Sebelum membahas masalah kafir, musyrik dan Ahli Kitab perlu kita memperhatikan pandangan para ulama dan para pakar berikut ini:
i. Asal usul agama
@ Asal usul agama dan doktrin agama
A. Menurut Ilmu Antropologi
Sayyid Quthub dalam tafsirnya (8h77) mencatat teori kaum orientalis bahwa agama itu asalnya dari faham dinamisme, yaitu suatu kepercayaan serba-jiwa, bahwa bukan hanya manusia dan hewan saja tetapi semua yang ada di alam ini mempunyai roh. Dari faham ini lalu berkembang kepada kepercayaan akan adanya larangan yang dinamakan "Tabu", maka dari sini kemudian berkembang kepercayaan kepada sihir, selanjutnya berkembang menjadi penyembahan kepada banyak dewa lalu dari faham banyak dewa berkembang secara logika menuju penyembahan kepada satu Dewa. Agama atau kepercayaan ini kemudian dikelompokkan kedalam agama Ardhi bahwa agama ini hasil dari akal manusia, lawannya ialah agama Samawi artinya agama asalnya dari langit yaitu dari Tuhan..
Pakar ilmu antropologi mencatat bahwa bangsa Yunani pada awalnya percaya kepada banyak dewa, tetapi kemudian berkembang mereka percaya bahwa dari banyak dewa ini menjadi yakin ada satu dewa yang paling besar. Perkembangan pikiran yang sama terdapat juga dalam kepercayaan bangsa Mesir Purba. Dan bangsa Arab Jahiliyah itupun juga meyakini bahwa Patung yang bernama Hubal adalah satu patung yang mempunyai kedudukan yang paling tinggi di atas 360 patung yang mereka sembah.
Demikian itulah jika kita berangkat mencari asal usul agama melalui ilmu manusia. Padahal jika kita telusuri lebih dalam lagi, maka manusia itu asalnya dari Adam atau manusia itu asalnya dari tanah, tanah asalnya dari bumi, bumi asalnya dari satu titik singularitas yang meledak dalam Dentuman Hebat "The Big Bang".
Menurut filsafat Ontologi dari Anselm(1109M) bahwa Tuhan itulah sesuatu yang tidak dapat dikalahkan dari segala seginya oleh apa dan siapapun juga. Menurut filsafat Kosmologi dari Aquinas (1274M) bahwa Tuhan itulah asal segala sebab. Menurut filsafat Teleologi dari Matews W.R. bahwa Tuhan itulah arsitek, perencana, pencipta, pengawas jalannya proses seluruh alam semesta ini.
Dari filsafat Ontologi, Kosmologi dan Teleologi ini maka dapat diyakini bahwa agama itu asalnya dari Tuhan. Dan menurut ajaran Islam Tuhan itulah yang menciptakan makhluq dan Tuhanlah yang membuat agama untuk seluruh makhluq. Agama dari Tuhan disampaikan kepada manusia melalui malaikat, nabi atau rasul berupa wahyu lalu dihimpun menjadi kitab suci. Sehingga menurut ajaran Islam asal usul agama itu ialah agama Tauhid ketuhanan yang Maha Esa atau monoteistis. Allah berfirman dalam Al-Quran:
إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ ( ال عمران 19)
Artinya: " Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya"(S.3 Ali 'Imran 19).
قُلْ ءَامَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ عَلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَى وَعِيسَى وَالنَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ(84)وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ (ال عمران 84- 85)
Artinya: " Katakanlah: "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma`il, Ishaq, Ya`qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, `Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi"(S.3 Ali 'Imran 84-85).
Tetapi setan sukanya ialah membujuk manusia untuk mengangkat manusia menjadi Tuhan atau membuat tuhan-tuhan kemudian tuhan buatan manusia ini mereka jadikan sekutu Allah disembah dan dipuja. Maka dari itu para penyembah tuhan-tuhan buatan ini dinamakan musyrik artinya menyekutukan Tuhan atau menyembah banyak tuhan (politeistsme).
B. Menurut ajaran Islam
Para ulama membagi agama menjadi dua macam, yaitu agama Samawi dan agama Ardhi atau agama Langit dan agama Budaya. Agama Langit ialah bahwa agama itu asalnya dari Tauhid (Monoteistis) Tuhan itu Maha Esa, sedangkan agama Ardhi atau agama Budaya itu adalah agama hasil pemikiran akal manusia agama yang Politeistis menyembah banyak tuhan.
Agama orang musyrik ialah agama “Budaya” sehingga mereka menggambarkan sifat-sifat Tuhan disusun menurut akal mereka. Oleh karena itulah maka kaum musyrikin Arab Jahiliyah menjelang kebangkitan Nabi Muhammad menjadi Rasul menggambarkan Tuhan secara materialis-indrawi. Imam Ibnu Jari>r dalam tafsirnya (2h551) mencatat riwayat hadis bahwa Ra>fi’ ibnu H}uraimalah meminta kepada Rasulullah Saw. untuk dapat berbicara langsung dengan Allah. Maka Al-Qura>n S.2 Al-Baqarah 118 memberikan peringatan bahwa orang-orang jaman dahulu juga mengucapkan kata-kata seperti itu. Mereka menggambarkan Allah seperti manusia, jika Tuhan itu jauh mereka akan berdo’a dengan suara keras, jika dekat maka mereka akan berdo’a dengan suara lemah. Maka Allah lalu memberi peringatan melalui Al-Qura>n S. 2Al-Baqarah 186 bahwa Allah itu dekat dan mengabulkan do’a.
Adapun perbedaan agama langit dan ciri agama”Budaya” ada 6, yaitu sebagai berikut:
=================================================================
No. ! Agama Samawi ! Agama Budaya
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
1. ! Disiarkan oleh nabi atau rasul dari Allah ! Tidak mempunyai nabi atau rasul
2. ! Berpedoman kitab suci wahyu dari Allah ! Tidak mempunyai kitab dari Allah
3 ! Sistem kehidupan mengikuti aturan Allah ! Sistem kehidupan diatur oleh akal
4 ! Manusia tidak dapat mengubah agama ! Agama ditetapkan oleh manusia
5 ! Agama tidak luntur karena kritik akal ! Agama berubah sebab kritik akal
6 ! Konsep agama serba monoteistis ! Konsep agama bersifat politeistis-----
(i) Agama Budaya mempunyai 6 ciri-ciri, yaitu:
1. Asal agama tidak melalui nabi atau rasul utusan Tuhan;
2.Tidak mempunyai kitab suci yang dibawa oleh nabi atau rasul utusan Tuhan;
3.Sistem merasa dan berpikir masyarakatnya sangat terikat oleh sistem seluruh kehidupan;
4.Agama budaya sewaktu-waktu berubah karena perubahan mentalitas masyarakat penganutnya;
5.Ajaran agama budaya tidak kuat bertahan atas kritik oleh akal;
6.Konsep ketuhanan cenderung serba politeistis banyak tuhan.
(ii) Agama langit mempunyai 6 ciri, yaitu:
Agama langit khususnya agama Islam mempunyai 6 ciri, yaitu:
i. Disiarkan oleh nabi atau rasul utusan Tuhan, termaktub dalam Al-Quran S.2 Al-Baqarah 151.
كَمَا أَرْسَلْنَا فِيكُمْ رَسُولًا مِنْكُمْ يَتْلُو عَلَيْكُمْ ءَايَاتِنَا وَيُزَكِّيكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُمْ مَا لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ (البقرة 151)
“Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan ni`mat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul di antara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah (As Sunnah), serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui”(S.2 Al-Baqarah 151)
ii. Mempunyai kitab suci yang dibawa oleh nabi atau rasul utusan Tuhan ( Lih.S.42 Asy- Syura 17);
اللَّهُ الَّذِي أَنْزَلَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ وَالْمِيزَانَ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ قَرِيبٌ (الشوري 17)
“Allah-lah yang menurunkan kitab dengan (membawa) kebenaran dan (menurunkan) neraca (keadilan). Dan tahukah kamu, boleh jadi hari kiamat itu (sudah) dekat?”(S42a17)
iii. Sistem kehidupan takluk dan mengarah kepada sistem dalam agama(Lih.S.17 Al-Isra` 81)
وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا (الاسراء81)
“Dan katakanlah: "Yang benar telah datang dan yang bathil telah lenyap". Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap”(s17a81)
iv. Mentalitas penganutnya tidak dapat mengubah agama, tetapi agama mengubah mentalitas penganutnya (Lih.S.23 Al-Mu`minun 71);
وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ أَهْوَاءَهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ بَلْ أَتَيْنَاهُمْ بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ عَنْ ذِكْرِهِمْ مُعْرِضُونَ (المؤمنون 71)
“Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu”(s23a71).
V Kebenaran prinsip agama tidak luntur oleh kritik akal karena ajaran agama tersebut tidak bertentangan dengan akal(Lih.S2 Al-Baqarah 147);
الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ (البفرة 147)
“Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu’(s2a147)
vi. Konsep agama serba monoteis, serba esa(QS.112 Al-Ikhlash 1-4).
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ(1)اللَّهُ الصَّمَدُ(2)لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ(3)وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (الاخلاص1-4)
“Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia"(s112a1-4).
Agama Islam adalah agama langit, dengan nabinya Muhammad dan kitab sucinya ialah Al-Quran. Menurut pandangan Islam Agama Nasrani itu berasal dari agama langit, yang dibawa oleh Nabi 'Isa dengan kitab sucinya Injil, tetapi dalam perkembangannya agama Nasrani ini mengalami erosi longsoran agama budaya. Nabi Isa diangkat menjadi Tuhan Anak, malaikat Jibril diangkat menjadi Tuhan Roh Kudus mempercayai Tuhan ada tiga (Tritunggal), Kitab Injil menampung rembesan teori akal dari luar wahyu.
Kebenaran Islam yang tidak dapat dikalahkan oleh agama lain ialah sifat ESA Allah yang Mutlak serba Maha, sedangkan kitab suci Al-Quran dengan bahasa Arabnya adalah bahasa yang tetap hidup mudah difaham terus abadi, naskahnya tidak ada satu hurufpun yang hilang dan tidak ada perubahan sama sekali, Al-Quran berisi ajaran dunia sekaligus akhirat, Al-Quran diperkuat dengan hadis, serta jaminan kebebasan berpikir dan pengembangan akal yang sehat yang menjamin keabadian agama Islam.
@ Bedanya Allah dengan berhala atau tuhan buatan manusia
Menurut ajaran Islam Allah itu mempunyai 20 sifat wajib dan 99 nama yang baik.
~ Sifat wajib yang 20 yaitu:(1)Wujud=Ada; (2)Qidam=Lebih dahulu; (3)Baqa`=Kekal; (4) Mukhalafatuhu lil Hawaditsi=Berbeda dari makhluk;(5) Qiyamuhu bi Nafsihi=Berdiri sendiri; (6)Wahdaniyat=Maha Esa; 7) Qudrat= Maha Kuasa; (8) Iradat =Berkehendak; (9)‘Ilmu= Berilmu; (10) Hayat= Hidup; (11)Sama’ =Mendengar; (12) Bashar= Melihat;(13) Kalam= Berkata; (14)Qadiran=Yang Maha Kuasa; (15)Muridan =Yang menghendaki; (16)’Aliman= Yang Maha Mengetahui; (17) Hayyan= Yang Maha Hidup; (18)Sami’an=Yang Maha Mendengar;(19) Bashiran=Yang Maha Awas; (20)Mutakalliman= Yang Maha Berbicara.
~Al-Asma`ul Husna: Allah itu mempunya 99 nama yang baik, Allah berfirman di dalam Al-Quran:
قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَنَ أَيًّا مَا تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلًا(110)(الاسراء)
Artinya: “
“Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai Al -Asmaaul Husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu (s.17 Al-Isra`110)
اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى (طه8 )
“Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Dia mempunyai Al-Aasmaaul husna (nama-nama yang baik”(S.20 Thaha 8).
Secara ringkas dari 99 nama Al-Asmaul Husna tersebut termaktub dalam Al-Quran sebagai berikut:
هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ(22)هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ(23)هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ(24)(الحشر)
Artinya: “Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”(S.59 Al-Hasyr 22-24)
Adapun berhala atau tuhan buatan manusia itu tidak mempunyai sifat seperti Allah dalam agama Tauhid. Jika seandainya berhala tadi mempunyai sifat yang mirip dengan sifat Allah, maka dia hanya mempunyai salah satu sifat atau 3 sifat saja
misalnya : 1)Pencipta, 2)Pemelihara, 3)Perusak, jumlahnya tidak dapat mengalahkan 20 sifat Allah, lebih-lebih nama-nama yang 99 itu, maka sifat tuhannya orang musyrik atau agama berhala tidak mungkin menyamai Al-Asma`ul Husna nama-nama Allah. Bahkan 3 sifat atau macam-macam sifat tuhan buatan manusia itu jumlah dan jenis sifatnya adalah sifat yang dibuat oleh manusia yang mengangkat dia menjadi tuhannya.
*Sayid Quthub dalam tafsirnya (6h317) dalam membahas Al-Quran S.42 Asy-Syura ayat 1-24 menekankan bahwa agama itu asalnya dari Allah menunjuk ayat berikut :
شَرَعَ لَكُمْ مِنَ الدِّينِ مَا وَصَّى بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ يُنِيبُ(الشوري 13)
Artinya:
"Dia telah mensyari`atkan kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama) -Nya orang yang kembali (kepada-Nya)"(S.42 Asy-Syura 13).
Sayyid Quthub dalam kitab itu mencatat bahwa orang musyrik itu tidak mengikuti Rasulullah Saw sebab karena dengki, hasud, zalim, sebabnya karena pengaruh hawa nafsu yang sesat. Mereka menyandarkan kepercayaannya tidak berdasarkan akidah dan akal yang sehat tidak menggunakan metode yang lurus, walaupun hati mereka tampaknya bersih dan tulus, maka Allah mengirim azab atas mereka.
Biasanya setelah ditinggal oleh nabi maka kaum itu menjadi malas, sesat dan ragu, Allah berfirman dalam Al-Quran:
وَمَا تَفَرَّقُوا إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ وَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِنْ رَبِّكَ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ أُورِثُوا الْكِتَابَ مِنْ بَعْدِهِمْ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مُرِيبٍ الشوري 14}
Artinya: "Dan mereka (ahli kitab) tidak berpecah belah melainkan sesudah datangnya pengetahuan kepada mereka karena kedengkian antara mereka. Kalau tidaklah karena sesuatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulunya (untuk menangguhkan azab) sampai kepada waktu yang ditentukan, pastilah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang diwariskan kepada mereka Al-Kitab (Taurat dan Injil) sesudah mereka, benar-benar berada dalam keraguan yang menggoncangkan tentang kitab itu"(S.42 Asy-Syura 14)
Sekarang ini di lingkungan Islam timbul kelompok orang yang mengaku Islam tetapi melecehkan atau mengingkari hadis. Para ulama menamakan mereka itu kaum Inkarus Sunnah, bahkan ada lagi kelompok yang melecehkan Al-Quran dan hadis sekaligus lebih mengunggulkan akal. Mereka ini meragukan otentisitas penulisan hadis dan lebih berbahaya lagi meragukan kesucian Al-Quran dengan mengatakan bahwa Al-Quran Mushaf 'Usman itu buatan tangan kemudian dikuatkan dengan kekerasan oleh khalifah 'Usman buktinya khalifah memerintahkan membakar semua naskah diluar Mushaf 'Usman.
Menurut kelompok ini naskah yang dapat dipercaya ialah naskah yang diketemukan belum lama ini di Yaman Selatan yang tertinggal tidak sampai dibakar oleh khalifah 'Usman dan bawahannya. Padahal menurut keputusan ulama begitu selesai pembukuan Al-Quran oleh khalifah 'Usman itu maka para ulama sepakat menetapkan bahwa tulisan Al-Quran yang benar ialah mushaf yang memenuhi 3 syarat, yaitu:
1) Tulisan dan bunyinya bernilai Mutawatir.
2) Tidak bertentangan dengan tata bahasa Arab.
3) Tulisan dan bunyinya cocok dengan Mushaf 'Usman.
Orang yang meragukan Al-Quran hasil pembukuan jaman khalifah 'Usman ini hukumnya kafir sama dengan tidak mempunyai kitab dari Allah melalui Rasulullah Saw. Kelompok tersebut sesumbar akan membuat Al-Quran sendiri dan menolak Al-Quran Mushaf 'Usmani. Mereka keluar dari agama Samawi menolak kenabian Muhammad, tidak menganggap suci Mushaf 'Usmani bahkan mereka berusaha keras untuk mengubah isi Kitab Suci Al-Quran yang sudah diakui syah oleh seluruh umat manusia secara internasional yang bunyi dan hurufnya tersimpan sekarang didalam CD-DVD dapat dilihat dan didengar melalui komputer dan bahasa Arabnya tetap hidup mudah difaham selama ribuan tahun sejak dahulu sampai sekarang ini.
Singkatnya ialah bahwa Agama Budaya ialah agama di luar agama Islam, Yahudi dan Nasrani, yaitu agama Hindu, Budha, Kong Hu Chu, Shinto, Tao dan semua yang mempunyai 6 buah ciri agama Budaya itu.
@ Kaum Ahli Kitab itu kafir dan musyrik
* Kitab Al-Anajil wal 'Aqidah (1h105) dalam judul Agama Masehi & Paganisme mencatat bahwa agama Masehi itu diajarkan untuk membodohi umat melalui pengangkatam Nabi 'Isa menjadi Tuhan Anak dan mengangkat malaikat Jibril menjadi Tuhan Roh Kudus dengan memaksa bahwa akal harus menerimanya. Mereka dikelompokkan kedalam kelompok kafir dan musyrik sebagaimana ditegaskan oleh Allah dalam S.5 Al-Maidah 17, 72-73 serta S.98 Al-Bayyinah terurai di atas. Agama Yahudi bukan hanya mengangkat Nabi 'Uzair menjadi Anak Tuhan, menurut Allah kaum Yahudi itu kafir atau musyrik sebab mereka menyembah pendeta dan rahib diwujudkan dalam ketakutan dan ketaatannya yang berlebih-lebihan mengalahkan takut dan taatnya kepada Allah persis sama dengan kaum Nasrani (Kristen) yang beriman yakin kepada uskup-pastur-pendetanya menganggap sebagai Tuhan bertaubat dan memohon ampun kepada Uskup, pastur, pendeta dan imam gereja bukan kepada Tuhan. Allah berfirman dalam Al-Quran :
اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ(التوبة 31)
Artinya: "Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan"(S.9 At-Taubat 31).
Dalam agama Yahudi tidak ada ajaran Tritunggal dan tidak ada ajaran dosa warisan.
* Para pakar menyatakan bahwa agama Masehi itu hasil rekayasa akal yaitu agama ajaran Nabi 'Isa dicelup dengan budaya Romawi. Allah berfirman di dalam Al-Quran:
وَمِنَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّا نَصَارَى أَخَذْنَا مِيثَاقَهُمْ فَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ فَأَغْرَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَسَوْفَ يُنَبِّئُهُمُ اللَّهُ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ( الماءدة 14)
Artinya: " Dan di antara orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya kami ini orang-orang Nasrani", ada yang telah Kami ambil perjanjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebahagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya; maka Kami timbulkan di antara mereka permusuhan dan kebencian sampai hari kiamat. Dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang selalu mereka kerjakan"(S.5 Al-Maidah 14).
(*) Catatan sejarah
Prof.Abu Zahrah dalam bukunya Agama Masehi (1960:118) mencatat bahwa pengangkatan Nabi 'Isa menjadi Tuhan Anak adalah karena usul Konstantin Kaisar Romawi, lalu diselenggarakan Konsili tahun th.325 M di Nikea. Kemudian ditetapkan oleh 318 uskup suatu keputusan mengangkat Nabi 'Isa menjadi Tuhan Anak mengikuti teori Athanasius (373M) yang dilawan oleh 1700 uskup dipelopri oleh uskup Arius (336M). Konsili juga menetapkan Kitab Injil hanya empat saja, maka Encyclopaedia Britanica (ii:106) mencatat nama-nama 47 Kitab Injil dan Kitab Suci yang ditetapkan tahun 325 M itu sebagai Apocriva dan tidak dimasukkan ke dalam Bibel. Kemudian Ensklopedi Encarta 2006 mencatat ada 100 kitab yang tidak dimasukkan ke dalam Perjanjian Baru padahal kitab ini ditulis oleh kaum Nasrani abad 2 sampai abad ke-4 dan isinya semua senada dengan Kitab Perjanjian Baru (Lih. J. Louis Martyn-Encarta 2006).
Pada Konsili di Konstantnopel tahun 381M maka 150 uskup menetapkan malaikat Jibril menjadi Tuhan Roh Kudus. Dengan ketetapan ini maka agama Trinitas atau Trtunggal ini menjadi lengkap, yaitu Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Tuhan Roh Kudus. Jika diperbandingkan maka umat agama Hindu percaya kepada Tuhan Trimurti terdiri dari Brahma. Winsu, Siwa dengan kedudukan Brahma sebagai Pencipta, Wisnu sebagai pemelihara dan Siwa sebagai perusak.
BAB DUA
Agama Yahudi dan Nasrani
Masalah ke-2: Bagaimanakah agama Yahudi dan Nasrani itu yang benar? Agama Yahudi asal dari ajaran dari Kitab Taurat Nabi Musa dan agama Nasrani asal dari ajaran Nabi 'Isa dan Nabi Musa maupun Nabi 'Isa mengajarkan agama Tauhid dan agama yang lurus.
Sepuluh Hukum Taurat atau The Ten Commandments merupakan ajaran yang masih tertinggal yang masih dipercaya oleh kaum Yahudi, kaum Nasrani dan diakui oleh Al-Quran dan hadis Rasulullah Saw ialah Kitab Keluaran 20 ayat 1-17 dalam Bibel-Perjanjian Lama yang redaksi yang sedikit berbeda tercatat dalam Al-Quran S.17 Al-Isra` 101 dan dalam hadis Turmudzi no.3069 berikut:
وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا مُوسَى تِسْعَ ءَايَاتٍ بَيِّنَاتٍ فَاسْأَلْ بَنِي إِسْرَائِيلَ إِذْ جَاءَهُمْ فَقَالَ لَهُ فِرْعَوْنُ إِنِّي لَأَظُنُّكَ يَامُوسَى مَسْحُورًا( الاسراء 101)
Artinya: " Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepada Musa sembilan buah mu`jizat yang nyata, maka tanyakanlah kepada Bani Israil, tatkala Musa datang kepada mereka lalu Fir`aun berkata kepadanya: "Sesungguhnya aku sangka kamu, hai Musa, seorang yang kena sihir"(S.17 Al-Isra` 101).
عَنْ صَفْوَانَ بْنِ عَسَّالٍ أَنَّ يَهُودِيَّيْنِ قَالَ أَحَدُهُمَا لِصَاحِبِهِ اذْهَبْ بِنَا إِلَى هَذَا النَّبِيِّ نَسْأَلُهُ فَقَالَ لَا تَقُلْ نَبِيٌّ فَإِنَّهُ إِنْ سَمِعَهَا تَقُولُ نَبِيٌّ كَانَتْ لَهُ أَرْبَعَةُ أَعْيُنٍ فَأَتَيَا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَأَلَاهُ عَنْ قَوْلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ ( وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى تِسْعَ آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ ) فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ(1) لَا تُشْرِكُوا بِاللَّهِ شَيْئًا(2) وَلَا تَزْنُوا (3)وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ(4) وَلَا تَسْرِقُوا (5)وَلَا تَسْحَرُوا(6) وَلَا تَمْشُوا بِبَرِيءٍ إِلَى سُلْطَانٍ فَيَقْتُلَهُ(7) وَلَا تَأْكُلُوا الرِّبَا (8)وَلَا تَقْذِفُوا مُحْصَنَةً(9) وَلَا تَفِرُّوا مِنَ الزَّحْفِ شَكَّ شُعْبَةُ (10) وَعَلَيْكُمْ يَا مَعْشَرَ الْيَهُودِ خَاصَّةً لَا تَعْدُوا فِي السَّبْتِ فَقَبَّلَا يَدَيْهِ وَرِجْلَيْهِ وَقَالَا نَشْهَدُ أَنَّكَ نَبِيٌّ قَالَ فَمَا يَمْنَعُكُمَا أَنْ تُسْلِمَا قَالَا إِنَّ دَاوُدَ دَعَا اللَّهَ أَنْ لَا يَزَالَ فِي ذُرِّيَّتِهِ نَبِيٌّ وَإِنَّا نَخَافُ إِنْ أَسْلَمْنَا أَنْ تَقْتُلَنَا الْيَهُودُهَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ (رواه الترمذي3069)
Artinya: “Dari Shafwan ibnu ’Assal bahwa ada dua orang Yahudi yang seorang berbisik kepada rekannya: “Mari kita menghampiri Nabi ini mempertanyakan soal 9 ayat (dalam Al-Quran S.17 Al-Isra` 101); Kemudian keduanya mendekati Nabi Muhammad Saw. bersama-sama mempertanyakan bagaimana makna dari 9 ayat dimaksud. Maka beliau menjawab: “ Yang dimaksud dengan 9 ayat (dalam Q.S 17 Al-Isra` 101) itu ialah:(1)Betul-betul jangan kamu musyrik; (2) Jangan kamu berzina (3) Jangan kamu membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah, kecuali di fihak yang benar; (4) Jangan kamu mencuri; (5) Jangan kamu berbuat sihir; (6) Jangan kamu membawa seseorang yang bersih kepada penguasa untuk dibunuh; (7) Jangan kamu memakan riba; (8) Jangan kamu menuduh zina perempuan terhormat;(9)Jangan kamu melarikan diri dari perang sabil; (10)Khuusus untuk kaum Yahudi wajib mentaati ibadah hari Sabtu. Maka kedua orang Yahudi ini lalu mencium tangan Rasulullah Saw dan kaki beliau kemudian keduanya menyatakan: “Kami bersaksi bahwa tuan adalah Nabi . Beliau bertanya: “Apa yang menghalangi anda untuk masuk Islam?” Mereka menjawab bahwa Nabi Dawud berdo’a jangan ada nabi diluar anak keturunan Dawud. Dan jika kami masuk Islam kami takut dibunuh oleh kaum Yahudi (HR At-Turmudzi 3069).
Menuurut Al-Quran kaum Yahudi itu cenderung lebih dengki kepada kaum muslimin sebaliknya kaum Nasrani terutama para pendeta dan rahib mereka cenderung lebih dekat dengan kaum muslimin. Allah berfirman dalam Al-Quran:
لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ ءَامَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا وَلَتَجِدَنَّ أَقْرَبَهُمْ مَوَدَّةً لِلَّذِينَ ءَامَنُوا الَّذِينَ قَالُوا إِنَّا نَصَارَى ذَلِكَ بِأَنَّ مِنْهُمْ قِسِّيسِينَ وَرُهْبَانًا وَأَنَّهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ(82)وَإِذَا سَمِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَى الرَّسُولِ تَرَى أَعْيُنَهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُوا مِنَ الْحَقِّ يَقُولُونَ رَبَّنَا ءَامَنَّا فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ( الماءدة 83)
Atinya: " Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persabahatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya kami ini orang Nasrani". Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri. Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu melihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Qur'an) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Qur'an dan kenabian Muhammad s.a.w."(S.5 AlMaidah 82-83).
Agama Yahudi dan agama Nasrani asalnya adalah agama Samawi (Revealed Religion) yang diajarkan oleh para nabi yang intinya ialah kepercayaan Tauhid bahwa Allah itu Maha Esa, Mutlak serba Maha, tidak mempunyai anak dan tidak ada sekutu yang mengurangi sifat mutlak Allah.
Allah berfirman dalam Al-Quran tentang asal usul agama:
1) Agama Allah itu dibawa dan diajarkan oleh nabi&rasul (S.2 Al-Baqarah 151).
2) Agama disisi Allah hanya agama Islam (S.3Ali 'Imran 19-20)
3) Agama selain Islam ditolak oleh Allah (S.3 Ali 'Imran 85)
4) Agama semua nabi itu agama Tauhid-Islami(S.21 Al-Anbiya 25)
5) Nabi Nuh mengajarkan Islam (S.10 Yunus 72),
6) Wasiat Nabi Ibrahim kepada anak cucu supaya tetap Islam (S.2 Al-Baqarah 128, 132.
7) Nabi Yusuf berdo'a mohon mati dalam Islam (S.12 Yusuf 101).
8) Nabi Musa meminta kaumnya supaya beragama Islam (S.10 Yunus 84) dan mati dalam Islam (S.7 Al-A'raf 126).
9) Ratu Bilqis masuk Islam ikut Nabi Sulaiman(S.27An-Naml 42).
10) Kitab Taurat menyeru umat manusia supaya beragama Islam (S.5 Al-Maidah 44).
11) Kaum Hawari, 12 murid-murid Nabi 'Isa mengucapkan Ikrar akan tetap menganut Islam (S.5 Al-Maidah 111).
12) Nabi Muhammad penganut awal Islam (S39 Az-Zumar 12).
13) Seluruh umat Muhammad bersaksi untuk tetap dalam Islam (S.41 Fushshilat 33). (Semua yang di atas termaktub dalam AlQuran disebut dengan Islam atau Muslim).
Dari uraian di atas ini maka sebenarnya agama Yahudi dan agama Nasrani itu hakikatnya adalah Islam dalam pengertian Islam itu ialah menyerah, menyerah sepenuhnya kepada Allah. Ajaran agama Yahudi dan Nasrani seharusnya senada dengan ajaran Islam yang dibawa oleh Muhammad Saw berpegang teguh kepada Kitab Suci Al-Quran.
BAB TIGA
Tugas orang Islam atas Ahli Kitab
Masalah ke-3: Bagaimana cara menghadapi Ahli Kitab dan mengajaknya kembali ke agama Tauhid yang lurus ? Al-Quran sudah memberikan pedoman sikap dan usaha umat Islam untuk meluruskan agama Yahudi dan Nasrani ke jalan yang benar, namun harus dilakukan secara metodik dedaktis ilmiah mencari kebenaran yang tertinggi.
Pedoman sikap dan usaha umat Muhammad untuk meluruskan kaum Yahudi dan Nasrani agar supaya mereka kembali kepada agama yang benar ialah dengan jalan yang sesuai dengan pedoman dari Allah dalam Al-Quran pada ayat-ayat berikut :
I. Asas landasan dakwah ajakan kejalan Allah:
Mengajak siapa saja untuk mengikuti agama Islam harus berdasarkan metodik-dedaktik Ilmu DakwahAl-Quran S.16 An-Nahl 125, S.20 Thaha 44 dan S.14 Ibrahim 4:
Ad 1.S.16 An-Nahl 125: Dakwah harus memenuhi 3 prinsip, yaitu (1)Bikjaksana. (2)Positif. menggembirakan. (3) Modal yang kuat.
Ad 2. S.20 Thaha 44: Bahwa mengajak orang untuk mentaati agama Allah itu harus dengan berhalus budi, jangan sampai berlaku kasar kepada mereka yang diajak itu.
Ad 3 S.14 Ibrahim 4: Bahwa mengajak orang untuk mentaati agama Allah itu harus dengan bahasa mereka yang diharap suka mengikuti ajakannya. Maksudnya ialah bahwa dialog atau mengajaknya harus memperhatikan situasi dan kndisi mereka yang diajak untuk mentaati agama Allah.
II. Materi dan sarana ajakan & dakwah
Berikut beberapa ayat berkenaan dengan sikap, alat ukur atau materi dakwah sebagai termaktub dalam Al-Quran berikut:
1) S.5 Al-Maidah 48 menentukan bahwa Al-Quran itu menjadi batu ujian terhadap kitab-kitab yang dianggap suci oleh suatu agama atau aliran mana saja.
2) S. 3 Ali 'Imran 64 menyatakan bahwa kita semua harus kembali kepada agama Tauhid, tidak boleh mengangkat manusia menjadi Tuhan lalu disembah.
3) S.5 Al-Maidah 15 menyatakan bahwa kaum Nasrani telah menyembunyikan dan melengahkan banyak-banyak isi kitab suci Al-Kitab
4) S.5 Al-Maidah 68 menyatakan bahwa kaum Nasrani harus kembali menepati dan mentaati asli kitab suci Taurat dan Injil.
5) S.3 Ali 'Imran 19 menyatakan bahwa agama disisi Allah adalah agama Islam.
6) S.3 Ali 'Imran 65 mempertanyakan apa sebab kaum Yahudi dan Nasrani berdebat mengenai Nabi Ibrahim, padahal kitab Taurat dan Injil turun sesudah wafat Nabi Ibrahim.
7) S.3 Ali 'Imran 70 mempertanyakan apa sebab Kaum Ahli Kitab kufur kepada ayat-ayat Kitab Suci padahal mereka menyaksikan.
8) S.3 Ali 'Imran 71 mempertanyakan kepada Kaum Ahli Kitab apa sebab mereka mencampur adukkan barang yang benar dengan yang tidak benar padahal mereka itu mengerti.
9) S.4 an-Nisa` 171 menyatakan bahwa kaum Ahli Kitab dilarang berbuat keterlaluan dalam agama dan Nabi 'Isa putera Maryam itu Rasul utusan Allah lahir dari ciptaan Allah pada diri Maryam mereka dilarang mengatakan Tritunggal. Allah itu Maha Suci tidak mungkin mempunyai anak.
10) S.3 Ali 'Imran 67 menyatakan bahwa agama Nabi Ibrahim itu bukan Yahudi bukan Nasrani, tetapi beragama Hanif suatu agana yang lurus muslim bukan musyrik.
Ada beberapa bacaan yang mencatat beberapa kelemahan agama Kristen atau kaum Salib dan kitab Bibel sekarang ini, yaitu:
• Molyadi Samuel AM dalam bukunya Dokumen Pemalsuan Al-Kitab (Bibel) mencatat ada 564 kontradiksi ayat-ayat dalam Bibel dan diuraikan dalam buku itu hanya 202 pertentangan antar ayat dalam Al-Kitab (Bibel) dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
• Hj.Irena Handono dalam bukunya Islam Dihujat menunjuk ayat-ayat dalam Al-Kitab (Bibel), 7 contoh ayat porno, 15 contoh ayat yang melecehkan Tuhan, 12 contoh ayat yang melecehkan para nabi utusan Allah, 3 contoh ayat yang irrasional tidak masuk akal, 8 contoh ayat yang tidak dapat diamalkan, 5 contoh ayat yang ramalannya tidak terbukti, 29 contoh ayat yang bertentangan dalam Perjanjian Lama, 20 contoh ayat yang bertentangan dalam Perjanjian Baru, 36 contoh ayat yang meragukan. Semua ini diakui oleh teolog Kristen DR.GC Van Niftrik, DR B.J. Bolland, DR.Mr.D.C. Mulder, DR. Welter Lempp, DR. R Sudarmo.
• DR. Maurice Bucille dalam bukunya La Bible, Le Coran et La Science menyimpulkan bahwa telah terjadi perobahan, kontradiksi, betentangan dengan ilmu pengetahuan modern dalam Kitab Pejanjian Lama. Kemudian terhadap Injil-Kitab Perjanjian Baru dikatakan bahwa dengan membaca Kitab Injil secara keseluruhan maka hasilnya akan menimbulkan kebingungan pembacanya disebabkan karena kitab itu telah mengalami perubahan dan kontradiksi.
• Buku Al-Quran berbicara tentang Kristen tulisan Imam Muchlas dan Masyhud SM (1999:154) mencatat 14 contoh dan 23 ayat dalam Alkitab atau Bibel yang membuktikan bahwa Yesus itu bukan Tuhan.
• Menurut DR. John Cornelis Pan Ratu alumni lulusan Seminari Katholik tertinggi Roma bahwa agama yang benar ialah agama Islam. Ini tercatat dalam siaran TVRI Jakarta pada Senen 3 April 2006 jam 5.oo. TVRI ini meyiarkan kisah sebagai berikut:
John Cornelis Pan Ratu asal Kupang Timor. Jon Cornelis seorang lulusan TK, SD, SMP, SMA, S.1 dan S.2 sampai Seminari yang paling tinggi sekolahnya di sekolah Katholik, gelar Doktornya dicabut atau ijazahnya tidak diserahkan, sebab dia berani masuk Islam 1994 dia masuk Islam dengan nama Ahmad Ismail, meninggalkan agama Katholik. Bukan hanya dicabut Doktornya oleh Sri Paus, dia dipulangkan ke Kupang sampai di Kupang dia disiksa setengah mati, sakit demikian berat sampai proses penyembuhannya harus dikirim ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dan dipindahkan ke Cempaka Putih. Dari ceriteranya kita melihat derita luar biasa John Cornelis hanya disebabkan dia masuk agama Islam dan tidak mau mundur sedikitpun juga dari agama yang benar yang diyakini Islam. Itulah hukum agama Katholik terhadap anggotanya yang berani masuk Islam.
…………………….…………-=o0o=-………………………….………
(*) Hubungi kami di : http://imam-muchlas.blogspot.com
ketik kirim kepada: h.imam.muchlas @gmail.com
Agama Samawi lawan Agama Budaya
لَمْ يَكُنِ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ مُنْفَكِّينَ حَتَّى تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُ(1)رَسُولٌ مِنَ اللَّهِ يَتْلُو صُحُفًا مُطَهَّرَةً(2)فِيهَا كُتُبٌ قَيِّمَةٌ(3)وَمَا تَفَرَّقَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَةُ(4)وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ(5)البينة 1-5)
Artinya: "Orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata, (yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan (Al Qur'an), di dalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus. Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Al Kitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata. Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus"(S.108 Al-Bayyinah 1-5)
Tema&Sari Tilawah
1. Orang kafir, orang musyrik, orang Ahli Kitab mempunyai sikap yang sama.
2. Orang kafir, orang musyrik, Ahli Kitab tetap memegang teguh agama kepercayaannya
3. Orang-orang Ahli Kitab saling berselisih setelah kebangkitan Nabi Muhammad menjadi Rasul.
4. Orang-orang Ahli Kitab diperintah tidak lain kecuali supaya menyembah Allah yang Maha Esa dengan agama yang lurus
5. Mereka harus mendirikan shalat dan membayar zakat
6. Menyembah Allah yang Maha Esa, mendirikan shalat, dan membayar zakat itulah agama yang lurus.
Masalah dan analisa jawaban
1. Apa sebab orang-orang Ahli Kitab itu dikelompokkan ke dalam kelompok kafir dan musyrik? Ahli Kitab itu dicap sebagai kafir dan musyrik sebab mereka mengangkat makhluk-manusia menjadi anak Tuhan dan mengatur agama menurut akal mereka bukan dari wahyu dari Allah.
2. Bagaiamanakah agama Yahudi dan Nasrani itu yang benar? Agama Yahudi asal dari Kitab Taurat wahyu dari Allah yang dibawa oleh Nabi Musa dan agama Nasrani asal dari Kitab Injil wahyu dari Allah yang dibawa oleh Nabi 'Isa. Maka Nabi Musa maupun Nabi 'Isa itu mengajarkan agama Tauhid dan agama yang lurus.
3. Bagaimana cara menghadapi Ahli Kitab dan mengajak mereka kembali ke agama Tauhid yang lurus ? Meluruskan kaum agama Yahudi dan Nasrani harus dilakukan secara ilmiah mencari kebenaran yang tertinggi.
Pendalaman & penelitian
BAB SATU
Agama Samawi X Agama Budaya
Masalah ke-1: Apa sebab orang-orang Ahli Kitab itu dikelompokkan ke dalam kelompok kafir dan musyrik? Ahli KItab itu dicap sebagai kafir dan musyrik sebab mereka mengangkat makhluk-manusia menjadi Tuhan Anak dan mengatur agama menurut akal mereka bukan dengan wahyu dari Allah.
Yang dinamakan Ahli Kitab ialah kaum Yahudi dan Nasrani yang awalnya pengikut Nabi Musa dengan kitab suci Taurat lalu menjadi penganut agama Yahudi. Kaum Nasrani awalnya penganut Nabi 'Isa dengan kitab Injil-nya. Tetapi dalam perkembangannya makin jauh ditinggalkan Nabi Musa dan Nabi 'Isa maka agama Yahudi dan agama Nasrani berubah makin jauh dari asli ajaran para nabi. Bahkan Allah dalam Al-Quran memasukkan kaum Yahudi dan Nasrani ini menjadi orang kafir sebab mereka membuat tuhan-tuhan selain Allah. Maka Allah berfirman :
وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ذَلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ(30)اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ(31)(التوبة 30-31)
Artinya: " Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah". Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dila`nati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling? Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan"(S.9 At-Taubat 30-31).
لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ قُلْ فَمَنْ يَمْلِكُ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا إِنْ أَرَادَ أَنْ يُهْلِكَ الْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَأُمَّهُ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا يخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ( الماءدة 17)
لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَابَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ(72)الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلَّا إِلَهٌ وَاحِدٌ وَإِنْ لَمْ يَنْتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (الماءدة 72- 73)
Artinya:
"Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam". Katakanlah: "Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi semuanya?" Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang di antara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu"( S.5 Al-Maidah 17).
"Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu" Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun" (72).
"Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah itu ialah salah satu dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih"(73)"(S.5 Al-Maidah 17& 72- 73).
Allah memasukkan mereka menjadi musyrik sebab mereka mengangkat manusia menjadi Tuhan disamping Allah, Dalam Al-Quran Allah berfirman :
لَمْ يَكُنِ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ مُنْفَكِّينَ حَتَّى تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُ(البينة1)
Artinya: " Orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata"(S.98 Al-Bayyinah 1).
Sebelum membahas masalah kafir, musyrik dan Ahli Kitab perlu kita memperhatikan pandangan para ulama dan para pakar berikut ini:
i. Asal usul agama
@ Asal usul agama dan doktrin agama
A. Menurut Ilmu Antropologi
Sayyid Quthub dalam tafsirnya (8h77) mencatat teori kaum orientalis bahwa agama itu asalnya dari faham dinamisme, yaitu suatu kepercayaan serba-jiwa, bahwa bukan hanya manusia dan hewan saja tetapi semua yang ada di alam ini mempunyai roh. Dari faham ini lalu berkembang kepada kepercayaan akan adanya larangan yang dinamakan "Tabu", maka dari sini kemudian berkembang kepercayaan kepada sihir, selanjutnya berkembang menjadi penyembahan kepada banyak dewa lalu dari faham banyak dewa berkembang secara logika menuju penyembahan kepada satu Dewa. Agama atau kepercayaan ini kemudian dikelompokkan kedalam agama Ardhi bahwa agama ini hasil dari akal manusia, lawannya ialah agama Samawi artinya agama asalnya dari langit yaitu dari Tuhan..
Pakar ilmu antropologi mencatat bahwa bangsa Yunani pada awalnya percaya kepada banyak dewa, tetapi kemudian berkembang mereka percaya bahwa dari banyak dewa ini menjadi yakin ada satu dewa yang paling besar. Perkembangan pikiran yang sama terdapat juga dalam kepercayaan bangsa Mesir Purba. Dan bangsa Arab Jahiliyah itupun juga meyakini bahwa Patung yang bernama Hubal adalah satu patung yang mempunyai kedudukan yang paling tinggi di atas 360 patung yang mereka sembah.
Demikian itulah jika kita berangkat mencari asal usul agama melalui ilmu manusia. Padahal jika kita telusuri lebih dalam lagi, maka manusia itu asalnya dari Adam atau manusia itu asalnya dari tanah, tanah asalnya dari bumi, bumi asalnya dari satu titik singularitas yang meledak dalam Dentuman Hebat "The Big Bang".
Menurut filsafat Ontologi dari Anselm(1109M) bahwa Tuhan itulah sesuatu yang tidak dapat dikalahkan dari segala seginya oleh apa dan siapapun juga. Menurut filsafat Kosmologi dari Aquinas (1274M) bahwa Tuhan itulah asal segala sebab. Menurut filsafat Teleologi dari Matews W.R. bahwa Tuhan itulah arsitek, perencana, pencipta, pengawas jalannya proses seluruh alam semesta ini.
Dari filsafat Ontologi, Kosmologi dan Teleologi ini maka dapat diyakini bahwa agama itu asalnya dari Tuhan. Dan menurut ajaran Islam Tuhan itulah yang menciptakan makhluq dan Tuhanlah yang membuat agama untuk seluruh makhluq. Agama dari Tuhan disampaikan kepada manusia melalui malaikat, nabi atau rasul berupa wahyu lalu dihimpun menjadi kitab suci. Sehingga menurut ajaran Islam asal usul agama itu ialah agama Tauhid ketuhanan yang Maha Esa atau monoteistis. Allah berfirman dalam Al-Quran:
إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ ( ال عمران 19)
Artinya: " Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya"(S.3 Ali 'Imran 19).
قُلْ ءَامَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ عَلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَى وَعِيسَى وَالنَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ(84)وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ (ال عمران 84- 85)
Artinya: " Katakanlah: "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma`il, Ishaq, Ya`qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, `Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi"(S.3 Ali 'Imran 84-85).
Tetapi setan sukanya ialah membujuk manusia untuk mengangkat manusia menjadi Tuhan atau membuat tuhan-tuhan kemudian tuhan buatan manusia ini mereka jadikan sekutu Allah disembah dan dipuja. Maka dari itu para penyembah tuhan-tuhan buatan ini dinamakan musyrik artinya menyekutukan Tuhan atau menyembah banyak tuhan (politeistsme).
B. Menurut ajaran Islam
Para ulama membagi agama menjadi dua macam, yaitu agama Samawi dan agama Ardhi atau agama Langit dan agama Budaya. Agama Langit ialah bahwa agama itu asalnya dari Tauhid (Monoteistis) Tuhan itu Maha Esa, sedangkan agama Ardhi atau agama Budaya itu adalah agama hasil pemikiran akal manusia agama yang Politeistis menyembah banyak tuhan.
Agama orang musyrik ialah agama “Budaya” sehingga mereka menggambarkan sifat-sifat Tuhan disusun menurut akal mereka. Oleh karena itulah maka kaum musyrikin Arab Jahiliyah menjelang kebangkitan Nabi Muhammad menjadi Rasul menggambarkan Tuhan secara materialis-indrawi. Imam Ibnu Jari>r dalam tafsirnya (2h551) mencatat riwayat hadis bahwa Ra>fi’ ibnu H}uraimalah meminta kepada Rasulullah Saw. untuk dapat berbicara langsung dengan Allah. Maka Al-Qura>n S.2 Al-Baqarah 118 memberikan peringatan bahwa orang-orang jaman dahulu juga mengucapkan kata-kata seperti itu. Mereka menggambarkan Allah seperti manusia, jika Tuhan itu jauh mereka akan berdo’a dengan suara keras, jika dekat maka mereka akan berdo’a dengan suara lemah. Maka Allah lalu memberi peringatan melalui Al-Qura>n S. 2Al-Baqarah 186 bahwa Allah itu dekat dan mengabulkan do’a.
Adapun perbedaan agama langit dan ciri agama”Budaya” ada 6, yaitu sebagai berikut:
=================================================================
No. ! Agama Samawi ! Agama Budaya
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
1. ! Disiarkan oleh nabi atau rasul dari Allah ! Tidak mempunyai nabi atau rasul
2. ! Berpedoman kitab suci wahyu dari Allah ! Tidak mempunyai kitab dari Allah
3 ! Sistem kehidupan mengikuti aturan Allah ! Sistem kehidupan diatur oleh akal
4 ! Manusia tidak dapat mengubah agama ! Agama ditetapkan oleh manusia
5 ! Agama tidak luntur karena kritik akal ! Agama berubah sebab kritik akal
6 ! Konsep agama serba monoteistis ! Konsep agama bersifat politeistis-----
(i) Agama Budaya mempunyai 6 ciri-ciri, yaitu:
1. Asal agama tidak melalui nabi atau rasul utusan Tuhan;
2.Tidak mempunyai kitab suci yang dibawa oleh nabi atau rasul utusan Tuhan;
3.Sistem merasa dan berpikir masyarakatnya sangat terikat oleh sistem seluruh kehidupan;
4.Agama budaya sewaktu-waktu berubah karena perubahan mentalitas masyarakat penganutnya;
5.Ajaran agama budaya tidak kuat bertahan atas kritik oleh akal;
6.Konsep ketuhanan cenderung serba politeistis banyak tuhan.
(ii) Agama langit mempunyai 6 ciri, yaitu:
Agama langit khususnya agama Islam mempunyai 6 ciri, yaitu:
i. Disiarkan oleh nabi atau rasul utusan Tuhan, termaktub dalam Al-Quran S.2 Al-Baqarah 151.
كَمَا أَرْسَلْنَا فِيكُمْ رَسُولًا مِنْكُمْ يَتْلُو عَلَيْكُمْ ءَايَاتِنَا وَيُزَكِّيكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُمْ مَا لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ (البقرة 151)
“Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan ni`mat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul di antara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah (As Sunnah), serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui”(S.2 Al-Baqarah 151)
ii. Mempunyai kitab suci yang dibawa oleh nabi atau rasul utusan Tuhan ( Lih.S.42 Asy- Syura 17);
اللَّهُ الَّذِي أَنْزَلَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ وَالْمِيزَانَ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ قَرِيبٌ (الشوري 17)
“Allah-lah yang menurunkan kitab dengan (membawa) kebenaran dan (menurunkan) neraca (keadilan). Dan tahukah kamu, boleh jadi hari kiamat itu (sudah) dekat?”(S42a17)
iii. Sistem kehidupan takluk dan mengarah kepada sistem dalam agama(Lih.S.17 Al-Isra` 81)
وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا (الاسراء81)
“Dan katakanlah: "Yang benar telah datang dan yang bathil telah lenyap". Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap”(s17a81)
iv. Mentalitas penganutnya tidak dapat mengubah agama, tetapi agama mengubah mentalitas penganutnya (Lih.S.23 Al-Mu`minun 71);
وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ أَهْوَاءَهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ بَلْ أَتَيْنَاهُمْ بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ عَنْ ذِكْرِهِمْ مُعْرِضُونَ (المؤمنون 71)
“Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu”(s23a71).
V Kebenaran prinsip agama tidak luntur oleh kritik akal karena ajaran agama tersebut tidak bertentangan dengan akal(Lih.S2 Al-Baqarah 147);
الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ (البفرة 147)
“Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu’(s2a147)
vi. Konsep agama serba monoteis, serba esa(QS.112 Al-Ikhlash 1-4).
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ(1)اللَّهُ الصَّمَدُ(2)لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ(3)وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (الاخلاص1-4)
“Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia"(s112a1-4).
Agama Islam adalah agama langit, dengan nabinya Muhammad dan kitab sucinya ialah Al-Quran. Menurut pandangan Islam Agama Nasrani itu berasal dari agama langit, yang dibawa oleh Nabi 'Isa dengan kitab sucinya Injil, tetapi dalam perkembangannya agama Nasrani ini mengalami erosi longsoran agama budaya. Nabi Isa diangkat menjadi Tuhan Anak, malaikat Jibril diangkat menjadi Tuhan Roh Kudus mempercayai Tuhan ada tiga (Tritunggal), Kitab Injil menampung rembesan teori akal dari luar wahyu.
Kebenaran Islam yang tidak dapat dikalahkan oleh agama lain ialah sifat ESA Allah yang Mutlak serba Maha, sedangkan kitab suci Al-Quran dengan bahasa Arabnya adalah bahasa yang tetap hidup mudah difaham terus abadi, naskahnya tidak ada satu hurufpun yang hilang dan tidak ada perubahan sama sekali, Al-Quran berisi ajaran dunia sekaligus akhirat, Al-Quran diperkuat dengan hadis, serta jaminan kebebasan berpikir dan pengembangan akal yang sehat yang menjamin keabadian agama Islam.
@ Bedanya Allah dengan berhala atau tuhan buatan manusia
Menurut ajaran Islam Allah itu mempunyai 20 sifat wajib dan 99 nama yang baik.
~ Sifat wajib yang 20 yaitu:(1)Wujud=Ada; (2)Qidam=Lebih dahulu; (3)Baqa`=Kekal; (4) Mukhalafatuhu lil Hawaditsi=Berbeda dari makhluk;(5) Qiyamuhu bi Nafsihi=Berdiri sendiri; (6)Wahdaniyat=Maha Esa; 7) Qudrat= Maha Kuasa; (8) Iradat =Berkehendak; (9)‘Ilmu= Berilmu; (10) Hayat= Hidup; (11)Sama’ =Mendengar; (12) Bashar= Melihat;(13) Kalam= Berkata; (14)Qadiran=Yang Maha Kuasa; (15)Muridan =Yang menghendaki; (16)’Aliman= Yang Maha Mengetahui; (17) Hayyan= Yang Maha Hidup; (18)Sami’an=Yang Maha Mendengar;(19) Bashiran=Yang Maha Awas; (20)Mutakalliman= Yang Maha Berbicara.
~Al-Asma`ul Husna: Allah itu mempunya 99 nama yang baik, Allah berfirman di dalam Al-Quran:
قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَنَ أَيًّا مَا تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلًا(110)(الاسراء)
Artinya: “
“Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai Al -Asmaaul Husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu (s.17 Al-Isra`110)
اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى (طه8 )
“Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Dia mempunyai Al-Aasmaaul husna (nama-nama yang baik”(S.20 Thaha 8).
Secara ringkas dari 99 nama Al-Asmaul Husna tersebut termaktub dalam Al-Quran sebagai berikut:
هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ(22)هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ(23)هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ(24)(الحشر)
Artinya: “Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”(S.59 Al-Hasyr 22-24)
Adapun berhala atau tuhan buatan manusia itu tidak mempunyai sifat seperti Allah dalam agama Tauhid. Jika seandainya berhala tadi mempunyai sifat yang mirip dengan sifat Allah, maka dia hanya mempunyai salah satu sifat atau 3 sifat saja
misalnya : 1)Pencipta, 2)Pemelihara, 3)Perusak, jumlahnya tidak dapat mengalahkan 20 sifat Allah, lebih-lebih nama-nama yang 99 itu, maka sifat tuhannya orang musyrik atau agama berhala tidak mungkin menyamai Al-Asma`ul Husna nama-nama Allah. Bahkan 3 sifat atau macam-macam sifat tuhan buatan manusia itu jumlah dan jenis sifatnya adalah sifat yang dibuat oleh manusia yang mengangkat dia menjadi tuhannya.
*Sayid Quthub dalam tafsirnya (6h317) dalam membahas Al-Quran S.42 Asy-Syura ayat 1-24 menekankan bahwa agama itu asalnya dari Allah menunjuk ayat berikut :
شَرَعَ لَكُمْ مِنَ الدِّينِ مَا وَصَّى بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ يُنِيبُ(الشوري 13)
Artinya:
"Dia telah mensyari`atkan kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama) -Nya orang yang kembali (kepada-Nya)"(S.42 Asy-Syura 13).
Sayyid Quthub dalam kitab itu mencatat bahwa orang musyrik itu tidak mengikuti Rasulullah Saw sebab karena dengki, hasud, zalim, sebabnya karena pengaruh hawa nafsu yang sesat. Mereka menyandarkan kepercayaannya tidak berdasarkan akidah dan akal yang sehat tidak menggunakan metode yang lurus, walaupun hati mereka tampaknya bersih dan tulus, maka Allah mengirim azab atas mereka.
Biasanya setelah ditinggal oleh nabi maka kaum itu menjadi malas, sesat dan ragu, Allah berfirman dalam Al-Quran:
وَمَا تَفَرَّقُوا إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ وَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِنْ رَبِّكَ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ أُورِثُوا الْكِتَابَ مِنْ بَعْدِهِمْ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مُرِيبٍ الشوري 14}
Artinya: "Dan mereka (ahli kitab) tidak berpecah belah melainkan sesudah datangnya pengetahuan kepada mereka karena kedengkian antara mereka. Kalau tidaklah karena sesuatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulunya (untuk menangguhkan azab) sampai kepada waktu yang ditentukan, pastilah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang diwariskan kepada mereka Al-Kitab (Taurat dan Injil) sesudah mereka, benar-benar berada dalam keraguan yang menggoncangkan tentang kitab itu"(S.42 Asy-Syura 14)
Sekarang ini di lingkungan Islam timbul kelompok orang yang mengaku Islam tetapi melecehkan atau mengingkari hadis. Para ulama menamakan mereka itu kaum Inkarus Sunnah, bahkan ada lagi kelompok yang melecehkan Al-Quran dan hadis sekaligus lebih mengunggulkan akal. Mereka ini meragukan otentisitas penulisan hadis dan lebih berbahaya lagi meragukan kesucian Al-Quran dengan mengatakan bahwa Al-Quran Mushaf 'Usman itu buatan tangan kemudian dikuatkan dengan kekerasan oleh khalifah 'Usman buktinya khalifah memerintahkan membakar semua naskah diluar Mushaf 'Usman.
Menurut kelompok ini naskah yang dapat dipercaya ialah naskah yang diketemukan belum lama ini di Yaman Selatan yang tertinggal tidak sampai dibakar oleh khalifah 'Usman dan bawahannya. Padahal menurut keputusan ulama begitu selesai pembukuan Al-Quran oleh khalifah 'Usman itu maka para ulama sepakat menetapkan bahwa tulisan Al-Quran yang benar ialah mushaf yang memenuhi 3 syarat, yaitu:
1) Tulisan dan bunyinya bernilai Mutawatir.
2) Tidak bertentangan dengan tata bahasa Arab.
3) Tulisan dan bunyinya cocok dengan Mushaf 'Usman.
Orang yang meragukan Al-Quran hasil pembukuan jaman khalifah 'Usman ini hukumnya kafir sama dengan tidak mempunyai kitab dari Allah melalui Rasulullah Saw. Kelompok tersebut sesumbar akan membuat Al-Quran sendiri dan menolak Al-Quran Mushaf 'Usmani. Mereka keluar dari agama Samawi menolak kenabian Muhammad, tidak menganggap suci Mushaf 'Usmani bahkan mereka berusaha keras untuk mengubah isi Kitab Suci Al-Quran yang sudah diakui syah oleh seluruh umat manusia secara internasional yang bunyi dan hurufnya tersimpan sekarang didalam CD-DVD dapat dilihat dan didengar melalui komputer dan bahasa Arabnya tetap hidup mudah difaham selama ribuan tahun sejak dahulu sampai sekarang ini.
Singkatnya ialah bahwa Agama Budaya ialah agama di luar agama Islam, Yahudi dan Nasrani, yaitu agama Hindu, Budha, Kong Hu Chu, Shinto, Tao dan semua yang mempunyai 6 buah ciri agama Budaya itu.
@ Kaum Ahli Kitab itu kafir dan musyrik
* Kitab Al-Anajil wal 'Aqidah (1h105) dalam judul Agama Masehi & Paganisme mencatat bahwa agama Masehi itu diajarkan untuk membodohi umat melalui pengangkatam Nabi 'Isa menjadi Tuhan Anak dan mengangkat malaikat Jibril menjadi Tuhan Roh Kudus dengan memaksa bahwa akal harus menerimanya. Mereka dikelompokkan kedalam kelompok kafir dan musyrik sebagaimana ditegaskan oleh Allah dalam S.5 Al-Maidah 17, 72-73 serta S.98 Al-Bayyinah terurai di atas. Agama Yahudi bukan hanya mengangkat Nabi 'Uzair menjadi Anak Tuhan, menurut Allah kaum Yahudi itu kafir atau musyrik sebab mereka menyembah pendeta dan rahib diwujudkan dalam ketakutan dan ketaatannya yang berlebih-lebihan mengalahkan takut dan taatnya kepada Allah persis sama dengan kaum Nasrani (Kristen) yang beriman yakin kepada uskup-pastur-pendetanya menganggap sebagai Tuhan bertaubat dan memohon ampun kepada Uskup, pastur, pendeta dan imam gereja bukan kepada Tuhan. Allah berfirman dalam Al-Quran :
اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ(التوبة 31)
Artinya: "Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan"(S.9 At-Taubat 31).
Dalam agama Yahudi tidak ada ajaran Tritunggal dan tidak ada ajaran dosa warisan.
* Para pakar menyatakan bahwa agama Masehi itu hasil rekayasa akal yaitu agama ajaran Nabi 'Isa dicelup dengan budaya Romawi. Allah berfirman di dalam Al-Quran:
وَمِنَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّا نَصَارَى أَخَذْنَا مِيثَاقَهُمْ فَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ فَأَغْرَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَسَوْفَ يُنَبِّئُهُمُ اللَّهُ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ( الماءدة 14)
Artinya: " Dan di antara orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya kami ini orang-orang Nasrani", ada yang telah Kami ambil perjanjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebahagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya; maka Kami timbulkan di antara mereka permusuhan dan kebencian sampai hari kiamat. Dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang selalu mereka kerjakan"(S.5 Al-Maidah 14).
(*) Catatan sejarah
Prof.Abu Zahrah dalam bukunya Agama Masehi (1960:118) mencatat bahwa pengangkatan Nabi 'Isa menjadi Tuhan Anak adalah karena usul Konstantin Kaisar Romawi, lalu diselenggarakan Konsili tahun th.325 M di Nikea. Kemudian ditetapkan oleh 318 uskup suatu keputusan mengangkat Nabi 'Isa menjadi Tuhan Anak mengikuti teori Athanasius (373M) yang dilawan oleh 1700 uskup dipelopri oleh uskup Arius (336M). Konsili juga menetapkan Kitab Injil hanya empat saja, maka Encyclopaedia Britanica (ii:106) mencatat nama-nama 47 Kitab Injil dan Kitab Suci yang ditetapkan tahun 325 M itu sebagai Apocriva dan tidak dimasukkan ke dalam Bibel. Kemudian Ensklopedi Encarta 2006 mencatat ada 100 kitab yang tidak dimasukkan ke dalam Perjanjian Baru padahal kitab ini ditulis oleh kaum Nasrani abad 2 sampai abad ke-4 dan isinya semua senada dengan Kitab Perjanjian Baru (Lih. J. Louis Martyn-Encarta 2006).
Pada Konsili di Konstantnopel tahun 381M maka 150 uskup menetapkan malaikat Jibril menjadi Tuhan Roh Kudus. Dengan ketetapan ini maka agama Trinitas atau Trtunggal ini menjadi lengkap, yaitu Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Tuhan Roh Kudus. Jika diperbandingkan maka umat agama Hindu percaya kepada Tuhan Trimurti terdiri dari Brahma. Winsu, Siwa dengan kedudukan Brahma sebagai Pencipta, Wisnu sebagai pemelihara dan Siwa sebagai perusak.
BAB DUA
Agama Yahudi dan Nasrani
Masalah ke-2: Bagaimanakah agama Yahudi dan Nasrani itu yang benar? Agama Yahudi asal dari ajaran dari Kitab Taurat Nabi Musa dan agama Nasrani asal dari ajaran Nabi 'Isa dan Nabi Musa maupun Nabi 'Isa mengajarkan agama Tauhid dan agama yang lurus.
Sepuluh Hukum Taurat atau The Ten Commandments merupakan ajaran yang masih tertinggal yang masih dipercaya oleh kaum Yahudi, kaum Nasrani dan diakui oleh Al-Quran dan hadis Rasulullah Saw ialah Kitab Keluaran 20 ayat 1-17 dalam Bibel-Perjanjian Lama yang redaksi yang sedikit berbeda tercatat dalam Al-Quran S.17 Al-Isra` 101 dan dalam hadis Turmudzi no.3069 berikut:
وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا مُوسَى تِسْعَ ءَايَاتٍ بَيِّنَاتٍ فَاسْأَلْ بَنِي إِسْرَائِيلَ إِذْ جَاءَهُمْ فَقَالَ لَهُ فِرْعَوْنُ إِنِّي لَأَظُنُّكَ يَامُوسَى مَسْحُورًا( الاسراء 101)
Artinya: " Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepada Musa sembilan buah mu`jizat yang nyata, maka tanyakanlah kepada Bani Israil, tatkala Musa datang kepada mereka lalu Fir`aun berkata kepadanya: "Sesungguhnya aku sangka kamu, hai Musa, seorang yang kena sihir"(S.17 Al-Isra` 101).
عَنْ صَفْوَانَ بْنِ عَسَّالٍ أَنَّ يَهُودِيَّيْنِ قَالَ أَحَدُهُمَا لِصَاحِبِهِ اذْهَبْ بِنَا إِلَى هَذَا النَّبِيِّ نَسْأَلُهُ فَقَالَ لَا تَقُلْ نَبِيٌّ فَإِنَّهُ إِنْ سَمِعَهَا تَقُولُ نَبِيٌّ كَانَتْ لَهُ أَرْبَعَةُ أَعْيُنٍ فَأَتَيَا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَأَلَاهُ عَنْ قَوْلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ ( وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى تِسْعَ آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ ) فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ(1) لَا تُشْرِكُوا بِاللَّهِ شَيْئًا(2) وَلَا تَزْنُوا (3)وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ(4) وَلَا تَسْرِقُوا (5)وَلَا تَسْحَرُوا(6) وَلَا تَمْشُوا بِبَرِيءٍ إِلَى سُلْطَانٍ فَيَقْتُلَهُ(7) وَلَا تَأْكُلُوا الرِّبَا (8)وَلَا تَقْذِفُوا مُحْصَنَةً(9) وَلَا تَفِرُّوا مِنَ الزَّحْفِ شَكَّ شُعْبَةُ (10) وَعَلَيْكُمْ يَا مَعْشَرَ الْيَهُودِ خَاصَّةً لَا تَعْدُوا فِي السَّبْتِ فَقَبَّلَا يَدَيْهِ وَرِجْلَيْهِ وَقَالَا نَشْهَدُ أَنَّكَ نَبِيٌّ قَالَ فَمَا يَمْنَعُكُمَا أَنْ تُسْلِمَا قَالَا إِنَّ دَاوُدَ دَعَا اللَّهَ أَنْ لَا يَزَالَ فِي ذُرِّيَّتِهِ نَبِيٌّ وَإِنَّا نَخَافُ إِنْ أَسْلَمْنَا أَنْ تَقْتُلَنَا الْيَهُودُهَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ (رواه الترمذي3069)
Artinya: “Dari Shafwan ibnu ’Assal bahwa ada dua orang Yahudi yang seorang berbisik kepada rekannya: “Mari kita menghampiri Nabi ini mempertanyakan soal 9 ayat (dalam Al-Quran S.17 Al-Isra` 101); Kemudian keduanya mendekati Nabi Muhammad Saw. bersama-sama mempertanyakan bagaimana makna dari 9 ayat dimaksud. Maka beliau menjawab: “ Yang dimaksud dengan 9 ayat (dalam Q.S 17 Al-Isra` 101) itu ialah:(1)Betul-betul jangan kamu musyrik; (2) Jangan kamu berzina (3) Jangan kamu membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah, kecuali di fihak yang benar; (4) Jangan kamu mencuri; (5) Jangan kamu berbuat sihir; (6) Jangan kamu membawa seseorang yang bersih kepada penguasa untuk dibunuh; (7) Jangan kamu memakan riba; (8) Jangan kamu menuduh zina perempuan terhormat;(9)Jangan kamu melarikan diri dari perang sabil; (10)Khuusus untuk kaum Yahudi wajib mentaati ibadah hari Sabtu. Maka kedua orang Yahudi ini lalu mencium tangan Rasulullah Saw dan kaki beliau kemudian keduanya menyatakan: “Kami bersaksi bahwa tuan adalah Nabi . Beliau bertanya: “Apa yang menghalangi anda untuk masuk Islam?” Mereka menjawab bahwa Nabi Dawud berdo’a jangan ada nabi diluar anak keturunan Dawud. Dan jika kami masuk Islam kami takut dibunuh oleh kaum Yahudi (HR At-Turmudzi 3069).
Menuurut Al-Quran kaum Yahudi itu cenderung lebih dengki kepada kaum muslimin sebaliknya kaum Nasrani terutama para pendeta dan rahib mereka cenderung lebih dekat dengan kaum muslimin. Allah berfirman dalam Al-Quran:
لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ ءَامَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا وَلَتَجِدَنَّ أَقْرَبَهُمْ مَوَدَّةً لِلَّذِينَ ءَامَنُوا الَّذِينَ قَالُوا إِنَّا نَصَارَى ذَلِكَ بِأَنَّ مِنْهُمْ قِسِّيسِينَ وَرُهْبَانًا وَأَنَّهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ(82)وَإِذَا سَمِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَى الرَّسُولِ تَرَى أَعْيُنَهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُوا مِنَ الْحَقِّ يَقُولُونَ رَبَّنَا ءَامَنَّا فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ( الماءدة 83)
Atinya: " Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persabahatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya kami ini orang Nasrani". Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri. Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu melihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Qur'an) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Qur'an dan kenabian Muhammad s.a.w."(S.5 AlMaidah 82-83).
Agama Yahudi dan agama Nasrani asalnya adalah agama Samawi (Revealed Religion) yang diajarkan oleh para nabi yang intinya ialah kepercayaan Tauhid bahwa Allah itu Maha Esa, Mutlak serba Maha, tidak mempunyai anak dan tidak ada sekutu yang mengurangi sifat mutlak Allah.
Allah berfirman dalam Al-Quran tentang asal usul agama:
1) Agama Allah itu dibawa dan diajarkan oleh nabi&rasul (S.2 Al-Baqarah 151).
2) Agama disisi Allah hanya agama Islam (S.3Ali 'Imran 19-20)
3) Agama selain Islam ditolak oleh Allah (S.3 Ali 'Imran 85)
4) Agama semua nabi itu agama Tauhid-Islami(S.21 Al-Anbiya 25)
5) Nabi Nuh mengajarkan Islam (S.10 Yunus 72),
6) Wasiat Nabi Ibrahim kepada anak cucu supaya tetap Islam (S.2 Al-Baqarah 128, 132.
7) Nabi Yusuf berdo'a mohon mati dalam Islam (S.12 Yusuf 101).
8) Nabi Musa meminta kaumnya supaya beragama Islam (S.10 Yunus 84) dan mati dalam Islam (S.7 Al-A'raf 126).
9) Ratu Bilqis masuk Islam ikut Nabi Sulaiman(S.27An-Naml 42).
10) Kitab Taurat menyeru umat manusia supaya beragama Islam (S.5 Al-Maidah 44).
11) Kaum Hawari, 12 murid-murid Nabi 'Isa mengucapkan Ikrar akan tetap menganut Islam (S.5 Al-Maidah 111).
12) Nabi Muhammad penganut awal Islam (S39 Az-Zumar 12).
13) Seluruh umat Muhammad bersaksi untuk tetap dalam Islam (S.41 Fushshilat 33). (Semua yang di atas termaktub dalam AlQuran disebut dengan Islam atau Muslim).
Dari uraian di atas ini maka sebenarnya agama Yahudi dan agama Nasrani itu hakikatnya adalah Islam dalam pengertian Islam itu ialah menyerah, menyerah sepenuhnya kepada Allah. Ajaran agama Yahudi dan Nasrani seharusnya senada dengan ajaran Islam yang dibawa oleh Muhammad Saw berpegang teguh kepada Kitab Suci Al-Quran.
BAB TIGA
Tugas orang Islam atas Ahli Kitab
Masalah ke-3: Bagaimana cara menghadapi Ahli Kitab dan mengajaknya kembali ke agama Tauhid yang lurus ? Al-Quran sudah memberikan pedoman sikap dan usaha umat Islam untuk meluruskan agama Yahudi dan Nasrani ke jalan yang benar, namun harus dilakukan secara metodik dedaktis ilmiah mencari kebenaran yang tertinggi.
Pedoman sikap dan usaha umat Muhammad untuk meluruskan kaum Yahudi dan Nasrani agar supaya mereka kembali kepada agama yang benar ialah dengan jalan yang sesuai dengan pedoman dari Allah dalam Al-Quran pada ayat-ayat berikut :
I. Asas landasan dakwah ajakan kejalan Allah:
Mengajak siapa saja untuk mengikuti agama Islam harus berdasarkan metodik-dedaktik Ilmu DakwahAl-Quran S.16 An-Nahl 125, S.20 Thaha 44 dan S.14 Ibrahim 4:
Ad 1.S.16 An-Nahl 125: Dakwah harus memenuhi 3 prinsip, yaitu (1)Bikjaksana. (2)Positif. menggembirakan. (3) Modal yang kuat.
Ad 2. S.20 Thaha 44: Bahwa mengajak orang untuk mentaati agama Allah itu harus dengan berhalus budi, jangan sampai berlaku kasar kepada mereka yang diajak itu.
Ad 3 S.14 Ibrahim 4: Bahwa mengajak orang untuk mentaati agama Allah itu harus dengan bahasa mereka yang diharap suka mengikuti ajakannya. Maksudnya ialah bahwa dialog atau mengajaknya harus memperhatikan situasi dan kndisi mereka yang diajak untuk mentaati agama Allah.
II. Materi dan sarana ajakan & dakwah
Berikut beberapa ayat berkenaan dengan sikap, alat ukur atau materi dakwah sebagai termaktub dalam Al-Quran berikut:
1) S.5 Al-Maidah 48 menentukan bahwa Al-Quran itu menjadi batu ujian terhadap kitab-kitab yang dianggap suci oleh suatu agama atau aliran mana saja.
2) S. 3 Ali 'Imran 64 menyatakan bahwa kita semua harus kembali kepada agama Tauhid, tidak boleh mengangkat manusia menjadi Tuhan lalu disembah.
3) S.5 Al-Maidah 15 menyatakan bahwa kaum Nasrani telah menyembunyikan dan melengahkan banyak-banyak isi kitab suci Al-Kitab
4) S.5 Al-Maidah 68 menyatakan bahwa kaum Nasrani harus kembali menepati dan mentaati asli kitab suci Taurat dan Injil.
5) S.3 Ali 'Imran 19 menyatakan bahwa agama disisi Allah adalah agama Islam.
6) S.3 Ali 'Imran 65 mempertanyakan apa sebab kaum Yahudi dan Nasrani berdebat mengenai Nabi Ibrahim, padahal kitab Taurat dan Injil turun sesudah wafat Nabi Ibrahim.
7) S.3 Ali 'Imran 70 mempertanyakan apa sebab Kaum Ahli Kitab kufur kepada ayat-ayat Kitab Suci padahal mereka menyaksikan.
8) S.3 Ali 'Imran 71 mempertanyakan kepada Kaum Ahli Kitab apa sebab mereka mencampur adukkan barang yang benar dengan yang tidak benar padahal mereka itu mengerti.
9) S.4 an-Nisa` 171 menyatakan bahwa kaum Ahli Kitab dilarang berbuat keterlaluan dalam agama dan Nabi 'Isa putera Maryam itu Rasul utusan Allah lahir dari ciptaan Allah pada diri Maryam mereka dilarang mengatakan Tritunggal. Allah itu Maha Suci tidak mungkin mempunyai anak.
10) S.3 Ali 'Imran 67 menyatakan bahwa agama Nabi Ibrahim itu bukan Yahudi bukan Nasrani, tetapi beragama Hanif suatu agana yang lurus muslim bukan musyrik.
Ada beberapa bacaan yang mencatat beberapa kelemahan agama Kristen atau kaum Salib dan kitab Bibel sekarang ini, yaitu:
• Molyadi Samuel AM dalam bukunya Dokumen Pemalsuan Al-Kitab (Bibel) mencatat ada 564 kontradiksi ayat-ayat dalam Bibel dan diuraikan dalam buku itu hanya 202 pertentangan antar ayat dalam Al-Kitab (Bibel) dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
• Hj.Irena Handono dalam bukunya Islam Dihujat menunjuk ayat-ayat dalam Al-Kitab (Bibel), 7 contoh ayat porno, 15 contoh ayat yang melecehkan Tuhan, 12 contoh ayat yang melecehkan para nabi utusan Allah, 3 contoh ayat yang irrasional tidak masuk akal, 8 contoh ayat yang tidak dapat diamalkan, 5 contoh ayat yang ramalannya tidak terbukti, 29 contoh ayat yang bertentangan dalam Perjanjian Lama, 20 contoh ayat yang bertentangan dalam Perjanjian Baru, 36 contoh ayat yang meragukan. Semua ini diakui oleh teolog Kristen DR.GC Van Niftrik, DR B.J. Bolland, DR.Mr.D.C. Mulder, DR. Welter Lempp, DR. R Sudarmo.
• DR. Maurice Bucille dalam bukunya La Bible, Le Coran et La Science menyimpulkan bahwa telah terjadi perobahan, kontradiksi, betentangan dengan ilmu pengetahuan modern dalam Kitab Pejanjian Lama. Kemudian terhadap Injil-Kitab Perjanjian Baru dikatakan bahwa dengan membaca Kitab Injil secara keseluruhan maka hasilnya akan menimbulkan kebingungan pembacanya disebabkan karena kitab itu telah mengalami perubahan dan kontradiksi.
• Buku Al-Quran berbicara tentang Kristen tulisan Imam Muchlas dan Masyhud SM (1999:154) mencatat 14 contoh dan 23 ayat dalam Alkitab atau Bibel yang membuktikan bahwa Yesus itu bukan Tuhan.
• Menurut DR. John Cornelis Pan Ratu alumni lulusan Seminari Katholik tertinggi Roma bahwa agama yang benar ialah agama Islam. Ini tercatat dalam siaran TVRI Jakarta pada Senen 3 April 2006 jam 5.oo. TVRI ini meyiarkan kisah sebagai berikut:
John Cornelis Pan Ratu asal Kupang Timor. Jon Cornelis seorang lulusan TK, SD, SMP, SMA, S.1 dan S.2 sampai Seminari yang paling tinggi sekolahnya di sekolah Katholik, gelar Doktornya dicabut atau ijazahnya tidak diserahkan, sebab dia berani masuk Islam 1994 dia masuk Islam dengan nama Ahmad Ismail, meninggalkan agama Katholik. Bukan hanya dicabut Doktornya oleh Sri Paus, dia dipulangkan ke Kupang sampai di Kupang dia disiksa setengah mati, sakit demikian berat sampai proses penyembuhannya harus dikirim ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dan dipindahkan ke Cempaka Putih. Dari ceriteranya kita melihat derita luar biasa John Cornelis hanya disebabkan dia masuk agama Islam dan tidak mau mundur sedikitpun juga dari agama yang benar yang diyakini Islam. Itulah hukum agama Katholik terhadap anggotanya yang berani masuk Islam.
…………………….…………-=o0o=-………………………….………
(*) Hubungi kami di : http://imam-muchlas.blogspot.com
ketik kirim kepada: h.imam.muchlas @gmail.com
Minggu, 02 Agustus 2009
Al-Quran dan Evolusi
(14) Tafsir Tematis Kontemorer
AL-QURAN DAN EVOLUSI
MAKHLUK HIDUP
I. S.24 An-Nur 45
وَاللَّهُ خَلَقَ كُلَّ دَابَّةٍ مِنْ مَاءٍ فَمِنْهُمْ مَنْ يَمْشِي عَلَى بَطْنِهِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَمْشِي عَلَى رِجْلَيْنِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَمْشِي عَلَى أَرْبَعٍ يَخْلُقُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ(45)(النور)
II. Artinya:
“Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”(S.24 An-Nur 45).
III. Tafsir&Analisa
A.. Tema&Sari Tilawah
(1) Allah adalah Maha Pencipta.
(2) Makhluk ciptaan Allah itu ada yang benda mati ada yang makhluk hidup.
(3) Allah menciptakan makhluk hidup berasal dari air.
(4) Makhluk hidup ini ada yang berjalan diatas perut.
(5) Ada yang berjalan diatas kaki, ada yang berkaki dua.
(6) Ada yang berkaki empat.
(7) Allah menghendaki bagimanapun juga yang diinginkan oleh Allah.
(8) Allah itu Maha Kuasa terhadap apa saja.
B. Masalah &analisa jawaban
1.Bagaimanakah sejarah perkembangan alam semesta itu? Jawaban sementara: Penciptaan alama menurut Allah ialah melalui firman Takwiniyah “KUN” . Menurut Ilmuwan Fisika: Melalui Big Bang dan perkembangannya.
2.Bagaimana urutan penciptaan makhluk hidup, menurut teori Darwin? Jawaban sementara: Berkembang dari benda materi, ke tumbuh-tumbuhan, ke makhluk hewan kemudian makhluk manusia.
3.Bagaimana penciptaan makhluk selain benda mati dan makhluk hidup? Jawaban sementara: Dari elektron tidak membentuk atom tidak menjadi materi yang dapat diserap oleh alat indrawi manusia.
C. Pendalaman dan penelitian
BAB SATU
Sejarah perkembangan alam semesta
@ Teori Big Bang,
Berdasarkan pemahaman atas Al-Quran s41a11-12, s65a12, s11a7, s35a41,s21a104 dikaitkan dengan s21a30, s51a47, maka Ahmad Baiquni Prof,MSc, PhD, spesialis ilmu atom pertama Indonesia itu dalam bukunya Al-Quran & Iptek (1994:40) mendukung Big Bang Theory bahwa sekitar 15 milyard tahun yang silam alam semesta ini bermula dari dentuman yang keras sangat mengerikan dari satu titik singularitas dalam suhu yang tiada tara panasnya. Sehingga Nucleus, proton, neutron, atom dan apa saja tidak tahan terhadap temperatur itu, maka semuanya terurai menjadi zarah materi yang tidak pernah dikenal dalam alam kita yang sudah mendingin ini. Ledakan yang maha dahsyat itu disusul dengan terwujudnya materi, ruang, waktu dan energi dari satu titik singularitas. Kemudian dari panas berubah menjadi dingin dari dingin ini tiba-tiba dalam waktu sepuluh pangkat minus 34 meloncat panas lagi menjadi seribu trilyun-trilyun derajat Celsius, 1000 trilyun-trilyun derajat. Akibatnya terjadilah penyebaran dan ekspansi atau pengembangan alam semesta, memencarkan 100 milyard galaksi, masing-masing galaksi 100 milyard bintang 10.000 milyard bintang, jumlahnya 1000 milyard-milyard bintang bagaikan balon kanak-kanak yang ditiup dan terwujudlah jagad raya alam dunia ini. Dalam hal ini Allah berfirman dalam Al-Quran s.88a17-20, s51a47,s21a30.
Perlu direnungkan disini pernyataan Ahmad Baiquni bahwa sebelum terjadi Big Bang (Dentuman yang Mengerikan) ini: i) Tidak ada materi; ii) Tidak ada ruang; iii) Tidak ada waktu: iv) Tidak ada energi. Kami penulis menambahkan: v)Yang ada hanya Allah yang serba Maha dan Absolut Maha, tidak ada Yesus, tidak ada Budha Gautama, tidak ada tuhan-tuhan mana saja kecuali Allah لااله الا الله ))
Al-Quran adalah kitab yang bersifat universal, abadi, semua tempat dan seluruh umat manusia, sehingga ayat-ayatnya bersifat umum tidak menjelaskan sangat rinci yang kecil-kecil apa yang ada di dunia. Untuk sejarah perkembangan alam semesta hanya ada beberapa ayat yang samar-samar diduga dapat memberi percikan ilmu tentang sejarah alam semesta ini yaitu:
إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ مَا مِنْ شَفِيعٍ إِلَّا مِنْ بَعْدِ إِذْنِهِ ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ(3)(يونس)
Artinya: “Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas `Arsy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa`at kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran”(S.11 Hud 3)(S.7 Al-A’raf 54, S.11 Hud 7).
الَّذِي خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ الرَّحْمَنُ فَاسْأَلْ بِهِ خَبِيرًا (الفرقاان 59)
Artinya: “Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arsy, (Dialah) Yang Maha Pemurah, maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui (Muhammad) tentang Dia”(S.25 Al-Furqan 59)(S32 As-Sajdah 4, S.50 Qaf 38).
Menurut kaum fisikawan maka benda pertama kali wujud ialah apa yang mereka namakan Titik Singularitas, atau Oeratom ada yang mengatakan Ylem, dari Ylem ini lalu terbentuk jagad raya, yang tediri dari 100 milyar galaksi bahkan lebih, tiap galaksi terdiri dari 100 milyar bintang. Salah satu dari 100 milar galaksi itu ialah Bima Sakti, yaitu galaksi kita ini berada. Tahun 1929 Edwin Habble menyatakan bahwa semua galaksi berjalan menjauhi kita dengan cara dan ukuran tertentu. Tahun 1930 Georges Lamaitre menyatakan bahwa dari ledakan yang terlalu hebat menurut Teori Big-Bang, maka terlemparlah semua pecahannya ke segala penjuru. Galaksi Bima Sakti kita ini garis tengahnya = 1.00.000.000 000. tahun Cahaya(Seratus milyar tahun Cahaya Km)(Satu detik=300.000 Km), Jadi garis tengah Galaksi Bima Sakti ialah 100 milyar kali 60x60x24x30x12x300 000 Km. Di samping bintang-bintang yang tidak dapat dihitung, anggota Galaksi Bima Sakti tersusun dari planet-planet yang terkenal hanya beberapa planet dengan situasi-kondisinya sebagai berikut.
Angka perbandingan
Jarak, garis-tengah, kepadatan,jarak ke matahari,putaran pada sumbu
Bintang Planet Jauh dari ma tahari =Km Diameter Kilometer Padat
Air=1 Mengitari
Matahari Sekali berputar
Bintang --------------- 1.392.000K 1,4 ------------ 15,38hr
Bulan --------------- 3.476Km 3,34 ------------ 27, 32hr
Merkuri 56jutaKm 4.850Km 5,4 58hari 59, hari
Venus 108 juta 12.140Km 5,2 224hari 244hari
Bumi 150jutaKm 12.756Km 5,52 365,25hari 23jam56m
Mars 228jutaKm 62.790Km 3,9 687hari 24jam37m
Jupiter 778jutaKm 142000Km 1,34 11,9hari 9jam50m
Saturnus 1.427jutaKm 120.200Km 0,70 29,5tahun 10jam14m
Uranus 2.870jutaK 49.000Km 1,58 84tahun 10jam49m
Neptuns 4.497jutaK 50.200Km 2,3 164,8th 15jam48m
Pluto 5.900jutaK 6.400Km ------ 247,7th 153jam
*) Keith Wicks”Bintang&Planet,1985,h.18.
~Jam ukuran waktu manusia di Bumi didasarkan atas jam matahari (Satu kali putar Bumi mengelilingi Matahari=365,25 hari=satu tahun).
~ Pluto satu kali putar mengelilingi matahari lamanya=247,7tahun. ~ Mermuri satu kali mengelilingi matahari 58 hari.
Dari catatan ini timbul pertanyaan: Bagaimana jika jam manusia di dunia ini diukur dan dihitung dengan ukuran kecepatan jalannya Pluto? Jawabnya: Umur kita harus dibagi 247,7. Tetapi jika perhitungan waktu didasarkan atas berputarnya Merkuri, maka umur kita harus dilipatkan 6,35 (Asal dari 365,25 dari jam matahari dibagi 58 jam Merkuri).
2. Sejarah perkembangan planet bumi
Sejarah perkembangan planet bumi dari jaman ke jaman ialah sebagai berikut:
I.Waktu Plestosin = 10.000 juta tahun sampai 2.000 juta tahun dinamakan dengan Jaman Paleosoikum yang terbagi dalam beberapa masa, yaitu:
1..Masa Kambrium 600-500 juta tahun
2..Masa Ordovisum 500-440 juta
3..Masa Silur 440-400 juta tahun
4.Masa Devon 400-350 juta tahun
5.Masa Karbon 350- 270 juta tahun
6..Masa Perm 270-225 juta tahun
II. Jaman Tersier-Mesosoikum terbagi dalam 3 masa.
1.Masa Trias 225-180 juta tahun
2.Masa Jura 180-135 juta tahun
3..Masa Kapur 135-70 juta tahun
III. Masa Kwarter terbagi dalam beberapa waktu:
1.Waktu Paleosen 70-60 juta tahun
2.Waktu Eosen 60-40 juta tahun
3.Waktu Oligosen 40-25 juta tahun
4.Waktu Miosen 25-10 juta tahun
5.Waktu Pliosen 10-2 juta tahun
@Keith Wick dalam bukunya Planet Bumi (1985:10) mencatat sebagai berikut:.
i.Sekitar 4.500 juta tahun bumi terbentuk dan masih berwujud lautan api cairan (lava) batu-batuan dan gas menyala meleleh mendidih (seperti jenang) dodol, tetapi makin lama makin berkurang panasnya terakhir menjadi dingin.
ii.Sekitar 3000 juta tahun yang lalu, makhluk hidup mulai tumbuh di laut, yaitu ganggang laut.
iii.Dari ganggang laut terbentuk zat asam, zat asam oleh sinar matahari dibentuk atmosfir ozon, tugasnya menyerap sinar wungu matahari (berbahaya).
iv.Bumi mengalami proses pembentukan calon laut calon daratan, calon gunung, daratan, danau, sungai dan yang lain.
v..Zat asam menghembuskan zat hayat ke dalam planet bumi
vi.Dalam jangka yang cukup lama maka bumi menjadi dingin vii.Dalam jangka waktu tertentu maka sebagian-bumi tertutup Es
viii.Es yang mencair membentuk lautan ataupun danau serta sungai dan bengawan
ix.600 juta tahun yang lalu air laut menyerbu daratan, lalu amfibi timbul di laut
x.Diduga dalam 500 juta tahun awal sejarah bumi, dia mengalami perubahan dan pergolakan iklim yang hebat
~350 juta tahun yang lalu, tumbuh serangga dan binatang darat
xi.140 juta tahun yang lalu peta bumi mulai berbentuk seperti sekarang
~35 juta tahun silam merupakan jaman terakhir ES menutupi bumi utara.
~ 25 juta tahun yang lalu, manusia kera nenek moyang manusia muncul, lalu Dinosaurus lenyap, muncul burung.
BAB D U A
1.Proses kejadian makhluk hidup
Menurut Big Bang Theory, alam semesta pada awalnya berwujud benda atau materi yang sangat panas, sehingga tidak mungkin mengandung zat hayat artinya tidak ada kehidupan sama sekali. Pecahan-pecahan dari Big Bang itu pada awalnya panas sekali, bumi sebagai pecahan itu makin lama makin dingin, bahkan pernah bumi tertutup dengan salju.
Melalui gempuran C14 atau Radio carboon dan elektron dari sinar kosmis, dengan bantuan sinar matahari dan air, maka elektron dari atom yang digempur terlepas digantikan oleh elektron sinar kosmis lalu terbentuklah Protoplasma, yaitu persenyawaan protein (persenyawaan atom C, N, O, H, S, Ph). Elektron sinar kosmis dapat dinamakan roh perantara, yaitu pembawa unsur yang mengandung beberapa sebab: 1) Causa finalis (sebab tujuan); 2) Causa formalis (sebab bentuk); 3) Causa foluntaris (sebab kemauan); 4) Causa generis (sebab berkebang biak), Gempuran oleh elektron dari sinar kosmis kepada atom yang ada di jagad raya ini tidak sekaligus semua unsur tetapi melalui proses urut yang pertama, lalu kedua, ketiga dan seterusnya dan masing-masing memakan waktu yang terlalu lama Dalam jangka waktu yang terlalu lama akhirnya terbentuklah makhluk hidup di alam semesta. Benda mati yang menjadi hidup yang paling awal ialah lumut. Dengan gempuran sinar kosmis yang terbawa oleh C-14 atau radio-carbon yang mengandung unsur sebab bentuk, sebab kemauan, sebab berkembang biak dan sebab mutasi membentuk makhluk tumbuh-tumbuhan menjadi makhluk hewan dan seterusnya terakhir dengan causa rasionalis (sebab budi) maka terbentuklah makhluk manusia yang berakal cerdas..
2. Sejarah dan perkembangan makhluk
Afzalurrahman dalam bukunya Quranics Science mencatat seluruh ayat yang dapat dikelompokkan ke dalam 30 cabang disiplin ilmu (IPTEK), di sana terdapat disiplin ilmu Hukum Kausalitas, Kosmologi, Fisika, Sejarah, Geografi, Geologi, Biologi,Botani, Zologi,Pertanian, perkebunan, Arkeologi, Edukasi, Ilmu Fisika, Kedokteran.
Ayat Al-Quran yang sangat penting berkaitan dengan masalah bahwa kejadian makhluk hidup itu berasal dari air tercatat dalam ayat-ayat berikut:
وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا(هود 7)
Artinya: “Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah `Arsy-Nya di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya"(S.11 Hud 7).
وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ(30)(الانبياء)
Artinya: “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?”(S.21 Al-Anbiya` 30).
Rasulullah Saw. dalam kaitan ini beliau bersabda sebagai berikut:
عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَ إِنِّي عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ جَاءَهُ قَوْمٌ قَالُوا قَبِلْنَا جِئْنَاكَ لِنَتَفَقَّهَ فِي الدِّينِ وَلِنَسْأَلَكَ عَنْ أَوَّلِ هَذَا الْأَمْرِ مَا كَانَ قَالَ كَانَ اللَّهُ وَلَمْ يَكُنْ شَيْءٌ قَبْلَهُ وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ ثُمَّ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ وَكَتَبَ فِي الذِّكْرِ كُلَّ شَيْءٍ (رواه البخاري6868)
Artinya: “Dari ‘Imran ibnu Hashin, dia berkata: “Aku bersama Nabi Saw. ketika datang suatu rombongan, mereka berkata: “Kami menghadap kepada Nabi Saw ingin memperdalam peelajaran agama dan kami ingin bertanya tentang asal usul perkara ini yang paling awal. Beliau bwersabda: “Allah itu wujud yang tidak ada apa-apa sebelumnya, kemudian Allah menciptakan langit dan bumi dan Allah menulis segala sesuatunya dalam sebuah simpanan (ingatan)”(HR Bukhari no.6868).
يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِنَ الْبَعْثِ فَإِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنْ مُضْغَةٍ مُخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِنُبَيِّنَ لَكُمْ وَنُقِرُّ فِي الْأَرْحَامِ مَا نَشَاءُ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوا أَشُدَّكُمْ وَمِنْكُمْ مَنْ يُتَوَفَّى وَمِنْكُمْ مَنْ يُرَدُّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِنْ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْئًا وَتَرَى الْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنْبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ (الحج5)
Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah(S.22 Al-Hajji 5).
وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ بَشَرًا فَجَعَلَهُ نَسَبًا وَصِهْرًا وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيرًا (الفرقان54)
Artinya:” Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air, lalu Dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan mushaharah dan adalah Tuhanmu Maha Kuasa”(S.25 Al-Furqan 54). Lihat pula ayat berikut: S.41 Fushshilat 9-11, S.51 Adz-Dzariyat 49, Al-Baqarah 117, S.50 Qaf 38, S.79 An-Nazi’at 27-28, Al-Mu'minun 112.
Ayat Al-Quran menyebut secara samar-samar sedikit informasi tentang evolusi dari hewan yang sederhana dengan hewan yang lebih maju, yaitu apa yang tercatat dalam pokok bahasan uraian semua ini:
Artinya: “Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”(S.24 An-nur 45).
Darwin sebenarnya bukan penemu teori Evolusi, karena percikan-percikan pendapat itu sudah lama dikemukakan para filosuf, yaitu:
a.Thales (548SM) pernah mngatakan bahwa air itu menjadi ibu yang melahirkan semua saja yang hidup dan memeliharanya.
b.Herakleitos menyatakan bahwa segala sesuatu itu bergerak dan berubah menjadi wujud lain.
c.Arestoteles menyatakan bahwa ada peningkatan dari tumbuh-tumbuhan meningkat ke tumbuh-tumbuhan setengah binatang, menjadi binatang, dari binatang menjadi manusia.
d.Kakek Darwin, yaitu Erasmus dalam bukunya Zoonomi mencatat bahwa berjuta-juta tahun yang silam semua binatang yang berdarah panas berasal dari serat jaringan yang hidup.
e.Pada pertengahan abad ke-19 berkembang meluas faham Evolusi, yaitu:
.Makhluk hidup sekarang ini juga mencakup manusia berasal dari makhluk hidup yang paling sederhana.
g.Semua makhluk hidup mempunyai rangkaian peningkatan bentuk dari anggota yang sederhana ke bentuk yang beranggota tubuh yang lebih sempurna. Ini dibuktikan oleh Ilmu Geologi dan sejarah Paleoontologi
Jean Baptiste (1744-1829) seorang pendahulu pakar evolusi mengemukakan teori berdasarkan penelitiannya bagaimana asal usul dan tumbuh kemudian berkembangnya makhluk hewan dari yang paling sederhana meningkat ke tingkat yang lebih tinggi, yaitu sebagai berikut:
i. Poliep, makhluk hewan yang paling sederhana nyaris tidak dapat dibedakan poliep dari tumbuh-tumbuhan, dia tidak mempunyai indra, alat pernafasan, alat peredaran darah sampai alat kelamin tidak mempunyai serta tidak mempunyai bentuk.
ii. Radiata, mempunyai bentuk bulat, tidak mempunyai panca indra, dan alat pernafasan, tidak mempunyai kepala, kaki dan alat peredaran darah.
iii Cacing, tidak mempunyai alat penglihatan, tanpa alat pendengar, tidak mempunyai lidah.
iv.Serangga, mempunyai alat kelamin.
v.Laba-laba, mempunyai alat pernafasan, tetapi tidak mempunyai jantung dan pembuluh darah.
vi.Tiram, mempunyai jantung
vi.Cacing laut (Zeewormen) bernafas dengan jantung, letaknya di dalam kulit.
vii. Lembik, tidak mempunyai tulang punggung, tetapi mempunyai ingsang, otak dan urat syaraf.
(Semua jenis makhluk no. 1-s/d-7 tidak mempunyai tulang punggung, paru-paru untuk bernafas, darah, selaput pelangi pada mata).
viii.Ikan, mempunyai kepala, tulang punggung, juga syaraf, sirip. otak, tetapi tidak mempunyai paru-paru tetapi mempunyai ingsang, tidak mempunyai suara, tidak ada kelopak mata, tidak mempunyai leher untuk bergeleng-geleng.
ix.Reptil, mempunyai jantung, darah dingin, paru-paru, tulang punggung, otak, urat syaraf, berjalan dengan kaki.
x.Burung, mempunyai kecerdasan, kecakapan, jantung, darah panas, berkembang biak melalui telur. bisa bergeleng kepala ke kana dan ke kiri, mata berkedip membuka dan menutup, berjalan kaki, terbang dengan sayap.
xi.Binatang menyusui, mempunyai kecerdasan, kecakapan, tulang punggung, kepala dapat bergeleng, berkedip dengan telapuk mata, mempunyai rongga badan, berjantung berbilik dua, berdarah panas, berkembang biak dengan alat kelamin.
xii.Kera termasuk binatang setingkat dengan binatang menyusui, mempunyai bentuk yang sudah mendekati bentuk manusia. Dan faktor yang membedakan kera dari manusia ialah bahwa ukuran otak kera lebih kecil dan otak manusia lebih besar dan manusia dapat menerima hidayah Allah.
BAB T I G A
Penciptaan makhluk halus
Al-Quran memberikan peringatan kepada manusia (S. Al-An’am 6a92) supaya merenungkan apa yang ada di bumi bahkan kepada dirinya sendiri (S.51 Adz-Dzaiyat 20-21);Mamusia supaya belajar Ilmu Jiwa (S.17 Al-Isra`85); Supaya direnungkan bahwa Allah itu sangat dekat kepada diri manusia lebih dekat dari pada urat nadi manusia sendiri (S.50 Qaf 16)
@ Kejadian makhluk halus
Jin itu diciptakan Allah dari api yang sangat panas, maka iblis dan malaikat itu diciptakan Allah dari asal yang mirip dengan jin, yaitu dari cahaya api. Ibnu Taimiyah dalam kitab Al-Fatawa mengutip pendapat para ulama bahwa malaikat itu oleh Allah diciptakan dari nur atau cahaya. Jika seandainya faham ini dapat diterima maka malaikat itu diciptakan dari sinarnya api, sedangkan jin dibuat dari materi apinya, maka Dr Paryana dari Akademi Metafisika Yogya mengatakan bahwa roh manusia itu diciptakan dari bahan yang mirip dengan makhluk jin yaitu sejenis elektron daya kerja yang berputar-putar mengelilingi proton di dalam atom, karena kecepatan geraknya maka yang terlihat adalah sinar. Jika pendapat ini dapat diterima maka dispekulasikan bahwa semua makhluk halus itu diciptakan Allah dari sinarnya api tersebut sangat mirip dengan asal usul kejadian malaikat. Memang tidak gampang mencari catatan Al-Quran tentang soal dari apa malaikat dan roh itu diciptakan oleh Allah dari apa. Di sana hanya kita temukan bahwa roh Adam itu roh dari-KU (Allah) S.15 Al-Hijr 29; ;S.38 Shad 72;S.32 As-Sajdah 9 semua menggunakan istilah dari roh-Ku (Allah) tidak menggunakan istilah menciptakan.
فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ(29)(الحجر)
Artinya: “Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan) Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud”(S.15 Al-Hijr 29).
فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ(72)(ص)
Artinya: “Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan) Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya”(S.38 Shad 72).
ثُمَّ سَوَّاهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِنْ رُوحِهِ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ(9)(المؤمنون)
Artinya: “Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh) nya roh (ciptaan) –Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur”(S.23 Al-Mu`minun 9).
@ Allah menyebut-nyebut bahwa roh Nabi ‘Isa itu dari Allah S.4 An-Nisa`171, ;Roh Nabi ‘Isa itu dari Roh Kami (Allah) S.66 At-Tahrim 12 dan Roh Nabi ‘Isa itu dari Roh Kami (Roh dari Allah) S.21Al.anbiya` 91 semua menyebutkan bahwa roh tersebut dihembuskan tidak memakai istilah “menciptakan” tidak menjelaskan diciptakan dari bahan apa.
يَاأَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ وَلَا تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَلَا تَقُولُوا ثَلَاثَةٌ انْتَهُوا خَيْرًا لَكُمْ إِنَّمَا اللَّهُ إِلَهٌ وَاحِدٌ سُبْحَانَهُ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَكَفَى بِاللَّهِ وَكِيلًا(171)(النساء)
Artinya: “Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, `Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara”(S.4 An-Nisa` 171).
وَمَرْيَمَ ابْنَتَ عِمْرَانَ الَّتِي أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهِ مِنْ رُوحِنَا وَصَدَّقَتْ بِكَلِمَاتِ رَبِّهَا وَكُتُبِهِ وَكَانَتْ مِنَ الْقَانِتِينَ(12)(التحريم)
Artinya: “dan Maryam puteri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami; dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan Kitab-kitab-Nya; dan adalah dia termasuk orang-orang yang ta`at”(S.66 At-Tahrim 12).
وَالَّتِي أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهَا مِنْ رُوحِنَا وَجَعَلْنَاهَا وَابْنَهَا ءَايَةً لِلْعَالَمِينَ(91)(الانبياء)
Artinya: “Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh) nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam”(S.21 Al-Anbiya`91).
Perlu diingat bahwa masalah sesuatu yang dinisbatkan kepada Allah, menurut Ibnul Qayyim harus dilihat dari segi apakah yang dinisbatkan itu berupa sifat atau bukan sifat. Jika sesuatu yang dinisbatkan kepada Allah itu sifat maka dia itu lengket kepada Zat Allah, tetapi jika yang dinisbatkan itu bukan sifat maka dia itu makhluk diluar Zat Allah. Oleh karena itulah maka roh yang dinisbatkan kepada Allah itu bukan sifat maka roh itu adalah makhluk sama sekali bukan bagian dari Zat Allah. Kaum Nasrani yang mendewa-dewakan Nabi ‘Isa itu bagian dari Tuhan adalah keliru, sebab tidak ada sesuatu makhluk bagamanapun juga yang dapat menjadi bagian dari Zat Allah barang siapa menempelkan suatu makhluk kepada Zat Allah dia musyrik akan masuk neraka jahanam kekal abadi.
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ (34)(البقرة)
Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir”(S. Al-Baqarah 34)
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلًا(50)الكهف)
Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam", maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang zalim”(S.18 Al-Kahfi 50).
@ Allah itu menciptakan sesuatu cukup dengan lafal "KUN"
Dalam menciptakan apa saja mencakup dalam menciptakan Nabi 'Isa dan Nabi Adam, maka Allah cukup dengan firman-Nya "KUN" (Jadilah kau) ditegaskan Allah dalam Al-Quran diulang sampai 11 kali, yaitu dalam s2a117, s3a47, s3a59, s6a73, s7a144, 15a98, s16a40, s19a35, s36a82, s39a66 dan s40a68.
إِنَّ مَثَلَ عِيسَى عِنْدَ اللَّهِ كَمَثَلِ ءَادَمَ خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ(59)الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُنْ مِنَ الْمُمْتَرِينَ(60)(ال عمران 59-60)
"Sesungguhnya misal (penciptaan) `Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia. (Apa yang telah Kami ceritakan itu), itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu"(S.3 Ali 'Imran 59-60).
(*) Hubungi kami di : http://imam-muchlas.blogspot.com
ketik kirim kepada: h.imam.muchlas @gmail.com
AL-QURAN DAN EVOLUSI
MAKHLUK HIDUP
I. S.24 An-Nur 45
وَاللَّهُ خَلَقَ كُلَّ دَابَّةٍ مِنْ مَاءٍ فَمِنْهُمْ مَنْ يَمْشِي عَلَى بَطْنِهِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَمْشِي عَلَى رِجْلَيْنِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَمْشِي عَلَى أَرْبَعٍ يَخْلُقُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ(45)(النور)
II. Artinya:
“Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”(S.24 An-Nur 45).
III. Tafsir&Analisa
A.. Tema&Sari Tilawah
(1) Allah adalah Maha Pencipta.
(2) Makhluk ciptaan Allah itu ada yang benda mati ada yang makhluk hidup.
(3) Allah menciptakan makhluk hidup berasal dari air.
(4) Makhluk hidup ini ada yang berjalan diatas perut.
(5) Ada yang berjalan diatas kaki, ada yang berkaki dua.
(6) Ada yang berkaki empat.
(7) Allah menghendaki bagimanapun juga yang diinginkan oleh Allah.
(8) Allah itu Maha Kuasa terhadap apa saja.
B. Masalah &analisa jawaban
1.Bagaimanakah sejarah perkembangan alam semesta itu? Jawaban sementara: Penciptaan alama menurut Allah ialah melalui firman Takwiniyah “KUN” . Menurut Ilmuwan Fisika: Melalui Big Bang dan perkembangannya.
2.Bagaimana urutan penciptaan makhluk hidup, menurut teori Darwin? Jawaban sementara: Berkembang dari benda materi, ke tumbuh-tumbuhan, ke makhluk hewan kemudian makhluk manusia.
3.Bagaimana penciptaan makhluk selain benda mati dan makhluk hidup? Jawaban sementara: Dari elektron tidak membentuk atom tidak menjadi materi yang dapat diserap oleh alat indrawi manusia.
C. Pendalaman dan penelitian
BAB SATU
Sejarah perkembangan alam semesta
@ Teori Big Bang,
Berdasarkan pemahaman atas Al-Quran s41a11-12, s65a12, s11a7, s35a41,s21a104 dikaitkan dengan s21a30, s51a47, maka Ahmad Baiquni Prof,MSc, PhD, spesialis ilmu atom pertama Indonesia itu dalam bukunya Al-Quran & Iptek (1994:40) mendukung Big Bang Theory bahwa sekitar 15 milyard tahun yang silam alam semesta ini bermula dari dentuman yang keras sangat mengerikan dari satu titik singularitas dalam suhu yang tiada tara panasnya. Sehingga Nucleus, proton, neutron, atom dan apa saja tidak tahan terhadap temperatur itu, maka semuanya terurai menjadi zarah materi yang tidak pernah dikenal dalam alam kita yang sudah mendingin ini. Ledakan yang maha dahsyat itu disusul dengan terwujudnya materi, ruang, waktu dan energi dari satu titik singularitas. Kemudian dari panas berubah menjadi dingin dari dingin ini tiba-tiba dalam waktu sepuluh pangkat minus 34 meloncat panas lagi menjadi seribu trilyun-trilyun derajat Celsius, 1000 trilyun-trilyun derajat. Akibatnya terjadilah penyebaran dan ekspansi atau pengembangan alam semesta, memencarkan 100 milyard galaksi, masing-masing galaksi 100 milyard bintang 10.000 milyard bintang, jumlahnya 1000 milyard-milyard bintang bagaikan balon kanak-kanak yang ditiup dan terwujudlah jagad raya alam dunia ini. Dalam hal ini Allah berfirman dalam Al-Quran s.88a17-20, s51a47,s21a30.
Perlu direnungkan disini pernyataan Ahmad Baiquni bahwa sebelum terjadi Big Bang (Dentuman yang Mengerikan) ini: i) Tidak ada materi; ii) Tidak ada ruang; iii) Tidak ada waktu: iv) Tidak ada energi. Kami penulis menambahkan: v)Yang ada hanya Allah yang serba Maha dan Absolut Maha, tidak ada Yesus, tidak ada Budha Gautama, tidak ada tuhan-tuhan mana saja kecuali Allah لااله الا الله ))
Al-Quran adalah kitab yang bersifat universal, abadi, semua tempat dan seluruh umat manusia, sehingga ayat-ayatnya bersifat umum tidak menjelaskan sangat rinci yang kecil-kecil apa yang ada di dunia. Untuk sejarah perkembangan alam semesta hanya ada beberapa ayat yang samar-samar diduga dapat memberi percikan ilmu tentang sejarah alam semesta ini yaitu:
إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ مَا مِنْ شَفِيعٍ إِلَّا مِنْ بَعْدِ إِذْنِهِ ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ(3)(يونس)
Artinya: “Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas `Arsy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa`at kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran”(S.11 Hud 3)(S.7 Al-A’raf 54, S.11 Hud 7).
الَّذِي خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ الرَّحْمَنُ فَاسْأَلْ بِهِ خَبِيرًا (الفرقاان 59)
Artinya: “Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arsy, (Dialah) Yang Maha Pemurah, maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui (Muhammad) tentang Dia”(S.25 Al-Furqan 59)(S32 As-Sajdah 4, S.50 Qaf 38).
Menurut kaum fisikawan maka benda pertama kali wujud ialah apa yang mereka namakan Titik Singularitas, atau Oeratom ada yang mengatakan Ylem, dari Ylem ini lalu terbentuk jagad raya, yang tediri dari 100 milyar galaksi bahkan lebih, tiap galaksi terdiri dari 100 milyar bintang. Salah satu dari 100 milar galaksi itu ialah Bima Sakti, yaitu galaksi kita ini berada. Tahun 1929 Edwin Habble menyatakan bahwa semua galaksi berjalan menjauhi kita dengan cara dan ukuran tertentu. Tahun 1930 Georges Lamaitre menyatakan bahwa dari ledakan yang terlalu hebat menurut Teori Big-Bang, maka terlemparlah semua pecahannya ke segala penjuru. Galaksi Bima Sakti kita ini garis tengahnya = 1.00.000.000 000. tahun Cahaya(Seratus milyar tahun Cahaya Km)(Satu detik=300.000 Km), Jadi garis tengah Galaksi Bima Sakti ialah 100 milyar kali 60x60x24x30x12x300 000 Km. Di samping bintang-bintang yang tidak dapat dihitung, anggota Galaksi Bima Sakti tersusun dari planet-planet yang terkenal hanya beberapa planet dengan situasi-kondisinya sebagai berikut.
Angka perbandingan
Jarak, garis-tengah, kepadatan,jarak ke matahari,putaran pada sumbu
Bintang Planet Jauh dari ma tahari =Km Diameter Kilometer Padat
Air=1 Mengitari
Matahari Sekali berputar
Bintang --------------- 1.392.000K 1,4 ------------ 15,38hr
Bulan --------------- 3.476Km 3,34 ------------ 27, 32hr
Merkuri 56jutaKm 4.850Km 5,4 58hari 59, hari
Venus 108 juta 12.140Km 5,2 224hari 244hari
Bumi 150jutaKm 12.756Km 5,52 365,25hari 23jam56m
Mars 228jutaKm 62.790Km 3,9 687hari 24jam37m
Jupiter 778jutaKm 142000Km 1,34 11,9hari 9jam50m
Saturnus 1.427jutaKm 120.200Km 0,70 29,5tahun 10jam14m
Uranus 2.870jutaK 49.000Km 1,58 84tahun 10jam49m
Neptuns 4.497jutaK 50.200Km 2,3 164,8th 15jam48m
Pluto 5.900jutaK 6.400Km ------ 247,7th 153jam
*) Keith Wicks”Bintang&Planet,1985,h.18.
~Jam ukuran waktu manusia di Bumi didasarkan atas jam matahari (Satu kali putar Bumi mengelilingi Matahari=365,25 hari=satu tahun).
~ Pluto satu kali putar mengelilingi matahari lamanya=247,7tahun. ~ Mermuri satu kali mengelilingi matahari 58 hari.
Dari catatan ini timbul pertanyaan: Bagaimana jika jam manusia di dunia ini diukur dan dihitung dengan ukuran kecepatan jalannya Pluto? Jawabnya: Umur kita harus dibagi 247,7. Tetapi jika perhitungan waktu didasarkan atas berputarnya Merkuri, maka umur kita harus dilipatkan 6,35 (Asal dari 365,25 dari jam matahari dibagi 58 jam Merkuri).
2. Sejarah perkembangan planet bumi
Sejarah perkembangan planet bumi dari jaman ke jaman ialah sebagai berikut:
I.Waktu Plestosin = 10.000 juta tahun sampai 2.000 juta tahun dinamakan dengan Jaman Paleosoikum yang terbagi dalam beberapa masa, yaitu:
1..Masa Kambrium 600-500 juta tahun
2..Masa Ordovisum 500-440 juta
3..Masa Silur 440-400 juta tahun
4.Masa Devon 400-350 juta tahun
5.Masa Karbon 350- 270 juta tahun
6..Masa Perm 270-225 juta tahun
II. Jaman Tersier-Mesosoikum terbagi dalam 3 masa.
1.Masa Trias 225-180 juta tahun
2.Masa Jura 180-135 juta tahun
3..Masa Kapur 135-70 juta tahun
III. Masa Kwarter terbagi dalam beberapa waktu:
1.Waktu Paleosen 70-60 juta tahun
2.Waktu Eosen 60-40 juta tahun
3.Waktu Oligosen 40-25 juta tahun
4.Waktu Miosen 25-10 juta tahun
5.Waktu Pliosen 10-2 juta tahun
@Keith Wick dalam bukunya Planet Bumi (1985:10) mencatat sebagai berikut:.
i.Sekitar 4.500 juta tahun bumi terbentuk dan masih berwujud lautan api cairan (lava) batu-batuan dan gas menyala meleleh mendidih (seperti jenang) dodol, tetapi makin lama makin berkurang panasnya terakhir menjadi dingin.
ii.Sekitar 3000 juta tahun yang lalu, makhluk hidup mulai tumbuh di laut, yaitu ganggang laut.
iii.Dari ganggang laut terbentuk zat asam, zat asam oleh sinar matahari dibentuk atmosfir ozon, tugasnya menyerap sinar wungu matahari (berbahaya).
iv.Bumi mengalami proses pembentukan calon laut calon daratan, calon gunung, daratan, danau, sungai dan yang lain.
v..Zat asam menghembuskan zat hayat ke dalam planet bumi
vi.Dalam jangka yang cukup lama maka bumi menjadi dingin vii.Dalam jangka waktu tertentu maka sebagian-bumi tertutup Es
viii.Es yang mencair membentuk lautan ataupun danau serta sungai dan bengawan
ix.600 juta tahun yang lalu air laut menyerbu daratan, lalu amfibi timbul di laut
x.Diduga dalam 500 juta tahun awal sejarah bumi, dia mengalami perubahan dan pergolakan iklim yang hebat
~350 juta tahun yang lalu, tumbuh serangga dan binatang darat
xi.140 juta tahun yang lalu peta bumi mulai berbentuk seperti sekarang
~35 juta tahun silam merupakan jaman terakhir ES menutupi bumi utara.
~ 25 juta tahun yang lalu, manusia kera nenek moyang manusia muncul, lalu Dinosaurus lenyap, muncul burung.
BAB D U A
1.Proses kejadian makhluk hidup
Menurut Big Bang Theory, alam semesta pada awalnya berwujud benda atau materi yang sangat panas, sehingga tidak mungkin mengandung zat hayat artinya tidak ada kehidupan sama sekali. Pecahan-pecahan dari Big Bang itu pada awalnya panas sekali, bumi sebagai pecahan itu makin lama makin dingin, bahkan pernah bumi tertutup dengan salju.
Melalui gempuran C14 atau Radio carboon dan elektron dari sinar kosmis, dengan bantuan sinar matahari dan air, maka elektron dari atom yang digempur terlepas digantikan oleh elektron sinar kosmis lalu terbentuklah Protoplasma, yaitu persenyawaan protein (persenyawaan atom C, N, O, H, S, Ph). Elektron sinar kosmis dapat dinamakan roh perantara, yaitu pembawa unsur yang mengandung beberapa sebab: 1) Causa finalis (sebab tujuan); 2) Causa formalis (sebab bentuk); 3) Causa foluntaris (sebab kemauan); 4) Causa generis (sebab berkebang biak), Gempuran oleh elektron dari sinar kosmis kepada atom yang ada di jagad raya ini tidak sekaligus semua unsur tetapi melalui proses urut yang pertama, lalu kedua, ketiga dan seterusnya dan masing-masing memakan waktu yang terlalu lama Dalam jangka waktu yang terlalu lama akhirnya terbentuklah makhluk hidup di alam semesta. Benda mati yang menjadi hidup yang paling awal ialah lumut. Dengan gempuran sinar kosmis yang terbawa oleh C-14 atau radio-carbon yang mengandung unsur sebab bentuk, sebab kemauan, sebab berkembang biak dan sebab mutasi membentuk makhluk tumbuh-tumbuhan menjadi makhluk hewan dan seterusnya terakhir dengan causa rasionalis (sebab budi) maka terbentuklah makhluk manusia yang berakal cerdas..
2. Sejarah dan perkembangan makhluk
Afzalurrahman dalam bukunya Quranics Science mencatat seluruh ayat yang dapat dikelompokkan ke dalam 30 cabang disiplin ilmu (IPTEK), di sana terdapat disiplin ilmu Hukum Kausalitas, Kosmologi, Fisika, Sejarah, Geografi, Geologi, Biologi,Botani, Zologi,Pertanian, perkebunan, Arkeologi, Edukasi, Ilmu Fisika, Kedokteran.
Ayat Al-Quran yang sangat penting berkaitan dengan masalah bahwa kejadian makhluk hidup itu berasal dari air tercatat dalam ayat-ayat berikut:
وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا(هود 7)
Artinya: “Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah `Arsy-Nya di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya"(S.11 Hud 7).
وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ(30)(الانبياء)
Artinya: “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?”(S.21 Al-Anbiya` 30).
Rasulullah Saw. dalam kaitan ini beliau bersabda sebagai berikut:
عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَ إِنِّي عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ جَاءَهُ قَوْمٌ قَالُوا قَبِلْنَا جِئْنَاكَ لِنَتَفَقَّهَ فِي الدِّينِ وَلِنَسْأَلَكَ عَنْ أَوَّلِ هَذَا الْأَمْرِ مَا كَانَ قَالَ كَانَ اللَّهُ وَلَمْ يَكُنْ شَيْءٌ قَبْلَهُ وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ ثُمَّ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ وَكَتَبَ فِي الذِّكْرِ كُلَّ شَيْءٍ (رواه البخاري6868)
Artinya: “Dari ‘Imran ibnu Hashin, dia berkata: “Aku bersama Nabi Saw. ketika datang suatu rombongan, mereka berkata: “Kami menghadap kepada Nabi Saw ingin memperdalam peelajaran agama dan kami ingin bertanya tentang asal usul perkara ini yang paling awal. Beliau bwersabda: “Allah itu wujud yang tidak ada apa-apa sebelumnya, kemudian Allah menciptakan langit dan bumi dan Allah menulis segala sesuatunya dalam sebuah simpanan (ingatan)”(HR Bukhari no.6868).
يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِنَ الْبَعْثِ فَإِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنْ مُضْغَةٍ مُخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِنُبَيِّنَ لَكُمْ وَنُقِرُّ فِي الْأَرْحَامِ مَا نَشَاءُ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوا أَشُدَّكُمْ وَمِنْكُمْ مَنْ يُتَوَفَّى وَمِنْكُمْ مَنْ يُرَدُّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِنْ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْئًا وَتَرَى الْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنْبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ (الحج5)
Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah(S.22 Al-Hajji 5).
وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ بَشَرًا فَجَعَلَهُ نَسَبًا وَصِهْرًا وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيرًا (الفرقان54)
Artinya:” Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air, lalu Dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan mushaharah dan adalah Tuhanmu Maha Kuasa”(S.25 Al-Furqan 54). Lihat pula ayat berikut: S.41 Fushshilat 9-11, S.51 Adz-Dzariyat 49, Al-Baqarah 117, S.50 Qaf 38, S.79 An-Nazi’at 27-28, Al-Mu'minun 112.
Ayat Al-Quran menyebut secara samar-samar sedikit informasi tentang evolusi dari hewan yang sederhana dengan hewan yang lebih maju, yaitu apa yang tercatat dalam pokok bahasan uraian semua ini:
Artinya: “Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”(S.24 An-nur 45).
Darwin sebenarnya bukan penemu teori Evolusi, karena percikan-percikan pendapat itu sudah lama dikemukakan para filosuf, yaitu:
a.Thales (548SM) pernah mngatakan bahwa air itu menjadi ibu yang melahirkan semua saja yang hidup dan memeliharanya.
b.Herakleitos menyatakan bahwa segala sesuatu itu bergerak dan berubah menjadi wujud lain.
c.Arestoteles menyatakan bahwa ada peningkatan dari tumbuh-tumbuhan meningkat ke tumbuh-tumbuhan setengah binatang, menjadi binatang, dari binatang menjadi manusia.
d.Kakek Darwin, yaitu Erasmus dalam bukunya Zoonomi mencatat bahwa berjuta-juta tahun yang silam semua binatang yang berdarah panas berasal dari serat jaringan yang hidup.
e.Pada pertengahan abad ke-19 berkembang meluas faham Evolusi, yaitu:
.Makhluk hidup sekarang ini juga mencakup manusia berasal dari makhluk hidup yang paling sederhana.
g.Semua makhluk hidup mempunyai rangkaian peningkatan bentuk dari anggota yang sederhana ke bentuk yang beranggota tubuh yang lebih sempurna. Ini dibuktikan oleh Ilmu Geologi dan sejarah Paleoontologi
Jean Baptiste (1744-1829) seorang pendahulu pakar evolusi mengemukakan teori berdasarkan penelitiannya bagaimana asal usul dan tumbuh kemudian berkembangnya makhluk hewan dari yang paling sederhana meningkat ke tingkat yang lebih tinggi, yaitu sebagai berikut:
i. Poliep, makhluk hewan yang paling sederhana nyaris tidak dapat dibedakan poliep dari tumbuh-tumbuhan, dia tidak mempunyai indra, alat pernafasan, alat peredaran darah sampai alat kelamin tidak mempunyai serta tidak mempunyai bentuk.
ii. Radiata, mempunyai bentuk bulat, tidak mempunyai panca indra, dan alat pernafasan, tidak mempunyai kepala, kaki dan alat peredaran darah.
iii Cacing, tidak mempunyai alat penglihatan, tanpa alat pendengar, tidak mempunyai lidah.
iv.Serangga, mempunyai alat kelamin.
v.Laba-laba, mempunyai alat pernafasan, tetapi tidak mempunyai jantung dan pembuluh darah.
vi.Tiram, mempunyai jantung
vi.Cacing laut (Zeewormen) bernafas dengan jantung, letaknya di dalam kulit.
vii. Lembik, tidak mempunyai tulang punggung, tetapi mempunyai ingsang, otak dan urat syaraf.
(Semua jenis makhluk no. 1-s/d-7 tidak mempunyai tulang punggung, paru-paru untuk bernafas, darah, selaput pelangi pada mata).
viii.Ikan, mempunyai kepala, tulang punggung, juga syaraf, sirip. otak, tetapi tidak mempunyai paru-paru tetapi mempunyai ingsang, tidak mempunyai suara, tidak ada kelopak mata, tidak mempunyai leher untuk bergeleng-geleng.
ix.Reptil, mempunyai jantung, darah dingin, paru-paru, tulang punggung, otak, urat syaraf, berjalan dengan kaki.
x.Burung, mempunyai kecerdasan, kecakapan, jantung, darah panas, berkembang biak melalui telur. bisa bergeleng kepala ke kana dan ke kiri, mata berkedip membuka dan menutup, berjalan kaki, terbang dengan sayap.
xi.Binatang menyusui, mempunyai kecerdasan, kecakapan, tulang punggung, kepala dapat bergeleng, berkedip dengan telapuk mata, mempunyai rongga badan, berjantung berbilik dua, berdarah panas, berkembang biak dengan alat kelamin.
xii.Kera termasuk binatang setingkat dengan binatang menyusui, mempunyai bentuk yang sudah mendekati bentuk manusia. Dan faktor yang membedakan kera dari manusia ialah bahwa ukuran otak kera lebih kecil dan otak manusia lebih besar dan manusia dapat menerima hidayah Allah.
BAB T I G A
Penciptaan makhluk halus
Al-Quran memberikan peringatan kepada manusia (S. Al-An’am 6a92) supaya merenungkan apa yang ada di bumi bahkan kepada dirinya sendiri (S.51 Adz-Dzaiyat 20-21);Mamusia supaya belajar Ilmu Jiwa (S.17 Al-Isra`85); Supaya direnungkan bahwa Allah itu sangat dekat kepada diri manusia lebih dekat dari pada urat nadi manusia sendiri (S.50 Qaf 16)
@ Kejadian makhluk halus
Jin itu diciptakan Allah dari api yang sangat panas, maka iblis dan malaikat itu diciptakan Allah dari asal yang mirip dengan jin, yaitu dari cahaya api. Ibnu Taimiyah dalam kitab Al-Fatawa mengutip pendapat para ulama bahwa malaikat itu oleh Allah diciptakan dari nur atau cahaya. Jika seandainya faham ini dapat diterima maka malaikat itu diciptakan dari sinarnya api, sedangkan jin dibuat dari materi apinya, maka Dr Paryana dari Akademi Metafisika Yogya mengatakan bahwa roh manusia itu diciptakan dari bahan yang mirip dengan makhluk jin yaitu sejenis elektron daya kerja yang berputar-putar mengelilingi proton di dalam atom, karena kecepatan geraknya maka yang terlihat adalah sinar. Jika pendapat ini dapat diterima maka dispekulasikan bahwa semua makhluk halus itu diciptakan Allah dari sinarnya api tersebut sangat mirip dengan asal usul kejadian malaikat. Memang tidak gampang mencari catatan Al-Quran tentang soal dari apa malaikat dan roh itu diciptakan oleh Allah dari apa. Di sana hanya kita temukan bahwa roh Adam itu roh dari-KU (Allah) S.15 Al-Hijr 29; ;S.38 Shad 72;S.32 As-Sajdah 9 semua menggunakan istilah dari roh-Ku (Allah) tidak menggunakan istilah menciptakan.
فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ(29)(الحجر)
Artinya: “Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan) Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud”(S.15 Al-Hijr 29).
فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ(72)(ص)
Artinya: “Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan) Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya”(S.38 Shad 72).
ثُمَّ سَوَّاهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِنْ رُوحِهِ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ(9)(المؤمنون)
Artinya: “Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh) nya roh (ciptaan) –Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur”(S.23 Al-Mu`minun 9).
@ Allah menyebut-nyebut bahwa roh Nabi ‘Isa itu dari Allah S.4 An-Nisa`171, ;Roh Nabi ‘Isa itu dari Roh Kami (Allah) S.66 At-Tahrim 12 dan Roh Nabi ‘Isa itu dari Roh Kami (Roh dari Allah) S.21Al.anbiya` 91 semua menyebutkan bahwa roh tersebut dihembuskan tidak memakai istilah “menciptakan” tidak menjelaskan diciptakan dari bahan apa.
يَاأَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ وَلَا تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَلَا تَقُولُوا ثَلَاثَةٌ انْتَهُوا خَيْرًا لَكُمْ إِنَّمَا اللَّهُ إِلَهٌ وَاحِدٌ سُبْحَانَهُ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَكَفَى بِاللَّهِ وَكِيلًا(171)(النساء)
Artinya: “Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, `Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara”(S.4 An-Nisa` 171).
وَمَرْيَمَ ابْنَتَ عِمْرَانَ الَّتِي أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهِ مِنْ رُوحِنَا وَصَدَّقَتْ بِكَلِمَاتِ رَبِّهَا وَكُتُبِهِ وَكَانَتْ مِنَ الْقَانِتِينَ(12)(التحريم)
Artinya: “dan Maryam puteri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami; dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan Kitab-kitab-Nya; dan adalah dia termasuk orang-orang yang ta`at”(S.66 At-Tahrim 12).
وَالَّتِي أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهَا مِنْ رُوحِنَا وَجَعَلْنَاهَا وَابْنَهَا ءَايَةً لِلْعَالَمِينَ(91)(الانبياء)
Artinya: “Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh) nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam”(S.21 Al-Anbiya`91).
Perlu diingat bahwa masalah sesuatu yang dinisbatkan kepada Allah, menurut Ibnul Qayyim harus dilihat dari segi apakah yang dinisbatkan itu berupa sifat atau bukan sifat. Jika sesuatu yang dinisbatkan kepada Allah itu sifat maka dia itu lengket kepada Zat Allah, tetapi jika yang dinisbatkan itu bukan sifat maka dia itu makhluk diluar Zat Allah. Oleh karena itulah maka roh yang dinisbatkan kepada Allah itu bukan sifat maka roh itu adalah makhluk sama sekali bukan bagian dari Zat Allah. Kaum Nasrani yang mendewa-dewakan Nabi ‘Isa itu bagian dari Tuhan adalah keliru, sebab tidak ada sesuatu makhluk bagamanapun juga yang dapat menjadi bagian dari Zat Allah barang siapa menempelkan suatu makhluk kepada Zat Allah dia musyrik akan masuk neraka jahanam kekal abadi.
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ (34)(البقرة)
Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir”(S. Al-Baqarah 34)
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلًا(50)الكهف)
Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam", maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang zalim”(S.18 Al-Kahfi 50).
@ Allah itu menciptakan sesuatu cukup dengan lafal "KUN"
Dalam menciptakan apa saja mencakup dalam menciptakan Nabi 'Isa dan Nabi Adam, maka Allah cukup dengan firman-Nya "KUN" (Jadilah kau) ditegaskan Allah dalam Al-Quran diulang sampai 11 kali, yaitu dalam s2a117, s3a47, s3a59, s6a73, s7a144, 15a98, s16a40, s19a35, s36a82, s39a66 dan s40a68.
إِنَّ مَثَلَ عِيسَى عِنْدَ اللَّهِ كَمَثَلِ ءَادَمَ خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ(59)الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُنْ مِنَ الْمُمْتَرِينَ(60)(ال عمران 59-60)
"Sesungguhnya misal (penciptaan) `Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia. (Apa yang telah Kami ceritakan itu), itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu"(S.3 Ali 'Imran 59-60).
(*) Hubungi kami di : http://imam-muchlas.blogspot.com
ketik kirim kepada: h.imam.muchlas @gmail.com
Dosa Berlipat 1000 kali
(13) Tafsir Tematis Kontemporer
DOSA BERLIPAT 1000 KALI
Pengantar
i. Harian Jawa Pos Kemis tgl. 27 Juni 2002 memberitakan bahwa kota Malang beberapa waktu yang lalu memperoleh gelar juara ketiga dalam bidang banyaknya remaja yang melakukan zina-pranikah demikian hasil penelitian para ahli. Dan dari penelitian mereka di Surabaya, maka 60 % dari WTS di Gang Dolli merupakan sumber penyebar aktif penyakit kotor HIV yang belum ada obatnya itu. Diduga setiap hari setiap satu orang WTS menyebarkan penyakit kotor tersebut kepada 5 sampai 10 orang pezina laki-laki hidung belang. Pemeriksaan rutin oleh Dinas Kesehatan terhadap penjaja seks tersebut walaupun tidak terlalu menjamin sterilisasi, ternyata WTS yang memeriksakan diripun tidak banyak. Lalu bagaimanakah cepatnya penyebaran penyakit ini jika setiap satu orang WTS menyebarkan 5-10 laki-laki satu hari? Sedangkan diluar Gang Dolli, masih banyak sekali WTS liar atau WTS panggilan? Bagaimana jika setiap laki-laki pezina tersebut pulang ke rumah menyebarkan penyakit ini kepada 2-3 orang di rumahnya? Na’udzu billah!!!
ii. Jawa Pos tg. 3 Agustus 2002 mengabarkan bahwa hasil penelitian oleh Lembaga Sosial Cinta dan Kemanusiaan (LSCK) Jogya selama 3 th. dari tgl. 17 Juli 1999 s/d 17 Juli 2002, sebanyak 1660 mahasiswi di Jogya ada 99,82% sudah berzina sebelum nikah dan hamil lalu menggugurkannya, yang 415 ganti-ganti pasangan, lalu yang suci hanya 3 orang. Allah berfirman dalam Al-Quran:
iii. Jika zina sudah terjadi maka bahayanya ialah kehancuran rumah tangga, masyarakat dan negara. Dan dari sisi kesehatan maka zina itu menjadi sumber penyakit kotor terutama AID yang belum ada obatnya, DR Dadang Hawari menyatakan bahwa penyakit AID itu bagaikan pembinasaan manusia secara pelan-pelan, sebab penderitanya menjadi sumber penyebar penyakit kotor, dia dan semua penderitanya akan mati pelan-pelan dalam jangka 10 tahun .
Maka alangkah indahnya jika kita suka merenungkan firman Allah dalam Al-Quran berikut:
I. S.24 An-Nur 30-31
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ ءَابَائِهِنَّ أَوْ ءَابَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَأَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ(31)(النور)
II. Artinya
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung”(S.24 An-Nur 30-31)
III. Tafsir &analisa
A. Latar Belakang Turunnya Ayat
Ibnu Katsir dalam tafsirnya (6h40) mencatat bahwa Asma` binti Murtsid mempunyai sebuah kebun kurma dikunjungi oleh para wanita yang tidak menutup rapat auratnya, sehingga kelihatan gelang kaki, dada dan sanggulnya, maka Asma`merasa risih dan risau, kemudian turun Al-Quran S.24 An-Nur 31 tersebut di atas.
B. Tema&Sari Tilawah
Tema pokok Al-Quran s24a31 di atas ialah sebagai berikut: .
1. Muhammad Saw. adalah Nabi utusan Allah yang menerima wahyu dari Allah.
2. Allah memerintahkan kepada orang beriman untuk menjaga kehormatan dan auratnya
3. Untuk para wanita yang beriman wajib menutup aurat dan tidak memperlihatkan hiasannya, kecuali kepada keluarga dekat, mereka yang tidak ada nafsu birahi, anak-anak dan orang lanjut usia dan yang semacam itu
4. Kita orang yang beriman harus bertaubat kepada Allah supaya hidup bahagia.
C. Masalah dan analisa jawaban
Dari tema dan sari tilawah tersebut di atas ada pertanyaan yang menuntut jawawaban, yaitu:
1. Bagaimana hukum tentang aurat laki-laki dan perempuan yang beriman itu? Jawaban sementara: Aurat pria ialah bagian antara pusat dengan lutut, aurat wanita ialah seluruh badan selain wajah dan telapak tangan.
2. Apa saja bahaya membuka aurat (porno aksi dan pornografi) bagi orang yang beriman? Jawaban sementara: Pornografi dan pornoaksi akan mengancam hancurnya generasi bangsa dan sejarah umat manusia dan dosanya sangat terlalu besar mengerikan.
3. Bagaimana caranya memperkuat ketahanan umat melawan pornografi dan porno aksi? Jawaban sementara:Cara memperkuat ketahanan umat melawan setan porno ialah dengan IPTEK-Pengetahuan moral terutama dengan Iman dan Taqwa (Imtaq).
D.Pendalaman dan penelitian
BAB SATU
(Hukum menutup aurat)
1) Imam Hanafi berpendapat bahwa aurat laki-laki itu ialah mulai lutut sampai pusat (Wudhel). Aurat wanita ialah selain wajah, telapak tangan dan telapak kaki, dasarnya ialah Al-Quran S.24 An-Nur 31 di atas dan hadis berikut:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ حَدِيثٌ حَسَنٌ (رواه الترمذي1093)
Artinya: “Dari ‘Abdullah bahwa Nabi Saw. bersabda: “Wanita itu terjaga kehormatannya, jika dia keluar maka setan mencari muka (minta diunggulkan) oleh wanita itu” (HR Turmudzi no.1093).
2) Imam Malik membagi aurat menjadi 2, yaitu Mughallazhah dan Mukhaffafah. Aurat Mughallazhah: Pria ialah :dzakar (penis) dan buah pelir sedangkan paha dan lutut bukan aurat mughalazhah, berdasarkan hadis berikut:
Dalam perang Khaibar suatu saat lutut Anas berdempetan dengan lutut Nabi Saw. maka Anas berkata:
إِنَّ رُكْبَتِي لَتَمَسُّ فَخِذَ نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ حَسَرَ الْإِزَارَ عَنْ فَخِذِهِ حَتَّى إِنِّي أَنْظُرُ إِلَى بَيَاضِ فَخِذِ نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ(رواه البخاري358 ومسلم2561)
Artinya:“Sungguh lututku berdempetan dengan lutut Nabi Saw. lalu kain beliau terbuka sampai aku melihat putihnya paha beliau” (HR.Bukhari no.358, Muslim no.2561).
Adapun aurat wanita ialah seluruh badan selain wajah dan telapak tangan.
3) Imam Syafi’i berpendapat bahwa aurat pria, seperti pendapat Hanafi yaitu mulai lutut sampai pusat (Wudhel). Adapun aurat wanita ialah selain wajah dan telapak tangan berpedoman kepada hadis berikut:
عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّهَا سَأَلَتِ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتُصَلِّي الْمَرْأَةُ فِي دِرْعٍ وَخِمَارٍ لَيْسَ عَلَيْهَا إِزَارٌ قَالَ إِذَا كَانَ الدِّرْعُ سَابِغًا يُغَطِّي ظُهُورَ قَدَمَيْهَا (رواه ابو داود545 ومالك 295)
Artinya: “Dari Ummu Salamah bahwa dia bertanya kepada Nabi Saw. : “Apakah wanita shalat dengan baju dan kerudung tidak memakai kain-jarik?” Beliau menjawab: “Jika baju itu memanjang sampai bagian atas kedua telapak kaki”(HR Abu Dawud no.545, Malik no.295).
4) Menurut Imam Ahmad bahwa aurat wanita usia 10th ialah seluruh badan selain wajah, leher, kepala, tangan sampai siku,betis, telapak kaki; Jika sudah berumur lebih dari 10 tahun auratnya ialah sama dengan wanita dewasa seluruh badan kecuali wajah dan telapak tangan.
Tafsir Jami’ul Bayan terbitan Al-Ma’rifah (18h122) menafsirkan lafal ( (وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ) dalam ayat pokok di atas bahwa yang tidak boleh ditampakkan itu ialah: gelang kaki, gelang tangan, anting-anting, leher, kalung (Tambahan dari Ibnu ‘Abbas celak dan cincin) Sedangkan yang dimaksud dengan lafal ((مَا ظَهَرَمِنْهَا )) bahwa bagian yang biasa tampak itu ialah: baju dan slendang.
Ibnu Jarir penulis kitab itu juga mencatat bahwa wanita siapa saja yang mengadakan pameran supaya dilihat orang untuk mempertontonkan apa yang dilarang Allah ditampakkan dan dengan sengaja ingin menarik hawa nafsu pria maka hukumnya HARAM. Demikian juga pria yang memperagakan sesuatu pada dirinya untuk mencari pujian orang maka terlarang.
Berkaitan dengan hukum anggota keluarga dalam suatu rumah tangga, maka anak yang Murahiq (dekat dewasa=ABG) hukumnya sama dengan orang dewasa, wajib menutup auratnya, sedangkan orang tua lanjut usia, budak, pelayan, pembantu rumah tangga dan anggota keluarga yang tidak mempunyai nafsu birahi maka menurut Ibnul ‘Arabi mereka tetap wajib menjaga kehormatannya sebagai syarat bolehnya tidak menutup rapat aurat rapat-rapat terhadap orang lain.
Penulis tafsir Adhwa`ul Bayan terbitan Daru ‘Alamil Kutub (6h296) mencatat riwayat bahwa begitu turun Al-Quran S24a31 dalam pokok pembahasan ini, maka ‘Aisyah melihat para wanita segera memakai kerudung, tercatat dalam hadis berikut:
عَنْ صَفِيَّةَ بِنْتِ شَيْبَةَ أَنَّ عَائِشَةَ رَضِي اللَّهم عَنْهَا كَانَتْ تَقُولُ لَمَّا نَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ (وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ ) أَخَذْنَ أُزْرَهُنَّ فَشَقَّقْنَهَا مِنْ قِبَلِ الْحَوَاشِي فَاخْتَمَرْنَ بِهَا (رواه البخاري4387)
Artinya: “Dari Shafiyyah binti Syaibah r.a. dia berkata bahwa ‘Aisyah berkata: “Ketika turun Al-Quran S.24 An-Nur 31, maka para wanita segera mengambil kain mereka dan merobeknya sebelah pinggir lalu mereka berkerudung dengan kainnya itu “(HR Bukhari no. 4387) (Sebelum itu mereka tidak memakai kerudung).
~Mencuri pandang dilarang oleh Nabi Saw. tercatat dalam hadis berikut:
عَنِ ابْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ رَفَعَهُ قَالَ يَا عَلِيُّ لَا تُتْبِعِ النَّظْرَةَ النَّظْرَةَ فَإِنَّ لَكَ الْأُولَى وَلَيْسَتْ لَكَ الْآخِرَةُ حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيب ( رواه الترمذي2701 وابو داود 1837)
Artinya: “Dari Buraidah dari ayahnya dari Nabi Saw. beliau bersabda: “Wahai ‘Ali jangan engkau mengulangi pandangan, yang pertama terserah bagimu, tetapi pandangan yang akhir itu engkau tidak berhak”(HR Turmudzi no. 2701 dan Abu Dawud 1837).
~Keluar masuk kamar mandi supaya tetap menutup aurat, tecatat dalam hadis di bawah ini:
عَنْ سَهْلٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُ سَمِعَ أُمَّ الدَّرْدَاءِ تَقُولُ خَرَجْتُ مِنَ الْحَمَّامِ فَلَقِيَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مِنْ أَيْنَ يَا أُمَّ الدَّرْدَاءِ قَالَتْ مِنَ الْحَمَّامِ فَقَالَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا مِنِ امْرَأَةٍ تَضَعُ ثِيَابَهَا فِي غَيْرِ بَيْتِ أَحَدٍ مِنْ أُمَّهَاتِهَا إِلَّا وَهِيَ هَاتِكَةٌ كُلَّ سِتْرٍ بَيْنَهَا وَبَيْنَ الرَّحْمَنِ (رواه احمد25794)
Artinya: “Dari Sahl dari ayahnya dia mendengar Ummu Darda` mengatakan: “Aku keluar dari kamar mandi lalu ketemu dengan Rasulullah Saw. beliau bertanya: “Dari mana wahai Ummu Darda`? “Dari kamar mandi” kata Ummu Darda. Rasul Saw. bersabda: “Demi Allah tidak ada seorang perempuan melepas pakaiannya di luar rumah ibunya kecuali dia itu pembuka tabir pemisah dia dengan Allah Maha Pemurah “(HR Ahmad no.25794). (Maksudnya terlarang seorang perempuan membuka aurat di luar rumahnya).
Tafsir Adhwa`ul Bayan (5h296) menyatakan bahwa pemandian umum sekarang ini sudah sangat bertentangan dengan syari’at Islam, sebab semua yang mandi bercampur laki-laki dengan perempuan tanpa menutup aurat.
BAB DUA
Bahaya membuka aurat tanpa batas
Allah itu Dzat yang serba Maha dan absolut Maha, maka Allah itu Maha Mengetahui apa bahaya dan resiko terhadap siapa saja yang membuka aurat tanpa ada batas aturan hukum. Membuka aurat tanpa batas aturan dapat dimasukkan ke dalam nama PORNOGRAFI.
~ Munir al-Ba’labaki dalam kamusnya Almawrid mengartikan pornographi ialah =فَاحِشٌ-دَاعِرٌ artinya jorok, cabul. Para ahli bahasa mengatakan bahwa istilah Porno berasal dari bahasa Yunani, porno artinya pelacur dan pornografi artinya suatu budaya pelacuran. Ar-Raghib dalam Al-Mufradat (tth:387) mengartikan فَاحِشٌ=Fahishun ialah suatu perbuatan yang terlalu jelek,kata-kata itu dengan pecahannya: اَلْفَحْش-اَلْفَحْشَاءُ-اَلْفَاحِشَةُ=اَلْعَظِيْمُ اَلْقُبْحُ
(Al-Fahsyu-Al-Fahsya`-AlFahisyatu) artinya ialah zina persis arti porno dalam bahasa Yunani di atas itu.
Jadi porno itu ialah suatu daya dan gaya dalam membuka aurat yang dapat menjatuhkan manusia ke dalam perbuatan zina. Maka siapa yang melakukan perbuatan ini adalah orang yang bermoral tidak baik, melanggar sopan santun, sama dengan memegang adat kebudayaan rendah. Masyarakat yang mempunyai kebudayaan yang tinggi sangat menjaga adat dan budaya yang terhormat, penuh sopan, berpegang teguh kepada Al-Akhlaq al-Karimah taqwa kepada Allah. Allah melarang orang beriman jangan berbuat sesuatu yang dapat mendorong atau menyebabkan orang jatuh ke perbuatan zina, Allah berfirman di dalam Al-Quran (s17a32), bahwa membuka aurat itu sangat menarik manusia untuk melakukan zina.
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا (الاسراء32)
Artinya: “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”(S.17 Al-Isra` 32).
Banyak sekali jenis adegan-adegan terutama yang diperankan oleh kaum Hawa yang tercakup dalam definisi Al-Quran S.17 Al-Isra` 32 di atas, yaitu MENDEKATI ZINA yang disinggung juga dalam hadis di bawah ini yang terkenal dengan nama porografi dan pornoaksi. Rasulullah Saw. bersabda dalam hadis berikut:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا (رواه مسلم 3971واحمد8311 ومالك )
Artinya: “Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Ada dua kelompok penghuni neraka belum pernah aku melihatnya, yaitu: Kaum yang rambutnya seperti ekor sapi untuk memukul orang dan wanita yang berpakaian tetapi persis seperti tidak berbaju (Wudho) dan wanita yang bermain meliak-liuk (ngebor) kepalanya bergoyang seperti punuk lembu. Para wanita ini tidak dapat masuk surga bahkan tidak dapat mencium bau surga yang jauhnya demikian terlalu”(HR Muslim no.3971)( Menurut riwayat Malik no.1421 jauhnya =500 tahun perjalanan.
Berpakaian seperti Wudho-legeno yaitu memakai baju yang transparan seperti plastik bening seperti kaca ditutup atau tidak sama saja yang ditutupi tampak jelas dari luar atau memakai baju kaos yang sangat ketat, sehingga bentuk badannya tampak seperti tidak berpakaian, semua lekuk-lekuk badan tampak jelas. Demikian cara mendorong orang untuk berbuat zina. Atau berpakaian sangat minim, mempertontonkan bagian-bagian yang sangat merangsang untuk bersetubuh, terkenal istilah BUPATI=Buka Paha Tinggi-tinggi atau SEKWILDA=Sekitar Wilayah Dada.
Proses daya tarik dari membuka aurat sampai ke pintu zina dapat direnungkan dari sabda Nabi Saw: berikut:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ مَا رَأَيْتُ شَيْئًا أَشْبَهَ بِاللَّمَمِ مِمَّا قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنَ الزِّنَا أَدْرَكَ ذَلِكَ لَا مَحَالَةَ فَزِنَا الْعَيْنِ النَّظَرُ وَزِنَا اللِّسَانِ الْمَنْطِقُ وَالنَّفْسُ تَمَنَّى وَتَشْتَهِي وَالْفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ أَوْ يُكَذِّبُهُ (رواه البخاري6122 ومسلم4801)
Artinya: “ Dari Ibnu ‘Abbas dia berkata: “Aku tidak melihat sesuatupun yang lebih menyerupai dosa dari pada apa yang dikatakan oleh Abu Hurarah dari Nabi Saw.bahwa sungguh Allah mencatat bahagian yang mereka tidak bisa tidak memperoleh bagian zina, yaitu mata mendapat bagian karena melihat, lidah mendapat bagian karena ucapan, hawa nafsu mendapat bagian karena mengangan-angan dan mendesak diri, sedangan farji membuktikan zina itu atau menolaknya (tidak jadi berzina???)”( HR Muslim no.6122).
Allah berfirman dalam Al-Quran s24a4-6 bahwa orang yang hanya menuduh zina tetapi kurang bukti, dia wajib dihukum 80 pukulan jilid, orang yang berzina yang belum pernah kawin dipukul 100 jilid, jika sudah kawin ditetapkan dalam hadis Mutawatir (Bukhari no.6326,Muslim no.3210) dirajam dipukuli atau dilempari batu sampai mati.
Tersebarnya perbuatan zina akan menyebabkan datangnya bencana azab Allah yang sangat mengerikan disabdakan oleh Nabi Saw. dalam hadis berikut:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ أَقْبَلَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا مَعْشَرَ الْمُهَاجِرِينَ خَمْسٌ إِذَا ابْتُلِيتُمْ بِهِنَّ وَأَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ تُدْرِكُوهُنَّ لَمْ تَظْهَرِ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا إِلَّا فَشَا فِيهِمُ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمِ الَّذِينَ مَضَوْا وَلَمْ يَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ إِلَّا أُخِذُوا بِالسِّنِينَ وَشِدَّةِ الْمَئُونَةِ وَجَوْرِالسُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ إِلَّا مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنَ السَّمَاءِ وَلَوْلَا الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللَّهِ وَعَهْدَ رَسُولِهِ إِلَّا سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ فَأَخَذُوا بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ وَيَتَخَيَّرُوا مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَّا جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ (رواه ابو داود4009)
Artinya: “Dari ‘Abdullah ibnu ‘Umar dia berkata: “Rasulullah Saw. menghadapkan diri kepada kami lalu bersabda: “ Wahai orang-orang Muhajirin ada 5 perkara jangan-jangan kalian diuji dengan 5 perkara ini dan A’udzu billah janganlah kalian tertimpa olehnya:
1) Jika perzinaan itu meraja lela dan meluas maka betul-betul tersebarlah wabah penyakit pes atau sampar, bahaya penyakit yang belum pernah terjadi pada generasi sebelum mereka.
2) Jika orang sudah senang mengurangi ukuran dan timbangan maka benar-benar azab Allah akan meluas cukup lama, bahaya kelaparan, penguasa yang bengis berbuat maksiat kepada rakyat;
3) Jika orang tidak mau membayar zakat, maka mereka tidak diberi air dari langit kecuali jika tidak ada makhluk hewan mereka tidak diberi hujan;
4) Jika orang suka melanggar janjinya kepada Allah dan Rasul maka benar-benar mereka akan dijajah oleh bangsa lain musuh mereka merampok harta milik mereka;
5) Jika para pimpinan umat tidak berpegang teguh kepada hukum Allah dan tidak mendahulukan aturan Allah maka betul-betul tiap orang akan menjatuhkan fitnah kepada orang lain”(HR.Abu Dawud 4009).
Indonesia adalah suatu negara yang orang Islamnya paling besar di dunia dan kata bapak ketua PWM Jawa Timur bahwa Muhammadiyah adalah suatu organisasi Islam terbesar di dunia. Semua ini adalah teori belaka sebab kenyataannya ialah bahwa banyak sekali mereka yang terbelenggu oleh isi kandungan hadis di atas artinya menderita 5 ujian tersebut, sebagian kecil data dan faktanya ialah laporan Jawa Pos tg. 27 Juni 2002 dan tg.3 Agustus 2002 dalam bab Pengantar di atas.
Sebagai pameo maka tukang ngebor minyak Lapindo-Porong itu bersalah sebab ngebornya mengikuti petunjuk Goyang INUL ngebor melawan Oma Irama.
Mereka yang melawan Rencana Undang-Undang Pornografi Porno Aksi beberapa waktu yang lalu itu besarnya dosa adalah luar biasa, sebab budaya kafir kepada Allah dan Rasul Saw. diabadikan dalam bentuk menentang UU Pornografi Porno Aksi ,kaum penentang ini katanya berlindung di bawah Hak Asasi Manusia (HAM) tetapi di belakang mereka ini bersembunyi pengusaha film-film porno, alat-alat sarana pameran kecantikan untuk mengayomi artis, bintang film, selebritis, penyanyi dan semua wanita yang pamer aurat dalam semua perangkat alat telekomunikasi, komunikasi elektronis dan mass media umum musuh Allah.
@ Dosa Besar dikalikan 300.000 kali lipat.
Khususnya para pemeran lakon ajaran setan porno yang memamerkan aurat dan buka-bukaan yang dilarang oleh Allah dan Rasulullah Saw. itu, membuka aurat sedikit dosanya sedikit, lebih lebar membuka aurat dosanya lebih besar, jika perbuatan ini diulang-ulang maka dosa bertambah-tambah, jika perbuatan ini diambil oleh wartawan lalu disiarkan di majalah, surat kabar maka dosanya sangat besar sekali. Jawa Pos mencetak tiap hari 300.000 dan majalah porno Play Boy 100.000 eks, di negara Barat buku atau penggandaan gambar porno tersebut sampai berjuta-juta eksemplar. Beratnya azab Allah kepada bintang film-selebritis kira-kira 300.000 kali dari orang biasa. Berapa besar dosa dia jika pamer aurat ini dibuat film, lalu dicetak sekian ratus ribu, tiap hari diptar dilihat oleh sekian banyak sekali penonton, perbuatan itu ditirukan oleh anak-anak baru gede (ABG). Bahkan filmnya diputar terus meskipun bintang film itu sudah meningggal, jadi dia mendapat banjirnya dosa dari alam dunia dari orang-orang yang memutar film dia. Bagaimana jika yang di-sooting film itu betul-betul perbuatan zina, bayi kandungan itu dia gugurkan dibuang di tempat sampah, perempuan itu tidak mengakuinya, lalu disiarkan seluruh media TV, majalah, surat kabar, radfio, VCD …??????????? Na’udzu billah.
BAB TIGA
Pencegahan pornografi
Usaha mencegah perzinaan atau pelacuran dan pernografi adalah dengan IPTEK dalam rangka penghayatan ajaran moral dan Al-Akhlaqul Karimah berdasarkan Iman dan Taqwa (IMTAQ), yaitu dengan metode dari hasil penelitian dengan metode penelitian ilmiah dari berbagai macam disiplin ilmu dibarengi dengan bimbingan, pembinaan mental agama, maksimalisasi peningkatan mental taqwa
Afzalur Rahman dalam bukunya Quranic Science mencatat bahwa Al-Quran mengandung 30 macam dsiplin ilmu, yang penting dalam hal ini ialah Ilmu Kedokteran, Seksologi, Edukasi, Sosiologi, Biologi, Ilmu Kimia, Farmakologi, Leadership, Botani, Zologi, Fisologi. Psikologi, Psikiatri,. Metode penelitian ilmiah sangat menekankan obyektifitas data dan fakta, sedangkan yang tidak ilmiah itu pengetahuan yang hanya berpegang kepada hawa nafsu. Jika suatu penyelesaian hanya didasarkan kepada perasaan dan dan hawa nafsu maka bahayanya sungguh sangat besar sekali. Allah berfirman:
وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ أَهْوَاءَهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ بَلْ أَتَيْنَاهُمْ بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ عَنْ ذِكْرِهِمْ مُعْرِضُونَ(71)أَمْ تَسْأَلُهُمْ خَرْجًا فَخَرَاجُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ(72)(المؤمون)
Artinya: “Andaikata kebenaran (ilmiah) itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu. Atau kamu meminta upah kepada mereka?, maka upah dari Tuhanmu adalah lebih baik, dan Dia adalah Pemberi rezeki Yang Paling Baik”(S.23 Al-Mu`minun 71-72).
فَلَوْلَا إِذْ جَاءَهُمْ بَأْسُنَا تَضَرَّعُوا وَلَكِنْ قَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ(43)فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ(44)(الانعام)
Artinya: “Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras dan syaitanpun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan. Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa”(S.6 Al-An’am 43-44).
وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ(25)(الانفال)
Artinya: “Dan peliharalah dirimu daripada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya”(S.8 Al-Anfal 25)
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى ءَامَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ(96)أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَاتًا وَهُمْ نَائِمُونَ(97)أَوَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَهُمْ يَلْعَبُونَ(98)(الاعراف)
Artinya: “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain?”(S.7 Al-A’raf 96-98).
(*) Hubungi kami di : http://imam-muchlas.blogspot.com
ketik kirim kepada: h.imam.muchlas @gmail.com
DOSA BERLIPAT 1000 KALI
Pengantar
i. Harian Jawa Pos Kemis tgl. 27 Juni 2002 memberitakan bahwa kota Malang beberapa waktu yang lalu memperoleh gelar juara ketiga dalam bidang banyaknya remaja yang melakukan zina-pranikah demikian hasil penelitian para ahli. Dan dari penelitian mereka di Surabaya, maka 60 % dari WTS di Gang Dolli merupakan sumber penyebar aktif penyakit kotor HIV yang belum ada obatnya itu. Diduga setiap hari setiap satu orang WTS menyebarkan penyakit kotor tersebut kepada 5 sampai 10 orang pezina laki-laki hidung belang. Pemeriksaan rutin oleh Dinas Kesehatan terhadap penjaja seks tersebut walaupun tidak terlalu menjamin sterilisasi, ternyata WTS yang memeriksakan diripun tidak banyak. Lalu bagaimanakah cepatnya penyebaran penyakit ini jika setiap satu orang WTS menyebarkan 5-10 laki-laki satu hari? Sedangkan diluar Gang Dolli, masih banyak sekali WTS liar atau WTS panggilan? Bagaimana jika setiap laki-laki pezina tersebut pulang ke rumah menyebarkan penyakit ini kepada 2-3 orang di rumahnya? Na’udzu billah!!!
ii. Jawa Pos tg. 3 Agustus 2002 mengabarkan bahwa hasil penelitian oleh Lembaga Sosial Cinta dan Kemanusiaan (LSCK) Jogya selama 3 th. dari tgl. 17 Juli 1999 s/d 17 Juli 2002, sebanyak 1660 mahasiswi di Jogya ada 99,82% sudah berzina sebelum nikah dan hamil lalu menggugurkannya, yang 415 ganti-ganti pasangan, lalu yang suci hanya 3 orang. Allah berfirman dalam Al-Quran:
iii. Jika zina sudah terjadi maka bahayanya ialah kehancuran rumah tangga, masyarakat dan negara. Dan dari sisi kesehatan maka zina itu menjadi sumber penyakit kotor terutama AID yang belum ada obatnya, DR Dadang Hawari menyatakan bahwa penyakit AID itu bagaikan pembinasaan manusia secara pelan-pelan, sebab penderitanya menjadi sumber penyebar penyakit kotor, dia dan semua penderitanya akan mati pelan-pelan dalam jangka 10 tahun .
Maka alangkah indahnya jika kita suka merenungkan firman Allah dalam Al-Quran berikut:
I. S.24 An-Nur 30-31
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ ءَابَائِهِنَّ أَوْ ءَابَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَأَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ(31)(النور)
II. Artinya
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung”(S.24 An-Nur 30-31)
III. Tafsir &analisa
A. Latar Belakang Turunnya Ayat
Ibnu Katsir dalam tafsirnya (6h40) mencatat bahwa Asma` binti Murtsid mempunyai sebuah kebun kurma dikunjungi oleh para wanita yang tidak menutup rapat auratnya, sehingga kelihatan gelang kaki, dada dan sanggulnya, maka Asma`merasa risih dan risau, kemudian turun Al-Quran S.24 An-Nur 31 tersebut di atas.
B. Tema&Sari Tilawah
Tema pokok Al-Quran s24a31 di atas ialah sebagai berikut: .
1. Muhammad Saw. adalah Nabi utusan Allah yang menerima wahyu dari Allah.
2. Allah memerintahkan kepada orang beriman untuk menjaga kehormatan dan auratnya
3. Untuk para wanita yang beriman wajib menutup aurat dan tidak memperlihatkan hiasannya, kecuali kepada keluarga dekat, mereka yang tidak ada nafsu birahi, anak-anak dan orang lanjut usia dan yang semacam itu
4. Kita orang yang beriman harus bertaubat kepada Allah supaya hidup bahagia.
C. Masalah dan analisa jawaban
Dari tema dan sari tilawah tersebut di atas ada pertanyaan yang menuntut jawawaban, yaitu:
1. Bagaimana hukum tentang aurat laki-laki dan perempuan yang beriman itu? Jawaban sementara: Aurat pria ialah bagian antara pusat dengan lutut, aurat wanita ialah seluruh badan selain wajah dan telapak tangan.
2. Apa saja bahaya membuka aurat (porno aksi dan pornografi) bagi orang yang beriman? Jawaban sementara: Pornografi dan pornoaksi akan mengancam hancurnya generasi bangsa dan sejarah umat manusia dan dosanya sangat terlalu besar mengerikan.
3. Bagaimana caranya memperkuat ketahanan umat melawan pornografi dan porno aksi? Jawaban sementara:Cara memperkuat ketahanan umat melawan setan porno ialah dengan IPTEK-Pengetahuan moral terutama dengan Iman dan Taqwa (Imtaq).
D.Pendalaman dan penelitian
BAB SATU
(Hukum menutup aurat)
1) Imam Hanafi berpendapat bahwa aurat laki-laki itu ialah mulai lutut sampai pusat (Wudhel). Aurat wanita ialah selain wajah, telapak tangan dan telapak kaki, dasarnya ialah Al-Quran S.24 An-Nur 31 di atas dan hadis berikut:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ حَدِيثٌ حَسَنٌ (رواه الترمذي1093)
Artinya: “Dari ‘Abdullah bahwa Nabi Saw. bersabda: “Wanita itu terjaga kehormatannya, jika dia keluar maka setan mencari muka (minta diunggulkan) oleh wanita itu” (HR Turmudzi no.1093).
2) Imam Malik membagi aurat menjadi 2, yaitu Mughallazhah dan Mukhaffafah. Aurat Mughallazhah: Pria ialah :dzakar (penis) dan buah pelir sedangkan paha dan lutut bukan aurat mughalazhah, berdasarkan hadis berikut:
Dalam perang Khaibar suatu saat lutut Anas berdempetan dengan lutut Nabi Saw. maka Anas berkata:
إِنَّ رُكْبَتِي لَتَمَسُّ فَخِذَ نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ حَسَرَ الْإِزَارَ عَنْ فَخِذِهِ حَتَّى إِنِّي أَنْظُرُ إِلَى بَيَاضِ فَخِذِ نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ(رواه البخاري358 ومسلم2561)
Artinya:“Sungguh lututku berdempetan dengan lutut Nabi Saw. lalu kain beliau terbuka sampai aku melihat putihnya paha beliau” (HR.Bukhari no.358, Muslim no.2561).
Adapun aurat wanita ialah seluruh badan selain wajah dan telapak tangan.
3) Imam Syafi’i berpendapat bahwa aurat pria, seperti pendapat Hanafi yaitu mulai lutut sampai pusat (Wudhel). Adapun aurat wanita ialah selain wajah dan telapak tangan berpedoman kepada hadis berikut:
عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّهَا سَأَلَتِ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتُصَلِّي الْمَرْأَةُ فِي دِرْعٍ وَخِمَارٍ لَيْسَ عَلَيْهَا إِزَارٌ قَالَ إِذَا كَانَ الدِّرْعُ سَابِغًا يُغَطِّي ظُهُورَ قَدَمَيْهَا (رواه ابو داود545 ومالك 295)
Artinya: “Dari Ummu Salamah bahwa dia bertanya kepada Nabi Saw. : “Apakah wanita shalat dengan baju dan kerudung tidak memakai kain-jarik?” Beliau menjawab: “Jika baju itu memanjang sampai bagian atas kedua telapak kaki”(HR Abu Dawud no.545, Malik no.295).
4) Menurut Imam Ahmad bahwa aurat wanita usia 10th ialah seluruh badan selain wajah, leher, kepala, tangan sampai siku,betis, telapak kaki; Jika sudah berumur lebih dari 10 tahun auratnya ialah sama dengan wanita dewasa seluruh badan kecuali wajah dan telapak tangan.
Tafsir Jami’ul Bayan terbitan Al-Ma’rifah (18h122) menafsirkan lafal ( (وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ) dalam ayat pokok di atas bahwa yang tidak boleh ditampakkan itu ialah: gelang kaki, gelang tangan, anting-anting, leher, kalung (Tambahan dari Ibnu ‘Abbas celak dan cincin) Sedangkan yang dimaksud dengan lafal ((مَا ظَهَرَمِنْهَا )) bahwa bagian yang biasa tampak itu ialah: baju dan slendang.
Ibnu Jarir penulis kitab itu juga mencatat bahwa wanita siapa saja yang mengadakan pameran supaya dilihat orang untuk mempertontonkan apa yang dilarang Allah ditampakkan dan dengan sengaja ingin menarik hawa nafsu pria maka hukumnya HARAM. Demikian juga pria yang memperagakan sesuatu pada dirinya untuk mencari pujian orang maka terlarang.
Berkaitan dengan hukum anggota keluarga dalam suatu rumah tangga, maka anak yang Murahiq (dekat dewasa=ABG) hukumnya sama dengan orang dewasa, wajib menutup auratnya, sedangkan orang tua lanjut usia, budak, pelayan, pembantu rumah tangga dan anggota keluarga yang tidak mempunyai nafsu birahi maka menurut Ibnul ‘Arabi mereka tetap wajib menjaga kehormatannya sebagai syarat bolehnya tidak menutup rapat aurat rapat-rapat terhadap orang lain.
Penulis tafsir Adhwa`ul Bayan terbitan Daru ‘Alamil Kutub (6h296) mencatat riwayat bahwa begitu turun Al-Quran S24a31 dalam pokok pembahasan ini, maka ‘Aisyah melihat para wanita segera memakai kerudung, tercatat dalam hadis berikut:
عَنْ صَفِيَّةَ بِنْتِ شَيْبَةَ أَنَّ عَائِشَةَ رَضِي اللَّهم عَنْهَا كَانَتْ تَقُولُ لَمَّا نَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ (وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ ) أَخَذْنَ أُزْرَهُنَّ فَشَقَّقْنَهَا مِنْ قِبَلِ الْحَوَاشِي فَاخْتَمَرْنَ بِهَا (رواه البخاري4387)
Artinya: “Dari Shafiyyah binti Syaibah r.a. dia berkata bahwa ‘Aisyah berkata: “Ketika turun Al-Quran S.24 An-Nur 31, maka para wanita segera mengambil kain mereka dan merobeknya sebelah pinggir lalu mereka berkerudung dengan kainnya itu “(HR Bukhari no. 4387) (Sebelum itu mereka tidak memakai kerudung).
~Mencuri pandang dilarang oleh Nabi Saw. tercatat dalam hadis berikut:
عَنِ ابْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ رَفَعَهُ قَالَ يَا عَلِيُّ لَا تُتْبِعِ النَّظْرَةَ النَّظْرَةَ فَإِنَّ لَكَ الْأُولَى وَلَيْسَتْ لَكَ الْآخِرَةُ حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيب ( رواه الترمذي2701 وابو داود 1837)
Artinya: “Dari Buraidah dari ayahnya dari Nabi Saw. beliau bersabda: “Wahai ‘Ali jangan engkau mengulangi pandangan, yang pertama terserah bagimu, tetapi pandangan yang akhir itu engkau tidak berhak”(HR Turmudzi no. 2701 dan Abu Dawud 1837).
~Keluar masuk kamar mandi supaya tetap menutup aurat, tecatat dalam hadis di bawah ini:
عَنْ سَهْلٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُ سَمِعَ أُمَّ الدَّرْدَاءِ تَقُولُ خَرَجْتُ مِنَ الْحَمَّامِ فَلَقِيَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مِنْ أَيْنَ يَا أُمَّ الدَّرْدَاءِ قَالَتْ مِنَ الْحَمَّامِ فَقَالَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا مِنِ امْرَأَةٍ تَضَعُ ثِيَابَهَا فِي غَيْرِ بَيْتِ أَحَدٍ مِنْ أُمَّهَاتِهَا إِلَّا وَهِيَ هَاتِكَةٌ كُلَّ سِتْرٍ بَيْنَهَا وَبَيْنَ الرَّحْمَنِ (رواه احمد25794)
Artinya: “Dari Sahl dari ayahnya dia mendengar Ummu Darda` mengatakan: “Aku keluar dari kamar mandi lalu ketemu dengan Rasulullah Saw. beliau bertanya: “Dari mana wahai Ummu Darda`? “Dari kamar mandi” kata Ummu Darda. Rasul Saw. bersabda: “Demi Allah tidak ada seorang perempuan melepas pakaiannya di luar rumah ibunya kecuali dia itu pembuka tabir pemisah dia dengan Allah Maha Pemurah “(HR Ahmad no.25794). (Maksudnya terlarang seorang perempuan membuka aurat di luar rumahnya).
Tafsir Adhwa`ul Bayan (5h296) menyatakan bahwa pemandian umum sekarang ini sudah sangat bertentangan dengan syari’at Islam, sebab semua yang mandi bercampur laki-laki dengan perempuan tanpa menutup aurat.
BAB DUA
Bahaya membuka aurat tanpa batas
Allah itu Dzat yang serba Maha dan absolut Maha, maka Allah itu Maha Mengetahui apa bahaya dan resiko terhadap siapa saja yang membuka aurat tanpa ada batas aturan hukum. Membuka aurat tanpa batas aturan dapat dimasukkan ke dalam nama PORNOGRAFI.
~ Munir al-Ba’labaki dalam kamusnya Almawrid mengartikan pornographi ialah =فَاحِشٌ-دَاعِرٌ artinya jorok, cabul. Para ahli bahasa mengatakan bahwa istilah Porno berasal dari bahasa Yunani, porno artinya pelacur dan pornografi artinya suatu budaya pelacuran. Ar-Raghib dalam Al-Mufradat (tth:387) mengartikan فَاحِشٌ=Fahishun ialah suatu perbuatan yang terlalu jelek,kata-kata itu dengan pecahannya: اَلْفَحْش-اَلْفَحْشَاءُ-اَلْفَاحِشَةُ=اَلْعَظِيْمُ اَلْقُبْحُ
(Al-Fahsyu-Al-Fahsya`-AlFahisyatu) artinya ialah zina persis arti porno dalam bahasa Yunani di atas itu.
Jadi porno itu ialah suatu daya dan gaya dalam membuka aurat yang dapat menjatuhkan manusia ke dalam perbuatan zina. Maka siapa yang melakukan perbuatan ini adalah orang yang bermoral tidak baik, melanggar sopan santun, sama dengan memegang adat kebudayaan rendah. Masyarakat yang mempunyai kebudayaan yang tinggi sangat menjaga adat dan budaya yang terhormat, penuh sopan, berpegang teguh kepada Al-Akhlaq al-Karimah taqwa kepada Allah. Allah melarang orang beriman jangan berbuat sesuatu yang dapat mendorong atau menyebabkan orang jatuh ke perbuatan zina, Allah berfirman di dalam Al-Quran (s17a32), bahwa membuka aurat itu sangat menarik manusia untuk melakukan zina.
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا (الاسراء32)
Artinya: “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”(S.17 Al-Isra` 32).
Banyak sekali jenis adegan-adegan terutama yang diperankan oleh kaum Hawa yang tercakup dalam definisi Al-Quran S.17 Al-Isra` 32 di atas, yaitu MENDEKATI ZINA yang disinggung juga dalam hadis di bawah ini yang terkenal dengan nama porografi dan pornoaksi. Rasulullah Saw. bersabda dalam hadis berikut:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا (رواه مسلم 3971واحمد8311 ومالك )
Artinya: “Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Ada dua kelompok penghuni neraka belum pernah aku melihatnya, yaitu: Kaum yang rambutnya seperti ekor sapi untuk memukul orang dan wanita yang berpakaian tetapi persis seperti tidak berbaju (Wudho) dan wanita yang bermain meliak-liuk (ngebor) kepalanya bergoyang seperti punuk lembu. Para wanita ini tidak dapat masuk surga bahkan tidak dapat mencium bau surga yang jauhnya demikian terlalu”(HR Muslim no.3971)( Menurut riwayat Malik no.1421 jauhnya =500 tahun perjalanan.
Berpakaian seperti Wudho-legeno yaitu memakai baju yang transparan seperti plastik bening seperti kaca ditutup atau tidak sama saja yang ditutupi tampak jelas dari luar atau memakai baju kaos yang sangat ketat, sehingga bentuk badannya tampak seperti tidak berpakaian, semua lekuk-lekuk badan tampak jelas. Demikian cara mendorong orang untuk berbuat zina. Atau berpakaian sangat minim, mempertontonkan bagian-bagian yang sangat merangsang untuk bersetubuh, terkenal istilah BUPATI=Buka Paha Tinggi-tinggi atau SEKWILDA=Sekitar Wilayah Dada.
Proses daya tarik dari membuka aurat sampai ke pintu zina dapat direnungkan dari sabda Nabi Saw: berikut:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ مَا رَأَيْتُ شَيْئًا أَشْبَهَ بِاللَّمَمِ مِمَّا قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنَ الزِّنَا أَدْرَكَ ذَلِكَ لَا مَحَالَةَ فَزِنَا الْعَيْنِ النَّظَرُ وَزِنَا اللِّسَانِ الْمَنْطِقُ وَالنَّفْسُ تَمَنَّى وَتَشْتَهِي وَالْفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ أَوْ يُكَذِّبُهُ (رواه البخاري6122 ومسلم4801)
Artinya: “ Dari Ibnu ‘Abbas dia berkata: “Aku tidak melihat sesuatupun yang lebih menyerupai dosa dari pada apa yang dikatakan oleh Abu Hurarah dari Nabi Saw.bahwa sungguh Allah mencatat bahagian yang mereka tidak bisa tidak memperoleh bagian zina, yaitu mata mendapat bagian karena melihat, lidah mendapat bagian karena ucapan, hawa nafsu mendapat bagian karena mengangan-angan dan mendesak diri, sedangan farji membuktikan zina itu atau menolaknya (tidak jadi berzina???)”( HR Muslim no.6122).
Allah berfirman dalam Al-Quran s24a4-6 bahwa orang yang hanya menuduh zina tetapi kurang bukti, dia wajib dihukum 80 pukulan jilid, orang yang berzina yang belum pernah kawin dipukul 100 jilid, jika sudah kawin ditetapkan dalam hadis Mutawatir (Bukhari no.6326,Muslim no.3210) dirajam dipukuli atau dilempari batu sampai mati.
Tersebarnya perbuatan zina akan menyebabkan datangnya bencana azab Allah yang sangat mengerikan disabdakan oleh Nabi Saw. dalam hadis berikut:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ أَقْبَلَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا مَعْشَرَ الْمُهَاجِرِينَ خَمْسٌ إِذَا ابْتُلِيتُمْ بِهِنَّ وَأَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ تُدْرِكُوهُنَّ لَمْ تَظْهَرِ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا إِلَّا فَشَا فِيهِمُ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمِ الَّذِينَ مَضَوْا وَلَمْ يَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ إِلَّا أُخِذُوا بِالسِّنِينَ وَشِدَّةِ الْمَئُونَةِ وَجَوْرِالسُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ إِلَّا مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنَ السَّمَاءِ وَلَوْلَا الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللَّهِ وَعَهْدَ رَسُولِهِ إِلَّا سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ فَأَخَذُوا بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ وَيَتَخَيَّرُوا مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَّا جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ (رواه ابو داود4009)
Artinya: “Dari ‘Abdullah ibnu ‘Umar dia berkata: “Rasulullah Saw. menghadapkan diri kepada kami lalu bersabda: “ Wahai orang-orang Muhajirin ada 5 perkara jangan-jangan kalian diuji dengan 5 perkara ini dan A’udzu billah janganlah kalian tertimpa olehnya:
1) Jika perzinaan itu meraja lela dan meluas maka betul-betul tersebarlah wabah penyakit pes atau sampar, bahaya penyakit yang belum pernah terjadi pada generasi sebelum mereka.
2) Jika orang sudah senang mengurangi ukuran dan timbangan maka benar-benar azab Allah akan meluas cukup lama, bahaya kelaparan, penguasa yang bengis berbuat maksiat kepada rakyat;
3) Jika orang tidak mau membayar zakat, maka mereka tidak diberi air dari langit kecuali jika tidak ada makhluk hewan mereka tidak diberi hujan;
4) Jika orang suka melanggar janjinya kepada Allah dan Rasul maka benar-benar mereka akan dijajah oleh bangsa lain musuh mereka merampok harta milik mereka;
5) Jika para pimpinan umat tidak berpegang teguh kepada hukum Allah dan tidak mendahulukan aturan Allah maka betul-betul tiap orang akan menjatuhkan fitnah kepada orang lain”(HR.Abu Dawud 4009).
Indonesia adalah suatu negara yang orang Islamnya paling besar di dunia dan kata bapak ketua PWM Jawa Timur bahwa Muhammadiyah adalah suatu organisasi Islam terbesar di dunia. Semua ini adalah teori belaka sebab kenyataannya ialah bahwa banyak sekali mereka yang terbelenggu oleh isi kandungan hadis di atas artinya menderita 5 ujian tersebut, sebagian kecil data dan faktanya ialah laporan Jawa Pos tg. 27 Juni 2002 dan tg.3 Agustus 2002 dalam bab Pengantar di atas.
Sebagai pameo maka tukang ngebor minyak Lapindo-Porong itu bersalah sebab ngebornya mengikuti petunjuk Goyang INUL ngebor melawan Oma Irama.
Mereka yang melawan Rencana Undang-Undang Pornografi Porno Aksi beberapa waktu yang lalu itu besarnya dosa adalah luar biasa, sebab budaya kafir kepada Allah dan Rasul Saw. diabadikan dalam bentuk menentang UU Pornografi Porno Aksi ,kaum penentang ini katanya berlindung di bawah Hak Asasi Manusia (HAM) tetapi di belakang mereka ini bersembunyi pengusaha film-film porno, alat-alat sarana pameran kecantikan untuk mengayomi artis, bintang film, selebritis, penyanyi dan semua wanita yang pamer aurat dalam semua perangkat alat telekomunikasi, komunikasi elektronis dan mass media umum musuh Allah.
@ Dosa Besar dikalikan 300.000 kali lipat.
Khususnya para pemeran lakon ajaran setan porno yang memamerkan aurat dan buka-bukaan yang dilarang oleh Allah dan Rasulullah Saw. itu, membuka aurat sedikit dosanya sedikit, lebih lebar membuka aurat dosanya lebih besar, jika perbuatan ini diulang-ulang maka dosa bertambah-tambah, jika perbuatan ini diambil oleh wartawan lalu disiarkan di majalah, surat kabar maka dosanya sangat besar sekali. Jawa Pos mencetak tiap hari 300.000 dan majalah porno Play Boy 100.000 eks, di negara Barat buku atau penggandaan gambar porno tersebut sampai berjuta-juta eksemplar. Beratnya azab Allah kepada bintang film-selebritis kira-kira 300.000 kali dari orang biasa. Berapa besar dosa dia jika pamer aurat ini dibuat film, lalu dicetak sekian ratus ribu, tiap hari diptar dilihat oleh sekian banyak sekali penonton, perbuatan itu ditirukan oleh anak-anak baru gede (ABG). Bahkan filmnya diputar terus meskipun bintang film itu sudah meningggal, jadi dia mendapat banjirnya dosa dari alam dunia dari orang-orang yang memutar film dia. Bagaimana jika yang di-sooting film itu betul-betul perbuatan zina, bayi kandungan itu dia gugurkan dibuang di tempat sampah, perempuan itu tidak mengakuinya, lalu disiarkan seluruh media TV, majalah, surat kabar, radfio, VCD …??????????? Na’udzu billah.
BAB TIGA
Pencegahan pornografi
Usaha mencegah perzinaan atau pelacuran dan pernografi adalah dengan IPTEK dalam rangka penghayatan ajaran moral dan Al-Akhlaqul Karimah berdasarkan Iman dan Taqwa (IMTAQ), yaitu dengan metode dari hasil penelitian dengan metode penelitian ilmiah dari berbagai macam disiplin ilmu dibarengi dengan bimbingan, pembinaan mental agama, maksimalisasi peningkatan mental taqwa
Afzalur Rahman dalam bukunya Quranic Science mencatat bahwa Al-Quran mengandung 30 macam dsiplin ilmu, yang penting dalam hal ini ialah Ilmu Kedokteran, Seksologi, Edukasi, Sosiologi, Biologi, Ilmu Kimia, Farmakologi, Leadership, Botani, Zologi, Fisologi. Psikologi, Psikiatri,. Metode penelitian ilmiah sangat menekankan obyektifitas data dan fakta, sedangkan yang tidak ilmiah itu pengetahuan yang hanya berpegang kepada hawa nafsu. Jika suatu penyelesaian hanya didasarkan kepada perasaan dan dan hawa nafsu maka bahayanya sungguh sangat besar sekali. Allah berfirman:
وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ أَهْوَاءَهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ بَلْ أَتَيْنَاهُمْ بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ عَنْ ذِكْرِهِمْ مُعْرِضُونَ(71)أَمْ تَسْأَلُهُمْ خَرْجًا فَخَرَاجُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ(72)(المؤمون)
Artinya: “Andaikata kebenaran (ilmiah) itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu. Atau kamu meminta upah kepada mereka?, maka upah dari Tuhanmu adalah lebih baik, dan Dia adalah Pemberi rezeki Yang Paling Baik”(S.23 Al-Mu`minun 71-72).
فَلَوْلَا إِذْ جَاءَهُمْ بَأْسُنَا تَضَرَّعُوا وَلَكِنْ قَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ(43)فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ(44)(الانعام)
Artinya: “Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras dan syaitanpun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan. Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa”(S.6 Al-An’am 43-44).
وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ(25)(الانفال)
Artinya: “Dan peliharalah dirimu daripada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya”(S.8 Al-Anfal 25)
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى ءَامَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ(96)أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَاتًا وَهُمْ نَائِمُونَ(97)أَوَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَهُمْ يَلْعَبُونَ(98)(الاعراف)
Artinya: “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain?”(S.7 Al-A’raf 96-98).
(*) Hubungi kami di : http://imam-muchlas.blogspot.com
ketik kirim kepada: h.imam.muchlas @gmail.com
Langganan:
Postingan (Atom)